[FREELANCE] GHOST

Title : GHOST
Author : EvvaRohhayati
Cast(s) : Choi Soo Young, Jung Kyung Ho, and Other
Rated : PG16 (?)
Genre : Mystery, agak Horror, agak Action (?), Romance
Thanks for poster redbabyred @ Indo Fanfictions Arts

image

Fanfiction ‘Ghost’ ini, saya akui bukan murni hasil pemikiran author. Author tidak berniat untuk menjiplaknya, hanya sekedar hiburan. Fanfiction ini diadopsi dari serial drama ‘Ghost/Phantom’ author hanya mengganti cast dan hanya mengambil satu permasalahan yg terdapat pada beberapa episode dalam drama tersebut, bisa dibayangkan jika author menulis secara keseluruhan hasilnya pasti akan sangat panjang, mengingat terdapat 20 episode di dalamnya. Author tegaskan, ini hanya sekedar HIBURAN semata, author tidak berniat melakukan plagiat. Dan terimakasih untuk http://cakrawala-senja-1314.blogspot.com/2012/06/review-ghost-episode-7-8.html  yg sudah menyediakan sinopsisnya, itu memudahkan saya untuk menulis ulang kembali dengan cast yang berbeda.

Warning :
-Typo? sangat mungkin terjadi, tp author telah mengusahankan yg terbaik untuk membuat readers merasa nyaman dengan berusaha sebaik mungkin dalam peng-editan supaya tidak terjadi typo dalam jumlah yg banyak.
-Bahasa dan tata cara ucapan yg sulit dipahami? maklumilah, karena saya author pemula dan masih amatiran dalam menulis ff.

Author POV (full)

Choi Soo Young adalah satu-satunya anggota wanita dalam Tim Satu Kepolisan Anti Kejahatan Dunia Maya (Polisi Cybercrime). Saat ini Soo Young diminta untuk menyelidiki kasus bunuh diri yang terjadi di SMA Seong Yeon. Karena tak terbiasa menangani kasus berupa hal itu, Soo Young mencoba untuk menolaknya, terlebih karena SMA Seong Yeon menyimpan kenangan buruk dimasa lalunya.

“Ketua Tim, apa kau tidak bisa memberikan kasus ini pada anggota lain? Aku ini perempuan,” rajuk Soo Young pada Ketua Tim Satu Kepolisian Anti Kejahatan Dunia Maya, Jung Kyung Ho.

Oppa lebih tau siapa yang cocok menyelidiki khasus ini, bukankah kau juga lebih mengenal sekolah itu dari anggota yang lain?” jawab Kyung Ho yang masih sibuk membaca berkas-berkas berbagai khasus yang harus ia tangani.

“Yak! Baiklah, tapi aku tidak yakin akan berhasil nanti,” jawab Soo Young pasrah.

Soo Young segera pergi dan keluar dari ruangan Ketua Tim Jung.

***

SMA Seong Yeon adalah salah satu SMA elit di Korea dengan kurikulum terbaik dan siswa-siswa pilihan. Tidak seperti anak SMA biasanya, di sekolah ini, para siswa hanya tahu belajar dan mendapatkan nilai tinggi untuk mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan mereka.
Suatu hari saat SMA Seong Yeon sedang membuat liputan Dokumentasi, tiba-tiba ada anak yang bertingkah aneh karena stress.

Tak lama berselang dari insiden itu, seorang siswa ditemukan bunuh diri di sekolah ini. Ada dugaan bahwa siswa tersebut tewas karena bunuh diri dengan meloncat dari atap gedung karena ditemukan ID card siswa tersebut di atas atap. Penyebab dia bunuh diri kemungkinan adalah stress dalam menghadapi ujian, namun polisi mencurigai adanya tindakan pem-bully-an yang terjadi di sekolah tersebut, karena laporan email milik siswa yang bunuh diri tersebut dihapus 10 menit setelah dia bunuh diri.

Polisi yang menyelidiki kasus ini pun meminta bantuan pada Polisi Cybercrime untuk memulihkan email yang terhapus ini, untuk mengetahui penyebab sebenarnya kematian siswa tersebut. Choi Soo Young lah yang bertugas menyelidiki kasus tersebut.

Soo Young ternyata salah satu lulusan sekolah tersebut, dia memiliki kenangan buruk saat SMA yang menyababkan dirinya memutuskan untuk menjadi polisi Cybercrime.

