Wind Flower (Season 1 : After 2 Years Later)

Kyuyoung 1

Wind Flower

(Season 1 : After 2 Years Later)

.

 

.

 

.

 

.

Disclaimer : Story belong to ChoChoiAddict and ChoiXiOh . Cast belong to Family and Agency. KyuYoung Belong to KNIGHT. Kyuhyun belong to Sooyoung, and Sooyoung belong to Kyuhyun.

Warning!! : This is my Story. Typo(s), OOC’s (Very). Don’t Plagiarism, Don’t Copy.

Don’t Like this my Story or Cast / Pairing. Please press the back button on this page!!!

But if you like and want to read, yes please read🙂🙂🙂

Ini ff sebenernya ff kolaborasi ku dengan ChoiXiOh. Ituloh temen seperjuanganku yang dulunya ngaku anak SooHan (Sooyoung-Luhan), tapi sekarang malah ngikutin jejak aku jadi anak KyuYoung. Rada labil emang adikku yang satu itu. Maklum ChoiXiOh masih remaja labil.

Sebenernya aku bakal post chp ini tengah malem nanti. Pas HBD nya Kyuhyun, tapi aku takut gak kebangun dari tidur lelap. Makanya aku post sekarang. Ini Chap special buat KNIGHT yang bakal ngerayain ultah Kyuhyun besok. Kita doa’kan semoga Kyu panjang umur dan sehat selalu. Dan kita doa’kan juga supaya hubungan Kyuhyun sama Sooyoung cepet di konfirmasi.

Mohon bimbingannya sunbae-nim🙂

Thanks for ry-seirin yang selalu review di setiap chap Wind Flower❤

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Drama, Idol Live (Maybe)

Rate : T+ (PG)

Pairing : KyuYoung

 

Backsound : Kyuhyun- A Million Pieces, Sooyoung- Wind Flower (Wajib denger lagu mereka kalo kalian baca ff ini)

Words: 2856 Words

Don’t Like … Don’t Read !!!

Happy Reading🙂

 

Summary : Setelah kurang lebih 2 tahun lamanya kita bersikap canggung dan menjauh satu sama lain, menciptakan suatu jarak yang renggang Dan kini jarak yang renggang itu akan kembali di dekatan atau bahkan semakin erat lewat kontrak yang menjadi pertama kali nya untuk kita bisa berdiri di atas panggung yang sama dengan interaksi yang lebih dari 2 tahun yang lalu (Maaf, Summary nya membingungkan).

 

 

Chapter 4 : Pertemuan dengan keluarga Cho setelah 2 tahun berlalu

 

.

 

.

 

.

 

 

Sooyoung POV

 

Kyuhyun oppa mengajakku untuk kerumahnya hari ini, dan itu sudah dipastikan kalau aku akan bertemu paman dan bibi Cho. Kuharap aku tak terlalu gugup saat bertemu dengan mereka. Sungguh, aku benar-benar belum siap bertemu dengan mereka setelah 2 tahun tak pernah bertemu. Rasanya aku merasa tak enak sekali. Aku takut dikira sombong atau apalah itu.

 

Kyuhyun oppa tahu kalau aku sedikit gugup, dia bahkan sekarang terkekeh pelan melihatku yang menggigit bibir bawahku. Dia sangat tahu kalau aku akan menggigit bibir bawahku saat kegugupan hebat melandaku.

 

Kyuhyun oppa mengacak-acak rambut pendekku. “Sudahlah, Soo. Tak perlu segugup itu. Kau hanya akan bertemu dengan orangtua ku dan bukan bertemu dengan psikopat.” Ujarnya. Aku mendegus sebal. Dia tidak tahu betapa gugupnya aku sekarang.

 

“Oppa, aku belum siap bertemu dengan paman dan bibi Cho.” Ucapku merajuk. Kyuhyun oppa mengernyitkan alisnya bingung. “Apa nya yang belum siap, Soo. Kau tahu bahkan ayah dan ibu ingin sekali bertemu dengan mu. Mungkin ibu akan berteriak kegirangan kalau mengetahui kau mengunjunginya hari ini.” Ya, kau bisa dengan mudah berbicara seperti itu oppa. Tapi ini aku yang merasakan, dan tak semudah yang kau katakan.

