[OS] The Night

[OS] The Night

Kiyomizu Mizuki’s Present

Cho Kyuhyun & Choi Sooyoung

Genre : Romance, Drama, Fluff | Rated : Teenager | Length : One Shot

Disclaimer : Plot and story is mine. I’m sorry if there same any title or characters. Main cast belong to God, their parents, and their agency. I’m sorry if there’s any same title or characters. This is just a fan fiction. Sorry if you find typo(s)

Sebuah ketulusan.

***

Semilir angin berhembus pelan. Memainkan daun yang mulai bergoyang kala mengikuti arah gerak angin. Seperti biasanya, malam hari selalu dingin. Langit pun sudah menggelap dan tidak ada matahari kali ini. Hanyalah sebuah kekelaman yang tampak.

Bintang dan bulan, serta benda langit lainnya. Dua benda langit yang saling berteman ini selalu dapat kita temui di setiap malam, walau sebenarnya bintang juga akan tetap ada jika siang hari. Hanya saja siang itu terlalu terik hingga kita tidak dapat melihat keberadaan nya. Mereka, selalu menghiasi cakrawala, agar selalu indah dan membantu manusia yang tersesat di kegelapan malam.

Karena sekarang sudah zaman modern. Tidak hanya para benda langit disana yang bekerja, tapi lampu yang tergantung disana juga semakin membuat kita tidak merasa ketakutan akan gelap. Lampu jalan itu menyoroti tiap-tiap sudut taman.

Taman ini sudah sepi, juga aspal yang selaku jalan di sana. Sebuah kursi panjang yang sengaja di taruh di bawah pohon yang rindang, mempermudahkan para pengunjung untuk sedikit terhindar dari cahaya nya yang menyengat. Ya, taman ini akan ramai ketika pagi, siang, dan senja tiba.

Suara gemerisik dari rumput disana seakan berteriak karena mereka diinjak oleh sebuah sepatu sport putih. Akibat semua rumput hijau disana ikut terinjak. Suara tambahan itulah yang semakin mengacaukan keheningan malam.

Dia seorang pria. Jika kita lihat lebih dekat, paras nya begitu tampan dan hampir mendekati kata sempurna. Namun, setiap manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan ‘kan? Rambut kelam miliknya yang hampir menyerupai warna langit di atas, tertiup sehingga membuat anak rambutnya sedikit berantakan. Tapi itu sama sekali tidak masalah bagi sang pria.

Sesekali merapatkan syal serta jaket, untuk membuat tubuhnya hangat dan terhindar dari dingin. Di taruhnya kedua telapak tangan itu pada saku celana hitam yang dikenakan. Langkah pria itu terhenti, membuat sorak yang tak terdengar dari sang rumput hijau. Jadi mereka tidak perlu mengaduh kesakitan lagi.

Mendudukan dirinya pada kursi panjang tersebut. Memberikan waktu istirahat bagi alat jalan nya walau hanya sementara waktu. Mengambil napas dari udara disini membuat rongga paru-parunya terasa lebih lancar. Tidak ada polusi sama sekali.

Pria itu berdesis. Ada sebuah rasa cemas tengah hingga di hatinya. Perasaan takut sekali. Mencemaskan seseorang. Sang pria mengutuk atas kecerobohan yang diperbuat, menggetuk dahinya. “Harusnya aku menjemputnya. Astaga!”

Meremas kedua kepalan tangannya dengan kuat, sehingga buku-buku jarinya memutih atas perbuatan itu. “Kalau sampai terjadi sesuatu padanya aku akan menyesal seumur hidup.” Dia berucap kembali, namun entah pada siapa.

Desau angin malam yang lembut menggelitik lehernya, memberi kesan aneh tersendiri. Sesekali sang pria memainkan ponsel nya untuk membunuh rasa bosan kala menunggu seseorang. Terkadang dia memainkan udara disana dengan membuat embun lewat deru napasnya atau memantau taman sekitar.

