[FREELANCE] Dear Bestfriend, I’m Sorry – Chapter 1

Dear Bestfriend, I’m Sorry (Chapter 1)

Main cast : Choi Sooyoung, Im Yoona, Xi Luhan

Support cast : Wu Yi Fan, umma Luhan, etc

Genre : Friendship, romance (a little bit), sad, hurt, etc

(by choisooxxdpa)

PROLOG

Seorang yeoja tampak sedang memasuki gerbang sekolahnya. Ia pun disambut oleh teman-temannya. Ia salah satu yeoja terpopuler di sekolahnya.

Tidak hanya di sekolahnya saja, tetapi juga sampai di berbagai media, karena dia adalah seorang model yang cukup terkenal di Seoul. Di sekolahnya, ia juga mengikuti kegiatan cheerleader dan klub dance. Dan yeoja yang dikenal dengan nama Sooyoung ini adalah primadona di sekolahnya. Dan tentu saja ia memiliki banyak haters. Akan tetapi, meskipun Sooyoung memiliki haters, itu tidak membuatnya menjadi lengah. Ia tidak peduli dengan omongan orang-orang terhadap dirinya.

___

Sooyoung tampak berjalan dengan anggun dengan kaki panjangnya di koridor sekolah. Tak heran lagi, ia disapa oleh adik-adik kelasnya dan fans-fansnya yang merupakan teman-temannya, bahkan kakak atau adik kelasnya.

“Annyeonghaseyo, Sooyoung unnie!” sapa salah satu adik kelasnya.

“Annyeonghaseyo,” balas Sooyoung dengan senyum manisnya. Ne, Sooyoung juga merupakan yeoja yang ramah. Meskipun ia sudah cukup terkenal dimana-mana, ia tetap rendah hati dan tidak pernah sombong. Itulah mengapa ia disukai banyak orang.

Ia pun memasuki kelasnya dan tetap berjalan dengan anggun. Ia pun menaruh tas tersayangnya di mejanya. Tiba-tiba, ada seseorang yang menyapanya dengan semangat, “Sooyoung-ah!!”

“Aigho, Yoong. Kau mengagetkanku!”

“Hehehe, mianhaeyo.. Umm, kau kok tumben sekali datang setelah aku? Biasanya kan kau datang paling pagi dari semuanya.”

Sooyoung menatap Yoona sinis.

“Kenapa kau menatapku seperti itu??”

“Aishh.. Kau meninggalkanku saat aku sedang mandi! Kenapa kau masih bertanya?” jawabnya kesal.

“Kau lama sihh!”

“Ah, terserah kau deh!” ucap Sooyoung sambil berdiri, lalu beranjak keluar kelas.

“Hahaha, Sooyoung-ah!! Tunggu aku!”

___

“Yoong, kita ke kantin, yuk!”Yoona mengiyakannya.

Sesampainya mereka di kantin, mereka memesan dua buah sup ayam karena kebetulan Yoona sedang sedikit flu jadi dia harus makan yang cukup panas. Namun, di tengah kesibukan mereka saat makan dua buah sup ayam tersebut, tiba-tiba ada seorang adik kelas yang minta foto Sooyoung.

“Sooyoung unnie, mianhae jika kami mengganggumu.. Tetapi, jika boleh, bolehkah kami minta foto denganmu? Habis, menurut kami, pagi ini Sooyoung unnie sedang cantik sekali.. Bolehkah, unnie?”

Sooyoung pun langsung menghadap ke Yoona yang masih sibuk makan sup ayamnya, “Yoong, aku urus ini dulu, ne. Hehe..”

“Ne.. aduh susah ya jadi orang terkenal, hahaha.”

Lalu, ia kemudian menoleh kembali ke hadapan adik kelasnya itu dan kemudian berkata, “tentu saja boleh! Baiklah, kajja!.”

Kemudian, adik kelasku itu mengambil ponsel berkameranya dan menekan aplikasi “Actioncam”. Kami pun selca dengan 8 pose yang berbeda.

