Dark, Romance

Switch Off the Light: 2

lihgt

A story by Soshinism

—–

RatingPG 17 (Violent and disturbing content.)

GenreRomance, Fantasy, Supernatural

Cast: Cho Kyuhyun. Choi Sooyoung. Choi Siwon. Choi Minho. And many others you’ll find along the way.

If you would, please kindly check out my own blog, just click the link down below.

Soshinism

It’d seriously support my mental health, hahaha.

—–

— If I spilled my guts, the world would never look at you the same way. And now I’m here to give you all of my love, so I can watch your face as I take it all away.” -Switch Off the Light —

 

Suara yang dihasilkan dari ranting dan dedaunan pohon saling bergesekan membuat suasana tambah kelam malam itu. Angin terus berhembus membawa rintik-rintik kecil air hujan yang masih turun sejak tadi tapi tidak membesarkan volumenya. Sooyoung melirik Minho dari ujung matanya seakan bertanya apa yang harus mereka lakukan saat itu.

Well, well, well. Who do we have here? Ah, the gorgeous Choi Siblings,” ujar seorang lelaki dengan suara beratnya. Ia muncul tiba-tiba dari balik barisan pohon di hutan dengan senyumannya yang penuh dengan ancaman. Di sisi kanan dan kirinya ada seorang lelaki dan wanita yang perlahan juga muncul dari balik tubuh lelaki itu.

Mengumpulkan seluruh keberanian dalam dirinya, Minho membalas kalimat lelaki itu, “Apa yang kau lakukan di sini, Yunho-ssi?”

Continue reading “Switch Off the Light: 2”

Advertisements
Dark, Romance

Switch Off the Light: 1

lihgt

A story by Soshinism

—–

RatingPG 17 (Violent and disturbing content.)

GenreRomance, Fantasy, Supernatural

Cast: Cho Kyuhyun. Choi Sooyoung. Choi Siwon. Choi Minho. And many others you’ll find along the way.

If you would, please kindly check out my own blog, just click the link down below.

Soshinism

It’d seriously support my mental health, hahaha.

—–

— If I spilled my guts, the world would never look at you the same way. And now I’m here to give you all of my love, so I can watch your face as I take it all away” -Switch Off the Light —

Udara terasa bertambah dingin ketika serintik-dua rintik hujan mulai berjatuhan dan menghujam tanah. Awalnya hanya gerimis biasa, namun lama-lama berubah menjadi guyuran air yang keras dan menusuk tulang. Angin bertiup menambah kelam suasana malam itu ketika seorang wanita berhenti tepat di bawah pohon di sebuah taman. Ia mengusap poncho merahnya dengan tergesa di beberapa bagian yang terkena air. Raut wajahnya menampakkan jika ia benar-benar kelaparan. Kedua matanya menatap pada seekor burung yang tengah melindungi diri dari hujan di ranting pohon. Dan dalam hitungan detik, it’s gone.

Wanita itu mengusap bibirnya yang sedikit ternoda darah dan melanjutkan langkahnya sambil menggerutu pada dirinya sendiri, betapa rasa darah burung itu sangat menjijikkan baginya, hampir-hampir ia muntah, namun ditahannya karena rasa lapar yang menyerangnya sejak beberapa hari kemarin. Setidaknya, bersyukur ia memiliki tingkat kesadaran yang tinggi sehinggaa ia tidak menggila karena kelaparannya dan memutuskan untuk berkeliling membunuh manusia-manusia tak berdosa.

Beberapa hari ini stok darah yang ada di ruang penyimpanan rumahnya sedang habis, hanya tersisa satu-dua kantong, itupun harus ia bagi dengan rata pada beberapa orang yang tinggal bersama dengannya.

Ia hampir melanjutkan langkahnya ketika suara seseorang memenuhi telinganya. “Oi, Choi, what are you doing?”

