I Wanna See You

iwanna seeyou2

Judul   : I Wanna See You

 

Cast     :

 

–          Choi Sooyoung

 

–          Oh Sehun

 

–          Im Yoona

 

–          Seulgi

 

Other Cast : temukan sendiri

 

Rated  : 13

 

Genre  : Sad

 

Note : Hua!!! Annyeong!!! akhirnya aku bisa publish juga. Kemarin sempet terisolasi di sebuah tempat yang menakutkan, disana gak bisa ngapa-ngapain. Dan setelah keluar aku baru bisa buka di wp lagi,  dan balik bawa FF SooHun ficlet/oneshot ya ini wkwkwk :v tentuin ajalah sendiri. ya udah gak usah banyak cuap2 😀. Happy Reading~~~ [Warning : Typo masih jalan2]

 

 

 

I Wanna See You

 

 

 

“Behentilah…”

 

Sooyoung melihat sang pemilik suara, sebuah senyum tipis terlukis di wajah pucatnya. Namja dengan rambut hitam itu berjalan menghampirinya, tangannya memegang pundak yeoja yang tengah menatap kosong sebuah lukisan dihadapannya.

 

“Kumohon, berhentilah seperti ini dan katakan semua perasaanmu padanya…”

 

Sooyoung kembali tersenyum, sebuah kristal mengiri senyumannya dan menetes diatas palet cat yang berada di pangkuannya.

 

“Wae?”

 

Namja bertubuh tinggi itu mengerutkan keningnya “Wae?” tanyanya balik, mengambil kursi dan duduk menatap Sooyoung.

 

Sooyoung meletakkan palet catnya di kursi sebelahnya dan berbalik menatap namja yang berada di hadapannya. “Kenapa aku tidak bisa… kenapa?” tangannya mencoba meraih wajah namja yang berada di hadapannya, namun geraknya terhenti saat namja itu tiba-tiba menghilang dari hadapannya. Sooyoung menarik pelan tangannya dan mencoba menahan air mata yang kembali ingin menetes, bahkan ia hanya bisa melihat bayangannya saja. Dia tak akan pernah bisa menyentuhnya.

 

 

“Sooyoung-ah. Kau tidak makan?” tanya Yoona pada yeoja yang tengah merengkup di ranjangnya dan tak menghiraukannya.

 

“Soo…” panggilnya.

 

Sooyoung melirik Yoona sekilas “Pergilah.” Singkatnya.

 

Yoona menatap sedih sahabatnya “Soo… kumohon jangan seperti ini. Kenapa kau seperti ini?” Sooyoung tak mendengarkan apa kata-kata Yoona malah memejamkan matanya dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Yoona mendesah kesal lalu meninggalkan Soo dikamar.

 

 

“To : Sehun Oh

 

            Sehun-ah, apa yang sedang kau lakukan?

 

            Kenapa kau tak ada kabar dan kau tidak pernah bermain kemari?”Sent.

 

Yoona duduk diam menanti balasan dari pesan yang ia kirim.

 

‘Drrt … drrt …’

 

“From : Sehun Oh

 

            Tidak ada, aku hanya sedang duduk di taman dengan Seulgi.

 

            Mianhae, aku tidak bisa meninggalkan Seulgi sendirian. Kau tahu diakan?

 

            … yah kau tahu sendiri.”

 

Yoona langsung menatap pintu warna putih itu setelah membaca pesan dari sahabatnya itu. Yoona langsung berlari dan berniat masuk kedalam kamar Sooyoung, namun langkahnya terhenti karena ada sebuah keraguan yang menghinggapi dirinya. Tangannya meremas keras benda yang berada di tangan kirinya, tangannya ingin sekali memutar knop pintu itu. Ia berbalik dan berniat kembali ke sofa, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara batuk dari dalam kamar.

 

‘Huk…’

 

“Soo…”

 

Sooyoung menatap pintu kamarnya, ia sedang menahan rasa sakit yang tiba-tiba menyerangnya. ‘Huk’ ia terdiam menatap tangan kanannya yang tengah berlumuran darah. Ia menatap tak percaya, Sooyoung melirik sebuah figura foto di nakas kamarnya.

