[Oneshoot] I’m Not A Playboy

I'm Not A Playboy (KyuYoung)

Author: seobabywook
Rate: PG 13+
Length: Oneshoot
Genre: Romance, AU, comedy, sad
Cast:
-Cho Kyu Hyun (Kyuhyun) as Namjachingu Sooyoung
-Choi Soo Young (Sooyoung) as Yeojachingu Kyuhyun
Other cast:
-Summer Choi (OC) as Mantan(?) Yeojachingu Kyuhyun
-Choi Seo Hyun (Seohyun) as Sooyoung’s dongsaeng
-Kim Ryeo Wook (Ryeowook) as Seohyun’s namjachingu
Figuran:
-Victoria Song (Victoria)
-Park Ha Neul (Haneul)
Summary: -Aku hanya ingin membantu yeoja-yeoja yang sedang dalam masalah, aku tidak bermaksud untuk mempermainkan perasaan mereka. Aku tidak pernah mencintai mereka (yeoja-yeoja itu), tetapi mereka (yeoja-yeoja itu) yang mencintaiku. Dan satu kalimat yang ingin ku katakan, aku bukanlah seorang playboy- (Kyuhyun)

Disclaimer: FF ini milik author. Author hanya meminjam cast. Cast milik Tuhan dan dipelihara(?) oleh orang tua mereka masing-masing. FF ini terinspirasi dari FTV “Bukan Buaya Darat” yang dibintangi Ricky Harun :3 cuma alurnya agak dirubah dikit. Tau sendiri kan kalo author fansnya Ricky Harun? Kalo ga tau yaudah deh :v #AkuRapopo. Tapi yang jelas Auhor bukan I-popers, cuma Ricky Harun saja artis Indonesia yang saya cintai(?). #KokMalahCurhat? Oh ya, selipin SeoWook moment dikit gapapa yah, soalnya gk enak kalo gk ada SeoWook moment >_<

Story Begin!

Swing never never give up…!

Terdengar bunyi dering ponsel Kyuhyun. Kyuhyun menghentikan aktivitasnya. Dilihatnya nama yang tertera di ponselnya itu.
“Victoria? Aish, ada apa lagi?” Gumamnya. Ia pun mengangkat telfon itu.
“Yeoboseyo?” Ucapnya.
“Oppa, aku sedang berada di depan rumahmu. Aku benar-benar membutuhkan bantuanmu oppa. Oppa harus berpura-pura sebagai namjachinguku agar kedua orang tuaku tidak menjodohkanku dengan Zhoumi”
“Baiklah, tunggu disana. Aku akan mengganti pakaianku sebentar” ucap Kyuhyun, lalu mematikan sambungan telfonnya.

SKIP…

“Victoria, turuti Appa! Kamu harus menikah dengan Zhoumi” ucap Appa Victoria.
“Anniyo, Appa! Aku tidak mau, aku tidak mencintainya” sela Victoria sambil menangis.
“Victoria!” Seru Appa Victoria.
“Ahjussi, tolong dengarkan Victoria. Ia tidak ingin dipaksa” ucap Kyuhyun.
“Sudahlah. Biarkan saja Victoria memilih sendiri namja yang dicintainya. Lagipula cinta itu tidak bisa dipaksakan, suamiku. Dulu orang tua kita juga tidak setuju dengan hubungan kita bukan? Apa hal itu harus terulang kembali pada anak kita?” ujar Eomma Victoria.
“Baiklah, terserah kalian” Balas Appa Victoria. Bibir Victoria pun membentuk sebuah senyuman.
“Gomawo Appa, Eomma” ucap Victoria.
“Oppa, terima kasih atas bantuanmu” ucap Victoria pada Kyuhyun.
“Hmmm.. Apa kamu mau ku traktir makan di restoran bersamaku?” Tanya Kyuhyun. Victoria mengangguk.
“Kajja, naik ke mobilku” ujar Kyuhyun.

@Restaurant

“Kamu mau pesan apa?” Tanya Kyuhyun.
“Jus jeruk saja” jawab Victoria.
“Agashi, jus jeruk satu dan jus melon satu” pesan Kyuhyun. Pelayan itu pun menuliskan pesanan Kyuhyun di sebuah note yang dibawanya.
“Oppa, aku pergi ke toilet sebentar ne” izin Victoria. Kyuhyun mengangguk.
“Hei! Kyuhyun oppa!” Teriak seorang yeoja. Kyuhyun menoleh ke arah sumber suara tersebut.
“Haneul? Mengapa kau disini?” Tanya Kyuhyun. Haneul memeluk Kyuhyun dari belakang. Kyuhyun mengerutkan keningnya, namun membiarkan Haneul memeluknya.
“Ah, aku sehabis makan bersama teman-temanku. Kebetulan saja aku bertemu denganmu disini” ujar Haneul.
“Oh..” Kyuhyun manggut-manggut mengerti. Tiba-tiba Victoria datang dan terkejut melihat Haneul memeluk Kyuhyun.
“Kyuhyun oppa?! Siapa yeoja itu?” Ucap Victoria.
“Aku pacar Kyuhyun oppa. Kamu siapa?” Sentak Haneul.
“Mwo? Pacar? Aku pacar Kyuhyun! Bukan kau!” Ucap Victoria.
“Tunggu dulu! Apa aku memacari kalian? Apa aku pernah mengatakan bahwa aku mencintai kalian berdua? Aku dekat dengan kalian karena aku hanya ingin membantu kalian untuk keluar dari masalah kalia. Kalian saja yang terlalu berharap banyak padaku” ucap Kyuhyun.
“Mwoya?! Dasar buaya!” Teriak Victoria dan Haneul bersamaan. Victoria dan Haneul pun mengambil kedua jus yang telah dipesan oleh Kyuhyun, lalu menyiramnya ke arah Kyuhyun. Setelah itu, kedua yeoja itu pun pergi meninggalkan Kyuhyun.
“Aish..” Kyuhyun mengusap wajahnya yang basah. Ia tak menghiraukan orang-orang di restoran yang menertawakannya. Kyuhyun pun berdiri daru kursi yang di dudukinya dan pergi dari tempat itu.

***

@Pink Blue Ocean University

“Ne eomma, terserah eomma saja. Aku tidak melarang eomma untuk mencari suami baru pengganti Appa. Yang penting eomma bahagia” ucap Kyuhyun di telfonnya.
“…”
“Eomma menikah di Amerika? Berarti suami eomma orang Amerika? Hmmm.. Kalau begitu sampaikan salamku untuk suami eomma ne” ujar Kyuhyun.
“…”
“Ne, nado saranghae eomma” tutur Kyuhyun. Kyuhyun pun berjalan dari arah parkiran mobilnya, namun sebuah motor sedang melaju di tempat itu.

Bruuuum…!

Hampir saja Kyuhyun tertabrak oleh motor itu. Kyuhyun terjatuh karena sedikit tersenggol oleh motor itu. Ya walaupun hanya sedikit lecet pada tangannya tetap saja ia tidak terima.
“Hei! Bisa naik motor tidak?! Apa kau tidak melihat ada manusia disini hah?” Bentak Kyuhyun. Orang itu menghentikan motornya, lalu melepas helmnya. Dia yeoja. Jarang sekali yeoja yang bisa menaiki motor.
‘Yeoja itu? Mengapa ia sangat mirip dengan Summer?’ Batin Kyuhyun. Yeoja itu pun menghampiri Kyuhyun.
“Mianhae.. Aku benar-benar tidak sengaja. Tadi aku buru-buru. Tanganmu lecet ne? Ige, aku akan mengganti biaya obatnya” ujar yeoja itu sambil membuka tasnya. Tetapi Kyuhyun mencegahnya.
“Gwenchana, ini tidak apa-apa kok. Tetapi lain kali hati-hati ne” ucap Kyuhyun.
‘Aissh, aneh sekali. Tadi marah-marah. Tadi marah-marah, setelah melihat wajahku ia langsung berkata lembut. Memangnya ia baru sekali ini melihat yeoja cantik sepertiku? Dasar namja!’ Batin yeoja itu.
“Yasudah, aku duluan ne” ujar yeoja itu sembari menaiki motornya.
‘Ya Tuhan, mengapa kau mempertemukanku dengan orang yang mirip dengan Summer? Ah, aku benar-benar belum bisa melupakan Summer’ batin Kyuhyun.

***

@Taman kampus

“Makanya, kamu contoh sikapku, Seohyunnie. Aku saja tidak pernah berpacaran. Semua namja itu buaya! Kamu tahu sendiri bukan?” Ucap yeoja tadi yang hampir menabrak Kyuhyun.
“Sooyoung eonni, tetapi dengan mudahnya Ryeowook oppa memutuskanku karena hubungan sepele. Masa karena aku hanya menyapa Donghae oppa ia langsung memutuskanku? Ia benar-benar seperti anak kecil” Ujar yeoja yang dipanggil Seohyun itu. Seohyun menangis sesenggukan.
“Pokoknya, ini saran dariku ne. Kamu harus coba melupakan dia, arra?” ucap yeoja yang dipanggil Sooyoung oleh Seohyun.
“Arraseo, eonni” ucap Seohyun.
“Ehm, aku pergi ke kelas dahulu ne. Hari ini kelasku masuk lebih awal” ujar Sooyoung. Ia pun berlari ke kelasnya.
“Hiks.. Hiks..” Seohyun kembali menangis. Tangisannya didengar oleh Kyuhyun. Kyuhyun pun berjalan menghampiri Seohyun. Ia mengeluarkan sapu tangan miliknya dari dalam saku.
“Ige, untuk menghapus air matamu” ujar Kyuhyun sambil menyodorkan sapu tangan itu pada Seohyun.
“Kau boleh menceritakan masalahmu padaku. Siapa tahu aku bisa membantumu” sambung Kyuhyun.
“Tetapi aku tidak kenal denganmu” balas Seohyun tanpa menatap Kyuhyun. Ia pun memutar posisi duduknya dan ia pun akhirnya bisa menatap wajah Kyuhyun.
‘Namja yang tampan..’ Batin Seohyun. Kyuhyun mengulurkan tangannya, mengisyaratkan kalau ia ingin berkenalan dengan Seohyun. Seohyun pun membalas uluran tangan tersebut.
“Cho Kyuhyun imnida. Panggil saja aku Kyuhyun” ucap Kyuhyun.
“Choi Seohyun imnida” balas Seohyun.
“Kita sudah kenal bukan? Kalau begitu, ceritakanlah masalahmu padaku” ucap Kyuhyun. Seohyun pun menceritakan semua masalahnya pada Kyuhyun.
“Oh, begitu.. Hmmm, bagaimana jika aku mengajakmu makan berdua di mall? Ya, anggap saja untuk menghiburmu. Kamu mau?” ujar Kyuhyun. Seohyun mengangguk.
“Baiklah, pulang dari kampus nanti aku akan menunggumu di gerbang” ucap Kyuhyun.
“Ne..” Balas Seohyun.
“Hmmm.. Aku duluan ne. Kelasku sudah hampir masuk” ujar Kyuhyun.

