[Songfic] The Way

 The Way

The Way

Written by Winterchan (@gelshaa)

Choi Sooyoung and Luhan

Songfic | PG-15

Romance, Fluff

Inspired by The Way by Ariana Grande
Plot & Graphic © Winterchan

Already posted in here and here (Eng ver.)

 The words that are in italic and written in a different way is the song lyric.

[Song: The Way by Ariana Grande]


 

 

I love the way you make me feel
I love it, I love it
I love the way you make me feel
I love it, I love it

You give me that kind of something
Want it all the time, need it everyday
On a scale of one to ten I’m at a hundred
Never get enough, I can’t stay away

 

Dua bulan ku ditinggal Luhan ke China, rasanya sudah satu abad. Aku tidak pernah membenci liburan, tapi dengan berat hati aku akan mengatakannya hanya untuk kali ini. Ya aku benci. Kali ini saja, aku tidak janji. Tapi rasa ini membunuhku perlahan, maksudku aku hanya membutuhkannya sekarang.

Tidak bisakah ia muncul sekarang saja? Maksudku sekarang.

Karena sungguh aku sudah lelah berdiri menunggu kedatangan pesawat yang mengantar Luhan padaku. Maksudku mengantar Luhan ke Korea. Aku lelah merindukannya, tidak bertemu dengannya satu hari penuh saja membuat Luhan tak pernah hilang dari fikiranku yang sudah disabotase sepenuhnya olehnya.

Aku jadi menyesal telah menolak tawarannya beberapa minggu yang lalu. Ia memohon padaku untuk ikut dirinya terbang ke China, menemui keluarga besarnya –terutama ibunya– yang paling ia cintai. Kupikir itu juga ide bagus mengingat aku ingin sekali ke China bersamanya. Tapi akhirnya kutolak karena kupikir aku akan baik-baik saja tanpa Luhan di sini, walau kenyataannya justru berbanding terbalik.

Merindukan seseorang itu melelahkan, sekaligus memberimu sensasi rasa yang tidak bisa dijelaskan. Itu membuatku tahu, aku tidak bisa hidup tanpanya. Lelah karena rasa ini tak kunjung mampu dilampiaskan.

Kutatap sekali lagi layar ponselku yang sengaja kunyalakan hanya untuk melihat wallpaper yang kugunakan. Itu fotoku. Aku tidak mungkin sepercaya diri itu untuk memajang wajahku yang tak seberapa cantik. Maksudku, lihatlah seseorang yang berada di sebelahku. Lelaki dengan rambut cokelat madu yang selalu ingin kupegang itu merangkulku dengan lengan kanannya. Seketika aku tersenyum, oh mungkin hanya Tuhan yang bisa menjelaskan seberapa rindunya aku pada lelaki itu.

Sesaat setelah aku mendongak dan mengalihkan pandanganku dari layar ponselku sendiri, kudapati seseorang dengan rambut cokelat madunya tengah melangkah santai dari pintu masuk penerbangan. Biar ia mengenakan kacamata hitam yang terpasang sempurna di wajah tampannya, aku tau ia tengah mencari seseorang dari kerumunan orang yang berlalu lalang. Memang tempatku berdiri tidak terlalu strategis.

Perasaanku membuncah. Memikirkan hari-hariku akan berlangsung normal seperti sebelumnya setelah Luhan kembali berada di sini. Aku tak berusaha memanggilnya ataupun memberi tanda padanya bahwa aku berdiri di sini. Kulihat ia celingak-celinguk sampai menemukanku yang tengah menatapnya sambil tersenyum. Sama denganku, senyumnya merekah sempurna, membuat ukiran Tuhan pada wajah Luhan terlihat semakin sempurna. Ia berjalan tepat kearahku, dan aku tak kunjung meredamkan senyum manisku.

Luhan bukan orang yang suka membuang waktu. Maka begitu ia telah menempatkan dirinya di hadapanku, ia menghujamku dengan pelukannya. Dapat kurasakan kembali aroma tubuhnya yang selalu kurindukan, hangat pelukannya yang tak pernah kudapatkan seumur hidupku kecuali darinya. Aku memeluknya tak kalah erat, mencoba memberi tahunya bahwa rasa rinduku padanya tidak mampu dibendung lagi.