 

“Sudah 2 tahun aku tak mengunjungi paman dan bibi Cho. Mungkin mereka mengira aku berubah menjadi wanita yang sombong karena tak pernah mengunjungi mereka lagi. Aku takut, oppa.”

 

“Jadi itu masalahmu, nona. Yang benar saja, sejak kapan keluargaku berpikiran seperti itu tentangmu. Mungkin saja mereka memaklumi jadwal mu yang padat dan tentang hubungan mu itu. Ayah dan ibu merasa tak enak kalau seorang wanita yang memiliki hubungan dengan pria lain datang berkunjung ke-kediaman teman lelaki nya.”

 

Aku tidak salah dengarkan. Barusan saja aku medengar nada tak rela yang keluar dari mulut Kyuhyun oppa saat dia membahas tentang hubunganku dengan aktor itu. Apa mungkin Kyuhyun oppa itu….

 

Aku menggeleng cepat. Tidak mungkin, sejak kapan aku bisa berpikiran seperti ini. Ya, kalau boleh jujur aku memeang menginginkan Kyuhyun oppa untuk….. Ah, sial-sial aku tak boleh memiliki keyakinan sejauh itu. Tidak boleh.

 

“Soo? Choi Sooyoung?” Aku tersentak dari lamunan sesaatku saat Kyuhyun oppa menyadarkanku dari sekelebat pemikiran tak masuk akal. Oke, Choi Sooyoung mulailah fokus.

 

“Kenapa malah melamun seperti itu? Kau tidak sadar ya kalau kita sekarang sudah sampai didepan pintu rumahku.” Ujar Kyuhyun Oppa. Aku menolehkan pandanganku kedepan dan ya. Aku sudah berada di teras depan kediaman keluarga Cho. Setelah kulihat-lihat tidak banyak yang berubah dari kediaman keluarga Cho ini. Halaman nya terbilang luas tidak jauh berbeda dengan luas halaman rumah ku. Dan besarnya dan mewahnya rumah kediaman Cho juga tidak jauh berbeda dengan rumah ku. Keluarga Cho dan keluarga Choi memang sama-sama keluarga berada.

 

“Tidak apa-apa, oppa. Aku hanya sedang melihat-lihat ternyata tidak banyak yang berubah dari rumah keluarga Cho ya.” Ucapku. Kyuhyun oppa tersenyum memperlihatkan gigi-gigi putihnya. “Kau pikir rumahku ini apa bisa berubah-ubah.” Ucap Kyuhyun oppa menoyor keningku pelan. Aku mengerucutkan bibirku kesal. “Kau tahu bukan itu maksudku kan.”

 

“Sudahlah tidak usah berdebat sekarang. Kau sudah tidak sabar bertemu dengan ibu kan?” Aku hanya menganggukan kepala menjawab uacapannya.

 

Kyuhyun oppa menekan bel yang terletak tak jauh dari pintu rumahnya. Setelah beberapa kali membunyikan bel pintu rumah kediaman Cho pun mulai terbuka dan munculah seorang wanita berumur menatap kaget kerah kami berdua. Aku sangat tahu siapa beliau itu.

 

“Choi Sooyoung. Sooyoungie, apa ini benar kau, nak?” Bibi Cho langsung menggempurku denganberbagai macam pertnayaan. Aku tersenyum agak canggung dan sesekalimelirik kearah Kyuhyun oppa yang tersenyum tulus kearahku dan ibunya.

 

“Selamat siang, bibi Cho. Bagaimana kabarmu?” Ucapku basa-basi. Aku hampir saja terhuyung kebelakang saat menerima pelukan mendadak dari bibi Cho. Pelukan yang sudah lama sekali tak kurasakan.

 

“Aku baik. Apalagi hari ini, aku terlalu baik Soo.” Jawab bibi Choi dengan nada senang di setiap ucapannya. Aku ikut tersenyum lalu membalas pelukan bibi Cho.