 

‘Takk’  Sedetik kemudian figura itu telah tertelungkup.

 

 

Suara sirine ambulan menggema di tengah malam kota Seoul, Yoona tampak resah ia terus menggenggam tangan sahabatnya yang berlumuran darah. Kini Sooyoung sedang di bawa menuju rumah sakit, ia jatuh pingsan didalam kamarnya dengan mulut yang berlumuran darah. Air mata Yoona tak berhenti mengalir saat sahabatnya itu dibawa masuk kedalam UGD, ia terdiam didepan ruangan yang tengah tertutup itu.

 

“Soo? Apa ini?” ia menatap tangannya yang terkena darah milik Sooyoung.

 

 

“Seulgi-ah, kau mau makan apa? Pizza? Ramyun? Burger? Atau-” kalimat Sehun terpotong saat Seulgi menatapnya tajam.

 

Sehun terdiam menatap yeoja yang duduk di kursi roda didepannya “Shirreo!” tolaknya tegas, Sehun menatapnya kesal. Hening. “Kenapa kau selalu ada disisiku?” Seulgi menatap kosong pemandangan kota Seoul yang ada di balik punggung Sehun.

 

“Wae?” tanya Sehun serius.

 

Seulgi tersenyum tipis “Kau tahu, aku telah salah mengambil keputusan.” Mata indahnya menatap namja yang juga sedang menatapnya itu. Sebuah senyum kembali terlukis di wajahnya “Ya, kau pasti bingung kenapa aku mengatakan ini. tapi aku rasa aku salah, aku tidak seharusnya kembali ke seoul.”

 

Sehun semakin tidak mengerti apa yang dikatakan oleh yeoja yang sudah menyandang status sebagai kekasihnya itu. “Apa maksudmu?”

 

 

Titt… titt… titt…

 

Suara alat jantung menambah sebuah keresahan dihati Yoona, ia menatap Sooyoung tengah terbaring tak berdaya dengan segala alat yang terpasang di tubuhnya.

 

“Jadi ini.. jadi ini alasanmu berubah. Seulgi?” Yoona menggenggam erat tangan yang tak bergerak itu, airmatanya terus mengalir melihat nasib sahabatnya.

 

“Apa hanya operasi?”

 

“Ya, itu satu-satunya kesempatannya untuk hidup. Dan, apa Sooyoung tidak memberi tahumu tentang ini?”

 

“Tidak…”

 

“Sudah hampir 5 bulan dia tidak datang untuk pemeriksaan apa kau tahu alasannya?”

 

 “Apa? 5 bulan?”

 

“Ne, aku menyuruhnya untuk sering melakukan pemeriksaan dan kurasa dia tidak mengambil obat-obat yang telah kusiapkan.

 

Percakapan itu terus terngiang di otak Yoona, ia terdiam saat melihat ponsel Sooyoung di nakas. Ia mengambil ponsel itu dan mengecek apa isi dari ponsel Sooyoung, tangannya bergetar saat melihat catatan Sooyoung di ponsel tersebut.

 

 

 

“Aku sangat ingin melihatmu, aku sangat ingin melihatmu saat ini,

 

besok dan seterusnya. Aku tahu hidupku tak akan lama lagi, tapi apakah

 

aku tidak berhak untuk itu. Aku selalu bilang jangan pernah lihat kebelakang,

 

tapi kenapa kau selalu melihatnya jika disismu ada aku. Aku hanya bisa tersenyum

 

saat kau bercerita tentangnya, membayangkan mu melakukan semua yang kau

 

katakan, aku hanya bisa menangis. Rasa sakit datang perlahan satu-persatu

 

padaku. Aku tidak akan sanggup untuk melanjutkan ini, bila waktu itu lewat

 

semua akan baik-baik saja. Dan kumohon jangan pernah dekati aku, jangan

 

kembali padaku dengan sejuta harapan yang palsu. Disisa hidupku aku hanya ingin

 

bahagia, kau tahu ini sangat menyakitkan dan ini menambah rasa sakit yang ada

 

didalam tubuhku. Aku selalu mencoba menghapusmu dari memoriku, tapi apa.

