Unexpected Part 1 (SooHan Ver.)

unexpected

Story by Chakyuyoungster

Xi Luhan | Choi Sooyoung | Son Yeji | Choi Family | Xi Family | Other ||

Family | Romance | Friendship || Series || Teenager

Poster by  : Fanficsoosi94 

ooOOOoo

Summary  : Siapa yang menyangka jika orangtuaku dan Luhan akan bertukar pasangan?

Hidup adalah sesuatu yang tidak terduga. Setiap masa dalam kehidupan selalu memberikan kejutan-kejutan yang tidak pernah diprediksi oleh setiap insan. Baik di masa lampau, masa kini, maupun masa depan. Tak ada seorang pun yang mengetahui rancangan-rancangan takdir yang akan diterima. Dan karena hal itulah setiap insan selalu mempertanyakan kejadian apa saja yang menantinya. Ada yang antusias. Ada yang menolak. Ada pula yang tidak peduli. Dan ada juga yang menantikannya dengan perasaan biasa.

 

Semua respon itu tergantung bagaimana tiap-tiap orang menjalani kehidupannya. Bisa saja jika saat ini  menolak, tapi setelah menjalani secara perlahan akhirnya mau menerima, bahkan bisa juga menjadi sangat antusias. Apapun itu semuanya adalah sama. Karena mau tidak mau, suka atau tidak, tetap saja semua harus dijalani.

 

 

-*-

 

 

Sooyoung berjalan dengan langkah gontai. Selama menyusuri lorong-lorong penghubung menuju ruang kelas, Sooyoung berkali-kali menghela nafas. Pagi ini semangatnya untuk menjalani aktivitas di sekolah nyaris hilang. Oh. Pagi yang buruk.

Sesampainya di ruang kelas, Sooyoung langsung mendudukkan tubuhnya setelah meletakkan sembarang ransel sandangnya. Sooyoung menoleh ke samping kanannya dan didapatinya Ye Ji yang juga sedang memandangnya. Sooyoung kembali menghela nafas.

 

“Yeji-ah…” panggil Sooyoung pelan.

 

Yeji yang sejak tadi memang memandang Sooyoung – mulai dari Sooyoung menjejakkan tubuh di depan kelas – hanya diam tapi menunjukkan ekspresi penuh tanya pada Sooyoung.

“Tolong hilangkan ekspresi bodoh itu dari wajahmu.”

Yeji membulatkan matanya kaget.

“Mwo?”

Sooyoung menatap Yeji malas karena respon sahabatnya yang begitu lambat.

“Aku tak ingin kau menunjukkan wajah seperti itu jika aku berbicara.”

 

Yeji memanyunkan bibirnya. Sedetik kemudian gadis ini menormalkan ekspresinya agar tidak dikatai bodoh lagi oleh Sooyoung.
“Kau sedang punya masalah?”

 

Sooyoung mengangguk.

“Tentang?”

“Appa dan eomma…”

Yeji menunggu Sooyoung melanjutkan ucapannya sembari memandang perubahan roman wajah kusut Sooyoung.

“Appa dan eomma…. mereka…”

Sooyoung menghela nafas lagi, “Mereka akan bercerai.”

“Mwo?” Yeji memekik. Tidak percaya dengan apa yang didengarnya saat ini.

“Kau bercanda? Bagaimana mungkin ahjumma dan ahjussi akan bercerai? Hei, Choi jangan menipuku.”

Sooyoung mendelik kesal pada Yeji.

“Aku sedang tidak bercanda nona Son. Aku serius. Sangat serius. Untuk apa aku membohongimu dengan mengataskan keluargaku.”

Ucapan  Sooyoung yang penuh penekanan itu membuat Yeji bergidik dan tak mampu membalas.

 

“Bagaimana bisa?” tanya Yeji setelah terdiam beberapa saat.

“Semua ini gara-gara bulan madu sialan itu. Andai saja appa tidak memenangkan lotre. Mereka pasti tak akan pergi ke Jepang dan ide gila ini pun tak akan pernah terjadi.”

 

Yeji menatap Sooyoung yang tampak frustasi. Sahabatnya memang tidak sedang bersandiwara untuk menipunya. Yeji menjadi sangat bingung. Appa dan eomma Sooyoung akan bercerai? Apa penyebabnya? Appa Sooyoung berselingkuh? Sehingga eommanya tak tahan dan meminta cerai? Yeji menggeleng cepat. Tak mungkin karena alasan itu. Yeji mengenal baik keluarga Sooyoung. Sooyoung selalu bercerita apapun tentang keluarganya. Dari masalah terkecil hingga yang paling besar pun Yeji mengetahuinya.

“Aku rasa tak ada alasan apapun yang membuat ahjussi dan ahjumma akan bercerai, Sooyoung -ah. Karena sepengetahuanku mereka berdua baik-baik saja atau kau memang menyembunyikan sesuatu,” ujar Yeji dengan sedikit keraguan.

 

“Tak ada yang kusembunyikan, Yeji-ah. Dan tak ada juga alasan logis yang membuat appa dan eomma bercerai.”

“Lantas?”

Yeji semakin memandang Sooyoung bingung. Tak ada alasan? Lalu kenapa bercerai?

