Now You See Me -1

nysm

The Writer: luckyspazzer | Titled On: Now You See Me

Starring On: Choi Sooyoung and Oh Sehun | With Feeling: Romance, Action, Alternate Universe | As Long: Two-shoot | Rated On: Teenagers (T)

Disclaimer: Cast belong to God. But the story (and poster) was belong to the writer/luckyspazzer | Note: Sorry for bad fiction, poster, and other(s) | Inspired By: Now You See Me (but i change a lot!)

.

.

.

[Now You See Me —1st Part]

Sehun membuka pintu bosnya. Lalu membawa sebuah paket. “Sir, aku sudah membawa-nya,” kata pria itu. Lalu menaruhnya di meja kaca, dan segera memposisikan duduknya di sebuah sofa berwarna blue donker.

“Ya, bagus,” kata seorang pria, memandang paket bewarna cokelat itu. Lalu memandang ke arah jendela. “Hari yang indah, bukan?”

Sehun menghela napas, lalu memandang paket itu. Penuh rasa ingin tahu. Mengetahui kesempatan bahwa sang bos memandnag ke jendela, tangannya sudah dalam ancang-ancang untuk memegang kardus itu. Tapi gerakan tangannya terhenti. “Sehun, kau tahu paket itu milik orang lain, bukan? Jauhkan tanganmu dari paket itu.”

Apa pria itu memang mempunyai indra ke-enam, huh?  pikir Sehun sebal, lalu menjauhkan tangannya dari paket. “Kau tahu darimana? Kau bahkan tidak melihat ke arahku!” ujar-nya, menantang. Lalu tersenyum puas.

Pria itu tertawa. “Sehun, refleksimu terdapat dikaca. Dan, apa yang tidak kutahu dari seorang Oh Sehun yang selalu ingin tahu?” kata pria itu, menghancurkan senyum penuh kepuasan Sehun.

“Kemana aku harus mengantarnya?” tanya Sehun.

Pria itu menggosok-gosong tangannya. “Sehun, seorang pria memintamu bergabung dalam sebuah agen. Komunitas KIA, pernah mendengarnya? Oh, maaf. Tentu saja, kau tidak tahu. Mereka selalu menutup diri dari publik,” kata pria itu.

“Jadi …, aku harus keluar?”

“Oh, ya. Kau bisa langsung ke alamat ini. Dan selamat tinggal, kau bisa langsung pergi dengan mobilmu itu,” kata pria itu. Lalu memutar tubuhnya, memandang lekat-lekat wajah Sehun. “Setidaknya, aku bisa mengingatmu. Bawahan bandel yang sok tahu.”

Sehun mendelik, “Kau tidak akan mengingatku dengan nama buruk itu!

Pria itu tertawa. “Sekarang, silahkan pergi, Oh Sehun. Kau bukan bawahanku lagi, jadi silahkan pergi dan jangan panggil aku sir. Lain kali, bila kita berjumpa—maksudku,” kata pria itu.

“Barang-barangku?”

“Sudah didalam apartemenmu, Oh Sehun. Kode apartemen? Bukankah kau sudah pernah mengatakan soal kode apartemenmu padaku?” kata pria itu.

“Aku harus menggantinya besok. Omong-omong, selamat tinggal, sir,” kata Sehun, lalu berjalan pergi. “Aku harap kita bisa bertemu lagi!”

Dan saat pintu ruangannya tertutup. Shim Changnim —pria itu, bosnya Sehun—, hanya bisa mendesah kecewa. Memandang kepergian pria itu.

Korean International Agen Buildings. 1:15 PM

Bos barunya tidak seburuk Shim Changnim. Bedanya, bos barunya ini berjenis kelamin wanita. BoA, panggil saja begitu. Sama-sama diduga memiliki indera ke-enam oleh bawahannya. “Siapa Choi Sooyoung?” tanya Sehun, setelah BoA mengatakan sebaik-nya ia ke ruangan barunya.

“30. Dia menunggu paketnya. Sebaiknya kau antar ke ruangannya.”

Ruangan 30. Sehun berusaha membawa paket besar yang ternyata lumayan ringan tersebut. Lalu akhirnya Sehun mendapati seorang gadis berjas resmi dengan lipstik merah yang tidak terlalu mencolok. Gadis itu tampak sedang menelepon seseorang. Lalu memandang ke arah Sehun, murka.