 

Aku terus saja ingin melihatmu, melihatmu disisiku. Bukan disisinya.

 

Tapi ini tidak akan bekerja, sekuat apapun aku meraihmu itu tidak akan ada gunanya

 

Ini adalah akhir cintaku, dan aku tidak akan bisa melihatmu kembali.

 

Hanya dengan menangis hingga aku tertidur, aku bisa kembali ke tempat tidur

 

dan memimpikanmu berada disisiku. Kumohon kembalilah dan jangan pergi, jangan

 

pergi. Kembalilah seperti Sehun yang dulu. Aku bisa gila jika terus begini, bisakah

 

aku menguburmu jauh dihatiku dan hilang dengan seiringnya waktu? Tapi sayangnya

 

aku tidak bisa. Tapi… tapi bisakah kau disisiku sebelum aku pergi? Aku akan pergi

 

dengan tenang walaupun sampai akhir hidupku kau tak akan pernah tahu penderitaan

 

ini. sesungguhnya ini sangat menyakitkan Oh Se-”

 

 

 

Airmata Yoona tidak bisa berhenti mengalir saat ia tahu jika Sooyoung sangat mencintai sahabatnya itu, ia merasa sangat buruk. “Kenapa aku tidak tahu tentangmu Soo, aku adalah sahabatmu dari kecil tapi… tapi… aku adalah sahabat yang buruk. Sampai aku tidak bisa melihat penderitaan sahabatku sendiri.” Yoona menangis sambil menggenggam erat tangan Sooyoung.

 

 

“Aku telah salah berada diantara kalian, aku hadir saat rasa cinta diantara kalian mulai tumbuh. Kau tahu, aku kembali tidak untuk membuat orang lain sakit hati dan menangis. Tapi aku ingin kembali untuk melihat kedua sahabatku hidup bahagia, ya aku tahu aku akan susah untuk melupakanmu. Tapi ada yang lebih membutuhkan mu dari aku, Sehun… Sooyoung membutuhkanmu. Walaupun aku iya, tapi aku tidak akan setega itu memutuskan tali cinta yang baru merekat satu sama lain. Kelumpuhan ini bukan apa-apa, hidup harus tetap berlanjut dan hiduplah di masa sekarang. Lupakanlah masalalu, masalalu adalah sejarah, saat ini adalah perjuangan dan masa depan adalah misteri. Aku tahu kau hanya melihat sejarahmu sekarang, tapi kau belum melihat perjuanganmu…”

 

Perkataan Seulgi terus terngiang di pikirannya, Sehun memaju mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tak tahu harus berbuat apa, pikirannya sedang kacau sekarang. Tanpa menghiraukan keadaan jalan yang sedikit ramai Sehun langsung menambah kecepatan laju mobilnya.

 

 

Yoona berjalan gontai menuju rumahnya dan Sooyoung, pikirannya terus terarah pada sahabatnya. Tangannya terus saja mengayun-ayunkan tas jinjingnya, dengan lesu ia berjalan menuju pintu gerbang. Namun langkahnya terhenti saat melihat sosok namja tengah berdiri disamping pintu gerbang, Yoona menyipitkan matanya dan melihat siapa sosok namja itu.

 

“Sehun?” Yoona langsung berbalik dan berniat pergi sebelum Sehun mengetahuinya.

 

“Yoona!” langkahnya terhenti saat suara itu memanggilnya, perlahan Yoona berbaik dan melihat namja yang tengah berdiri 15 meter darinya.

 

 

“Untuk apa kau kemari?” Sehun menatap Yoona tak percaya, ia bingung kenapa sahabatnya sendiri bertanya seperti itu pada sahabatnya.

 

Yoona berbalik melihat Sehun dan tersenyum sinis “Huh, bukannya kau tidak ada waktu bagi kami.” Cercahnya dingin dan tegas, sebuah kalimat yang mewakili kekesalan dan amarahnya yang terpendam itupun keluar.

 

“Apa maksudmu?”

 

“Bukankah kau sudah punya temanmu sendiri? … Seulgi?” Sehun terdiam seketika.

 

Yoona tertawa tertahan “Huh, wae? Apa ada yang salah dengan ucapanku?” ia menatap namja dihadapannya dingin.