***

Sore itu, di tengah derasnya hujan Soo Young memutuskan untuk melihat-lihat tempat yang harus ia investigasi. Saat Soo Young datang ke sekolah itu, dia melihat seolah-olah ada siswi yang akan bunuh diri, “Ommona!” Soo Young berteriak dengan suara yang cukup keras, ia berlari menerjang hujan dan dengan sengaja menjatuhkan payung yang ia bawa.

Saat sosok itu terjatuh dari atas, ternyata itu hanya sebuah maniken yang mengenakan pakaian SMA. Saat Soo Young melihat ke atas atap, ada seorang siswi yang sengaja menjatuhkan maniken tersebut.

Dengan bersegera Soo Young berlari melewati koridor dan menaiki beberapa anak tangga untuk menuju ke atap. Siswi itu bersembunyi di tempat yang sekiranya cukup aman, namun Soo Young terus mengejarnya, dan berhasil menangkap siswi tersebut.

“Aku rasa aku masih sangat hafal tempat ini, tak sulit untuk menemukanmu yang bersembunyi di tempat yang masih sangat aku ingat,” ucap Soo Young yang berdiri di belakang siswi yang masih membelakanginya. Siswi tersebut akhirnya harus pasrah dan berbalik menatap Soo Young.

“Sekarang katakan apa yang kau tau akan kasus ini!” ucap Soo Young.

“Tunggu dulu, siapa namamu? Choi Jin Ri? Marga kita sama,” lanjutnya lagi menerka-nerka name tag yang tertera pada baju siswi itu. “Aku dengar kau pernah bersekolah di sini? Seharusnya kau tau legenda itu,” jawab Jin Ri
Soo Young yang mengerti arah pembicaraan siswi itu hanya bisa diam.

Dari siswi itulah Soo Young mendengar kabar bahwa kematian siswa yang mati bunuh diri bukanlah bunuh diri biasa. Siswi yang bernama Cho Jin Ri tersebut tiba-tiba mengungkit Legenda Lembar Jawaban yang membuat Soo Young teringat pada masa lalunya saat SMA.

Setiap menjelang masa ujian, saat semua kelas telah berakhir, ada sesosok hantu perempuan yang akan menyimpan lembar jawaban yang berisi semua jawaban dari ujian yang akan para murid jalani di salah satu loker murid SMA Seong Yeon. Murid yang menerima Lembar Jawaban itu akan mendapatkan peringkat pertama namun tak lama Murid tersebut akan bunuh diri.

Jin Ri percaya, bahwa temannya yang mati itu mendapatkan lembar jawaban tersebut hingga dia tewas bunuh diri.

Cerita ini membuat Soo Young teringat pada masa lalunya. Saat SMA, Soo Young adalah siswi yang cerdas, dia berasal dari keluarga berada dan selalu menduduki peringkat pertama disetiap ujian. Dia bersahabat dengan Im Yoon Ah , siswa yang terbilang biasa saja dan dari keluarga yang biasa.

«Flashback»

Soo Young dan Yoon Ah pernah membicarakan tentang Legenda Lembar Jawaban tersebut dan Yoon Ah  berharap bisa mendapatkannya meskipun sebenarnya dia tak percaya tentang mitos semacam itu.

“Soo, apa kau percaya Legenda Lembar Jawab itu benar-benar ada?” tanya Yoon Ah pada Soo Young ketika bel istirahat baru berbunyi.

Anniyo,” jawab Soo Young sembari membereskan buku-bukunya ke dalam tas.

“Sebenarnya aku tidak percaya akan mitos itu, tapi jika Lembar Jawab itu benar-benar ada, maka aku sangat berharap bisa mendapatkanya. Oh iya, pelajaran apa setelah ini?”

“Matematika ” jawab Soo Young.

Ommo! Pelajaran Tuan Kim Songsaengnim, guru killer di SMA Seong Yeon. Mati, aku belum menyelesaikan tugas darinya,” ucap Yoon Ah sambil menepuk jidatnya.

“Lalu kau mau apa? Mau meminjam bukuku dan menyalinya, eoh?” cibir Soo Young yang seakan mengerti kebiasaan sahabatnya itu, sembari melempar bukunya pada Yoon Ah.

“Kau tau saja, gomawo untuk ini, hehehehe,” jawab Yoon Ah.

Ne. Ujian tiga hari lagi, belajarlah dengan giat!” jawab Soo Young yang segera berlalu pergi.

