[FREELANCE] 14th of February

“14th of February”
Author : sychacha
Genre : fluff – school life
Cast(s) : Choi Sooyoung – Luhan

“The day to express your true feeling”

Hari ini Sooyoung sangat beruntung, karena para guru sibuk mengurus upacara kelulusan bagi siswa di tingkat akhir maka jam sekolah banyak yang kosong, selain itu Sooyoung juga bisa pulang lebih cepat. Di kepala Sooyoung sudah terbayang novel misteri yang ingin dibelinya hari ini, membuatnya senyum-senyum sendiri seperti orang gila.

“Hei Tiang Listrik, kau ini sudah gila ya? Tersenyum sendiri seperti orang gila.”

Sooyoung bingung. Ada yang mengejeknya. Iya, benar, dia mendengar suara tadi dan dia hafal betul suara siapa itu, suara orang yang senantiasa bertengkar dengannya selama hampir setahun ini. Tapi, mengapa ada suara tapi tidak ada wujud orangnya? Sooyoung sungguh heran. Sooyoung menengok ke kanan, ke kiri, dan ke belakang tapi hasilnya nihil. Suara tersebut tak berwujud.

“Mungkin hanya halusinasiku saja.” Sooyoung bergumam pelan.

“Hei Tiang Listrik! Tiang Listrik!”
Sooyoung melihat ke atas dan tampaklah wujud dari suara tersebut.

“Luhan? Apa yang kau lakukan di atas pohon? Ah, aku tahu, kau pasti bolos kelas, bukan? Dasar tukang bolos!”

“Tiang Listrik, kau ini sok tahu sekali ya? Aku tidak bolos, jam kelasku kosong, jadi tidak ada gunanya aku berdiam diri di kelas.”

“Terserah.” Sooyoung mengangkat bahu dan akan melangkah pergi tapi Luhan memanggilnya lagi.

“Hei Tiang Listrik!”

“Namaku Choi Sooyoung bukan tiang listrik.”

“Iya, iya, Sooyoung-ah, kau mau kemana?”

“Kembali ke kelas.”

“Tunggu sebentar, bisakah aku minta tolong padamu?”

“Minta tolong apa?”

“Bisa berikan ini pada Yoona?” Luhan menunjukkan kotak kecil berwarna pink dengan hiasan pita berwarna merah.

“Berikan saja sendiri.”

“Aku tidak bisa.”

“Kenapa tidak bisa?”

“Karena hari ini dan besok aku sibuk.”

“Berikan saja setelah kau tidak sibuk, kenapa harus membuatku repot, sih?”

“Tidak bisa, harus hari ini, tinggal kau berikan padanya saja, cukup katakan ini pemberian spesial dariku.”

“Spesial? Hadiah spesial Luhan untuk Yoona?” Sooyoung bergumam pelan.

“Hei Tiang Listrik, kenapa kau malah melamun?Aku menyuruhmu memberikan barang ini, bukan melamun.”

“Ugh, kau ini berisik sekali, sih?”

“Ayolah, tolong aku sekali ini saja, please?”

“Ya sudahlah, sini, lemparkan kotak itu!”

“Jangan, ini hadiah spesial tidak boleh sembarangan dilempar, biar aku turun dan memberikannya padamu.” Luhan melompat dan sukses mendarat di tanah dengan selamat. Untunglah.

“Ini, terima kasih sudah mau membantuku.”

“Hm.”

Sooyoung akan melangkah pergi tapi Luhan menahan tangannya. Sooyoung kaget dan langsung menoleh ke arah Luhan, kemudian melihat tangan Luhan yang menahan tangannya. Sungguh drama.

“Apa-apaan kau? Lepaskan tanganku!”

“Aku hanya ingin mengingatkan, sepulang sekolah nanti kita harus mendekorasi sekolah untuk acara valentine besok.”

Glek. Sooyoung baru ingat hari itu h-1 Valentine dan itu berarti dia harus mendekorasi sekolah untuk perayaan valentine yang diadakan pihak OSIS. Pupus sudah harapannya untuk membaca novel misteri terbaru, pupus sudah harapannya untuk memakan cemilan kentang favoritnya, sungguh pupus.

“Dilihat dari ekspresimu sepertinya kau baru ingat padahal kau sudah merencanakan sesuatu sepulang sekolah nanti, benar kan?”