 

“Sooyoungie, ku kira kau sudah lupa dengan ku dan keluarga Cho. Kau tahu nak kalau kami begitu merindukanmu. Terlebih Kyuhyunie.”

 

Aku tersentak medengar kalimat diakhir ucapan bibi Cho. “Ibu apa-apaan. Jangan asal berbicara.” Kyuhyun oppa membantah apa yang dikatakan bibi Cho. Entah kenapa aku sedikit kecewa.

 

Bibi Cho tersenyum penuh arti kearah kami berdua tapi seketika senyumnya menghilang dan digantikan oleh tatapan sendu.

 

“Aku sudah mendengar tentang kabar hubungan mu, Soo. Awalnya kami sangat kecewa. Bahkan Ahra yang berada diluar negeri pun merasa sedikit kecewa setelah kami memberitahukan kabar ini. Terlebih Kyuhyun, kami pikir kau akan menjadi salah satu bagian keluarga Cho.” Bibi Cho berbicara dengan nada sendu dan itu membuatku sedikit menegang. Apa maksud ucapan bibi Cho tadi.

 

“Ibu, sudah kukatakan jangan bicara macam-macam. Apa kau tega membiarkan kami berdiri diluar di siang yang panas ini.” Kyuhyun oppa membuyarkan lamunan sesaatku dengan rajukannya. Aku menoleh sekilas kearahnya dan aku tak mungkin salah lihat saat aku melihat ada semburat merah yang mewarnai wajah tegas Kyuhyun oppa. Apa mungkin hal yang rasakan sama seperti apa yang Kyuhyun oppa rasakan.

 

“Maaf. Maafkan aku. Sungguh.” Aku menjawab dengan nada sendu. Wajahku kutundukan dan aku benar-benar merasa sangat tak mampu melihat bagimana reaksi bibi Cho dan Kyuhyun oppa.

 

“Ibu, sudahlah hentikan. Ini kedatangan pertama Sooyoung setelah sekian lama tak kemari. Jangan membuatnya tidak betah karena lotaran ucapan-ucapan ngawur mu.”

 

“Apa nya yang ngawur, Kyu. Ibu berbicara apa adanya.” Aku tahu aku salah. Tapi aku juga tak menginginkan hal seperti ini terjadi kepadaku. Aku rindu kehidupan ku dulu.

 

“Lihat! Ibu membuat Sooyoung merasa terbebani kan. Jangan membuatnya merasa tak nyaman, bu.” Kyuhyun oppa membelaku. Bibi Cho menghela nafasnya. “Baiklah, maafkan bibi, Soo. Tapi kuharap kau tetap betah di rumah Cho. Jangan sungkan-sungkan untuk datang kemari. Kapanpun pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu.” Aku tersenyum dan mendongakan wajahku menatap bibi Cho. Keluarga Cho selalu menerima ku dengan tangan terbuka. Aku merasa sangat nyaman berada disekeliling mereka.

 

“Sudah-sudah, dan sekarang biarkan kami masuk ibu.”

 

Bibi Cho mempersilahkan kami masuk. Saat berada di dalam rumah Cho pun aku merasa tidak banyak yang berubah, hanya saja sekarang letak ruang makan agak lebih jauh dari kamar mandi yang terletak di samping dapur. Ya, hanya itu saja dan selebihnya semuanya sama seperti saat 2 tahun yang lalu.

 

“Bibi benar-benar sangat senang saat kau datang berkunjung kemari, Soo. Padahal sudah sangat lama sekali bibi menyuruh Kyuhyun untuk mengajakmu kemari, tapi anak itu selalu saja beralasan yang tida-tidak. Menyebalkan sekali, bukan.” Ucap bibi Cho setelah menghidangkan jaumuan sederhana untukku dan Kyuhyun oppa. Aku tersenyum melihatnya.

 

“Kyuhyun oppa bisa mengajakku kemari juga karena kami mendapatkan sebuah pekerjaan yang mengharuskan kita bersama, bibi.” Jawabku. Bibi Cho terlihat sangat antusias medengar ceritaku.

