[SERIES] Closer -Chapter 1

closer

Closer

 Closer By Kyoung

Main Cast: Cho Kyuhyun & Choi Sooyoung

Genre: Romance, Hurt/Comfort, Drama, Mystery (Maybe)

Duration: SERIES

Story & Design By: Kyoung

 

A/N: Fanfic ini buatan saya, siapapun yang mengklaim fanfic ini harap dihentikan. Fanfic ini tidak untuk di komsumsi oleh anak dibawah usia 17 tahun, dikarenakan penggunaan bahasa dan content yang berat.

Fanfic ini menggunakan tata cara bahasa novel terjemahan. Tidak memasukan unsur-unsur bahasa korea asli seperti, appa, eomma, dongsaeng, eomeo, aigoo, dan seterusnya.

Bila tidak suka lebih baik tekan ‘back’, daripada anda membuang-buang waktu hanya untuk bahsing karya saya.

Chapter 1

 

Sooyoung POV

 

Apa yang ada di benak kalian kalau kalian baru saja mendarat di tanah kelahiran kalian setelah bertahun-tahun hidup merantau di negeri seberang, dan tiba-tiba keluarga kalian memutuskan untuk menjodohkan kalian dengan orang yang bahkan tak pernah kalian kenal?

Apa kalian bisa bayangkan?

Aku sempat berpikir mungkin orang tua kalian sangat jahat karena menjodohkan kalian dengan orang yang bahkan tak pernah kalian lihat batang hidung nya.

Tapi sayangnya itu terjadi kepadaku. Di usiaku yang baru menginjak 25 tahun 10 februari kemarin diharuskan menikah dengan seorang pria yang katanya akan menjadi pewaris utama dari Rumah sakit terbesar di negaraku.

Oh tuhan, aku bahkan baru menghirup aroma musim semi di negaraku tercinta, tapi kedua orangtua ku langsung membuyarkan suasana nikmat itu.

Well, menikah memang impian semua wanita. Apalagi menikah dengan seorang pria kaya raya, aku jamin kehidupan kalian pasti akan makmur sejahtera. Tapi kalian tidak tahu kan siapa pria yang akan kalian jodohkan dengan kalian?

Bisa saja pria itu seorang pria tua beristri 5, atau lebih parahnya lagi dia bujangan lapuk yang tak laku-laku menikah. Tuhan, cabut nyawa ku sekarang.

Aku kira kehidupanku akan tenang-tenang saja saat aku memutuskan untuk kembali ke Negara asalku, tapi ternyata belum sempat aku mengukir senyum ke semua teman-temanku, kedua orang tuaku menghancurkan niatan itu.

Aku mengerang. Aku tidak mau dijodohkan oleh sembarang pria. Lagipula aku masih ingin berkarir. Aku masih ingin meneruskan cita-cita ku menjadi seorang dokter ahli kandungan. Aku mau menjalani kehidupan makumurku tanpa seorang penganggu yang mengekang kehidupanku.

“Diam, dan terima saja. Lagipula calon suamimu nanti adalah seorang dokter sekaligus pewaris tunggal Rumah sakit terbesar di Korea.” Begitulah kata-kata ibuku.

Aku membantah, walaupun calon suamiku nanti seorang dokter terkenal ataupun pewaris tunggal, aku tetap tidak mau dijodoh-jodohkan begitu. Aku belum tahu maksud terselubung kedua orangtua ku menjodohkan ku. Aku harus mencari tahunya terlebih dulu.

Dan yang terpenting, aku harus mencari tahu seluk-beluk pria yang akan dijodohkan denganku. Aku tidak mau mempunyai suami yang usianya sepantaran dengan ayahku. Aku bisa gila. Sialan!

“Kenapa harus aku? Aku masih ingin berkarir, jodohkan saja dengan Minho.” Ibuku mendelik saat aku mengatakan itu. Dia tahu kalau aku hanya sedang mencari alasan saja. Walaupun aku sadar kalau alasanku benar-benar bodoh.

