Beautiful Fate (Chapter 3)

018-0

 

Beautiful Fate

(Chapter 3)

 

.

 

.

 

.

<!–moreContinue Reading KNIGHT

 

.

 

Disclaimer : Story belong to ChoChoiAddict (Me) . Cast belong to Family and Agency.  KyuYoung Belong to KNIGHT. Kyuhyun belong to Sooyoung, and Sooyoung belong to Kyuhyun.

 

For those who are old enough or feel no need to read this story. Please press the back button on this page!!!

But if you like and want to read, yes please read JJJ

Warning!! : This is my Story. Typo(s), OOC’s (Very). Don’t Plagiarism, Don’t Copy, Don’t Paste. Cerita kampungan. Penuh kegajean. Jangan dibaca kalo gak suka.

Baca dulu chapter sebelumnya, baru bisa baca chapter selanjutnya!!

 

 

Genre : Romance, Drama, Hurt/Comfort, (Maybe Humor)

 

Rate : M (For Save)

 

Pairing : KyuYoung

 

Poster Credit By ChoiXiOh _ PosterArtGraphicsDesign10.wordpress.com

(Big Thanks for poster, dear:) )

Duration : Mini Drama Series

 

Backsound : Baekhyun-EXO (Beautiful)

 

Words: 3050 Words

 

‘Aku angsung update chappie 3 setelah baca review KNIGHT di beberapa blog yang update tentang KYUYOUNG_MOMENT. Padahal itu orang update udah dari tahun gajah makan nasi. Entah kenapa ngeliat antusiasme KNIGHT yang yakin bahwa KyuYoung adalah couple yang REAL, membuat aku jadi tambah semangat untuk nerusin KyuYoung Shipper. Semoga saja apa yang di inginkan KNIGHT bakal menjadi kenyataan.

 

Amin…’

 

‘Walaupun saat ini (Mungkin) Sooyoungie sudah memiliki kekasih, tapi KNIGHT harus tetap optimis bahwa suatu keyakinan yang kuat itu pasti akan menjadi kenyataan di suatu saat nanti.’

 

Don’t Like … Don’t Read !!!

Happy Reading:)

 

.

 

.

“Bagaimana kehidupan Choi Sooyoung saat memilih kabur dari rumah setelah mendengar kabar bahwa ia akan dijodohkan dengan anak salah satu kolega perusahaan ayahnya, dan bertemu dengan seorang pemuda tampan, luar biasa pintar, dingin, datar, menyebalkan, tapi sayang seribu sayang. Pemuda itu hanyalah seorang tukang yang mengantarkan koran keliling dan tukang kebun.”

“Apakah benih-benih cinta bermunculan seiring hari-hari kebersamaan dan di tengah-tengah pertengkaran kecil mereka.”

.

 

.

 

.

 

 

 

Chapter 3

 

Previous Chapter:

 

 

“Di apartement ku hanya ada 1 kamar tidur. Jadi mau tidak mau kau harus tidur di luar dengan alas sofa ini.”

 

“Apa? Aku kan seorang perempuan, dan kau tega menyuruh seorang perempuan untuk tidur di sofa.”

 

.

 

“Baru bertama kali ini aku menemukan gadis se-aneh dia.”

 

.

 

‘Aku sudah menyisakan sarapan pagi untukmu makan. Walaupun hanya nasi dan telur, kuharap kau tak menolaknya dan memakan nya sampai habis. Kalau aku melihat kau membuang makanannya, maka jangan harap kau bisa dapat makanan gratis lagi dariku.’

 

‘K.H’

 

“Dia sebenarnya pria yang baik sih, tapi kadang-kadang menyebalkan juga. Seperti memiliki 2 kepribadian yang sulit ditebak.”

 

.

 

.