***

Ujian akhir telah usai dua minggu yang lalu. Kini semua siswa di SMA Seong Yeon tengah berkumpul untuk memastikan dirinya lulus atau tidak dengan dipenuhi ketegangan yang menerpa hari ini.

Yoon Ah ahirnya mendapatkan peringkat pertama mengalahkan Soo Young, ini membuat Soo Young sedikit sedih.

Saat siswi lain tak percaya pada kemampuan Yoon Ah, mereka menuduh Yoon Ah mendapatkan Lembar Jawaban yang berisi jawaban benar hingga mereka mem-bully Yoon Ah, Soo Young hanya bisa diam dan tak menolong Yoon Ah yang dikurung di gudang oleh para siswi yang iri pada kenaikan prestasi Yoon Ah. Saat itu Yoon Ah meminta Soo Young membukakan pintu, tapi Soo Young tak melakukannya. Hingga akhirnya Yoon Ah ditemukan tewas bunuh diri dengan melompat dari atap gedung.

Soo Young tertekan karena hal ini, dia pun mencoba bunuh diri dengan berusaha memotong nadinya, namun Jung Kyung Ho yang ditugaskan untuk menyelidiki Ponsel Yoon Ah yang ikut hancur saat Yoon Ah melompat, menemukan Soo Young yang berusaha bunuh diri.

Kyung Ho melihat Soo Young yang menangis dan menyalahkan dirinya atas kematian Yoon Ah. Kyung Ho mendekat dan berusaha menenangkan Soo Young dengan memberikan sentuhan pada punggung Soo Young yang berguncang hebat akibat tangisan penyesalannya. (Itulah pertemuan pertama Soo Young dan Kyung Ho)

«Flashback off»

Seakan tersadar dari lamunanya beberapa saat yang lalu, Soo Young kembali menanyakan hal yang mungkin berkaitan akan kasus bunuh diri yang sedang ia tangani, pada Jin Ri.

“Bukankah legenda itu tidak benar-benar ada?” tanya Soo Young pada gadis di hadapanya.

“Tapi sebagian siswa di SMA Seong Yeon mempercayainya,” jawab Jin Ri yakin.

“Apa kau mengenal Lee Tae Min, siswa yang bunuh diri itu?” tanya Soo Young lagi.

“Tidak terlalu, kami tidak begitu akrab. Hanya saja, kami mengikuti ekstrakurikuler yang sama.”

“Oh begitu. Ujian Akhir sudah dekat, lupakan Legenda Lembar Jawab, lupakan kasus bunuh diri ini dan belajarlah lebih giat. Fighting!” ucap Soo Young bersemangat.

Gomawo Eonni.”

***

Ada kejadian horor saat Soo Young meyelidiki kasus ini. Tak lama setelah kematian siswa yang bunuh diri, ada siswi lain yang bunuh diri, di tempat yang sama dengan tempat bunuh diri siswa sebelumnya.

Kali ini yang meninggal adalah seorang siswi yang secara latar belakang kehidupan tak ada hubungannya dengan siswa yang mati sebelumnya. Sesaat setelah kematiannya Soo Young langsung ke kamar siswi tersebut, mengecek e-mailnya, apakah dia mendapatkan e-mail yang sama dengan yang didapatkan siswa yang mati sebelumnya, yaitu email tentang Legenda Lembar Jawaban. Ternyata siswi itu tak mendapatkannya, tapi Soo Young menyadari ada orang yang baru saja mengotak-atik komputer siswi yang meninggal tersebut.
Soo Young ingat dia melihat seorang gadis berpita putih menjauhi kamar siswi yang mati. Soo Young berlari dan terus mencoba menemukan siswi berpita rambut itu, saat melihat sosoknya Soo Young mengejar siswi tersebut hingga dia masuk ke gudang olah raga. Soo Young terkunci di gudang olah raga.

Dia teringat saat Yoon Ah dikurung di situ, ia kembali men-flashback kenangan buruk beberapa tahun yang lalu, hingga akhirnya ia hanya bisa terdiam dan terpaku saat wajah itu kembali datang seteleh sekian lama tak ia jumpai. Soo Young melihat sosok Yoon Ah, Soo Young berteriak dan menggedor-gedor pintu berharap seseorang di luar mau membukaknya.