“Aku tidak tahu kalau sistem pendidikan Colombia University tidak sebaik apa yang dikatakan orang-orang. Choi Sooyoung sadarlah, Choi Minho itu pria.” Aku meringis saat mendengar suara melengking ibuku. Sial! Sepertinya setelah ini aku harus memeriksakan telingaku.

“Kalau begitu jangan jodohkan aku ataupun Minho.” Ucapku. Ibu melirik tajam kearahku, sedangkan ayah hanya diam melihat perdebatan putri cantiknya dan istri cerewetnya.

“Aku tidak tahu apa yang selama ini kau makan di Amerika sana, Sayang. Kenapa putriku malah semakin bodoh bukannya semakin pintar.” Aku mendengus sebal, ibu hanya berkata omong kosong selama perdebatan kami.

“Ibu, aku sudah mulai lelah karena setelah aku menginjakan kakiku di rumah aku belum istirahat sama sekali. Tidak bisakah kau menyuruhku untuk beristirahat sebentar.” Pintaku. Sebelum ibu bisa mencela ucapanku, ayah tampanku sudah memotongnya. Rasakan itu!

“Hentikan.”, Ayah melirik kearahku dengan tatapan seriusnya, dan aku tahu kalau aku sudah tak punya amunisi untuk mengelak lagi… Karena ini ayahku yang bicara.

“Sebenarnya ini memang kesalahan kami karena tidak memberitahu mu apa-apa tentang perjodohan ini. Tapi kau memang tidak bisa menolaknya, Sooyoung. Kami sudah sepakat menjodohkanmu dengan putra sulung Cho Kyujin.”,

“Kalaupun kau menolaknya, ayah akan memaksamu menikah dengan pria itu. Karena sebenarnya kalian sudah terikat takdir sejak berumur 7 tahun. Mungkin kau memang sudah lupa kejadian saat keluarga kita bertemu dengan keluarga Cho, tapi kalian bisa kembali bertemu saat putra sulung keluarga Cho kembali dari Inggris besok lusa.”,

“Inggris?” Tanyaku dengan gumaman. Ayah sepertinya mendengar gumamanku, karena dia mengangguk dan menyaut ku.

“Ya, putra sulung keluarga Cho sedang mengurus rumah sakit cabang di Ingrris sejak 3 bulan yang lalu. Lusa dia akan kembali ke Seoul dan kembali bekerja sebagai dokter bedah specialist di rumah sakit milik keluarga nya.”

“Dokter ahli bedah specialist? Rumah sakit milik keluarganya?” Gumamku. Aku melirik kearah ayahku,  “Apa nama rumah sakit milik keluarga Cho, ayah?” Tanyaku penasaran.

“Rumah sakit Internasional Haesang.” Sahut ibuku dengan dagu terangkat sombong. Sepertinya ibuku sedang tertawa lebar saat melihat raut keterkejutanku.

Apa tadi? Rumah Sakit Internasional Haesang?

Rumah sakit paling bergengsi dan mewah di sepenjuru Negara Korea. Tuhan, injak kepala ku sekarang. Kenapa takdir ini begitu menjungkir-balikan gejolak batinku.

“Aku akan mulai magang menjadi dokter ahli kandungan pekan depan. Dan tempatku bekerja adalah Rumah Sakit Internasional Haesang.” Ucapku dengan nada pasrah. Dan lihat wajah sumringah ibuku. Aku tahu dia tersenyum bukan karena aku diterima magang di rumah sakit bergengsi itu, tapi karena aku akan satu tempat kerja dengan calon suamiku. Double Shit!

“Tuhan merestuimu, Sayang. Lihat, bahkan kalian akan ditempatkan di satu tempat kerja yang sama dengan profesi yang sama. Kau anggap takdir bodoh apalagi perjodohan kalian ini, Choi Sooyoung.” Ucap ibuku dengan suara yang menggebu-gebu.

“Ralat, bu. Kami tidak berada dalam satu profesi yang sama. Ingat, aku dokter ahli kandungan, sedangkan pria itu dokter ahli bedah specialist.”