“Wahh.. Jeongmal kamshahamnida, Sooyoung unnie! Bisa jadi kenang-kenangan nihh..”

“Hahaha, ne.. cheonmaneyo.”

Adik kelasnya itu pun pergi sambil melambaikan tangannya ke arahnya. Dan tentu saja ia balas. Sooyoung duduk kembali dan makan lagi dua porsi sup ayamnya tersebut.

“Sooyoung-ah.”

“Waeyo, Yoong?”

“Enak tidak sih menjadi orang populer sepertimu? Apalagi cukup terkenal di Seoul.”

“Biasa saja sih. Tetapi, yang pasti aku merasa senang karena keinginanku saat kecil bisa terwujudkan sekarang.” Ne, saat Sooyoung masih kecil, ia ingin sekali menjadi seseorang yang dapat dikenal oleh banyak orang, terutama Seoul.

“Tetapi, haters kamu kan lumayan banyak. Apalagi di sekolah ini. Ne, tentu saja mereka pasti iri sekali padamu. Tetapi, apakah komentar-komentar buruk mereka tidak membuatmu down?”

“Aniyo, aku sama sekali tidak peduli dengan perkataan mereka. Toh ini hidupku, kan? Kenapa jadi mereka yang mengatur?”

“Hmm, baiklah.. lanjutkan makanmu. Aku saja sudah selesai.”

“Kan tadi aku ada hambatan.”

“Ne, ne.. Cepat, sebentar lagi bel masuk,” ucap Yoona sambil melihat jam tangannya.

“Ne, Yoong. Bersabarlah. Masih 10 menit lagi, kok,” ucapnya santai. Pelajaran pertama hari ini adalah pelajaran Xiumin seonsaengnim, atau lebih dikenal sebagai guru tergalak di Asia.

Bel pun berbunyi, tepat Sooyoung selesai makan.. Beberapa jam kemudian, pelajaran demi pelajaran pun telah berlalu. Sekarang adalah pelajaran terakhir, yaitu pelajaran fisika. Ia sebenarnya menyukai pelajaran ini, tetapi entah kenapa kali ini sangat membosankan. Saking membosankannnya, ia menoleh ke Yoona yang ternyata sedang memperhatikan seseorang. Dan Sooyoung pun mencari seseorang yang ia perhatikan. Aigho, ternyata itu..

Wu Yi Fan?!, pikir Sooyoung terkejut.

Wu Yi Fan, atau lebih dikenal dengan nama Kris, adalah salah satu namja terpopuler di sekolahnya. Ne, derajatnya sepadan dengan Sooyoung, akan tetapi tidak sampai seluruh Seoul. Yoona terus memperhatikan Kris. Tetapi, ada suatu keanehan. Setelah beberapa detik Sooyoung memperhatikan mereka berdua, Sooyoung baru sadar, kalau ternyata Kris memperhatikan dirinya. Ia pun langsung membalik badannya dan pandangannya tertuju pada buku fisikanya. Hatinya tak karuan dan masih membayangkan kejadian tadi. Ia berusaha tidak berpikir yang negatif. 15 menit sebelum bel pulang, ia mencoba melihat ke arah Kris lagi.

Syukurlah ia tidak melihat ke arahku lagi, pikir Sooyoung yang melihat Kris sedang mengerjakan soal latihan fisika.

___

“Sooyoung-ah!!”

“Waeyo, Yoona?”

“Ayo pulaang!” ujar Yoona sambil menggandeng tangan Sooyoung keluar gerbang.

Mereka berdua tinggal satu rumah. Orang tua mereka sudah tidak ada, sehingga hidup mereka di biayai oleh orang tua Luhan, chingu Sooyoung sejak kecil. Tetapi, karena Sooyoung merasa terlalu merepotkan mereka, Sooyoung memilih untuk bekerja dan mencari uang sendiri untuk meringankannya.

