Wind Flower (Season 1 : After 2 Years Later) Chapter 6.

Kyuyoung 1

 

 

Wind Flower

(Season 1 : After 2 Years Later)

.

 

.

 

.

 

.

Disclaimer : Story belong to ChoChoiAddict and ChoiXiOh . Cast belong to Family and Agency.  KyuYoung Belong to KNIGHT. Kyuhyun belong to Sooyoung, and Sooyoung belong to Kyuhyun.

Warning!! : This is my Story. Typo(s), OOC’s (Very). Don’t Plagiarism, Don’t Copy.

Don’t Like this my Story or Cast / Pairing. Please press the back button on this page!!!

But if you like and want to read, yes please read :)🙂🙂

Ini ff sebenernya ff kolaborasi ku dengan ChoiXiOh. Ituloh temen seperjuanganku yang dulunya ngaku anak SooHan (Sooyoung-Luhan), tapi sekarang malah ngikutin jejak aku jadi anak KyuYoung. Rada labil emang adikku yang satu itu. Maklum ChoiXiOh masih remaja labil.

Awalnya ff ini emang udah aku pasrahin sama ChoiXiOh karena tiba-tiba aku kehilangan feel buat alur cerita ff ini. Tapi setelah sekian lama bertapa dengan nenek-kakek cho dan choi ahirnya feel ff ini kembali kepadaku lagi. Jadi aku putusin untuk melanjutkan ff ini, dan tentunya dengan ide kolab bersama ChoiXiOh.

Mohon bimbingannya sunbae-nim🙂

Akhirnya chapter 6 update juga. Semoga chapter ini memuaskan yaa. Dan aku ucapin terima kasih banyak sama readers yang udah review ff ku yang lain (Beautiful Fate). Untuk Beautiful Fate, aku bakal usahain cepet update chap 3 nya. Setelah update Wind Flower chap 6.

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Drama, Idol Live (Maybe)

 

Rate : T+ (PG)

 

Pairing : KyuYoung

 

Poster Credit By ChoiXiOh _ PosterArtGraphicsDesign10.wordpress.com

(Big Thanks for poster, dear🙂 )

 

Backsound : Kyuhyun- A Million Pieces, Sooyoung- Wind Flower (Wajib denger lagu mereka kalo kalian baca ff ini)

 

Words: 2515 Words

 

 

Don’t Like … Don’t Read !!!

Happy Reading  :)

Summary : Setelah kurang lebih 2 tahun lamanya kita bersikap canggung dan menjauh satu sama lain, menciptakan suatu jarak yang renggang Dan kini jarak yang renggang itu akan kembali di dekatan atau bahkan semakin erat lewat kontrak yang menjadi pertama kali nya untuk kita bisa berdiri di atas panggung yang sama dengan interaksi yang lebih dari 2 tahun yang lalu (Maaf, Summary nya membingungkan).

 

 

Chapter 6 : Apa  kejadian 2 tahun lalu harus kembali terulang?

 

.

 

.

 

.

 

 

Kyuhyun POV

 

Aku tidak tahu apa maksud manager hyung yang menyuruhku untuk datang pagi ke gedung agency. Padahalkan latihan bersama Sooyoung pukul 2 siang, tapi ini masih pukul 9 pagi dan aku sudah berada di gedung megah ini.

 

Hm, ada apa ya? Aku merasakan firasat buruk.

 

Aku melihat manager hyung sudah menungguku di loby gedung. Dia menghampiriku dengan berlarian kecil. Aku mengerutkan dahi saat melihat beberapa peluh sedikit membasahi dahinya. Ada apa sih sebenarnya. Kenapa aku merasa ada yang tidak beres.

 

“Kyu, kau ditunggu sajangnim di ruangannya.” Manager hyung memberitahu kalau sajangnim sudah menungguku di ruanganya. Ada apa ya, aku rasa aku tak melakukan apa-apa. Kenapa ini kesannya aku seperti anak nakal yang dipanggil ke ruang kepala sekolah. Cukup meneggangkan.. Walaupun hanya sedikit, karena aku belum tahu kenapa.

 

Aku mengangguk, lalu berjalan meninggalkan manager hyung yang langsung pergi. Katanya sih mau menemui salah satu produser televisi yang berencana menjadikan grupku bintang tamu.

