Drama, Romance

[Oneshoot/Songfict] 7 Years Of Love

7-years-of-love

7 Years Of Love By Kyoung

Main Cast: Cho Kyuhyun & Choi Sooyoung

Genre: Hurt/Comfort, Romance, Drama

Rate : T+ (Teen)

Duration: Oneshoot / SongFict

Note: Adu.. duh.. Aku coming malah bawa oneshoot nista begini.. Aku bener-bener miris bgt deh baca arti lagu nya papa Kyu ‘7 years of love’.. Nyesek dan gak tau kenapa aku langsung nge-feel ke real life nya uri KyuYoung.. Bener-bener pas bgt nih lagu sama real life nya KyuYoung.. Oh Kyu.. apa kau menciptakan lagu ini untuk mengungkapkan isi hatimu untuk Soo???

Yang masih nungguin Falling mohon maaf banget belum bisa ku up, karena tiba-tiba otakku gak mau bekerja sama untuk nerusin Falling.. Aku tiba-tiba stuck di chapter 16 khu.. khu. Tapi tenang aja, Falling bakal tetap aku lanjutin karena emang aku niatnya mau ngelanjutin Falling sampe KyuYoung Ending..

Sebagai ganti karena aku belum bisa up Falling, aku kasih Oneshoot dramatis kek gini. Semoga pada gak kecewa yaa..

Hanya FF selingan di tengah rasa rinduku dengan moment Kyuyoung yang gak muncul-muncul #pundung.

Semoga reader semua suka.

(Don’t Like Don’t Read)

Poster: KyoungArtDesign©2017

Dedicated for KNIGHT!!!!


 

7 Years Of Love

Kita bertemu selama tujuh tahun..

Tak ada yang tahu kita akan mudah mengatakan perpisahan ini..

Tapi kita tetap berpisah..

 

“Jangan.. jangan katakan hal itu lagi, Sooyoung-ah. Kumohon. Jangan… jangan lagi.” Ucapan lirih itu terdengar dari mulut tebal seorang Cho Kyuhyun.

Wanita yang berdiri di depannya tak kuasa menahan segala kesakitan yang dialaminya. Air mata terus turun membasahi pipi gembilnya. Choi Sooyoung hanya mampu menundukkan wajahnya tanpa mampu menatap kearah sang pria yang tengah menahan kesakitan juga seperti dirinya.

Hal tak mengenakan dan menyakitkan ini harus ia sampaikan kepada pria nya. Karena inilah yang memang sedang terjadi sebenarnya. Choi Sooyoung harus rela memutuskan hubungan mereka, padahal awalnya hubunga mereka berjalan baik-baik saja. Tapi kontrak yang sudah di tandatangani membuatnya mau tidak mau harus menyakiti perasaan sang pria.

Cho Kyuhyun masih terdiam setelah Sooyoung mengatakan sesuatu yang benar-benar menyakitkannya 10 menit yang lalu. Pria itu masih terdiam dengan rasa syok yang tak terkira rasanya. Dada nya terasa sesak, air mata turun dari pelopak mata tanpa bisa di cegahnya.

Kesedihan ini benar-benar berlipat ganda, dan Kyuhyun tidak bisa menanggungya sendirian. Wanita yang dia inginkan untuk mendampinginya malah mengatakan akan pergi meninggalkannya. Pergi bersama pria lain.

“Maafkan aku, Kyuhyun oppa. Maaf, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Aku benar-benar minta maaf. Tapi semua ini harus kulakukan.” Ujar Sooyoung mencoba menjelaskan kepada Kyuhyun agar pria itu mengerti.

Namun kesedihan dan kesakitan sudah menutupi lubang hatinya dan tak mampu lagi menerima penjelasan apapun dari mulut Sooyoung. Karena penjelasan apapun yang disampaikan Sooyoung tidak akan merubah apapun. Semuanya sudah terjadi, dan wanita itu sudah tidak mencintainya lagi.

“Katakan kalau ini hanya leluconmu, Sooyoung-ah. Katakan kalau kau memberi kejutan di hari ulang tahunku. Apa hari ini hari ulang tahunku?” Katanya dengan nada bergetar. Sooyoung tidak mampu menahan isak tangisnya lagi. Kata-kata Kyuhyun juga telak menusuk hatinya. Kata-kata kesakitan yang di ucapkan pria itu benar-benar melukai batinnya.

“Tidak, oppa. Aku sungguhan. Kita berhenti sampai disini. Kita sudah berakhir. Benar-benar berakhir.” Ucap Sooyoung dengan sekuat tenaga menahan isak tangis memilukannya. Wanita itu menguatkan diri untuk menatap Kyuhyun.

Sooyoung benar-benar ingin menerjangkan tubuhnya kedalam dekapan pria itu. Dekapan hangat yang dulu sering ia dapaykan. Tapi mungkin sekarang sudah tidak bisa ia rasakan lagi. Semuanya sudah jelas. Dia harus merelakan hubungannya berakhir dengan Kyuhyun. Sooyoung sudah tidak sanggup menyakiti Kyuhyun lebih jauh dari ini lagi.

Karena wanita tinggi itu begitu mencntai dan menyanyangi Cho Kyuhyun. Ya. Choi Sooyoung benar-benar mencintai Cho Kyuhyun. Sangat-sangat mencintainya.

“Kau sudah tidak mencintai aku lagi, Sooyoung-ah?” Sooyoung benar-benar ingin menulikan telinganya saat mendengar pertanyaan Kyuhyun diiringi oleh isakan pelan yang keluar dari bibir tebal pria putih itu. Sooyoung tidak sanggup melihat Kyuhyun seperti ini. Benar-benar tidak sanggup.

“Jangan katakan hal itu, Kyuhyun oppa. Jangan katakan itu.” Ucap Sooyoung dengan isak tangis yang semakin menjadi-jadi. Kyuhyun tersenyum miris, dan siapapun yang melihat keadaan nya saat ini pasti akan merasa sangat iba.

“Kenapa? Kenapa aku tidak boleh bertanya hal itu kepadamu, Soo? Kau tinggal menjawabnya saja, kan. Kurasa itu tidaklah sulit untukmu.” Ucap Kyuhyun lagi. Raut wajah pria itu berubah datar dan terkesan dingin.

“Kumohon. Aku mohon lepaskan saja aku, Kyuhyun oppa. Kita benar-benar sudah tidak bisa bersama lagi.” Ucap Sooyoung. Kyuhyun menatap tajam Sooyoung.  “Aku hanya bertanya, apa sulitnya untukmu menjawabnya, huh? Aku tanya sekali lagi, apa kau tidak mencintaiku, Sooyoung-ah?” Sooyoung terdiam seketika saat mendengar nada bentakan dari mulut Kyuhyun.