Sunyi dan sepi.

Dua kata yang cocok untuk mendeskripsikan tempat ini. Saking sunyi-nya bahkan hanya terdengar angin yang berhembus serta pergesekan antara dahan pohon. Sesekali ada beberapa mobil yang melewati taman, itupun kita dapat menghitungnya menggunakan jari.

Krek~

Terdengar bunyi kayu kemudian merambat masuk ke telinga sang pria. Dia merasakan adanya beban yang bertambah, tepat di sampingnya. Pria ini memilih untuk mencerna dahulu baik-baik, sebelum kepalanya benar-benar menoleh ke sang sumber suara.

“Kyuhyun?”

Suara lembut khas seorang wanita merambat masuk kembali ke telinga nya, setelah beberapa saat melalui proses disana akhirnya bisa dirangsang di otak sang pria. Membuatnya bisa mengetahui siapa pemilik suara lembut yang mengalun disana.

Kyuhyun—sang pria—melengkungkan senyumnya yang menawan, langsung membuat kadar ketampan yang ia punya meningkat. Segeralah di tolehkan kepala tanpa menggunakan mulutnya dan tanpa memfungsikan pita suara. Suara tadi bagaikan melody terindah yang pernah di dengar olehnya.

“Kenapa kau datang sendirian Sooyoung? Aku mencemaskanmu,” kedua lengan Kyuhyun berpindah tempat. Merengkuh sang terkasih di dekapan hangatnya. “Harusnya saat aku menyuruhmu kesini. Lebih baik kau meminta Yuri untuk mengantar.”

Sooyoung—sang wanita—berdecak dan terkekeh kecil, kemudian melepaskan tubuhnya di penjarakan oleh lengan kekar Kyuhyun dengan paksa. “Aku tidak semanja itu Kyuhyun. Aku bisa sendiri. Lagipula jika aku meminta bantuan Yuri, aku akan merepotkannya.”

Kyuhyun berdesis. Dia tidak menyukai sifat wanita-nya yang selalu merasa merepotkan orang-orang di sekitarnya. “Yuri tidak akan pernah menolak sayang. Aku mohon, lain kali tolong minta bantuan dari Yuri. Kau membuatku begitu gelisah.” Pesan nya lagi.

Sooyoung mengangguk lemah. Di taruhnya tongkat penyangga yang membantu wanita itu untuk berjalan. Kemudian menaruh pula kedua tangan kurus miliknya di atas rok yang dikenakan. Sebuah senyuman manis terpantri di wajah Sooyoung, membuat siapapun yang melihat akan terpesona akan senyuman manis serta tulus itu.

Salah satu tangan nya terangkat, meraba-raba wajah Kyuhyun menggunakan ruas jemarinya. “Walau aku tidak bisa melihat, tapi aku yakin kau adalah pria yang tampan Kyuhyun.” Puji Sooyoung. Menganggumi betapa tampan nya wajah sang terkasih, meski dia tidak tahu betapa tampan nya rupa itu.

Wajah Kyuhyun seketika datar seperti tembok saat perkataan tadi di ucapkan kekasihnya, namun dia menikmati elusan tangan Sooyoung yang bergerilya di pipi nya. Hati nya seakan mencelos mendengar, rongga paru-parunya menyempit sekarang. Sempit sekali dan sesak. “Aku mohon Sooyoung jangan berbicara seperti itu!”

Gerak tangan itu seketika terhenti. Telinga nya yang masih berfungsi dengan menangkapnya. Kyuhyun berucap dengan nada tinggi. “Tapi aku hanya mengatakan sesuai kenyataan Kyuhyun,” ujar Sooyoung. Segeralah dia balikan tubuh ke depan. “Rasanya aku ingin melihat keindahan pahatan wajahmu Kyuhyun, pasti banyak yang menyukaimu.” Ia melanjut, sebuah senyuman tulus tersungging.

