BLUE MYTH 3

1238043_528451953893757_1848738245_n

Tittle      : Blue Myth

Author   : chakyuyoungster

Cast      : Choi Sooyoung, Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun

Lenght  : Chapterred/Series Fic

Genre   : Romance

Rating   : Teenager

Disclaimer  : This story is mine. If you finds the same story like this,please contact me on Fb : Och Smsr and Twitter: @Och_Smsr. Don’t read this story if you do not like the characters. No Plagiat. No Bash. Happy  Reading >>>>

Summary : Mereka bersumpah tidak akan menikah seumur hidup. Agar dapat berbahagia selamanya, sampai kapan pun mereka takkan berpisah. Itulah ikrar yang telah mereka pilih.

prev : BM 1  ,  2

-*-

Hari Minggu yang tenang di musim gugur yang nyaman. Angin musim gugur yang sudah mulai akrab dengan sekelilingnya membawa semerbak harum bunga olive jingga ke tiap-tiap bagian kediaman keluarga ‘Cho’. Di ruang tengah rumah itu tampak Sooyoung yang sedang sibuk mengerjakan tugas musim gugurnya. Mungkin… saking seriusnya, gadis ini sampai tidak menyadari dering telepon rumah yang sejak beberapa menit yang lalu terus-menerus bergaung cempreng. Nyonya Cho yang mendengar dering telepon dari arah dapur cukup terganggu karena semenjak tadi tak ada satupun di antara anggota keluarganya yang berniat untuk mengangkat telepon itu.

“Sooyoungie! Tolong jawab teleponnya. Eomma sedang sibuk.”

Teriakan Nyonya Cho yang cukup nyaring mengusik keseriusan Sooyoung. Gadis ini berdecak kecil, menelungkupkan buku yang berisi kumpulan soal-soal itu di atas meja dan beranjak menuju telepon rumah yang jaraknya tak terlalu jauh dari tempat Sooyoung semula.

“Yoboseyeo…”

“Yoboseyeo Youngie-ah.” Terdengar sahutan riang dari seberang sana. Sooyoung mengernyitkan dahi, karena sepertinya dia mengenali suara sang penelepon.

“Nuguseyeo?”

“Aishh… Neo jeongmal pabo yeoja, Soo. Ige Taeyeon. Kim Taeyeon. Neo chingu.”

Gerutu si penelepon yang mengaku dirinya adalah Taeyeon, sahabat Sooyoung.

“Taeng? Bagaimana kau tahu telepon rumahku?” tanya Sooyoung bingung.

“Cih. Tak sulit mendapatkan informasi tentangmu, Soo. Apalagi hanya nomor telepon rumah. Itu perkara mudah. Aku tinggal menanyakannya pada Park Saem.” sahut gadis itu masih dengan penuh semangat.

Sooyoung mendengus jengah. Sepertinya dia merasa aneh karena Taeyeon tiba-tiba menelepon. Taeyeon tak pernah menelepon Sooyoung selama ini, jadi pasti saat ini Taeyeon sedang merencanakan sesuatu. Apalagi sampai menanyakan pada Park Saem, tentor mereka di Hagwon.

“Apa tujuanmu?” tanya Sooyoung akhirnya, terlalu malas mungkin meladeni Taeyeon. Ya, karena pikiran gadis itu penuh dengan tugas musim gugurnya yang tak kunjung selesai.

“Hei…hei…hei. Apa itu ucapan yang pantas, Soo? Aku sampai meneleponmu untuk menyampaikan berita penting. Tapi, ternyata sambutan Choi… ani maksudku Cho Sooyoung tak sesuai perkiraanku.” Taeyeon menggerutu tidak jelas. Tentu hal itu membuat Sooyoung yang pikirannya saat ini sedang ngandet pun hanya bisa menghela nafas pasrah. Jujur, saat ini Sooyoung sangat dan teramat malas untuk meladeni Taeyeon jika sudah begini (re : merajuk).

“Oh, ayolah Taeng.” Sooyoung membuang nafas kesal.

“Baiklah, aku minta maaf Kim Taeyeon. Jadi… informasi penting apa yang membuatmu sampai meneleponku?”

Kini Sooyoung memilih bersandar pada tembok di sampingnya. Menunggu hingga Taeyeon berhenti menggerutu tidak jelas.

“Yak, bahkan cara minta maaf mu terkesan terpaksa, Youngie. Kau menyebalkan.”

‘Kau lebih menyebalkan, bodoh.’ Umpatan Taeyeon padanya tentu saja membuat Sooyoung kesal. Namun, sekali lagi Sooyoung memilih diam dan membalas umpatan Taeyeon dalam hati.

Merasa Sooyoung tak meresponnya, terpaksa Taeyeon berhenti menggerutu. Firasat gadis ini mengatakan Sooyoung sepertinya tidak dalam mode yang baik. Karena…yah.. Tak biasanya Sooyoung tak meladeninya. Baiklah, Taeyeon akan menyudahi acara rajuk merajuknya.

“Soo?”