 

Aku mengetuk pintu ruangan sajangnim. Begitu mendapat perintah untuk masuk, aku pun membuka pintu ruangan tersebut. Aku membungkuk hormat dihadapan sajangnim. Sajangnim menyuruhku untuk duduk dihadapannya.

 

Beliau masih memfokuskan tatapan tajamnya kearah beberapa berkas yang berserakan di mejanya. Aku jadi semakin merasa ada hal yang penting yang akan beliau bicarakan kepadaku. Semoga saja itu tak merugikan diriku. Jangan lagi, aku tidak mau melakukan perintahnya yang dapat mengengkang kebebasanku.

 

“Cho Kyuhyun. Bagaimana latihan mu dengan Choi Sooyoung? Apa ada kesulitan?” Tanya beliau. Mungkin sedikit berbasa-basi. Aku menganggukkan kepala mencoba bersikap tenang.

 

“Tidak ada kesulitan yang berarti saat kami latihan. Hanya tinggal latihan beberapa kali lagi.” Sajangnim mengangguk lalu menutup berkas yang tadi dibacanya. Beliau menatapku dalam, aku jadi gugup.

 

“Sebenarnya ada apa sajangnim memanggilku secara langsung keruangan anda?” Tanya ku. Sajangnim kembali menilik kearah ku, dan itu membuatku sedikit risih.

 

“Aku tahu kau begitu menikmati saat dipasangkan dengan Choi Sooyoung. Kudengar kalian juga sering keluar bersama?” Aku tahu kemana arah pembicaraan beliau. Dan aku semakin gugup saat harus menjawabnya. Karena jujur aku tak mau berbohog kalau aku memang sangat senang menjadi teman duet Sooyoung. Waktu bersama kami jadi semakin banyak.

 

“Kau tentu masih ingat kan kalau Choi Sooyoung adalah kekasih pria lain. Kuharap kau tak  menjalin hubungan yang terlalu dekat dengannya. Karena itu akan sangat merugikan pihak agency.” Sialan! Aku ingin sekali mengumpat kasar didepan wajah nya langsung. Kenapa sajangnim harus membahas hal yang tak ingin kudengar sama sekali.

 

“Jangan kau fikir aku tak tahu perasaanmu terhadap Choi Sooyoung.” Aku cukup terkejut saat sajangnim berbicara seperti itu. Kenapa beliau bisa berbicara seperti itu. Aku rasa selama ini aku selalu menutupi gerak-gerikku dengan sangat baik agar tidak ketahuan.

 

“Apa maksud sajangnim?” Aku sebenarnya sudah tahu apa maksud pembicaraannya tapi aku hanya ingin tahu lebih lanjut apa maksudnya beliau berbicara seperti itu.

 

“Kalian harus menjaga jarak.” Apa! Menajaga jarak? Aku dan Sooyoung? Tidak akan. Cukup 2 tahun kami tak pernah berinteraksi lagi tapi sekarang giliran ada kesempatan kenapa harus ada yang menghancurkannya.

 

“Kenapa aku harus menajaga jarak dengan Choi Sooyoung? Bukankah chemistry sangat dibutuhkan untuk duet kami?” Aku  mencoba menyangkal perintahnya. Kali saja dengan beralasan seperti ini sajangnim akan mengerti.

 

“Kalian boleh memperlihatkan kedekatan kalian hanya saat diatas panggung atau sedang berduet. Tapi diluar itu semua kalian tidak boleh bernteraksi yang dapat membuat orang lain curiga karena kedekatan kalian.”

 

Haruskah? Bukankah aku dan Choi Sooyoung juga terpaksa melakukan hal itu dulu. Bahkan sebelum Sooyoung memiliki hubungan lain dengan seorang pria pun sajangnim menyuruh kami untuk tidak berinteraksi terlalu mencolok. Dapat menimbulkan kecurigaan besar. Begitu katanya.

 

Persetan! Aku tak percaya kenapa jalan untuk menjadi lebih dekat dengan Choi Sooyoung benar-benar dipersulit. Pria lain bahkan tak dilarang, tapi kenapa aku dilarang? Apa alasannya karena Choi Sooyoung adalah kekasih orang? Kurasa kalau hanya untuk menjadi teman tak masalah.