Ibu menyeringai kecut kearahku. Sial!

“Aku tahu, aku tahu. Jangan terlalu berlebihan seperti itu, Sayang. Kalian hanya berbeda devisi dokter saja. Bukankah intinya kalian sama-sama seorang dokter.” Aku memberikan hadiah senyuman lebar untuk ibuku tercinta.

“Choi Sooyoung.” Aku melirik kearah ayahku,  “Kau harus bersikap baik dan sopan selama kau magang di Rumah Sakit keluarga Cho. Jangan pernah mempermalukan keluarga Choi didepan keluarga terpandang seperti Cho.” Pesannya. Aku hanya mengangguk, walaupun aku penasaran dengan sosok pria yang akan dijodohkan oleh ku.

“Siapa nama pria yang akan dijodohkan olehku, ayah?” Tanyaku dan berharap ayah akan menceritakan semua tentang pria itu.

“Kau akan tahu saat kau sudah resmi magang di Rumah sakit calon suamimu.” Oh, sialan! Ayah tidak mau menceritakan seluk-beluk si dokter Cho ini.

“Tenang, Sayang. Kau tidak akan menyesal karena sudah di jodohkan oleh pria setampan dokter Cho.” Aku mendengus sebal. Terserah ibu mau bicara apa, aku tidak perduli dan tidak mau peduli.

~~KyuYoung~~

 

Aku mengerang kencang saat jam alarm sialan mengusik tidur nyenyakku. Siapa yang berani menaruh benda sialan ini di samping telingaku! Menganggu mimpiku saja.

Belum sempat aku kembali merasakan indahnya mimpi, tapi suara melengking ibuku membuat kepala ku seperti terhantam batu ratusan kilo. Oh tuhan, bukankah ini hari libur, dan biasanya di hari libur aku akan mengisi waktuku untuk berhibernasi lebih lama seperti beruang kutub.

“Choi Sooyoung! Buka pintunya, dan ayo kita bicarakan sesuatu hal penting, Sayang.” Kalau aku tak nekad untuk membuka pintu, mungkin sekarang pintu kamarku sudah hancur karena ketukan dasyat ibu.

“Sebentar! Aku baru saja bangun, bu.” Teriakku dengan suara tak kalah melengking dari suara milik ibuku.

“Demi dewa zeus, ini sudah jam berapa dan gadis sepertimu baru saja bangun. Mau jadi apa kau gadis pemalas.” Baru saja membuka pintu, ibu sudah membombardir segala pertanyaan di depan wajah mengantukku.

“Terakhir ku lihat, ini masih jam 9 pagi. Ada apa memangnya, bu?” Tanyaku, dan aku melihat jelas wajah memerah ibuku yang sedang menahan emosi nya. Apa salahku?

“Kau memang harus memeriksakan kornea matamu, Sayang. Lihat jam sekali lagi, dan kau akan tahu kenapa ibu berteriak-teriak seperti ini kepadamu.”

Aku mengernyitkan dahiku, memangnya ada apa dengan jam? Kenapa aku harus melihatnya lagi?

“Jam 2 siang. Memangnya ada masalah dengan jam 2 siang?” Tanyaku. Dan sepertinya aku sudah memancing singa betina yang sedang tidur. Sial!

“Kau tidur atau mati suri, Sayang. Astaga, kau akan mendapatkan pola tidur malam yang tidak normal.”

“Ibu dan ayah menahanku berjam-jam dengan segala pertanyaan kalian setelah aku baru saja sampai di rumah. Lalu bagaimana aku mau istirahat tenang.” Kataku, tapi ibu tidak pernah mau disalahkan.

“Sekarang cepat bersihkan dirimu, dan temui ayah dan ibu dibawah. Kami mau membicarakan hal penting denganmu.”

.

 

.

Aku menuruni anak tangga, dan melihat ayah dan ibuku sedang duduk santai sambil menikmati suguhan cookies dan teh di ruang keluarga. Tumben mereka berkumpul siang-siang begini? Ada apa?