“Sooyoung!” Tangan itu kembali mendekap tubuh ringkih Sooyoung. Aroma strawberry menguar dari tubuh sang terkasih. Aroma kesukaan Kyuhyun dan sudah akrab dengan indera penciuman nya. Di kecupnya pucuk kepala Sooyoung. “Jangan berbicara seperti itu, kau bisa melihatnya Sooyoung! Meski secara tidak langsung.”

“Baiklah Kyuhyun.”

Di lepasnya dekapan itu. Keheningan melanda keduanya. Kyuhyun mengalihkan pandangan kearah sang rembulan yang bersinar cerah di atas sana. Baginya, bulan itu seperti Sooyoung. Meski bentuknya bulat dan warna yang abu-abu penuh dengan lubang-lubang jika dilihat secara langsung—jika kita berada di luar angkasa. Tapi sinarnya mampu menyinari malam ini, seperti Sooyoung yang memancarkan sebuah sinar yang terang.

Sooyoung, sang wanita hanya memainkan jemari tangan nya. Tidak menikmati atas keindahan disini. Dia tersenyum miris. Di matanya hanya tampak sebuah kegelepan dan kekelaman, belum menemukan sebuah titik cahaya.

Cho Kyuhyun dan Choi Sooyoung.

Kedua insan manusia yang terlibat dalam permainan takdir ini sudah menjalin hubungan dewasa sejak dua tahun yang lalu. Keduanya belum merencakan sebuah pernikahan dan menunda nya dahulu. Karena menurut keduanya, pernikahan harus dalam pemikiran yang matang. Bukan permainan yang hanya ingin mendapat kesenangan belaka.

“Sooyoung?”

Suara baritone Kyuhyun menyadarkan sang wanita dari lamunan panjang nya. Sooyoung hanya merasa kalau kepalanya untuk menyentuh salah satu anggota tubuh Kyuhyun, insting-nya mengatakan itu bahu lebar milik kekasihnya. Tangan Kyuhyun memoles surai ebony-nya dengan kelembutannya.

“Sekarang aku tengah berdampingan dengan seorang Dewi. Mungkin aku sempat mengira dia adalah Dewi Aphrodite, karena wajahnya yang sangat cantik juga manis bahkan hampir terkalahkan oleh kecantikan Aphrodite. Tapi ternyata dia juga manusia yang tidak mempunyai kekuasaan, sama sepertiku,” Kyuhyun berujar namun terhenti sejenak. “Dia itu adalah seorang Dewi yang di utus Tuhan untukku dan mewarnai hariku.”

Di peluknya Sooyoung dari samping. Sang wanita hanya bisa menikmati setiap perlakuan yang dilakukan Kyuhyun. Membuatnya begitu nyaman. Perlahan, Sooyoung menarik kedua sudut bibirnya. Senyum yang sempat memudar sekarang kembali tampak. Kata-kata Kyuhyun tadi sungguh sangat manis, rasanya kedua pipi Sooyoung memunculkan sebuah semburat berwarna merah jambu di kedua pipi nya.

Kyuhyun menahan tawanya. Segeralah dia angkat dagu Sooyoung dengan hati-hati, untuk lebih menelusuri seluk-beluk wajah manis ini. Dia tahu Sooyoung merespon perbuatannya. Di tatapnya kedua mata itu dalam, walau sang wanita tidak dapat membalasnya. “Sekarang aku melihat sosoknya. Lihat! Di kedua pipi nya terdapat warna merah, semakin manis saja ya!” Kyuhyun menyentuh pipi Sooyoung.

“Kyuhyun!!!”

Dengan sekuat tenaga walau akhirnya menimbulkan rasa sakit, Sooyoung menjauhkan wajahnya dari Kyuhyun. Ucapan sang pria malah akan membuat kedua pipi nya semakin panas bukannya mereda! Pria itu memang terkadang suka sekali bersikap menyebalkan, anehnya Sooyoung menyukainya.