“Kau sebaiknya mengetuk pintu dahulu!” omelnya, menjauhkan sedikit handphone merk terbarunya dari bibirnya. “Ruangan ini memilik—oh, paketku sudah datang, ya?” kata gadis itu, lalu melirik paket itu. “Terimakasih.”

“Tidak masalah, aku menyesal lupa mengetuk pintunya,” kata Sehun. Kikuk. Lalu memandang gadis itu. Well, dia lebih cantik jika tersenyum seperti itu. Tidak seperti macan yang baru dibangunkan tadi.

Sooyoung—gadis itu— tersenyum puas, “Bagus!” Lalu ia memandang Sehun, dari ujung rambut gelapnya sampai ujung sepatu hitam yang ia pakai. “Anak baru? Namamu siapa?” tanya Sooyoung.

Dia memanggilku anak?! desis Sehun. “Oh Sehun,” jawab Sehun. “Dan sebaiknya aku ke ruanganku.”

Sooyoung terkikik. “Ini ruanganmu, bodoh. Aku hanya sendiri di sini, kau lihat meja kosong itu? Awalnya milik Kris.”

“Kris? Kris Wu? Dia mati tertembak bukan? Didekat Gangnam District? Dia dibicarakan banyak orang, dan namanya muncul nyaris diseluruh koran yang aku baca pada bulan akhir Agustus lalu. Tidak ada yang menjelaskan bahwa ia bagian dari KIA. Siapa yang membunuhnya?” tanya Sehun.

Sooyoung menggedikan bahu, tapi ia memandang ke arah teleponnya. Mengetik suatu pesan. “Dia orang ahli, meringkus banyak orang. Semua penjahat tidak menyukainya. Terakhir kali ia membunuh seorang penjahat, ia turut membunuh adiknya. Penjahat itu berhasil lolos,” kata Sooyoung. “KIA kehilangan sekali, tahu ia tertembak. Saat itu kami ada tugas, mengejar seseorang.”

“Apa dia ditembak ‘seseorang’ itu?” tanya Sehun. Lalu melangkah ke mejanya.

Sooyoung menggeleng, “Saat itu, aku sedang berjalan ke atap, hendak membantu Kris yang hendak meringkus seseorang itu. Kejadiannya sangat cepat. Saat seseorang itu berlari melompat ke gedung satunya, Kris terjatuh. Pokoknya, aku yakin seratus persen bahwa ‘seseorang’ itu tidak membunuh Kris. Satu hal lagi yang kami tahu soal ‘seseorang’ adalah; dia tidak bisa memegang senjata.”

Sehun merapihkan mejanya. Dan menemukan sebuah foto. Foto Kris dan seorang gadis, dia tersenyum manis. Gadis itu pendek; pendek sekali.

Sooyoung buru-buru melihat, apa yang dilihat Sehun. “Itu kekasihnya, Kim Taeyeon, dia diputuskan oleh Kris karena …., yah. Aku tidak tahu. Pokoknya, waktu itu aku tidak sengaja mengintip mereka berdua. Kris marah dan mengatakan sebaiknya mereka putus, aku tidak berniat masuk waktu itu. Taeyeon sama sekali belum rela diputuskan Kris, dia terlalu mencintai Kris.”

“Bisa saja dia yang membunuh Kris, ya, kan?” kata Sehun.

“Kami tidak tahu. Dia gadis baik,” kata Sooyoung. Menggulung jasnya. Tiba-tiba terdengar bel berbunyi. “Bel itu. Berapa kali?” pikirnya.

Bel itu berbunyi tiga kali. Sooyoung tersentak, dan menarik Sehun. “Rapat! Pasti pembahasan soal kematian Kris—lagi. Ada tidak, sih, topik yang lebih menarik dari kematian Kris?” dengusnya sebal.

Sehun mengedikkan bahu. Lalu akhirnya mereka memasuki ruangan luas. Sehun ditarik oleh Sooyoung disalah satu kursi kosong. “Kita bisa membiarkan BoA berbicara. Biasanya ini penting.”