“Bukan urusanmu.” Sooyoung menarik tangannya dari Luhan.

“Dasar laki-laki aneh, jika dia ingin memberi hadiah pada Yoona harusnya berikan langsung pada orangnya, kenapa harus merepotkanku, sih? Tapi … kenapa Luhan memberikan hadiah pada Yoona?” Sooyoung terus saja memikirkan hal tersebut tanpa menyadari jari-jarinya berada diatas paku yang akan dipukulnya dengan palu, untung saja ada yang mencegahnya memukul jari-jarinya sendiri.

“Sooyoung-ssi, jarimu—“ ucap orang itu sambil menahan tangan Sooyoung yang memegang palu.

“Hah?—“ Sooyoung baru sadar, “Oh,eh, Kris-sunbae—“

“Apakah kau baik-baik saja? Apa kau sakit?” tanya Kris sambil menyentuh dahi Sooyoung dan dahinya sendiri, “Kau kelihatan tidak fokus, apa kau perlu istirahat? Jika kau lelah, istirahatlah dulu, aku khawatir melihatmu begini.”

“Aku tidak apa-apa, Sunbae, maafkan aku karena kurang fokus, aku akan lebih fokus sekarang, terima kasih sudah mengkhawatirkanku.”

“Apa kau yakin?”

“Tentu saja, Sunbae.”

“Baiklah, tapi kau harus berhati-hati, mengerti?”

“Iya, Sunbae.”

Dari jauh seseorang terlihat memperhatikan Sooyoung dan Kris dengan raut wajah yang susah diartikan.

“Apa yang gadis itu pikirkan sampai membuatnya hampir mencelakai dirinya sendiri? Dasar! Lagipula Kris sunbaenim modus sekali, sih? Apa itu? Menyentuh dahi Sooyoung? Sok perhatian sekali! Menyebalkan!” seseorang itu bergumam kesal.
“Luhan-ah, ada apa denganmu? Marah-marah terus, nanti kau cepat tua,” Yoona mengejek Luhan.

“Itu, lihat kelakuan sahabatmu, lihat— apa-apaan itu?” Luhan malah marah-marah lagi.

Yoona melihat ke arah Sooyoung dan Kris, “Oh.”

“Hanya ‘Oh’ ?” Luhan tidak percaya dengan tanggapan Yoona.

“Lalu? Memang apa yang salah dengan mereka? Mungkin Kris sunbae memang menyukai Sooyoung,” Yoona berkata asal.

“Kris-sunbae menyukai tiang listrik seperti dia? Mana mungkin!”

“Sahabatku yang satu itu mungkin tidak secantik gadis-gadis populer di sekolah ini, tapi bukan berarti dia tidak mempunyai daya tarik — jika kau tidak segera bergerak kau akan kehilangan dia, lho, Luhan-ah.

…….

“Baiklah semuanya, terima kasih untuk kerja keras kalian hari ini! Semoga acara kita besok bisa berjalan dengan lancar dan sukses!” ucap Kris, sang ketua panitia acara valentine
Ucapan Kris disambut tepuk tangan meriah dari seluruh panitia, setelah membereskan beberapa hal satu persatu panitia pulang ke rumah mereka masing-masing.

“Sooyoung-ssi, ayo pulang bersamaku saja!” ajak Kris.

“Ah, terima kasih Sunbae, tapi Sunbae duluan saja aku masih ada urusan sedikit.”

“Tidak apa, aku bisa menunggu.”

“Ja-jangan, itu akan sangat merepotkanmu, lebih baik kau segera pulang.”

“Tapi—“

“Pulanglah Sunbae, aku bisa pulang sendiri kok, tenang saja.”

“Baiklah, jika urusanmu sudah selesai cepatlah pulang, ini sudah malam.”

“Iya, Sunbae.”

“Aku duluan kalau begitu.”

Kris pun pergi, sedangkan Sooyoung berlari ke kelasnya. Entah apa yang dilakukan gadis itu, padahal hari sudah mulai malam.

“Aduuh, dimana ya aku meletakkan kotak sial itu?” Sooyoung terlihat menggeledah laci mejanya.

“Ah, ketemu!” setelah menemukan barang yang dicarinya ia bergegas keluar dari sekolah.

“Dasar Luhan menyebalkan! Gara-gara kotak sial ini aku harus menembus gelapnya sekolah, untung saja aku tidak bertemu hantu, bisa mati ketakutan aku, kan sangat tidak elite jika aku mati ketakutan karena kotak yang bahkan aku tidak tahu isinya!” Sooyoung mengumpat Luhan.