Kyuhyun terkikik geli. Kelakuan wanita-nya yang sangat polos serta menggemaskan membuat tangan Kyuhyun gatal, terasa ingin mencubit hidung serta pipinya. “Astaga, Choi Sooyoung.” Kyuhyun kembali menyatukan tangan mereka berdua yang sempat berpisah dan merangkul bahu milik sang gadis.

“Kyuhyun, kau tahu. Rasanya aku sangat beruntung bisa memilikimu.” Ujar Sooyoung sambil membalas pelukan Kyuhyun. Mereka saling berbagi kehangat ditengah keheningan malam. Sooyoung menyukai ini.

Sang pria Cho ini menghela napas panjang. Entah kenapa dada nya sekarang di penuhi oleh kupu-kupu yang berterbangan disana. Senang sekali mendengar ucapan sederhana Sooyoung, namun begitu bermaksa bagi Kyuhyun. “Apalagi aku Sooyoung. Sangat beruntung bila bisa dipersatukan oleh wanita yang sangat baik sepertimu.”

Perlahan, senyuman Sooyoung memudar. Deretan kalimat yang terucap dari belah bibir Kyuhyun rasanya membuat hatinya mencelos. Sakit dan sesak yang dirasa. Baginya, ucapan tadi bermakna lain. Sedikit dia renggangkan balasan pelukan. Sooyoung tidak menjawab.

Kyuhyun belum menangkap balasan dari Sooyoung. Dia segera melihat ke rupa wajah sang kekasih, pandangan gadisnya meredup dengan wajah datar dan tidak ada senyum sama sekali. Padahal sebelumnya, sebuah lengkungan bibir selalu menghiasi wajah Sooyoung. Juga, tangan gadis itu yang merenggang.

Dan dia merasa ada berubah dengan sikap Sooyoung sekarang, semenjak dia berucap terakhir tadi. Maka dari itu sekarang Kyuhyun tengah mencerna setiap deretan kalimat tadi, mengoreksinya kembali. Takutnya ada kosa kata yang salah dan mengakibatkan makna lain bagi Sooyoung.

YA!

Kyuhyun tertegun. Benar saja. Ucapan tadi benar-benar ada sedikit kesalahan. Kalimat itu telah berhasil memenjarakan Sooyoung dalam takdirnya yang buruk. Namun wanita itu begitu menerimanya dengan ikhlas, tapi dia selalu menjalani hidup ini dengan penuh semangat. Tanpa henti, Kyuhyun merutuki kebodohan nya. “Maaf Sooyoung.” Gumam Kyuhyun.

“Ibu Ayah, kenapa semuanya begitu gelap? Aku tidak bisa melihat apa-apa. Ayolah salah satu dari kalian masih ingin menjahiliku sehingga mematikan lampu bukan?”

“Kyuhyun, maafkan aku?” suara Sooyoung bernada lemah menyapa lembut telinga Kyuhyun. Di jauhkan segera tubuhnya dari dekapan Kyuhyun sehingga terlepas, jarak diantara mereka terjauh.

Alis tebal yang bersembunyi di poni magenta-nya mendekat satu sama lain, sebuah tanda kalau dia merasa keheranan. “Hey, kau kenapa Sooyoung? Bukankah kau tidak pernah melakukan kesalahan padaku kenapa harus meminta maaf?” di angkatnya kembali dagu Sooyoung. Pandangan Kyuhyun menjauhi Sooyoung sesaat sebelum menatapnya kembali.

“Aku bukan wanita yang sempurna Kyuhyun. Aku tahu kita harus menunda pernikahan. Tapi kenapa kau masih memilihku?! Kenapa kau tidak melepasku saja? Aku tidak sepadan lagi denganmu Cho Kyuhyun yang sempurna!” Sooyoung berdiri, tadi dia berucap dengan nada tinggi. “Seorang gadis buta… Sepertiku, tidak pantas bersanding dengan orang setampan dan sekaya Cho Kyuhyun.”