“Kita akan membahas soal Kris—lagi,” kata BoA. “Masalah ini belum terpecahkan, ini patut ditanyakan. Dia mati secara misterius. Dan kudengar, hanya Sooyoung saksinya, betul bukan?”

“Ya,” angguk Sooyoung.

“Setelah meng-interogasi soal Minho yang ternyata terbukti tidak bersalah—terimakasih untuk agen Seulgi dan Irene untuk informasinya,” kata BoA, sebelum melanjutkan ucapan-nya.

Irene—seorang gadis dengan rambut dikuncir dengan ikat rambut merah muda—tersenyum. “Tidak masalah, madam. Itu tugasku.”

Seulgi mengganguk. “Madam BoA, dia memiliki kesaksian bahwa ia payah dalam memegang senjata. Bahkan terakhir kali dia mencoba menembak seseorang, ia malah melemparkan pistol itu.”

BoA tersenyum tipis, tampak agak geli dengan panggilan madam yang disebut-sebut oleh kedua gadis itu. “Aku berterimakasih untuknya, Seulgi, Irene. Apa ada yang punya calon yang patut dicurigai?”

Sooyoung dan Sehun mengangkat tangan. “Ya, agen baru kita; Oh Sehun, dan si handal Choi Sooyoung? Apa kalian punya saksi?”

“Oh, Sehun baru. Aku membiarkan dia menjawabnya,” kata Sooyoung. “Kehormatan untuk new-comer, madam,” kata Sooyoung.

Sehun mendelik. New Comer? “Saya pikir Kim Taeyeon patut dicurigai, madam. Maksudku, sepertinya ada satu foto yang tertinggal. Kris dan Taeyeon. Taeyeon diputuskan oleh Kris dan mereka bertengkar hebat—itu yang kudengar.”

“Kim Taeyeon? Dia penerus Kim Corporation, paling terkenal. Dia gadis baik, tapi kita patut memasukannya dalam list curiga,” kata BoA.

Tiba-tiba, Sandara masuk dengan panik. “Eiten!” pekiknya. “Mereka berulah! Lagi!”

Wajah BoA pucat. “Apa? Eiten? Berulah? Apa yang ia lakukan?” tanya BoA. “Apa dia mencuri uang bank lagi? Atau mereka membunuh penerus-penerus corporation?” cemasnya.

“Eiten—mereka membenci masyarakat kaya raya. Mereka membunuh para penerus corp dan mencuri uang bank,” kata Sooyoung. “Mereka menyimpan uang itu …, tapi tidak ada yang tahu mereka membawanya kemana.”

Sehun manggut-manggut, sok mengerti. “Eiten komunitas orang jahat, begitukah?” tebaknya.

“Tidak juga. Mereka seringkali memberikan uang hasil pencurian mereka pada masyarakat yang membutuhkan. Uang para miskin dirampas oleh para darah biru. Walau aku tahu; mereka mencuri,” kata Sooyoung.

Sehun memandang para agen yang tampak panik. “Apa Eiten harus dimasukkan dalam penjara?”

“Kami tidak yakin harus ya; atau tidak. Mereka baik, tapi suka mencuri dan membunuh, 79% orang berpendapat sebaiknya Eiten dimasukkan dalam penjara. Itu merugikan beberapa orang.”

“Bila aku adalah hakim—aku akan bimbang. Membela masyarakat darah biru atau golongan biasa,” komentar Sehun.

Sooyoung mengganguk. “Gangnam District, Korea Bank. Sekarang!” perintah BoA. Sehun buru-buru berlari keluar, mengikuti para agen. Sehun segera menaiki mobilnya. Sooyoung masuk, dan duduk disebelahnya.

Well, hari pertama yang tidak terlalu buruk sebagai bagian dari KIA.

Korea Bank, Gangnam District. 14:45 PM

Sehun keluar dari mobilnya. Begitu pula Sooyoung. Sehun mendapati serpihan kaca berjatuhan ditanah. Sehun mengadahkan kepalanya. Memandang jendela yang pecah-pecah. Sehun buru-buru masuk.

“Dimana mereka?” kata Seulgi panik.

“Kubah bank!” teriak Sooyoung. Sehun memandangnya aneh. Bagaimana bisa gadis itu mengetahuinya dengan cepat? Well, tapi karena Sooyoung adalah seorang agen paling ahli nomor dua setelah Kris, apa yang bisa ia ragukan?