“Yah! Choi Sooyoung!”

“Aaaaa! Hantu!” Sooyoung berteriak kaget sambil menutup matanya tanpa melihat siapa yang memanggilnya.

“Tolong ada han—hm—hmph,” mulut Sooyoung sudah ditutup oleh sebuah tangan. Tunggu. Tangan? Tangan siapa?

“Yah! Choi Sooyoung! Kenapa kau teriak-teriak begitu, sih?”

Sooyoung membuka matanya dan melihat siapa yang ada di hadapannya sekarang.

“Hmph—hmph.”

“Apa?” Luhan bingung melihat Sooyoung. Dengan sekuat tenaga Sooyoung mendorong tubuh Luhan.

“Yah! Kau! Apa yang lakukan? Muncul tiba-tiba seperti hantu, membekap mulutku seperti itu, kau mau mati ya?!”

“Mana ada hantu tampan sepertiku?”

“Heol. Tingkat narsismemu sungguh keterlaluan.”

“Biar saja, salahmu sendiri kau mengumpatku seenakmu.”

“Biar saja, kau memang layak mendapatkannya.”

“Yah!”

Sooyoung hanya menjulurkan lidahnya. Kemudian berjalan pergi meninggalkan Luhan, namun Luhan menahan lengannya.

“Yah! Choi Sooyoung! Mau kemana kau?”

“Aku ingin pulang, kenapa? Ada masalah denganmu?”

“Dan meninggalkanku? Padahal aku sengaja menunggumu disini, tapi kau malah meninggalkanku?”

“Luhan menungguku? Kenapa?” Sooyoung bertanya-tanya dalam hati. Luhan menunggu Sooyoung bukan suatu hal yang biasa, ini sungguh luar biasa.

“Kenapa kau menungguku?”

“Hari sudah malam berbahaya bagi seorang gadis untuk pulang malam sendirian.”

“Heol. Kenapa kau tiba-tiba jadi baik padaku? Kau salah makan?”

“Masalahnya, tidak baik untukmu pulang sendirian malam-malam begini.”

“Ini belum malam Luhan-ssi, ini masih pukul 7.”

“Kau ini cerewet sekali, sih? Bagiku ini terlalu malam untukmu pulang sendirian, jadi aku akan mengantarmu pulang, ayo!”

Luhan menarik Sooyoung ke motornya dan memberikan Sooyoung helm untuk dipakai, “Pakailah.”

Sooyoung yang masih bingung hanya diam saja saat Luhan memberikan helm padanya.

“Kau ini, apa perlu aku pakaikan juga?” Luhan kemudian memakaikan helm itu di kepala Sooyoung, tentu saja Sooyoung semakin bingung.

“Ayo naik! Jika kau tidak mau jatuh lebih baik berpeganganlah yang kencang, aku selalu ngebut saat membawa motor.”

“Kau pikir aku tertarik dengan tawaranmu?” ucap Sooyoung sambil menaiki motor Luhan.

“Terserah, aku sudah memperingatkanmu,” sesaat kemudian Luhan sudah memacu motornya, dan dia memang tidak main-main, dia ngebut yang membuat Sooyoung otomatis memeluk Luhan.

“Aku bilang berpegangan erat Sooyoung-ah, bukan memeluk erat,” ejek Luhan.

“Yah! Kau—“

Sooyoung tidak sempat menyelesaikan kalimatnya karena Luhan jadi lebih mempercepat laju motornya. Sooyoung merutuki Luhan dalam hatinya dan bersumpah akan menghajar Luhan setelah mereka sampai di rumah Sooyoung.

“Nah, sudah sampai.” Luhan menghentikan motornya di depan sebuah rumah mewah di daerah Gangnam.

“Luhan-ah, kau dan Yoona … hm … apakah kalian dekat?”

“Tentu saja.”

“Seberapa dekat hubungan kalian?”

“Itu rahasia.”

“Heol. Ya sudah, terima kasih untuk kebaikan hatimu hari ini, sekarang kau bisa pergi.”

“Masuklah dulu, aku akan pulang jika aku sudah melihatmu masuk ke rumah.”

“Heol. Apa lagi ini? Bersikap gentleman? Sungguh bukan dirimu, berhentilah bersikap seperti ini.”