***

@Mall

“Jadi sebenarnya mantan namjachingumu itu bagaimana sifatnya?” Tanya Kyuhyun sambil meminum jusnya.
“Dia baik, perhatian, tetapi sayangnya ia sensitif” jawab Seohyun.
“Kalau dia memintamu untuk kembali menjadi yeojachingunya, apa yang akan kamu lakukan?” Ujar Kyuhyun.
“Aku tidak tahu. Tetapi mungkin aku akan menolaknya. Namun rasanya aku ingin sekali memanas-manasinya. Aish, tapi bagaimana caranya?” ucap Seohyun.
“Tenang saja. Aku akan membantumu. Aku akan berpura-pura menjadi namjachingumu” celetuk Kyuhyun.
“Kamu akan berpura-pura menjadi namjachinguku? Kamu benar mau melakukannya?” Tanya Seohyun.
“Ne. Yang penting aku bisa membantumu” ucap Kyuhyun.
“Eum, besok kampus libur 1 minggu bukan? Bagaimana kalau besok kita ke klub basket tempat ia latihan basket? Aku tak sabar ingin membuatnya cemburu” ucap Seohyun.
“Baik, aku akan menjemputmu besok” ujar Kyuhyun.

SKIP

@Seohyun’s home

“Gomawo atas jalan-jalannya ne. Kamu ternyata bisa membuat hatiku menjadi tenang kembali” ucap Seohyun.
“Ne, cheonma.. Aku juga senang bisa meredakan perasaan sedihmu” balas Kyuhyun.
“Kalau begitu aku masuk dulu ne. Gomawo atas tumpangannya” ucap Seohyun. Kyuhyun mengangguk.
“Hati-hati ne” ujar Seohyun. Kyuhyun hanya menyunggingkan senyumnya, lalu ia pun menutup kaca mobilnya.

Toktoktok..

Seohyun mengetuk pintu rumahnya. Sooyoung pun membukakan pintu untuk Seohyun. Sooyoung menatap Seohyun dengan wajah bingung. Seohyun yang tadinya murung sekarang berubah menjadi ceria.
“Hei, ada apa denganmu? Mengapa tiba-tiba moodmu berubah drastis seperti itu?” Tanya Sooyoung.
“Hmmm.. Tadi aku bertemu dengan namja. Namanya Cho Kyuhyun. Ia baik, suka membantu, perhatian, dan tampan” ucap Seohyun sambil membayangkan kembali wajah tampan Kyuhyun.
“Aish, baru saja putus. Sekarang dekat lagi dengan namja lain?” Ucap Sooyoung. Seohyun pun masuk ke dalam rumahnya, lalu Sooyoung menutup pintu rumah.
“Hmmm.. Begitulah” ujar Seohyun sambil duduk di sofa ruang tamunya.
“Kau boleh saja berpacaran. Tetapi hati-hati dengan namja. Namja itu rata-rata sering mempermainkan hati yeoja. Maka dari itu aku tidak pernah berpacaran dengan siapapun lagi semenjak lulus SMP” ucap Sooyoung.
“Oh ne, aku pergi ke ATM dahulu ne. Persediaan uangku tinggal sedikit” ucap Sooyoung.
“Baiklah, hati-hati ne eonni” ujar Seohyun.

***

@ATM

“Aish, lama sekali” ucap Kyuhyun saat mengantri di ATM. Ia memang tidak sabaran, padahal ia sekarang mengantri paling depan. Pintu ATM pun terbuka, Sooyoung pun keluar dari ATM tersebut. Pandangan Kyuhyun dan Sooyoung bertemu.
‘Yeoja ini.. Mengapa aku bertemu dengannya lagi’ batin Kyuhyun. Mood nya untuk transfer uang ke saudaranya mendadak hilang. Kyuhyun pun meninggalkan tempat itu dan pergi menuju parkiran. Sooyoung hanya menatap Kyuhyun dengan tatapan aneh.
‘Aneh sekali namja itu..’ Batin Sooyoung.

Di dalam mobil..

“Aku sudah berusaha untuk melupakan Summer. Tetapi mengapa ada orang yang sangat mirip dengan Summer? Ini benar-benar membuatku merasa sulit untuk melupakan Summer” ujar Kyuhyun. Lampu lalu lintas pun berganti merah. Kyuhyun menghentikan mobilnya.
“Akh..” Kyuhyun memegangi kepalanya yang terasa nyeri. Tak lama kemudian, rasa sakit itu pun berangsur hilang. Lampu merah pun berubah menjadi hijau, Kyuhyun segera menjalankan mobilnya.

***

Keesokan harinya..

@Klub Basket

“Ryeowook oppa!” Panggil Seohyun. Ryeowook yang sedang bermain basket pun menghentikan permainannya. Ia menoleh ke arah Seohyun.
“Ada apa lagi?” Ujar Ryeowook. Seohyun pun menarik tangan Ryeowook dan mengajaknya keluar dari tempat itu.
“Hei, sebenarnya ada apa?” Tanya Ryeowook.
“Aku hanya ingin bilang padamu, kau jangan menggangguku lagi” ucap Seohyun.
“Hanya ingin mengatakan itu? Kau kira aku tidak muak denganmu?” Balas Ryeowook.
“Pokoknya kau jangan menggangguku lagi, karena aku sudah mempunyai namjachingu” ucap Seohyun.
“A-apa? Kau…!” Ryeowook hampir menampar Seohyun, namun Kyuhyun muncul di tempat itu.
“Kau mau memukul yeoja? Apa kau banci?” Ucap Kyuhyun.
“Siapa kau?” Tanya Ryeowook.
“Aku namjachingu Seohyun” ucap Kyuhyun.
“Apa? Seenaknya saja kau mengambil Seohyun dariku!” Sela Ryeowook.
“Bukannya kau mantan namjachingunya? Jadi wajar saja aku memiliki Seohyun. Mengapa? Kau tidak terima? Kita adu duel. Siapa yang menang, dia berhak menjadi namjachingu Seohyun” tantang Kyuhyun. Wajah Seohyun berubah drastis mendengar tantangan Kyuhyun.

Buk!

Tanpa aba-aba, Ryeowook pun memukul pipi Kyuhyun hingga Kyuhyun terjatuh. Hampir saja Ryeowook menendang Kyuhyun, tetapi Kyuhyun menendang kaki Ryeowook hingga Ryeowook jatuh terkapar. Kyuhyun pun berdiri dan menghabisi Ryeowook.
“Baik, aku menang. Berarti kau tidak berhak memiliki Seohyun. Seohyun, kajja kita pulang” ucap Kyuhyun sambil merangkul Seohyun.
“Dasar bajingan!” Teriak Ryeowook. Kyuhyun tak menghiraukan perkataan Ryeowook. Ia pun membawa masuk Seohyun ke dalam mobilnya, lalu membawa Seohyun untuk pergi ke taman.

“Oppa, aku tadi sempat kaget saat kamu mengajak Ryeowook oppa untuk duel. Tadi kamu tidak apa-apa kan?” Ucap Seohyun.
“Gwenchana..” Balas Kyuhyun.
“Eum.. Sebenarnya ada tujuan apa kamu begini? Kemarin menghiburku, mengajakku jalan, mau berpura-pura menjadi namjachinguku, dan sekarang kau rela berduel” ujar Seohyun.
‘Ayolah, katakan bahwa kau menyukaiku…’ Batin Seohyun
“Aku hanya kasihan padamu. Aku tidak bisa melihat yeoja yang disakiti oleh namjachingunya. Aku menghiburmu dan mengajakmu jalan-jalan kemarin supaya mood mu kembali ceria. Aku mengajaknya berduel agar ia sadar akan perbuatannya” jawab Kyuhyun.
“Mwoya? Jadi selama ini kamu memberikan perhatian cuma karena kamu kasihan padaku? Kamu sama saja dengan namja-namja lain! Hiks..hiks.. Dasar buaya!!” Bentak Seohyun. Ia pun menampar pipi Kyuhyun, lalu pergi dari taman itu sambil menangis.
“Buaya buaya dan buaya.. Mengapa aku selalu dikatai seperti itu? Yeoja-yeoja itu tidak mengerti dengan apa yang kulakukan pada mereka. Hah..” Gumam Kyuhyun.

***

“Jadi, Kyuhyun memabtumu cuma karena kasihan? Aish, Seohyunnie.. Makanya, seharusnya kau mendengarkan aku. Kamu tidak seharusnya berpacaran atau dekat dengan namja. Lihatlah, begini jadinya” nasihat Sooyoung. Seohyun tetap menangis.
“Baiklah, saengie.. Aku akan mengerjai namja itu. Berikan nomor telfonnya padaku” ucap Sooyoung.
“Ige..” Seohyun memberikan ponselnya pada Sooyoung. Sooyoung pun mengetik nomor telfon Kyuhyun di ponselnya, lalu ia menelfonnya.
“Yeoboseyo..”
“Apa ini namja yang bernama Kyuhyun?”
“Ne. Hmmm, nuguseyo?”
“Naneun Choi Sooyoung imnida. Aku sangat kesepian. Aku butuh seorang teman. Bisa temui aku di cafe Mouse And Rabbit?”
“Tentu saja, kapan?”
“Nanti malam, jam 8″
“Baiklah”
“Kamsahamnida atas bantuanmu”
“Cheonmaneyo”

Sooyoung pun memutuskan sambungan telfonnya. Ia menatap adik kesayangannya itu sambil tersenyum.
“Ternyata mudah juga namja itu ku rayu” ujar Sooyoung.
“Eonni, pokoknya kamu harus membuatnya takluk padamu. Tetapi eonni tidak boleh mencintainya. Dia itu buaya! Cukup aku saja yang dibuatnya begini” ucap Seohyun.
“Tenang, kamu tahu kan bagaimana eonni mu ini? Aku sangat anti dengan namja” ucap Sooyoung.
“Oh ya, jangan sampai ia mengantar atau menjemputmu ke rumah. Kalau begitu bisa ketahuan kalai kita adalah kakak adik” ujar Seohyun.
“Tenang, itu bisa kuatasi” balas Sooyoung.