Pandangan lembut berubah menjadi pandangan tajam. Kyuhyun berdiri. Sungguh, apakah telinganya tidak bermalah sekarang? Kalau dia akhirnya Sooyoung mengatakan seperti itu, Tuhan harusnya menulikan telinganya agar tidak mendengar kalimat menyakitkan itu.

“A-apa yang kau katakan Sooyoung? Jangan berbicara sembarangan! Apakah kau sedang mabuk?” Di pegangnya tangan Sooyoung, namun segera di tepisnya dengan kasar.

“Berhenti berkata seakan kau kasihan padaku Cho Kyuhyun! Aku tidak membutuhkan seseorang yang hanya mengasihaniku dan secara terpaksa menjalin hubungan! Aku tidak suka di bohongi!” Kedua mata cantik itu tidak kuat lagi menaham sekumpulan air mata yang sudah mengenang di pelupuk mata miliknya. Pertahan Sooyoung runtuh sudah.

Tidak! Kyuhyun sama sekali tidak terbeban dengan keadaan Sooyoung yang sudah tidak ‘sempurna’ lagi seperti sekarang. Semua ini malah membuatnya ingin lebih melindungi Sooyoung dan lebih memperluas kecintaan nya terhadap wanita itu.

“Aku tidak pernah bersikap seperti itu Choi Sooyoung! Tidak pernah terlintas di benakmu kalau kau adalah beban bagiku sekarang, tidak!” Sang pria Cho berusaha menetralkan napasnya yang tidak beraturan, dia takut malah membentak Sooyoung. Walaupun akhirnya akan tersulut emosi juga. “Apakah kau tidak pernah melihat ketulusan dari mataku Sooyoung?”

[Kau adalah pria yang paling bodoh Park Chanyeol]

Cho Kyuhyun bodoh! Batin nya. Kembali merutuki diri sendiri, perkataan yang sebelumnya harus dirangsang oleh otak kemudian di keluarkan lewat ucapan. Ucapan nya tadi tidak bisa terkontrol sama sekali. Perkataan nya sungguh frontal dan tanpa menyaringnya untuk lebih jernih lagi.

Sooyoung berbalik. Salah satu sudut bibirnya terangkat sempurna, senyuman sinis. Baru kali ini Kyuhyun melihat betapa menyeramkannya senyuman itu, sebelumnya Sooyoung tidak pernah menunjukannya. Hanya sebuah senyum tulus yang kerap di lihat Kyuhyun. Bukan senyuman seperti ini.

See? Kau sendiri yang berkata seperti itu? Jadi tak perlu mengelak lagi kalau kau hanya menganggap aku selama ini sebagai beban!” kata Sooyoung tenang. Tangan miliknya yang diam sekarang bergerak kembali, meraba-raba sebelahnya untuk menemukan tongkat yang selama ini telah membantu dalam berjalan.

Dalam hati Sooyoung bersorak. Tangannya berhasil mendapatkan benda panjang yang di carinya. Namun, air mata terus mengalir deras dari pelupuk matanya. Masih tidak percaya jika akhirnya ucapan ‘kotor’ itu keluar langsung dari bibir Kyuhyun. Ternyata selama ini, pria itu tidak mencintainya lagi semenjak ‘mimpi buruk’ Sooyoung di mulai. Hanya memanfaatkannya sebagai butiran debu yang tidak berarti.

Tongkat berwarna batang kayu itu di gerakan Sooyoung, berpindah tempat dengan cekatannya. Gadis itu melangkah perlahan. Untuk menjauhi Kyuhyun dan meninggalkan status mereka yang sekarang ini sudah tidak jelas lagi.