Ya aku mungkin berlebihan, hanya dua bulan ditinggal seseorang. Itu tidak buruk, tapi salahkan perasaanku yang menginginkan kehadirannya. Dia selalu membuatku seperti ini, dan aku membenci rasa itu.

Setelah melepaskan pelukannya, tanganku terjulur meraih kacamata hitam yang masih bertengger di hidung mancungnya. Dengan begitu, dapat kulihat jelas kedua mata mirip rusanya itu tengah menatap kedua mataku.

“Berhenti melihatku seperti itu Lu, kau menakutiku.”

“Aku merindukanmu, bodoh.”

 


 

 If you want it, I got it, I got it everyday

You can get whatever you need from me
Stay by your side, I’ll never leave you
And I ain’t going nowhere ’cause you’re a keeper

 

Benarkan, sesuatu terasa lebih hidup jika bersamanya. Aku tengah berada di balkon kamarku bersama Luhan yang berdiri di sampingku dengan penampilan yang semakin membuatku menyukainya. Lihat, ia mengenakan celana pendek sampai selututnya dan kaos hitam. Benar-benar anak rumahan. Rumahnya memang tepat di sebelah rumahku, dengan balkon kamarnya yang tepat berhadapan dengan milikku.

“Sooyoung-ah.” Aku suka bagaimana ia memanggil namaku dengan suara rendahnya.

“Hm?” Aku menoleh ke samping kananku, menunggunya untuk berbicara sesuatu.

“Boleh aku meminta sesuatu?” Aku terdiam sesaat, memikirkan hal serius apa yang mungkin ia minta dariku, dilihat dari kedua matanya yang menatapku serius. Kini aku dan dia tengah berdiri berhadapan.

“Apa? Katakan padaku.”

“Bisakah kau berdiri tepat di depanku dan membelakangiku?” Aku mengernyit heran atas permintaannya yang masih belum juga kumengerti. Namun kuturuti juga pada akhirnya. Aku membalikkan tubuh, menghadap tepat balkon kamar Luhan seraya kedua tanganku memegang pagar besi yang menjadi batas balkon.

Angin malam di musim gugur berhembus pelan dan aku belum mendengar Luhan mengatakan apapun dan belum juga melakukan apapun.

“Sekarang apa?”

Bersamaan dengan ucapanku, saat itu juga dapat kurasakan kedua lengannya melingkari pinggangku dari belakang. Saat itu juga aku bingung, bukankah ia ingin meminta sesuatu dariku?

“Biarkan aku melakukan ini sebentar saja oke? Aku masih merindukanmu. Lagipula kau tidak merasakannya? Malam ini benar-benar dingin, Sooyoung.” Tuturnya seraya memelukku lebih erat.

Aku membiarkan dirinya menyandarkan dagunya pada bahuku. Hingga dapat kurasakan hembusan nafasnya mengenai kulit leherku. “Jadi kau hanya ingin memelukku seperti ini?”

“Hm.”

Aku tertawa kecil mendengar penuturan jujurnya.

“Luhan kau bahkan tidak perlu bertanya untuk meminta hal ini dariku. Lakukan sesukamu dan aku akan rela bahkan jika itu sampai besok pagi.”

“Benarkah? Kalau begitu aku boleh mendapatkan ini juga darimu semauku,” setelah rentetan kalimat itu selesai diucapkannya, ia melepaskan pelukannya lalu memegang kedua bahuku. Ia balik tubuhku hingga kini aku menghadapnya. Luhan menangkup pipiku, lalu menciumku dengan lembut. Tepat di bibir.

 


 

So don’t you worry, baby, you got me.

 

“Sooyoung ceritakan padaku apa yang kau ketahui tentang Park Chanyeol.”

Aku mengernyit, sedikit heran atas pertanyaannya yang tiba-tiba. Aku melirik sekitar, untunglah keadaan perpustakaan benar-benar sepi, sehingga suara Luhan tak mengganggu siapapun karena nyatanya hanya ada aku dan lelaki Chinese ini di dalam perpustakaan. Jika saja ada orang-orang di sini, aku yakin Luhan sudah didepak dari ruangan ini.

“Park Chanyeol?” Kedua alisku berkerut, “dia ketua klub jurnal,” jawabku santai.