 

“Aku dan Sooyoung hanya teman? Kenapa kami harus menjaga jarak. Aku tahu kalau Choi Sooyoung adalah kekasih orang, aku sadar diri tentang hal itu.Tapi untuk menjaga jarak hanya karena Sooyoung adalah kekasih orang kupikir itu terlalu berlebihan.” Oke, baru kali ini aku membantah perintah sajangnim. Aku tidak ingin menjadi pria lemah seperti dulu dan membuatku kehilangan seseorang yang begitu berarti untukku sampai sekarang.

 

Sajangnim menatap ku tajam. Tapi aku tak boleh gentar. Aku harus berani. Demi masa depanku.

 

“Aku tidak tahu kalau kau selancang itu berkata kepadaku.”

 

“Maafkan aku sajangnim, tapi aku dan Sooyoung hanya seorang teman. Aku tahu kalau Sooyoung kekasih orang, aku hanya ingin dekat denganya sebagai teman.” Aku berkata bohong. Semua kata-kata yang keluar dari mulutku tak sepenuhnya berasal dari hatiku.

 

“Aku tahu kau memiliki maksud lain.” Aku mengenyit bingung saat sajangnim berkata seperti itu.  “Maksud sajangnim?” Tanyaku.

 

“Kau ingin kembali dekat dengan Choi Sooyoung karena kau memiliki perasaan khusus terhadapnya, kan? Dan kau ingin semakin dekat dengannya dan mencuri hatinya. Ingat Cho Kyuhyun, kalau kau berani menganggu hubungan Choi Sooyoung dengan Jung Kyungho,  agency akan mendapatkan kerugian besar.”

 

Aku tertegun sesaat. Kalimat barusan benar-benar mengguncang batinku. Apa aku harus mengalah lagi? Mengalah hanya dengan perintah tak masuk akal sajangnim dan membuat hubunganku dan Sooyoung kembali mencanggung seperti 2 tahun lalu. Aku rasa tidak. Aku tidak mau. Ini kesempatanku untuk semakin dekat dengan Sooyoung, dan aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan langka ini.

 

“Bukan karena kalian kupasangkan menjadi pasangan duet kau bisa seenaknya dekat dan menjalin hubungan dengan Choi Sooyoung. Kalian hanya kujadikan sebagai wadah keuntungan. Kali saja dengan percobaan langka ini, agency akan mendapat keuntungan besar.”

 

Mulut sialan! Rasanya aku ingin mencabik-cabik mulut tua bangka itu sampai tak berbentuk. Dengan mudahnya ia berkata seperti itu. Menjadikanku dan Sooyoung sebagai wadah keuntungan untuk agency? Cih! Kalau bukan karena tuntutan pekerjaan aku tak akan mau menurut dengannya.

 

“Aku mengerti, sajangnim. Tapi aku tak akan menuruti perintahmu yang menyuruhku untuk menjaga jarak dengan Choi Sooyoung. Anda tak perlu khawatir karena aku bukan pria brengsek yang merusak hubungan orang lain.” Aku memberanikan diri berucap seperti itu. Biarkan sajangnim mengamuk setelahnya. Aku tidak peduli, aku tak ingin menyesal untuk yang kedua kali. Cukup sekali dan aku akan merebut wanitaku kembali.

 

“Kau begitu berani, Cho Kyuhyun. Hm, terserah kau saja. Tapi lihat apa yang akan kulakukan kalau kau berani bertindak lebih jauh daripada ini.”

 

Aku mengangguk mengerti. Setelah tak ada yang ingin dibicarakan lagi oleh sajangnim aku pun mohon undur diri. Setelah berada luar diruangan sajangnim aku merenungkan kembali apa yang menjadi perdebatan sengitku tadi dengan sajangnim. Seorang wanita yang begitu berarti untukku. Seorang wanita yang telah kukecewakan. Dan sekarang saat aku kembali dekat dengan wanita itu seseorang dengan seenaknya menyuruhku untuk menjaga jarak dengannya. Tentu saja aku tidak terima. Sesekali membantah kepada atasan tak masalah. Aku harus rela berkorban demi apa yang kuperjuangkan.

 

 

Sooyoung POV

 

Aku kira latihan akan dimajukan pukul 10 pagi tapi ternyata tak ada kemajuan jadwal latihan. Berhubung aku sudah berada di gedung agency untuk apa aku kembali lagi. Hari ini jadwalku juga free, hanya latihan dan ada pemotretan salah satu majalah fashion sore nanti.