“Hm.”

“Kau tak penasaran berita penting yang ingin kusampaikan?”

Sooyoung menatap jengah telepon rumahnya. Sungguh gadis ini ingin sekali mencekik leher Taeyeon jika Taeyeon ada dihadapannya. Bagaiamana tidak? Sejak tadi Taeyeon terus menanyakan hal yang sama dan Sooyoung selalu menjawab agar Tae segera memberitahu. Namun, sialnya gadis itu akan berakhir merajuk tidak jelas. Membuat Sooyoung berulang kali mencaci Taeyeon dalam hatinya.

“Kim Taeyeon jika kau terus menanyakan hal yang sama berulang kali tanpa berniat mengatakan secara serius, lebih baik aku menutup telepon ini sekarang.”

“YAK__”

“Kuhitung sampai tiga. Hana__dul__ss…..”

“Ya ya ya ya. Baiklah Soo. Aku akan bicara.” Taeyeon menyerah bertanya untuk kesekian kali pada Sooyoung. Gadis ini mengerucutkan bibirnya sedikit kesal.

Sementara Sooyoung terkikik tanpa suara karena berhasil membuat Taeyeon terdiam.

“Begini…”

Taeyeon membuka suara setelah berpikir sejenak akan memulai bercerita dari mana. Sooyoung yang semula ogah-ogahan akhirnya mulai mendengarkan. Intonasi Taeyeon terdengar serius kali ini.

“Begini, Minggu depan itu merupakan peringatan Hari Pendirian Sekolah. Karena jatuh di hari Minggu, jadi diganti hari Senin. Berhubung hari Sabtu, Minggu, dan Senin minggu depan kita libur, bagaimana jika kita ikut liburan dengan pihak Hagwon? Tadi Park Saem meneleponku, menawarkan apakah kita ikut atau tidak liburan ke Busan dengan mereka.”

“Busan? Jinjayeo?”

Kali ini Sooyoung mulai tertarik dengan apa yang akan dikatakan Taeyeon selanjutnya. Semangatnya mulai meningkat kala Taeyeon berkata tentang liburan. Dan liburan di sini bukan liburan di rumah dengan tugas menumpuk seperti yang dialaminya sekarang, melainkan liburan dengan jalan-jalan ke luar kota.

“Cish… Kau ini. Dasar menyebalkan. Tadi malas sekarang senang. Tak kusangka mood mu langsung berubah hanya gara-gara liburan.”

Cibiran Taeyeon membuat Sooyoung tertawa pelan.

“He he he. Mianhae, Taeng.”

“Jadi __ Kau sudah pasti ikut kan? Kalau begitu, Soo, aku ada permintaan.”

Suara Taeyeon yang tiba-tiba berubah menjadi manis membuatku mengernyit seketika. Menebak-nebak apa yang diinginkan anak ini.

“Katakanlah.”

“Begini__ Peserta yang ikut nanti ada 5 orang. Dan karena kita pergi ke Busan, otomatis kita menggunakan perjalanan darat. Berhubung karena mobil Saem kecil, tidak cukup menampung semua peserta dan barang-barang nanti, tentunya kita membutuhkan 1 mobil lagi. Oppamu punya mobil kan? Bagaimana jika oppamu ikut.”

Ck. Ini dia. Taeyeon mulai lagi. Sooyoung mendecih kecil melihat sahabatnya yang seperti ada udang di balik batu.

“Nanti aku tanyakan pada Kyuhyun oppa.”

Sooyoung hanya menjawab sekenanya dan tak berniat melanjutkan lagi. Taeyeon memiliki ketertarikan pada Kyuhyun, dan itu membuat Sooyoung harus dijejali kecerewetan Taeyeon untuk dikenalkan pada oppanya. Benar-benar menyebalkan.

“Tapi…”

“Tapi apa?”

“Kyuhyun oppa sibuk. Kau tahu itu. Jadi kita jangan terlalu mengharapkan jawaban yang positif.”

“Fuh… Begitu ya.” Taeyeon kecewa? Tentu saja. Sangat kentara dari helaan nafasnya yang menyiratkan rasa kecewa.

Sooyoung yang mendengar helaan nafas Taeyeon hanya bisa tersenyum aneh. Sahabatnya itu sangat mudah dibaca. Yah. Taeyeon adalah tipe gadis yang terbuka dan selalu menunjukkan perasaannya secara cuma-cuma. Hal itu merupakan salah satu alasan Sooyoung bertahan disekitar Taeyeon.

Masih dengan senyum anehnya, tiba-tiba manik Sooyoung menangkap Kyuhyun melintas dihadapannya.

“Oppa…”

Merasa ada yang memanggil, Kyuhyun menoleh ke sampingnya. Terdapat Sooyoung berdiri dengan tangan menggenggam gagang telepon di sebelah telinganya.

“Ada apa?” Kyuhyun mulai melangkah mendekati Sooyoung.

“Bicara sendirilah pada Oppaku, Taeng.”