 

 

“Defibrilator!” teriakan dokter muda itu menggema diruangan Sooyoung.

 

“Ye… Ye!” seorang suster itupun keluar dari kamar.

 

“Soo, kumohon bertahanlah… kau adalah Choi Sooyoung yang kuatkan?” retorisnya sambil terus memompa jantung yang baru saja berhenti berdetak itu.

 

Tubuh Sooyoung sudah tak bergerak, detak jantungnya telah berhenti. Baju pasiennya telah berlumuran, sang dokter terus mencoba mengembalikan detak yang telah hilang itu.

 

“Soo… bertahanlah!” ucapnya di sela-sela usahanya memompa jantung itu.

 

 

“Kau salah paham, aku hanya menemaninya karena kau tahukan. Seulgi lumpuh, dia harus kehilangan fungsi kakinya dan kehilangan semua impiannya.” Bela Sehun.

 

Yoona kembali tertawa renyah mendengar penjelasan aneh itu “Jika kau masih bisa menemani orang yang masih mempunyai kesempatan untuk hidup, kenapa kau tidak menemani orang yang akan kehilangan hidupnya untuk selamanya!” balas Yoona tanpa jeda hingga nafasnya tersengal.

 

Sehun terdiam, ia tidak melihat sosok yang sedang ia cari dari awal. Ia melihat keseluruh ruang tengah “Dimana Sooyoung?” Yoona diam, ia teringat semua kalimat yang tertulis dicatatan Sooyoung.

 

 

“110 joule!”

 

“Ne”

 

Jungsu bersiap menekannya pada dada Sooyoung “Hana… dul… Shock!” tubuh itu terlonjak seketika saat aliran listrik menyentuh kulitnya.

 

Tubuh itu masih saja tak bergerak, Jungsu mulai panik “150 joule.” Sang suster mengikuti perintah. “Hana… dul… Shock!”

 

 

“Kau akan menyesal jika kehilanganku…”Sehun terdiam “Sehun-ah… kau tidak akan pernah menangkapku!” Sehun tersenyum pahit “Mianhae… tapi aku tidak akan bisa bermain seperti ini lagi denganmu. Bermainlah dengan masalalumu.” Setetes air mata tak bisa ia tahan “Dasar bodoh… perlakian integral saja tidak bisa. Bagaimana mau lulus?” airmatanya semakin banyak menetes diwajah tampannya “Soo, kumohon bertahanlah.” Doanya.

 

—-

 

“2o0 joule!” keringat terus mengucur dari dari dokter Su, sudah hampir 5 menit detak jantung itu belum kembali.

 

“Hana… dul … Shock!” tubuh lemah itu kembali terlonjak.

 

‘Brak’

 

“Sooyoung!” suara itu membuat kedua orang yang mencoba menyelamatkan Sooyoung memandangnya.

 

“Tolong kau keluar dulu!” perintah dokter Su.

 

Air matanya tak bisa ia bendung lagi saat melihat orang yang sangat ia cintai terbaring lemah dan sudah tak bernyawa. Ia berlari dan menyuruh suster disamping Sooyoungpun terjungkal karena ulah Sehun.

 

“Soo kumohon bertahanlah… kembalilah… jangan pergi!” pinta Sehun sambil mencium lama punggung tangan Sooyoung, tangan itu terasa sangat dingin dan sangat pucat.

 

 

Sebuah sinar menyilaukan mata keluar dari sebuah pintu di ujung lorong, sinar itu membuat langkah kaki seorang gadis terhenti dari jarak yang cukup jauh. Ia menutupi matanya dengan punggung tangan, untuk mengurangi efek cahaya itu.

 

“Sooyoung-ah~~” Sooyoung terdiam saat mendengar suara seseorang yang sudah lama tak ia dengar.

 

“Appa?” Sosok siluet seorang laki-laki perlahan muncul dari dalam cahaya putih itu “Appa!!!” Sooyoung berlari menghampiri sosok itu.

 

 

“Suster cepat bawa dia keluar…” perintah sang dokter saat melihat Sehun mencoba mendekati Sooyoung.