 

 

 

Sooyoung POV

 

Huh.. bosan-bosan. Masa seharian ini aku di apartement terus sih. Si tampan menyebalkan itu belum pulang-pulang dan pergi entah kemana lagi. Aku sudah makan beberapa snack yang tersedia di kulkas untuk mmembunuh rasa bosanku, tapi rasanya bosanku tidak mau hilang.

 

Mana ponsel ku tidak kubawa bersama ku kabur lagi. Padahal di situ banyak games nya. Jadi sekarang apa yang harus kulakukan di tengah-tengah rasa bosanku.

 

Memberaskan apartement?

 

Sudah. Karena apartement milik si tampan ini luar biasa bersihnya jadi aku tidak perlu waktu lama untuk membersihkan beberapa ruangan dan benda-benda yang kotor.

 

Menonton televisi?

 

Sedang kulakukan. Tapi ya begitulah, acara telivisi zaman sekarang tidak ada yang menarik minatku sama sekali. Kalau tidak gosip ya paling juga berita kasus kriminal.

 

Memasak?

 

Oh ayolah, siapa yang tidak tahu kalau seorang Choi Sooyoung adalah gadis yang luar biasa pandai memasak. Sebenarnya aku juga ingin memasak makan malam untuk si tampan karena sekarang sudah pukul 5 sore. Tapi masalahnya sudah ku cek semua tidak ada satupun bahan makanan yang tersisa. Paling tersisa ya hanya telur satu butir.

 

Dan telur satu butir memang cukup untuk makan malam 2 manusia. Sudah tau aku ini ratu nya makan, bahkan jatah sarapan yang di sisakan si tampan tadi saja masih kurang untuk lambungku.

 

“Apa aku beli bahan makanan nya saja ya. Mungkin di dekat sini ada supermarket atau penjual sayuran pinggir jalan.”

 

Setelah menimbang-nimbang akhirnya aku memutuskan untuk belanja beberapa kebutuhan di supermarket terdekat. Mumpun bawa uang banyak sebelum kabur, jadi tidak apa-apa kalau mau belanja makanan banyak. Toh, si cerewet Soojin tidak ada disini, jadi tidak ada yang mencaramahiku karena memborong snack-snack yang penuh dengan MSG.

 

Setelah merasa sudah siap, aku pun keluar apartemen dan tidak lupa untuk menguncinya. Sebenarnya aku tidak tahu kenapa si tampan memberikan kunci cadangan apartement kepadaku. Apa dia berpikir kalau aku akan tinggal lama di apartement nya.

 

Tak kusangka ternyata udara di daerah ini benar-benar masih sejuk. Kendaraan bermotor dan mobil pun tidak terlalu banyak. Hanya sepeda dan orang pejalan kaki yang memenuhi sebagian daerah ini.

 

Kulihat ada supermarket sederhana di ujung gang sana. Aku pun segera menuju kearah supermarket tersebut.

 

Selamat pagi nona. Ada yang bisa saya bantu?” Ucap seseorang saat aku baru saja memasuki supermarket itu. Seorang wanita berusia kira-kira sepantaran dengan ibuku itu pun tersenyum lembut kearahku.

 

“Eh, aku ingin mencari beberapa macam sayuran, buah, dan daging sapi segar.” Kataku.

 

“Macam-macam sayuran ada di stand ke-2, buah-buahan ada di stand ke-3, dan daging ada di ujung dekat stand kebutuhan mandi di sana nona.” Ucap pemilik supermarket itu dengan ramah dan tamah.

 

“Terima kasih.”

 

Aku memilah beberapa macam sayuran, karena aku tidak tahu apa makanan kesukaan si tampan. Tidak juga aku membeli beberapa macam buah-buahan untuk  makanan penutup dan daging sapi untuk makanan utama.

 

Aku ada rencana masak sup sayur dan daging bakar sebagai makan malam utama untuk hari ini. Sedangkan untung makanan penutup aku sediakan saja buah-buahan segar.

 

“Sepertinya sudah cukup. Lumayan, belanjaan hari ini kira-kira cukup sampai 3-4 hari kedepan.”