“Yak, Soo…”

Sooyoung tak memedulikan Taeyeon yang berteriak tiba-tiba, dan langsung menyerahkan telepon yang ada di genggamannya pada Kyuhyun.

“Temanku ingin bicara sesuatu.”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. Sungguh, dia sama sekali tak mengenal ataupun tak satupun dia mengetahui siapa teman-teman Sooyoung. Bagaimana mungkin teman Sooyoung ingin bicara padanya?

“Ini mengenai liburan Oppa. Dia hanya ingin meminta tolong.”

Sooyoung menjelaskan. Seakan mengerti keraguan yang membenak di logika Kyuhyun.

Masih dengan sedikit ragu, akhirnya Kyuhyun pun menerima gagang telepon itu.

“Yoboseyeo?” ujar Kyuhyun pelan.

“…”

“Nde? Minggu depan?”

Terlihat Kyuhyun sedang berpikir mengenai ucapan Taeyeon, kemudian melirik ke Sooyoung yang berada di sampingnya

“….”

Kyuhyun menghembuskan nafas pelan, sebelum menjawab ucapan Taeyeon.

“Baiklah. Sepertinya aku bisa meluangkan waktu.”

Sooyoung terkesiap. Jawaban Kyuhyun membuatnya tak menyangka sama sekali. Dia sudah berencana ingin mencari orang lain untuk membantu menjadi supir mereka nanti. Namun, jawaban Kyuhyun barusan membuatnya sedikit senang.

Senang? Tentu saja. Bisa berlibur ditengah kepenatan yang membuatnya hampir gila, ditambah dia berlibur gratis bersama Oppanya yang selalu sibuk dengan deadline dan komik. Siapa yang akan menyianyiakan kesempatan indah itu? Bersenang-senang sedikit kan tak masalah.

Berbicara tentang deadline dan komik. Sooyoung spontan menepuk jidatnya seakan melupakan hal penting.

“Oppa, deadlinenya?”

Kyuhyun menoleh pada adiknya dan tersenyum. Menepuk pelan kepala Sooyoung sembari mengelusnya pelan.

“Jangan khawatir, Sooyoungie.”

Oh, Baiklah. Sooyoung terkesiap kembali. Gadis ini merasa darahnya naik ke pipinya. Pengalaman pertama dia memiliki seorang oppa dan diperlakukan sedemikian manis. Menyenangkan? Mungkin. Gadis ini juga kurang mengerti. Hanya saja dia sangat senang saat Kyuhyun memperlakukannya begini. Membuatnya semakin menyayangi Kyuhyun sebagai Oppa satu-satunya.

“…”

“Baik, pukul delapan di Hagwon.”

Setelah berkata begitu Kyuhyun menyerahkan gagang telepon pada Sooyoung.

“Yoboseyeo, Taeng? Kau masih di sana?”

“Aish. Jinjayeo Sooyoungie. Kau keterlaluan. Bagaimana bisa kau menyerahkan telepon pada oppamu tanpa aba-aba padaku.”

Sooyoung terkekeh, sahabatnya memang sangat suka mengomel seperti ini.

“Baiklah, baiklah. Aku minta maaf Kim Taeyeon.”

Taeyeon jengah jika namanya sudah disebut secara lengkap. Seakan-akan dia adalah sosok yang sangat menjunjung nilai keformalitasan. Yah, sekalipun dia tahu dari nada bicaranya Sooyoung hanya bercanda.

Namun, tetap saja dia kesal.

“Aku tak suka kau menyebut namaku selengkap itu, Soo. Tapi, yah… Kau berjasa kali ini. Oppamu yang kau bilang sangat sibuk itu bisa ikut membuatku bahagia bukan kepalang. Apalagi, saat kau menyerahkan telepon padanya. Aigo, suaranya manis sekali, lembut, dan__”

“YA YA YA YA! Sudah! Aku tutup teleponnya.”

-ttut-

Sooyoung langsung menginterupsi ucapan Taeyeon sebelum Taeyeong selesai berbicara. Bukannya apa. Sooyoung melakukan itu hanya karena kupingnya bisa-bisa panas jika mendengar ocehan Taeyeon yang terkesan sangat absurd dan tak akan ada habisnya jika sudah memulai perbincangan yang difavoritkannya. Dan sungguh. Sooyoung tak ingin rohnya akan lepas dari tubuhnya jika Taeyeon terus melempar kalimat pujian yang sangar…err- menjijikkan.

Oh, ayolah. Bagaimana mungkin Taeyeon memuji-muji oppanya sedemikian rupa hanya karena suara Kyuhyun yang katanya indah itu? Sooyoung menggeleng kepalanya heran. Jika hanya dengan suara Taeyeon sudah terpesona, bagaimana jika Taeyeon melihat setampan apa seorang Cho Kyuhyun?

Sooyoung tak mampu membayangkan reaksi berlebihan ala ala childish khas Taeyeon yang nantinya akan dipertunjukkanya. Sooyoung berdecak dan tersenyum sedikit kecut memikirkannya.