Mata elang Kyuhyun meredup. Memandangi punggung Sooyoung yang menjauhinya perlahan. Namun sebuah cahaya yang sebelumnya memudar kembali bersinar terang dalam hati kelam Kyuhyun, memberi kesempatan bagi sang manusia untuk menggapai semuanya sebelum terlambat. Pria Cho membulatkan tekadnya. Menyusul sang—hmm, apakah masih pantas di terkasih?

“Aku mohon Sooyoung, jangan tinggalkan aku.”

Kyuhyun memeluk Sooyoung dari belakang. Untuk menghalangi sang gadis dalam melangkah. Di dekapnya erat seolah tidak mau melepaskannya lebih jauh lagi. “A-aku tidak sengaja mengatakannya Sooyoung. Aku mohon, berilah aku kesempatan satu kali lagi dan aku akan memperlakukanmu dengan baik. Malah lebih baik lagi.”

Tubuh itu dan kaki itu terasa melemas sempurna kala tubuh Kyuhyun berhasil menubruknya kemudian memeluk dengan sangat erat. Bisa dirasakan Sooyoung, deru napas tenang Kyuhyun di belakang punggungnya. Tubuhnya sendiri rendah. “Baiklah,” ucapnya lirih.

Helaan napas lega dikeluarkan Kyuhyun. Dibalikannya dengan hati-hati tubuh Sooyoung yang melemah, menuntun wanita itu untuk memulai kembali pembicaraan mereka yang sempat terpotong dengan sebuah peristiwa, sempat membuat hati keduanya hancur berantakan namun mereka berhasil untuk menyusun dan kemudian menyatukan hati itu kembali.

Sooyoung mengambil napas. “Uh! Alangkah indahnya jika aku bisa melihat kembali langit malam ini. Sekarang saja aku tidak tahu apakah keindahanya masih ada atau malah menjadi lebih bertambah?” sang wanita memulai percakapan dengan sedikit gurauan, untuk memecah keheningan diantara keduanya yang sempat ada beberapa detik.

“Bertambah indah Sooyoung. Aku melihat bintang disana bersinar dengan terangnya, seakan ingin banyak orang yang melihat betapa indahnya dia dan juga kehebatan Tuhan. Ah, jangan lupakan bulan itu juga yang tidak pernah dikalahkan oleh sang teman sendiri.” Sahut Kyuhyun. Tangan nya sedikit terangkat ke udara hanya untuk menunjuk kedua benda langit itu, meski…. Sooyoung tidak melihatnya.

Semenjak kejadian ‘itu’ membuat hari-hari tidak indah harus dilewati Sooyoung. Tapi dia harus menerimanya, walau sebenarnya kejadian ‘itu’ memang dia sendiri yang lalai melakukannya. Sooyoung mencoba menerimanya dengan ikhlas tanpa penyesalan. Semua dilakukannya dengan hati yang riang hanya untuk mencoba melupakannya.

Namun semuanya bagaikan film di bioskop yang terus diputar dan di putar tanpa tahu kapan penayangan nya selesai. Membuat Sooyoung harus kembali menonton film itu dengan hati yang berserakan.

Saat itu langit memang sedang dituruni embun dan entah kenapa. Rumahnya memang berada di komplek perumahan yang sepi, namun begitu nyaman ditinggali karena jauh dari jalan raya yang berisik. Sehingga banyak para pengusaha atau pejabat memilih tinggal disana untuk menjernihkan pikiran mereka.

Dan sebuah kecelakaan tragis menimpa Sooyoung. Sebuah truk besar penabraknya sehingga kehilangan kendali dan menabrak sebuah pohon besar, tubuhnya sedikit terpental hingga mengenai salah satu serpihan kaca yang pecah. Mengenai matanya.

“Kyuhyun aku tidak sempurna? Masih maukah kau menerimaku sebagai pendampingku tanpa ada paksaaan?” Di pegangnya kedua tangan Kyuhyun dengan erat, meski bola matanya tidak dapat melihat mata elang Kyuhyun. “A-aku hanya menginginkan sebuah ketulusan saja Kyuhyun, tidak lebih.”