 

“Dengar… ini adalah alasan perceraian terkonyol yang pernah ku dengar. Kedua orangtua itu bagaimana bisa menyatakan perceraian dengan wajah begitu sumringah dan tanpa rasa bersalah sedikitpun padaku.”

Tangan Sooyoung yang terkepal menghentak-hentak meja belajarnya. Frustasi akan insiden yang menimpanya.

“Kau tahu, Yeji-ah. Ini mustahil. Benar-benar mustahil. Mereka berdua. Appa dan eomma. Bercerai karena mereka jatuh cinta lagi.”

Yeji tergelak, cukup terkejut dengan alasan orangtua Sooyoung akan bercerai.

“Dan yang lebih mustahilnya. Ternyata orang yang mereka sukai juga merupakan pasangan suami istri yang juga jatuh cinta pada mereka.”

“Mwoya?”

“Mereka saling jatuh cinta pada pasangan suami istri itu… dan mereka memutuskan bertukar pasangan.” Sooyoung melemahkan nada suaranya.

Yeji yang mendengar alasan terakhir itu langsung tergelak. Tawanya meledak seketika, membuat Sooyoung yang serius mencurahkan ceritanya mendelik kesal.

“Apanya yang lucu, eo?”

“Ani…” masih dengan tawa yang belum hilang Yeji menjawab Sooyoung. “Aniyo. Hanya saja kau benar. Alasannya sangat konyol dan yah__ sangat mustahil.” Lanjut Yeji setelah tawanya mereda.

 

“Tapi bagaimana bisa ada hal seperti ini. Sulit dipercaya.”

Sooyoung mengangkat bahu pertanda tak tahu.

“Percuma bertanya padaku. Tanyakan saja pada kedua orangtua itu.” Sooyoung menyenderkan beban tubuhnya pada sandaran kursi dengan tangan terlipat di dada.

“Jadi, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?”

Sooyoung terlihat berpikir.

“Malam ini  ada acara makan malam dengan pasangan suami istri itu. Mungkin aku bisa menyusun rencana dengan putra mereka.”

“Mereka punya anak laki-laki?”

Sooyoung mengangguk. “Nde. Eomma bilang pasangan suami istri itu punya seorang anak laki-laki yang seusia dengan kita. Aku yakin sekali. Putra mereka juga sepikiran denganku. Dia juga pasti tidak setuju dengan rencana konyol ini,” ujar Sooyoung penuh keyakinan.

Yeji pun menepuk pundak sahabatnya pelan.

“Kalau begitu selamat berjuang, Sooyoung-ah. Fighting,” ucap Yeji sembari mengepalkan tangan di udara memberi semangat.

Sooyoung balas mengangguk dan ikut mengepalkan tangan di udara, “Ne, Fighting.”

 

-*-

 

Sedari tadi Sooyoung duduk dengan gelisah ditempatnya. Dia sungguh tidak nyaman dengan semua ini. Pemandangan ini  membuatnya muak. Bahkan, rasa makanan yang semestinya sangat nikmat jika disantap, kini tidak memiliki rasa lagi dalam indra pengecap Sooyoung. Rasanya Hambar.

Dia benci. Sangat benci. Ingin sekali Sooyoung memaki pasangan suami istri yang membuat orangtuanya akan bercerai ini.

Sial. Nasib seperti apa yang menantinya sampai-sampai kedua pasangan suami istri ini memiliki pemikiran bodoh untuk saling bertukar pasangan.

Mereka pikir pernikahan sama seperti sebuah permainan anak-anak? Mereka pikir pernikahan sama seperti sebuah kisah asmara labil pasangan remaja yang akan kandas dan dalam waktu singkat mendapat pengganti?

Mereka pikir untuk apa mereka menikah dan melahirkan anak, jika akhirnya akan berpisah dan mencari pasangan baru.

Bagaimana mungkin para orangtua ini tidak memahami hal yang sudah sangat umum itu?

Bagaimana mungkin dia yang berstatus anak seakan lebih mengerti?

Gila. Benar-benar gila.

Jika bukan karena masih mengingat appa dan eommanya agar tidak menanggung malu dengan perbuatannya yang nantinya bisa tak terkendali, mungkin saat ini Sooyoung sudah melemparkan piring makanannya ke wajah pasangan suami istri itu.

Dasar perusak rumah tangga, maki Sooyoung dalam hati.

Sooyoung menoleh kesamping. Di sana dia dapat melihat sosok anak laki-laki yang seumuran dengannya duduk dan makan dengan tenang. Bahkan sangat tenang. Mengetahui hal ini, membuat kekesalan Sooyoung semakin meningkat. Pasalnya, dari gelagat anak laki-laki disebelahnya ini sejak awal pertemuan, Sooyoung sama sekali tak menangkap ekspresi ketidaksukaan ataupun penolakan terhadap ide konyol orangtua mereka.

Percuma Sooyoung berencana untuk berkompromi untuk membatalkannya, jika ternyata orang yang disangkanya dapat bekerjasama ternyata malah kelihatan setuju.

Sooyoung menghentakkan sendok beserta garpunya kasar.

“Aku mau pulang,” ucap Sooyoung membuat orang-orang semejanya yang sedari tadi sibuk dengan makanannya tersentak kaget akibat dentingan piring yang lumayan keras. Serempak mereka memandang Sooyoung.