Dengan menggeleng kecil, akhirnya Sooyoung beranjak dari tempatnya saat ini dan bergabung pada Kyuhyun yang sedang memakan apple pie buatan eomma di dapur.

-*-

Seminggu setelah Taeyeon mengabari tentang liburan ke Busan, tampak mobil kesayangan Kyuhyun terparkir di depan teras rumah. Integra berwarna merah menyala itu mengilap akibat pantulan dari sinar matahari pagi. Model body yang langsing dari mobil sport ini sangat mencolok jika dikendarai. Namun, tetap tak mengurangi eksistensi anak muda untuk mengendarainya.

Di bagian belakang mobil, tepatnya pada bagasi terlihat Kyuhyun sedang memasukkan travel bag dan perlengkapan lainnya.

“Soo, tak ada yang ketinggalan kan?”

Kyuhyun bertanya setelah melihat Sooyoung menghampirinya dari pintu depan bersama appa dan eomma mereka.

“Ini benar-benar tidak apa-apa, kan? Aku tak ingin disalahkan jika oppa terlambat deadline.”

Bukannya menjawab pertanyaan Kyuhyun, Sooyoung malah bertanya balik. Tentunya itu membuat Kyuhyun tersenyum melihat adiknya yang kelihatan khawatir itu.

“Gwaenchana. Masih ada waktu sampai deadline berikut. Dan lagi nomor telepon hotelnya sudah kuserahkan pada editor. Jadi, di sana juga bisa tetap melakukan perbincangan bisnis.”

Kyuhyun menjawab sambil membukakan pintu mobil untuk Sooyoung.

“Naiklah. Nanti kita terlambat.”

Sooyoung melirik sekilas, kemudian beralih pada eomma dan appanya yang tampak tersenyum melihat dua kakak beradik itu.

Tanpa basa-basi Sooyoung mengecup pipi eommanya, dan menyalam tangan appanya.

“Kami pergi.” ujarnya singkat sebelum berbalik menuju kursi penumpang yang letaknya berada di samping Kyuhyun yang terlihat sudah berada pada kursi pengemudi.

Setelah menyamankan posisinya dan menutup pintu. Sooyoung membuka jendela dan mengucapkan selamat tinggal kembali untuk orangtuanya.

“Hati-hati di jalan. Pulanglah dengan selamat.” sahut eommanya.

“Kyuhyun, menyetirnya hati-hati. Jangan sampai kalian menabrak sesuatu.” Appa mereka menimpali.

Kyuhyun hanya mengangguk pertanda ia mengerti, dan Sooyoung tampak mengayunkan tangannya pada orangtuanya.

“Dah, eomma appa.”

-*-

Sesampainya di Hagwon, tempat Sooyoung mengikuti les tambahan, tampak Taeyeon berdiri sembari melambaikan tangannya senang, seraya raut wajahnya tampak menyiratkan ‘akhirnya datang juga.’

Sooyoung turun dari mobil dan langsung menarik tangan Kyuhyun yang baru saja turun.

“Hyaaa… Oppamu tampan sekali Sooyoungie.”

Teriakan Taeyeon yang nyaring serta penuh semangat itu terdengar jelas oleh semua orang. Dan hal itu membuat Kyuhyun terlihat malu.

“Ini yang waktu itu bicara denganku di telepon kan?”

“Oahhh… Masih ingat, ya? Ternyata suaraku meninggalkan kesan pada oppa Sooyoungie. Kkk~”

Taeyeon kembali memekik senang. Dan kehebohannya itu mengundang tatapan tak menyenangkan dari pengguna jalanan yang sedari tadi berlalu lalang.

Sooyoung hanya mampu menggelengkan kepala maklum. Taeyeon memang seperti itu. Selalu cepat menguasai keadaan.

“Hei, Soo. Kami tak ingin kau kenalkan pada oppamu?”

Sooyoung menoleh pada seorang gadis tomboy dengan rambut pendeknya yang membuatnya kelihatan keren.

“Astaga! Maaf, Amber aku kelupaan.” Sooyoung menepuk jidatnya sembari menyengir.

“Oppa, perkenalkan mereka adalah teman-temanku. Tentunya oppa sudah mengenal gadis yang disamping oppa itu. Namanya adalah Kim Taeyeon. Dan gadis berambut pendek disampingku ini adalah….”

“Joneun Amber Liu imnida. Gadis yang paling cekatan di Hagwon.”
Amber memperkenalkan dirinya sambil berpose peace pada Kyuhyun.

“Ya…ya…yaa. Sudahi perkenalanmu Amber. Gadis cantik ini ingin memperkenalkan diri juga.”

Seseorang dari belakang langsung menginterupsi acara perkenalan Amber. Tentu saja Amber memberenggut kesal. Dia mengenali suara ini. Yah. Hanya gadis ini satu-satunya yang suka seenaknya memotong ucapan orang lain.

“Perkenalkan, Kyuhyun-ssi. Namaku Kwon Yuri yang elegan dan kefeminimannya tak terkalahkan.” Yuri memperkenalkan dirinya sambil mengibaskan rambutnya dan memberikan senyum manisnya pada Kyuhyun yang juga sedang tersenyum menatapnya.