 

“Maaf tuan anda harus keluar.” Pinta sang suster sambil menarik tangan Sehun, mencoba menariknya keluar.

 

“Soo… bertahanlah… jangan tinggalkan aku!! Sooyoung-ah!!!” suaranya bergetar, ia mencoba memberontak dari suster itu.

 

“Maaf tuan, jika anda seperti ini pasien tidak akan tertolong~~”

 

Sehun terdiam menatap suster itu “Kumohon… kumohon selamatkan dia~~” pintanya, pada suster itu. Sang suster merasa kasihan melihat Sehun, dengan mantap ia mengangguk. “Silahkan keluar..” Perlahan Sehun menurut dan mundur sambil menatap Sooyoung.

 

 

“Sooyoung-ah.. kenapa kau ada disini?”

 

 “Aku tidak tahu, appa. Aku merasa lelah, aku ingin istirahat.”

 

“Soo … bertahanlah… jangan tinggalkan aku!!! Sooyoung-ah!!!”

 

Sooyoung berbalik mencari asal suara itu, ia tak melihat siapapun disana hanya ada lorong dan pintu-pintu yang tertutup.

 

“Kau dengar, masih ada yang ingin melihatmu. Berjuanglah sayang…”

 

“Tapi aku lelah…”

 

 

Flashback

 

Sooyoung melihat Sehun sedang duduk membaca buku di mejanya, karena Sehun murid baru Sooyoungpun sangat ingin berkenalan dengannya. Dengan ceria ia menghampiri Sehun di kursinya.

 

“Annyeong~~” sapanya ceria.

 

Sehun hanya meliriknya dan mengacuhkannya “Mwo? Dia mengacuhkanku? Hah”gumamnya namun masih bisa didengar oleh Sehun.

 

“Kau tuli? Aku menyapamu!” geram Soo dan mengambil buku yang ada di tangan Sehun. Sehun mulai kesal ia menatap tajam gadis yang sedang menatapnya remeh, Sehun langsung berdiri.

 

“Apa kau tidak diajarkan sopan satun oleh orang tuamu?”

 

Sooyoung tersenyum sinis “Kau yang tidak pernah diajari sopan santun. Seseorang sedang menyapamu, malah kau mengacuhkannya. Ckck…” Sehun tertawa sambil membenarkan dasinya.

 

“Dasar wanita, selalu saja mencari perhatian.”ledeknya dan membuat gadis dihadapannya itu geram.

 

‘Brak!!’

 

Sehun menatap tak percaya, buku kesayangannya baru saja dilempar. Sehun adalah seorang yang sangat menghargai sebuah buku, apa lagi komik dia tidak akan membiarkannya rusak ataupun lecet.

 

“A… apa yang kau lakukan?” tanyanya dengan emosi yang tertahan. Melihat ekspresi Sehun, Sooyoung merasa takut dan langsung berlari meninggalkan Sehun.

 

 “Ya!!” Sehun berlari  mengejar gadis yang membuatnya marah itu.

 

Back to

 

Sehun tertawa singkat saat mengingat semua masa lalunya saat pertama kali bertemu dengan Sooyoung.

 

Clik

 

Sehun langsung bangkit dari kursinya saat dokter Su keluar dari kamar Sooyoung “Bagaimana?” Sehun tampak cemas melihat ekspresi sang dokter.

 

Dokter Su menepuk pelan pundak Sehun “Besabarlah, kami semua telah melakukan yang terbaik…” Dokter Su mengantungkan kalimatnya.

 

“A… apa maksudmu? Ce..cepat katakan!” Sehun membentak Dokter yang sedang terdiam itu.

 

“Namun Tuhan telah memilih jalan yang terbaik.”

 

‘Deg’

 

Tubuhnya bagai dihantam jugaan air laut yang sedang mengamuk di samudra, kakinya lemas hingga ia tak sanggup berdiri. “22.15 KST pasien telah meninggal. Aku harap kau bisa tabah.” Sehun langsung berdiri dan mendorong tubuh Dokter itu hingga tersungkur dilantai.

 

“Soo!” Sehun membuka pintu kamar itu dengan keras hingga membuat suster yang sedang melepas semua peralatan medis itu terkejut.

 

“Tu… tuan.”