Awalnya, kedua orang tua Luhan tidak setuju, karena Sooyoung memang sudah dianggap sebagai ddal sendiri, tetapi Sooyoung tetap bersikeras memohon kepada mereka dan akhirnya mereka mengizinkannya. Orang tua mereka tetap membiayai seluruh pajak rumah mereka dan Sooyoung mencari uang untuk menu makanan dirinya dan Yoona sehari-hari.

Sooyoung menepis lembut tangan Yoona dan berkata, “Yoong, apa kau lupa? Aku hari ini ada latihan cheers sampai malam.”

“Oh, ne, ne. Ya sudah aku tunggu saja.”

“Mwo? Serius?? Yoong, kamu harus pulang. Sekarang sudah jam 2 dan aku baru pulang jam 7 malam.”

“Tidak apa-apa, Soo. Aku ingin melihat aksi cheerleadermu.”

“Hmm.. Baiklah, tetapi aku tidak bertanggung jawab, ne, jika kau kenapa-kenapa. Jika kau bosan, kau pulang saja.”

“Ne, Soo. Aish, kau seperti unnieku saja. Ya tetapi, memang sih hahaha. Kau memang lebih dewasa dariku, meskipun hanya beda 4 bulan.”

“Apa katamu saja. Aku mau ganti baju dulu, ne.”

Sooyoung pun menaruh tas sekolah di lokernya. Lalu, ia mengambil tas cheersnya yang berisi baju latihan, pom pom, megafon, papan tulis, daftar absen, dan lain-lain. Dia adalah kapten cheers. Jadi dia harus membawa alat-alat seperti itu. Setelah berganti pakaian, ia dan Yoona langsung menuju ke stadium tempat cheerleader berlatih.

“AYO SEMUANYA.. KUMPUL AYO!! MARI KITA ABSEN TERLEBIH DAHULU,” seru Sooyoung melalui megafon.

“NE, KAPTEN,” sahut mereka.

Sooyoung mulai mengabsen satu per satu anggotanya. Yoona yang daritadi hanya memperhatikan kesibukan chingunya, merasa lucu dengan tingkah laku Sooyoung. Baru kali ini ia melihat chingunya itu memimpin dengan begitu tegas.

“Baik semuanya lengkap. Ayo, mari kita mulai latihan. Kita coba gerakan yang one by one dengan lagu Girls’ Generation – Oh! Kalian masih ingat, kan, gerakannya?”

“Ne, kapten.”

“Oke, ayo kita mengucapkan slogan kita dulu.”

TEAM SOSHI, FIGHTING!!!

Mereka pun mulai latihan cheers dengan Sooyoung sebagai kaptennya. Mereka mengikuti gerakan Sooyoung yang sangat lincah dan rumit. Akan tetapi, entah kenapa, di mata Yoona gerakan Sooyoung itu sangat indah.

Dengan tubuh kurusnya dan kaki panjangnya, gerakan rumit itu menjadi indah baginya. Gerakan demi gerakan telah berlalu. Sepertinya sudah 3 jam Yoona duduk melihat mereka semua. Di tengah kesibukan Yoona memperhatikan gerakan cheerleader mereka, ia sempat-sempatnya melihat Kris sedang memperhatikan seseorang di stadium itu. Entah siapa yang diperhatikannya, tetapi yang pasti bukan dirinya. Diam-diam Yoona keluar stadium untuk mencari Kris.

Mwo? Kris ada disini? Ini kan sudah jam 5 sore. Dan sekolah sudah tidak ada kegiatan lagi selain cheerleader. Jadi apa yang dia lakukan saat ini? Tidak mungkin kan dia nginap di sekolah ini? pikir Yoona sambil berlari mencari Kris.

  1. . Bukankah tadi dia berada disini? Yoona berhenti berlari dan berdiri kebingungan di tempat yang tadi Kris berada. Tiba-tiba, ada yang menepuk lembut pundakku dari belakang. Yoona terkejut. Ia pun menoleh ke arah orang itu dengan refleks.