 

Setelah membayar semua belanjaan ku, aku pun memutuskan untuk kebali ke apartement. Takut-takut kalau si tampan sudah pulang dan mendapatiku tidak ada di apartementnya. Ya, aku hanya khawatir saja kalau dia sampai mencari ku kemana-mana. Tapi sepertinya mustahil deh. Si tampan kan pria yang benar-benar menyebalkan.

 

“Tunggu.” Aku menolehkan kepala ku saat ada orang yang sepertinya memanggilku.

 

“Ya? Apa kau berbicara kepadaku?” Tanyaku. Baru saja akan masuk kedalam apartement tapi seorang wanita malah memanggilku.

 

“Kau siapanya Kyuhyun? Kenapa masuk kedalam apartement nya?” Oh jadi si tampan itu bernama Kyuhyun ya. Lumayan juga namanya. Setidaknya namanya tidak kampungan.

 

“Aku..”

 

“Kau pasti salah satu maniak Kyuhyun yang nekat menyusup apartement Kyuhyun diam-diam, kan?”

 

What The Hell? Tuduhan macam apa itu? Sejak kapan Choi Sooyoung melakukan hal rendahan seperti menyusup kedalam apartement seorang yang tidak dikenali. Apalagi dia seorang pria.

 

Ihh, gak banget deh.

 

“Maaf nyonya, tapi aku bukan maniak Kyuhyun ataupun penyusup. Aku hanya-”

 

“Bilang saja yang sebenarnya, atau kau mau ku laporkan ke pihak keamanan karena sudah berani menyusup ke dalam apartement cintaku.”

 

What? Demi apapun yang ada di tubuh si tampan. Kenapa sih dengan wanita  ini? Memanggil si tampan dengan cintaku-cintaku segala lagi. Memangnya dia siapa nya si tampan, berani-beraninya manggil si tampan cintaku.

 

Dasar tante-tante gila kurang kerjaan.

 

“Maaf nyonya. Tapi aku bukan orang jahat, jadi jangan sembarangan melaporkan aku kepihak keamanan ya.” Sepertinya tante-tante gila itu tidak mau kalah denganku.

 

“Sudah ketahuan masih berkilah. Kau mau kulaporkan kecintaku karena sudah meyusup ke apartement nya diam-diam, huh.” Tuh kan. Wanita ini memang sudah gila atau apa sih. Dan masih saja memanggil si tampan dengan sebutan ‘Cintaku’.

 

“Memangnya kau siapa nya Kyuhyun?” Tanyaku dengan nada menantang.

 

“Heh, kau tidak tahu siapa aku?” Bodoh banget sih wanita ini. Ya mana aku tahu kalau dia saja belum kasih tau ke aku. Otak nya harus di servce dulu nih.

 

“Ya mana aku tau. Memangnya kau sudah kasih tau aku apa.” Ucapku sewot. Si nyonya menyusahkan ini malah tersenyum miring sambil mendecih kearah ku.

 

“Aku ini cintanya Kyuhyun. Jadi kau sebaiknya menyerah saja, maniak. Kyuhyun mana mau dengan wanita sepertimu.” Ihh, mulut si pirang ini minta ku sumpel dengan lap kompor ya. Banyak omong banget sih.

 

“Aku tidak mau percaya dengan orang yang belum ku kenal. Jadi maaf saja nyonya, aku harus masuk kedalam dan memasakkan makan malam untuk si tampan.” Aku sengaja memanas-manasi si nyonya cerewet ini. Biar tau rasa dia.

 

“Apa kau bilang? Si tampan? Enak saja kau memanggil cintaku dengan sebutan menjijikan itu.” Si nyonya cerewet ini malah mencekal tanganku membuatku tidak jadi masuk kedalam apartement.

 

“Bisa tidak lepaskan tanganku. Aku mau masuk tau.”