“Kau sudah rapi, nak.” Tanya ayahku tanpa mengalihkan tatapannya dari koran usang yang ia baca.

Aku mengangguk dan duduk berhadapan dengan ayah dan ibuku.

“Ada apa ayah? Tumben ayah dan ibu ada di rumah siang-siang begini.” Tanyaku. Ayah menutup Korannya dan melirik ke-arah ku.

“Ada sesuatu yang ingin ayah dan ibu bicarakan padamu, nak.” Aku mengerutkan dahi. Ayah mulai bicara serius, ini pasti sesuatu yang penting.

“Ada apa, ayah?”

“Besok pagi ayah dan ibumu akan berangkat ke Jerman. Karena perusahaan disini sudah ada sekertaris Min yang mengatasinya, sekarang giliran perusahaan cabang di Jerman yang akan ayah tangani.”

“Karena lusa kau sudah magang di RSI.Haesang jadi ayah pikir untuk memberi tahumu sekarang tentang keberangkatan ayah ke Jerman besok pagi.”

“Kenapa mendadak seperti ini? Apa aku harus tinggal sendirian disini? Kapan ayah dan ibu kembali?” Sial, kenapa suasana jadi sedih seperti ini.

“Maaf, nak. Ini urusan mendadak yang tidak bisa di tunda. Kau akan tinggal di rumah keluarga Cho untuk sementara sampai kau menikah dan tinggal dengan suamimu.” Sial, aku tersedak air liur ku sendiri saat ayah berkata tinggal di rumah keluarga Cho. Shit!

“Ayah dan ibu akan pulang sebelum acara pernikahanmu. Kira-kira 2 hari sebelum acara di gelar.” Ayahku membicarakan tentang pernikahan lagi, dan itu membuatku mual sampai ingin muntah.

“Aku bahkan belum memutuskan untuk menerima perjodohan itu atau tidak. Kenapa ayah mengambil keputusan sepihak?” Rajukku. Aku tahu aksiku ini terlihat menggelikan di mata ayahku.

“Kami tak perlu minta keputusanmu, Sayang. Kau pasti akan langsung menerima perjodohan ini kalau kau sudah melihat putra sulung keluarga Cho yang benar-benar tampan seperti dewa Yunani.”

Ibuku memang pandai berkata-kata. Apalagi kalau sudah urusan memuji pria yang menurutnya tampan. Apa ayahku saja belum cukup untuk membuat matanya berbinar-binar seperti ia membicarakan si putra kebanggan keluarga Cho itu.

“Aku hanya akan peduli kalau ayah membicarakan hal-hal tentang karirku, dan bukan tentang jodohku. Demi tuhan ayah, aku memang ingin menikah. Tapi itu suatu saat nanti dan bukan sekarang. Bisakah ayah membatalkan perjodohan konyol itu.” Ucapku.

Aku meneguk air liurku susah saat melihat gesture tubuh ayah yang sudah mulai sangat-sangat serius. Mati aku!

“Ini juga untuk masa depanmu, nak. Ayah dan ibu tidak akan asal memilih seorang pendamping untukmu. Putra sulung keluarga Cho adalah pilihan terbaik untukmu. Dan ayah akan sangat senang dan bangga kalau kau menikah dengan putra sulung kelurga Cho.”

Sial, percuma saja aku merajuk memuakkan kalau hasilnya pun nihil.

“Apa ayah akan melakukan hal yang sama kepada Minho?” Tanyaku. Ayah menghela nafasnya.

“Minho masih berusia 22 tahun, dia masih sibuk berkeliaran di luar angkasa sana. Jadi mana mungkin ayah menjodohkan seorang touring luar angkasa dengan seorang gadis normal. Mungkin adikmu itu akan berkencan dengan alien di luar angkasa sana.” Aku meringis mendengar kata-kata ayah. Itu lelucon tapi tidak lucu sama sekali.