Dan saat Yoona membalik tubuhku ke belakang, ternyata itu.. Kris.  Hatinya berdegup kencang. Ugh, aku yakin pipiku saat ini sangat merah merona. Sangat memalukan.

“Waeyo? Kau terkejut, ne?” ucap namja bertubuh jangkung itu.

“Ne, tentu saja aku terkejut! Ini sudah hampir matahari terbenam dan aku sedang di dalam sekolah. Lalu, tiba-tiba ada seseorang yang mengagetkanku..,” jawabnya sambil mempoutkan pipinya.

“By the way, kamu sedang apa disini? Bukankah jam segini hanya ada kegiatan cheers di sekolah ini?”

Ia pun tersenyum. “Ne, kau sendiri ngapain?”

“A.. aku sedang menunggu Sooyoung. Biasa, kapten cheers jadi sibuk sekali. Terpaksa aku harus menunggunya.”

Saat ia membuka mulut, tiba-tiba terdengar suara teriakan yang sangat lantang, “IM YOONA!!!!!!!”

  1. . pasti itu Sooyoung, gumamku.

Sooyoung mengampiri mereka dengan tas cheersnya yang besar itu. Dan kemudian memasukkannya di loker yang berada tepat di belakang Yoona. Aku juga melihat anak-anak cheerleader yang lain sudah keluar dari stadium.

“Ayo, pulang!” ujarnya sambil menjitak kepala Yoona.

“Aigho! Sooyoung, sakit tahu! Kamu sudah pulang? Katamu jam 7 selesainya,” tanya Yoona sambil membelai kepalaku yang tadi dijitak olehnya.

“Ne, tetapi dipercepat karena ternyata semua gerakan sudah lancar. Tinggal piramidanya yang mau dibikin besok.”

Sooyoung tiba-tiba tersadar kalau di situ ternyata ada Kris. Ia sedikit terkejut, “Kris?”

“Annyeong, Sooyoung.”

Muka Sooyoung memerah. Keheningan menyelimuti mereka bertiga. Melihat Sooyoung dan Kris menjadi canggung, Yoona pun membuka mulut, “Soo, makan, yuk! Aku lapar, nih,” ajak Yoona sambil memegangi perutnya.

“Kris. kami duluan, ne. Annyeong!” ucap Yoona sambil melambaikan tanganku ke arahnya.

___

“Sooyoung-ah, bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu? Tetapi, kau harus berjanji untuk tidak memberitahu siapa-siapa,” ujar Yoona sambil mengangkat kelingking kanannya, sedangkan tangan kirinya sedang memegang hamburger.

“Ne. Aku janji,” jawabnya sambil mengangkat kelingkingnya.

“Baiklah.. Umm.. Sebenarnya.. A.. aku.. menyukai.. Kris..” ucap Yoona sambil malu-malu.

“MWO?!” dan setelah itu ia tersendak coca cola yang sedang diminumnya.

“Eoh? Sooyoung-ah, kau tak apa??”

“Uhuk uhuk.. Mi.. minum!!” Yoona mengambil air mineral yang ada ditasnya dan memberikannya kepada Sooyoung. Ia pun meminumnya dan mulai berbicara seperti biasa, “benarkah itu, Yoong? Kau tidak bercanda, kan?”

“Ne, Soo.. Aku sama sekali tidak bercanda.”

“Omo.. wah, kau banyak sekali saingannya kalau begitu.”

“Saingan??”

“Aigho, Yoonaaaa!! Kau sadar tidak sih? Kau menyukai seorang namja yang paling populer di sekolah kita! Dan menurut kamu, hanya kamu yang suka padanya? Aigho, itu salah besaar!”

“Ne, aku tahu itu, Soo. Tetapi, apa salahnya aku menyukai Kris?”

“Ne, boleh saja. Tetapi, saingan-sainganmu sangat berat. Kurang lebih anak-anak cheerleader dan anak-anak dance. Selebihnya anak-anak populer lainnya. Apa kau mampu melawan mereka?”