SKIP

20.00 KST

@Cafe Mouse and Rabbit

“Aish, dimana namja itu? Lama sekali ia datang” celoteh Sooyoung. Ia pun menaruh dagunya di atas telapak tangan kanannya. Sambil sesekali menatap ke pintu.
“Permisi, apa kamu yeoja yang bernama Sooyoung?” Ujar seseorang tiba-tiba. Sooyoung pun menoleh.
‘Ini kan namja yang kemarin hampir kutabrak. Ia juga namja yang tidak jadi masuk ke ATM itu’ batin Sooyoung.
‘Dia.. Dia yeoja yang mirip dengan Summer? Ya Tuhan, mengapa jadi begini?’ Batin Kyuhyun.
“Ne, aku Sooyoung. Kamu Kyuhyun?” Ucap Sooyoung.
“Benar sekali. Bahkan sebelum kita berkenalan, kita juga pernah berjumpa” ujar Kyuhyun.
“Eum.. Begini. Aku ini yeoja yang sulit untuk mencintai namja. Aku selalu mengira semua namja pasti sering memainkan hati yeoja. Aku tidak tahu bagaimana sifat asli seorang namja. Aku ingin kamu berteman denganku, atau kita bisa berpacaran. Kamu mau?” ucap Sooyoung. Dahi Kyuhyun mengerut. Belum pernah ia mendengar pertanyaan aneh dari seorang yeoja yang ia kenali. Bahkan ia langsung meminta Kyuhyun untuk menjadi pacarnya. Kyuhyun pun menatap Sooyoung. Rasanya ia seperti sedang menatap wajah Summer, kekasih lamanya.
“Hei, mengapa kau melamun?” Ucap Sooyoung. Kyuhyun pun tersadar dari lamunannya.
“Mian, aku tidak bisa” ucap Kyuhyun sambil pergi meninggalkan Sooyoung.
“Aish, bagaimana sih? Apa ia tidak tertarik untuk menolongku? Huh, bagaimana caranya agar aku bisa merayunya? Ah, akan kutanyakan pada Seohyun” gumam Sooyoung.

@Home

Sooyoung melemparkan tasnya ke arah tempat tidur. Lalu ia duduk di atas kasurnya sambil berfikir keras.
“Aish, jinja..” Ujar Sooyoung sambil mengacak pelan rambutnya.
“Eonni, cepat sekali kau pulang?” Ucap Seohyun.
“Aku belum sempat menyelesaikan perkataanku padanya, tetapi ia bilang kalau ia tidak bisa dan ia langsung meninggalkanku begitu saja. Ini benar-benar aneh” ucap Sooyoung.
“Eonni mengatakan apa padanya?” Tanya Seohyun.
“Aku hanya bilang kalau aku tidak pernah berpacaran. Aku memintanya untuk menjadi namjachinguku. Lalu ia tiba-tiba melamun, aku menegurnya. Ia pun bilang padaku kalau ia tidak bisa” jelas Sooyoung.
“Aish eonni, seharusnya kau berpura-pura bersedih. Kau karang saja cerita sedih tentang mantan namjachingu khayalanmu, pasti ia mau membantumu untuk melupakan masalah itu” ucap Seohyun.
“Ah, benar juga! Aish, kau benar-benar pintar” ujar Sooyoung sambil mencubiti kedua pipi Seohyun.

Toktoktok…

“Ada tamu. Mungkin itu Ryeowook” ucap Sooyoung.
“Hmmm..?” Seohyun melirik eonninya.
“Aish, sudahlah cepat bukakan pintunya” ujar Sooyoung. Seohyun pun berjalan ke arah pintu, lalu ia pun membukakannya. Ternyata benar itu Ryeowook.
“Ryeowook oppa? Ada apa kau datang kemari malam-malam seperti ini?” Tanya Seohyun.
“Aku kesini untuk meminta maaf padamu. Saat kau tidur siang tadi, eonni mu menelfonku. Ia menceritakan memua tentang kejadian yang kamu alami bersama namja itu. Ternyata kamu disakiti olehnya. Aku salah membiarkanmu jatuh ke pelukan namja yang tidak bertanggung jawab. Aku menyesal. Jebal, maafkan aku” ucap Ryeowook sambil memegang kedua tangan Seohyun.
“Baiklah, aku memaafkanmu oppa. Tetapi kau harus belajar untuk membuang jauh-jauh sifat sensitifmu itu. Aku hanya sekedar menyapa Donghae oppa, bukan berarti aku mempunyai suatu maksud” ucap Seohyun. Ryeowook pun memeluk Seohyun sambil menepuk punggung Seohyun.
“Jadi kamu mau kembali menjadi yeojachinguku bukan?” Ujar Ryeowook. Seohyun mengangguk.
“Cie cie, ada yang balikan..” Ujar Sooyoung. Seohyun dan Ryeowook pun melepaskan pelukan mereka.
“Aish, eonni apaan sih” ucap Seohyun.
“Eum, Seohyunnie. Ini sudah malam, cepat tidur ne, semoga mimpimu indah malam ini. Aku pulang dulu” ujar Ryeowook.
“Hati-hati di jalan oppa..” Ucap Seohyun.

SKIP

Keesokan harinya..

“Apa eonni yakin akan datang ke rumahnya?” Ujar Seohyun.
“Aish, mau bagaimana lagi. Ia sangat susah untuk kuhubungi. Sudahlah, pokoknya aku pasti bisa membalaskan dendammu itu pada Kyuhyun” ucap Sooyoung sambil membenarkan pita rambutnya.
“Satu peringatan dariku, jangan sampai eonni jatuh cinta padanya. Aku tidak ingin eonni menjadi korban selanjutnya” ujar Seohyun.
“Hmmm..” Balas Sooyoung asal-asalan.
“Baiklah, dandananku sudah rapi bukan? Aku pergi dahulu ne” ucap Sooyoung. Seohyun mengangguk. Sooyoung pun segera mengambil helm dan kunci motornya.

@Kyuhyun’s house

Toktoktok…

Sooyoung mengetuk pintu rumah Kyuhyun. Tak berapa lama kemudian, pintu pun terbuka.
“Kamu..? Ada apa lagi?” Ucap Kyuhyun.
“Aku ingin melanjutkan kata-kataku semalam. Itu belum selesai” ujar Sooyoung.
“Tidak perlu. Sudah kukatakan, aku tidak bisa” balas Kyuhyun.
“Aku butuh kebahagiaan..” Ucap Sooyoung.
“Kebahagiaan? Di dalam hidupku, aku tidak pernah bahagia. Jadi jangan katakan apapun tentang kebahagiaan” ujar Kyuhyun.
“Tetapi aku membutuhkan kebahagiaan dari seorang namja, dan aku sangat memerlukan itu. Sudah lama aku ditinggal oleh mantan namjachinguku. Wajahnya sangat mirip denganmu. Saat aku melihatmu, aku merasakan bahwa dirinya kembali lagi. Kumohon, beri aku kesempatan” ucap Sooyoung. Ya, ia memang sedang mengarang cerita saat ini. Itu semata-mata agar Kyuhyun mau mendekatinya dan dengan mudah ia membalaskan perasaan sakit hati adik kesayangannya itu.
“Kekasihmu? Meninggalkanmu?” Ujar Kyuhyun. Sooyoung pun menitikkan air matanya. Ia sangat pandai berakting sampai-sampai Kyuhyun menganggap Sooyoung benar-benar menangis.
“Uljima, aku tidak bisa melihat yeoja menangis dihadapanku.. Duduklah, ceritakan semua masalahmu” ucap Kyuhyun.
‘Aktingku berjalan mulus.. Hanya dengan begini saja namja itu takluk padaku’ batin Sooyoung.
“Dulu aku mempunyai namjachingu. Namanya juga Kyuhyun. Wajahnya mirip denganmu. Ia baik, penyayang, perhatian, dan tulus mencintaiku apa adanya. Namun, takdir benar-benar memisahkan kami. Ia meninggal. Aku benar-benar terpukul setelah kejadian itu. Bahkan sampai sekarang aku tidak pernah berpacaran lagi karena aku masih terus mengingatnya” ujar Sooyoung. Ia merasa ingin tertawa setelah mengatakan cerita karangannya pada Kyuhyun. Tetapi ia menahan tawanya, lalu kembali memasang wajah serius.
“Aku ingin ada seseorang yang bisa menyembuhkanku dari masalah ini. Aku ingin kau membantuku” ucap Sooyoung.
“Mengapa harus aku?” Tanya Kyuhyun.
“Kau tahu, semenjak kepergiannya aku tidak pernah lagi berpacaran. Bahkan belasan namja yang menyatakan cintanya padaku semuanya kutolak. Tetapi berbeda denganmu, aku ingin kamu menjadi penggantinya karena kau mirip dengannya. Mungkin awalnya aku memang belum bisa mencintaimu, tetapi mungkin saja nantinya akan ada Kyuhyun yang lain yang masuk ke dalam hatiku” ujar Sooyoung.
“Baiklah, aku mau. Tetapi aku tidak janji, lihat saja nanti. Aku bukan orang yang romantis, tetapi aku sangat mudah untuk berteman dengan yeoja” ucap Kyuhyun. Sooyoung hanya bergumam.
“Ehm, sepertinya kurang nyaman jika kita hanya berbincang-bincang dirumahku. Bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat?” Ujar Kyuhyun.
“Aku ingin ke tempat kenanganku bersama mantan namjachinguku” ucap Sooyoung.
“Dimana? Akan kuantarkan kau kesana” ucap Kyuhyun.
“Apa kau melihat bukit itu?” Tanya Sooyoung sambil menunjuk ke sebuah bukit yang terlihat jauh dari sini.
“Ne, aku melihatnya” jawab Kyuhyun.
“Disana..” Ujar Sooyoung.
“Baiklah, naik ke mobilku!” Seru Kyuhyun.
‘Mudah saja namja ini ku taklukkan dengan aktingku. Bukit itu sebenarnya tempat aku dan keempat sahabatku pada masa SMA berkumpul. Tetapi setelah lulus SMA, kami jarang berjumpa lagi. Ah, Cho Kyuhyun.. Hanya dengan berlagak sedih di depanmu kau langsung tersentuh begitu saja’ batin Sooyoung.