“Kalau begitu aku juga masih mau berkeliaran dengan ilmu-ilmu tentang kehamilan. Aku tidak mau menikah muda.”

“Kau memang gadis keras kepala, Choi Sooyoung. Kau magang dan akan bekerja di Rumah sakit milik keluarga calon suamimu. Kau akan mendapatkan setengah kebebasan di Rumah sakit setelah kau menikah dengan putra Cho Kyujin.”

Aku berusaha untuk tidak memutar bola mataku saat mendengar kata-kata omong kosong ibuku.

“Terserah saja, aku sudah pasrah. Yang terpenting calon suamiku nanti tidak akan pernah mencoba untuk mengekangku, dan memaksaku untuk melakukan hal-hal yang aku hindari. Seperti menyiram bunga, atau memotong rumput. Karena aku bukan ‘Beautiful Garden Women’, atau semacamnya.” Ucapku. Ayah dan ibu hanya bisa mengangguk. Dan sekali lagi aku mencoba untuk tidak memutar bola mataku saat melihat senyum kemenagan ibuku.

 

~~KyuYoung~~

Pagi ini seharusnya menjadi pagi yang paling ditunggu-tunggu olehku, tapi sekarang tidak lagi. Hari ini memang hari pertama aku akan magang di R.S.I Haesang, dan seharusnya itu menjadi sesuatu yang sangat membanggakan untukku. Tapi setelah tahu aku akan dijodohkan oleh salah satu dokter specialist bedah sekaligus calon pewaris tunggal R.S.I Haesang, euphoria dalam hatiku tidak membuncah seperti yang seharusnya.

Sialan! Pagi ini akan menjadi pagi yang menyenangkan sekaligus terburuk untuk kehidupanku.

Bagaimana bisa aku bekerja dengan calon suamiku yang bahkan aku saja belum tahu batang hidungnya bagaimana. Aku takut salah orang. Aku memiliki tabiat mengumpat dan berkata kasar, bahkan dengan orang yang tidak ku kenal. Aku takut mengumpat di depan calon suamiku nanti.

Aku bukanlah gadis suci yang setiap saat menyembah salip atau datang ke gereja. Aku juga bukan gadis sopan dan anggun, mulutku tidak pernah mau berteman baik denganku.

Tentu aku gugup dengan pertemuan pertama ini. Ayah bilang calon suamiku sedikit pendiam dan kaku. Dan itu hanya akan membuatku gugup. Info dari ayah tidak akan pernah menyamarkan rasa gugupku. Sekarang aku sadar, ayah bukanlah seorang informan yang ahli.

Pagi tadi ibuku dengan suara melengking dan raut wajah merona nya datang ke kamarku dan membangunkanku dari mimpiku bertemu dengan seorang Brad pitt. Ibu menarik kedua pipiku dan mengucapkan ‘Selamat pagi’ dengan nada ceria yang memuakan di pendengaranku.

Aku tahu ini adalah hari yang paling di tunggu-tunggu oleh ibuku. Dia selalu mengharapkan memiliki menantu yang tampan, dan ibu selalu membangga-banggakan putra sulung keluarga Cho. Aku tidak mau tahu dengan segala ocehannya, karena aku tahu semua yang ibu bicarakan penuh dengan omong kososng.

Lusa, ayah dan ibu akan berangkat ke Jerman. Dan aku harus hidup mandiri sendiri. Ah tidak, sebenarnya aku akan memulai hidup bersama keluarga Cho.

Pendekatan.

Begitulah menurut ayah dan ibu. Pendekatan itu tidak harus tinggal dalam satu tempat bersama orang-orang yang akan kau dekati. Saling mengenal atau bertegur sapa itu sudah cukup menurutku. Tapi karena ini ide menggelikan ibu dan sialnya ayah mendukungnya. Aku tidak bisa lagi mengatakan tidak.

Double Shit!

“Selamat pagi dan selamat menempuh hari pendekatan, Sayang.” Sapa ibuku begitu aku baru saja mendudukkan pantatku di meja makan.

