[Drable Story] Listen To You -Two

listen-copy

Listen.. To You By Kyoung

Main Cast: Cho Kyuhyun & Choi Sooyoung

Genre: Sweet Romance, Drama, Action(maybe)

Rate : T+

Duration: Long Drable Series (maybe)

Note: Haloo KNIGHT tercinta. Aku comeback malah bawa drable gaje kayak gini. Berhubung karena fict-ku yang Falling sama Closer belum bisa ku update, jadi aku update drable ini untuk menggantinya.

Aku dapet ide ff ini setelah denger lagu papa Kyu yang Listen To You, dan langsung nge-feel ke KyuYoung. Duhh aku sama kayak mama Soo nih, jantuh cinta banget sama suara berat nan seksi nya papa Kyu.

Udah deh segitu aja cuap-cuapnya. Aku saranin sih denger lagu nya papa Kyu yang Listen To You ya, biar feel nya lebih dapet.

(Don’t Like Don’t Read)

 

 

Chapter 2: Medication and the second approach

 

 

Sooyoung POV

 

Entah apa yang berada di otak ayahku sekarang.

 

Memaksa-ku untuk bertunangan dengan seorang pria yang belum pernah ketemui sebelumnya, dan sekarang memintaku untuk menikah dengan pria itu.

 

Aku ini hidup di zaman serba modern dan canggih. Tapi kenapa perjodohan masih saja terasa familiar di zaman ini. Atau hanya aku saja yang merasakannya. Ayah dan ibu memang masih menganut dan berpegang teguh dengan adat istiadat leluhur yang sudah bertahun-tahun di lestarikan.

 

Tapi tidak mengorbankan aku juga kan? Aku ini seorang wanita metropolitan. Ayahku juga tahu itu, tapi beliau masih saja bersikekeuh menjodohkanku dengan pria pengusaha kaya raya itu.

 

Beliau bilang kehidupanku akan lebih terjamin kalau aku menikah dengan seorang pengusaha dan bukannya seorang pria yang besar di kemiliteran juga. Karena ayah tahu bagaimana berat nya seorang militer saat harus meninggalkan keluarganya untuk pergi menjalankan misi atau tugas besar.

 

Ditambah dengan resiko yang tidak menjamin bagi seorang militer untuk hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. Aku tidak tahu maksud ayah berkata seperti itu hanya untuk menakutiku atau bukan. Tapi selama ini kehidupan keluarga kami baik-baik saja. Bahkan ayah dan ibu masih bersikap layaknya anak remaja sedang jatuh cinta saat hanya mereka berdua.

 

Yang jelas, perintah ayah adalah mutlak bagi semua orang. Dan tak ada satupun yang bisa membantah apapun yang sudah Let.Jend Choi Jungnam perintahkan, atau kalian akan kena akibatnya.

 

“Maaf menganggu, Dr.Choi.” Seorang perawat bertubuh mungil masuk keruanganku tanpa mengetuk pintu ruanganku terlebih dahulu.

 

Aku menghela nafas lelah.  “Sudah ku katakan berulang kali, Lee Sunkyu –ketuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ruanganku.” Kataku

 

Perawat tadi membungkukkan tubuhnya meminta maaf. “Maaf dokter. Tapi seorang pimpinan devisi-tim penjaga perdamaian mendapatkan luka tambak dan sayatan yang lumayan serius dan harus segera di obati.” Katanya dengan nada suara yang terdengar imut.

 

Aku kembali menghela nafas,  “Bukankah masih ada asisten dokter yang bisa menanganinya?” Tanyaku. Perawat tadi menggeleng pelan,  “Asisten dokter sudah tidak ada di ruangannya sejak pukul tiga sore tadi, Dr.” Jawabnya.

 

Oh kesialan apa lagi di hari ini.

 

Tugasku sudah banyak, dan sekarang asisten ku pergi sejak pukul tiga sore. Percuma saja mempunyai asisten tetapi tidak kompeten sama sekali terhadap tugas-tugas nya. Padahal hari ini aku ingin makan La Pasta tuna asap. Sial sekali aku ini.

 

“Aku sangat sibuk hari ini. Bisakah kau minta tolong saja kepada Dr. Kang. Ku lihat tadi dia masih ada di ruangannya. Mungkin saat ini beliau ada di UGD Kemiliteran.” Kataku mencoba mengalihkan pekerjaan ini ke dokter lain.