@Bukit

“Jadi disini tempat kenanganmu?” Ucap Kyuhyun.
“Ne.. Tempat ini memang tidak terlalu indah, tetapi menjadi indah saat aku mengingat kenangan itu” ujar Sooyoung.
“Cobalah untuk tidak terlalu mengenangnya. Ia pasti tidak tenang jika kamu terus-terusan memikirkannya” ucap Kyuhyun.
“Aku sedang berusaha mencobanya. Aku mencoba memindahkan perasaanku kepadamu” ucap Sooyoung.
“Hmmm.. Daripada kita hanya duduk dan tidak berbuat apa-apa disini, lebih baik kita berfoto-foto di tempat ini. Kebetulan tadi aku membawa kamera digital ku. Kau mau?” sambung Sooyoung.
“Boleh juga..” Ujar Kyuhyun. Sooyoung pun mengeluarkan kamera digitalnya dari dalam tas. Secara bersamaan, Kyuhyun dan Sooyoung berdiri dari duduknya.
“Foto aku, Kyu!” Seru Sooyoung. Ia mulai memasang wajah aegyo nya. Kyuhyun pun memotret Sooyoung. Hasilnya bagus sekali.
“Aku ingin melihatnya!” ujar Sooyoung. Kyuhyun memperlihatkan hasil fotonya tadi.
(Anggap backgroudnya pemandangan)

sooyoung________))
“Yak, ini benar-benar bagus! Kyuhyun-ahh, sekarang giliranmu!” Seru Sooyoung.
“Mwo? Giliranku? Maksudmu berfoto?” Ujar Kyuhyun.
“Aish, tentu saja! Cepat pasang gayamu!” Ucap Sooyoung. Kyuhyun hanya memasang senyum di bibirnya. Sooyoung pun memotretnya.

(Anggap backroundnya pemandangan)
kyuhyun (5)
“Aish, wajahku aneh sekali” ucap Kyuhyun saat melihat hasil fotonya.
“Anniyo, ini bagus” ujar Sooyoung.
“Sekarang kita selca berdua” sambung Sooyoung. Kyuhyun pun berdiri di samping Sooyoung. Sooyoung sudah siap dengan kameranya. Dan…

Ckrek..!

(Anggap backgroundnya pemandangan)
kyuhyun-and-sooyoung-selca
“Yak, bagus sekali!” Ujar Sooyoung saat melihat hasil selcanya. Kyuhyun hanya tersenyum melihat Sooyoung yang menatapi foto di kameranya.
‘Mengapa dia dan Summer bisa mirip? Apa dia adalah salah satu dari 7 kembaran Summer?’ Batin Kyuhyun.
“Hei, mengapa kau menatapku seperti itu?” Tegur Sooyoung. Kyuhyun pun tersadar.
“Anniyo, aku hanya senang melihatmu yang kembali ceria” balas Kyuhyun.
“Usyo! Pasti kau tergila-gila karena kecantikanku” ujar Sooyoung.
“Aish, siapa yang tergila-gila? Ibuku jauh lebih cantik daripada kau.. Hahahaha” canda Kyuhyun. Karena kesal, Sooyoung pun mencubit kedua pipi Kyuhyun.
“Ish, dasar menyebalkan!!” Ujar Sooyoung.
“Yak! Appo” ucap Kyuhyun sambil menepis tangan Sooyoung.
“Lagipula, masa tega sekali kamu berkata seperti itu” ujar Sooyoung.
“Aish, apa aku salah mengatakan bahwa ibuku lebih cantik huh?” Balas Kyuhyun.
“Eumm.. Daripada aku melihatmu menangis nantinya lebih baik aku menjawab kalau kau tidak salah” ucap Sooyoung mengalah.
“Hmmm.. Kalau kau bilang aku salah aku tidak menangis kok” ujar Kyuhyun.
‘Aish, namja ini ternyata jahil juga’ batin Sooyoung.
-__- “Terserah kau saja” balas Sooyoung dengan tampang datar. Pandangan mata Sooyoung yang tadinya menatap Kyuhyun beralih ke tempat lain. Ya, ia berpura-pura mengacuhkan Kyuhyun.
“Yak, mengapa kau tidak memperhatikanku eoh?” Ucap Kyuhyun sambil memegang kedua pipi Sooyoung. Sooyoung hanya memasang wajah sok cemberutnya. Kyuhyun pun kembali mengalihkan pandangan Sooyoung kepadanya.
“Hei, selca nya mau dilanjut atau tidak? Berhubung mood selca ku sedang ada” Ucap Kyuhyun.
“Aish, sudahlah.. Aku sudah kehabisan gaya untuk berpose” balas Sooyoung sambil duduk di atas rerumputan dan menyandarkan tubuhnya di pintu mobil Kyuhyun. Kyuhyun pun duduk di sebelah Sooyoung.
‘Baru pertama kali mengenalnya, aku dan Sooyoung bisa sampai sedekat ini. Mengapa sangat berbeda saat aku dekat dengan yeoja selain dirinya? Ia yeoja yang unik’ batin Kyuhyun.

***

@Sooyoung’s house

“Bagaimana? Apa ada perkembangan?” Tanya Seohyun.
“Bahkan dalam waktu sehari saja aku dan Kyuhyun sudah seperti teman dekat” balas Sooyoung.
“Jinjayo?” Ujar Seohyun.
“Ne, aku tidak bohong. Dia juga mudah tertipu dengan aktingku. Hahaha, apa wajahku ini begitu dramatis?” Ucap Sooyoung.
“Eumm.. Lumayan. Memangnya apa yang kamu perbuat agar mudah mendekatinya?” Tanya Seohyun.
“Berakting sedih, mengarang cerita sedih, dan berusaha membuatnya tersentuh dengan cerita yang kukarang itu” jawab Sooyoung.
“Begitu saja dia sudah tersentuh?” Ujar Seohyun.
“Tentu saja. Kau tahu kan bagaimana kemampuan aktingku? Bahkan aku bercita-cita menjadi seorang aktris” ucap Sooyoung.
“Aku benar-benar beruntung mempunyai eonni sepertimu. Bahkan kau mau membalaskan perasaan sakit hatiku pada Kyuhyun” ucap Seohyun.
“Aish, kalau urusan namja itu mudah bagiku. Hanya sedetik namja-namja itu melihatku, mereka langsung terpesona dan mudah untuk mengambil perhatian mereka. Walaupun mudah mengambil perhatian mereka, aku sangat tidak mau berpacaran” ucap Sooyoung.
“Kalau misalkan Kyuhyun menembakmu?” Ujar Seohyun.
“Pastinya kutolak. Di dalam kamusku itu, tidak ada yang namanya BERPACARAN” ucap Sooyoung sambil menekankan kata terakhir dari kalimat yang ia ucapkan itu.
“Ah, tetapi aku sedikit tidak mempercayaimu” ucap Seohyun.
“Huh, kau ini. Jangan lihat kalau dandananku girly, cantik, fashionita. Tetapi aku sangat berhati-hati dengan namja. Apalagi namja seperti Kyuhyun, ia benar-benar namja yang modus” ucap Sooyoung.
“Oh ya, sesedih apa cerita yang kau karang sampai-sampai ia mau membantumu? Aku penasaran” ujar Seohyun.
“Haha, apa kau benar-benar penasaran?” Ucap Sooyoung.
“Tentu saja” balas Seohyun.
“Aku bercerita padanya kalau dulu aku mempunyai namjachingu. Namanya juga Kyuhyun dan wajahnya mirip sepertinya. Dan aku mengatakan bahwa namja khayalanku itu sudah meninggal dan aku belum bisa melupakannya. Setelah mendengar cerita karanganku itu, ia dengan begitu langsung mau membantuku” ujar Sooyoung.
“Yak! Kau pintar sekali! Dari mana kau mendapatkan ide cerita sesedih itu?” Ujar Seohyun.
“Aish, itu sudah kufikirkan semalaman” balas Sooyoung.
“Hahaha, hanya karena ingin mengerjai Kyuhyun kau bisa memikirkan itu semalaman?” Ujar Seohyun.
“Ne, karena aku menyayangimu Seohyun. Dan aku tak ingin namja manapun membuatmu menangis” ucap Sooyoung.
“By the way, gomawo..” Ucap Seohyun.
“Gomawo? Untuk apa?” Tanya Sooyoung.
“Memperbaiki hubunganku dengan Ryeowook oppa” jawab Seohyun.
“Oooh, itu.. Ya karena aku tidak ingin melihatmu menangis terus-terusan” ucap Sooyoung.

***

Keesokan harinya..

“Ehm.. Pagi-pagi sudah berdandan. Pasti mau menemui Kyuhyun, benar bukan?” Ujar Seohyun.
“Tentu saja, lagipula aku mendandani diriku dengan terpaksa. Oh ya, dandananku bagus tidak?” Tanya Sooyoung.
“Omuna, eonni.. Itu terlalu menor. Biar aku yang perbaiki” ucap Seohyun.

SKIP

Di dalam mobil Kyuhyun..

“Kita mau kemana?” Tanya Sooyoung.
“Apa kau dengar berita gempa di daerah Busan?” Tanya Ryeowook. Sooyoung mengangguk. Memang telah terjadi gempa di daerah Busan seminggu yang lalu. Dan Kyuhyun selalu mengunjungi tempat itu untuk menghibur dan membantu orang yang sedang kesusahan disana.
“Kita akan kesana” ucap Ryeowook.
‘Untuk apa ia kesana? Aish, pasti sangat membosankan’ Batin Sooyoung.