Menempuh hari pendekatan?

Aku rasa aku akan tertawa terbahak-bahak sekarang. Lihat, wajah ibuku yang merona merah itu. Sial! Dia pasti senang hari ini aku akan bertemu dengan calon menantu yang di bangga-banggakan nya itu.

“Pagi ayah, pagi ibu. Dan aku tidak akan tertawa mendengar leluconmu, ibu.” Kataku datar. Ibu hanya meringis masam mendengar suaraku yang defensif.

“Hari ini kau akan mulai magang di R.S.I Haesang, Soo?” Tanya ayahku. Aku mengangguk dan melahap sandwich tuna ku.

“Hm. Kau ingat apa saja yang harus kau lakukan kan, Soo?” Aku mengangguk lagi. Aku bertekad akan menjadi seorang gadis anggun di hari pertamaku magang di rumah sakit calon suamiku.

“Baguslah, setidaknya jangan permalukan dirimu sendiri dihadapan calon suamimu.”

.

 

.

Aku sampai tepat waktu. Lihat gedung yang megah layaknya mall pusat kota itu. Kalau orang asing berkunjung ke rumah sakit ini dan tidak melihat papan nama Rumah sakit ini, pasti dia akan mengira kalau gedung ini mall pusat kota.

Akupun baru pertama kali menginjakan kakiku di gedung megah ini. Sudah 5 tahun aku tinggal di Amerika. Dan kuharap aku tidak melakukan kesalahan apapun di hari pertamaku kerja.

Saat sampai pos security, aku melirik banyak sekali orang-orang berseragam hitam yang sedang mengoperasikan beberapa Personal Computer. Mereka terlihat agak sedikit sibuk. Aku masih memerhatikan pos security, dan aku tidak sadar kalau salah seorang security menghampiriku.

“Apa ada yang bisa dibantu, nona?” Tanya security itu.

“Apa ini ruang security inti?” Tanyaku. Security itu tersenyum ramah lalu mengangguk.

“Iya nona.” Katanya.  “Lalu apa gunanya Personal computer itu di ruang security ini?” Tanyaku.

“PC itu untuk memantau cctv yang di pasang di beberapa bagian depan gedung.”

“Di bagian depan gedung? Kenapa pemilik rumah sakit ini menaruh cctv di depan gedung, dan bukannya di dalam gedung?” Aku benar-benar penasaran dengan cctv yang ada di gedung RSI. Haesang.

“Tentu pihak gedung juga memasang cctv di bagian dalam gedung, nona.”

“Wah, jadi rumah sakit ini memiliki sistem pengamanan yang benar-benar menakjubkan.” Ucapku, dan si security itu tersenyum menganggapi kekagumanku.

Aku kembali berjalan melewati halaman gedung yang menjuntai lebar seperti lapangan bisbol. Dan aku yakin kalau tim bisbol bisa bertanding di halaman gedung ini.

Di tengah-tengah halaman gedung ada air mancur sebesar kolam ikan di pusat kota. Dan di sisi kirinya ada taman bermain khusus anak-anak. Di sisi kananya ada halaman bunga, dan rumah kaca.

Aku mengangguk sopan saat beberapa pegawai berjalan melewatiku dan melirikku dengan pandangan heran mereka. Dan aku benar-benar baru sadar kalau aku terlihat seperti orang bodoh yang kuno.

Pintu masuk gedung Rumah sakit juga benar-benar menakjubkan, pintu itu terbuat dari kaca tebal yang dilapisi oleh pelapis khusus transparan. Pintunya akan terbuka otomatis saat orang akan masuk kedalam. Bahkan pintu kaca itu bisa mendeteksi langkah kaki orang sejauh 10 langkah sebelum orang itu tepat berada di depan pintu.

Aku tidak peduli lagi saat orang-orang melirikku karena aku berlagak seperti orang kuno yang hidup di zaman purbakala, dan terkejut saat melihat kecanggihan teknologi masa sekarang.