“Penipu!”

Yuri mendelik kesal memandang seseorang yang menyerobotnya secara tidak sopan. Oh, jangan lupakan Yuri. Kau juga tadi menyerobot Amber, jadi yah- wajar saja bila kau juga diserobot. Amber pun terkikik geli melihat ekspresi Yuri yang semula manis kini tampak sedikit kusut.

“Hallo. Aku Kim Jongdae. Panggil saja Chen. Daya tarikku adalah wajah tampan dengan alis yang teratur ini.”

Chen memperkenalkan diri dengan sedikit narsis dan well_ berlebihan. Bisa dibayangkan setelah itu semuanya memukul kepala Chen bersamaan, yah kecuali Kyuhyun.

Chen memberenggut, dan sedikit memajukan bibirnya. Dan itu sungguh tampak tidak ada imutnya sama sekali.

Heol!

“Kyuhyun-ssi senang berkenalan denganmu. Tadinya kukira hanya aku lelaki yang ikut pada darmawisata kali ini, oh ralat pengecualian untuk pak tua berjenggot itu. Dan sebagai sesama lelaki tampan mari kita berteman.” Chen menjabat tangan Kyuhyun dan langsung berbisik kala menyebut kata ‘Pak tua berjenggot’.

Chen memang seperti itu. Dia selalu suka menistakan orang lain. Dan yang jadi sasarannya saat ini yah__ Park saem -yang disebutnya pak tua berjenggot-

Kyuhyun pun langsung tertawa. Dan mengundang semua menatapnya penuh tanya.

“Perkenalkan, Aku Cho Kyuhyun, oppanya Sooyoung. Senang bertemu kalian semua.”

Dengan sedikit berdehem kecil, kali ini giliran Kyuhyun yang memperkenalkan dirinya. Berbeda dengan yang lainnya yang berkenalan secara informal, Kyuhyun malah memperkenalkan diri sembari membungkuk sopan pada semuanya -sedikit formal tentu saja.

“Baiklah__ Karena semuanya sudah saling berkenalan. Bagaimana jika kita berangkat sekarang?”

Semua pun menyetujui dan melangkahkan kaki menuju mobil masing-masing.

“Oppa, aku ikut ke mobil oppa ya?”

Suara Taeyeon yang semula sudah tak terdengar kini mulai terdengar berisik, seperti anak kecil. Dan tanpa diizinkan terlebih dahulu Taeyeon malah langsung berlari menuju Integra Kyuhyun.

Dan apa katanya tadi? Oppa?
Sooyoung mendecih kecil. Beginilah Taeyeon. Sekalipun baru pertama kali bertemu dengan seseoarang, Taeyeon tak segan memanggil dengan panggilan akrab. Dan gadis ini tampak tak perduli jika orang lain memandangnya dengan tatapan ‘sok akrab’.

“Boleh saja, Taeyeon. Tapi tanggung sendiri jika umurmu bertambah pendek.”

Kyuhyun tertawa melihat tingkah kekanakan Taeyeon, dan sedikit menggoda gadis itu. Sementara Sooyoung tampak sedikit…err- aneh. Dia hanya diam dan mengikuti di belakang Kyuhyun.

Kyuhyun mengeluarkan kunci dari saku celananya dan membuka pintu mobil.

Taeyeon langsung berhambur ke kursi penumpang yang berada di belakang dan Sooyoung mengikutinya dan memilih duduk di samping Taeyeon.

Setelah, semua peserta yang ikut darmawisata sudah menaiki mobil masing-masing. Mobil yang dikendarai Kyuhyun, dan mobil yang dikendarai Park Saem menyala hampir bersamaan. Dan dengan segera kedua mobil itu melaju membelah jalanan, dengan sedan putih Park saem yang memimpin arah tujuan mereka.

Sooyoung sungguh tak sabar. Perjalanan ini membuat jantungnya sedikit berdebar. Karena selama tiga hari kedepan tentunya banyak hal yang menantinya di Busan

-*-

Selama perjalanan menuju Busan tak henti-hentinya Sooyoung maupun Taeyeon menikmati panaroma indah yang menyejukkan penglihatan mereka. Sesekali mereka terkikik bersama jika ada hal yang patut untuk ditertawai oleh mereka. Walaupun suara riang yang mendominasi adalah suara Taeyeon yang memang selalu bersemangat dalam segala hal. Dan Kyuhyun hanya mampu tersenyum sembari menggeleng kecil melihat mereka berdua dari kaca spion di depannya.

Kini, Integra merah Kyuhyun dan sedan putih Park Saem, perlahan-lahan meluncur perlahan-lahan di jalur hijau pada Flower Road yang disekelilingnya banyak bunga beraneka warna. Dengan nyaman mereka menuju ke selatan.

Di depan sana, sudah terlihat dengan jelas hamparan air laut yang luas membiru. Pantai Haeundae. Sooyoung dan Moe terdiam. Perasaan mereka sangat nyaman dan seakan waktu berjalan sangat lama.