@Busan

Kyuhyun dan Sooyoung pun sampai di Busan. Terlihat anak-anak kecil yang tiba-tiba datang mengerumuni mobil Kyuhyun. Sooyoung hanya memutar kedua bola matanya. Ia benar-benar malas jika melihat anak-anak. Kyuhyun membuka kaca mobilnya, lalu tersenyum ke arah anak-anak itu.
“Oppa, mana boneka untukku? Kemarin oppa sudah berjanji untuk membelikannya untukku” ujar salah seorang anak perempuan.
“Ige, semoga kamu menyukainya” ucap Kyuhyun sambil memberikan sebuah bungkusan pada anak itu.
“Wah! Gomawo oppa!” Ujar anak itu.
“Untuk kami?” Ujar anak-anak lainnya.
“Ada kok, semuanya pasti dapat” ucap Kyuhyun. Ia pun keluar dari mobilnya, lalu membuka bagasi mobilnya yang berisi hadiah untuk anak-anak itu. Secara refleks anak-anak itu pun langsung mengerumuni bagasi mobilnya. Kyuhyun memberikan bingkisan itu satu per satu.
‘Apa dengan cara seperti ini ia ingin menarik simpati dariku? Berpura-pura peduli dengan korban bencana alam agar ia bisa membuatku kagum padanya? Cara yang basi! Kau kira dengan mudah aku bisa langsung bersimpati denganmu?’ Pikir Sooyoung.
Waktu demi waktu berlalu. Hari mulai sore, namun Kyuhyun masih betah dengan semua anak-anak itu. Dan selama Kyuhyun menyibukkan dirinya dengan anak-anak itu, Sooyoung terus diacuhkan oleh Kyuhyun. Itu membuat Sooyoung merasa bosan dan kesal. Sesekali Sooyoung melirik Kyuhyun yang sedang asyik bercanda ria dengan anak-anak itu. Rasanya ia ingin sekali mengatakan kalau ia bosan diacuhkan seperti itu, tetapi ia gengsi.
‘Yak, ini benar-benar membuang waktuku. Untuk apa aku berdandan rapi kalau ia mengajakku kesini dan pada akhirnya ia mengacuhkanku? Huuuuh, dasar namja! Awalnya saja berbaik hati pada yeoja, akhir-akhirnya juga seperti ini. Huh, lihat saja kau Cho Kyuhyun!’ Batin Sooyoung. Sooyoung hanya mendengus kesal. Ia melirik Kyuhyun, begitupun Kyuhyun. Pandangan mata mereka bertemu, Kyuhyun melontarkan senyumnya pada Sooyoung sambil mengedipkan sebelah matanya. Sooyoung hanya menatap Kyuhyun dengan tatapan kecutnya.
“Dasar genit!” Ujar Sooyoung. Kyuhyun terkikik pelan, lalu ia kembali menyibukkan dirinya dengan anak-anak itu.
‘Aish, apa dia tidak mengerti hah? Aku bosan begini. Aku tidak suka diacuhkan. Dan aku yakin semua itu tersirat dimataku. Tetapi mengapa ia tidak memedulikanku? Daripada seperti ini, lebih baik aku tidak usah menerima ajakannya untuk pergi bersamanya. Lebih enak lagi kalau aku tidur dan bersantai dirumah ketimbang diacuhkan seperti ini. Yak, rasanya ingin sekali aku memukul namja itu’ batin Sooyoung.
“Eum, dongsaengie.. Hari sudah mulai sore. Aku harus pulang. Kalian baik-baik ne, jangan bersedih, anggap saja ini cobaan dari Tuhan” ucap Kyuhyun.
“Ne Kyuhyun oppa/hyung” ujar anak-anak itu.
“Kajja Sooyoung-ahh, kita pulang” ucap Kyuhyun sambil menggandeng tangan Sooyoung. Sebelum Kyuhyun masuk ke dalam mobilnya, ia melambaikan tangannya pada anak-anak itu. Setelah itu, barulah ia masuk ke dalam mobil bersama Sooyoung.
“Mianhae membuatmu merasa diacuhkan. Aku memang selalu berkunjung kemari. Aku tidak bermaksud pamer atau menarik simpati darimu. Aku hanya menyenangi anak-anak dan aku tidak suka melihat orang yang sedang dalam kesulitan” ujar Kyuhyun.
“Hmmm.. Gwenchana. Lagipula niatmu juga baik” ucap Sooyoung terpaksa.
‘Ya, dengan terpaksa aku harus berkata seperti itu padamu Cho Kyuhyun. Lagipula kalaupun kau menyukai anak-anak atau kau tidak suka melihat orang yang sedang dalam kesulitan, itu bukan urusanku’ batin Sooyoung.
“Eum, apa kau merasa kesal padaku?” Tanya Kyuhyun.
“Sedikit..” Balas Sooyoung.
“Baiklah, sebagai tanda permintaan maafku, besok aku akan mengajakmu pergi ke bukit kemarin. Ya, mungkin aku bisa menghilangkan rasa kesalmu padaku. Sebenarnya wajar kalau kau sebal padaku karena memang aku yang salah” ucap Kyuhyun. Sooyoung hanya bergumam.
“Soo.. Kau benar-benar marah padaku?” Ujar Kyuhyun.
“Aish, gwenchana. Tidak usah difikirkan, aku hanya sedikit kesal” balas Sooyoung. Kyuhyun pun kembali fokus menyetir mobilnya.
‘Aish, apa hanya seperti itu cara dia meminta maaf? Mengajakku ke suatu tempat dan disana ia mengacuhkanku. Dan hanya seperti ini ia meminta maaf? Sooyoung-ahh, sabar.. Aku harus menghadapi namja ini demi membalaskan sakit hati Seohyun’ batin Sooyoung.
“Mau kuantar sampai rumahmu?” Ujar Kyuhyun.
“Tidak usah, di halte tempat biasa kau menjemputku saja. Aku tidak mau kau repot” jawab Sooyoung.
“Gwenchana” ujar Kyuhyun.
“Anniyo, aku lebih suka berjalan sendiri ke rumahku” balas Sooyoung.
“Hmmm.. Tetapi mengapa kau mau ke Busan dengan menaiki mobilku? Bukannya kau suka jalan kaki?” Ucap Kyuhyun.
“Aish, itu jauh sekali pabo! Mana mungkin aku mau berjalan sejauh itu” ujar Sooyoung.
“Tetapi kau bilang kau suka jalan kaki” ucap Kyuhyun.
“Ne aku suka jalan kaki, tetapi tidak sejauh itu juga. Memangnya aku orang zaman penjajahan yang tidak menaiki kendaraan saat berjalan jauh?” Ucap Sooyoung. Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi Sooyoung. Kyuhyun pun menghentikan mobilnya di halte yang Sooyoung maksud.
“Sudah sampai” ucap Kyuhyun. Sooyoung pun segera membuka pintu mobil Kyuhyun.
“Gomawo untuk jalan-jalan yang membosankan hari ini, hati-hati ne” ucap Sooyoung. Kyuhyun tertawa kecil, lalu kembali menjalankan mobilnya.
“Huh! Dasar namja pabo!” Teriak Sooyoung saat melihat mobil Kyuhyun yang sudah menjauh. Sooyoung pun menendang kaleng yang tergeletak di jalan dan tanpa sengaja kaleng itu mengenai seorang ahjussi.
“Hei! Apa kamu yang menendang kaleng ini?” Teriak ahjussi itu.
“Omuna, ini gawat” ujar Sooyoung. Ia pun berlari dari tempat itu.
“Hei, jangan lari!” Teriak ahjussi itu, lalu mengejar Sooyoung. Sooyoung pun berlari sekencang-kencangnya menuju ke rumah.
“Seohyun-ahh!! Cepat buka pintunya!!” Seru Sooyoung sambil menggedor-gedor pintu rumahnya. Seohyun pun membuka pintu.
“Aish, ada apa sih?” Ujar Seohyun. Sooyoung pun segera masuk ke rumahnya dan menutup pintu.
“Tadi aku dikejar seorang ahjussi” ujar Sooyoung sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
“Hah? Bagaimana bisa?” Tanya Seohyun.
“Aku hanya menendang kaleng yang tergeletak di jalan, lalu mengenai ahjussi itu” ucap Sooyoung.
“Aish, ada-ada saja” ucap Seohyun.
“Ini karena Kyuhyun” ujar Sooyoung.
“Kyuhyun?” Celetuk Seohyun.
“Ne. Aku benar-benar kesal padanya. Begini, tadi ia mengajakku pergi. Ia mengajakku ke Busan untuk menghibur orang-orang yang sedang terkena musibah disana. Aku tidak tahu apa tujuannya untuk kesana. Entah dia benar-benar ikhlas melakukannya, atau ia hanya ingin menarik simpati dariku, aku tidak tahu. Kau tahu, dari awal sampai pulang, aku diacuhkannya karena ia asyik bercanda ria dengan anak-anak disana. Bagaimana aku tidak merasa bosan? Saking kesalnya, ya itulah tadi, aku menendang kaleng dan mengenai seorang ahjussi. Hah, betapa sialnya nasibku hari ini” ujar Sooyoung. Seohyun terkikik geli mendengar cerita Sooyoung.
“Hei, mengapa kau tertawa?” Ujar Sooyoung.
“Bahkan kau merasakan bagaimana sialnya nasibmu bersama dia lebih dariku. Aku hanya dijadikan sebagai mainannya. Dan sekarang kamu eonni, ia mengajakmu dari pagi hingga sore tetapi kau diacuhkan olehnya? Itu benar-benar lebih menyebalkan daripada kesalahan yang ia perbuat padaku” ujar Seohyun.
“Hmmm.. Maybe” balas Sooyoung.
“Lalu, bagaimana besok?” Tanya Seohyun.
“Ia memintaku untuk bertemu di bukit yang kuceritakan itu. Katanya ia ingin meminta maaf” ucap Sooyoung.
“Hmm.. Jadi besok kau pergi lagi?” Ujar Seohyun.
“Tentu saja.. Aish, kalau sampai ia mengacuhkanku lagi, aku tidak segan-segan untuk merubah namja itu menjadi buaya asli” ucap Sooyoung. Seohyun hanya menatap Sooyoung datar.

**

Keesokan harinya..

Bukit..

