[SERIES] Tomodachi ( 友達 ) | Chapter 2

req ff

Title: Tomodachi ( 友達 )

Author : Park JeByung

Lenght: Series [2/?]

Main Cast : Choi Sooyoung (GG), Xi Luhan (ex-EXO), Hyomin (T-Ara), Yoo Jiae (lovelyz), Jin (BTS), Sehun (EXO), Chanyeol (EXO)

Other Cast: YonnA (GG), Kai (EXO), Kim Taehyung (BTS),. Etc

Genre: Friendship, Romance, Comedy

Rat: T

Disclaimer: Hey Sooyoungster! Long time no see ~_~ remember Park JeByung? Ah not remember? Okay its fine. But you will remember when I say “flower boys next door” and “sherlock holmes academy” if you guys already read two ff.
Sorry for bad fanfic, I’ve never write ff since last year. Sorry for ‘typo’ Sorry for OOC and informal language.
This cast is not mine and  plot is not really my idea, its about some anime and manga.

[PLEASE ENJOY AND LEAVE A COMMENT, RCL JUSSEYO ^^]

Ting Tong Teng….

Bel pulang sekolah berbunyi, semua murid berhamburan keluar sekolah menyambut suka duka kepulangan mereka.

Terkecuali dengan beberapa murid yang masih memilih untuk berdiam diri disekolah sedikit lebih lama.

Begitupula dengan Sooyoung. Gadis itu tengah mendengarkan musik dengan headset nya yang bertengger dikedua telinga nya. Saat saat pulang sekolah yang tidak disukai nya. Karena saat ini ia akan pulang kerumah dan tidak melakukan apapun.

Apa ia akan menghabiskan uang nya lagi di tempat karaoke dengan YoonA ataukah berjalan jalan di mall.

Mengingat YoonA ada janji kencan hari ini, ia mengurungkan niat untuk me ngirim pesan padanya.

“Argh,” Erang nya.

“Umm.. Sooyoung-ssi,” Panggil seseorang dengan suara yang manis nan imut. “Sooyoung-ssi?”

Sooyoung memutar kepalanya dan mendapati seorang yeoja berkucir dengan wajah imut dan innocent nya.

“Jiae? Kau masih disini?” Tanya Sooyoung.

Itu Jiae, Yoo Jiae. Teman sekelas nya yang selalu membuntut dibelakang YoonA bersama Seohyun. Jiae dibully karena wajah imut nya dan tingkah manis nya dihadapan semua orang yang membuat para yeoja tidak menyukai nya.

Menurut Sooyoung, Jiae memang manis dari sana nya. Bukan salah nya jika banyak namja yang suka padanya.

Jiae mengangguk pelan, sedikit takut pada Sooyoung mengingat ia adalah teman YoonA.

“S-Sooyoung-ssi.” Panggilnya lagi.

“Ne?”

“Aku…” Ucap Jiae hampir tidak terdengar, “Aku…”

Sooyoung tersenyum, “Bicaralah dengan jelas, aku tidak seperti YoonA tenang saja aku tidak akan melakukan apa apa kok.”

Kedua bola mata Jiae yang sipit melebar. Ia mengangguk dan tersenyum, “Aku ingin berteman denganmu.”

Senyum Sooyoung bertambah lebar, baru pertama kali nya ada orang yang berkata ingin berteman dengannya selain Luhan.

“Tentu saja, kenapa tidak?” Jawab Sooyoung.

“T-Tapi aku takut pada YoonA.” Cicit Jiae sambil menunduk, “Aku tidak tau apa kesalahan yang pernah aku buat pada nya, tetapi banyak yang membenciku, mereka berkata aku sok bersikap manis di depan semua orang dan terkadang aku mendengar bahwa aku mencoba menggoda para namja,..”

“Jiㅡ “

“Tapi itu salah.. Aku bersikap seperti ini sejak kecil.. Aku tidak bermaksud menggoda.. Aku.. Aku ingin merubah sifat ku ini tapi tidak bisa. Aku terkadang takut jika berkata pada orang lain, aku takut salah kata.. Aku…”

“Jiae-ya, aku tau.”

‘ya aku memang tau rasanya dikucilkan.’

“Aku tau mungkin kau memang dilahirkan seperti ini. Bukan salahmu jika sifat mu tidak bisa berubah.”

“Sooyoung-ssi…”

“Kau hanya perlu menjadi kuat, kau harus melawan.”

‘sial aku menasihati diriku yang dulu.’

“Sooyoung-ssi gamsahamnida!” Ucap Jiae cukup keras. Sooyoung terdiam. “Aku… akan mencoba berbicara pada YoonA..”

Sooyoung mendesah. Dalam hati ia berdoa semoga saja semua nya berjalan lancar.

“Sooyoung-ssi, jika tidak keberatan.. Apakah kau mau makan bersama di xxxx?” Ajak Jiae pelan.

BRAVO!