 

Aku merogoh ponselku, dan kembali menatap sesuatu yang dikirim Tiffany. Foto selcaku dengan Kyuhyun oppa dan Tiffany. Senyum gei tersungging diwajah ku saat melihat hasil jepretan Tiffany. Hm, tak buruk. Aku jadi mengingat kenangan kami dulu saat menonton konser di hangang river. Waktu itu kami bertiga juga foto bersama.

 

‘Cklek’

 

Aku menoleh saat mendengar suara pintu ruangan latihan terbuka, dan terlihatlah Kyuhyun oppa dengan wajah ditekuknya menutup pintu ruangan. Aku mengenyit bingung saat dia tidak menyadari keberadaanku. Apa dia ada masalah.

 

“Kyuhyun oppa.” Panggilku, dan kurasa Kyuhyun oppa sedikit terlonjak karena terkejut. Dia menatapku sama kaget nya seperti tadi. Dia menatapku seperti aku ini seorang anak kecil yang sedang melakukan sesuatu mencurigakan. Begitu datar tapi terkesan lembut dan dalam.

 

“Aku tidak tahu kalau jadwal latihan pukul 2 siang. Berhubung jadwalku free, jadi aku memutuskan untuk berdiam diri menghabiskan waktu disini.” Jelasku. Tapi raut wajah Kyuhyun oppa terkesan datar dan sedikit sendu. Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengannya.

 

Kyuhyun oppa berjalan mendekat kearahku. Dia duduk di sofa bersebelahan denganku. Dia menyenderkan tubuhnya disandaran sofa lalu menutup kedua matanya. Seperti orang frustasi saja dia, atau memang dia sedang frustasi.

 

“Apa ada masalah yang menganggumu hari ini, oppa. Aku seorang wanita yang bisa diandalkan untuk mendengar keluh kesah.” Aku dengan entengnya menawarkan diri menjadi pendengar yang baik untuk cerita nya.

 

Kyuhyun oppa membuka matanya dan menoleh kearahku. Dia tersenyum tipis kearahku.  “Tidak ada. Hanya sedikit bosan.” Nada bicara nya tak biasa. Seperti menyimpan sesuatu yang sangat membebani batinnya.

 

“Dari nada bicaramu aku tahu kau sedang berbohong.”

 

Kyuhyun oppa menghela nafas beratnya. Nah kan sudah kutebak pasti ada sesuatu yang membebani pikirannya.

 

“Soo, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu. Dan aku harap kau menjawabnya dengan jujur.” Aku mengenyitkan dahiku bingung. Kenapa tiba-tiba Kyuhyun oppa berubah jadi se-serius ini.

 

“Tanyakanlah, oppa. Aku akan menjawabnya.”

 

Kyuhyun oppa kembali menghela nafas beratnya. Dia berbalik menghadapku dan menatapku dalam. Aku sedikit terpaku karena tatapannya yang seserius ini.

 

“Jawab dengan jujur, apa aku menganggu hubungan mu dengan kekasihmu?” Aku tersentak saat mendengar pertanyaan Kyuhyun oppa. Kenapa tiba-tiba..

 

“O.. oppa, k.. kenapa kau bertanya tentang itu?” Tanyaku gugup. Kyuhyun oppa menatapku dalam.  “Aku butuh jawaban jujur mu, Soo. Dan kumohon kau tak berbohong.”

 

Aku menunduk dalam. Kenapa harus pertanyaan seperti ini yang dilontarkan Kyuhyun oppa. Aku tak tahu harus menjawab apa. Aku takut aku salah berbicara dan akan membuat hubungan kami kembali canggung. Aku tak mau hal itu terulang kembali.

 

“Choi Sooyoung, jawab dengan jujur pertanyaanku.” Kyuhyun oppa bertanya kembali, tapi aku masih menundukkan wajahku. Tak sanggup menatap wajahnya. Sungguh tak sanggup.

 

Kudengar helaan nafas berat keluar dari mulut Kyuhyun oppa.  “Sajangnim menyuruhku untuk menjaga jarak denganmu. Beliau takut kedekatan kita menganggu hubunganmu dengan kekasihmu.” Seketika aku mendongak setelah mendengar penjelasannya. Jadi ini semua karena ulah sajangnim. Kenapa harus beliau lagi yang menyulitkan hubunganku dengan Kyuhyun oppa. Apa tak cukup 2 tahun lamanya beliau membuat hubungan kami canggung.