Wanita itu mendongak dan melihat Kyuhyun sedang mengatur nafasnya yang terengah-engah. Tangisannya kembali pecah saat melihat perubahan Kyuhyun yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

“Aku.. aku –” Belum sempat Sooyoung selesai menjawab, Kyuhyun sudah memotongnya terlebih dulu. “Kalau kau sudah tidak mencintaiku lagi kenapa kau masih kekeuh mempertahankan hubungan ini sampai sekarang, Sooyoung-ah? Kau tahu, aku sudah berusaha menekan rasa sakitku ketika kau mengatakan kepadaku kau menjalin hubungan dengan pria lain walaupun itu hanya sebuah keterpaksaan. Tapi aku juga memiliki hati. Aku sakit saat melihatmu bersama pria lain. Aku tersiksa saat harus menjaga jarak saat bersamamu. Aku sempat berpikir apa mungkin ini adalah KARMA ku karena aku sering menyakitimu dengan skandal-skandalku dengan wanita lain.

Tapi kau tahu kalau itu hanya sebuah rekayasa kejam yang dilakukan oleh agency kita untuk mendobrak kepopuleranku sebagai artis. Tapi apa? Kau membalasku dengan sesuatu yang lebih menyakitkan. Seharusnya kau katakan sejak awal kalau kau sudah tidak mencintaiku lagi, dengan begitu aku tidak terlalu merasakan sakit seperti ini.” Ujar Kyuhyun tanpa memberikan waktu Sooyoung untuk menyela nya.

Tangisan Sooyoung semakin menjadi-jadi. Wanita itu berjalan mendenkat kepada Kyuhyun.  “Tidak. Jangan mendekat. Kalau kau mendekat aku akan semakin merasa sakit. Aku tidak mau merasakan sakit lebih dari ini, Sooyoung-ah. Jangan mendekat.” Ucap Kyuhyun membuat langkah Sooyoung terhenti. Sooyoung terperanjat dengan kata-kata Kyuhyun. Apa sesakit itukah yang pria itu rasakan sampai-sampai dirinya tidak mau berdekatan dengannya.

Apa Sooyoung sekejam itu?

Telah membangun kenangan untuk waktu yang lama sekarang hilang..

Bagaimana kita di usia muda??

 

Sooyoung sudah tidak sanggup lagi menahan sesegukan karena tangisannya yang semakin eras. Untung saja saat ini mereka sedang berada di apartemet pribadi milik Kyuhyun, dengan begitu wanita itu tida perlu khawatir orang lain mendengar isak tangisnya yang semakin mengeras.

Wanita itu hanya bisa menundukkan wajahnya dengan isakan tangisnya yang sangat memilukan did engar. Kyuhyun masih terdiam dan tidak berbuat apapun mendengar tangisan Sooyoung. Hati pria itu benar-benar sudah tertutupi oleh rasa sakit yang luar biasa. Membuat hatinya membeku tak sanggup merasakan apapun.

“Ku ucapkan selamat untukmu karena kau sudah berhasil membuatku hancur, Choi Sooyoung.” Ucap Kyuhyun dingin. Sooyoung menggeleng lemah. Wajahnya memerah, matanya sembab dan hidungnya berair. Wanita itu benar-benar terlihat sangat menyedihkan.

“Kyuhyun oppa–” Lagi-lagi ucapan Sooyoung terpotong karena kata-kata tajam Kyuhyun setelahnya.  “Jangan panggil aku seperti itu lagi. Aku bukan oppa-mu, Choi Sooyoung-ssi.” Ucap Kyuhyun tajam membuat Sooyoung terdiam langsung.

Wanita itu merasa dunia nya terhempas begitu saja. Pria yang enam tahun ini berhubungan dengannya mengatakan sesuatu yang paling dibenci olehnya. Tidak.. Sooyoung tidak akan sanggup menjauh dari Kyuhyun. Tidak akan pernah sanggup, karena pria itulah sumber kebahagiannya.

“Pergilah. Aku akan melepasmu, kau bebas melakukan apapun sesukamu. Aku sudah tidak peduli lagi. Aku ucapkan selamat untukmu.” Ucap Kyuhyun lalu meninggalkan Sooyoung yang masih berdiri diam dengan isakan tangis menyertainya.

Sooyoung benar-benar sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri. Wanita itu duduk bersimpuh dengan tetesan-tetesan air mata yang membasahi lantai porselen apartement pribadi Kyuhyun.

Seperti inikah yang dia inginkan? Apakah harus akhir menyedihkan dari hubungan mereka. Apakah dia sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk menjelaskan kepada Kyuhyun yang sebenarnya. Dan apakah Kyuhyun sudah tidak peduli lagi padanya?

Dan kata ‘apakah’ yang akan terucap di bibir Sooyoung mulai saat ini. Ya. Memang seperti inilah akhirnya. Hubungan mereka sudah benar-benar berakhir sekarang. Sudah tidak ada lagi ucapan selamat malamdan mimpi indah tiap dirinya menjelang tidur. Sudah tidak ada lagi ucapan-ucapan cinta dari bibir tebal pria itu untuknya.

Karena cinta pria itu sudah terkikis oleh rasa sakit karenanya. Ya, semua ini memang salahnya. Sooyoung benar-benar wanita jahat. Dia sudah tega membuat Kyuhyun hancur. Tapi dia bisa apa? Ini semua sudah terlanjur, wanita itu sudah tidak bisa lagi merubah semuanya. Dan hubungannya dengan Kyuhyun lah yang harus jadi korbannya.

 

Bagaimana kita bertemu, aku bahkan tak mengingatnya

Semua perubahan kita..

Ketika berpisah aku mendengar kau sakit..

Aku bahkan tak bisa merasakannya..

Aku hanya bisa mengatakan itu dan tetap dingin

 

Sejak saat itu semuanya tidak lagi sama. Setia kali Kyuhyun dan Sooyoung berpapasan di tempat kerja, Kyuhyun akan menganggapnya tidak ada. Pria itu selalu mengabaikan keberadaan Sooyoung. Dan Sooyoung menyadari semua perubahan pria itu. Wanita itu kerap kali menangis saat melihat sikap Kyuhyun yang seolah-olah tak peduli kepadanya.

Bukankah Kyuhyun memang sudah tidak peduli lagi kepadamu, huh!

Sooyoung tersenyum miris di sela isakannya. Lagi-lagi wanita itu menangis karena hubungannya dengan Kyuhyun. Sooyoung sadar ini semua terjadi bukan karena Kyuhyun sepernuhnya. Semua ini dialah yang memulai dan seharusnya Sooyoung tidak menyesalinya.

Mau Kyuhyun tak peduli atau tak menganggapnya itu bukan urusannya lagi, kan? Dia yang memutuskan maka dia juga yang harus mempertanggung jawabkan. Kelak dia akan bahagia atau tidak dengan keputusannya, Sooyoung tidak akan membawa-bawa Kyuhyun kedalamnya. Karena semua ini sepenuhnya karena keputusannya.