“Apa tujuanmu mengajakku kesini?” Ujar Sooyoung.
“Kau masih merasa kesal padaku?” Tanya Kyuhyun.
“Tentu saja. Bahkan cara meminta maafmu seperti tidak serius” jawab Sooyoung. Kyuhyun pun memegang kedua tangan Sooyoung. Sooyoung menatap kedua tangannya yang dipegang, lalu mengalihkan pandangannya ke wajah Kyuhyun.
“Aku sudah pernah bilang padamu. Aku bukan tipe orang yang romantis. Jika aku ada salah, ya aku meminta maaf dengan cara yang biasa. Tidak dengan bunga mawar, ataupun hal-hal lain yang serupa” ucap Kyuhyun. Sooyoung hanya memutar kedua bola matanya.
“Baiklah itu terserahmu. Aku juga tidak memintamu untuk meminta maaf dengan cara yang romantis. Tetapi aku hanya berkomentar kalau cara meminta maafmu itu seperti tidak ikhlas” ucap Sooyoung.
“Oke, kalau kau memang menganggapku tidak ikhlas. Aku akan mengulanginya” ucap Kyuhyun. Sooyoung hanya menghela nafas. Kyuhyun berjalan memutari Sooyoung, secara tiba-yiba ia langsung menggendong tubuh Sooyoung.
“Aku minta maaf karena kejadian kemarin. Aku berjanji tidak akan membuatmu bosan dan merasa diacuhkan. Aku mengerti, pasti rasanya sangat tidak enak jika diacuhkan oleh seseorang. Oleh karena itu, mianhae..” Ujar Kyuhyun sambil menatap wajah Sooyoung.
“Kyaaa.. Turunkan aku!!” Seru Sooyoung.
“Tidak, sebelum kau menjawab permintaan maafku” ucap Kyuhyun.
“Baik, kau kumaafkan. Dan kau harus berjanji tidak akan mengulanginya lagi” ujar Sooyoung. Kyuhyun pun mengangguk lembut. Ia menurunkan Sooyoung dari gendongannya.
‘Dasar genit! Kukira aku senang digendong olehmu hah?’ Batin Sooyoung.
“Hei, mengapa kau masih cemberut?” Tanya Kyuhyun.
“Karena kau menggendongku, kau kira aku tidak takut apa? Huh..” Ujar Sooyoung.
“Ya, kau memang tidak takut kan?” Ucap Kyuhyun.
“Takut babo.. Bagaimana kalau tadi kau merasa keberatan dengan badanku? Lagipula apa sih tujuanku menggendongku seperti itu? Memangnya kau kira aku bayi?” Ujar Sooyoung.
“Aku tahu kau orangnya jutek dan cuek. Jadi kalau aku meminta maaf hanya dengan cara biasa, pasti kau tidak memedulikanku. Maka dari itu aku menggendongmu agar kau memusatkan perhatianmu padaku” ucap Kyuhyun. Sooyoung hanya bergumam.
‘Yeoja ini selalu memasang wajah juteknya. Sebenarnya ia ikhlas tidak menerima permintaan maafku? Ah, aku punya ide!’ Batin Kyuhyun. Kyuhyun pun mengeluarkan ponselnya dan berpura-pura sedang menelfon seseorang.
“Yeoboseyo chagi, kamu sedang apa?” Ujar Kyuhyun. Sooyoung pun melirik Kyuhyun.
‘Hah? Ia sedang dekat denganku, tetapi ia masih memiliki yeojachingu? Namja dimana-mana memang buaya. Huh! Lihat saja nanti!’ batin Sooyoung.
“Oooh, kamu sedang berada di kampus? Yasudah, mian aku mengganggumu. Saranghae” ujar Kyuhyun sambil menahan tawanya. Lalu ia kembali memasukkan ponselnya ke dalam kantong celananya.
“Tadi siapa? Yeojachingumu? Masa kau pergi bersama yeoja lain sementara yeojachingumu tidak tahu?” Ujar Sooyoung. Kyuhyun pun tertawa terbahak-bahak.
“Hei? Mengapa kau tertawa?” Ucap Sooyoung bingung.
“Hahaha.. Kau kira aku seorang playboy? Tadi itu aku hanya ingin mengerjaimu. Ya, sebenarnya aku tidak mempunyai yeojachingu. Tetapi karena melihatmu masih cemberut, aku ingin membuatmu kesal, hahaha” ujar Kyuhyun di sela-sela tawanya.
“Yaaakk.. Dasar menyebalkan!!” Ujar Sooyoung sambil memukul-mukul lengan Kyuhyun. Kyuhyun kembali tertawa, lalu menarik tubuh Sooyoung dan ia menggelitikinya.
“Aish, geli.. Yaak, hentikan..” Ujar Sooyoung kegelian. Kyuhyun masih saja menggelitiki Sooyoung. Tanpa sengaja, tatapan mata mereka bertemu. Kyuhyun berhenti menggelitiki Sooyoung. Ia menatap mata Sooyoung dalam-dalam. Kyuhyun pun membayangkan kalau dihadapannya adalah Summer.
“Summer..” Lirih Kyuhyun tak sadar. Sooyoung mengerutkan keningnya. Bingung atas lontaran kata yang dikeluarkan oleh Kyuhyun.
“Summer? Namaku Sooyoung, bukan Summer” Ujar Sooyoung. Kyuhyun pun tersadar atas ucapannya.
“M..maksudku, Sooyoung” ucap Kyuhyun.
“Perbedaan nama Sooyoung dan Summer sangat berbeda. Siapa Summer itu? Yeojachingumu?” Tanya Sooyoung. Kyuhyun pun memutar otaknya untuk menjawab pertanyaan Sooyoung.
“Anni, aura wajahmu seperti summer alias musim panas” ujar Kyuhyun.
“Oooh..” Balas Sooyoung. Kyuhyun pun merasa lega karena Sooyoung tidak berpikir macam-macam tentang Summer.
‘Mulut bodoh! Mengapa aku mengucapkan nama Summer? Walaupun wajah Sooyoung sangat mirip dengan Summer, ia bukanlah Summer’ Batin Kyuhyun.
Detik demi detik berlalu. Malam pun menunjukkan wajah gelapnya. Kyuhyun dan Sooyoung masih berada di tempat itu. Mungkin mereka mulai merasa nyaman satu sama lain.
‘Mungkin bisa saja aku mencintaimu, Sooyoung. Tetapi aku belum dapat memastikan perasaan ini’ batin Kyuhyun. Kyuhyun pun memerhatikan Sooyoung yang sedang melipat tangannya di dada. Tampak seperti orang yang kedinginan. Wajar saja hawa terasa dingin, angin malam memang dingin ditambah mereka sedang berada di atas bukit.
“Kau kedinginan?” Ujar Kyuhyun. Sooyoung mengangguk. Kyuhyun pun melepaskan jaketnya.
“Mau apa kau dengan jaketmu?” Tanya Sooyoung. Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Sooyoung, ia pun memakaikan jaketnya ke tubuh Sooyoung.
‘Lagi-lagi ia bertingkah modus. Aish, sebenarnya apa yang ia fikirkan tentang yeoja hah? Dia kira hati semua yeoja bisa ia rebut semua?’ Batin Sooyoung.
“Sudah tidak dingin kan?” Ujar Kyuhyun. Sooyoung hanya tersenyum membalas ucapan Kyuhyun. Namun lain di hatinya, ia sangat tidak menyukai sifat Kyuhyun yang ia anggap modus itu.
“Ini sudah malam, kita pulang saja ne” ujar Kyuhyun.
“Ne, pasti saeng ku sudah menungguku” ucap Sooyoung. Kyuhyun mengambil kuci mobilnya di kantong celananya.
“Kajja masuk ke mobilku!” Ujar Kyuhyun. Sooyoung pun masuk ke dalam mobil Kyuhyun.
“Antarkan aku ke tempat biasa..” Ucap Sooyoung.
“Oke” balas Kyuhyun.

***

@Sooyoung’s house

Toktoktok…

“Sebentar…” Ujar Seohyun dari dalam. Seohyun pun membukakan pintu.
“Aish, malam-malam seperti ini kau baru pulang? Kemana saja kau bersama namja itu?” Tanya Seohyun.
“Di bukit sana. Kami berbincang-bincang cukup lama” ujar Sooyoung. Ia pun berjalan masuk ke dalam rumah lalu duduk di atas sofanya. Seohyun menutup pintu, lalu mengikuti Sooyoung.
“Eum, seingatku kau tidak mempunyai jaket seperti itu.. Apa itu milik Kyuhyun?” Tanya Seohyun sambil melihat ke jaket yang dikenakan Sooyoung.
“Oh, ini? Ne, ini milik Kyuhyun. Tadi aku kedinginan, ia meminjamkan jaketnya padaku agar aku tidak kedinginan. Ya, tidak bosan-bosan ia bertingkah modus. Huh, dasar namja” ujar Sooyoung.
“Hmmm, menurutmu Kyuhyun itu orangnya seperti apa?” Tanya Seohyun.
“Menurutku? Dia modus, suka mencari perhatianku, tetapi kurasa ia juga baik” ucap Sooyoung. Seohyun menyandarkan kepalanya di bahu Sooyoung.
“Kau menyukai Kyuhyun bukan? Hmm? Eonni ku sayang?” Ujar Seohyun. Sooyoung melirik Seohyun dengan tatapan kecutnya.
“Aish, aku tidak menyukai Kyuhyun. Mana mungkin seorang Choi Sooyoung mudah tertarik dengan namja?” Ujar Sooyoung.
“Hmmm.. Terserah kau saja. Lagipula aku sudah dapat melihatnya dari matamu” ujar Seohyun sambil beranjak ke kamar.
“Aku tidur duluan ne. Kalau eonni belum makan malam, aku sudah menyiapkan makanan di dapur” ucap Seohyun.
“Makanan?” Ujar Sooyoung dengan mata yang berbinar-binar. Ia pun berlari ke dapur dan menghabiskan semua masakan Seohyun.

***

@Kyuhyun’s house

“Sooyoung, Summer.. Mengapa wajah kalian bisa sangat mirip sekali?” Ujar Kyuhyun sambil menatap foto-foto di laptopnya dan di tangannya. Ya, foto di laptop itu adalah foto-foto ia dengan Summer, sedangan foto di tangannya itu adalah foto Sooyoung.
Kyuhyun mengacak pelan rambutnya. Ia kembali memerhatikan wajah Sooyoung dan Summer. Matanya, hidungnya, bibirnya, pipinya, semuanya sama. Hanya rambut mereka yang membuat mereka berbeda. Summer berambut lurus, sedangkan Sooyoung mempunyai rambut yang bergelombang. Sifat mereka berbeda, Summer itu lembut, sedangkan Sooyoung itu jutek. Namun wajah mereka tidak ada perbedaan sama sekali.
“Aku menjadi merasa bersalah terhadap Summer. Aku memintanya untuk menjauhiku. Summer, kuharap kau bisa melupakanku” lirih Kyuhyun.
“Sooyoung, aku merasa ada perbedaan rasa ketika aku berada di dekatmu. Mungkin saja aku menyukaimu. Hmmm..tidak, maksudku aku mencintaimu. Apa aku benar-benar mencintaimu, Sooyoung? Entahlah, aku juga tidak dapat memastikan hal itu” ujar Kyuhyun sambil menatap foto Sooyoung.

