[FREELANCE] The Departement Store– Threeshot(Last Part)

dongdaemun-night-market-58777

Title        :  더데파트 (The Departement Store)- Last Part

Subtitle     : Tak ada lagi kebohongan

Author     : Kang Hyo Bin

Cast       : Sehun, Sooyoung, Kyuhyun, Seohyun,

Length            : Threeshot

Rate        : General

Genre       : Romance

Ia tidak suka acara jalan-jalan keluarga. Sekarang. Di usianya yang sudah 19 tahun.

Dulu sekali saat usianya masih sangat muda, ia menyukai jalan-jalan. Terutama bersama sang ayah. Ia suka sekali berjalan-jalan berdua dengan ayahnya, karena ayahnya akan mengabulkan apapun permintaannya. Ayahnya suka membelikannya banyak mainan sementara ibunya tidak. Bukan berarti dirinya tidak suka jalan-jalan dengan ibunya. Ia suka… sangat suka jalan-jalan bersama ayah dan ibunya. Ia suka dan menunggu acara jalan-jalan bersama keluarga. Terutama saat mereka masih menjadi keluarga kecil.

Dia masih menerima ketika si kembar Baekhyun dan Chanyeol hadir dalam kehidupan mereka. Ia memang menginginkan adik  sejak dulu dan baru mendapatkannya saat usianya 12 tahun. Saat itu dia benar-benar senang apalagi acara jalan-jalan keluarga jadi tidak sesepi biasanya. Baekhyun dan Chanyeol merupakan sosok adik idaman yang menyenangkan sampai ibunya melahirkan lagi. Itu terjadi bahkan saat usia si kembar belum genap 2 tahun. Doojoon hadir lalu diikuti Eunji setahun kemudian. Saat itu ia berpikir orang tuanya akan berhenti toh mereka sudah mendapatkan anak perempuan… sayang semua tidak berjalan seperti harapannya.

Eunji tidak tumbuh seperti gadis kebanyakan. Dia lebih mirip si kembar yang tak bisa diam dibanding dengan kakak yang memiliki usia paling dekat dengannya, Doojoon. Anak laki-laki itu malah tumbuh jadi anak laki-laki paling pendiam di keluarga. Begitulah… beberapa bulan yang lalu ibunya kembali melahirkan dan memberi nama anak laki-lakinya dengan Gikwang. Membuatnya tak habis pikir. Sampai kapan orang tuanya menamai adik-adiknya sesuai dengan alfabet. Ia tak mau harus punya adik lagi. Sekarang baru sampai G lalu apa? H? Mungkin orang tuanya yang maniak idol kpop akan memberi adik yang selanjutnya Hyuna? Atau Hyorin? Ah ia tidak bisa membayangkan. Lagi pula walaupun ia menyukai Hyuna dan Hyorin, ia tak mau punya adik seperti mereka. Ia laki-laki dan tak mau adik masa depannya dilihat dengan cara ia melihat mereka.

“Ah! Apa sih yang aku pikirkan?” tanpa sadar ia menyuarakan pikirannya.

“Ada apa sayang?” tanya ibunya begitu melihat dirinya yang menggeleng-gelengkan kepala tidak jelas. Saat ini mereka sedang menyusuri lorong mal sembari melihat-lihat. “Ya ampun!! Pakaian bayi itu lucu sekali!” begitu saja. Ibunya pergi masuk ke toko pakaian bayi bersama dengan ayahnya yang sedang menggendong bayi Gikwang dengan Doojon dan Eunji mengikuti dari belakang.

Ia baru saja akan ikut masuk saat ia sadar si kembar menghilang. Ia mengedarkan pandang dan mengutuk pelan. Apa harinya harus lebih buruk lagi?!

*

Dua anak kecil sedang menyusuri mal sambil cekikikan melihat sekitarnya. Salah satu dari anak itu mendorong kereta bayi yang tampak terlalu besar bagi tubuhnya sementara yang satu lagi menatapnya dengan wajah iri sambil sesekali melihat berbagai macam mainan yang dipajang di etalase toko.

“Baekki… biar aku yang mendorongnya…” ucap anak laki-laki yang bermata besar pada anak yang sedang mendorong kereta bayi. Si anak menatap anak laki-laki bermata besar itu datar. Tak suka jika diganggu. “Panggil aku hyung! Aku ini kakakmu dasar tidak sopan!” ucap anak laki-laki yang bermata lebih sipit.