Aku menoleh ke-belakang saat mendengar bisik-bisik yang terdengar keras di telingaku saat beberapa orang berjas rapih dengan wajah tegas dan tampan berjalan melewatiku. Bahkan aku sampai melihat pasien wanita tua yang memakai kursi roda hamper mengalirkan air liur nya saat melihat orang-orang berjas itu.

Aku memerhatikan orang-orang itu dengan tatapan cengoku yang aku yakin terlihat konyol. Tanpa sadar, tatapanku bertemu dengan salah satu orang berjas rapi itu. Orang itu melirikku dengan tatapan tajamnya yang membiusku. Dia seperti ular phyton yang mematikan.

Aku rasa mereka orang-orang penting RSI. Haesang.

To Be Continue

A/N: Haloo, aku bawa FF series baru nih. FF ini sih awalnya pengen aku publish pas ff Falling udah tamat. Tapi kalo aku pikir-pikir lagi ide ff Falling gak setiap saat muncul. Jadi untuk selingan aku publish ff Closer.

Ralat!!

Pemberitahuan juga, mungkin penting mungkin juga gak. Untuk ff ‘Falling’ bakal aku up setiap hari rabu/kamis di setiap minggunya. Dan untuk ff ‘Closer’ bakal aku up setiap hari minggu di setiap minggunya. Jadi aku bakal up kedua ff tersebut dengan jadwal yang berbeda di setiap minggunya. Semoga aja kalian gak bosen dan mau menerima hasil karya ku.

(Cilegon, 16-10-2016)

26 thoughts on “[SERIES] Closer -Chapter 1

  1. putrisipo October 16, 2016 / 3:48 PM

    Suka sama ff ini hehe. Kayanya yang sooyoung liat itu kyuhyun ya? Atau siapa?
    Ffnya seru, bikin penasaran.. jadi ga sabar nunggu minggu depan. Fighting thor!!

  2. Elis sintiya October 16, 2016 / 5:06 PM

    hohoho.. choi sooyoung b w di jodohkan.. kira2 sama siapa ya?? ahh tentu saja dengan cho kyuhyun.. aku gk bosen koq thor malah seneng ada ff baru lagi… iya nihh aku nunggu bgt ff falling nya..

  3. vitriankim October 16, 2016 / 5:37 PM

    terimaksih untuk ff barunya eonni….
    awal yang menarik dan membuat ketagihan.
    semangat nulisnya oen.!!!!!

  4. novianti sitorus October 16, 2016 / 5:51 PM

    ff kyuyoung baruuuuu
    Udah jarang banget nemu ff kyuyoung😦
    ga sabar pengen liat reaksi keduanya waktu ketemu kkkk~

    Lanjuuuuut ;D

  5. nirmalajfirdaus October 16, 2016 / 6:21 PM

    Suka sama cerita ini. Dokter kandungan ketemu dokter ahli bedah wkwk.. 😂
    Ditunggu lanjutan ff nya yahh…

  6. ajeng shiksin October 16, 2016 / 6:41 PM

    Asik ada ff kyuyoung yg baru . oke kita siap menunggu ff nya . dan sooyoung disini dengan sikap nya blak blakan dan kyuhyun yg belum keluar . panasaran sama ff ini

  7. ellalibra October 16, 2016 / 6:54 PM

    Seru kyny knp so ky org idiot liat rumah skt tmpt dy krj … bknny dy prnh tinggal dluar negeri y😀 eon hehehe …. G sabar prtemuan kyu soo 🙂 fighting eon neeeeeeext

  8. dekyusoo October 16, 2016 / 7:09 PM

    itu yang diliat sama soo siapa ya?
    kyu kan yang bakal di jodohin sama soo? ya kan?
    sabar ya soo, baru aja mudik ehh udh di jodohin aja, kalo aku sih terima-terima aja dijodohin apalagi kalo cowonya kyuhyun.. hehehehe..
    ditunggu next dan ff lainnya..
    khususnya falling..
    selalu semangat ya author..