 

“Tidak. Kau itu kan penyusup. Bagaimana kalau nanti barang-barang cintaku hilang. Bisa saja kau ini orang jahat yang menyamar jadi maniak cintaku.

 

Please deh, jangan panggil si tampan dengan sebutan ‘Cintaku’. Aku benar-benar jijik tau mendengarnya. Memangnya dia cinta kau apa.

 

“Maaf nyonya, aku harus masak makan malam untuk si tampan. Jadi bisa lepas tanganku.”

 

“Kau ini, jangan keras kepala.” Apanya yang keras kepala. Kau saja yang kegenitan dengan si tampan.

 

“Maaf, nyonya. Tapi kau yang jangan keras kepala. Aku ini tinggal juga di apartement ini.”

 

“Memangnya siapa yang mau percaya dengan wanita asing sepertimu.”

 

“Aku memang baru kemarin tinggal di apartement ini. Makanya kau merasa asing dengan wajah cantikku.”

 

“Pergi sana penyusup.” Apa sih maunya nyonya ini. Keras kepala banget sih.

 

“Tidak mau. Dan untuk apa aku pergi dari apartement ini. Kau tidak berhak mengusirku tau.”

 

“Huh, kau benar-benar keras kepala.” Ye, baru tau ya.

 

“Sudah selesaikan. Aku mau masuk.”

 

“Enak saja main masuk ke apartement orang. Aku saja yang sudah 2 tahun jadi tetangga Kyuhyun belum pernah diizinkan masuk oleh nya.”

 

“Itu sih nasibmu.” Baru akan masuk  kedalam apartement, si nyonya merepotkan ini kembali berulah. Dan kali ini dia memang benar-benar parah sekali. Rambutku yang halus ini dijambak dengan tangan-tangan kotornya.

 

“Hei, apa-apaan kau ini. Lepaskan rambutku. Kau tidak tahu berapa harga untuk sekali perawatan ke salon, heh?”

 

“Tolongg!! Ada penyusup di gedung apartement ini. Tolong!!”

 

What? Aku diteriaki penyusup lagi? Apa sih maunya nyonya menyebalkan ini. Kukira dia sudah tidak akan berulah lagi. Ihh, sepertinya aku harus memakai kekuatan kungfu ku untuk membalas perbuatan wanita gila ini.

 

“Apa? Penyusup? Dimana? Mana orangnya.” Tiba-tiba saja segerombolan tante-tante maniak Kyuhyun berhamburan keluar.

 

“Ini dia orang yang menyusup ke apartement cinta kita.”

 

Apa lagi ini? Cinta kita? Sepertinya aku mulai merasakan kehidupan neraka si tampan di apartement ini. Setiap hari dikerubungi oleh tante-tante maniak.

 

“Dasar bocah, berani sekali menyusup kedalam apartement cinta kita.”

 

“Aku bukan penyusup, dan aku juga bukan maniak Kyuhyun. Aku memang tinggal di apartement ini sejak kemarin.”

 

“Kami tidak percaya. Memang nya kau siapanya cinta kita sampai-sampai tinggal di apartement Kyuhyun.”

 

Mampus! Harus jawab apa nih? Tidak mungkin kan kalau aku jawab aku ini gadis yang diselamatkan si tampan dari aksi pemerkosaan kemarin dan ditawari tinggal di apartementnya. Bisa-bisa aku makin di sangka maniak Kyuhyun lagi.

 

“Aku.. A.. aku.” Tuh kan suaraku jadi gagap begini karena gugup hebat. Tsk, sial banget deh hari ini.

 

“Dia istriku.”

 

Tiba-tiba suara berat seseorang yang sepertinya aku kenal pun mengintrupsi perdebatan ku dengan tante-tante maniak ini. Setelah kutolehkan kepalaku ke sumber suara, ternyata si tampan sudah berdiri tak jauh dari tempatku dengan sebuah kantung plastik di tangannya.