“Kita hanya berbeda lima menit… Baekki… ayolah… aku ingin mendorongnya..” ucap si anak bermata besar.

“Aku lebih tua lima menit… aku kakak makanya aku mendorongnya.” ucap anak laki-laki bermata kecil mencibir. Kedua anak laki-laki itu saling berpandangan kesal. Berhenti di tempat cukup lama sebelum mulai untuk berkelahi. Topik tentang ‘lima menit’ selalu menjadi hal sensitif bagi kedua anak itu. Mungkin orang-orang yang melihat sekilas tak akan menyadari, tetapi kalau dilihat lebih jauh kita bisa melihat kemiripan dari kedua anak itu. Walaupun tidak identik, kedua anak itu terlahir kembar.

“Aku juga ingin!” ucap Chanyeol, anak laki-laki yang bermata besar. Anak itu memandang wajah kakak-lebih tua-lima-menit dengan pandangan memelas membuat sang kakak-lebih-tua-lima-menit akhirnya mengangguk.

Baekhyun sang kakak menggeser posisinya sedikit kesamping agar mereka berdua bisa mendorong kereta bayi itu bersama-sama. Pandangan mereka bertemu lalu, keduanya tersenyum jahil seperti yang selalu mereka tampakan ketika pikiran mereka bertemu di frekuensi yang sama.

“Satu… dua… tiga…”

Mereka berlari sepanjang koridor tanpa memusingkan umpatan orang-orang saat mereka berlari begitu cepat.

*

Sehun memutar bola matanya kesal. Tak habis pikir bagaimana bisa Jongin terus-terusan menghubunginya di saat-saat genting seperti ini. Pemuda 19 tahun itu baru sadar sekitar 30 menit yang lalu dan sekarang ia bersama Sooyoung, Kyuhyun, dan Seohyun sedang berusaha mencari adik satu-satunya itu.

“Kenapa tidak diangkat?” tanya Sooyoung. Saat ini mereka sedang mencari-cari di tempat terakhir kali mereka melihat Sena sementara Kyuhyun dan Seohyun mencarinya di tempat lain.

Sehun menggeleng. Ia tak bisa berpikir dengan jernih saat ini. Ia sedang ketakutan. Walaupun terkadang sebal pada Sena, tak bisa dipungkiri ia benar-benar khawatir pada adik kecilnya itu. Ia tak bisa membayangkan kalau adiknya jadi korban penculikan. Sehun takut setengah mati dan ia tak ingin dimarahi kedua orangtuanya kalau sampai-sampai Sena benar-benar hilang padahal ia sudah berjanji akan menjaganya.

“Tidak penting.” jawab Sehun lalu mempercepat langkahnya meninggalkan Sooyoung agak di belakang. Membuat gadis itu mau tidak mau menyamakan langkah dengan Sehun. Gadis itu juga tidak bertanya lagi. Hanya berdiri di samping Sehun sambil memikirkan kesalahannya yang telah begitu ceroboh sampai membuat Sena hilang.

*

Pemuda itu melihat kerumunan orang-orang yang berdiri di depan sebuah toko mainan. Awalnya ia tak begitu ambil pusing. Pikirannya masih tertuju pada Baekhyun dan Chanyeol yang tiba-tiba hilang. Ia hanya ingin menemukan mereka secepatnya saat sadar kalau kerumunan itu bukan terdiri dari anak-anak, tetapi orang dewasa. Ia hampir saja pergi menjauh saat mendengar tangisan dari kerumunan itu. Ia mengenal suara tangis itu. Suara tangis yang sudah dihapalnya di luar kepala.

Ia mendekati kerumunan itu dan mendapati dua anak kecil yang begitu dikenalnya sedang menangis dengan posisi aneh. Kedua adiknya terjatuh dan beberapa saat kemudian ada suara tangis ketiga yang begitu asing. Suara itu berasal dari kereta bayi dan begitu melihat ke dalam ia menemukan sesuatu yang membuat hatinya sekejap mencelos.

“Hyuuuung!!!” si kembar menjerit bersamaan begitu melihat dirinya ada di antara kerumunan orang. Membuat kerumunan orang itu langsung mengalihkan tatapan mereka pada pemuda itu. Tatapan yang rasanya bisa membunuhnya dalam hitungan detik.