Sooyoung balas memandang datar. “Aku mau pulang. Sekarang.” Sooyoung mengulangi ucapannya, dan kali ini dengan nada penuh penekanan dan tak sabaran.

Merasa tak direspon, Sooyoung semakin kesal. Dan dengan penuh emosi Sooyoung beranjak dari duduknya dan segera berjalan menuju pintu keluar restoran. Tak mempedulikan lagi tatapan-tatapan pengunjung yang lain akan sikapnya. Sooyoung tak peduli.

Nyonya dan Tuan Choi yang sudah sadar dengan kepergian Sooyoung pun segera beranjak bermaksud mengejar Sooyoung sebelum terlalu jauh. Namun, langkah pasangan suami istri ini terhenti karena sebuah suara yang menyuruh mereka untuk tetap pada posisi awal.

“Biar aku yang mengejarnya.”

Anak laki-laki yang sedari tadi terlihat tenang dari sudut pandang Sooyoung membungkukkan badannya, sebelum berlari mencari keberadaan Sooyoung.

 

-*-

 

Sooyoung menendang udara kesal. Gadis ini juga menghentak-hentak sol sepatunya. Berjalan tak tentu arah di tengah gelapnya malam. Bukan karena dia sengaja, tapi karena dia tidak tahu dimana lokasinya sekarang. Sooyoung tersesat. Dia tidak tahu jalan pulang. Sehingga dia memilih untuk terus menerobos jalanan secara sembarang. Mana tahu jika keberuntungan berpihak padanya dia bisa sampai di tempat yang dikenalinya.

Andai saja tadi dia tak berlari terlalu kencang dan melihat sekeliling terlebih dahulu. Mungkin saat ini dia tak akan mengalami nasib sial lagi. Ya. Andai saja.

 

Kini, Sooyoung hanya mampu berandai. Merutuki kebodohannya yang berlari cepat karena mengira orangtuanya akan mengejarnya.

Sooyoung mendengus. Sia-sia dia berharap appa dan eommanya akan mengejar dan membujuknya. Sia-sia dia keluar dari restoran itu dan berlari tak tentu arah hanya untuk membuat orangtuanya sadar akan penolakannya. Yah… Sia-sia.

Sooyoung tersenyum miris. Gadis ini menarik kesimpulan sendiri. Orangtuanya seperti tidak sayang lagi padanya. Orangtuanya tak lagi mau peduli nasibnya bagaimana. Orangtuanya lebih memilih pasangan suami istri yang akan menjadi pasangan baru mereka. Orangtuanya tak akan memperhatikannya lagi. Orangtuanya….  orangtuanya….

 

Sooyoung bersender pada  tiang penyanggah listrik. Gadis ini memerosotkan tubuhnya, menelungkupkan kepalanya dalam sela-sela kakinya yang tertekuk.

Terdengar suara rendah yang tersedu dari sana. Ya. Sooyoung sedang menangis. Dia takut. Sangat takut. Takut dengan keadaannya sekarang. Dia takut akan kehilangan kasih sayang orangtuanya. Sooyoung takut jika dia merestui hal ini, orangtuanya akan melupakannya dan memilih bersenang-senang dengan keluarga barunya.

Sooyoung tak ingin hal itu terjadi. Bagaimanapun rasa kesalnya pada orangtuanya, tetap saja Sooyoung  sangat menyayangi pria dan wanita yang telah melahirkannya.

 

‘tap tap tap’

 

Masih dengan tersedu akibat air matanya yang sedari tadi tak ingin berhenti, Sooyoung mendengar derap langkah seseorang yang menuju kearahnya. Sontak Sooyoung berusaha mendongak.

Dapat dilihatnya tak jauh dari tempatnya meringkuk saat ini sosok seseorang yang berlari kearahnya. Sooyoung tak dapat melihat jelas wajah orang itu, karena matanya masih dipenuhi oleh embun-embun air mata. Namun, dari siluet tubuhnya Sooyoung mengetahui bahwa yang sedang berlari ke arahnya adalah seorang namja.

Seketika tubuh Sooyoung menegang. Dan tanpa pikir panjang Sooyoung menegakkan tubuhnya dan berlari dengan sisa tenaganya yang sudah melemah usai berlari tadi.

Sooyoung sadar bahwa sekarang dia bisa tersesat lagi. Tapi, siapa yang peduli. Sekarang keselamatannya lebih penting. Namja yang berlari ke arahnya tadi membuat firasatnya memburuk, takut jika akan terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan menimpanya.

Dan benar saja dugaan gadis ini. Namja tadi malah balik mengejarnya. Sooyoung panik. Gadis ini semakin mengencangkan laju larinya. Nafas Sooyoung menjadi tak beraturan akibat panik. Di sela larinya Sooyoung memberanikan diri menoleh ke belakang. Dan benar saja laki-laki itu masih mengejarnya. Sooyoung yang panik menjadi semakin panik.

Sial. Sooyoung merutuk. Untuk apa laki-laki itu begitu gencar mengejarnya.

‘bruk’

“Awww.”

Sooyoung tersandung akibat tidak melihat jalanan dengan baik. Ia mendecih kala lututnya sukses berciuman dengan aspal.

Sooyoung masih meringis. Gesekan lututnya dengan aspal menimbulkan luka kecil.

Sooyoung kembali merutuki kebodohannya. Seharusnya tadi dia tidak mengenakan dress sialan ini. Kalau saja dia tahu akan terjatuh lebih baik dia menggunakan celana panjang tadi.