 

“APA!!!” Teriak para tante-tante maniak ini setelah mendengar ucapan Kyuhyun tadi. Aku yang ikut tersadar pun ikut berteriak walaupun tidak se-dasyat tante-tante maniak tadi.

 

“Kyuhyun, jangan bercanda. Bukannya kau belum menikah?” Salah satu tante-tante maniak ini menyerbu Kyuhyun dan menanyakan tentang maksud ucapan Kyuhyun tadi.

 

“Hn. Aku sudah menikah 3 bulan yang lalu. Dan dia adalah istriku yang tinggal di seoul.” Oh God, kata-kata Kyuhyun benar-benar membius ku. Si tampan ini mengklaim ku sebagai istri nya.

 

“Hiks.. hiks.. kenapa cinta? Kenapa kau jahat sekali sih. Kenapa kau nikah sama wanita tak jelas seperti itu.” What? Minta disumpal si tante pirang ini.

 

“Hn, dia istriku. Dan aku mencintainya.” Aku mendelik kearah si tampan saat dia dengan santainya mengucapkan kata-kata itu.

 

“Cintaku.. Hiks.. hikss. Kyuhyun.”

 

“Maaf bibi. Sepertinya istriku sedikit shock dengan perbuatan kalian tadi. Dan maafkan istriku yang keras kepala, maklumi saja karena dia sedang hamil muda. Jadi tingkat emosional nya sedikit tinggi.”

 

Aku melototkan mata ku. Oh my! Sandiwara apa lagi ini?

 

Si tampan berjalan kearahku dengan raut wajah tenang tanpa beban. Dia menggenggam tanganku lalu membawa ku masuk kedalam apartement.

 

Sedangkan aku hanya bisa menurut karena masih shock dengan kejadian barusan.

 

Kyuhyun mengklaim ku sebagai istrinya. Mimpi apa aku semalam, tuhan.

 

Kyuhyun tampan sih, tapi dia kan menyebalkan. Kalau aku hamil anaknya sungguhan aku tidak mau anakku seperti ayahnya. Dingin, kaku, pelit, menyebalkan, keras kepala lagi. Kalau tampan nya sih tidak apa-apa menurun juga. Aku rela anakku tampan seperti ayahnya.

 

.

 

.

 

.

 

 

Kyuhyun POV

 

“Apa-apaan tadi itu. Istri? Sejak kapan aku jadi istrimu? Kau juga bilang aku sedang mengandung anakmu lagi? Ini terlalu jauh untuk bersandiwara, tuan Kyuhyun.” Sial, baru juga mau duduk tapi sudah di semprot dengan pertanyaan itu lagi.

 

“Hn. Tidak ada pilihan lain.” Jawabku sedatar nada yang kupunya.

 

“Apa katamu? Kenapa harus istri dan sedang mengandung sih? Kau kan bisa mengklaim ku sebagai adik atau sepupu atau siapa kek, asalkan jangan istri.” Perempuan ini cerewet nya mengalahkan ibuku ternyata.

 

“Aku tidak sudi memiliki adik atau kerabat dekat sepertimu.”

 

“Kau itu! Lalu sekarang bagaimana? Aku tetap harus bersandiwira jadi istrimu yang sedang hamil selama aku tinggal di apartement ini? Begitu kah?”

 

Aku mengangguk.  “Hn. Tapi kalau kau keberatan, kau boleh angkat kaki dari apartement ku sekarang juga.”

 

“Dasar pria tak bertanggung jawab. Seenaknya saja.”

 

Aku mendelik kearahnya dengan tatapan mata tajam. Tapi ternyata dia tidak takut sama sekali dengan tatapan tajamku.

 

“Intinya sekarang kau berpura-puralah jadi istriku yang sedang mengandung, maka begitu aku bisa hidup bebas tanpa gangguan dari tante-tante berisik itu.”

 

“Sial, kau memanfaatkan ku ternyata.”

 

“Tidak juga. Anggap saja sebagai imbalan karena aku sudah menolong dan menampung mu di apartement ku.”