 

“Pekerjaan apa itu? Sepertinya benar-benar sangat menguntungkan sekali ya.” Tanya bibi Cho dengan nada exited nya. Ya, pekerjaan ini memang benar-benar menguntungkan untukku, bibi.

 

“Hanya sebuah kontrak yang mengharuskan kami berduet bersama, ibu.” Jawab Kyuhyun oppa mewakiliku. “Hanya kau bilang? Kau tahu kesempatan langka seperti ini sangat sulit untuk kalian dapatkan kan? Pokoknya kalian harus berusaha sekuat tenaga agar duet kalian nanti mendapat ekspresiasi positif dari banyaak orang.” Ucap bibi Choi dengan nada menggebu-gebu. Aku sampai terkekeh mendengarnya, sedangkan Kyuhyun oppa medengus melihat sikap ibunya.

 

“Ya bibi, kami janji akan menampilkan yang terbaik untuk semuanya.” Ucapku. Bibi Cho begitu antusias dengan ceritaku. Sesekali Kyuhyun oppa ikut menimpali dan bibi Cho mendenbat karena menurutnya pendapat Kyuhyun oppa tak begitu penting.

 

“Sudah pukul 1 siang, waktunya makan siang. Ibu aku dan Sooyoung harus segera pergi. Mobilku ada digarasi kan?” Tanya Kyuhyun oppa mengintruksi pembicaraanku dan bibi Cho. Aku melirik jam tangan dipergelangan tanganku dan ya jam sudah menujukkan pukul 1 siang.

 

“Kenapa sudah mau pergi? Kalian bisa makan siang dulu disini.”

 

“Maaf, bu. Tapi kami sudah sepakat untuk bertarung menghabiskan berpiring-piring Pasta saus balsamic.”

 

Bibi Cho tampak kecewa mendengar ucapan Kyuhyun oppa. Aku sedikit tidak tega melihat reaksi kecewa bibi Cho. Kami memang baru 35 menit menghabiskan waktu bersama semenjak 2 tahun yang lalu. Tapi harus bagaimana lagi, Kyuhyun oppa benar. Kami sudah sepakat untuk menghabiskan berpiring-piring Pasta saus balsamic.

 

“Padahal masih banyak yang ingin kuceritakan dengan Sooyoungie. Kau tahukan dirumah ini sangat sepi saat Ahra memutuskan untuk kuliah di luar negeri, ayahmu selalu sibuk di kantor, dan kau jarang pulang kerumah. Aku seperti hidup sendirian di rumah ini.” Oh tidak, ucapan bibi Cho tadi membuat ku tertegun. Kasihan sekali nasib bibi Cho. Apa kedatangan ku membuatnya sangat senang.

 

“Bibi jangan sedih begitu. Lain kali saat waktu luang aku janji akan main lagi kemari. Aku juga akan mengajak Soojin eonni. Bibi masih ingat Soojin eonni, kan?” Ucapku mencoba menghibur bibi Cho agar beliau tidak sedih lagi.

 

“Iya aku masih ingat, Soo. Tapi apa kau serius akan kemari lagi saat waktu luang mu nanti? Apa itu tak menganggu waktu mu dengan–“

 

“Tidak, bibi. Aku jani padamu aku akan mengunjungi mu lagi nanti.” Segera saja kupotong ucapan bibi Cho saat beliau akan membahas masalah hubungan aneh ku itu. Rasanya aku terlalu malas membahasnya.

 

“Benarkah? Kalau begitu kau juga harus menyeret bocah itu untuk ikut dengan mu berkunjung kemari.” Aku tersenyum lalu mengangguk. “Tenang saja, bibi. Semuanya akan kuatur.”

 

“Soo ini sudah sangat siang untuk makan siang. Jadi bu kurasa kami harus segera pergi untuk makan berpiring-piring Pasta saus balsamic.” Kyuhyun oppa lagi-lagi megintrupsi obrolan ku dengan bibi Cho.