Luhan hanya tersenyum membuat Sooyoung semakin bingung dengan sikap Luhan hari ini. Sooyoung pun memutuskan masuk ke rumahnya dengan segala kebingungan yang belum terjawab.

……….

14th of February

“Pengumuman, untuk seluruh panitia acara valentine diharapkan berkumpul di aula untuk penjelasan acara, terima kasih.”

“Ayo Sooyoung-ah, waktunya bekerja,” ajak Yoona.

“Baik— tunggu Yoona-ya, aku punya titipan untukmu.”

“Titipan?”

Sooyoung merogoh ke dalam tasnya, untungnya barang yang dimaksudnya tidak hilang.

“Ini hadiah spesial dari Luhan untukmu.”

“Luhan? Spesial?”

“Dia minta tolong padaku untuk memberikan kotak ini padamu.”

Yoona membuka kotak itu dan mendapati sepucuk kertas berwarna merah muda. Tiba-tiba senyum manis mengembang di wajahnya. Sooyoung jadi bingung dengan sahabatnya ini.

“Manis sekali, sih,” gumam Yoona namun Sooyoung juga bisa mendengarnya.

“Surat cinta, ya?” Sooyoung memberanikan diri untuk bertanya.

“Iya, dia ternyata manis sekali, kenapa aku tidak menyadarinya sejak lama, sih?”

Dugaan Sooyoung terjawab. Isi kotak itu adalah surat cinta Luhan untuk Yoona. Dan Luhan menjadikan Sooyoung kurir surat cinta itu. Sooyoung merasa perasaannya campur aduk, sedih, kecewa, kaget dan marah bercampur jadi satu. Entah bagaimana rupa hatinya sekarang, abstrak untuk dijelaskan.

“Dasar buaya darat menyebalkan!” Sooyoung merutuki Luhan dalam hatinya.

“Sooyoung-ah, Yoona-ya, ayo ke aula, kita bisa dimarahi Kris-sunbaenim jika terlambat,” ajak Luhan yang entah muncul darimana.

Sooyoung hanya melirik Luhan sekilas kemudian berjalan duluan meninggalkan Luhan dan Yoona.

“Ada apa sih dengan gadis itu?” tanya Luhan pada Yoona.

“Sepertinya rencana kita berjalan dengan lancar, Luhan-ah.

“Benarkah?”

“Sekarang semua tergantung padamu dan Sooyoung.”

Mereka berjalan menuju aula untuk mendengar penjelasan terakhir dari Kris selaku ketua panitia. Kemudian mereka menempatkan diri sesuai tugas. Pada murid pun mulai berdatangan ke aula untuk mengikuti event valentine kali ini. Syukurlah, acara dapat berjalan lancar hingga tiba-tiba Chanyeol dan Tiffany yang bertindak sebagai MC memanggil Luhan ke atas panggung.

“Nah, hari ini ada penampilan spesial dari Luhan kelas XI-A beri tepuk tangan untuknya!” ucap Tiffany.

Luhan sekarang duduk di kursi sambil membawa sebuah gitar dan sebuket besar bunga mawar merah. Kemudian buket mawar merah itu ia letakkan di kursi di sebelahnya dan ia membenarkan posisi duduk dan gitarnya serta mike di depannya.

“Hm .. tes tes, 1, 2, 3? Apakah ini berfungsi dengan baik?” Luhan mengecheck mike, terlihat sedikit canggung.

Sooyoung yang bertindak sebagai seksi dokumentasi acara hari itu hanya melihat ke arah Luhan dengan pandangan sebal.

“Sok-sokan sekali bocah itu!” gumam Sooyoung pelan.

“Baiklah semuanya, kalian tahu bukan ini hari apa? Coba teriakkan ini hari apa.”

“Valentine!” seluruh murid berteriak disambut senyum Luhan yang manis.

“Benar sekali ini hari valentine dan seperti yang kalian tahu valentine identik dengan cinta. Jadi, bertepatan dengan hari valentine ini aku ingin mengungkapkan perasaanku kepada seseorang yang sangat spesial. Gadis ini sungguh membuatku frustasi jika tidak bertemu dengannya sebentar saja namun membuatku tidak bisa bernafas dengan benar jika aku bersamanya.”

Pidato singkat Luhan disambut teriakan dan tepuk tangan para murid dan guru-guru yang juga mengawasi acara tersebut.