Kita beralih kepada Kyuhyun..

Sama seperti yang dirasakan oleh Sooyoung, Kyuhyun pun merasakan kesakitan yang sangat menyengat hatinya saat dia harus berpura-pura tidak peduli dengan wanita itu. Saat dia bersikap seolah-olah tidak mengenal wanita itu.

Sebenarnya Kyuhyun tidak mau melakukannya tapi karena semua ini wanita itu yang mau maka Kyuhyun tak bisa berbuat apa-apa. Mungkin dengan melepaskannya waita itu bisa bahagia.

Ya. Mungkin Sooyoung tidak bahagia dengannya. Atau wanita itu sudah merasa jenuh dengannya. Kyuhyun memang bukan pria terbaik untuk Sooyoung. Kyuhyun merasa kalau Sooyoung mungkin sudah merasa nyaman dengan pria itu, dan merasa jenuh dengan hubungan mereka. Makanya Sooyoung memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.

Padahal mereka sudah berencana akan bertunangan secepatnya. Tapi ternyata rencana itu hanya tinggal kenangan. Percuma bila suatu hubungan tetap dipertahankan dengan satu cinta. Karena hubungan tersebut tidak akan berjalan seperti yang dia inginkan.

Cho Kyuhyun memulai kehidupannya tanpa seorang Choi Sooyoung disisinya. Walapun masih sangat menyakitkan tapi Kyuhyun akan berusaha mengubur persaaanya jauh-jauh. Dia tidaka akn menjadi pria yang lemah karena cinta.

Kalau memang Sooyoung bukan jodohnya, pasti akan ada wanita yang tuhan kirimkan untuk menyembuhan luka hatinya. Ya. Kyuhyun akan menunggu itu. Tidaklah penting jika dia terus terlarut didalam kubangan sakit hatinya.

Aku menangis, dengan berjalannya waktu memberiku..

Selain penyesalan dan kerinduan..

Ku lihat hatiku..

Berawal dari teman kemudian pacaran.

Jika kita berpisah kita akan tetap sebagai teman

Kata-kata benar-benar sesuai

 

Sebulan sudah setelah hubungan Kyuhyun dan Sooyoung berakhir. Kyuhyun dan Sooyoung masih bersikap layaknya kedua orang yang tak pernah saling mengenal. Begitu dingin dan datar tanpa ada kehangatan. Sekalipun mereka mengatakan pada yang lainnya kalau mereka sudah memutuskan hanya berteman saja, namun kata-kata itu kadang tidak sesuai dengan kenyataannya.

Nyatanya Kyuhyun semakin menjauh dan menjauh dari Sooyoung. Pria itu bahkan tidak mau lagi memiliki kegiatan yang didalamnya mengikutsertakan Sooyoung. Seperti minggu kemarin. Saat agency mereka menggelar acara konser di eropa dan Sooyoung memilih untuk duduk sendiri, dan tanpa diketahui oleh Kyuhyun kalau bangku pesawat miliknya ternyata berada tepat disamping Sooyoung.

Pria itu memilih duduk di bagia para staff dibandingkan harus duduk disamping Sooyoung. Sooyoung yang melihat itupun hanya menundukan sedih. Jangan tanya bagaimana persaan wanita itu.

Sakit. Sesak. Panas.

Seeprti itulah yang dia rasakan. Ingin menangis pun hanya sia-sia, Kyuhyun tidak akan kembali seperti dulu. Pria itu berubah karena dirinya. Kyuhyun berubah karena eputusan bodohnya. Seharusnya Sooyoung tidak menyesalinya, tapi bagaimana kalau perasaan sakit dan sesak itu tak mau hilang juga dari hatinya.

Padahal dia yang memutuskan semuanya, seharusnya dia bisa mengantisipasinya. Tapi ternyata semuanya salah. Semuanya yang sudah di pikirkan matang-matang oleh Sooyoung tak berjalan dengan semestinya. Dirinya tak sanggup kehilangan Kyuhyun. Tapi bagaimana lagi? Sekarang pria itu sudah membencinya.

Kyuhyun kembali merenungkan nasib buruknya. Dia kira dengan bersikap menjauhi dan menganggap tidak saling mengenal membuatnya dapat cepat melupakan Sooyoung. Tapi nyatanya dia salah besar.

Rasa cintanya malah semakin besar. Walaupun sakit dan benci masih tetap dia rasakan, namun cintanya pada Sooyoung mengalahkan semua rasa sakit dan benci itu. Kyuhyun tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Apa secinta inikah dia pada Choi Sooyoung? Kenapa semakin ia berusaha melupakan Sooyoung, semakin rasa cinta dia dengan Sooyoung.

Dia rindu. Kyuhyun sangat merindukan Sooyoung. Sampai-sampai dia ingin mati saking rindunya. Sudah sebulan ini mereka bersikap layaknya seperti orang asing. Dan Kyuhyun merasa dunianya hanya dipenuhi oleh kegelapan. Kyuhyun butuh Sooyoung untuk menemaninya. Kyuhyun butuh Sooyoung untuk menerangi hidupnya. Kyuhyun butuh Sooyoung untuk menopang beban hatinya. Dan selama-lamanya Kyuhyun akan membutuhkan Sooyoung untuk mendampingi hidupnya.

“Aku merindukanmu, Sooyoung-ah.” Ucapnya lirih dengan isak tangis memilukan yang tak sanggup ditahannya. Siapapun yang melihatnya pasti akan merasa sangat iba.

Keadaan Sooyoung pun sama. Wanita itu kembali mengisi malamnya nya dengan kesedihan tiada tara. Air mata berharganya kembali mturun membasahi wajahnya.

“Aku merindukanmu, Kyuhyun oppa.” Ucap Sooyoung lirih.

Sejak itu, 3 tahun setelah berpisah

Kita terkadang saling menghubungi..

Bahkan jika bertemu denga orang lain lagi

Tetapi aku mencintaimu lagi..

Setiap sedih aku selalu menghubungimu

Kyuhyun sudah memutuskan untuk bertemu dengan Sooyoung hari ini. Sejam yang lalu dia sudah menghubungi wanita itu dan mengatakan kalau dia ingin bertemu. Itu adalah komunikasi pertama mereka sejak 3 tahun hubungan mereka berakhir.

Awalnya Kyuhyun ragu, tapi dia harus melakukannya. Dia tidak mau terlalu berlarut-larut dalam kesedihan. Sudah 3 tahun tapi rasa itu masih membekas di hati Kyuhyun dan pria itu tidak sanggup lagi untuk menepis segala perasaan cinta nya untuk Sooyoung.