“Sooyoung-ah, cinta itu tidak akan memikirkan banyaknya saingan yang ada,” kata Yoona sambil tersenyum.

“Haha, sejak kapan kamu berbicara bijak seperti itu?”

Mereka pun berdebat mulut sambil bercanda sejak Sooyoung berkata itu. Bahkan kami tertawa sangat kencang sehingga sempat ditegur oleh salah satu pelayan restoran ini. Setelah berjam-jam kami makan hamburger dan bercanda ria, mereka  pun pulang dengan mobil Sooyoung.

Yoona pun melempar pelan tasnya ke arah sofa dan membanting tubuhnya ke sofa itu juga.

“Yoong, kamu tidak mandi?” tanya Sooyoung yang sedang melepas jaketnya.

“Kau duluan saja. Aku sudah malas. Posisi ini nyaman sekali,” jawabnya sambil bersender di sofa yang empuk itu.

“Ya sudah, aku mandi dulu, ne. Sampai kamu tidak mandi, malam ini kau tidur di sofa dan jangan sekali-sekali masuk kamar!”

“Ihhhh, Sooyoung-ah! Kok begituu?”

“Karena kau bau, hahahaha,” balasnya bercanda sambil tertawa lebar.

“Lebih bau kamu kalii, kamu kan tadi latihan cheers lama sekali, keringetan pula hahaha,” ucap Yoona sambil berdiri di sofa karena Sooyoung hendak menggelitikku. Mereka pun bercanda ria sampai suara kami serak. Lalu, ia pun langsung mengambil handuk dan menuju kamar mandi.

Esok harinya..

“LUHAAAAN!!!”

“Aigho, umma!! Waeyo??” tanyanya sambil menutup kepalanya dengan selimut bertujuan untuk mencoba tidur lagi.

“Luhan!! Kamu tidak sadar? Lihat jam!” perintah umma sambil menunjukkan jam yang berada di sebelah Luhan.

“MWO?! Jam setengah tujuh?!” Luhan pun panik dan langsung membuka selimut tebalnya.

“Ne! Sekarang, cepat kau mandi dan sarapan! Umma sudah membuatkanmu roti untukmu.”

Dengan sangat tergesa-gesa, Luhan memakai baju dan celana seragammya. Ia tidak peduli bagaimana penampilanku, yang penting ia bisa sampai di sekolah tepat waktu. Kuambil roti buatan umma dan langsung mengendarai motorku.

Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh kurang 20 puluh menit, sedangkan bel masuk sekolah pukul tujuh kurang 15 menit. Aish, aku pasti terlambat. Oh tidak! Gawat! Yak, pelajaran pertama hari ini adalah pelajaran Xiumin seonsaengnim. Guru itu pasti akan menghukumku!

Pukul tujuh lewat lima menit, ia baru sampai di depan gerbang sekolah. Sial! Gerbang itu dikunci. Hmm.. untunglah aku pandai memanjat, pikir Luhan yang kemudian memanjat pagar itu.

“XI LUHAN!” Aish.. sudah kuduga..

“Ehehehe.. Waeyo, seonsaengnim?” jawabku innocent.

“Kenapa kau bisa terlambat?! Apa kau sadar? Kau terlambat hampir setengah jam!”

“Hehehe, mianhaeyo, seonsaengnim.. Aku tadi kesiangan bangun..”

“Sekarang kamu saya hukum! Scot jump sebanyak lima puluh kali!”

“Mwo?! Seonsaengnim, apa kau bercanda? Lima puluh kali?!”

“Ne! Karena kamu telah terlambat selama hampir setengah jam!”

“Tapi itu kan banyak sekali!”

“Luhan! Kau adalah seorang namja sejati atau seorang namja jadi-jadian?”

“HAHAHAHAHAHA!!!” semua kelas menertawainya. Yak, Xiumin seonsaengnimm.. anda memang sangat kejam, gumam Luha kesal.