 

“Kalau kau memang merasa terganggu aku bisa menajga jarak denganmu.” Bicara apa dia! Sial! Benar-benar pria brengsek. Bukan itu maksud dari sikap diamku. Aku hanya tidak tahu harus menjawab apa.

 

“Maaf kalau sikapku membuatmu merasa tak nyaman–” Langsung kupotong ucapan Kyuhyun oppa.  “Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu? J.. jangan pernah berpikir kalau kau menganggu, oppa. Aku tidak senang medengarnya.” Aku mengucapkannya seraya menundukkan wajahku kembali. Semburat sialan itu pasti sudah mewarnai wajahku.

 

“Apa maksud mu aku tak menganggu hubungan mu dengan kekasihmu.” Cih! Kekasih? Aku berhubungan asmara tapi seperti tak memiliki kekasih. Terlalu hambar dan datar. Wekks!

 

“Hm. Jangan berpikiran seperti itu lagi. Jangan menjaga jarak denganku. Kitakan sudah lama tidak dekat, jadi jangan bersikap canggung lagi.” Pintaku yang masih menundukkan wajahku. Ya tuhan, aku malu sekali.

 

“Yosh! Berarti aku tak harus menjauhimu seperti 2 tahun yang lalu kan, Soo.” Ktanya. Aku terbelalak seketika dan langsung mendongakan wajahku. Oh jadi selama ini dia yang menjauhiku.

 

“Oh! Jadi kau yang menjauhiku? Apa aku begitu menganggu untukmu, oppa?” Tanyaku dengan wajah masam. Yeay! Mode ceriaku kembali muncul.

 

Kyuhyun oppa malah tertawa. Sial!  “Tidak, bukan seperti itu maksudku. Aku menjauhimu kan ada alasannya. Karena waktu itu kau sudah memiliki kekasih,aku fikir seharusnya aku sedikit menjaga jarak denganmu supaya hubunganmu tidak terganggu.” Dasar pria bodoh! Berpikiran pendek! Menyebalkan.

 

“Kau terlalu bodoh untuk mengambil kesimpulan, dan kesimpulan yang kau ambil merugikan dirimu sendiri dan orang lain.”

 

“Apa itu tandanya kau rugi karena aku tak dekat denganmu lagi?” Dia berani menggodaku. Sialan! Cho Kyuhyun pria gamer.

 

“L.. lupakan. Jangan membicarakan itu lagi. Aku malu.” Kyuhyun oppa tertawa terbahak-bahak. Dia bahkan menunjuk wajahku yang memerah. Oh sialan kau Cho Kyuhyun gendut!

 

“Berhenti tertawa atau aku akan meninggalkanmu sendirian disini seperti orang gila yang tertawa tak jelas.” Sungutku yang hampir saja beranjak dari dudukku kalau saja tida ada sebuah tangan yang menahan pergelangan tanganku dan menariknya untuk duduk kembali.

 

“Kau tega meninggalkan ku sendiri.” Rajuk Kyuhyun oppa. Tapi belum sempat aku menajawab ucapannya aku merasakan sesuatu yang berat menumpu pahaku yang terbalut denim jeans.

 

Aku sedikit tersentak saat melihat Kyuhyun oppa merebahkan kepalanya diatas pahaku. Ini yang pertama kalinya. Sungguh jantungku berdetak tak normal, dan nafasku sedikit memburu. Rileks Choi, ini bukan hal berbahaya. Kau tenangkan dirimu.

 

“Aku lelah, aku ingin tidur sebentar. Latihan masih lama, dan kau harus menemaniku tidur.” Ucap Kyuhyun oppa dengan santainya. Sial! Dia tidak tahu betapa cepatnya detak jantungku sekarang.

 

Setelah mulai terbiasa dengan sikap Kyuhyun oppa yang tak biasa ni, aku mulai menikmati detik-detik kedekatanku dan Kyuhyun oppa. Jarang-jarang kami bisa seperti ini. Hihi.. diam-diam aku tersenyum senang.

 

Ku belai surai coklat Kyuhyun oppa dan aku medengar deru nafas Kyuhyun oppa mulai teratur. Sepertinya dia sudah terlelap. Andai saja hubungan kami lebih jauh dari ini, aku tak akan sungkan mengucapkan ‘Selamat tidur’, atau mengecup hangat kening nya. Oh tuhan, semoga engkau mengabulkan ucapanku barusan.