Wanita yang dipanggil Choi itu tersenyum kecil saat mengenali suara yang memanggilnya. Ia membalikkan badan, senyum masih nampak terpasang di wajahnya yang basah terkena air hujan. Ia mengerutkan kedua alisnya, kemudian balik bertanya, “What are you doing here, Choi?” menekankan suaranya pada kata you.

Sang lelaki yang balik ditanya ikut tersenyum dan menggaruk belakang lehernya dengan tangan kanannya. “I miss the feeling of getting soaked in the rain,” ujarnya kemudian memasukkan tangan kanannya tadi ke saku celananya. Keduanya tertawa kecil. Sang lelaki kemudian menyamakan langkahnya dengan wanita yang diajaknya berbicara ketika ia mulai berjalan sambil menikmati satu per satu air hujan menimpa tubuhnya.

Everyone at the house is starving. Stok kantong darah mulai habis dan kau tau sendiri kan akhir-akhir ini, the hunters are on fire to annihilate us,” ujar sang wanita, kepalanya menunduk memperhatikan jalan agar kakinya tak menginjak kubangan air dan mengotori sepatunya.

Hunters, huh? Menyebalkan sekali. Kita tidak bisa berbuat apa-apa karena terlahir seperti ini dan mereka memburu kita? Heh, funny.”

Sang wanita menarik satu ujung bibirnya ke atas, bukan sebuah senyum tulus, melainkan sebuah senyum penuh kekesalan dan entah apa yang lain. “Yeah, well, humans are like that, thinking everything is theirs. Apa yang bisa kita lakukan, eoh?”

Langkah keduanya terhenti ketika sampai di persimpangan jalan besar dan sebuah gang kecil yang mengarah ke gang-gang kecil lain di area tersebut. Indera pendengaran sang lelaki dan wanita yang memang peka itu menangkap suara seorang wanita, berteriak meminta tolong.

“Choi Sooyoung, you heard that?”

Continue reading here.

Action, Crime, Romance

Elixir: No. 3

elixir

A story by Soshinism

—–

RatingPG 15

GenreRomance, Action

Cast: Cho Kyuhyun. Choi Sooyoung. And I don’t know who else, you’ll find it anyway.

—–

— As the girl walks behind you with her longing heart, you bury her in the biggest flower bouquet she ever received.” -Elixir —

 

Dengan cekatan Kyuhyun menarik tuas rem tangan di sebelah kanan tubuhnya, membuka pintu mobil, keluar, dan melewati beberapa kumpulan orang yang sedang santai menyantap makanan mereka –tanpa memperhatikan waktu yang berjalan dengan cepat dan pasti akan membuat mereka telat masuk kantor.

Sebuah tangga yang tak terlalu tinggi ia lewati, kemudian setelah sampai di lantai yang ditujunya, ia mengetuk sebuah pintu yang ada di depan wajahnya sebanyak tiga kali. Nihil. Ia mengetuk lagi tiga kali berturut-turut dengan tempo yang sama, namun tetap tak ada jawaban.  Tiga-empat menit kemudian, masih tetap nihil, tak ada jawaban dari sang empunya tempat tinggal.

Kyuhyun menghembuskan napas kesal, matanya terpejam beberapa detik sebelum ia memutuskan untuk mencoba membuka pintu itu dengan apa saja yang dimilikinya saat ini, contohnya seperti paper clip.

Gagal.

“Ah I know it. Should’ve known her nature better,” ungkapnya dengan nada geram sekaligus merutuki dirinya sendiri yang seharusnya tahu dengan baik tipe-tipe manusia seperti Sooyoung tidak akan mudah membiarkan pintu tempat tinggalnya dibobol begitu saja.

Tapi sang lelaki berpakaian kasual itu tak menyerah. Ia baru menyadari ada sebuah panel tempat untuk memasukkan password yang berada di samping kiri pintu. Segala angka ia coba masukkan sampai pada percobaannya yang kelima, ia berhasil. Pintu terbuka.