“Hahaha, namja jadi-jadian, seonsaengnim!!” ucap seorang yeoja berambut panjang yang duduk di posisi paling belakang.

“Heh! Asal saja kamu! Awas kau, ne, huh!” balas Luhan.

“Seonsaengnim!! Luhan itu terlambat karena tadi dia arisan duluu..” ujar Sooyoung mengejek.

“Sooyoung-ah!! Aighoo, aku kan namja, masa aku arisan!”

“Kan kamu namja jadi-jadian! Hahahaha.”

“Sudah berhenti! Kamu, Sooyoung! Jangan berisik! Kamu mau saya hukum juga?” ucap Xiumin seonsaengnim.

“Aniyo, mianhaeyo, seonsaengnim..”

“Luhan, cepat laksanakan hukuman yang tadi saya beri. Sekarang!!”

Sebenarnya Sooyoung masih saja tertawa di dalam hati melihat Luhan dihukum seperti itu. Kasihan sih, tetapi sangat lucu melihatnya.

Lalu, Sooyoung menangkap pandangan mata Kris yang sedang menatapnya. Saat Sooyoung mau menegurnya, ada sesuatu yang tiba-tiba membuatnya tertarik dengannya.. Mereka pun bertatapan mata selama kurang lebih 10 detik. Setelah tersadar, dia tidak mungkin bisa menyukai Kris.

Dia adalah namja yang membuat Yoona jatuh cinta, tidak mungkin, kan, aku merebutnya secara tiba-tiba? Aniyo.. aniyo.. Sooyoung, Yoona adalah chingumu. Kamu tidak boleh merebut kebahagiannya. Tetapi,, mata itu.. mata itu sangat indah. Aishh.. sudahlah, aku mau fokus ke pelajaran saja!, batin Sooyoung.

___

“Bagaimana? Enak dihukum seperti itu?” ujar Sooyoung kepada Luhan sambil tertawa.

Ia tidak bisa berhenti tertawa karena kejadiann tadi, karena sebenarnya dari sejak sekolah dasar, Luhan adalah murid yang sangat teladan. Meskipun sedikit liar dan suka bercanda sehingga membuat kelas menjadi ribut, tetapi ia adalah satu-satunya namja di sekolah yang paling pintar dan rajin. Dan sekarang dia dihukum cuman karena terlambat? Oh ayolah, itu sangat tidak bisa dilewatkan.

“Aish, diam kau!”

Ia masih saja tertawa karena itu. Entah kenapa baginya kejadian itu sangat lucu. Tiba-tiba, tawanya berhenti karena ada seorang namja lewat..

“Sudah ketawanya?”

Sooyoung tidak menjawab pertanyaannya dan masih saja memandangi namja itu yang juga sedang memperhatikannya. Ia tahu Luhan pasti menjadi sangat penasaran, sehingga ia berbalik tubuh dan mencari namja yang sedang dipandanginya.

“Tunggu.. tunggu.. tunggu.. KAU MEMANDANGI WU YI FAN?!”

”XI LUHAN!!!!” Sooyoung pun melempar botol kecap ke arahnya. Yakk! Aigho, aku tertangkap sedang memperhatikan seorang namja?! Hancur sudah reputasiku..

Kris tertawa kecil melihat tingkah laku mereka yang konyol ini.

“Hehehe, mianhae, Kris. Mianhae, Luhan memang sukanya begitu..” ucap Sooyoung sambil berdiri langsung di hadapan Kris dan menarik rambut Luhan.

“AHHHHH!!! SOOYOUNG!! SAKIT AIGHO!!!” keluh Luhan yang membuat telinga Sooyoung sakit.

“Ne gwenchana. Kasihan itu teman kamu,” ucap Kris sambil menunjuk ke arah Luhan yang sedang kesakitan.

“Mwo?? Ohh.. Luhan? Hahaha, kamu tidak perlu khawatir! Biarkan saja.. By the way, apa kamu mau bertemu dengan Yoona?”