 

Perawat itu kembali menggeleng. Oh Sial!

 

“Maaf sekali lagi, dokter. Tapi Dr. Kang sedang sibuk merekap data bulan lalu. Jadi yang tersisa hanya Dr. Choi saja.” Katanya.

 

“Yasudah lah. Cepat suruh masuk pasien itu. Aku benar-benar sudah gagal menikmati La Pasta tuna asap ku hari ini.” Gerutuku kesal. Perawat tadi membungkukan tutuhnya sopan lalu keluar dari ruanganku.

 

“Sepertinya aku menganggu waktumu, Dr. Choi.” Sebuah suara berat khas pria membuatku mendongak.

 

Dan seorang pria dengan tinggi pria ideal, kulit putih pucat seperti vampire, hidung mancung mempesona, dan bentuk tubuh proposional dengan otot-otot yang agak menonjol dilapisi oleh seragam kemiliterannya. Dan itu benar-benar sangat seksi.

 

Sial! Tiba-tiba otakku jadi kacau begini.

 

“Ah, tidak juga. Apa ada yang bisa kubantu, Capt. Cho.” Tanyaku dan mempersilahkannya duduk.

 

Capt Cho yang super tampan menyodorkan tangan dan memperlihatkan kulit perutnya yang terluka lumayan parah. Aku meringis pelan saat melihat luka nya. Sebuah luka sayatan tidak terlalu dalam di kulit tangan kanannya, dan sebuah luka akibat peluru di kulit kiri perutnya.

 

Oh tuhan! Benar-benar pria tampan yang malang.

 

“Kenapa kau bisa mendapatkan luka separah itu, Capt. Cho?” Tanyaku. Dia hanya mengedikkan bahunya.  “Beberapa orang dari komplotan pengedar narkoba memberontak habis-habisan saat tim ku melabrak komplotan pengedar narkoba itu.” Katanya.

 

Aku menyuruhnya untuk berbaring di ranjang khusus periksa. Sebelumnya aku sudah menyuruhnya untuk mengangkat sedikit seragam militer nya agar luka di perutnya bisa ku obati. Sebenarnya luka di tangannya hanya sebuah luka sayatan dan tidak begitu parah seperti luka tembakan di perut bawah sebelah kirinya.

 

“Bagaimana bisa kau masih bisa berjalan kemari dengan langkah mantap, padahal luka-mu mengeluarkan darah yang lumayan banyak. Apa kau tidak merasa pusing atau lemas?” Tanyaku seraya membersihkan luka tembakan di perut bawah sebelah kirinya.

 

“Luka seperti ini sudah sangat akrab bagiku. Jadi tidak masalah kalau hanya luka seperti ini. Aku masih sangat kuat berjalan, bahkan berperang sekalipun.” Kata-katanya terdengar sombong. Tapi aku tahu dia tidak bermaksud begitu.

 

“Jangan pernah meremehkan sebuah luka, Capt. Cho. Karena bisa saja kau kehilangan banyak darah hanya karena luka kecil yang kau anggap tak ada apa-apa nya itu.”

 

Dia terkekeh mendengar kata-kataku. Padahal aku sedang tidak bercanda sama sekali. Aku tidak tahu apa kata-kataku termasuk dalam lingkup kekonyolan.

 

“Aku sudah sering mendapatkan luka seperti ini, Dr. Choi. Bahkan aku tidak merasakan apapun saat kau menjahit lukaku.” Katanya. Ya, aku memang sedang menjahit luka tembaknya. Dan dia tidak merasa kesakitan atau pun meringis. Sedikitpun tidak.

 

“Kau memang orang yang kuat. Tapi sayangnya kau terlalu sombong terhadap lukamu. Ingat Capt. Cho, sebuah luka kecil saja bisa memahayakan nyawamu. Jangan pernah main-main dengan sebuah luka.” Kataku.

 

Dia terkekeh. Aku menyuruhnya duduk dan mengambil perban untuk membalut luka sayatan di lengannya. Untungya luka sayatannya tidak begitu dalam. Hanya sekitar 3-5 centi kedalamannya.

 

“Apa kau selalu menasehati semua pasienmu dengan kata-kata bijak tentang luka, Dr. Choi?” Aku mengedikan bahuku pelan.  “Tidak juga. Hanya beberapa pasien yang sama persis sepertimu. Menganggap luka seperti bagian dari hidup.” Dia terkekeh kembali.