Sehun berlari ke kubah bank. Sebenarnya Eiten patut dipuji karena menebak kata sandi tidaklah mudah. Tapi ini kejahatan—jadi tidak ada yang mempedulikan kehebatan Eiten dalam menebak.

Sehun tiba-tiba menemukan seorang gadis, dengan rambut gelap yang menutupi wajah cantiknya. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, dengan uang-uang yang dipegangnya dan ada didalam tas dark brown miliknya. “KAU!” teriak Sehun, dan segera mengejar gadis itu, terburu-buru.

Merasa dibuntuti, gadis itu segera mengeluarkan senjata pistolnya dengan susah payah dari dalam tas. Dua lembar uang won terjatuh dari dalam tasnya. “Shit!” umpat gadis itu kasar, dan tanpa mempedulikan uang itu, gadis itu segera menutup kembali tasnya dan memegang pistolnya.

Sehun segera menyiapkan pistolnya. Gadis itu berlari terbirit-birit. Tampak Seulgi, Irene, dan Seohyun mengejar seorang pria. Sehun mempercepat larinya, mengejar gadis yang ia duga bagian dari Eiten tersebut.

Sampai akhirnya, Sehun dan gadis itu tersudut. Gadis itu mendongak. Sehun segera menyiapkan pistolnya. Gadis itu tampak panik, lalu memandang ke segala arah. Sehun langsung membekuk kedua tangannya.

“Kau tidak berhak menangkapku!” kata gadis itu, menendang kaki Sehun.

“Aku punya hak menangkapmu!” Sehun berteriak, balik. Lalu menyeret gadis itu, pergi ke koridor bank. Gadis itu tampak berusaha memberontak. Sampai akhirnya gadis itu melihat sebuah jendela.

Bruk!

“AKH!” Sehun berusaha menahan sakit dikaki kirinya yang sudah menjadi sasaran tendangan gadis itu untuk kedua kalinya. Gadis itu dengan mudahnya berlari sedangkan Sehun sedang dalam keadaan ‘kaki-kesakitan’. Sehun berusaha menyusul gadis itu dengan langkah terseok.

Gadis itu lebih cepat berlari, dan tampaknya agen lain sedang berada ditempat lain. Sehingga tak ada yang bisa membantunya. Gadis itu memandang Sehun yang lebih jauh darinya, dan segera menembak jendela.

“Selamat tinggal!” kata gadis itu, lalu melompat keluar dari jendela.

Sehun mengernyit. Apakah gadis itu gila? Bukankah mereka sedang dilantai tiga sekarang?

Koridor Korea Bank, Gangnam District.

Teleponnya berdering. BoA meneleponnya!

Annyeong, BoA-ssi,” kata Sehun. “Maafkan aku, aku tidak berhasil menangkap salah satu diantara mereka. Dia menendang kakiku, sehingga aku kesusahan mengejarnya, lalu dia berlari keluar. Loncat dari jendela!”

Terdengar suara BoA mendesah. “Eiten memang hebat. Aneh, bukankah ia akan meninggal bila ia melompat? Tapi sepertinya tidak. Kumaklumi itu; tidak ada yang bisa menangkap Eiten, hanya bisa melihat, mengejar, meringkus. Lalu mereka akan melakukan perlawanan, mereka tidak terlalu bodoh.”

“Apa kita harus mengejar Eiten?”

Eiten pergi, mereka berpencar. Aku berusaha melacak petunjuknya sekarang, berita pasti akan mengulas pencurian besar-besaran bank dan ada agen yang gagal menangkapnya. Kau bisa kembali ke gedung, Sehun. Seluruhnya sudah kembali,” kata BoA.

Sehun berpikir, “Termasuk Sooyoung?”

Sooyoung? Kupikir dia bersamamu?

“Tidak. Aku sendiri. Mungkin sedang dalam perjalanan, madam. Aku akan segera ke gedung, secepatnya,” kata Sehun.

Tapi BoA tidak membalasnya, ia segera memutuskan teleponnya. Sehun menatap gedung bank, kosong. Hanya ada para pekerja. Tidak ada Sooyoung. Bila ia masih dalam tugas kejar-kejaran, itu mustahil. Sehun segera menghela napas, mungkin gadis itu menaiki taksi atau apalah.