Sosok Soo Young semakin mendekat ke arah Soo Young, dan tangan Yoon Ah mulai menggerayangi wajah Soo Young dari belakang, Soo Young sangat ketakutan, saat tangan Yoon Ah menggapai lehernya, dia berteriak ketakutan.

Untungnya pintu terbuka, Kyung Ho datang membukan pintu gudang olahraga untuk Soo Young. Soo Young merasa sangat lega melihat kedatangan Kyung Ho, tanpa sadar dia pun memeluk Kyung Ho yang membalas pelukannya untuk menenangkan Soo Young yang tubuhnya masih gemetaran dan terisak begitu kerasnya. Soo Young masih mengalirkan air mata, ia terus menakis dalam pelukan Kyung Ho.

“Berhentilah, bukan polisi seperti kau ini yang menjadi anak buahku, aku butuh polisi yang kuat dan tidak cengeng seperimu. Kau ini polisi, berhentilah menangis,” ucap Kyung Ho mencoba menenangkan Soo Young.

Seakan tuli saat itu, Soo Young tak sama sekali mendengarkan perkataan Kyung Ho, Soo Young masih terus menangis kala itu. Bahkan Soo Yong semakin kencang dalam tangisnya. Namun sesaat kemudian isakan itu terhenti ketika Soo Young merasakan sesuatu yang lembut sudah dengan angkuh menempel di bibirnya. Ketika matanya mulai jelas melihat apa dan siapa, Soo Young melihat Kyung Ho sedang menatapnya sementara bibir mereka masih saling bertemu. Pria itu kemudian buru-buru menjauhkan diri dari Soo Young.

Mi-Mianhae. Ha-hanya itu cara yang bisa aku lakukan supaya kau berhenti menangis. Sungguh aku tidak bermaksud bersikap kurang ajar padamu. Sekali lagi aku minta maaf.”

Beberapa menit berlalu setelah Kyung Ho menjelaskan. Tapi Soo Young masih saja diam dan justru membuang muka menghindari tatapan atasannya itu.

“Soo …,”

“Sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini.” Soo Young berusaha bersuara sewajar mungkin walaupun dia masih enggan menatap Jung Kyung Ho.

Kyung Ho buru-buru melepas jasnya dan memakaikan pada tubuh Soo Young membuat gadis itu tertegun.

Karena tangan Soo Young terluka, Kyung Ho mengobatinya di ruangan UKS. Soo Young menceritakan Legenda Lembar Jawaban yang beredar karena kasus kematian dua murid SMA Seong Yeon.

“Legenda Lembar Jawaban,” seakan tak sadar, Soo Young mengucapkan kalimat itu dengan tatapan kosong.

Mwo?” Kyung Ho yang bingung akan perilaku Soo Young kala itu, menyadarkan Soo Young yang tengah melamun.

Ani.” Soo Young tersadar akan lamunannya.

“Ceritakan saja padaku!”

“Bukan apa-apa.”

“Kau berbohong ” ucap Kyung Ho yang masih dengan tenang membalut luka Soo Young dengan perban.

“Dulu, setiap ujian akhir semakin dekat, pasti legenda itu akan tiba-tiba datang, dan sampai sekarang legenda itu masih berlaku,” ucap Soo Young.

Legenda itu memang telah lama ada, namun kematian Yoon Ah tak ada hubungannya dengan Legenda itu. Yoon Ah memutuskan bunuh diri karena kondisi keluarganya dan sikap Soo Young yang menjauh setelah Yoon Ah mendapatkan peringkat pertama (karena itulah So Young menyalahkan dirinya atas kematian Yoon Ah)

>>

Kyung Ho meninggalkan Soo Young di ruang UKS untuk menyelidiki kasus ini. Soo Young melihat catatan medis dan menyadari persamaan antara dua orang murid yang tewas bunuh diri.

Saat mereka mati, tangan kiri mereka diperban karena terluka. Soo Young pun mencari tahu penyebab terlukanya tangan kiri mereka berdua.

Ternyata mereka berdua melukai tangan kiri mereka dengan sengaja, guru menduga karena stress menghadapi ujian.
(Sebenarnya bukan, tapi itu merupakan salah satu syarat yang harus mereka penuhi untuk mendapatkan kunci jawaban dari seseorang yang menjanjikan Legenda Lembar Jawaban.)