Integra Kyuhyun melaju dengan tenang dan ringan. Melambatkan laju mobil demi menikmati belaian angin sepoi pantai yang menyejukkan.

-*-

Integra Kyuhyun dan Sedan putih Park Saem berhenti di sebuah resort hotel sekitar pantai. Haeundae Hotel.

Dengan langkah tak sabaran mereka semua turun dari mobil dan menatap takjub hotel berwarna putih gading berbentuk kapal pesiar itu. Bentuknya yang oval membuat kesan mewah hotel ini sangat kentara.

“Ayo, cepat kita harus ‘check in’!” Seruan Park Saem yang kedengaran tidak sabaran memecah kekaguman mereka pada Haeundae Hotel.

Dengan langkah enggan mereka mengikuti langkah Park Saem mengurus administrasi penginapan. Setelah mendapatkan kunci kamar, semuanya langsung berhambur menuju kamar masing-masing.

-*-

Taeyeon langsung menuju balkon setelah melemparkan barang di atas tempat tidur. Sementara Sooyoung memilih merebahkan tubuhnya, menghirup napas panjang sambil menikmati hembusan angin laut yang lembut.

“Soo…”

“Em…”

“Aku merasa Kyuhyun oppa adalah namja yang sangat baik.”

Sooyoung terpaku dan membuka matanya. Memandang punggung Taeyeon yang tetap memandang laut dihadapannya.

“Dia bahkan lebih baik dari ceritamu selama ini, Soo.”

Kali ini Taeyeon membalikkan badannya menghadap Sooyoung yang masih rebahan. Tersenyum lembut dan mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur.

“Hah…” Taeyeon menghela nafas dan memandang lurus ke depan

“Aku jadi iri padamu, Soo. Kamu punya oppa setampan dan sebaik Kyuhyun oppa.”

Sooyoung tak mampu merespon sepatah katapun. Tenggorokannya serasa tersumbat. Lidahnya kelu untuk bergerak. Sooyoung merasa ada yang janggal pada dirinya. Merasakan ada suatu perasaan aneh menyelinap di lubuk hatinya. Namun, Sooyoung sendiri tak mengetahui apa itu.

-*-

“Bersulang.”

Kedelapan insan ini tampak sangat menikmati makan malam mereka di Restoran Lt. 25 Haeundae Hotel. Air laut dari pantai Haeundae menghampar di bawah mereka, memantulkan cahaya lampu kota yang berkelap-kelip.

“Hebaaat! Aku belum pernah makan semewah ini,” ujar Chen senang, dan dengan gaya sedikit kikuk Chen memegang pisau untuk mengoleskan saus kental pada daging mackerel-nya.

“Kalian jangan lupa berterima kasih. Setidaknya makanan Prancis ini dari uang sakuku yang disajikan untuk kalian,” timpal Park Saem dengan nada bangga dan puas.

“Jadi, Saem tidak ikhlas?” Yuri mencibir Park Saem bermaksud menggoda gurunya itu.

“Ani. Bukan seperti itu…”

“Lantas? Untuk apa saem meminta ucapan terima kasih pada kami?” Amber ikut-ikutan menggoda gurunya ini, membuat Park Saem hanya mendengus kikuk karena anak-anak didiknya seperti menyudutkannya.

Kyuhyun yang sedari tadi menyantap makanannya dengan lahap kini tertawa karena keributan kecil di meja mereka.

“Sudah-sudah. Kasihan Park Saem diganggu terus. Lebih baik segera habiskan makanan kalian. Nanti rasa hidangan Prancisnya jadi tidak enak.”

Kyuhyun mencoba melerai dengan bahasanya yang santun dan formal, membuat Yuri, Amber maupun Chen berbalik menggodai Kyuhyun.

“Aigo, Kyuhyun-ssi. Jangan-jangan setiap makan malam seperti ini kamu selalu menjaga image ya?” Chen yang sedari tadi memakan dagingnya dengan sedikit rakus mulai mencecar Kyuhyun.

“Mungkin juga pada setiap yeoja yang dikencaninya juga begitu.”

Mendengar itu buru-buru Kyuhyun meneguk anggur dari gelasnya untuk menutupi rasa malunya.
Yuri, Amber, dan Chen pun semakin gencar menggodai Kyuhyun karena semburat merah mulai terlihat pada pipinya. Bahkan, Park Saem yang tadi digodai anak-anak didiknya pun ikut-ikutan.

Sooyoung maupun Taeyeon yang sejak awal hanya mengamati pun kini terkikik geli. Sooyoung melihat Kyuhyun benar-benar tersudutkan. Tapi, walaupun begitu Kyuhyun terlihat senang. Dan itu membuat Sooyoung merasa senang juga karena Kyuhyun bisa begitu cepat akrab dengan teman-temannya.

“Kyuhyun oppa punya yeojachingu?”