 

*

“Kita harus kemana lagi Oppa?” tanya Seohyun pada Kyuhyun setelah selama beberapa saat mereka hanya berputar-putar di tempat yang sama. Mereka berdua sedang mencari Sena dan perasaan mereka juga tak jauh dari perasaan kedua orang yang mereka pikir adalah orang tua Sena. Mereka benar-benar khawatir pada gadis kecil itu.

“ Apa kita harus mencarinya secara terpisah?” tanya Kyuhyun pada kekasihnya. Seohyun mengangguk sebagai jawaban. Itu benar-benar jawaban yang tepat di situasi yang genting seperti ini. Mereka hanya harus cepat-cepat menemukan Sena sebelum siapapun membuatnya benar-benar menghilang.

Walaupun mereka baru bertemu Sena hari ini, mereka sudah bisa merasakan perasaan lain saat melihatnya. Mereka menyayangi Sena. Seperti Kyuhyun menyayangi orang yang ia pikir adalah ibu sang gadis kecil. Sama seperti Seohyun yang membayangkan kalau itu terjadi pada putrinya di masa depan.

*

Sehun dan Sooyoung menyusuri koridor dengan langkah cepat. Tak lupa mengedarkan pandangan ke sekitar karena siapa tahu mereka dapat menemukan Sena. Sekali lagi ponsel Sehun berdering dan ia hampir mengumpat saat menyadari bahwa itu panggilan dari ibunya bukan Jongin yang membuat moodnya tambah buruk hanya karena melihat namanya di layar ponsel. Dimata Sehun saat ini, Jongin adalah pembuat masalah yang benar-benar buruk. Kalau saja boleh, ia ingin sekali memukulnya karena membuat hari-harinya dipenuhi kesialan sejak kemarin. Terutama sejak orangtuanya menemukan rokok dan majalah dewasa milik Jongin ditemukan di kamarnya. Ia akan segera disemprot ibunya oleh omelan, apalagi kalau ibunya tahu kalau Sena hilang. Mungkin Sehun akan dibunuh. Apa yang harus ia lakukan sekarang?

“Hai tampan… bagaimana kabar kalian sekarang? Apa Sena baik-baik saja?” ibunya langsung membuka pembicaraan dengan pertanyaan yang membuat hatinya mencelos. Haruskah ia mengatakan pada ibunya kalau ia sudah membuat Sena menghilang?

“Ah Eomma bilang apa? Suaranya tidak jelas. Eomma? Eomma?”  Sehun berakting seolah-olang tak mendapat sinyal. Dia tak dapat mengatakan apapun pada ibunya. Baru saja ia menutup telepon, Jongin kembali menghubunginya. Sehun kesal dan mematikan ponselnya.

“Sehun-ah,” Sooyoung memandang Sehun senang seolah-olah telah menjawab pertanyaan dari semua masalah ini.  “bagaimana kalau kita mencari Sena ke bagian informasi saja?”

*

Pemuda itu diseret bersama kedua adiknya dan kereta bayi ke ruang keamanan mal. Ia tak pernah kesini sebelumnya dan tak pernah berharap, tapi gara-gara kelakuan adiknya yang sangat hiperaktif ia bisa masuk ke ruang terlarang ini.

“Jadi kau adalah kakak mereka?” tanya petugas keamanan mal yang sedang duduk dihadapannya dengan pandangan menyelidik. Pemuda itu menjawab dengan anggukan. Ia malas berbicara. “Harusnya kau lebih hati-hati nak… kau bisa membuat ketiga adikmu kehilangan nyawa hanya karena keteledoran seperti ini.”

Ia hanya mendengus. Kesal dengan kenyataan.

Tadi ia menemukan si kembar dikerumunan itu gara-gara Baekhyun dan Chanyeol meresahkan pengunjung dengan berlari-lari sepanjang koridor. Mereka juga melakukan sesuatu yang membuatnya tak habis pikir, apa serunya mendorong kereta bayi di mal. Sungguh hal itu menjengkelkan dan ia tahu itu juga sama normalnya bagi si kembar yang selalu hiperaktif.

“Anak-anak ini berlarian sepanjang koridor, lalu menabrak tembok dengan keras. Saat itulah keduanya tampak terguncang dan ketakuatan saat sadar adikmu yang masih bayi ini ada di keretanya.“

Ia juga tak mengerti bagaimana bisa Gikwang ada bersama mereka sekarang sementara terakhir kali ia melihat adik-adiknya yang lain sedang bersama orangtuanya.