“Hanya itu?”

“Ya. Hanya itu yang kutahu.” Luhan menghela nafasnya membuatku lagi-lagi heran.

“Ada apa?” tanyaku melihat tingkahnya yang tidak biasa.

“Kau baru diangkat jadi wakil ketua klub jurnalis bukan?” tanya Luhan. Aku semakin tidak mengerti, “Ya. Kenapa?”

“Park Chanyeol itu, kau belum tahu?” tanya Luhan yang semakin membuatku jengkel karena ia tak kunjung mengatakan sesuatu dengan jelas. Ia melanjutkan, “dia benar-benar jatuh cinta padamu. Ia bahkan senang sekali ketika mengetahui kau diutus jadi wakil ketua.”

Ah itu, aku sudah pernah mendengar hal itu sebenarnya, tapi tak ku ambil pusing. Aku masih terdiam menunggunya melanjutkan bicara.

“Kau harus waspada, ia bisa saja memanfaatkan situasi ini untuk merebutmu dariku. Jangan pernah sekalipun berpaling dariku dan jatuh cinta padanya. Tidak ada pria hebat dan hampir sempurna di muka bumi selain aku, jadi––”

Cup. Kalimatnya terpotong otomatis, aku mengecup bibirnya sekilas untuk membuatnya diam.

Lelaki di depanku bicara banyak sekali. Luhan tak perlu mengatakan itu dan aku tidak akan pernah menyukai siapapun selain dirinya. Aku memberikan senyum termanisku padanya sebelum menatap kedua matanya intens. Aku mencondongkan tubuhku, melipat kedua tanganku di atas meja.

“Kau sangat lucu jika sedang cemburu. Kau takut aku pergi darimu dan berpaling padanya?”

“Hei aku adalah kekasihmu, itu tindakan wajar.”

Aku tersenyum menenangkannya, “Luhan, kau tidak perlu memikirkan hal itu. Kau percaya padaku? Kau tahu seberapa besar aku mencintaimu.”

Luhan lalu menarik ujung bibirnya, tersenyum lembut dan menatap kedua mataku.

“Aku juga mencintaimu Sooyoung.”

 


 

I got a bad boy, I must admit it
You got my heart, don’t know how you did it
And I don’t care who sees it, babe
I don’t wanna hide the way I feel when you’re next to me

 

Luhan tengah menyantap makanannya dengan damai, sedangkan aku memperhatikannya dengan seksama. Kusempatkan untuk melihat sekeliling ku. Kafetaria terlihat sedikit lebih ramai dari biasanya. Tapi kemudian pandanganku jatuh pada para penghuni meja seberangku, tepat di samping kiriku. Sekelompok gadis yang tengah menatapku tidak suka. Aku sedikit tidak nyaman dibuatnya.

Aku menyikutnya pelan. “Lu, lihatlah gadis-gadis itu––”

Luhan menghentikan kegiatan makannya sebentar, lalu melempar pandangan ke arah yang sama.

“Oh jangan dihiraukan.”

Aku mengangguk. Aku baru ingat mereka adalah penggemar-penggemar Luhan. Akhirnya aku tak menghiraukan keberadaan mereka dan kembali memperhatikan Luhan yang masih makan dengan damai. Aku sedikit heran, karena biasanya teman satu gengnya itu ikut makan denganku dan Luhan. Sekarang hanya aku dan Luhan yang menempati bangku kafetaria ini, aku memilih duduk di sebelahnya

“Luhan di mana temanmu yang lain? Tumben sekali kau tidak bersama mereka.”

“Mereka sudah pergi duluan.”

“Kemana?”

“Biasa, klub milik ayah Kris,” jawab Luhan. “kenapa terburu-buru sekali?” tanyaku lagi. Kupikir ini memang masih terlalu awal untuk pergi ke sebuah night club. Jam masih menunjukkan 4.30 pm.

“Kau akan menyusul?” tanyaku lagi.

Luhan mengangguk seraya menyeruput minuman cola yang kini menggantikan makanannya yang telah habis.

“Iya, kenapa? Mau ikut?” dia meninggalkan pertanyaan pertamaku yang tak terjawab, justru malah menawariku. Lelaki mirip rusa itu menyeruput colanya lagi hingga gelas itu kosong tak bersisa.