 

“Aku beri tahu. Seorang tentara pasti selalu mendapat luka, bagi kami luka adalah simbol dari kegagahan dan kerja keras. Di seluruh tubuh kami pasti selalu ada luka. Entah itu luka tembak, panah, atau sayatan. Luka itulah yang memberitahu kepada semua orang kalau kami ini seorang tentara yang berjasa dan mengabdikan hidupnya untuk kedamaian dunia. Dari sanalah seorang tentara di kenal.”

 

Aku mendongak menatapnya dan dia pun sedang menatapku. Kami terdiam beberapa saat dengan jarak yang sedikit intim.

 

“Woah, aku benar-benar salut dengan kalian para tentara. Agar bisa dikenal oleh seluruh dunia saja kalian harus mengorbankan nyawa. Aku yakin, tentara seperti kalian pasti memiliki sembilan nyawa seperti kucing.” Dia malah terkekeh kembali.

 

“Aku harap begitu. Tapi nyatanya kami sama saja seperti manusia biasa.” Aku mengangguk, dan tepat saat aku merekatkan perekat untuk menutupi perban lukanya.

 

“Selesai. Lukamu harus mendapat pengobatan khusus. Mungkin dua kali check up dan membersihkan lukanya, kau sudah bisa menorehkan luka baru di tubuhmu lagi.” Dia terkekeh lagi. Pria ini suka sekali tertawa.

 

“Apa begitu caranya kau mengatakan kalau aku sudah bisa kembali bertugas?” Katanya.  “Aku harap di tugas barumu, kau tidak lagi mendapatkan luka.” Kataku.

 

Dia mengedikan bahunya.  “Itu sudah menjadi resiko seorang tentara.” Aku tidak menjawab dan hanya menghela napas.

 

 

 

To Be Continued…

 

 

Note: Chap 2 UP!!! Chap 2 UP!!!

Maaf banget kalo di chap ini pun masih sangat jelek sejelek-jeleknya. Ide penulisanku benar-benar turun drstis. Mungkin karena faktor kebayankan tugas karena udah kelas tiga SMK, jadi hutang ff ku yang masih on going terbengkalai dan belum sempet aku lanjutin lagi. Dan karena ide untuk ff Falling dan Closer lagi stuck bgt. Makanya deh aku up ff baru.

Terima kasih banyak untuk semua readers yang udah review dan masih sabar nunggu kelanjutan Falling dan Closer. Tenang aja kok, dua ff itu tetep aku lanjut kok.

Ah iya, mungkin aku bakal hiatus sampai peretengahan desember. Soalnya aku udah kelas 3 smk jadi bakal banyak tugas yang mengantri. Mohon dimaklumi

 

 

7 thoughts on “[Drable Story] Listen To You -Two

  1. ajeng shiksin November 27, 2016 / 5:22 AM

    Disini sooyoung suka enggak ia sama kyuhyun trus nanti letnan choi setujuin mereka enggak ia . enggak sabar ngugu kelanjutan nya . sama ff yg lain nya ka belum di lanjut ya . sabar menunggu .

  2. Elis sintiya November 27, 2016 / 10:07 AM

    perasaan sooyoung disini masih abu-abu.. tapi asli gereget bgt sama moment mereka.. semoga aja nanti moment nya jquh lebih intim… semangat thor

  3. may November 27, 2016 / 3:46 PM

    kyny bakal berat nih hub mreka,aplgi sooyoung udh d jodohin. Tp prasaan soyoung msh blm jls sm kyu…. Msh sabar mnunggu klnjutan 2 ff itu🙂

  4. Dian November 27, 2016 / 11:59 PM

    Inimah kayak dots ya? Hehehe

  5. Choi Ahra November 28, 2016 / 7:16 AM

    Kan kan kan..
    Jadi tambah curiga nih, sooyoung pasti udah ada rasa sama kyuhyun.
    Duuh kyuhyun pun udah mulai flirting nih.

  6. nzizzh November 28, 2016 / 8:32 PM

    Sooyoung gag suka sekali ya tentang perjodohan nya semoga aja si sooyoung jatuh cinta sama capt.cho

  7. kyura November 30, 2016 / 6:56 PM

    Kaya’y soo tertarik juga tuhh ama kyu..
    Pendek thor,, next yahh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s