  9. adinda October 17, 2016 / 12:41 AM

    aigoo soo konyol bgt >_< katanya bertekad buat jadi org yg anggun tapi kenapa malah bersikap konyol gitu

  10. resaa October 17, 2016 / 1:50 AM

    pasangan dokter kekek..soo norak banget sampek sgtunya liat RS calon suaminya ..gak sabar baca selanjutnya

  11. one656kimhyunra October 17, 2016 / 7:08 AM

    Oh wow..
    ular python. Kyuhyun tuh. Ga kebayang s sooyoung celingak celinguk an d sana . Aduh malu malu in aja elu pan kuliah d luar negri soo, napa ampe cengo bgitu aduh. Hahahaha

    next next next😀

  12. nzizzh October 17, 2016 / 8:54 AM

    Tidak bosen kok malah seneng pake banget ada ff baru lagi…
    Yg di jodohkan sma sooyoung kyuhyun kahh?? Wuahhh penasaran moga aja si kyuhyun…
    Next nya ditunggu sekali…

  13. Cerlut October 17, 2016 / 9:20 PM

    Ah pasti itu kyu oppa, penasaran bnget thor sama hubngn kyuyoung nantinya. Aku brharap bnget gk ada org ke 3 dihubngn merka.

    NEXT

  14. flabberglasted October 17, 2016 / 9:30 PM

    ff baaruu ^^ seneng banget di sini kyuyoung jadi dokter, apalagi kyu..biasanya jadi ceo. trima kasih jadwalnya, semangatt eonni

  15. Dian October 17, 2016 / 9:48 PM

    ini genre nya romance, hurt ya? semoga ga hurt hurt banget dah ga suka sama ff yg ngegalau. Dan saya mohon dgn sangat ff nya jangan stuck dan tiba2 ngilang ga nerusin ff nya aku ga suka digantungin kayak gitu. Cukup hubungannya aja yang gantung, ff jangan😦

  16. lailaalmira October 19, 2016 / 7:34 AM

    Wuahhh seruuuu, baru pertama kali aku baca ff kyuyoung berprofesi dokter. Penasarannn ayoo soo ketemuan sama kyu

  17. kyura October 19, 2016 / 11:13 AM

    Yg di jodohkn àma soo kyu kah?? Wahh penasaran nihh..
    Next yahh.

  18. may October 19, 2016 / 7:46 PM

    Hallo….slm kenal,sy reader br.mhn ijin bc ffny🙂

    • Kyoung October 19, 2016 / 8:25 PM

      Silahkan.. silahkan
      Maaf kalo cerita saya masih banyak kekurangan🙂

  19. fransisca24 October 21, 2016 / 4:19 PM

    mantap bgt seminggu bkal nge-post 2 ff ! ap bkn yaa ? hehe maap klu salah nangkep
    keren amet kyu nya ahli bedah waaw😮
    ak merasa belom ke raba ni inti, konflik ceritanya hehe
    penasaran selanjutnya, ditunggu author hwaiting!

  20. Puspa Rahmaaaa October 23, 2016 / 12:54 AM

    Yeayy cerita baru 💓💓💓 loveeeee aaaa jadi ada selingan ceritanya

  21. Choi Ahra October 25, 2016 / 6:49 AM

    Woaah..
    Suka banget genre medical-romance gini..
    Semangat,author..

  22. Putri Fitriani November 6, 2016 / 8:40 AM

    Waaa suka sama ceritanya
    Bagus baguss
    Dokter pula profesinnya<3

  23. rianawiradinata November 15, 2016 / 3:08 PM

    suka-suka-suka ini baru sooyoung, hehe karakter kaya gini suka bikin seru, saling liat sama siapa tuh ? kyuhyun kah? ijin baca part selanjutnya

  24. yani yanuari November 22, 2016 / 8:09 AM

    woww woww woww awal perjohonan & pertemuan yng menegangkan >_< jdi pnasaran sma next Part'a, keep Waiting min and I'm new reades😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s