Di lain tempat Kyung Ho menemukan bukti bahwa melukai tangan merupakan salah satu syarat yang harus mereka penuhi untuk mendapatkan kunci jawaban dari seseorang yang menjanjikan Legenda Lembar Jawaban. Bukti tersebut Kyung Ho temukan saat dia menyelidiki ponsel siswi yang baru saja tewas. Dari ponsel itu pula lah Kyung Ho pun mengetahui bahwa setelah melukai tangannya mereka disuruh ke ruang seni dan membuka jendela paling ujung, saat membuka jendela tersebut, mereka akan menemukan sebuah kertas yang ditempel pada sebuah pilar dan mereka harus mengambil kertas itu.

>>

Secara tidak sengaja, Soo Young pun mengetahui bahwa para murid yang tewas itu sama-sama masuk keruang seni. Soo Young membuka jendela paling ujung dan melihat kertas yang ditempel di pilar. Saat dia berpegangan pada pinggiran jendela saat akan mengambil kertas itu, tangan kiri yang diperban terlepas karena licin.

Ani!” teriak Soo Young
Soo Young hampir saja terjatuh, untungnya Kyung Ho datang dan menyelamatkan Soo Young, karena Kyung Ho sudah tahu penyebab sebenarnya kematian kedua murid SMA Seon Yeong itu. Kematian mereka bukanlah karena bunuh diri, tapi pembunuhan berencana yang dipersiapkan dengan rapi, tanpa harus pelaku turun tangan untuk membunuh keduanya, sehingga mereka berdua dinyatakan bunuh diri.
Pembunuhnya sengaja mengirimkan pesan dan kedua murid tersebut, email tersebut berupa sebuah games untuk mendapatkan Kunci jawaban ujian. Isi email tersebut adalah petunjuk untuk melakukan hal-hal di luar kebiasaan, salah satunya melukai telapak tangan kiri mereka. Lalu mereka disuruh ke ruang seni, membuka jendela paling ujung, dan mengambil kertas yang ditempel di pilar, karena tangan kiri mereka yang diperban membuat pegangan tangan mereka licin. Hal tersebut membuat mereka terjatuh dari jendela ruang Seni dan tewas seketika, karena itulah lokasi kematian keduanya berada ditempat yang sama. Agar kematiannya seolah bunuh diri, pelaku menyimpan identitas korban di atas atap. Semuanya telah terencana dengan baik.

***

Kini tugas Kyung Ho dan Soo Young adalah menemukan siapa pelakunya dan apa motifnya. Setelah menyelidiki persamaan latar belakang korban, ternyata keduanya sama-sama calon penerima beasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi ternama. Dari 10 calon, yang lolos hanya satu, dan kesepuluh orang tersebut, seharusnya tak tahu bahwa mereka telah terpilih. Namun sepertinya salah satu calon penerima beasiswa tersebut menghack komputer di ruang guru dan mengetahui bahwa jika dirinya ingin mendapatkan beasiswa itu, dia harus menyingkirkan calon  lainnya. Soo Young menyimpulkan dari 8 orang murid yang tersisa salah satu dari mereka adalah pembunuhnya. Namun Kyung Ho menambahkan, dan calon lainnya bisa jadi korban berikutnya, karena Kyung Ho yakin pembunuhnya tidak akan berhenti begitu saja.

Ke delapan siswa tersebut diminta berkumpul, tapi ternyata dua orang tidak ada, yaitu Choi Jin Ri , yang identitasnya digunakan pada alamat email pengirim pesan pada kedua murid yang tewas, dan Son Seung Wan (Wendy Redvelvet) , siswa yang berkelakuan aneh saat SMA Seong Yeon melakukan liputan dokumentari. Semua orang mencari Jin Ri  dan Seung Wan.

>>

Soo Young lalu teringat pada tingkah Jin Ri saat mereka bertemu di atap, Soo Young pun berlari melewati koridor, dan saat ia berada di tangga sebuah tangan mencegahnya.

>>

Seorang siswi, membawa maniken berseragam sekolah SMA Seong Yeon ke atap. Dia mencoba melemparkan maniken itu. Tanpa dia sadari ada orang lain di belakangnya yang berusaha mendorong dia dari belakang. Siswi yang membawa maniken itu berbalik, dan dia ternyata Soo Young yang menyamar. Orang yang berusaha mendorongnya kaget, dia adalah Son Seung Wan yang berusaha membunuh Choi Jin Ri.

Kyung Ho membeberkan semua kejahatan Seung Wan, tapi dia mengelak dan berkata dia tidak membunuh mereka, mereka mati karena ulah mereka sendiri yang mengikuti petunjuknya.