Pertanyaan Taeyeon yang tiba-tiba itu membuat semua orang terdiam dan menatapnya. Tapi, hanya sebentar saja. Karena semuanya kini sibuk menatap Kyuhyun dengan penasaran, menuntut jawaban dari Kyuhyun melalui tatapan mata.

Kyuhyun yang diberi pertanyaan seperti itu membuat kedua bola matanya membesar dan tanpa disengaja Kyuhyun menjatuhkan garpu yang sedang digenggamnya ke atas piring.

“Sebaiknya kalian cepat menghabiskan makanannya. Nanti keburu dingin.”

Semua mendengus mendengar jawaban Kyuhyun. Kyuhyun sedang mengalihkan pembicaran rupanya.

“Oppa curang! Kenapa tidak menjawab pertanyaanku?”

Taeyeon bersikukuh menuntut jawaban Kyuhyun, membuat Kyuhyun hanya tertawa getir.

“Dimana-mana yeoja memang suka bergosip. Untuk apa menanyakan hal itu? Itu bukan hal yang penting.”

Taeyeon yang pantang menyerah mengorek jawaban. Dan Kyuhyun yang selalu mengelak membuat yang lain tertawa dan melanjutkan makannya. Mereka membiarkan dulu begitu. Toh, jika usaha Taeyeon berhasil mereka juga pasti mendengar.

Sementara Sooyoung bersikap biasa saja, seperti tak mendengar kejadian apapun. Telinganya serasa panas dan membesar.

“Bagaimana orangnya? Cantik? Atau… Manis?”

“Itu…”

“Aha. Aku tahu. Kyuhyun oppa sebenarnya seorang playboy. Makanya oppa tidak bisa menjawab, karena jumlah mantan oppa tidak terhitung. Benar kan?”

Taeyeon tertawa senang, merasa yakin jika pendapatnya benar.

“Well. Sayang sekali…”

“Mwo?”

Kyuhyun balas tertawa dan lebih lebar dari tawa Taeyeon sebelumnya.

“Aku tak punya yeojachingu.”

“Jinja?” tanya Taeyeon dengan nada tertahan dan tidak percaya.

Kyuhyun mengangguk mengiyakan dan meneguk anggurnya.

“Untuk apa berbohong Taeyeon? Oppa tak ingin membahas hal itu karena oppa memang tidak punya.”

Sooyoung yang sedari tadi mendengarkan -walau dari gayanya dia seakan tidak peduli- merasa lega. Seakan suatu sumbat yang menyesak dalam dadanya terlepas.

“Oppa benar-benar mirip dengan idolaku.”

‘Glek Uhuk Uhuk’! Tanpa sadar Sooyoung menelan hidangan pencuci mulut dan menyumbat tenggorokannya akibat ucapan Taeyeon yang terdengar malu-malu.

“Gwaenchana?” tanya Park Saem yang sudah selesai menyantap makanannya penuh perhatian.

“Gwaenchana, Saem. Aku hanya sedikit terkejut dengan ucapan Taeyeon.” Sooyoung menjawab sambil menepuk perlahan dadanya sendiri.

“Hehehe… Mianhae Sooyoungie. Hanya saja aku sangat senang melihat kemiripan Kyuhyun oppa dengan namja tampan dalam komik terbaru ‘Hyun’. Garis mata yang tegas, hidung tajam, dan bibir penuh. Serasa Kyuhyun oppa adalah tokoh itu.”

‘Glek!!’

Kali ini Kyuhyun yang mendapat giliran tersedak. Uhuk uhuk!
Taeyeon yang tidak mengetahui apapun, tiba-tiba menghubungkan Hyun dan Kyuhyun. Wajar jika Kyuhyun menjadi panik karena instuisi Taeyeon yang tajam.

“Gamshahamnida, Taeyeon-ah. Baru pertama kalinya ada orang yang berkata begitu.”

Kyuhyun tersenyum lembut pada Taeyeon yang keliahatan malu dengan ucapannya sendiri. Pipi Taeyeon yang memerah membuatnya semakin manis. Dan itu membuat Sooyoung iri pada Taeyeon. Dia merasa Taeyeon kini menjadi orang yang istimewa bagi Kyuhyun. Sooyoung menghela pelan. Mengalihkan perhatiannya dari Kyuhyun yang tersenyum lembut pada Taeyeon yang memilih menundukkan kepalanya.

-*-

“Soo, sudah tidur?”

Taeyeon yang baru keluar dari kamar mandi, duduk di tempat tidur sambil membungkus rambutnya yang basah dengan handuk.

“Emm? Waeyo?”

Sooyoung yang sedang rebahan menjawab pelan tanpa membuka matanya. Dia masih setengah sadar jadi masih mendengar panggilan Taeyeon.

“Gwaenchanayeo? Sejak makan malam tadi kau kelihatan lesu.” ujar Taeyeon dengan nada sedikit khawatir.

Sooyoung diam. Tak berusaha menjelaskan pada Taeyeon. Tidak mungkin kan dia mengatakan dadanya lemas dan terasa ngilu.