Sooyoung bangkit, “Kajja!”

~~~~~ TOMODACHI ~~~~~

Pukul 18.45

Sooyoung dan Jiae sudah kembali ke rumah nya masing masing.

Kedua nya menghabiskan siang dan sore hari bersama sama untuk makan, nonton, makan, berjalan-jalan, makan, duduk, dan makan. Oh ayolah setiap waktu untuk shiksin Sooyoung adalah untuk makan.

Entah itu makanan berat atau pun ringan.

“Eomma aku pulang,” Ucap Sooyoung saat memasuki rumah. Namun tidak nampak ada yang menyambut kedatangannya. “Eomma? Neo eoddiseo?”

Ditunggu nya beberapa detik namun belum ada respon.

“Eommaa?” Sooyoung mulai panik. Seingat nya, eomma tidak mengabari nya akan keluar hari ini. Lalu kemana eomma nya pergi?

“]Sooyoung berlari menaiki tangga rumah masih dengan sepatu kets yang bertengger di kedua kaki nya. “EOMMAAA!!!”

Sooyoung berteriak kencang. Mungkin teriakannya bisa terdengar sampai ke kedua rumah yang berada di samping dan belakangnya.

BRAK!

“Choi Sooyoung! Jangan berteriak teriak!” Pintu rumah terbanting keras dan menampakkan Eomma Choi.

“Eo?” Sooyoung datang melihat eomma nya bercelemek dari pintu depan dengan heran, “Eomma pergi keluar dengan celemek?”

Eomma Choi menepuk jidatnya, “Eomma dari tetangga sebelah yang baru pindah rumah, aduh kenapa bisa bisa nya aku masih memakai celemek, pantas saja mereka menatapku aneh.” Dilepas nya celemek usang yang sudah berusia 5 tahunan itu.

“Tetangga baru…” Sooyoung bergumam. “Aha!”

Gadis berkaki panjang itu berlari memasuki kamar nya.

“CHOI SOOYOUNG LEPAS DULU SEPATU MU!” Teriakan Eomma Choi menggelegar keseluruh penjuru ruangan. Sementara Sooyoung meringis mendengarnya.

Kebetulan, jarak antar rumah di komplek nya begitu sempit. Bahkan hanya berjarak kurang lebih satu meter.

Kamar Sooyoung bersebrangan dengan kamar tetangga baru nya. Sooyoung berharap ia akan cepat akrab dengan tetangga baru nya. Sejujur nya, ia ingin memiliki teman.

Teman yang benar benar teman, bukan teman sepermainan(?)

Beberapa menit ia menunggu lampu dikamar sebrang nya menyala. Ketika menyala, ia sudah bersiap untuk mengetuk jendela nya dengan pemukul baseball milik Siwon.

Tapi….

“Tunggu, kalau yang membukakan jendela nya orang dewasa atau bahkan lansia bagaimana…”

Ting!

Lampu kamar menyala.

“OMG!” Sooyoung memekik pelan.

Dalam hati ia ingin mengetuk jendela kamar itu, tapi dalam otak nya menyuruh untuk tidak mengetuk.

Sooyoung menghela nafas , “Sekali ketuk saja tidak apa kan…”

Tuk,

Sooyoung mematung menunggu respon dari si pemilik kamar.

Ketika seseorang menyibak tirai jendela, Sooyoung dengan cepat menunduk dibawah jendela.

Saat ia menegakan kembali tubuh nya, tirai itu sudah kembali ke tempat semula.

“Sial.”
~~~~~ TOMODACHI ~~~~~
Siwon baru saja pulang dari kantor nya. Kepala nya terasa pusing akibat debat saat rapat siang tadi. Untung saja ia memenangkan adu bicara sehingga menguntungkan bagi pihak nya.

“Aku pulang.” Ucap Siwon sambil membuka sepatu dan menyimpan nya di rak. Saat ia melihat rak, ia tidak mendapati sepatu Sooyoung. “Eomma, Sooyoung belum pulang?”

“Sudah, memang kenapa?” Eomma Choi balik bertanya.

“Aneh, sepatu nya tidak ada di rak..”

“Ah,” Eomma Choi teringat bahwa anak gadis nya belum membuka sepatu dari saat pulang sekolah. “CHOI SOOYOUNG!”

Mendengar nama nya di panggil, Sooyoung segera turun kebawah sambil menenteng sepatu kets nya. Ia sudah mendapat tanda bahaya beberapa detik sebelum Eomma Choi memanggil nya.

“Ehehe mian aku lupa,” Kemudian gadis itu menaruh sepatu diatas rak. “Ah benar, oppa ini sesuai janji aku belikan bakpao isi kacang merah dan ddeokbukki.”

“…….Kau belum memakan nya kan?” Tanya Siwon hati-hati takut takut adik nya ini memberi makanan ‘sisa’ untuk nya.

“Aniyo! Aku belum memakannya!”

Siwon bernafas lega kemudian membawa kantong berisi bakpao kacang merah dan ddeokbukki ke ruang makan.

“Ohya, Sooyoung tolong berikan Sup Kepiting ini pada tetangga baru, sebagai sambutan hangat.” Kata Eomma Choi sambil memberikan panci mini khas korea pada anak gadis nya.