“Heol. Sok romantis sekali,” pikir Sooyoung.

“Gadis ini sungguh berhasil membuatku menjadi hidup dan merasa beruntung dilahirkan, dan untuk itu aku akan menyanyikan sebuah lagu untuknya. Lagu yang akan aku nyanyikan adalah lagu favoritnya, All of Me by John Legend.”

Sooyoung terkejut. Tunggu, All of Me adalah lagu favoritnya sepanjang masa. Tapi, Luhan menyukai Yoona, kan? Harusnya Luhan menyanyikan Just The Way You Are by Bruno Mars. Itu lagu favorit Yoona.

“Mungkin lagu favorit Yoona telah berubah,” pikir Sooyoung.

Luhan mulai bernyanyi. Tepat di lirik favorit Sooyoung, membuat Sooyoung semakin heran.

How many times do I have to tell you
Even when you’re crying you’re beautiful too
The world is beating you down, I’m around through every mood
You’re my downfall, you’re my muse
My worst distraction, my rhythm and blues
I can’t stop singing, it’s ringing, in my head for you

Luhan tersenyum sekejap sebelum menyanyikan refrain lagu tersebut. Membuat Sooyoung serasa kehilangan oksigen.

‘cause all of me loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I’ll give my all to you
You’re my end and my beginning
Even when I lose I’m winning
‘cause I give you all of me
And you give me all of you

Kemudian Luhan meletakkan gitarnya di kursi, mengambil buket mawar merah di sampingnya, dan kemudian berdiri, melangkahkan kakinya turun dari panggung. Ia berjalan terus melewati bagian tengah aula tersebut, berjalan lurus menuju—

“Choi Sooyoung, do you wanna be my girlfriend again?”

Sooyoung kehilangan kata-kata. Otaknya belum mencerna semua hal itu dengan baik.

“Terima saja Sooyoung-ah!” Yoona tiba-tiba menjadi provokator, semua murid pun ikut mengatakan hal yang sama.

“Terima, terima!”

“Apa aku perlu mengulang kata-kataku?”

Sooyoung masih diam.

“Choi Sooyoung, do you—“

“Hentikan, Luhan-ah, leluconmu sungguh tidak lucu.”

“Kau pikir ini semua lelucon?”

“Tentu, kau hanya mengerjaiku seperti biasanya, benar kan?”

“Tidak.”

“Lalu, kau ingin bilang kau benar-benar mencintaiku, begitu?”

“Aku masih dan selalu mencintaimu, Syoung.”

“Jangan panggil aku dengan nama itu.”

“Syoung.”

“Lulu! Sudah kubilang—“

“Lihat, kau bahkan masih mengingat panggilan kesayanganmu untukku.”

“Itu karena …”

“Karena kau masih mencintaiku, aku tahu itu.”

“Aku tidak— lagipula, jika kau masih mencintaiku lalu apa maksud hadiah spesial untuk Yoona itu? Isinya surat cinta, kan? Aku bahkan bisa menebaknya hanya dengan melihat ekspresi Yoona saat membacanya.”

“Kau benar, itu memang surat cinta.”

Sooyoung sudah mau membalas perkataan Luhan, tetapi Luhan lebih dulu mengeluarkan kotak hadiah yang seharusnya diberikan untuk Yoona.

“Bacalah.”

“Tidak mau.”

“Akan kubacakan kalau begitu, dengarlah baik-baik.”

Halo Sooyoung-ah, atau bolehkah aku memanggilmu Syoung? Ini sudah setahun sejak kita putus, tapi aku masih belum bisa melepaskanmu. Aku masih sangat mencintaimu. Entah, kenapa dulu aku begitu bodoh dan membiarkanmu pergi. Rasanya seperti aku tidak bisa bernafas padahal aku yakin bumi ini masih menyediakan oksigen, dan itu sungguh membuatku frustasi! Mengganggumu setiap hari setidaknya dapat mengembalikan sedikit oksigen bagiku, tapi itu malah membuatku semakin ingin meraihmu kembali. Aku sungguh minta maaf padamu, jika saja aku lebih pengertian dan tidak kekanakan, kita pasti bisa merayakan 2 tahun anniversary hubungan kita tanggal 10 February kemarin sekaligus merayakan ulang tahunmu. Syoung, bisakah kau memaafkanku dan kita mulai lagi dari awal? Aku berjanji akan menjadi seorang pria yang bisa kau andalkan, dari yang selalu mencintaimu, Luhan

“Lalu, untuk apa kau berkata ini untuk Yoona?”