“Aku kakaknya dan ingin melihat adik bayiku.” sang petugas mengangguk. “Kau boleh, tetapi jangan macam-macam. Kalian berempat hanya boleh pulang saat wali kalian datang.” Kali ini Jongin mengangguk.

Pemuda itu memandang bayi di dalam kereta itu secara seksama. Ia bisa melihat wajah polos sang gadis kecil yang mengingatkannya pada seseorang. Lalu matanya menatap takjub selama beberapa saat.

“Ini bukan adikku.” Pemuda itu menatap sang bayi lebih dalam. Berusaha mengingat sesuatu yang sepertinya ia lupakan. “Aku tak punya adik perempuan yang masih bayi… mungkin….-“ Ia tiba-tiba menepuk kepalanya setelah mendapat pencerahan, “Aku rasa kereta bayi adikku dengan gadis kecil ini tertukar.”

 

*

“BAGAIMANA BISA KALIAN BEGITU CEROBOH?!” itu suara Soojin yang sejak beberapa menit yang lalu selalu berputar-putar di kepalanya.

Tadi kakaknya menelepon dan mengatakan bahwa seseorang menemukan Sena lalu kakaknya marah-marah karena ia dan Sehun telah begitu ceroboh mengurus adik Sehun itu seakan-akan Soojin adalah ibunya. Padahal Sooyoung ataupun Sehun belum mengatakan kejadian ini pada siapapun.

“Berhentilah berteriak-teriak! Jadi di mana Sena?” hanya respon itu yang diberikan Sooyoung pada kakaknya.Begitu mendengar jawabannya Sooyoung langsung menarik Sehun ke tempat yang kakaknya sebutkan. Ia tak peduli pada Sehun yang terus mengoceh tak jelas. Bisa saja Sehun melepaskan genggaman Sooyoung, tapi ia terlalu menikmatinya.

Noona… kita kemana?” Sehun kembali merengek seperti anak kecil membuat Sooyoung pusing sendiri. Namun tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya terus menarik Sehun sampai ke depan ruang keamanan. Di sana ia juga sudah melihat Kyuhyun dan Seohyun yang sudah diberi tahunya segera setelah Soojin menelepon.

“Ayo masuk.” Ucap Kyuhyun memimpin rombongan kecil itu ke ruang keamanan mal. Di sana sudah ada petugas keamanan, dua anak kecil yang setengah terpejam, kereta bayi, lalu anak laki-laki yang kira-kira seumuran dengan Sehun sedang menggendong bayi. Awalnya Sehun masuk dengan tenang sampai ia bisa melihat pemuda yang sedang menggendong bayi itu dengan lebih jelas.

“Sehun?”

“Hyung!!!”

Sehun benar-benar terkejut.

*

Sehun senang bisa segera pulang, tetapi sebal bukan main karena harus terjebak bersama keluarga Jongin. Kyuhyun dan Seohyun pergi segera setelah Sena ditemukan dengan alasan ada acara sehingga mau tidak mau Sehun dan Sooyoung harus tinggal bersama Jongin dan keluarganya. Sooyoung bahkan mengaku sebagai adik ibu Jongin agar bisa segera membawa Sena dan ketiga kakak-beradik itu keluar dari ruang keamanan.

Noona cantik sekali… terima kasih sudah membantu kami…” itu suara si kembar Baekhyun dan Chanyeol. Sejak mereka semua masuk ke mobil keluarga Jongin, tak henti-hentinya mereka mengatakan itu sampai-sampai Sehun yang melihat itu kesal sekali. Bahkan salah satu dari si kembar duduk di pangkuan Sooyoung sementara yang lain duduk tepat di sampingnya. Mobil keluarga Jongin lumayan besar, tetapi kurang cukup untuk menampung orang-orang sebanyak ini.

Sena duduk dipangkuan Jongin di kursi tengah. Mereka berdua kelihatan akrab sekali membuat Sehun sedikit cemburu. Ia tak suka Jongin dekat-dekat dengan Sena. Sehun lebih suka Jongin dekat-dekat dengan seorang gadis, bukan Sena.