Aku menggeleng menolak tawarannya. Aku memiliki banyak hal untuk dikerjakan, lagipula aku tidak akan ikut jika sahabatku tidak. Terlebih lagi Luhan lebih sering menghabiskan waktunya denganku, aku perlu membiarkannya untuk sesekali bergaul dengan teman-temannya.

“Tidak, aku ikut kalau Yuri ikut,” ucapku merujuk pada sahabatku –Kwon Yuri– yang adalah kekasih Kris. Aku melanjutkan, “aku punya banyak hal untuk dikerjakan juga.”

Luhan terlihat sedikit kecewa tapi kemudian tersenyum lagi. “Baiklah terserah kau.”

“Ingat jangan terlalu mabuk oke? Kau tidak boleh pulang dalam keadaan hampir pingsan.”

Luhan tersenyum menatapku penuh arti. “Ah kau begitu perhatian, khawatir padaku?” Aku hanya memutar bola mataku malas mendengar penuturannya. Ia melanjutkan, “baiklah jika tidak ingin ikut, jangan abaikan aku jika malam nanti aku mengetuk kaca jendelamu.”

 

***

 

Luhan terduduk di lantai balkon kamarku, kedua lututnya ia tekuk sementara punggungnya ia biarkan menyender pada pagar besi, dan aku duduk di sebelahnya melakukan hal yang sama persis.

Sesuai janji Luhan, seusainya pulang dari klub milik ayah Kris, dia benar-benar mendatangiku. Meloncat dari balkonnya sendiri dan mengetuk-ngetuk jendela kamarku. Aku sempat kaget karena itu cukup menyeramkan mengingat aku sudah tertidur dan itu terjadi pukul 12 am, sampai akhirnya aku ingat perkataannya tadi siang.

Luhan benar-benar mendengarkan perkataanku, ia tidak pulang dalam keadaan hampir pingsan atau mabuk berat, buktinya ia masih sempat menemuiku.

Mungkin karena efek tengah malam, angin berhembus lebih dingin dari biasanya, membuatku harus mengenakan sweater, menutupi gambar rilakkuma-rilakkuma kecil yang menghiasi piyama yang kupakai.

“Kupikir kau akan langsung tidur sepulang dari sana, ternyata kau benar-benar membuktikan ucapanmu ya.”

“Apa aku mengganggu tidurmu?”

“Ya, aku sangat mengantuk tahu.” Seraya menguap, aku menyandarkan kepalaku pada bahu Luhan lalu memejamkan kedua mataku perlahan.

“Aku juga mengantuk! Kalau begitu, ayo tidur bersama!” ujar Luhan semangat.

Aku yang mendengar perkataan yang tergolong bahaya itu langsung membuka mataku lebar, terbelalak. “Hey!” Aku mengangkat kepalaku dari bahu Luhan lalu memukul bahunya keras. Perlakuanku membuat lelaki itu meringis pelan. “Aish aku hanya bercanda.”

Setelah itu mereka diselimuti keheningan, membiarkan hanya suara angin yang menemani heningnya tengah malam.

“Luhan,” gumamku.

Sebenarnya aku tidak bermaksud mengatakan apapun ataupun memanggilnya. Entahlah tiba-tiba aku ingin mengucapkan namanya. Karena aku yang tak kunjung bersuara dan terlalu lama diam, ia menolehkan kepalanya padaku, mungkin penasaran.

“Kenapa?”

Aku ikut menolehkan kepalaku, menatapnya lalu menggeleng pelan seraya tersenyum lebar.

“Tidak.”

Luhan masih menatapku sehingga aku memberanikan diri menatap mata rusanya. Aku menilik kedua irisnya lebih dalam. Hingga kini aku dan dia jadi bersitatap. Aku dapat melihat pantulan diriku dari kedua matanya. Setiap pandanganku bertemu dengan pandangannya, aku seperti melihat sesuatu.

Kugunakan tangan kananku untuk mengacak rambut cokelat madunya yang terlihat lembut sekali. Setelah aku mengacak rambutnya, Sebaliknya, Luhan justru menyingkirkan poni yang menutupi dahiku, menyampirkan beberapa helai rambut pada telingaku.