Selamanya dia tidak akan bisa melupakan Sooyoung. Walaupun Kyuhyun sudah berusaha sekeras mungkin, namun hasilnya nihil. Bukannya melupakan, hatinya malah semakin mencintai dan mencintai Sooyoung. Entah harus dengan cara apa lagi dirinya bisa mengalihkan pikirannya dari Sooyoung. Karena semua usahanya tidak ada yang berhasil. Pengaruh Choi Sooyoung begitu kuat untuk dirinya.

Sooyoung memegang ponselnya erat-erat. Sejam yang lalu Kyuhyun menghubunginya untuk yang pertama kali semenjak tiga tahun hubungan mereka berakhir. Detakan jantungnya yang menggila karena efek suara Kyuhyun masih belum hilang.

Padahal pria itu berbicara dengannya dengan nada yang terkesan dingin. Ya, Sooyoung tidak mempermasalahkannya. Tak dapat dipungkiri kalau dirinya merasa sangat bahagia saat Kyuhyun menghubunginya. Sooyoung benar-benar merindukan Kyuhyun. Wanita itu merindukan suara berat Kyuhyun.

Dia sudah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Kyuhyun. Wanita itu tidak bisa menghilangkan rona kebahagiaan yang menghiasi wajahnya. Sooyoung benar-benar tida sabar untuk bertemu dengan Kyuhyun. Wanita itu ingin melepaskan rindunya kepada sang pria pujaan.

Namun semuanya kacau saat seseorang yang tidak diinginkannya datang menemuinya. Raut wajah orang itu begitu gembira saat bertatap muka dengannya. Berbandig terbalik dengan keadaannya sekarang.

“Selamat malam, Sayang.” Ucap orang tersebut.

Senyuman Sooyoung memudar seketika saat melihat siapa yang datang menemuinya. Bukan. Dia bukan Cho Kyuhyun. Pria itu bukan pria yang sejak tadi ditunggunya.

Ya tuhan, kenapa pria ini harus datang disaat yang tidak tepat. Keapa harus sekarang? Kenapa harus hari ini. Sooyoung menggeram dalam hati berbanding jauh dengan raut wajahnya yang ia paksakan untuk tersenyum.

“Aku merindukanmu, Sooyoung.” Ucap pria itu lalu mendekap tubuh Sooyoung membuat Sooyoung terkesiap tak siap saat tubuhnya sudah berada di dalam dekapan pria itu.

Wanita itu tidak mengataka apapun saat pria yang mendekapnya ini mengumamkan kata-kata manis yang berhubungan dengan cinta. Siapapun yang mendengar pasti akan terpesona. Namun dia tidak. Hatinya sudah lama dibawa oleh pria lain.

Pria yang saat ini berdiri mematung memandangnya dengan tatapan datar nan tajam. Sooyoung membelakan matanya saat melihat keberadaan Kyuhyun yang berdiri tepat didepannya.

Kyuhyun melihatnya sedang berpelukan dengan pria lain.

Kyuhyun melihatnya sedang berpelukan dengan pria lain.

Sooyoung langsung melepaskan dekapan pria itu saat Kyuhyun berjalan mendekat kearahnya. Pria yang tadi mendekap Sooyoung menatap Sooyoung dengan raut wajah bingung dan bertanya-tanya.

“Ada apa, Sayang?” Tanyanya. Belum sempat Sooyoung menjawab Kyuhyun sudah menyelanya.

“Maaf menganggu malam kalian.” Ucap Kyuhyun begitu pria itu sudah sampai di hadapan Sooyoung dan pria tadi. Sooyoung tak berani menatap Kyuhyun, wanita itu hanya menundukan wajahnya.

“Kau Cho Kyuhyun, kan?” Tanya pria yang tadi mendekap Sooyoung. Tatapan Kyuhyun beralih kearah pria yang diketahuinya sebagai kekasih Sooyoung itu. Kyuhyun menganggukkan kepalanya pelan masih dengan raut wajahnya yang datar.

“Aku hanya ingin membicarakan sesuatu dengan Choi Sooyoung sebentar saja.” Ujarnya. Sooyoung langsung mendongak saat Kyuhyun menyebut namanya.

“Kyuhyun op–” Kata-kata wanita itu terpotong oleh ucapan Kyuhyun.

“Ini. Aku hanya ingin mengembalikan ini. Aku merasa aku sudah tida pantas untuk menyimpan ini lagi. Semuanya ku kembalikan padamu lagi, Sooyoung-ssi.” Ucap Kyuhyun dengan menyerangkan kotak kecil yang sangat diketahui oleh Sooyoung.

Wanita itu mengambil kota yang disodorkan Kyuhyun lalu membukanya perlahan. Air matanya menyeruak saat melihat barang-barang kenangannya dengan Kyuhyun terkumpul semua didalam kotak kecil itu.

Sooyoung mendongak menatap Kyuhyun dengan wajah berlinang air mata. “Apa maksudnya ini semua, oppa?” Tanyanya dengan suara bergetar.

Kyuhyun menatapnya datar.  “Aku mengembalikan semuanya kepadamu. Bukankah semuanya sudah jelas. Aku sudah tidak bisa menyimpan benda-benda ini selamanya. Aku mengembalikanya kepadamu karena barang-barang itu tidak pantas untuk dibuang.” Jelas Kyuhyun.

“Tapi kenapa? Kenapa kau kembalikan kepadaku? Barang-barang ini sudah menjadi milikmu.” Tanya Sooyoung. Kyuhyun menggeleng pelan.  “Tidak lagi. Barang-barang itu sudah bukan milikku lagi. Ingatlah, dulu dan sekarang berbeda. Maaf aku baru bisa mengembalikannya sekarang.” Ucap Kyuhyun.

Sooyoung menggeleng pelan dengan air mata yang semakin mengenang deras. Sooyoung dan Kyuhyun tidak peduli dengan keberadaan orang lain selain mereka berdua yang masih setia memperhatikan interaksi mereka.

“Ini milikmu, Kyuhyun oppa. Aku memberikannya untukmu dan aku tidak memintamu untuk mengembalikannya padaku.”

“Tidak. Aku tidak pantas menyimpan barang-barang itu. Itu hanya akan membuatku terbebani, Sooyoung-ssi.” Ucap Kyuhyun tegas.

“Tapi–” Ucapan Sooyoung kembali terpotong.  “Aku permisi. Maaf sudah menganggu malam kalian.” Ucapnya lalu pergi meninggalkan Sooyoung dan ‘pria itu’.

Kyuhyun memejamkan matanya dan mengepalkan kedua tangannya erat menahan segala gejolak menyakitkan yang bercokol di hatinya. Ya, setidaknya dia sudah membereskan masalahnya dengan Choi Sooyoung, mantan kekasih terindahnya.

Sedangkan disisi Sooyoung yang saat ini masih menangis tanpa suara seraya memegang otak pemberian Kyuhyun tadi. Pria yang sejak tadi bersama Sooyoung pun beralih menatap Sooyoung dengan tatapan bertanya.