 

Kyuhyun oppa dan aku berpamitan dengan bibi Cho. Bibi Cho bahkan membawakan aku cookies blueberry buatannya. Dan kalian tahu cookies blueberry buatan bibi Cho adalah salah satu makanan favorite ku. Dulu saat aku sering main kerumah keluarga Cho bibi Cho selalu menjamu ku dengan cookies blueberry buatanya.

 

 

Kyuhyun POV

 

 

Aku bisa bernafas lega sekarang. Akhirnya aku dan Sooyoung lepas juga dari jeratan ibu ku yang super cerewet itu. Kalau Sooyoung dan ibu dibiarkan mengobrol bersama yang ada semua rahasia dan sikap ku yang tidak diketahui oleh orang lain terbongkar juga. Kalau Sooyoung mengetahui semuanya aku tak tahu mau ditaruh dimana muka ku nanti.

 

Setelah memakai penyamaran lengkap aku mengajak Sooyoung turun dari mobil. Sepanjang perjalan dia selalu saja bertanya tentang latihan menyetir ku yang sudah lulus atau masih belajar. Dia mengungkapkan ketakutannya saat naik mobil denga aku yang menyetir. Dia takut kalau kejadian pahit yang pernah kami berdua sama-sama alami dulu terulang lagi. Dan dengan sudah payah ku yakinkan kepada Sooyoung kalau aku sudah sangat mahir menyetir mobil. Dan aku memperingatinya agar tak mengatakan kepada siapapun kalau aku sudah pandai menyetir mobil lagi. Kepada siapapun, bahkan member-member grup ku pun tidak boleh ada yang tahu. Yang tahu hanya keluarga ku dan dia saja.

 

“Apa tubuhmu masih gemetaran, Soo?” Tanya ku setelah pelayan menulis menu yang kami pesan. Sooyoung melirik kearah ku lalu menyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya.

 

“Awalnya aku merasa jantungku akan copot begitu kau menginjak pedal gas nya. Tapi setelah beberapa menit kemudian aku sudah tak khawatir lagi karena melihat kau begitu ahli menyetir mobil. Kira-kira berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk kembali menjadi pandai menyetir mobil?”

 

Aku mencoba mengingat-ingat berapa lama waktu latihan menyetir mobilku. “Kurasa tak lebih dari 2 tahun.” Selama 2 tahun itu aku mulai belajar menyetir mobil dan berusaha menghilangkan rasa ketakutan ku untuk menyetir mobil.

 

“Benarkah? Secepat itu? Aku merasa tak yakin? Kau kan memiliki trauma hebat dalam urusan menyetir mobil.” Tanyanya masih tak percaya aku berhasil pandai dalam menyetir hanya dengan kurun waktu 2 tahun.

 

“Setidak yakin itu kah kau kepadaku, nona Choi. Selama 2 tahun itu aku sangat berusaha keras untuk latihan, dan lihatlah hasilnya. Aku mebawa mu dengan selamat kan, tanpa ada yang lecet sedikitpun. Jadi jangan remehkan kepandaian menyetirku sekarang. Kau kalah telak dari ku karena kau belum bisa melupakan ketakutan mu.”

 

Ucapku meremehkannya. Kulihat reaksi Sooyoung yang tidak terima aku remehkan.

 

“Bukannya seperti itu. Lagipula aku ini wanita yang resiko nya lebih besar kalau menyetir mobil sendirian. Aku bisa menyewa jasa supir untuk mengantarku kemana-mana.”

 

“Aku bisa menjadi supir pribadi mu kalau kau mau?” Tawarku dengan kekehan. Sooyoung menedengus sebal. Dia tahu kalau aku bercanda, tapi dia tidak aku kalau aku serius mengatakannya. Bukan hanya menjadi supirnya saja, aku juga sangat bersedia untuk menjadi pendamping hid–

 

Ah sial, cara berbicara dan berpikirku mulai ngelantur. Mungkin aku terlalu terbawa suasa bersama Sooyoung.

 

“Benarkah? Kurasa kau berbohong, tuan. Memangnya berapa banyak waktu luang yang kau punya untuk sekedar menjadi supir pribadiku.”