 

“Kau tahu kenapa aku sering mencampakkan wanita dan mengencani wanita lain dalam waktu yang bersamaan?”

Aku menggeleng.

“Itu karena aku tidak pernah menemukan wanita yang seperti dirimu. Aku berusaha mencari sosokmu di dalam perempuan lain. Tapi ternyata tidak ada.”

Aku masih terdiam mencerna setiap perkataannya. Angin malam berhembus menerbangkan tirai jendela kamarku.

“Bukankah itu sudah jelas? Aku mau dirimu Choi Sooyoung, bukan yang lain. Jadilah milikku.”

 

Menatap kedua iris hitamnya terlalu lama membuat ingatanku kembali melayang pada memori sekitar satu tahun lalu. Itu sudah lama, tapi terkadang terasa masih hangat di ingatanku, serasa baru terjadi kemarin.

Percayalah, Luhan punya seribu jurus jitu untuk menaklukan hati wanita. Membuat wanita bersedia mengantri untuk dijadikan kekasih, tapi ia tidak melakukannya padaku. Cinta tumbuh begitu saja tanpa aku sadari.

Aku terlalu lama hilang dalam fikiranku dan melamun sehingga tak menyadari Luhan yang mulai menutup jarakku dan dia, mendekatkan wajahnya pada wajahku. Aku mencintaimu Luhan.

Yang aku tahu, selanjutnya adalah bibir Luhan yang sudah sepenuhnya menyentuh bibirku. Ia melumatnya dengan lembut dan aku membalas ciumannya. Luhan mulai memejamkan kedua matanya, aku juga melakukakannya. Kurasakan kini tangan kanannya menyentuh belakang leherku dan menarikku sedikit lebih dekat. Jika sudah begitu, aku tahu ini merupakan pertanda bahwa ini akan menjadi ciuman yang dalam.

 

I love the way (I love the way you make me feel)
I love the way (I love it, I love it)
Baby, I love the way
Ooh, I love the way
The way you love me

 

FIN


 

**)) Akhirnya setelah aku edit-edit lagi ff ini dikit, aku post songfic pertama aku di sini juga selain di aff. Maaf kalo gak so sweet dan jatuhnya malah aneh plus gak banget.

Gatau deh mungkin karena bikinnya juga lagi pas males jadi yah gini deh /perasaan semua ff lo aneh thor/ /oh iya ya maapin/

Okedeh akhir kata, aku pamit dulu yah. Jangan lupa tinggalkan komentar, karena ternyata komentar itu seru loh *maksud ente apa* eh maksudnya jadi active reader itu seru loh😉

Bye🙂

 

63 thoughts on “[Songfic] The Way

  1. Nada Firdaus July 10, 2014 / 10:24 PM

    Ff nya keren thor ….^^

  2. MoSYoungTa July 10, 2014 / 10:52 PM

    wah manis banget ^-^
    Luhan, aku masih mengantri loh ><
    yuhuu ini SongFic termanis yg pernah aku baca ^-^
    aw aw keren aw aw *kedip centil

    • winterchan July 10, 2014 / 11:49 PM

      makasih♥ authornya juga manis kan? /digeplak/
      aku juga masih ngantri nih! wkwk
      beneran? ih makasih loh♥
      aw makasih aw /ikut kedip centik/

  3. fitriyulinda85 July 10, 2014 / 11:18 PM

    Omg bags bgt romantis deh luhan sama sooyoung klo aku jdi sooyoung aku adalah cewek yang pling beruntung yang bsa pcrn smaa cwok se so sweet ini kwkwkwk…..

    • winterchan July 10, 2014 / 11:48 PM

      makasih makasih♥
      haha sama, aku juga kadang ngebayangin kalo aku di posisi sooyoung wkwk
      thanks for reading btw😀

  4. Rifqoh Wafiyyah July 11, 2014 / 12:19 AM

    luhanppa manis bangett iri aku….
    daebak…:)

  5. DeliaaOKT July 11, 2014 / 4:32 AM

    Aduh…Baca ff ini jd senyam senyum sendiri
    Suka bngt sama ff SooHan yg genrenya fluff kyk gini,ditunggu ff SooHan yg lain