 

“Kau tidak iklas menolongku ya? Sudah ku tebak kau pasti hanya setengah-setengah saat menolongku.”

 

Aku memutar bola mataku malas. Aapartement ku jauh lebih ramai semenjak ada gadis ini dari pada hanya aku sendiri yang menempatinya.

 

“Jangan cerewet. Sekarang aku ingin mandi.” Aku beranjak dari sofa lalu berjalan kearah kamar untuk mengambil baju ganti lalu mandi di kamar mandi.

 

.

 

.

 

Saat aku keluar dari kamar aku bisa melihat beberapa hidangan dengan aroma yang lezat sudah tertata rapi di meja makan minimalis ku. Dan ku lihat gadis cerewet itu sedang mondar-mandir menaruh peralatan makan di meja makan.

 

“Hn.”

 

Dia menoleh lalu melemparkan senyum lebar nya kearahku.

 

“Kau jauh lebih baik kalau sudah mandi. Tapi seharusnya wajahmu di berikan senyum sedikit agar tidak kelihatan kaku.” Aku hanya diam mendengar ocehan tak pentingnya.

 

“Cih, menyebalkan. Aku hanya memberimu saran agar kau sedikit tersenyum.  Kau tahu wajahmu mu itu seperti diberi lem saking kaku nya.”

 

“Bisakah aku mulai makannya. Kau lebih banyak bicara hari ini.” Kataku karena bosan mendengar ocehannya.

 

“Makanlah. Aku sudah berbaik hati memasakkan makan malam untukmu.” Aku tak menanggapi kata-kata nya dan mulai makan.

 

Kami makan dalam diam, karena tradisi keluargaku yang mengharuskan tidak berbicara saat makan. Tapi sepertinya gadis itu nampak bosan karena suasana hening saat makan malam berlangsung.

 

Setelah setengah jam beralalu dan acara makan malam kami sudah selesai, aku hanya duduk di meja makan sambil membaca buku tentang dunia bisnis sambil sesekali melirik ke arah gadis yang bahkan belum ku ketahui namanya sampai saat ini.

 

“Hn.” Dehemku, dan berhasil. Dia menoleh dengan alis terangkat satu menatapku.

 

“Ada apa?” Tanya nya.

 

“Siapa namamu?” Tanyaku dengan gurat nada keraguan di setiap ucapanku.

 

Dia mengangkat satu alisnya lagi.  “Sooyoung.” Se-singkat itu kah namanya?

 

“Hanya Sooyoung? Siapa nama marga mu?” Aku menatapnya yang sedang berpikir. Apa jangan-jangan dia lupa sama nama marga nya.

 

“Ji. Ji Sooyoung” Jawabnya, lalu kembali tersenyum lebar kearahku.

 

“Namamu Kyuhyun,  kan? Siapa nama marga mu?” Aku terdiam untuk beberapa saat.

 

Marga?

 

Apa aku masih memiliki marga?

 

Apa aku masih pantas menyandang marga itu?

 

Apa aku masih di anggap salah satu dari anggota keluarga itu?

 

Entahlah, aku tidak tahu jawaban nya.

 

“Jo. Jo Kyuhyun.” Jawabku asal. Aku tidak mungkin memberi tahu siapa marga asliku. Aku sudah susah payah menyembunyikan identitas asliku dari orang luar.

 

“Baiklah, Jo Kyuhyun. Mulai saat ini kau dan aku akan menjadi pasangan suami-istri pura-pura. Ingat! Hanya sandiwara. Aku akan berperan sebagai istri yang baik untukmu, dan kau juga harus berperan baik sebagai suamiku. Bagaimana? Kau setuju?” Katanya dengan nada menggebu-gebu. Apa dia se-semangat itu ingin menjadi istriku.

 

“Sepertinya kau sangat senang berpura-pura menjadi istriku.” Dia mendecih sebal.