“Yak… Sooyoung-ah. Kenapa jadi pendiam begini? Kyuhyun oppa jadi khawatir.”

Sooyoung tersentak sejenak. Membuka matanya dan mendapati Taeyeon tengah menatapnya.

“Jangan membuat oppa khawatir, Soo.”

Sooyoung hanya mengangguk dan hendak menutup matanya lagi. Tapi tidak jadi karena mendengar suara Taeyeon yang berbicara padanya.

“Soo… Kau tahu, aku jadi salut pada Kyuhyun oppa.”

“Wae?” tanya Sooyoung menatap Taeyeon bingung.

“Nde. Perhatian, kebaikan, dan sikapnya membuatku merasa sangat nyaman.”

Taeyeon tersenyum dan wajahnya tiba-tiba memerah.

“Aku agak berdebar setiap melihat wajah Kyuhyun oppa. Dia tampak sangat elegan. Dan dari caranya menikmati hidangan tadi membuatku berpikir bahwa Kyuhyun oppa adalah namja yang romantis.”

Sooyoung mengerjap kaget. Sama sekali tak menyangka bahwa Taeyeon benar-benar mengamati Kyuhyun seperti ini.

“Tadinya kukira Oppa sudah memiliki yeojachingu…” Taeyeon terdiam malu-malu dan menutup sebagian wajahnya dengan handuk.

“Tapi… Mendengar bahwa oppa sedang tidak punya membuat perasaanku lega.”

Sooyoung hanya menatap Taeyeon yang tersipu dalam keterdiaman. Dia tak terkejut sama sekali. Karena mungkin Sooyoung sudah menyadari dari gelagat Taeyeon.

Sooyoung tahu.

Ya.

Dia sangat mengerti.

Itulah penyebab perasaannya yang berubah menjadi sedih.

TBC

Note : fic ini udah aku remake habis-habisan jadi bagi yang udah pernah baca fic ini dengan judul yang sama jangan aneh yaa😀 karena penulisnya itu aku, bedanya yang kemaren itu absurd dan yang ini udah agak mendingan #bow
maaf yee karena update-nya begiitu lama sampe kalian lupa sama fic ini😀 tapi yah aku tetep berharap respon kalian bagus dari remake ini.. Semoga kalian suka dan gak segan-segan memberikan review serta perasaan kalian saat membacfa fic ini. dan alangkah baiknya jika membaca ulang dari part awal supaya mengerti alurnya😉

Buat admindeul aku juga pengenn minta maaf karena udah melakukan kesalahan seperti mencantumkan link part sebelumnya yang mengantarkkan para pembaca ke blog pribadi aku. Tapi aku harap kalian mengerti karena part sebelumnya itu udah aku post berbulan-bulan yang lalu dan aku gak mau mengecewakan para pembaca blog ini lagi kak😦 Mianhae, jeongmal. Lain kali aku gak bakalan ngulangin kesalahan kayak gini, dan aku janji bakal on time dalam ngupdate fic ini di blog ini tentunya. #deepbow

Dan untuk salam terakhir, aku mau ngucapin terima kasih buat kesediaan kalian membaca fic ini ^-^ jangan lupa lloh ngasih respon karena aku sangat berharap kalian menyemangati aku dalam bentuk komentar😀
Akhir kata Selamat malam dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang melaksanakan.❤

9 thoughts on “BLUE MYTH 3

  1. alies July 4, 2014 / 7:22 AM

    Penasaran….ditunggu next partnya.

    • chakyuyoungster July 6, 2014 / 1:15 AM

      Wah makasih ya ^^
      doain aku bisa post next partnya minggu ini.

  2. azalea July 5, 2014 / 4:22 AM

    wahh bagus..
    soo suka sma kyu ya?dia juga tahu klo teyeon suka sma kyu?
    soo jail juga..
    next..
    nice ff
    nanti ada cowo yg suka sma soo kan??

    • chakyuyoungster July 6, 2014 / 1:17 AM

      Wah kalo masalah soo suka sama kyu aku kurang tau :3
      tpi kalo tae sama kyu udh pasti :3
      haha iya tuh dia evil
      emm masalah ada yg suka sama kyu aku masih belum tau nih #garukpala😀
      pokoknya doain aja aku bisa post next partnya minggu ini #kalogakadahalangan -,-
      Makasih ya ^^

  3. MoSYoungTa July 7, 2014 / 11:22 AM

    wah keren” ><
    lanjutannya ditunggu secepatnya yh ^^

    • chakyuyoungster July 7, 2014 / 12:47 PM

      wah wah wah makasih udah baca yyee jdi terhura guenya #lap ingus -,-
      wokeehh sip itu mah

  4. peperorin July 7, 2014 / 2:59 PM

    itu soo suka sama kyuhyun ya??? penasaran penasaran >< nextnya ditunggu

    • chakyuyoungster July 7, 2014 / 10:20 PM

      kagak tau gua :v
      menurut elo apa? #baleknanya :3
      bagus deh kalo suka #terhura

      ma’aci yee ::D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s