Dengan hati-hati ia melangkah masuk, berusaha sekuat mungkin untuk tidak menciptakan suara yang terlalu keras. Langkahnya terhenti saat mencapai di depan sebuah ruangan yang pintunya tak sepenuhnya tertutup. Ia mengintip di celah pintu itu, gotcha! Wanita itu akhirnya ia temukan.

Dibukanya pintu perlahan supaya tubuh besarnya dapat masuk. Matanya tertumbuk pada seonggok tubuh wanita di atas ranjang. Kyuhyun berlutut untuk menyejajarkan dirinya dengan sang wanita. Waktu berlalu dalam kesunyian, sementara lelaki itu memperhatikan wajah sang wanita yang tengah terlelap dengan pulas. Sehelai-dua rambut menghalangi matanya yang tertutup rapat. Kyuhyun bergerak untuk menyingkirkan rambut tersebut saat wanita itu tiba-tiba membelalakkan mata dan dengan gerakan secepat kilat menarik Kyuhyun sehingga ia berada di bawah tubuhnya, kemudian menguncinya dengan kedua tangannya.

Sorry, again… for cutting in the middle, but please proceed here to read the full story 🙂

Action, Crime, Drama, Psychological, Romance

Elixir: No. 2

 

elixir

A story by Soshinism

—–

Rating: PG 15

GenreRomance, Action

Cast: Cho Kyuhyun. Choi Sooyoung. And I don’t know who else, you’ll find it anyway.

—–

— As the girl walks behind you with her longing heart, you bury her in the biggest flower bouquet she ever received.” -Elixir —

Ada jam dinding berbentuk bulat di ruangan kepala polisi, bagian atasnya miring ke depan sedikit, mungkin sekitar enam derajat, seperti hampir jatuh tapi masih aman. Jam itu tidak punya jarum penunjuk detik, hanya jarum penunjuk menit dan jarum penunjuk jam. Modelnya flat dan elektrik, tanpa denting atau bunyi apapun, jam itu sepenuhnya diam. Selaras dengan diamnya Kyuhyun yang sedang memperhatikan jarum penunjuk menit sambil sesekali menghembuskan napas pendek. Bosan. Waktunya tak bisa ia buang hanya untuk menunggu.

“Ayo bergerak,” gumam Kyuhyun sedikit kesal karena jarum penunjuk menit itu tak juga bergerak.

“Ayolah, move!” gumamnya lagi, kali ini sedikit menggeram.

Okay, sorry to interrupt, full story is available here –>

Action, Crime

Elixir: No.1

elixir

A story by Soshinism

—–

Rating: PG 15

Genre: Romance, Action

Cast: Cho Kyuhyun. Choi Sooyoung. And I don’t know who else, you’ll find it anyway.

—–

— “As the girl walks behind you with her longing heart, you bury her in the biggest flower bouquet she ever received.” -Elixir —

Kyuhyun memutar matanya malas ketika lagi-lagi yang dilihatnya pada televisi di hadapannya adalah berita yang sama. Perdana Menteri Hampir Terbunuh. Ibu jarinya terus menekan tombol-tombol pada remote control ketika sebuah berita menangkap perhatiannya –lega ketika setidaknya ada berita yang tidak membicarakan tentang perdana menteri negaranya yang hampir tertembak itu. Lelaki itu menyesap kopinya sambil tetap terfokus pada tayangan di depannya. Ia tersenyum kecil ketika membaca judul berita itu, Kantor Keamanan Nasional Kembali Terkena Serangan Hacker. Kyuhyun melirik jam pada dinding di sebelah kanannya, sembilan lewat tujuh menit. Ia menyesap kopi sekali lagi sebelum akhirnya keluar dari apartemennya.