‘drap drap drap’

Sooyoung memukul kepalanya pelan. Bodoh. Dia lupa jika sedang melarikan diri dari orang  yang tak dikenal.

Sooyoung bersiap untuk berdiri. Namun, sebuah tepukan menyentuh pundaknya membuat Sooyoung kembali bergidik.

Terlambat, pekiknya.

“KYAAAAAA,”

Sooyoung berteriak spontan. Dan tersangka yang menepuk pundaknya itu langsung  membekap mulut Sooyoung. Memaksa Sooyoung untuk tidak berteriak lagi.

Sooyoung meronta dalam dekapan namja itu. Sekuat tenaga Sooyoung mengeluarkan suara. Namun, yang dihasilkan hanyalah gumaman-gumaman yang tidak jelas.

“Diamlah. Kau membuatku kesal.”

Sooyoung memberhentikan rontaannya. Suara namja ini seperti pernah di dengarnya.

Sooyoung memberanikan diri untuk menoleh ke belakang. Matanya terbelalak. Bagaimana bisa? Pekiknya dalam hati.

Namja itu balik  membalas tatapan terkejut Sooyoung dengan tatapan malas. Dia langsung melepas bungkamannya pada mulut Sooyoung. Dan didapatinya Sooyoung yang membulatkan mulutnya dengan bodoh.

“Kau… Bagaimana bisa?” tanya Sooyoung dengan setelah susah payah mencerna semua yang terjadi.

Namja yang sepertinya dikenal oleh Sooyoung mendecih kesal.

“Aku baru tahu. Selain pemarah dan suka merajuk, ternyata kau juga bodoh. Bagaimana bisa kau bilang. Untuk apa kau menanyakan hal yang sudah pasti jawabannya,” ujar namja itu dengan kesal.

Sooyoung mengerjap-ngerjap bola matanya. Namun, sedetik kemudian dia menunjukkan ekspresi sama kesalnya dengan namja dihadapannya. Ia melipat tangan di dada dan menghentak-hentak kakinya pelan.

Sial. Desisnya lagi. Ternyata yang mengejarnya bukanlah orang jahat. Sia-sia dia mengeluarkan banyak tenaga untuk melarikan diri.

Sooyoung kembali memandang namja dihadapannya yang ternyata telah bersandar pada tembok pagar di sebelahnya. Sooyoung menoleh ke sekelilingnya. Ternyata dia berlari memasuki sebuah perumahan yang dia sendiri pun tak tahu ini dimana.

“Jadi….”

Namja itu menoleh pada Sooyoung kala gadis itu membuka suara.

“Untuk apa tuan Xi Luhan repot-repot mengejarku?” tanya Sooyoung dengan nada kesal.

Namja yang panggil ‘Xi Luhan’ itu menoleh malas pada Sooyoung.

“Jika bukan karena suruhan orangtuamu. Aku mana mau repot-repot mengejarmu.”

Bohong. Tentu saja. Pemuda Xi ini tidak memberitahu yang sebenarnya pada Sooyoung. Gengsinya bisa-bisa akan  jatuh jika dia mengatakan dirinyalah yang menawarkan diri untuk mengejar Sooyoung pada tuan dan nyonya Choi yang saat itu berniat mengejar Sooyoung.

Namun, tampaknya Luhan   tak menyadari dampak dari ucapannya itu membuat Sooyoung terdiam. Tubuh Choi ini melemas seketika. Roman wajahnya berubah sendu.

Sooyoung menundukkan wajahnya.

Orangtuanya tak mau repot-repot mengejarnya. Dan malah menyuruh anak laki-laki keluarga Xi yang menyusulnya. Kenyataan yang baru diketahuinya ini membuat kesedihan yang dialaminya tadi kembali lagi.

Menyadari ada yang lain dari sikap Sooyoung membuat Luhan menyadari sesuatu. Astaga. Dia tak bermaksud membuat gadis ini bersedih.

Luhan akhirnya mendekati Sooyoung dan dengan cepat menarik tangan Sooyoung.

“Lebih baik kita pergi dari sini. Mereka pasti sangat khawatir jika kita tak segera kembali.”

Sooyoung tak mendengar ucapan Luhan. Bahkan dia tak menyadari jika tangannya sedang ditarik.

Namun, Luhan tak peduli jika Sooyoung tak mengindahkannya dan malah membawa Sooyoung berjalan menyusuri jalanan malam yang sudah sepi.

Sooyoung yang sedari tadi memang tak menyadari jika sedang ditarik tangannya oleh Luhan akhirnya mendongak dan mengerjap-ngerjapkan matanya.

Ditatapnya punggung Xi yang menariknya ini dengan masih setengah sadar. Seketika Sooyoung membulatkan matanya. Gadis ini menarik tangannya dari Luhan dan menghentikan langkahnya.

“Apa yang kau lakukan?” pekik Sooyoung.

“Membawamu kembali.” Sahut Luhan itu dan kembali menarik tangan Sooyoung.

“Lepas.” Sooyoung meronta.

“Lepaskan aku,” teriak Sooyoung.