“W-Wae? Naega Wae? Eomma kan bisa memberikannya sendiri,” Protes Sooyoung.

“Yya, Eomma masih malu dengan celemek butut yang Eomma lupa lepas tadi siang!” Sewot Eomma Choi.

“Oppa kan bisa…”

“Oppa-mu lelah, sudah sana kau saja. Ini hukuman karena memakai sepatu kedalam rumah. Padahal baru saja eomma pel tadi siang beberapa menit sebelum kau pulang.”

“Ah arasseo.” Dengan malas Sooyoung membawa panci berisi sup kepiting.

Ketika pintu rumah terbuka, angin dingin segera menerpa wajah nya. Ah benar, ini sudah masuk ke awal musim dingin.

Ia menyesal hanya memakai kaos putih kebesaran dan short jeans. Tapi toh ke rumah tetangga tidak akan memakan waktu yang lama bukan?

Sooyoung berjalan cepat menuju rumah tetangga yang pada pasal nya hanya berjarak kurang lebih 8 meter dari depan pagar rumah nya.

Sesampai nya di depan pintu tetangga baru nya itu, ia segera mengetuk pintu. Namun tidak ada yang membukakan pintu bercat putih itu.

“Ya ampun ini menyebalkan ayolah aku kedinginan!” Eluh nya.

Ia mengetuk pintu lebih keras dari sebelum nya.

Dan pintu terbuka menampakkan sesosok manusia…….

“Choi Sooyoung?”

Sooyoung mematung menatap objek manusia di hadapannya ini. Ia meneguk ludah nya sendiri beberapa kali.

“S-Sooyoung? Hoi?” Manusia di hadapannya ini melambai lambaikan tangan tepat di depan wajahnya. Pada saat itu pula ia tersadar. “Choi Sooyoung?”

“Xi….Luhan?”

TBC

Mianhae mianhae hajima😦 terlalu pendek yaaa😦
Ini absurd maafkan baru di lanjut ~_~ Dan maaf belum memuaskan btw aku lagi sedih/?
Ah sudah lupakan anyw jangan lupa comment yaaa tinggalkan jejak kalian❤ karena comment kalian sangat berharga bagi para author~!

9 thoughts on “[SERIES] Tomodachi ( 友達 ) | Chapter 2

  1. Dorky Desy July 9, 2015 / 9:04 PM

    HAI HAI!!
    Aku udah ngacir aja disini hhihihi ;A;
    safaaaa kurang panjaaaang😥
    akhirnya syoo ketemu lulu omonaaaa!
    Udah nggak sabar nih sama next chap><
    pokoknya updatenya harus panjangan, harus cepetan! Harus! :p
    kkekeke😀

  2. maulidia03 July 10, 2015 / 2:24 AM

    Lanjut chingu q suka gaya kekeluargaan soo nd eomma nya

  3. ChoiXiOh July 10, 2015 / 10:45 AM

    Kenapa harus TBC di saat luhan bakal muncul dan ketemu sama soo. Huftt bikin greget.
    Next nya harus cepet. Udah penasaran tingkat dewa iniiii

  4. DOAhReum July 10, 2015 / 2:47 PM

    Kurang panjang ! dan TBC-nya tidak diwaktu yang tepat😦

  5. Ki July 11, 2015 / 5:40 AM

    Sooyoung ketemu sama luhan lalu ? Lalu ? Lalu ?
    Ahh kenapa udah tbc ??

  6. andryani July 13, 2015 / 2:39 AM

    Asiiikkan sooyoung tetanggaan ama luhan wkwk
    lanjut thor

  7. ismi khaerin July 14, 2015 / 11:03 PM

    Ikh… Emang ya gak enak klo jdi bahan bullyan kasian tuh si jiae pdhl udh takdirnya dia punya wjah manis .eh
    Hah tentangga baru soo itu luhan..
    Omg !! Trus gmana ya lanjutanya.
    Hah pendekan amet sh .next ditunggu lho..
    Btw jangan sedih2 mulu dong , semangat ya terus ..keep smile:)

  8. ismi khaerin July 14, 2015 / 11:04 PM

    Ikh… Emang ya gak enak klo jdi bahan bullyan kasian tuh si jiae pdhl udh takdirnya dia punya wjah manis .eh
    Hah tentangga baru soo itu luhan..
    Omg !! Trus gmana ya lanjutanya.
    Hah pendekan amet sh .next ditunggu lho..
    Btw jangan sedih2 mulu dong , semangat ya terus ..keep smile:):)

  9. wufanneey July 21, 2015 / 6:55 PM

    What? Eh maaf ternyata aku lupa belum komen di siniiii ih perasaan udah deh

    Capcus komen lagi aja;

    Pertemuan Youngie dan Lulu!
    Uh, mau nggak mau Youngie harus berhadapan dengan masa lalu nya yang mungkin menyakitkan dengan Lulu.

    Sikap mereka ke depannya gimana ya?

    Terus aku penasaran tipe cowok seperti apakah Xi Luhan di sini.

    Ya, kita tunggu aja🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s