 

“A… a.. apa yang kau lakukan?” tanyanya pada suster yang sedang memebenahi alat-alat medis itu.

 

“KENAPA KAU MELEPASKAN SEMUA! KAU TAHU DIA BISA MATI JIKA KAU MELEPASNYA!” Teriaknya pada suster itu.

 

Suster itu tampak takut “Ta… ta.. tapi pasien sudah meninggal tuan.” Jawabnya bergetar saat melihat tatapan tajam dari Sehun.

 

“APA? KAU BILANG DIA MENINGGAL? APA KAU TUHAN!!!” teriaknya, suster itu tertunduk ia tahu bagaimana perasaan Sehun sekarang. Perasaan orang yang ditinggalkan oleh orang yang dicintai memang sangat menyakitkan dan itu seperti mimpi.

 

“Pergi!” perintah Sehun.

 

“Ta… tap.. tapi tuan-”

 

“KAU TULI! AKU BILANG PERGI!” Suster itu tersentak dan langsung pergi meninggalkan Sehun dengan tubuh yang sudah tak bernyawa itu lagi.

 

“Sooyoung~~” suaranya bergetar saat melihat mata indah yang sering menatapnya itu tertutup, bibir yang selalu tersenyum dan tertawa bersamanya kini telah bungkam. Tangan yang selalu memukul, mencubitnya kini tak bergerak. Tubuh yang selalu hangat saat di peluknya kini begitu dingin. Ia tersenyum di dalam tangisnya tangannya menggenggam erat tangan yang kehilangan hangatnya itu, ia terdiam menatap wajah itu ini semua bagaikan mimpi baginya. Perlahan airmatanya kembali jatuh saat ia sadar jika ini adalah sebuah kenyataan, kenyataan jika ia harus kehilangan seseorang yang sangat ia cintai dan mencintainya. Dan seperti keinginannya, kini Sooyoung bisa beristirahat dari semua rasa sakit dalam hatinya dan tubuhnya. Kini cintanya terhadap Sehun telah ikut beristirahat dengannya dan ia akan bisa melihat Sehun dari sana.

 

~End~

Huaa!!! aduh akhirnya selesai juga nih FF gagal, gimana apakah aku berhasil? berhasil membuat kalian menangis? #abaikan gak tahu awalnya mau buat happy ending tapi… tapi itu udah sering. dan aku juga bingung mau aku buat kek gimana. Ni buatnya ngebut dan langsung di publish. Semoga kalian sukalah, aku hanya mencoba mengeluarkan apa yang aku khayalkan.

7 thoughts on “I Wanna See You

  1. Delvia Marcelinna July 23, 2014 / 1:44 PM

    chinggguuuu~ ffnya sedih banget gilaaa!! aku sampe nangisss, ahh jahat banget sehunnya! kenapa sadarnya baru sekarang hah?! aku nggabisa blg apa apa lagi pokoknya ff ini jjang!! daebak!! gomawoyo chingu ffnya ^^ walaupun ini sad ending tapi ini tuh keren banget ffnya aku sukaaa!! love it! lanjut karyamu yang lain ya chingguu annyeongg~

  2. leebuyong July 23, 2014 / 6:48 PM

    HAHH SEDIH!!!! KENAPA HARUS SOOYOUNG HUAAAA TT__TT

  3. eva dyahelf July 23, 2014 / 10:44 PM

    sedih bnget bbcnya..
    daebak buat autornya..,,,

  4. kartika July 24, 2014 / 6:55 PM

    gila ffnya bikin nangis. Sehun keliatan tega banget di awal. kenapa Sehun baru peka waktu Sooyoung udah di ujung penderitaannya/? author daebak deh pokoknya

  5. valenmarcella July 24, 2014 / 9:49 PM

    hua………. nangis ni gara” author
    ayo tanggung jawab xD
    baca ff ini trus sambil dengerin lagunya taeyng yg eyes nose lips jadi kebawa suasana

  6. miss_sooyoungster10 July 25, 2014 / 10:10 PM

    Uu.sedih bacanya..ㅠ_ㅠ
    Sehun sadarnya telat sih..Soo udh gk ada kan jadinya T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s