“YAK__ kau tak mendengarku hah. Xi Luhan lepaskan aku. LEPAS…” rontaan dan pekikan Sooyoung yang semakin menjadi membuat langkah Luhan terhenti. Dia membalikkan tubuhnya, menatap kesal Sooyoung yang sedang mengatur pernapasannya

“Kau…” tunjuk Luhan pada jidat Sooyoung membuat Sooyoung terkesiap menahan napas. Wajah Luhan berubah menjadi sangat garang. Dan itu menakutkan Sooyoung.

“Berhenti bersikap kekanakan Choi Sooyoung. Kau bukan lagi seorang anak kecil yang akan dimanja jika keinginannya tidak terpenuhi. Usiamu sudah cukup dewasa untuk membuatmu berpikir secara rasional. Jangan banyak bertingkah yang akan menyusahkan orangtuamu. Jika memang kau tidak setuju dengan pertukaran pasangan ini, sebaiknya kau katakan secara langsung. Caramu yang kabur seperti ini adalah tindakan seorang pengecut.”

Sooyoung terkesiap menerima kemarahan dari Luhan. Tenggorokannya tercekat, lidahnya kelu untuk mengeluarkan  sepatah kata sekalipun. Ucapan Luhan benar. Dia  sudah  cukup dewasa. Tak semestinya dia kabur dan membuat orangtuanya susah.

Sooyoung pun akhirnya mengangguk pasrah.

“Aku tahu…” ucap Sooyoung setelah beberapa saat terdiam.

Sooyoung menarik nafasnya kemudian membuangnya begitu saja.

“Aku tahu tindakanku ini salah. Tapi, aku tak bisa memikirkan cara lain selain ini. Kau tak mengerti…”

Sooyoung merasakan matanya mulai berembun pertanda jika tetesan air matanya akan jatuh menganak dipipinya. Namun, Sooyoung tidak peduli. Dia hanya ingin mengutarakan kesesakan yang mengganjal di dadanya. Dia butuh seseorang untuk mendengarkan curahan hatinya.

“Aku tak ingin appa dan eomma bercerai. Aku tak ingin mereka menikah lagi. Aku takut. Aku takut jika nanti mereka tidak lagi peduli padaku. Aku takut kehilangan kasih sayang appa dan eomma.”

Luhan menatap Sooyoung yang menangis prihatin. Dia bersprekulasi jika alasan Sooyoung tidak setuju adalah karena takut perhatian orangtuanya padanya terbagi. Namja ini sedikit mendecih pelan. Luhan membawa Sooyoung dalam dekapannya. Menepuk pelan pundak gadis itu, menenangkan Sooyoung yang semakin tersedu. Mungkin dia tak tahu bagaimana perasaan Sooyoung saat ini. Namun, mendengar alasan Sooyoung membuat Luhan sedikit memahami karakter gadis ini. Sooyoung adalah pribadi yang harus selalu diperhatikan.

 

-*-

 

Setelah perasaan Sooyoung agak mendingan, Luhan mengajak Sooyoung untuk segera kembali. Kali ini Sooyoung tidak menolak dan mengangguk mengiyakan. Mereka berjalan berdampingan dengan Sooyoung yang masih menyeka sisa air mata di pipinya.

Sooyoung menoleh ke sebelahnya.

“Luhan-ssi…” panggilnya pelan.

“Hm,” sahut Luhan tanpa menoleh.

“Kenapa kau setuju dengan pertukaran pasangan ini?”

“Molla.”

Luhan mengedikkan bahunya, kemudian menoleh pada Sooyoung yang menatapnya bingung.

“Menurutmu?” tanya Luhan sembari menyunggingkan  senyum kecil.

Sooyoung mendegus.

“Kenapa kau bertanya padaku? Jelas-jelas aku tidak tahu.”

Luhan terkikik pelan.

“Aku bukannya setuju. Hanya saja…”

“Hanya saja?” tanya Sooyoung tak sabaran.

Luhan segera mengalihkan pandangannya lurus ke depan.

“Aku hanya berpikir untuk membalas budi appa dan eomma.”

Sooyoung mengernyit bingung. “Nde?”

“Kau tahu, jika kita hanya berpikir dari sudut pandang kacamata kita, pasti kita tak akan memahami apapun. Termasuk alasan orangtua kita memilih untuk bertukar pasangan. Alasan yang mereka berikan sangatlah konyol. Sulit untuk mempercayainya. Mereka sudah menjalani kehidupan suami istri bertahun-tahun, jadi tidak mungkin hanya dalam beberapa hari mereka bisa jatuh cinta pada orang lain. Apalagi mereka jatuh cinta di saat yang bersamaan. Sungguh aneh kan? Memangnya kau tak merasakan ada sesuatu yang disembunyikan dari kita?”

Sooyoung terdiam. Memikirkan ucapan Luhan barusan. Astaga. Dia memang menyadari alasan pertukaran pasangan ini sangat mustahil. Tapi, ternyata dia melewatkan hal yang sangat penting. Bisa-bisanya dia tak terpikir sampai ke arah sana.

“Aku memang tak menyadarinya,” ungkap Sooyoung jujur.

Luhan mengangguk mendengar jawaban Sooyoung.

“Pantas saja kau tidak setuju.”

“Tapi, apa hubungannya pertukaran pasangan ini dengan hal yang disembunyikan dari kita?” tanya Sooyoung bingung menatap Luhan.

“Pasti ada,” ujar Baekhyun yakin.