 

“Itu bisa kuatur. Selagi aku berniat dan kau bersedia itu tak akan menjadi masalah untukku.”

 

“Ya.. ya. Akan kubuktikan ucapanmu itu di lain waktu.”

 

Setelah itu pembicaraan kami sedikit terpotong saat pelayang membawakan pesanan kami. Sooyoung berencana memesan salad sayur untuk menu tambahan sekaligus menu penutup acara makan siang kami. Tapi aku menolaknya dengan mentah-mentah. Yang benar saja? Salad sayur untuk hidangan penutup. Aku lebih suka buah-buahan untuk menjadi makanan penutup. Tapi sayang nya wanita tinggi dihadapanku ini sangat membenci pola makanku yang tak pernah menyentuh sayur sama sekali.

 

Maka alhasil Sooyoung memilih salad sayur sebagai kepusan finalnya. Ia memaksaku untuk makan sayu-sayuran. Seumur hidup aku tak pernah menyentuh apa itu yang dinamakan salad sayur. Aku hanya mencoba makan sayur dan itu sekali dalam seumur hidupku. Aku bahkan bersumpah tak akan menelan daun-daunan kaya manfaat itu lagi.

 

Tapi apa daya saat Sooyoung mulai berceramah betapa buruknya pola hidup ku yang tak pernah makan sayur. Dia bahkan tidak percaya kalau berat bada ku menurun.

 

“Usaha mu untuk memiliki tubuh sebagus Siwon oppa tak hanya cukup dari oalahraga saja, oppa. Makanlah makanan yang bergizi banyak, bukan hanya makan daging yang berlemak tapi kau juga butuh sayur untuk menjadi penopang tenaga mu.”

 

Biasanya aku akan membantah semua hipotesis sesorang yang berpandapat tentang betapa kayanya manfaat yang ada di dalam sayur. Tappi kalau yang berhipostesis seorang Choi Sooyoung sepertinya aku tak sanggup menolak.

 

Aku berhasil memakan Pasta saus balsamic sebanyak 4 piring sedangkan Sooyoung jauh lebih unggul dariku karena dia berhasil menghabiskan Pasta saus balsamic sebanyak 6 piring. Wow, bukankah itu keterlaluan.Ini baru makan siang dan dia sudah menghabiskan 6 pring Pasta saus balsamic, apa dia juga akan tetap makan malam nanti. Benar-benar seorang dewi shikshin.

 

“Aku penasaran seberapa besar lambungmu untuk menampung berpiring-piring Pasta saus balsamic itu. Apa nanti malam kau juga akan makan?” Tanyaku. Sooyoung terlihat begitu kekenyangan tapi dia tetap saja memakan salad sayur nya yang terlihat menjijikan untukku.

 

“Tergantung. Kalau perutku sudah mulai kosong lagi aku akan makan malam, tapi kalau tidak yang aku tidak makan malam.” Jawabnya. Dia mendelik kearahku karena sejak tadi aku hanya memainkan salad sayur milikku tanpa niat menelannya.

 

“Sayur itu tak akan berubah menjadi daging sberapa banyak kau aduk-aduk dengan garpu mu, oppa. Makanlah dan sayur itu akan membuat mu tampak lebih sehat.”

 

“Tanpa memakan sayur pun aku sudah sehat.”

 

Sooyoung tak setuju dengan ucapanku. “Kau mau hidup dengan perut buncit dan usaha mu untuk berdiet dan memiliki tubuh sebagus Siwon oppa sia-sia.”

 

Oke Sooyoung mulai sesi ceramahnya tentang betapa banyaknya manfaat yang terkandung didalam sayuran. “Baiklah aku akan makan. Tapi aku tak janji untuk menghabiskannya. Hanya 2 suap dan itu sudah sangat cukup untukku.” Sooyoung merasa puas dengan jawabanu. Dia memberikan dua ibu jarinya untuk memberikan applause untukku.