“Hmm.. boleh. Dia ada dimana?”

“Saat ini dia sedang ada di perpustakaan.” Sooyoung pun menunjuk sebuah yang berada di depan Kris.

“Oh, baiklah. Kamshahamnida, Sooyoung. Annyeong!” ucapnya sambil berjalan ke arah perpustakaan dan melambaikan tangannya.

“Ne, cheonmaneyo!” balasku sambil tersenyum.

“Kalau suka, bilang saja! Daripada kamu menutupi semua perasaanmu demi Yoona?” kata Luhan yang tiba-tiba buka mulut.

“Apa sih kamu!?” Sooyoung kembali menarik rambut Luhan.

“Ehhh.. ne, ne.. mianhaeyo, Sooyoung!”

“Cih!” ujar Sooyoung menepis kasar tanganya dari rambut Luhan yang sudah sangat berantakan.

___

Saat Yoona sedang menikmati membaca buku di perpustaakaan yang nyaman itu, tiba-tiba ada seseorang yang menepuknya dari belakang, “annyeong!”

Ia pun menoleh ke belakang. Hatinya mulai berdegup lagi dan mukanya menjadi merah seperti kepiting rebus.

“Kok diam saja?”

“A.. aku pasti terlihat konyol. Pipiku menjadi merah tomat. kan?” tanyanya sambil menundukkan kepalaku karena malu.

“Pipimu memang merah, tetapi justru membuat wajahmu menjadi manis,” katanya sambil menyingkirkan sebagian rambut Yoona yang menutupi menutupi wajahnya. Pipiku menjadi semakin merah dan aku menjadi tersenyum lebar tidak jelas.

Ia hanya tersenyum karena merasa tersipu. Setelah itu, mereka berbincang-bincang di perpustakaan itu.

Hari demi hari, hubungan Yoona dengan Kris menjadi lebih akrab. Bahkan, mereka juga sering berhubungan lewat via sms atau internet. Mereka sering chattingan sampai malam hari sehingga Yoona sering dimarahi oleh Sooyoung..

 

13 Februari 2014..

 

“AHHHHH SOOYOUNG-AH!!!!”

“Wae? Nyaring sekali, gendang telingaku bisa pecah hanya karena teriakan cemprengmu itu tahu!” ujarnya sambil menjitak kepala Yoona.

“Aduh! Kau suka sekali menjitak kepalaku! Sakit tahu.”

“Ne, ne, mianhae. Waeyo? Kenapa kau memanggilku dengan suara cemprengmu itu?” tanyanya sambil memakai bedak karena baru selesai mandi.

“Hihihi, besok kan.. valentine..” ucap Yoona sambil malu-malu.

“Aku ingin menyatakan perasaanku ke Kris..” lanjutnys.

“MWO?!” Sooyoung terkejut sampai bahkan mejatuhkan bedaknya.

“Ne.. Waeyo?”

“Aniyo.. Tidak apa-apa.. Baguslah, semoga berhasil!” Sooyoung membalikkan tubuhnya ke arah kaca.

Kulihat raut muka sedih di wajah Sooyoung. Apa mungkin.. Sooyoung juga menyukai Kris? Ah.. tidak mungkin! Ah ya sudahlah, lebih baik aku membuat kue cokelat dulu untuk rencanaku besok!, gumam Yoona curiga.

Saat Yoona keluar kamar, Sooyoung menelepon Luhan.

“Yeoboseyo.”

“Soo, waeyo?”

“Luhan, apa kau malam ini ada acara?”

“Aniyo. Waeyo, Soo?”

“Temui aku di kafe exoplanet. Aku ingin berbicara denganmu tentang sesuatu.”

Ne, baiklah.. Itu saja yang kau mau sampaikan?”

“Ne. Annyeong.”

“Annyeong.”

___

“Sooyoung, waeyo?!” Luhan terkejut saat melihat wajah sedih Sooyoung.

“Luhan-ah..” setetes demi setetes airmata mengalir di pipi Sooyoung.