***

Keesokan harinya…

“Hei, cepatlah. Kau bilang ingin ke mall, tetapi mengapa kau lama sekali mandinya?” Celoteh Sooyoung.
“Aish, tunggu sebentar! Sebentar lagi juga siap, eonni” balas Seohyun dari dalam kamar mandi. Sambil menunggu Seohyun, Sooyoung menyalakan musik dari mp3 nya untuk menghilangkan rasa jenuh. Tak lama kemudian, Seohyun pun sudah selesai mandi dan berpakaian rapi.
“Let’s go!” Seru Sooyoung

@mall

“Akhirnya, kenyang juga..” Ucap Sooyoung.
“Ne kau kenyang eonni, tetapi lihatlah berapa piring kimbab yang kau habiskan itu? 6 piring sekaligus? Perutmu sudah sama seperti mesin makanan” ujar Seohyun.
“Aish, yang penting aku kenyang. Eum, setelah ini kita mau kemana? Tadi aku sudah mengusulkan untuk makan, sekarang giliranmu untuk mengusulkan ke mana kita pergi” ujar Sooyoung.
“Hmmm.. Bagaimana kalau ke salon? Aku ingin mengubah model rambutku” ucap Seohyun.
“Baiklah, kajja!” Seru Sooyoung. Setelah membayar semua tagihan makanan yang dibeli mereka tadi, mereka pun pergi ke salon bersama-sama.

“Menurutmu, bagaimana model rambut yang bagus?” Tanya Seohyun sambil menunjukkan gambar yang berisi model-model rambut.
“Terserahmu saja” balas Sooyoung.
“Baiklah, aku pilih yang ini..” Ujar Seohyun.
“Seleramu bagus juga” komentar Sooyoung.
Sambil menunggu Seohyun, Sooyoung memainkan ponselnya. Terkadang ia memerhatikan adiknya.
“Honey, pokoknya kamu tunggu di restoran ne. Oh, kamu sudah menunggu di luar salon ini?” ujar seorang ahjumma yang sedang menelfon.
‘Aish, jaman sekarang. Seorang ahjumma saja masih saja berkencan’ batin Sooyoung. Ahjumma itu pun keluar dari salon itu dan menemui seorang namja. Namja itu adalah Kyuhyun.
“Hah? Itu Kyuhyun bukan? Aigo, bahkan ia pun mendekati seorang ahjumma? Aku harus mengikuti mereka!” Ujar Sooyoung.
“Seohyun-ahh, aku keluar sebentar ne. Aku ada urusan” ucap Sooyoung. Seohyun mengangguk. Sooyoung pun keluar dari salon dan mengikuti Kyuhyun dan Ahjumma itu.

@restoran

“Bagaimana kabarmu honey? Kamu tidak rindu dengan eomma?” Ujar Ahjumma itu yang ternyata adalah eomma Kyuhyun.
“Tentu saja aku rindu, eomma. Apa benar eomma kesini hanya ingin menemuiku?” Tanya Kyuhyun.
“Ne honey.. Eomma kesini karena rindu denganmu” ucap Eomma nya.
“Aish, lebih baik eomma di Amerika saja. Masa suaminya ditinggal begitu saja. Aku baik-baik kok disini” ujar Kyuhyun.
“Suami eomma juga Appa mu, Kyuhyun. Walaupun ia Appa tirimu, kamu juga harus menganggapnya” ucap Eomma Kyuhyun.
“Ne, arraseo” ujar Kyuhyun.
“KYUHYUN!” Teriak seseorang. Kyuhyun sangat mengenali suara itu. Itu pasti Sooyoung. Kyuhyun pun menoleh, ya benar, itu Sooyoung.
“Sooyoung? Sedang apa kau disini?” Ujar Kyuhyun.
“Ahjumma, dia ini playboy! Ahjumma jangan mau dipermainkan olehnya” ceplos Sooyoung. Eomma Kyuhyun hanya mengerutkan kening mendengar ucapan Sooyoung.
“Kyuhyunnie, siapa dia? Apakah dia yeojachingumu?” Tanya Eomma Kyuhyun.
“Hah? Bukan!” Ucap Kyuhyun dan Sooyoung bersamaan.
“Tetapi pasti teman dekatmu kan, Kyuhyunnie?” Ujar Eomma Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangguk.
“Perkenalkan, saya Eomma nya Kyuhyun. Siapa namamu?” Ujar Eomma Kyuhyun.
“Choi Sooyoung” balas Sooyoung.
‘Yak, mengapa aku bodoh sekali? Ternyata ahjumma ini Eomma nya Kyuhyun. Aish, rasanya aku malu sekali’ batin Sooyoung.
“Sooyoung-ahh, silahkan duduk..” Ucap Eomma Kyuhyun. Sooyoung pun duduk di kursi kosong yang berada di sebelah Kyuhyun.
“Jadi kalian teman dekat? Tetapi menurut eomma, kalian lebih cocok menjadi pacar” ucap Eomma Kyuhyun.
“Hah? Eomma ada-ada saja” ucap Kyuhyun.
“Ya, kalau kau sudah didampingi oleh Sooyoung, eomma tidak akan terlalu khawatir atau rindu padamu. Soalnya ada Sooyoung yang bisa menjagamu. Lagipula Sooyoung juga bisa menggantikan yeojachingu lamamu itu” ujar Eomma Kyuhyun.
‘Aish, mengapa eomma membahas tentang hal itu lagi. Tentunya tentang Summer. Untung saja eomma tidak menyadari kalau Summer dan Sooyoung memiliki kemiripan di wajah mereka’ batin Kyuhyun.
‘Jadi Kyuhyun pernah mempunyai yeojachingu?’ Batin Sooyoung.
“Eum, mianhae Kyuhyunnie. Eomma tidak bisa lama-lama disini. 1 jam lagi Eomma harus kembali ke Amerika. Eomma harus pergi ke bandara sekarang juga” ujar Eomma Kyuhyun.
“Baiklah Eomma, hati-hati di jalan ne. Sampaikan salamku untuk suami Eomma” ujar Kyuhyun.
“Aish, Kyuhyunnie. Sebut dia Appa” ucap Eomma Kyuhyun.
“Arra..” Balas Kyuhyun.
“Baiklah honey, Eomma pergi dahulu ne. Jaga diri kamu baik-baik” ujar Eomma Kyuhyun sambil mengecup kening Kyuhyun. Lalu Eomma nya pun pergi dari restoran itu.
“Eum, Kyuhyun-ahh. Benarkah kau pernah mempunyai pacar?” Tanya Sooyoung.
“Anniya, Eomma hanya bercanda” balas Kyuhyun.
“Ooohh..” Ujar Sooyoung.
“Eum, Sooyoung-ahh. Aku ingin bertanya sesuatu” ujar Kyuhyun.
“Katakanlah” ucap Sooyoung.
“Sudah lama aku penasaran dengan masalah ini. Apa kau teman dari Seohyun? Atau kau kakaknya?” Tanya Kyuhyun.
“Hah? A..aku…”
“Aku sudah tahu itu. Setelah Seohyun merasa bahwa aku menggantungkan perasaannya dan akhirnya ia membenciku, lalu kau tiba-tiba datang kepadaku. Aku merasa aneh saat itu” ujar Kyuhyun.
“Ya, itu karena kau membuat adikku menangis. Memang namja itu semuanya buaya! Termasuk dirimu sendiri! Aku berharap orang sepertimu seharusnya cepat mati saja!” Bentak Sooyoung. Ia pun pergi meninggalkan Kyuhyun.
“Tidak hanya sekali yeoja-yeoja yang dekat denganku mengataiku buaya, tetapi berkali-kali. Mereka semua memang tidak pernah paham dengan apa yang kulakukan pada mereka. Sudah dikasih hati, tetapi malah minta jantung” gumam Kyuhyun.

SKIP

@Kyuhyun’s house

Toktoktok..

“Aish, siapa sih yang datang kesini malam-malam seperti ini?” Ujar Kyuhyun sambil mengacak rambutnya. Ia pun berjalan ke arah pintu dan membukanya. Kunci yang ada ditangan Kyuhyun pun terjatuh begitu saja setelah melihat sosok yang ada dihadapannya.
“Su… Summer? Apa yang kau lakukan disini?” Ujar Kyuhyun.
“Oppa, jebal.. Izinkan aku menginap disini untuk 1 malam saja..” Ujar Summer.
“Summer, sudah kukatakan padamu. Lupakan aku, jauhi aku. Tetapi mengapa kau masih saja menemuiku?” Tanya Kyuhyun.
“Aku tidak bisa melupakanmu oppa. Kumohon, perbaiki hubungan kita seperti dahulu. Aku tidak sanggup tanpamu” ujar Summer.
“Masuklah” ucap Kyuhyun. Summer pun masuk ke dalam rumah Kyuhyun.
“Kau boleh menginap disini. Kamar Eomma ku kosong, kau boleh menempatinya” ujar Kyuhyun.
“Gomawo atas pengertianmu..” Ucap Summer. Summer pun berjalan ke arah kamar Eomma Kyuhyun.
‘Mengapa ia kembali lagi? Padahal aku sudah berkata kalau aku ingin ia mencari namja penggantiku’ batin Kyuhyun. Ia berjalan ke arah kolam renang di rumahnya, lalu duduk merenung di pinggir kolam itu.
“Setelah bertengkar dengan Sooyoung, Summer datang kepadaku. Sebenarnya apa maksud dari ini semua?” Ujar Kyuhyun frustasi.
“Sooyoung? Siapa dia?” Ujar Summer yang berdiri di belakang Kyuhyun.
“Dia, temanku” ucap Kyuhyun. Summer pun duduk di samping Kyuhyun.
“Apa pernah ia mengatakan bahwa kamu itu buaya?” Tanya Summer.
“Tentu saja. Berawal dari Haneul dan Victoria, lalu Seohyun, sekarang Sooyoung. Tetapi aku seperti merasa berbeda ketika dekat dengan Sooyoung, tidak seperti saat aku dekat dengan Haneul, Victoria, maupun Seohyun. Rasa ku padanya seperti rasa ku kepadamu saat dulu” ujar Kyuhyun.
“Itu berarti kau mencintai dia oppa” ucap Summer.
“Bisa dibilang begitu. Tetapi ia sedang marah padaku, dan aku tidak tahu bagaimana cara membuatnya untuk tidak marah kembali padaku” ujar Kyuhyun. Summer hanya menunfuk.
“Mianhae, Summer.. Mungkin cerita ku ini menyakiti perasaanmu. Aku tahu kita masih berpacaran, tetapi beda dengan sekarang” ucap Kyuhyun.
“Gwenchana.. Oppa, aku tidur duluan ne. Aku sudah merasa mengantuk” ujar Summer. Kyuhyun mengangguk. Summer pun masuk ke dalam rumah Kyuhyun dan pergi ke kamar tidur. Sebenarnya ia belum mengantuk, tetapi ia merasa sakit hati karena Kyuhyun sudah mulai mencintai yeoja lain. Summer memeluk guling yang ada di atas tempat tidur itu. Kembali ia mengingat masa lalunya dengan Kyuhyun.