“Mungkin saja pertukaran pasangan ini di dasari insiden di masa lampau,” lanjut Luhan.

“Jadi… karena itu kau setuju?” tanya Sooyoung lagi.

“Tidak juga.”

Sooyoung kembali mengernyit. “Memangnya ada alasan lain.”

“Tidak. Aku hanya penasaran jika menjalani kehidupan dengan orangtua baru.”

Jawaban Luhan membuat Sooyoung terbelalak.

“Mwoya? Neo micheosseo.” Sooyoung menghentikan langkahnya dan mendelik pada Luhan. Membuat Luhan tertawa kecil. Luhan mengacak rambut Sooyoung gemas.

“Sudahlah. Tak usah dipikirkan. Lebih baik kau pikirkan apa yang akan kau katakan pada orangtuamu nanti. Mereka pasti sangat cemas sekarang.”

Sooyoung menggembungkan pipinya. Sial.  Namja ini membuatnya tak sanggup untuk melawan. Tapi, yah… Sooyoung harus akui, Luhan  membuat pandangannya sedikit terbuka. Mungkin Luhan benar. Di masa lampau orangtua mereka berada dalam lika-liku takdir yang menyakitkan. Sehingga di saat takdir sedikit berbaik hati orangtuanya maupun orangtua Luhan tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

Sooyoung menghembuskan nafasnya pelan. Sepertinya memang dia harus memberikan kesempatan itu juga.

Sooyoung mengalihkan pandangannya kesekelilingnya dan dia baru menyadari sesuatu.

“Lu…” panggilnya.

“Apa?”

“Kau tahu aku tidak tahu jalan untuk kembali. Tadi aku tersesat.”

Roman wajah Luhan tiba-tiba berubah. Namun, secepat mungkin dia menormalkan ekspresinya.

“Lu… kau tahu jalannya kan?” tanya Sooyoung hati-hati.

Luhan menoleh pada Sooyoung, tersenyum aneh sembari mengusap tengkuknya.

“Hehehe… sejujurnya aku juga tak tahu.”

Sooyoung membulatkan matanya. Dia menepuk jidatnya.

-*-

Hei hei hei xD

Setelah kemaren ngerilis teasernya dan yah responnya lumayan bagus dan aku cukup seneng ^_^

gomawo gomawo *cium satu-satu*

nah ini nih full partnya

jelek? gak bagus?😥

maaf kalo mengecewakan 

tapi tetep tinggalkan kritik, saran sebagai perbaikan di part berikutnya

Saranghae❤

49 thoughts on “Unexpected Part 1 (SooHan Ver.)

  1. winterchan July 9, 2014 / 2:30 PM

    Nah loh kirain Luhan narik narik Sooyoung tuh emang tau jalannya, taunya 😄
    sooyoung manja banget ya
    part 2 ditunggu banget loh ya
    Hwaiting🙂

    • chakyuyoungster July 9, 2014 / 4:25 PM

      ugghh #lapingus😀 makasih makasih #hug
      ne hwaiting!

  2. Nada Firdaus July 9, 2014 / 2:40 PM

    Next nya cpt y thor …
    Ceritanya seru ……
    Nggk sabar sama kelanjutan nya ….

  3. arr_98 July 9, 2014 / 2:54 PM

    Ini aslinya ff BaekSoo ya? Kok poster nya BaekSoo?? Trs ada typo nama Luhan jd Baekhyun jg.. hhe
    Btw, ini orangtuanya emang aneh ya.. masa iya cerai dgn alasan begituan… ckckck

    • chakyuyoungster July 9, 2014 / 5:18 PM

      bukan bukan :v
      aslinya itu Baek-OC
      tpi emg itu mukanya Luhan kok liat baik” deh😀
      emg mreka rada mirip kok :3
      wakakss :v
      iya orangtuanya seaneh anak-anaknya kok

  4. kumiko July 9, 2014 / 3:03 PM

    Jiah.. si luhan ga tau jalan baliknya.. tersesat dah xD kesian banget.. kira2 apa ya alasannya kok betukar pasangan gitu.. wah.. jangan-jangan…. karena emon?😮 /korban emon /Mastin Good /Abaikan ^^v
    Lanjut ya unn part 2 nya.. ppali ppali haha Fighting ^^

    • chakyuyoungster July 10, 2014 / 1:24 AM

      iya nih mas lulu bikin malu sumveh :v
      alasannya tuker pasangan? wah aku kurang tau xD
      wakaakakk napa mastin ikutan nyempil ya :3
      fufufuf gomawo #hug ^^

  5. fitriyulinda85 July 9, 2014 / 3:42 PM

    Ahhh……sooyoung jangn nangis dong TT_TT untung aja ada luhan dan sooyoung mungkin ortu kamu punya alasannya knp hars bercerai dan bertukat pasangn . Dan untuk ceritanya BAGUSSS di tunggu kljutannya ya ^^

    • chakyuyoungster July 10, 2014 / 1:26 AM

      haa iya mbak soo mestinya jan nangis ye #pukpuk
      hemeh lulu jdi semacam pahlawan gitu ye xD
      ffufufu gomawo gomawo {}

  6. Dian Kartika July 9, 2014 / 3:55 PM

    Di tunggu part 2 nya,,mudah”an soohan jatuh cinta,,fighting thor

  7. fazrinee July 9, 2014 / 5:49 PM

    ih lucu banget ff nya. ada ya orang tua yang tukeran pasangan😄
    nextnya ditunggu secepatnya😉

    • chakyuyoungster July 9, 2014 / 5:53 PM

      hihihi
      gue emg lucu kok *eh salah fokus😀
      hihhh
      maksih” ^^

  8. risma ayu July 9, 2014 / 5:58 PM

    Dasar luhan kirain tau jalannya sekalinya sama aja😄,soo unni aku mengerti perasaanmu kok unni…
    Aneh ya ortunya SooHan bertukar pasangan(?)alasannya unik:-D
    Tpi kyknya bner kta luhan ortu mereka pasti menyembunyikan sesuatu*soktahumoodon*
    Ok Next…Fighting!!