  6. syoohmy July 11, 2014 / 7:26 AM

    Keren!!! Ini lagu ariana grande ya? Hehe.suka banget sama songficnya fluff lagi.jadi bisa senyam senyum sendiri bacanya hehe !ditunggu soohan yg lainnya ya hehe^^

    • winterchan July 11, 2014 / 2:22 PM

      Iya ariana😀
      Ih Makasih ya, jangan kelamaan senyum sendiri nya😄
      sip sip😉

  7. risma ayu July 11, 2014 / 8:50 AM

    Luhan so sweeett banget,aduh jadi senyum2 sendiri.
    Bagus bagus aku suka aku suka…

  8. Mrn July 11, 2014 / 9:14 AM

    Romantis maniss aaaa soohan :*

  9. Kang Yong Ae July 11, 2014 / 9:51 AM

    astaga demi senyuman maut luhan perutku terasa kaya digelitiki banyak kupu2.
    sweet bgt thor.
    aku sampe senyum2 gaje sepanjang baca songfic ini.
    pengin punya luhan😀
    ditunggu ff lainnya.

    • winterchan July 11, 2014 / 2:24 PM

      Wahahah jangan kelamaan senyum sendiri nya.
      sama aku juga pengen😄
      sip sip😉

  10. tiara soohun soohan July 11, 2014 / 11:18 AM

    Keren , buat Soohun dong🙂

  11. sparkmvp July 11, 2014 / 12:18 PM

    Mereka yang sosweet kok aku yang ngefly? Sosweet bgt kak *_* bikin yang lain soohan ya kak? Yayayaya?

    • winterchan July 11, 2014 / 2:25 PM

      Wah kamu ngefly? Mungkin karena the power of soohan *apadah*
      Makasih ♥
      sip sip pasti😉

  12. Zee Anggita July 11, 2014 / 12:40 PM

    waaahh keren, soohan so sweet bngt..

  13. ayuk July 11, 2014 / 3:54 PM

    Wahhhh ff.ny sweet bngt chingu…
    Suka bngt ama soohan couple dehhh….bikin ff soohan couple lagi ya chingu

    • winterchan July 11, 2014 / 4:49 PM

      Wah makasih😀
      sama, aku juga
      oke oke!

  14. @ayu_hy99 July 11, 2014 / 4:13 PM

    romantis >_< .. soohan cocok bgt sumpah klo jdi couple.. ditunggu ff soohan yg lain..

  15. yeniswisty July 11, 2014 / 6:50 PM

    Oouuwww.. Sweet bgt🙂
    Bikin dada deg-deg an aj sumpah :v
    Ff nya bagus… (y)

  16. FAnoy July 11, 2014 / 7:07 PM

    Lulu oppa sama Sooyoung unnie so sweet banget :3 :3. Itu lagunya Ariana Grande ya? Waah lagunya bagus bgt 👍
    “Tidak ada pria hebat dan hampir sempurna di muka bumi selain aku”. Narsis kali kau Lulu ssi-_-. Aku agak gimana gitu mbaca kalimat ini…
    Ffnya keren👍..SOOHAN SO SWEEET ><. Ff laen ditunggu 😊

    • winterchan July 11, 2014 / 9:23 PM

      Iya lagu ariana😀
      luhan kalo ga nasi ga gawl (?)
      Makasih ya ♥
      sip sip🙂

  17. Rizky Amelia July 11, 2014 / 8:59 PM

    Luhan lucu yaa waktu lagi cemburu keke~
    Romantiss bangett kaliannn><

  18. Putri Fitriani July 11, 2014 / 11:14 PM

    Wahhh
    Daebakk thor
    Keren2
    Bagus
    Ditunggu ff yg lain ya

  19. andryani July 11, 2014 / 11:52 PM

    suka banget sama soohan disini🙂

  20. Amel Ryriis July 12, 2014 / 1:41 AM

    😮 luhan,romantis bngt😀
    good ff thor😉
    ditnggu karya2 slnjutnya🙂

  21. Hwang Jiyoung July 12, 2014 / 3:12 PM

    sweet banget :3 saya suka, saya suka haha😀 ditunggu fanfic lainnya🙂 semangat!

  22. leebuyong July 12, 2014 / 7:09 PM

    Heran! Authornya bikin ff ini males2an tp jadinya malah bagus. Gmn kalo diniatin yaa ckck. Walaupun bagiku ff ini singkat tp jempol lah!