Ia sampai di depan kantor kerjanya, sebuah kepolisian di tengah ibukota yang cukup besar, tapi tidak cukup nyaman –setidaknya begitu baginya. Ia langkahkan kakinya sedikit terlalu bersemangat sampai hanya membalas sapaan beberapa rekan kerjanya dengan, “Yes, yes, yes, good morning too,” tanpa ada niatan sedikit pun membalas tatapan mereka. Kyuhyun memasuki sebuah ruangan yang berada di tengah kantor itu tanpa mengetuk, sementara yang di dalam hanya mampu menghela napas sedikit kesal –meskipun ada pula bau kebanggaan karena tau siapa yang datang, “Ada apa kali ini, Kyuhyun?”

Go here to read the full version 🙂

Psychological, Romance

Pastel Pistol: Honeysuckle

pastelpistol

A comeback story by Soshinism

—–

Rating: PG 15

Genre: Romance, Psychological

Cast: Cho Kyuhyun. Choi Sooyoung. Choi Siwon. Shim Changmin.

—–

— I present to you the best from me—

Kyuhyun telah kembali ke kantor setelah beberapa hari tidak menunjukkan batang hidungnya. Jemarinya yang panjang sibuk ia gunakan untuk menandatangani macam-macam berkas yang menjadi tanggungjawabnya. Di tengah kesibukan dan konsentrasinya itu, sekretarisnya masuk ke ruangannya dan memberitahu jadwal-jadwal yang harus dilaluinya hari itu. Cukup padat, namun bersyukur hanya beberapa meeting lokal dan tidak mengharuskannya pergi ke luar negeri. Changmin kembali menghilang, Kyuhyun menyalakan smartphone miliknya dan menunggu, jarum jam mencapai angka tujuh ketika smartphone Kyuhyun berdenting, tanda sebuah notifikasi masuk. Diliriknya layar gadget tersebut dan matanya membelalak terkejut. Saat itu juga seluruh kesibukannya ia hentikan, hanya untuk memandang sebuah pesan yang baru saja masuk dan membacanya. Perlahan senyumnya merekah dengan lembut.

From    : Choi Sooyoung

To        : Cho Kyuhyun

Malam ini bisa bertemu?

Kindly click this phrase to read the full story!

Psychological

Pastel Pistol: Hemlock

pastelpistol

A comeback story by Soshinism

—–

Rating: PG 15

Genre: Romance, Psychological

Cast: Cho Kyuhyun. Choi Sooyoung. Choi Siwon. Shim Changmin.

—–

— I present to you the best from me—

“Cho Kyuhyun, ne?” tanyanya.

Nuguseyo?

Kyuhyun mengangguk tanpa suara setelah membalas lelaki yang mengajaknya bicara itu dengan pertanyaan. Dalam hati ia bertanya-tanya siapa dokter lelaki itu yang mengetahui namanya. Baru saja hendak ia buka bibirnya saat sang dokter kembali berujar, “Bisa ikut sebentar? Ayo, Cho Kyuhyun-ssi.” Untuk beberapa detik Kyuhyun ragu apakah harus mengikuti dokter itu dan meninggalkan Sooyoung sendiri.

“Ah, Choi Songsaengnim akan aman di sini,” ujar lelaki itu lagi meyakinkan Kyuhyun sambil menunjuk pada Sooyoung yang terbaring di ranjang rumah sakit. Dan pada akhirnya Kyuhyun melangkahkan kaki mengikuti sang dokter.

Keduanya kemudian sampai di salah satu taman yang ada di rumah sakit tersebut. Angin menyambar bangunan dan dedaunan pohon rumah sakit berkali-kali dan menyebabkan suara dentuman pelan yang menenangkan. Selama beberapa saat berjalan dalam gemuruh suara angin, sampai Kyuhyun akhirnya membuka suaranya terlebih dahulu, “Nuguseyo, Songsaengnim?” Siwon yang memunggungi Kyuhyun kali membalikkan badan dan menatap lelaki itu tepat di kedua matanya dengan tajam dan serius.

Go here to read more!