“Ada apa hubunganmu dengan Cho Kyuhyun, Sooyoung-ah?” Tanyanya. Sooyoung masih belum menjawabnya. Wanita itu masih menangisi kejadian barusan.

“Aku sedang bicara denganmu, Soo.”

“Aku lelah. Aku ingin istirahat, bisakah kau pulang saja dan kita akan membicarakannya besok lagi.” Ucap Sooyoung lalu masuk kedalam apartementnya meninggalkan pria itu sendirian.

Aku menangis diam-diam..

Kau bertemu dengan orang yang baik

Aku berpikir dalam hati tanpa kata-kata

Apa kau masih menyukaiku dengan perkataan yang sia-sia

Aku tau, kita memiliki cinta yang murni..

Saat itu kita berpikir tak ada yang bisa dilakukan dengan cinta ini

Hanya tinggal kenangan..

Terkadang aku merasa perasaanmu dingin

Tapi sekarang aku tak bisa meminta apapun..

Sooyoung memutuskan untuk mengurung dirinya di dalam apartement pribadinya. Hari ini dia merasa kurang enak badan. Sebelumnya dia sudah memberitahu managernya kalau hari ini dia tidak bisa beraktifitas seperti biasanya.

Wanita itu kembali melihat isi kotak yang diberikan Kyuhyun. Banyak sekali kenangan didalamnya. Ya, memang. Semua yang ada didalam kotak itu adalah kenangannya bersama Kyuhyun selama mereka menjalin hubungan.

Air mata kembali turun membasahi wajah Sooyoung. Rasa sakit kembali menghinggapi dadanya saat mengingat perjalanan cintanya dengan Kyuhyun. Sangat manis dan hangat walaupun banyak pihak yang tidak menyetujui tentang hubungan mereka. Karena itulah mereka memutuskan untuk menyembunyikan hubungan mereka. Hanya segelintir orang yang mengetahuinya, termasuk keluarganya dan keluarga Kyuhyun.

Namun apalah sekarang. Semuanya sudah berakhir. Kisah cinta nya dengan Cho Kyuhyun sudah berakhir. Berakhir karena keputusan bodohnya. Andai saja dia lebih berani menentang, mungkin akhirnya tidak begini. Mungkin hubungannya dengan Kyuhyun masih berjalan seperti biasanya. Peuh dengan rasa sayang dan cinta.

“Aku tidak mau kehilanganmu, Kyuhyun oppa. Aku mencintaimu.” Ucap Sooyoung lirih diiringi oleh isak tangis yang begitu memilukan.

Semenjak hubungannya dengan Kyuhyun berakhir, Sooyoung tidak pernah merasakan kebahagiaan melingkupi hidupnya. Hanya kesedihan dan kemuraman yang selalu ia dapatkan. Bagaimana caranya agar dia bangkit dari semua penderitaan ini.

Apa Kyuhyun juga merasakan hal yang sama seperti ia rasakan?

Jawabannya adalah YA!

Cho Kyuhyun merasakan sama seperti yang Choi Sooyoung rasakan. Pria itu menjadi orang yang pendiam dan terkesan tertutup dari orang luar. Rekan-rekannya pun sudah berusaha menghiburnya dan menariknya dari kesedihan. Namun semua itu hanya sia-sia karena pikiran dan hatinya tidak pernah mau melupakan dan menghilangkan jejak Choi Sooyoung.

Sekeras apapun ia berusaha hasilnya pun akan tetap sama. Perangai Choi Sooyoung benar-benar begitu kuat berdampak pada kehidupan Kyuhyun.

“Aku merindukanmu, Sooyoung-ah. Jangan tinggalkan aku.” Ucapnya lirih dengan suara bergetar.

“Aku mohon. Aku mohon jangan tinggalkan aku.” Tambahnya. Air mata kembali membasahi wajah tampannya.

Entah kapan semua ini akan berakhir.

Aku tak tau apapun..

“Aku akan menikah” itu kata yang ku dengar

Untuk waktu yang lama aku tak bisa mengatakan apapun..

Lalu aku menangis, itulah kata-kata terakhirku..

 

“Choi Sooyoung akan menikah?”

Itulah kata-kata yang ia dengar dari mulut banyak orang. Kata-kata yang menjadi racun mematikan untuknya. Seharusnya ia tidak medengar kata-kata itu. Seharusnya ia berlaga tidak tahu mengenai desas-desus itu. Tapi apa gunanya, toh semua orang yang bekerja satu ruang lingkup dengannya tengah heboh membicarakan mengenai berita yang kebenaranya masih simpang siur itu.

Tapi benarkah Choi Sooyoung akan menikah?

Semudah itukah wanita itu melupakannya? Tapi keapa? Kenapa dia tidak juga bisa melupakan Choi Sooyoung sampai sekarang. Kenapa Cho Kyuhyun tidak juga bisa melupakan Choi Sooyoung sampai sekarang.

Bahkan wanita itu akan menikah. Sudah jelas bukan kalau Sooyoung memang sudah tidak mencintainya lagi. Jadi untuk apa dirinya sekarang? Apa gunanya dia sekarang. Wanita itu sudah memiliki kehidupan bahagianya sendiri. Lalu kenapa dirinya belum juga menemukan kebahagiaan lain.

Kenapa?

Keapa?

Da kata-kata kenapa terus terngiang-ngiang didalam otaknya. Kenapa dan kenapa? Kyuhyun tidak tahu alasannya.

Pria itu berjalan tak tentu arah. Kyuhyun hanya mengikuti kata hatinya saja. Dia juga merasa tubuhnya terasa ringan. Sepertinya beban-beban berat sudah malas menumpuk di pundaknya.

Tapi sepertinya dewi fortuna belum berpihak baik kepadanya. Niatnya mau menghindari si penyebab utama kegalauan nya, kini Kyuhyun malah berpapas-papasan dengan penyebab kegalauan nya.

“Kyuhyun oppa.” Panggil Sooyoung dengan suara pelan. Wanita meringis miris saat melihat penampilan dan perawakan Kyuhyun. Pria itu terlihat seperti zombie hidup. Benar-benar acak-acakan ditambah dengan lingkar hitam di bawah matanya.

Cho Kyuhyun benar-benar terlihat sangat menyedihkan.

“Kau akan menikah, Soo?” Tanya Kyuhyun langsung to the point. Sooyoung terbelalak saat mendengar pertanyaan Kyuhyun yang terkesan blak-blakan.

Wanita itu menundukkan wajahnya tanpa mampu menatap Kyuhyun yang balik menatapnya tajam.  “Kau tahu, berita itu sudah tersebar keseluruh penjuru gedung. Kurasa pernikahanmu akan sangat meriah nanti.” Ucap Kyuhyun dengan senyum miris.

“Kyuhyun oppa, aku–”

“Tidak masalah. Kau pasti akan bahagia dengan pernikahanmu. Aku turut senang mendengarnya. Kau pasti senang menjelang pernikahanmu, kan?” Ucap Kyuhyun tanpa mendapat jawaban dari Sooyoung.