    • winterchan July 12, 2014 / 11:25 PM

      Eh bagus? Beneran nih? Ih makasih ♥
      woah woah thanks jempolnya ya😀

  23. mikaudrey July 13, 2014 / 3:21 AM

    O_O luhannya so sweet bgt
    Bingung mau komen apa lagi
    Tapi ni ff daebak deh

    • winterchan July 13, 2014 / 4:14 AM

      Iya hehe
      daebak? Wah makasih😀

  24. wufanneey July 13, 2014 / 1:25 PM

    Manis tapi konlfiknya kurang ngahahahaHAHAHAhahaa /nak/ /dibekep/
    oke maaf saya lagi agak fristasi belakangan ini karena asupan fanfic sookris jarang sekali /terusapa/
    butuh klimaks adegan paling manisnya Gels, supaya diabetes sekalian /NAK/
    oke kebanyakan bacot saya, udah serius /disumpel/
    pokoknya keep writing!
    cheers,
    Fanneey

    • wufanneey July 13, 2014 / 1:26 PM

      tuh kan saking frustasinya saya nulis komen aja banyak tipo

    • winterchan July 13, 2014 / 1:48 PM

      Bikin konfliknya dong kak /?
      wah iya sih aku jg jarang liat ff sookris, padahal shipper nya banyak lho. Di asianfanfics banyak gak kak?
      Aduh maaf deh yah kalo kurang manis, lupa gak masukin gula tadi /?
      usahain nanti lebih manis ^^
      Thanks for reading sama komen nya ya😀

      • wufanneey July 14, 2014 / 11:27 AM

        di asianfanfics sookris dikit—dikit yang menarik untuk dibaca maksudnya, hehe /digeplak/

  25. weeni92 July 15, 2014 / 2:34 PM

    Ini bener2 so sweet bgt…
    Qu mau donk punya pacar kyak mr. Lu.
    hahaha. Next ff dtunggu.

    • winterchan July 15, 2014 / 2:55 PM

      makasih😀
      haha aku juga mau
      sip sip ^^

  26. evvarohhayati July 23, 2014 / 6:45 AM

    keren banget thor. Manis banget moment2 mereka, pokoknya kerenlah !!🙂

  27. M.Farrel August 28, 2014 / 8:50 PM

    Menurut gue (Ya iyalah menurut siapa lagi?). FF buatan gelsha menang di rasa. Konfliknya sederhana, bahkan gak ada sebenarnya. Tapi karena gaya bahasanya bagus, imajinasi gue kebentuk. Begitu juga dengan FF ini. Temanya biasa aja, intinya juga gak padat tapi gue suka gaya bahasanya. Kalau gelsha mau konsultasi konflik boleh ke gue gitu. Hahaha promosi sebagai author. (Sebagai author yang selalu menulis inti cerita yang berat dan buat lo stress bacanya).

    • winterchan August 29, 2014 / 4:52 PM

      Hahahahahahahahah emang bener huhuhu. Bukan karena gue suka menulis ff yang ringan dan manis. Tapi karena gue gak bisa bikin konflik. Tiap mau bikin, selalu mentok dan stres sendiri mikirin konflik apa yg mesti gue pake /kemudian showeran di pojok/ gue lebih suka gaya bahasa lo, Kak. something banget lah. tapi thanks ya😀
      dan kapan-kapan jangan tolak gue ya kalo gue mau konsultasi (?) gratis gak? wkwk
      thanks for leaving a comment btw😉

      • M.Farrel September 1, 2014 / 9:48 PM

        Iye bos

  28. qarenzapark September 7, 2014 / 6:17 PM

    Sweet :3 Haha andai itu nyata wkwkwkwk :v

  29. Hyun November 4, 2014 / 6:01 PM

    Ah sweet story~ sweet couple~ :3
    Entahlah menurutku mereka cocok bgt apalagi untuk cast ff yg menceritakan pasangan yg romantis dan cerita yg manis😀
    Kayaknya aku mulai jadi soohan shipper deh~ hahaa xD

    • winterchan November 5, 2014 / 1:49 PM

      Hehe iya soohan mah emang cocok buat yg manis manis.
      YEAY SElamat datang di dunia soohan!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s