Back to Kyuhyun..

“Aku tidak ingin menyakiti perasaan Summer. Tetapi ini yang harus kulakukan. Menyuruhnya untuk melupakanku…” Ujar Kyuhyun. Kyuhyun mengeluarkan sebuah amplop coklat dari sakunya, ia pun membuka surat di dalam amplop itu. Sebenarnya sudah berkali-kali ia membaca surat itu. Kyuhyun mengambil ponselnya dari dalam saku celananya. Ia pun mengetik sebuah pesan untuk Summer karena ia tidak berani mengatakannya secara langsung.

To: Summer
Aku ingin kita putus. Lupakanlah aku. Anggap kita tidak pernah mempunyai hubungan apa-apa.

Kyuhyun memencet tombol send. Tak lama setelah ia mengirimkan pesan itu, Summer pun datang dan menghampirinya.
“Oppa, apa maksudmu?” Ujar Summer. Kyuhyun tak berani menatap mata Summer. Summer pun melihat sebuah amplop yang dipegang oleh Kyuhyun.
“Apa itu?” Tanya Summer. Kyuhyun pun berusaha menyembunyikan amplop itu di belakang punggungnya, namun Summer sudah terlebih dahulu merebutnya. Kyuhyun hanya menunduk pasrah dan membiarkan Summer membaca isi amplop itu. Setelah membaca surat itu, Summer pun menitikkan air matanya.
“Jadi, kau divonis mengidap tumor otak?” Ujar Summer.
“Ne, dan sudah tidak ada harapan lagi..” Ucap Kyuhyun.
“Aku ingin hubungan kita berakhir, cukup sampai disini saja. Lupakan saja semua masa lalu kita, anggap kita tidak pernah berpacaran” ujar Kyuhyun.

Keesokan paginya..

“Aku akan mengantarmu pulang ke rumah. Carilah namja lain selain diriku, lupakan masa lalu kita” ujar Kyuhyun.
“Kalau itu maumu, baiklah..” Balas Summer.

Bruum.. Bruum..

Suara khas dari motor Sooyoung. Ya, Sooyoung melihat kedekatan Kyuhyun dan Summer. Kyuhyun menoleh ke arah Sooyoung. Sooyoung hanya menatapnya dengan penuh benci.
“Jadi setelah aku membuangmu, kau mencari yeoja lain yang bisa kau nikmati sepuasnya? Ini jaketmu!” Ujar Sooyoung sambil melemparkan jaket yang pernah Kyuhyun pinjamkan kepadanya. Kyuhyun pun menangkap jaket itu. Sooyoung langsung menaiki motornya dan pergi meninggalkan rumah Kyuhyun.
“Tadi itu Sooyoung?” Tanya Summer. Kyuhyun mengangguk.

SKIP

@Sooyoung’s house

“Hei hei hei.. Eonni ku sayang, ada apa dengan wajahmu? Mengapa kau cemberut seperti itu setelah pulang dari rumah Kyuhyun?” Tanya Seohyun.
“Kau tahu, setelah aku tidak dekat lagi dengannya, ia sudah mempunyai yeoja baru yang bisa ia nikmati sepuasnya. Malah yeoja itu mirip denganku pula..” Ujar Sooyoung.
“Hah? Jangan mengada-ngada cerita! Masa iya?” Ujar Seohyun.
“Aish, buat apa aku berbohong padamu” ujar Sooyoung.
“Mengapa kamu sepertinya bad mood sekali setelah tahu Kyuhyun sekarang dekat dengan yeoja lain? Apa kau menyukainya, eonni?” Tanya Seohyun.
“Hah? Anniyo!” Sela Sooyoung.
“Jangan berbohong padaku, eonni. Jujur saja” ujar Seohyun.
“Ne, aku menyukai Kyuhyun” ucap Sooyoung.
“Hahaha, akhirnya eonni ku mulai merasakan jatuh cinta juga” ujar Seohyun.
“Aish, sudahlah aku mau tiduran di kamar.. Jangan ganggu aku” ucap Sooyoung sambil beranjak ke kamarnya.
“Hmmm.. Yasudah” balas Seohyun sambil menggunting kukunya yang panjang. Setelah itu, ia pun membaca komik kesukaannya.

Toktoktok..

“Huh, sedang asyik-asyiknya memnaca komik, ada saja yang mengganggu” ujar Seohyun. Ia pun beranjak mendekati pintu, lalu membukanya. Summer yang mengunjungi rumah itu, namun Seohyun mengira Summer adalah Sooyoung.
“Aish, eonni. Apa kau ingin pamer gaya rambut baru padaku hah? Eh, tunggu dulu! Bukannya kau tadi sedang tiduran dikamar?” Ujar Seohyun bingung.
“Eum, Sooyoung nya ada?” Tanya Summer.
“Ada.. Silahkan masuk” Ujar Seohyun.
‘Mungkin yeoja yang diceritakan Sooyoung eonni tadi adalah dia’ batin Seohyun. Seohyun pun beranjak ke kamar dan memanggil Sooyoung.
“Huuuhh.. Tamu? Siapa?” Ujar Sooyoung sambil mengusap-usap wajahnya.
“Itu!” Ucap Seohyun. Sooyoung pun melihat ke arah Summer.
“Kamu…? Mau apa kesini?” Ujar Sooyoung.
“Naneun Summer Choi imnida. Kamu Sooyoung bukan?” Ujar Summer.
‘Summer? Sepertinya Kyuhyun pernah salah memanggilku dengan sebutan Summer. Jadi Summer itu dia?’ Batin Sooyoung.
“Ne, aku Sooyoung” ujar Sooyoung.
“Aku mantan yeojachingu Kyuhyun. Aku ingin memberitahumu siapa Kyuhyun yang sebenarnya. Kyuhyun adalah tipe namja yang tidak suka melihat seorang yeoja yang mempunyai masalah. Jadi, ia sebenarnya dekat dengan yeoja hanya karena ingin membantu masalahnya. Tetapi yeoja-yeoja itu terlalu berharap pada Kyuhyun. Mereka mengira Kyuhyun menyukai mereka, tetapi tidak. Hanya saja, ia berbeda terhadapmu. Kyuhyun mencintaimu” ujar Summer.
“Kyuhyun? Mencintaiku?” Ujar Sooyoung.
“Ne, balaslah cintanya. Bahagiakan dia. Kyuhyun divonis mengidap tumor otak. Hanya aku dan dia yang tahu. Bahkan ia menyembunyikan itu dari Eomma nya. Ia tidak pernah merasa bahagia. Ia harus merelakan Eomma nya menikah dengan namja lain di Amerika. Ia harus menerima kata-kata menyakitkan dari yeoja-yeoja yang pernah ia bantu. Jebal Sooyoung, kau satu-satunya orang yang bisa membuat Kyuhyun tersenyum bahagia. Katakan kau mencintainya, jangan sia-siakan dia” ucap Summer. Sooyoung dan Seohyun menangis setelah mendengar cerita Summer.

@Bukit..

“Akhh…” Kyuhyun merasakan sakit di kepalanya. Memang itu yang selalu dirasakannya. Setelah rasa sakit itu berkurang, ia pun duduk di atas rerumputan dan menyandarkan dirinya di mobil.
‘Sooyoung.. Kuharap kau tidak benar-benar marah kepadaku’ batin Kyuhyun.
“Kyuhyun-ahh…!!” Terdengar suara yang khas memanggil namanya. Kyuhyun pun menoleh, itu adalah Sooyoung.
“Sooyoung..” Ucap Kyuhyun.
“Kyu, aku sudah mendengar semua cerita dari Summer. Aku..ingin meminta maaf padamu. Aku salah. Kukira kau playboy, buaya, atau semacamnya. Eum, mian.. Sebenarnya ceritaku tentang mantan namjachinguku itu hanya kubuat-buat saja. Dulu aku mendekatimu karena ingin mengerjaimu. Tetapi sekarang, aku…”
“Aku apa Sooyoung? Lanjutkan ucapanmu” ujar Kyuhyun.
“Aku mencintaimu” ucap Sooyoung.
“Sudahlah.. Aku tahu, kau mencintaiku hanya karena kasihan kepadaku kan?” Tanya Kyuhyun.
“Anniyo, aku serius. Jangan anggap ini candaan, Kyuhyun” ujar Sooyoung. Sooyoung melihat Kyuhyun yang hampir pingsan, ia pun langsung memegang kedua pipi Kyuhyun dan membuat Kyuhyun tidak jadi pingsan.
“Wajahmu pucat, kita ke rumah sakit saja ne” ucap Sooyoung.
“Tidak usah, aku hanya ingin tidur dipangkuanmu saja..” Ucap Kyuhyun.
“Baiklah..” Sooyoung pun menyilangkan kakinya, lalu membiarkan Kyuhyun meniduri kakinya.
“Apa kau juga mencintaiku?” Tanya Sooyoung.
“Ne, saranghae..” Ucap Kyuhyun.
“Kau mencintaiku atau mencintai Summer?” Ujar Sooyoung.
“Tentu saja aku mencintaimu..” Balas Kyuhyun.
“Kau telah banyak memberikan kebahagiaan pada orang lain. Sekarang, aku yang akan memberikanmu kebahagiaan” ucap Sooyoung sambil memeluk Kyuhyun.

-END-

Annyeong.. Saya author baru disini😀
Panggil saya Risma aja ya😉
Bangapta😀

Endingnya gantung kah? Mianhae, memang di FTV nya dibikin gantung gitu endingnya. Need sequel?

9 thoughts on “[Oneshoot] I’m Not A Playboy

  1. Artha Maria July 2, 2014 / 9:42 PM

    Sequel thooooooor.. Jebaaallll😀

  2. Rifqoh Wafiyyah July 3, 2014 / 10:30 AM

    huaaa… ngegantung….
    sequel pliss…

    • seobabywook July 4, 2014 / 11:52 AM

      memang sengaja dibikin gantung gitu😀 sequel? lg dalam proses

    • seobabywook July 13, 2014 / 12:22 PM

      sabar ya… lg dalam proses kok sequelnya🙂

  3. Rika_Cho January 8, 2015 / 11:43 PM

    Sequelnya Jangan di Sad End -in (?) :3

  4. Amel Ryriis March 21, 2015 / 3:18 PM

    Ya ampun trnyta gtu yah crtnya😀 awalnya aku itu mkirnya si kyu gampangan bngt sih wktu soo tlpon mw aja *abaikan😀 hehe

    Sequell… Butuh bngt thor😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s