“Kurasa kau memang bahagia, Sooyoung-ssi. Sekali lagi selamat atas pernikahanmu.” Katanya dan langsung pergi dari hadapan Sooyoung. Sooyoung kembali terisak tanpa suara.

Ucapan-ucapan Kyuhyun tadi benar-benar menyayat hatinya. Sangat menyayat hatinya.

Inilah hari H nya. Semuanya sudah sempurna. Hanya tinggal menghitung menit maka dirinya akan siap menjadi seorang istri. Sooyoung menghela nafas. Sekarang hanya ada dirinya seorang di ruang rias. Dia sudah cantik dengan gaun pengantin putih gading.

Tapi apakah ia yakin dengan semua ini? Apakah dia siap dengan semua ini? Adakah sesuatu yang mengganjal hatinya? Apa lagi yang ia pikirkan? Semuanya sudah siap hanya tinggal mengucapkan janji suci maka dirinya bukanlah Choi Sooyoung lagi. Dia akan menjadi istri orang lain.

Hatinya yang sejak tadi sesak bertambah sesak ketika dentingan jarum jam semakin mempercepat waktu. Sekali lagi! Apa dirinya siap menikah dengan orang lain? Apakah dirinya siap melepas marga Choi dan menggantinya dengan marga lain yang masih terasa asing untuknya.

Tapi semuanya sudah terlanjur. Semuanya sudah siap kecuali hati dan jiwanya.

“Sooyoung-ssi, acara pemberkatan akan dimulai lima menit lagi. Mari keluar menuju altar.” Ucap seorang bridals maid. Sooyoung menghela nafas beratnya lalu mengangguk sendu.

Sooyoung berjalan menuju ke altar dengan didampingi oleh sang ayah. Pandangannya menyusuri penjuru gereja. Teman-teman grupnya datang semua. Rekan-rekannya juga datang. Tapi hanya satu orang yang tdak terlihat di dalam pandangannya.

Seseorang yang sangat ia butuhkan saat ini. Kemana dia? Padahal dia sudah memberikan undangan untuknya, tapi kenapa pria itu tidak datang. Dan kenapa juga Sooyoung menjadi ragu dengan pernikahannya.

Sooyoung berusaha tersenyum saat calon suaminya mengambil alih tangannya dari sang ayah. Sooyoung kembali mengehela nafas saat dirinya sudah berdiri tepat di depan pastur yang akan mengikrarkan janji suci pernikahannya.

Keraguan Sooyoung semakin menjadi-jadi. Acara pemberkatan akan dimulai sebentar lagi, tapi hatinya malah tidak tenang begini. Ada sesuatu yang menahannya. Wanita itu meremas tangannya yang berkeringat dingin.

Tidak. Ini Tidak bisa dilanjutkan. Bukan Jung Kyungho yang ia cintai. Cho Kyuhyun lah yang Sooyoung cintai. Sooyoung hanya mau menikah dengan Kyuhyun seorang. Tidak dengan yang lain. Tidak dengan orang lain selain Cho Kyuhyun.

“Hentikan!” Serunya saat acara pengucapan janji pernikahan akan segera dimulai. Sontak semua tamu udangan serta keluarga memandang Sooyoung dengan terkejut.

“Ada apa, Sooyoung-ah?” Tanya Kyungho dengan berbisik. Sooyoung menatap pria itu dengan gelengan disertai air mata yang mulai membasahi wajah cantik nya.

“Aku tidak bisa. Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini. Maafkan aku.” Ucap Sooyoung dengan nada bergetar. Kyungho melebarkan kedua matanya terkejut.  “Apa maksudmu? Jangan bercanda disaat penting seperti ini, Sooyoung-ah.” Katanya.

Sooyoung kembali menggeleng. “Maaf.. maafkan aku. Tapi aku benar-benar tidak bisa melanjutkannya. Aku tidak mencintaimu, oppa. Aku mencintai pria lain. Sekali lagi maafkan aku.” Ucap Sooyoung lalu mengangkat tiggi-tinggi gaun pengantinya. Wanita itu berlari keluar gereja mengabaikan semua orang yang meneriaki namanya.

Sooyoung tidak peduli. Dia sadar kalau yang dicintainya hanya Cho Kyuhyun. Tidak yang lain. Dan sekarang wanita itu akan menebus segala kesalahannya. Sooyoung akan menemui Kyuhyun.

Sedangkan disisi Kyuhyun, pria itu memutuskan untuk menginap di rumah orangtua nya sampai keadaanya sedikit membaik. Kyuhyun yang sebelumya tidak pernah menyentuh alkohol, tapi tiba-tiba kakak perempuannya menemukannya tengah pingsan karena mabuk di ruang tengah apartement pribadinya.Karena itulah dirinya ada di sini. Sang kakak bersikeras menyuruhnya menginap dirumah keluarganya sampai keadaanya benar-benar membaik.

Kyuhyun melirik jam dinding yang ada di kamarnya. Senyum miris penuh luka itu mewarnai raut wajahnya yang sayu. Ya, wanita itu pasti sudah resmi menjadi istri orang lain sekarang.

Kyuhyun memang memutuskan untuk tidak menghadari pernikahan Sooyoung, karena ia tidak akan menjamin akan baik-baik saja saat melihat wanita yang dicintainya bersanding dengan pria lain. Akan sesakit apalagi hatinya kalau melihat semua itu.

Kembali ke Sooyoung. Wanita itu berlari tergopoh-gopoh memagangi gaun pernikahannya yang menjuntai panjang. Wanita itu tengah berlari di koridor apartement Kyuhyun. Saat sampai di deppan pintu apartement Kyuhyun, ia memencet bel beberapa kali namun tidak ada respon sama sekali dari dalam.

Sudah limabelas menit dia memencet bel namun tidak ada tanda-tanda Kyuhyun akan keluar menyambutnya. Sooyoung terjatuh lemas di depan pintu apartement Kyuhyun dengan isak tangis yang sudah tak tertahankan lagi.

Beberapa menit kemudian, Sooyoung kembali bangkit. Firasatnya mengatakan Kyuhyun sedang berada di rumah keluarga nya saat ini. Dengan langkah tertatih-tatih, wanita itu kembali berjalan menuju rumah keluarga Cho.

Sooyoung sudah tiba di depan rumah keluarga megah Cho. Wanita itu memencet bel berkali-kali sampai seseorang membukakan pintu untuknya. Nyonya Cho lah yang menyambut kedatangan Sooyoung. Beliau cukup terkejut dengan kehadiran Sooyoung di depan rumahnya. Pasalnya yang ia tahu kalau hari ini adalah pernikahan Sooyoung. Lalu kenapa wanita itu berada di depan rumahnya lengkap dengan gaun pengantinnya.