 

 

‘To Be Continue’

 

 

ChoChoi Area :

 

‘Hai readers, ChoChoi balik bawa Wind Flower chp 6 nih. Lagi-lagi harus ChoChoi yang nyelesaian Chp 6. ChoiXiOh melalaikan tugasnya untuk menulis Chp 6. Tapi dia masih bersedia meluangkan waktunya untuk mempublish Chp 6 ini. Thanks, Dear.

‘Gimana Chp 6 ini? Apa udah puas sama romance scene nya KyuYoung? Tinggal 2 Chp terakhir untuk Season 1 ini. Dan semoga bisa ku selesai’in cepet ya.’

 

 

 

Thanks For Reading and Review🙂

 

Regards

 

ChoChoiAddict and ChoiXiOh❤

 

 

11 thoughts on “Wind Flower (Season 1 : After 2 Years Later) Chapter 6.

  1. ami April 4, 2016 / 2:53 PM

    Kyuyoung mau bersatu aja banyak banget hambatannya. Tapi aku suka moment kyuyoung disini,sweet banget~~

    • ChoiXiOh April 4, 2016 / 2:56 PM

      Wow!!! Kamu readers pertama yang review. Padahal baru beberapa menit aku post loh.

      Terima kasih buat review nya ami-ssi🙂

    • ChoiXiOh April 28, 2016 / 10:01 PM

      Siapa dulu dong, aku yang buat.

      Terima kasih atas review nya ya🙂

  2. ry-seirin April 4, 2016 / 5:14 PM

    Sajangnim² asli bkin greget klo disini..
    Dia jd pghlang trbesar bwt hubungan Kyuyoung.
    Tpi aslinya sneng klo bneran hbngan Sooyoung ma s ahjushi itu cmn settingan blaka jd masih ada harpan bwt Kyuyoung breng…(asli ngrep gue…)
    Moment Kyuyoung di pra endingnya sling jjur akhirnya alasan mreka mnjauh dulu.
    D tnggu next partnya chingu!!!

    • ChoiXiOh April 28, 2016 / 10:00 PM

      Aku juga sebel banget ko sama sajangnim nya. Tapi kalau aku buat sajangnim nya jadi oorg baik hati, alur cerita nya malah ngawur.

      Aku juga seneng banget kok kalo kenyataan nya Soo sama Kyungho cuma settingan.

      Semoga aja di balik hubungan Soo sama Kyungho, Soo juga menjalin hubungan aha-aha? sama Kyuhyun, (Sumveh ngarep abis gue🙂 )

      Untuk Ending Season 1 sudah aku siapkan seperti apa nya. Jadi tunggu aja ya🙂

  3. Putri Knight April 4, 2016 / 8:52 PM

    ff yg ditunggu akhirnya dipost jugaaa.
    sajangnim bener bener yaaa. kayanya pengen ngehalangin kebahagiaan kyuyoung bgt gitu. seneng kalo emg sooyoung sama ahjussi itu cuma settingan SM.
    next chap jangan ngaret yaaaa thor🙂

    • ChoiXiOh April 28, 2016 / 9:57 PM

      Aku harap sih begitu. Tapi yakin ajalah kalau jodoh sudah tuhan yang mengatur.
      Kali aja karena doa para KNIGHT, Kyuhyun sama Sooyoung bisa jadi jodoh.

      (Khayal terlaluan:) )

  4. ChoiAhRa April 5, 2016 / 5:22 AM

    Aaaah.. sweeeeet..
    Itu sajangnim kolot banget sih, cume deket gitu aja diributin..
    Gapapa,kyu..
    Deketin terus si sooyoung biar putus sama kyungho 😃

    • ChoiXiOh April 28, 2016 / 9:55 PM

      Namanya juga ahjussi tua bangka (Ooops!)

      Tenang, Kyu gak akan nyerah kok buat dapetin hati Soo lagi. Kan Kyu cinta banget sama Soo.

  5. Choi YunRi April 18, 2016 / 7:51 AM

    Annyeong saya readers baru disini🙂
    Choi YunRi himida🙂
    Kasian banget kyuyoung udah lama mereka di pisahman sama agency sekarang kejadian yang mereka sesali kini bakalan terulang kembali karna agency lgi tapi untung kyu langsubg tanya sama soo
    Next part semoga deh soo sama kyu bisa jadian🙂
    Semangat thor buat next part🙂

  6. Kyoung September 19, 2016 / 1:54 AM

    Reblogged this on .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s