“Jangan tangkap aku, aku tidak bersalah. Aku tidak membunuh mereka, aku tak menyuruh mereka untuk menuruti permainan ini. Ini salah mereka,” elak Seung Wan.

“Setelah apa yang kau lakukan, dengan santainya kau bicara seperti ini eoh!” ucap Guru Jung sedikit membentak.

>>

Saat diruang Interogasi, Seung Wan yang sepertinya memang depresi sejak tahu dia harus bersaing dengan 9 murid lain untuk mendapatkan beasiswa, malah membentur-benturkan kepalanya dan akhirnya di bawa kerumah sakit jiwa, dia dinyatakan mengalami ganguan kejiwaan.

***

Choi Jin Ri menduduki rangking pertama pada ujian akhir, tapi karena kasus pembunuhan ini Jin Ri memutuskan mengundurkan diri. Dia sepertinya terlalu takut untuk berada lebih lama di SMA Seong Yeon. Dia menyimpan surat pengundurannya dirinya di tempat meninggalnya kedua murid SMA Seong Yeon.

>>

Usai kasus pembunuhan di SMA Seong Yeon, Soo Young berdiri di atap gedung kepolisian, Kyung Ho datang. Soo Young bercerita, jika bukan karena Kyung Ho, mungkin dia pun sudah bunuh diri seperti Yoon Ah karena merasa bersalah atas kematian sahabatnya itu.

“Jika bukan kau yang menyemangatiku dan menghentikanku saat ingin bunuh diri, mungkit saat ini aku tak akan berada di sini,” ucap Soo Young menatap langit.

“Berterimakasihlah pada Tuhan, karena telah memberimu kesempatan hidup,” jawab Kyung Ho.

“Terkadang kau bisa menjadi Ahjussi Tua yang menyebalkan, tapi …,”

“Ah sudahlah,” Soo Young segera berlalu pergi untuk meninggalkan atap itu.

Soo Young tersenyum seraya melangkah lebih dulu menuju pintu. Namun ketika tangannya hendak memutar kenop, dia tersentak. Kyung Ho menariknya dan secara tiba-tiba menyatukan bibir mereka membua mata Soo Young membulat sempurna.
Ketika merasakan tidak ada perlawanan, kedua tangan Kyung Ho kini beralih memegangi kedua pipi Soo Young sementara bibirnya mulai menjelajahi bibir tipis Soo Young. pria itu sedikit melumat bibir bawah Soo Young. meminta ijin untuk mulai menjelajah lebih dalam. Dan seperti mendapat jackpot ketika Soo Young mulai membalas ciuman manis itu.

1 menit mereka saling berpagutan membuat keduanya saling melepaskan sebelum akhirnya kembali memulai ciuman yang lebih dalam. Dan entah bagaimana, kini tubuh Soo Young sudah bersandar di tembok di samping pintu sementara dia sibuk membalas buaian Kyung Ho di bibirnya. Jemari lentik Soo Youngpun mulai meremas bagian belakang rambut pria itu sementara matanya terpejam karena sensasi nikmat yang dihasilkan tautan bibir mereka.
Hingga tiba-tiba mata Soo Young terbuka lebar merasakan sesuatu bergerak berusaha membuka kancing bajunya. Gadis itu mendorong tubuh Kyung Ho dengan keras membuat ciuman mereka terhenti tiba-tiba.

“YA! DASAR AHJUSSI MESUM! Apa kau lupa kita dimana sekarang?” Soo Young berteriak membuat pria di hadapannya menatapnya polos. Soo Young kembali mendengus kesal berusaha meredakan emosinya barusan. Lalu dia berbalik dan membuka pintu. “Apa kau tidak bisa menunggunya sampai kita tiba di apartmentku?” Kata Soo Young berusaha menyembunyikan senyum malunya.

END

2 thoughts on “[FREELANCE] GHOST

  1. chocoyun June 5, 2015 / 11:27 AM

    wah tumben banget ada ff sooyoung ama kyungho😀 bagus ff nya, horornya terasa

  2. nadasooyoungstersoneelf June 27, 2015 / 2:37 PM

    hahahaha ngakak waktu liat ending nya :v :v
    btw udah lama nunggu ff sooyoung sama kyungho ><
    akhirnya ketemu juga😄
    Nice FF thor ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s