Kedua lengkungan bibir bernama senyuman itu berhasil kembali terpahat diwajah tampan Kyuhyun. Tangan nya terangkat, memoles surai Sooyoung dengan kelembutan nya. Kemudian memeluk gadis itu juga mengusap punggungnya.

“Aku menerimamu apa ada nya Sooyoung. Hati, pikiranku serta semuanya hanya tertuju pada satu wanita bernama Choi Sooyoung. Aku tidak perduli apa kata orang-orang disana terhadapmu. Yang pasti semua itu malah menjadi tantangan tersendiri bagiku untuk lebih sabar, melindungimu, juga semakin membuka lebar hatiku kepadamu. Kau mengerti sayang?”

Di balasnya pelukan Kyuhyun dengan erat. “A-aku mengerti Kyunnie. Terimakasih atas segalanya yang telah kau berikan kepadaku. Aku mencintaimu.”

“Aku lebih mencintaimu.”

.

.

.

Sebuah cinta tidak akan pernah memandang seberapa jeleknya orang itu.

Sebuah cinta hanya menginginkan ketulusan.

Cinta yang tulus adalah cinta yang abadi, sampai maut yang memisahkan sekalipun cinta tulus itu akan tetap hidup.

 

 

 

 

 

 

 

 

END

Hallo!!! Aku comeback lagi dengan Oneshot, gimana hasilnya?! Semoga terhibur ya semuanya ^^ Jangan lupa tinggalin comment nya lho 🙂

11 thoughts on “[OS] The Night

  1. Putri Fitriani May 30, 2015 / 9:08 PM

    Wahhhh
    Daebakk
    Suka banget sama ceritanya
    Ditunggu ff yang lain ya

  2. ndah May 30, 2015 / 9:36 PM

    sedikit bingung diawal”

  3. Mutya May 31, 2015 / 7:51 AM

    Ffnya keren banget thor. Kyuppa bener2 sayang sama soo eonni. Tp masih bingung jug sih gimana cara pertemuan pertama kali mereka. Ditunggu deh ff kyuyoung lainnya ^^

  4. icha dewi May 31, 2015 / 10:16 AM

    terharu banget saling sabar dan melengkapi satu sama yg lain

  5. Rizky NOviri May 31, 2015 / 2:53 PM

    alurnya kecepetan.. td kn bertengkar dgn hebohnya.. udh d maapin gitu aja.. :3
    minta sequel boleh??? 😀 #modus

    overall… Kece😉

  6. syiyoung May 31, 2015 / 3:12 PM

    kyuppa so sweet

  7. Choi Je Kyung May 31, 2015 / 10:28 PM

    Aku suka… hanyakan alurnya agak cepat chingu. Juga, aku kurang dapat feel-nya.

    Ff lainnya di tunggu yah.

  8. dindadey May 31, 2015 / 10:57 PM

    kebawa perasaan soo pas baca :” tp emg ketulusan yg diperlukan. cukup bagus ceritanya…

  9. Ki June 2, 2015 / 8:01 PM

    Sedikit bingung pada bagian awal,
    Trus alurnya sedikit cepat..
    But kyuhyunnya keren bagett…

  10. Risqi June 6, 2015 / 7:45 PM

    ternyata sooyoung buta ya? kasihan sih dia nggak bisa melihat indah nya dunia lagi. tapi sooyoung beruntung mempunyai kekasih seperti kyuhyun yang bisa menerima nya adanya. kyuhyun nggak meninggalkan sooyoung meskipun sooyoung punya kekurangan. justru dia ingin selalu melindungi sooyoung. so sweet…

  11. yuki-chan June 9, 2015 / 2:31 PM

    Waahh. Sweet banget ya, aku suka. Niceff!!^^~.
    Tp itu park chanyeol jd siapa ya?
    Keep writing !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s