“Soo, apakah kau menangis?” Sooyoung tidak menjawab pertanyaan Luhan. Ia tetap menangis dengan cukup deras.

“Luhan! Jebal! Aku mohon denganmu! Aku mau kasih tahu suatu rahasia terbesarku denganmu, tetapi aku mohon jangan beri tahu siapa-siapa, terutama Yoona.”

“Ne, ne.. Waeyo, Soo?”

“Aku suka dengan Kris..”

Luhan sempat terdiam mendengar penyataan dari Sooyoung, benarkah, Soo? Aku memang tidak tega melihatmu menangis seperti ini, tetapi mengapa di hatimu tidak pernah ada tempat untukku?

Sabar, Soo.. Terus, ada apa?”

“Yoona mau menyatakan perasaanya kepada Kris!!”

“Mwo?! Benarkah??”

“Ne.. tetapi, gwenchana. Aku tetap boleh kan menyukai Kris?”

“Ne, tentu saja.”

Mereka pun tersenyum dan Luhan memeluk Sooyoung untuk menenangkannya.

Soo, mungkin kamu lebih menyukai dan mencintai Kris daripada aku. Tetapi, asal kamu tahu, Soo, tidak ada yang memberimu perhatian dan kasih sayang sebesar yang aku berikan. Dan tidak ada yang menyayangimu dan menjagamu sebagaimana aku menyayangimu, batin Luhan. Dan tanpa Luhan sadari, Sooyoung tiba-tiba tersenyum licik. Sepertinya ia merencanakan sesuatu.

Esok harinya..

“Yay!! Aku sudah tidak sabar bertemu dengan Kris! Aku sudah bawa kue cokelat dan bertekad untuk menyatakan perasaanku kepadanya,” ucap seorang yeoja berambut panjang yang sedang berdiri di depan kelas.

Yeoja yang bernama Yoona itu kemudian sangat bergembira karena namja yang disukainya telah datang. Namun, kegembiraan itu berubah menjadi kekecewaan. Ia melihat Kris datang bersama yeoja lain. Dan yeoja itu adalah…

-TBC-

7 thoughts on “[FREELANCE] Dear Bestfriend, I’m Sorry – Chapter 1

  1. fitri summer August 13, 2014 / 2:54 PM

    Haaayoooo,, kris sama sapa tuh ?? Tebakan gw sih soo #bener_gk ,,, Luhan trnyata kau mencinta soo… NICE,,,NEXT.

  2. miss_sooyoungster10 August 13, 2014 / 8:00 PM

    Omegeeett…
    Sabar Soo~masih ada Luhan kq

    Sapa yg sama Kris?!
    Nexxtt

  3. yeni swisty August 17, 2014 / 11:42 AM

    aku tebak sih yg sama kris itu si sii..
    tpi Soyoung kamu sama luhan aja lahh..
    Next part

    • yeni swisty August 17, 2014 / 11:51 AM

      *Soo

  4. megha34 January 21, 2015 / 10:26 AM

    udah baca ff ini sejak baru di post, tp belom smpet komen.. eh, skg tiba-tiba aja inget ff ini dan nyari chap2… tapi ternyata gadaT^T author please yaa lanjutin ff ini😀 mian, baru sempet komen skg.. aku suka banget ff ini, kkk~ buktinya skg aja aku inget dan langsung nyari chap2nya meski gada😦 ini sayang loh kalo gak di lanjut.. lanjutin yah thor, aku semangatin disini deh #abaikan. Hwaiting ‘-‘)9

  5. soso November 1, 2015 / 9:40 PM

    wahhhh….. kerenn thorrr ff.a aku suka!! jalan cerita.a baguss truss pokok.a apalah2 dehh hehe :d btw aku penasaran banget thorr sma yeoja bareng kris!! tpi klo ditebak2 sih sooyoung eonnie … haaahhhh…pokok.a d tunggu deh klanjutan.a thooorrr!!

    semangatt😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s