Sehun menaiki mobil miliknya. Kembali ke KIA.

Korea International Agent. 08:00 PM

Rapat tadi, benar-benar melelahkan! Menurut perkiraan BoA, ada satu orang baru yang tergabung diantara mereka. Rapat itu sungguh menghabiskan waktu. Mulai dari jam tiga sampai …, pukul delapan malam! Sehun meregangkan ototnya, lalu melangkah ke arah kantornya. Mengambil tasnya yang tertinggal.

Sooyoung tampak sibuk. Melepaskan handphone-nya yang sedang dalam kondisi di-charger, dan memastikan bahwa tidak ada barang lain yang kemungkinan bisa menyebabkan kebakaran.

“Tadi, kau kembali ke sini naik apa?” tanya Sehun.

Sooyoung mendongak. Air mukanya menunjukkan bahwa ia lelah. Tapi Sehun tidak memutuskan menarik kembali pertanyaannya. Itulah Sehun; terlalu memaksakan diri, apalagi jika terlanjur bingung.

“Taksi, aku terakhir.”

“Kupikir aku yang terakhir …, karena aku tidak melihat ada satupun agen disana,” komentar Sehun. “Apa yang kau lakukan memangnya sampai-sampai terakhir?”

Sooyoung menghela napas. “Aku mencari petunjuk yang mungkin berharga, tapi sepertinya tidak ada. Lalu aku kembali turun dan menyadari mobilmu sudah tidak ada dan …, aku meminta taksi mengantarkanku.”

“Maaf.”

“Tidak apa, penampilan memang dapat menipu manusia,” kata Sooyoung. Membenahi tasnya. “Kau tinggal dimana?”

Seoul Apartment, kamar nomor 303; lantai 3. Kau?”

“Aku memiliki rumah sendiri, rumah mungil sebetulnya. Lahannya agak luas. Tidak jauh dari-sini,” kata Sooyoung. “Aku pernah menyoba tinggal di apartemen, tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa memelihara tanaman sama sekali.”

Sehun mengganguk, menyampirkan tas ber-merk-nya ke punggung. “Aku paham itu, aku juga bakal tersiksa bila aku hobi memelihara tanaman. Omong-omong, aku duluan. Selamat tinggal.”

Sooyoung melambai, “Selamat tinggal!”

Seoul Apartment. Room 303. 08:30 PM

Sehun membuka pintu apartemennya. Gelap. Lalu menyalakan lampu. Dan segera berjalan ke arah dapur. Memasak ramen instan, lalu segera memakannya seorang diri di ruang tamu sembari menonton acara berita.

Seperti apa dugaannya, pencurian bank tampak diinformasikan ditelevisi. Sehun memangku dagunya. Acara berita menjadi tidak seru sejak beralih pekerjaan menjadi bagian dari KIA. Sehun menghela napas. Lalu memandang handphone-nya, mencari berita yang mungkin seru.

Matanya membulat sempurna membaca pesan dari Changnim.

From: Shim Changnim

Apa harimu sebagai agen KIA? Apakah seru? Kupikir kau harusnya mewaspadai salah satu dari kalianaku tidak bercanda. Ada yang berbahaya; awasi sekelilingmu. Bila ada yang janggal, kau harus melaporkannya padaku!

Sehun menghela napas, lalu mendengus sebal. Memangnya ia anak Shim Changnim, apa? Lagipula, KIA jelaslah bukan sesuatu yang bisa dicurigai. Sehun meninggalkan mangkuk ramen-nya yang sudah habis, lalu melangkah ke kamarnya.

Jelas dia tidak sabar menunggu hari esok—sebagai agen KIA. Tentu saja!

to be continued

24 thoughts on “Now You See Me -1

  1. mrn September 13, 2014 / 10:37 PM

    Kayanya wanita nya itu sooyoung dehhh

    • luckyspazzer September 14, 2014 / 1:57 PM

      kalau wanita yang dikejar sama Sehun …., coba kamu baca lebih teliti deh. Sooyoung itu tinggi banget, lho ^^

  2. Llisadewiii September 14, 2014 / 3:54 AM

    :O bakalan seruuu dehh next ^^

  3. ndah September 14, 2014 / 6:20 AM

    wah keren….