 

 

‘To Be Continue’

 

ChoChoi Area:

 

‘Aku sangat mengerti kalau chapter ini alurnya lambat banget. Tapi aku emang sengaja kok. Aku emang gak mau nyiptain konflik yang berat-berat di ff ini. Tapi aku bakal buat scane yang sedikit mengharukan. Tapi masih rencana loh ya, jangan anggap itu sebuah janji dariku. Karena alur cerita bisa berubah-ubah dan gak tetap harus seperti ini.

 

Mungkin di chp depan udah mulai persiapan untuk KyuYoung berduet. Dan Wind Flower (Season 1 : After 2 Years Later) akan segera ketemu dengan endingnya. Tapi tenang aja aku udah siapin untuk Season 2 nya kok. Aku harap KNIGHT gak kecewa yaa sama ff ini.

 

 

Thanks For Reading🙂

 

Regards

 

ChoChoiAddict and ChoiXiOh❤

7 thoughts on “Wind Flower (Season 1 : After 2 Years Later)

  1. Putri Knight February 3, 2016 / 1:01 AM

    pliiis thor di chap selanjutnya dijelasin gimana hubungan soo sama ahjussi itu sebenarnya, dan jelasin juga yaaa gimana hubungan kyuyoung sebelum berita dating itu keluar. kayanya dulu kyuyoung -hampir- pacaran deh, tapi blm jelas kalo ga dijelasin sama author hehe😀
    serius nih udh mau ending? ada season 2nya kaan? oke okee. ditunggu thor🙂
    jangan ngaret yaaa lanjutnya🙂

    • ChoiXiOh April 2, 2016 / 4:30 AM

      Hubungan soo sama ahjussi itu bakal aku jelasin di ending chapter seaseon 1. Jadi sabar aja ya.

      Untuk saat ini mungkin Wind Flower aku pending dulu, tapi jangan khawatir. Bakal aku lanjutin kok Wind Flower nya.

      Kalo banyak yang minat🙂

  2. ami February 3, 2016 / 9:42 PM

    Aku setuju sama komentar si putri. Jelasin kronologi soo jadian sama pacarnya thor. Kayaknya si soo sebel banget kalo ada yg ngebahas tentang hubungannya. Next chap nya banyakin moment kyuyoung nya lagi ya thor~

    • ChoiXiOh February 10, 2016 / 6:14 PM

      Kronologinya bakalkeungkap di ending season 1 nanti. Jadi mohon bersabar ya. Karena aku bakal ngasih kejutan untuk KyuYoung di ending Season 1. Banyak hal yang bakal terungkap di ending season 1 nanti.

      Terus ikutin jalan cerita Wind Flower ya🙂

  3. ry-seirin February 5, 2016 / 7:30 PM

    Sorry bru bca ff ni lgi, cos bru ada kuota.
    wah aku terharu nama aku dipajang,,,(Gomawo ya)
    well sbg Knight sejati hrus ttep apress setiap ff Kyuyoung, apalagi ffnya seru kya gini.
    Pertama mungcapin Saengil Chukhahamnida bwt Kyuppa, i hope any moment kyuyoung in this years and Kyuyoung to be Real Couple.
    Bwt hubungan Sooeon ma Ahjushi walau gk ridho ya mu gmna lgi,,, tpi sich ngrepnya itu terjadi kya di ff nich.
    Thor jng da konflik dsini tkutnya jdi gk seru aja, lbih suka kya gini lbih kliatan romance eeee….(maunya).
    part nextnya di tunggu aja dech.

    • ChoiXiOh February 10, 2016 / 6:17 PM

      Aku setuju nget..nget sama kamu ry-seirin. Semoga hubungan KyuYoung memang seperti ff ini di kehidupan nyata nya. Dan untuk hubungan Soongie sama Kyungho cepet diakhiri. Dan Kyunnie punya kesempatan buat deketin Soongie lagi.

      Btw, aku juga gak akan nyiptain konflik yang berat-berat. Takut feel idol live nya luntur. Aku pengen buat cerita ff ini seperti yang terjadi di dunia nyata, jadi KNIGHT yang baca juga kayak ngerasa ini benar-benar terjadi di dunia nyata nya.

  4. Kyoung September 19, 2016 / 1:52 AM

    Reblogged this on .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s