    • chakyuyoungster July 10, 2014 / 1:29 AM

      hihihihi :3
      luhan mah emg jago banget sok tau nya :v
      eh nyatanya -_- hihihih
      makasih loh {]

  9. Mrn July 9, 2014 / 6:23 PM

    Publish juga ga sabar sma jln ceritanya lanjut thor fighting! ;D debak!

    • chakyuyoungster July 10, 2014 / 1:32 AM

      heheeh iya udh pubish part 1 nya😀
      sabarin dlu sayang biar hasek xD
      makasih loh #hug

  10. KyuhyunBaekhyunSooyoung July 9, 2014 / 6:25 PM

    luhan punya gengsi permisah! /clap/
    dikirain luhan tahu jalan pulang ternyata! ckckck, selamat kalian akan tersesat ria.
    Hih, luhan aneh, masa orang tuanya kayak gitu, luhannya gak ada reaksinya. tapi kalau pikir2 masa luhan harus kayak soo, nangis sama lari gak jelas.
    next, next, next!

    • chakyuyoungster July 10, 2014 / 1:35 AM

      hahahah :v
      luhan emg rajanya nyesat *eh knp jdi kagak nyambung gni B-)

      kagak seru ahh kalo dua”nya sama” tukang kabor :v
      makasih makasih #hug

  11. husnulk July 9, 2014 / 6:44 PM

    jahahaha syoo ngira luhan itu orng jahat yaa…
    duh lucu juga sih orgtua soohan ini masa mau bertukar pasangan ckck ada2 saja…
    tpi aku akui ffmu bagus loh aku suka bacanya…
    oh ya ada typo ada tulisan baekhyun dsna chingu…
    next part cpt publish yaa😉
    smngt!!

    • chakyuyoungster July 10, 2014 / 1:39 AM

      he’eh😀 so ngirain mas lulu itu smacam penggoda mlm *eh
      hihihi :3 tukar pasangan sebegitu jarangkah? :v padahal aku ngambil kisah nyata anak holang loh
      oh itu emg ini fic aslinya make baekhyun ama OC sih
      makasih makasih #hug

  12. ayuk July 9, 2014 / 9:41 PM

    Hahahah ya ampun luhan…
    Kirain tau jalan.ny eeee ternyata sama aja kaya soo hahaha
    Ditunggu part 2 chingu

    • chakyuyoungster July 10, 2014 / 1:40 AM

      dua anak holang yang kesasar. bedanya soo jujur tpi luhan sotoy nya akut :v
      makasih ya ^^

  13. MoSYoungTa July 9, 2014 / 11:18 PM

    helo helo maaf baru koment ><
    nnti penasaran, Syoung ngikut siapa? Luhan ngikut siapa?
    ah sapa tau jja mereka serumah eheheh
    eh eh ada pacar sy tuh muncul *lirik cabe
    typo yah?
    over all daebak ^-^
    next part ditunggu ツ

    • chakyuyoungster July 10, 2014 / 1:45 AM

      hohoho iya nyantai aja ya say. sooyoung ikut aku :v luhan jga ikut aku :3
      wakaks trnyata masih ada aja ya sisa makhluk aneh di fic ini hihihi -,-
      maklumin yee soalnya fic ini dlu make cast baekhyun-OC😀
      oke sabar buat next nya y ^^

  14. eva dyahelf July 10, 2014 / 12:32 AM

    keren critanya
    part slnjutanya ditunggu.
    critanya seru

    • chakyuyoungster July 10, 2014 / 1:47 AM

      okeh sabar ya sayang. doain biar oublish nya cepet🙂

  15. Rifqoh Wafiyyah July 10, 2014 / 1:11 AM

    uwahhh knpa pda tker psangan sbenarnya aku gk stuju mreka tker psngn soalnya q ngbayangin soo unnie otu aku…
    psti gk enak…,tpi trsrah author….
    over all kern…😀

    • chakyuyoungster July 10, 2014 / 1:48 AM

      kagak apa” skali” nyoba yg bergenre aduhai kyk gni xD *apanya ya8 #tabok
      hehheeh gue emg keren B-) *eh #salahfokus -,-
      makaih loh ^^

  16. mikaudrey July 10, 2014 / 3:43 AM

    Orangtua mereka aneh
    Kenapa mesti tuker pasangan ya
    Penasaran nih
    Next partnya ditunggu ya
    Hwaiting^^

  17. novianti sitorus July 10, 2014 / 4:07 AM

    itu orang tua mereka bener2 hahaha
    Luhannya kayanya gengsian nih..
    next part ditungguuu