 

“Tsk, kau tidak memiliki kemampuan ber-acting yang bagus ternyata. Kan sudah kukatakan ini hanya sandiwara. Tidak sungguhan. Lagian juga mana sudi aku menjadi istrimu. Kau kan pria dingin yang menyebalkan.” Beraninya dia menghina ku. Dasar gadis aneh.

 

“Hn. Aku mau tidur. Besok buatkan sarapan untukku. Aku bekerja pukul 6 pagi.” Kataku lalu beranjak dari meja makan.

 

“Tunggu. Apa pekerjaan yang mengharuskan pegawainya berangkat sepagi itu?” Tanyanya.

 

“Pekerjaan apa saja yang penting menghasilkan uang yang halal.” Kataku sekenannya. Tapi sepertinya gadis itu tak puas dengan jawabanku.

 

“Aku ingin tau apa pekerjaanmu. Kali saja kau ini pembunuh berantai, atau semacamnya.” Aku mendelik tajam kearahnya.

 

“Kalau aku pembunuh berantai mana mungkin aku menolongmu yang hampir diperkosa oleh 3 orang preman.”

 

“Benar juga sih. Tapi apa salah nya kan waspada.”

 

“Terserah kau saja.”

 

“Tunggu!” Aku menggeram kesal dalam hati. Apa lagi maunya gadis ini sih.

 

“Apa lagi sih? Aku mengantuk tau.” Geramku.

 

“Apa aku akan tidur di sofa lagi malam ini?” Tanya nya dengan nada merajuk.

 

“Hn. Ranjangku tidak muat di pakai dua orang dewasa.” Kataku lalu berjalan kearah kamarku meninggalkan gadis itu dengan kekesalan memuncak.

 

“Dasar pria menyebalkan. Kau membiarkan istrimu yang sedang mengandung anakmu tidur di sofa. Dasar suami kejam.” Teriaknya. Aku tidak pedulilah. Nanti juga dia capek sendiri.

 

 

 

‘To Be Continue.’

 

ChoChoiArea:

 

Aku selalu menanyakan kepada kalian bagaimana perkembangan cerita dan alur di setiap Chapter. Dan sekarang aku nanya nih, gimana dengan Chapter 3 ini. Memang belum ada konflik berarti, dan cerita juga masih fokus ke KyuYoung nya. Tapi di chapter 4 satu konflik akan mulai muncul.

 

Konflik tentang siapa cewe yang akan jadi penghalang hubungan KyuYoung. Sama reaksi keluarga Sooyoung yang tau anak nya kabur dari rumah. Terus sama satu lagi, ada yang penasaran gak sih sama ‘Sulung Cho’ yang bakal di jodohin sama Sooyoung?

 

Kalo penasaran jawabannya ada di chapter depan.

 

Maaf banget karena aku udah lama gak update chappie 3 nya. Biasalah, koneksinya gak mendukung.

 

 

Thanks For Reading And Review:)

 

Regards

 

ChoChoiAddict<3

 

 

Next Chapter :

 

“Ayah dan paman Choi tenang saja. Aku yang akan mencari mereka berdua. Dan aku berharap sekali agar perjodohan ini tetap dilanjutkan. Aku akan berusaha mencari keberadaan calon tunanganku. Mohon bantuannya dari kalian semua.”

 

“Apa kau yakin bisa menemukan putriku, Cho Ryujoon?”

 

“Aku yakin, dan aku berjanji akan menemukan calon tunanganku. Aku akan menemukan calon tunanganku, Choi Sooyoung. Dan juga adikku, Cho Kyuhyun.”

 

.

 

“Hn. Perkenalkan, dia Jo Sooyoung, istriku.”

 

“I.. istri Kakak?”

 

“Iya. Aku Jo Sooyoung. Salam kenal ya. Sepertinya kau lebih muda dariku.”

 

.

 

“Ada apa dengan gadis itu, Kyu?”

 

 

 

 

Cilegon, 28-04-2016