“Sooyoung-ah?” Ucap beliau masih tidak meninggalkan kesa keterkejutannya.

“Bibi, apa Kyuhyun oppa ada disini?” Tanya Sooyoung dengan nafas terengah-engah.

“Kyuhyun–” Belum sempat nyonya Cho melanjutkan ucapannya, Sooyoung sudah memotongnya dengan cepat.  “Kumohon, aku ingin bertemu dengan Kyuhyun oppa, bibi. Ada sesuatu penting yang harus kubicarakan dengannya.” Ucapnya lagi.

Nyonya Cho menganggukkan kepalanya.  “Kyuhyun ada dikamarnya. Kau temuilah dia dan selesaikan masalah kalian.” Sooyoung mengangguk dan langsung berjalan cepat menaiki lantai atas menuju kamar Kyuhyun.

Sooyoung menghela nafasnya saat dia sudah berada di depan kamar Kyuhyun. Dia menghela nafasnya untuk meyakinkan dirinya sendiri. Dengan tangan bergetar, Sooyoung mulai membuka pintu kamar Kyuhyun.

Pemandangan pertama yang ia lihat adalah Kyuhyun yang tengah melamun disamping jendela kamarnya. Pria itu masih tida menyadari keberadaan Sooyoung. Sooyoung berjalan mendekat menghampiri Kyuhyun.

“Kyuhyun oppa.” Panggilnya. Kyuhyun langsung menoleh dan kedua mata sayu pria itu terbelalak saat melihat keberadaan Sooyoung didepannya.

“Apa yang kau lakukan disini, Sooyoung?” Tanya Kyuhyun dengan nada menjelaskan keterkejutan. Sooyoung berjalan pelan mendekat kearah Kyuhyun.

“Oppa, maafkan aku.” Ucap Sooyoung dengan nada bergetar. Kyuhyun mengernyitkan dahi bingung. Dia masih terkejut dan tidak menyangka dengan kehadiran Sooyoung di kamarnya.

“Apa maksudmu dan kenapa kau ada disini? Bukankah hari ini adalah hari pernikahanmu.” Katanya dengan nada datar.

Tangisan Sooyoung semakin kencang. Wanita itu berlari dan menghambur kedekapan Kyuhyun. Kyuhyun yang terkejut pun hanya diam tanpa melakukan apapun.

“Aku mencintaimu, oppa. Aku sangat mencintaimu. Aku tidak mau menikah dengan pria lain selain kau.” Ucapnya membuat tubuh Kyuhyun menegang sempurna.

Apakah ini nyata? Atau ini hanya halusinasinya saja.

“Jangan bercanda, Choi Sooyoung. Jangan bercanda.” Ucap Kyuhyun dengan nada tak percaya.

Sooyoung menggeleng pelan didalam dekapan Kyuhyun.  “Tidak. Aku tidak bercanda, oppa. Aku sungguh-sungguh mencintaimu. Aku tidak mau kehilanganmu. Aku hanya ingin bersamamu.” Kyuhyun menjauhkan tubuh Sooyoung agar pria itu bisa menatap wajah Sooyoung.

“Kalau memang kau tidak bercada lalu bagaimana dengan pernikahanmu? Apa yang kau lakukan dengan berada disini?” Tanya Kyuhyun dengan wajah serius.

“Aku serius, oppa. Aku membatalkan pernikahanku karena aku tidak bisa hidup dengan pria lain selain dirimu. Yang kucintai hanya kau, dan aku hanya menginginkan dirimu yang menjadi suamiku. Bukan yang lainnya.” Jelas Sooyoung.

“Lalu bagaimana dengan calon suamimu? Bagaimana dengan keluargamu? Apa yang akan kau katakan kepada mereka semua, Sooyoung-ah?”

“Aku tidak tahu, oppa. Yang jelas aku mencintaimu dan tidak ingin kehilangan mu. Aku tersiksa selama ini dengan berakhirya hubungan kita. Aku tidak senang. Aku tidak bahagia tanpamu. Aku hanya ingin bersamamu.” Jelas Sooyoung dengan isak tangisnya.

Kyuhyun menghela nafasnya.  “Aku tidak mengerti dengan yang kau pikirkan, Sooyoung-ah. Saat itu kau yang memutuskan hubungan kita tapi sekarang kau memohon padaku untuk tidak meninggalkanmu. Apa yang harus kulakukan, Soo. Selama ini aku sudah terlalu sedih dengan keputusanmu. Aku pikir kau tidak mencintaiku lagi. Terlebih dengan kabar pernikahanmu. Ini semua benar-benar membingungkan untukku. Tolong jangan permainkan aku lagi.” Ujar Kyuhyun. Sooyoung meremas baju Kyuhyun.

“Aku minta maaf, oppa. Kumohon maafkan aku. Tapi jangan tinggalkan aku. Aku tahu aku salah, aku sudah sangat menyakitimu. Tapi.. tapi bisakah kita mulai semuanya dari awal. Aku tidak mecintai pria lain selain dirimu. Sejak dulu, aku hanya mencintaimu. Semua yang sudah terjadi hanyalah sebagian dari kesepakatan ku bersama agency. Aku tidak bisa menolak saat atasan menyuruhku menikah dengan Jung Kyungho. Tapi percayalah kalau aku hanya mencintaimu. Dulu sampai sekarang dan selamanya aku akan selalu mencintaimu, Kyuhyun oppa.” Ujar Sooyoung dengan nada syarat oenuh kesedihan didalamnya.

Kyuhyun hanya terdiam menatap kedalam mata Sooyoung mencari kebohongan di dalam mata jernih itu. Tapi tidak ada satupun kebohongan disana. Apa yang dikatakan wanita itu benar adanya.

“Kyuhyun oppa, kumohon. Kumohon maafkan aku.” Ucapnya dengan sesegukan. Kyuhyun menghela nafasnya. Pria itu menarik Sooyoung kedalam dekapannya. Diciumnya puncak kepala wanita yang sangat dirindukannya itu.

“Kau tahu betapa tersiksanya aku selama ini. Aku benar-benar hancur. Aku hidup tapi seperti tidak hidup. Nyawaku hilang bersama denganmu.” Ucap Kyuhyun semakin mendekap Sooyoung dengan erat.

Sooyoung menumpahkan segala kesedihannya, wanita itu membalas pelukan Kyuhyun tak kalah erat.  “Maafkan aku, oppa. Maafkan aku. Aku mencintaimu.” Ujarnya.

Kyuhyun melepaskan pelukan mereka. Pria itu menatap kedalam mata Sooyoung.  “Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku lagi setelah ini. Dan hanya hidup denganku. Ya, kau hanya harus hidup bersamaku, disisiku. Tidak ada penolakan, karena aku tidak mau menerima penolakanmu.” Sooyoung tersenyum hangat. Wanita itu membingkai wajah Kyuhyun.

“Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi, Kyuhyun oppa. Dan aku tidaka kan menolak untuk hidup bersamamu, hidup disisimu.” Kyuhyun tersenyum. Pria itu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Sooyoung dalam. Menyesap segala rasa yang ada di bibir manis wanitanya itu. Sooyoung pu membalasnya dengan dalam, menyalurkan segala kerinduan yang selama ini membelenggu hati nan jiwa keduanya.

“Aku mencintaimu, Choi Sooyoung.” Ucap Kyuhyun tepat didepan bibir bengkak Sooyoung.

Sooyoung tersenyum.  “Aku juga mencintaimu, Kyuhyun oppa.” Dan mereka kembali melanjutkan ciuman mereka yang tadi sempat tertunda.

Lalu aku tersenyum bahagia, itulah kata-kata terakhirku.

Bukan lagi tangisan.. bukan lagi penyesalan..

Tapi hanya ada kebahagiaan.

Karena apa yang kita lalui sebelumnya hanyalah kerikil-kerikil kecil yang tuhan berikan untuk menguji seberapa tangguhnya cinta kita..

Bukan sebagai upaya untuk memisahkan takdir kita. Karena pada akhirnya pun waktu yang menjawabnya.

Seperti apakah takdir kita dimasa depan..

Sesuai dan benar atau keterbalikannya

Karena cinta yang kita miliki tidak akan pernah terkikis oleh tuanya waktu.

Aku mencintaimu..

Aku menyayangimu..

Itulah kata-kata terindah dalam hidupku

Karena ingin mendengar aku mencintaimu sekali lagi

Aku mencintaimu tujuh tahun dan tujuh tahun dan tujuh tahun yang akan datang seterusnya.

 

 

The End…


Note: Huaaa!!! Akhirnya selesai juga nih songfict!!

Gimana?? Ada yang sampe nangis gak bacanya? Kalian butuh tisu???

Aku yang ngetik aja sampe nangis loh #gaknanya. Sumpah lagunya Kyu oppa yang ini bener-bener nyambung bgt untuk Soo eonni. Berasa nih lagu Kyuhyun oppa nyanyiin untuk ngungkapin isi hatinya ke Sooyoung eonni. Ugh!! Makin cintah ane sama ni couple..

Akhir lagu ini sih sad ending, tapi aku gak mau buat KyuYoung sad end, jadinya aku putar balik ideku dan… Ttara!!! Jadinya yah begini hasilnya. Semoga kalian pada suka yaa..

Ada yang mau SEQUEL!!!!!!!!!!!!

Aku tidak memaksa kalian untuk suka sama Ff buatanku.. Tapi aku berharap KNIGHT semakin berkembang dan KYUYOUNG bakal menghadirkan moment-moment yang menyentuh hati #Ihope

Semua boleh kasih saran kok. Para readers.. KNIGHT!!!! Dan para Silent Readers.. boleh kok kasih saran yang membangun. Kritikan juga gak apa-apa deh, aku terima aja..

Akhir kata..

The Big Thankyou From Me…

Advertisements

19 thoughts on “[Oneshoot/Songfict] 7 Years Of Love”

  1. emank bener banget thor.. klo lagu 7 years of love itu bener2 kisahnya kyuyoung.. bahkan saat pertama kali ngedengerin saya langsung nangis ngejer dan berharap banget mereka bakal bersatu lagi apalagi kyuhyun benar2 menghayati setiap lirik yang dia nyanyikan… namun semua itu terasa menyakitkan denger sooyoung jadian sama kyungho.. dan itulah alasan kenapa saya juga menulis ff kyuyoung dan selalu baca ff kyuyoung.. dan buat ff author yg ini keren bgt.. dan dapet banget feel nya karena secara ini memang real dan akhirnya disini happy ending.. :”)

    1. Terima kasih banget kamu udah mau baca ff abal ku ini #terhura
      Dan aku masih berharap banget KyuYoung bisa bersatu.. harapan besarku sebenernya itu.
      Tapi semoga aja KyuYoung bisa real ya..

      Terimakasih sudah review 😀 ❤

  2. Seediiiiiih..
    Bacanya sambil nyesek gitu, jadi ikut nyesek pas kyu sakit, tambah nyesek tau perasaan sooyoung juga sakit,
    Huhuu,
    ternyata endingnya happy, yeaay..
    Seandainya itu jadi kisah nyata *menghayal*
    Hahaa..
    Makasih udah bikin cerita yg keren ini, author-nim..
    Semangaat

  3. KyuYoung adalah ketidak pastian yang selalu saya harap kan semoga bisa bersatu. Duhh baper mampus deh gue. Ahaaaaaaaa thanks buat kyu oppa udah bikin baper dan soo eonnie makasih loh ya. Gua belom pernah nih ngerasain kaya gini didlam kehidupan. Tetapi sakit ya..sipp byee

    Aduhh kakkkkk kenpaa selalu cerita yang baper ? Why? Kak why? Pokoknya aku baper dan kakak harus bikin cerita lagi. Ku harap kyu oppa dan soo eonni bisa bersatu

    1. Aku juga megharapkan mereka bersatu didalam kehidupan nyata kok, saeng..
      Semua KNIGHT pasti juga pengen liat KyuYoung bersatu dalam real life mereka..
      Karena aku baperan? #Whaks #abaikan 😀 😀

      Aku juga berharap Kyuhyun dan Sooyoung bersatu. Aminnn 🙂

      Terimakasih sudah review 😀 ❤

  4. feel’a ngena bnget min 😦 apalagi klo smbil dengerin lagu’a kyu oppa yng 7 years of love, bner2 menyentuh kalbu 😥 kek brasa real gtu prasaan’a kyu oppa k’soo eonni…. kajja min d’wait min sequel’a, biar jdi apdol gtu endingnya kyuyoung :*

  5. sedih banget bacanyaa. aku kira emg sad end dan berhasil buat aku badmood. tapi ternyata happy end toh, jadi ga badmood deh :3
    sequel ini mah. ditunggu banget. kalo bisa bikin sequelnya kehidupan married lifenya kyuyoung yaaa thor. ditunggu banget pokoknyaa. oiya, sama falling ditunggu juga loh 🙂

  6. Demi apa, berharap banget kehidupan kyuyoung kaya ff ini, sekarang-sekarang aja kaya begitu, tapi nanti mereka akan happy ending dan bakal bersama-sama..
    Sequellll… aku mau sequellll…
    Ditunggu ya sequel dan ff lainnya..
    Selalu semangat author..

    1. Aku juga berharap banget kok KyuYoung real 😀
      Sequel??
      Kalo banyak yag mau, aku bakal buatin sequel nya kok.
      Liat pendapat yang lain aja dulu kali ya 🙂

      Terimakasih sudah review 😀 ❤

  7. Pingback: ONE-TWO SHOOT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s