  18. Rizky Amelia July 10, 2014 / 5:20 AM

    Ada gituuu orang tua kayak gituuu-_- tapi kayaknya bener kata Luhan ada yg disembuyiin sekalinyaa itu rencana ortu mereka buat ngejodohin mereka NAHLOH?? Wkwkwk *imajinasimodeon*
    Hahay Luhan-Sooyoung selamat tersesat yaa aku disini mendukung kalian*apaini*
    Ditunggu next partnyaa^-^

  19. DeliaaOKT July 10, 2014 / 6:17 AM

    Soo eonn sabar aja ya..Kan ada Luhan
    ya tuhh..pasti ada udang dibalik batu yg disembunyiin ortu SooHan,jgn2 SooHan dijodohin lagi#soktaunihh
    Chapt 2 ditunggu ya..

  20. fathiyahazizah July 10, 2014 / 6:20 AM

    Si luhan makanya jangan main tarik tangan orang ternyata malah gak tau jalannya😀
    Hihihi,next ya🙂

  21. wnove July 10, 2014 / 7:18 AM

    Waaah, ga sabar ga sabar, ditunggu part 2 nyaa

  22. yeniswisty July 10, 2014 / 7:40 AM

    ck.. si Luhan main narik2 tpi gk tau jln nya juga.. :v
    ntak kenapa pas ak baca bagian luhan “ada sesuatu yang disembunyikan dari kita” itu ak nebaknya klo mereka bakal di Jodohin.. and pertukaran pasangan itu cmn alibi nya doang😀
    ff bagus.. Next part di tunggu😉

  23. FAnoy July 10, 2014 / 12:00 PM

    Aku setuju sama Luhan..ada sesuatu yg disembunyiin sama orangtua mereka..apa ya? Trus nanti SooHan ikut appa atau eommanya?..Sooyoung tipe2 anak manja..Luhan bisa dibilang gentleman..pasangan yg unyu ><..ada Baekhyun nongol haha😄
    Lanjutin ya eonnie? #SKSD
    Ditunggu chapter 2 nya^^..'-')9

  24. Kang Yong Ae July 10, 2014 / 12:15 PM

    heleh konyol bgt alasannya. pasti ada yang disembunyiin.
    uh pnasaran.nextnya ditunggu

  25. wufanneey July 10, 2014 / 1:53 PM

    Luhan jalan pikirnya dewasa sekali yah… salut deh buat Lulu :3
    sooyoung juga jangan kekanakan dong…
    mohon dilanjut ya, ini terlalu dikit part 1 nya hehehe jadi penasaran😀

  26. Amel Ryriis July 10, 2014 / 3:26 PM

    Suer,,,itu orng tuannya soo sma luhan bnar2 konyol..hahahah,
    bertukar pasangan?? :O huft,aku aja bca aja udhskit kpla mkirinnya apalgi soo yg pnya ortu,hahah😀

    pnsrn bngt,ini ff akn brakhr soohan couple, atau soohan saudaraan?:/

    next partnya slalu ditnggu😉

  27. Anna Choi July 10, 2014 / 3:42 PM

    Ciee luhan pemikirannya terbuka wkwk
    Itu gimana mau balik? Pada ga tau arah pulang semua?? Wkwk
    Next-nya ditunggu😀

  28. chichi nandha July 11, 2014 / 4:03 AM

    wihh
    luhann gak tau jalanya
    haha
    kereeenn ff.nya thorr

  29. Choi Je Kyung July 11, 2014 / 12:02 PM

    Nama baekhyun nyempil bentar tuh chingu. Hahaha~
    Tapi aneh juga kalau ortu ingin bercerai dengan alasan seperti itu. Kalau emang cinta masa lampau sih gak jadi masalah. Nah loh, kalau ketemunya baru sekarang gimana yah??
    Mudah2an saja memang cinta masa lalu😀

  30. kyungie July 11, 2014 / 9:26 PM

    haha lucu nih. Ada typo tuh chingu, tp ga merusak suasana kok. Update soon

  31. park yongjin July 12, 2014 / 2:12 PM

    Lanjut ! Jangan lama ya … penasaran

  32. Sooyoung's Weird Fan August 3, 2014 / 6:53 PM

    Annyeong, new reader imnida, hahaha.
    Wah, keren FF nya, aku suka aku suka~ Tapi, ada typo dikit tuh, hehe.
    Orang tuanya Soo sama Luhan kok aneh banget ya, kasian Soo-nya. Tapi unik juga sih, keren. Luhannya dewasa banget, tapi kalo jadi Soo, mungkin aku juga bakalan bertindak kaya gitu meskipun kekanakan, haha. terus gimana mereka baliknya tuh kalo dua-duanya sama-sama nggak tau jalan? Dasar, mereka emang aneh. Banyakin moment SooHan-nya ne😀 Ditunggu next chapternya~ Keep writing^^

    • chakyuyoungster August 3, 2014 / 9:31 PM

      hehhe wahh selamat datang ^^
      emmm mreka aneh krn yg ngarang jg aneh *eh
      hihi
      iya makasih loh #hug

  33. ismi khaerin September 7, 2014 / 10:40 PM

    akh si lulu pngen q tabok nh #pakebibir.
    Mz gak tau jalannya sh, uh pyah. Ini part 2nya adakah ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s