  4. Dian Kartika September 14, 2014 / 10:13 AM

    Curiga nih ma sooyoung,,lanjut ya,,pokok nya keren,,tpi kok ga ada moment sweet nya soohun ya?

  5. chevelyyn September 14, 2014 / 2:33 PM

    Siapa yang harus diwaspadain nih? Penasaran sama hari2 sehun sebagai agen KIA. Next part nya ditunggu, semangatt !😀

  6. winterchan September 14, 2014 / 3:46 PM

    Penasaran sama si cewek Eiten. Kok keren bisa lompat dari jendela 😨😨 😨
    Dan maksud changmin itu apa? Ada yg harus diwaspadai? Jangan jangan… dia sooyoung 😱

  7. febryza September 14, 2014 / 6:07 PM

    something wrong about sooyoung? masa tiba2 dia ngilang gitu

  8. yeni swisty September 14, 2014 / 7:12 PM

    penasaran.. terus maksud nya si changmin tuh siapa.. aku sih curiga ke sooyoung??
    Next part di tunggu ‘_’)9

  9. Amel Ryriis September 14, 2014 / 8:47 PM

    Kok aku curiganya soo yah yg dikjar sehun? Tpi dri ciri2nya kyak tidak memungkinkan.:/ cri2nya tdk trlalu tnggi? atau taeyeonkah? –‘ astaga mkin ngelantur😀
    next partnya deh,nungguin moment romantis soohun😀

  10. FAnoy September 15, 2014 / 6:51 PM

    Liat judulnya langsung kaget sendiri(?) Jadi inget sama filmnya.. tapi aku lupa gimana ceritanya hahaha😆.. keren banget lompat dari lantai 3.. andai aku bisa(?) Wawawaw keren banget nihh.. ditunggu lanjutannya ya😊😊

  11. mikaudrey September 16, 2014 / 12:28 AM

    Cewe nya jangan” sooyoung
    Trus yg ngebunuh juga sooyoung lagi?
    Next part ditunggu ya

  12. mikaudrey September 16, 2014 / 12:30 AM

    Cewe nya jangan” sooyoung
    Trus yg ngebunuh juga sooyoung lagi ?
    Next part ditunggu ya

  13. galaxysooxo10 September 16, 2014 / 2:51 PM

    Aku curiga sama sooyoung..
    Tapi masa iya sooyoung yang jadi wanita bagian dari Eiten?
    Thor..ko ga ada soohun moment sih?

  14. KyuhyunBaekhyunSooyoung September 16, 2014 / 4:52 PM

    wadow! *alay kumat* hebat banget, bisa terbang dari lantai 3 (O.O)
    dari2 ciri2nya kayaknya tuh cewek Taeyeon, trus aku curiga sama sooyoung, aku juga sedikit curiga sama irene n seulgi imut sih mereka ><, atau gak seohyun?? duh… itumah curiga sama semuanya
    ditunggu selanjutnya, nice chapter :))

  15. ismi September 16, 2014 / 8:17 PM

    siapa tuh cweknya ?

    hah jgn2,
    Jgn2

    Weh gw gak tau. ^V^

  16. Karyn Zi September 17, 2014 / 12:00 AM

    Agak agak mirip sma filmnya now you see me…
    smoga ini beda deh..
    kan klo sma sperti filmnya udah bisa ketebak jln critnya…

    hehehe.. maap sya emang orng yng jujur klo mngkritik^^

  17. WindaSONELF September 17, 2014 / 5:47 PM

    Apa jngn2 yg dikejar Sehun itu Soo??😮

  18. Song Mi Rae September 24, 2014 / 4:42 PM

    Cepet next nya thor
    udh mikir yg aneh2 sama soo

  19. epanda September 28, 2014 / 11:43 AM

    ini keren, agak curiga sama soo haha
    ><
    lanjut ya!! ♥

  20. sulis October 5, 2014 / 8:20 PM

    bulir bulir cinta sehun sooyoung belum keliatan ehehe. ada ty ya-_- jangan ada baekhyun deh-_- cuman saran oke?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s