“Aku ingin Yoona mengecheck surat ini terlebih dahulu, apakah surat yang kutulis akan membuatmu luluh, selain itu aku juga ingin melihat ekspresimu, apakah kau cemburu atau tidak saat aku memintamu untuk memberikannya pada Yoona.”
Sooyoung diam. Dia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri. Apa yang Luhan ungkapkan lewat surat itu sama dengan apa yang ia rasakan sejak ia putus dengan Luhan. Luhan adalah oksigen bagi Sooyoung, dan berpisah dari Luhan sungguh membuatnya frustasi.

“Aku— jujur, aku juga merasakan hal yang sama. Putus darimu tidak membuatku baik-baik saja.”

“Itu berarti kau mau menjadi kekasihku lagi, kan?”

“Tentu.”

“Cium, cium!” semua murid mulai ramai lagi.

Luhan mendekatkan wajahnya pada wajah Sooyoung dan sudah akan menciumnya, tetapi Sooyoung tiba-tiba mendorong tubuhnya.

“Yah! Luhan! Ini sekolah seenaknya saja mau mencium orang!”

“Tapi orang ini kekasihku, tidak bolehkah aku menciumu? Aku sudah menunggu selama satu tahun.”

“Yah! Kenapa kau jadi mesum begini, sih?”

Semua murid dan guru tertawa melihat pasangan remaja yang labil itu. Dasar pasangan aneh!

THE END

Chacha’s note :

Halo semuaaaa! Chacha ngasih oneshoot SooHan buat kalian semua yang ngaku SooHan shipper, hehehe *nunjuk diri sendiri* sebenernya sih fanfic ini lebih cocok buat valentine kemarin, tapi ya apa mau dikata, hehehe

Sebenernya sih ini udah pernah Chacha post di WP pribadi http://www.sychacha.wordpress.com *boleh lho berkunjung* hehehe ^^ Oh iya, Chacha juga mau ngucapin semoga sukses buat yang ujian nasional SMP sama SD, semoga lancar ngerjain ujiannya,buat yang SMA juga semangat nunggu pengumuman, lulus 100 % dan bisa ngelanjutin di sekolah /universitas yang dipengenin, Amin.

Chacha, sebagai mantan peserta ujian nasional SMA tahun 2014 berharap ujian nasional tahun ini sesuai try out ya, ga kayak tahun lalu yang beda banget sama try out ujian dan bikin banyak yang nangis-nangis. Chacha sih ga nangis tapi diem, hening dan speechless. Absurd bangetlah pokoknya.

Intinya, banyakin berdoa sama yakin aja kalian bisa ngerjain ujiannya, untuk hasilnya serahin sama Tuhan aja.

5 thoughts on “[FREELANCE] 14th of February

  1. Amel Ryriis May 29, 2015 / 10:16 PM

    Whooaa..kren bng crtnya, awalnya aku mkirnya luhan cma ska aja sma soo,gk kpikiran klw mrk prnh pcran, pas luhan pnggl syoung trus soo nyaut dng pnggln lulu bru aku connect😀 astaga trnyata tuh dua mnusia yg kyk msuh bebuyutan itu prnh sling mncntai yah sblumnya😀 nice ff😉

  2. febryza May 29, 2015 / 11:33 PM

    aaahhh soohannya lucuk banget sih disini.. jadi mereka dulu sempet pacaran tapi putus, terus luhan mau mereka balikan lagi. ahahaha niatnya mau bikin cemburu sooyoung dengan alesan nitip kotak ke yoona malah luhan ngeliat sooyoung lagi sama kris pantesan langsung gercep si luhan hahaha

  3. wiiaawiyu May 30, 2015 / 3:33 PM

    Sempet kaget karna kata kata again 😂 jadi ceritanya clbk nih soohan nya. Cepiwit! 😍

  4. ayu_hy99 July 1, 2015 / 9:45 PM

    ah mantan tpi msh cinta ternyata…

  5. SISKA NELIEA CHO August 10, 2015 / 3:15 PM

    aku pikir luhan bener2 suka sama yoona, tapi ternyata cuma akal2 dia untuk buat sooyoung cemburu..kkk~
    ending nya sweet banget,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s