“Dia cantik sekali, Sehun.” Ucap Jongin suatu hari saat ia pertama kali bertemu Sena sekitar satu tahun yang lalu. “Aku akan menikahinya.”Awalnya Sehun tidak peduli. Lagi pula Sehun berpikir kalau Jongin bercanda, tetapi setelah berbulan-bulan semuanya jadi terkesan tidak masuk akal. Jongin yang awalnya punya banyak pacar jadi memutuskan pacarnya segera setelah bertemu dengan Sena. Ia juga tak pernah dekat-dekat dengan wanita manapun dan saat ia didekati gadis-gadis ia selalu beralasan kalau ia punya pacar yang bernama Sena. Barulah Sehun berpikir dua kali ketika Jongin ingin bermain ke rumahnya. Ia tak mau adiknya jadi korban pedofil Jongin, apalagi yang membuatnya dua kali lebih sebal adalah karena Sena juga suka dengan keberadaan Jongin padahal Sena selama ini selalu menangis jika melihat orang asing dan ironisnya, juga Sehun.

“Berhentilah menatap Sena seakan-akan kau akan mati besok.” Sehun berkata sarkastis. Saat ini ia sudah ada di depan rumahnya bersama Jongin dan Sena sementara Sooyoung masih mengobrol dengan orang tua Jongin dengan Baekhyun berada dalam gendongannya. Membuat Sehun benar-benar sebal.

“Aku benar-benar tak suka perpisahan…” Jongin mengucapkannya dengan sedih.

Sehun memutar bola matanya tak percaya. Jongin berubah jadi melankolis. Benar-benar bukan seperti orang yang dikenalnya. “Kau kan punya adik perempuan Kim Jongin! Dan ya ampun! Kau bisa kesini lagi nanti!”

Jongin seketika tersenyum dan Sehun langsung menutup mulutnya yang salah bicara. Ia sendiri yang melarang Jongin kesini dan kenapa tadi ia mengucapkan kalimat yang berlawanan?!

“Jongin-ah… ayo kita pulang!” ibu Jongin berteriak dari dalam mobil. Sehun dan Jongin otomatis langsung melihat ke sumber suara. Mereka baru sadar kalau sudah terlalu lama berdiri di depan pintu rumah. Sooyoung bahkan sudah ada di samping Sehun, memeluk pinggang pemuda itu.

Jongin tersenyum kikuk pada Sooyoung dan menatap Sehun dengan datar lalu menatap Sena dengan pandangan yang jujur saja membuat Sehun tak mengerti.

“Sena-ya… oppa pergi dulu ya…” pemuda itu tersenyum manis pada bayi 8 bulan itu dan yang membuat Sehun tak habis pikir, Jongin mencium adiknya. Sebenarnya sih tak apa. Sehun tahu adiknya benar-benar manis, tapi yang benar saja! Jongin mencium Sena tepat di bibir. Apa dia cari mati?, batin Sehun. Sehun baru saja akan memukul Jongin saat sadar tangan Sooyoung menahannya. Gadis itu tertawa melihat Sehun.

 

“Terima kasih ya Sooyoung-ah!” ucap ibu dan ayah Jongin serempak sebelum mobil mereka meninggalkan rumah Sehun.

“Sama-sama Tiffany Eonni, Profesor Choi.” Sooyoung membalas sembari melambaikan tangan. Hari ini Sehun baru tahu kalau ibu Jongin itu temannya Soojin sementara ayahnya adalah dosen Sooyoung di kampusnya dulu.

“Sooyoung Noona aku mencintaimu!” kali ini Baekhyun yang selama ini cukup Sehun sukai karena selalu mengerjai Jongin berubah seratus kali jadi menyebalkan. “Chanyeol lebih mencintaimu!” dan tentu saja, ada Baekhyun pasti Chanyeol pun mengikutinya. Mereka pun bertengkar sementara Sooyoung hanya terkekeh melihat tingkah mereka.

“Sehun Oppa… Eunji mencintaimu!” Benar! Setelah si kembar, Eunji pasti ikut-ikutan. Sehun langsung menatap wajah Sooyoung untuk melihat ekspresinya. Ternyata biasa saja. Ia kesal walau saat ini tangan Sooyoung masih ada dipinggangnya.

“Sena-ya… cepatlah besar! Oppa akan menikahimu!!” kali ini Jongin. Anak laki-laki itu benar-benar cari mati. Kalau bisa Sehun ingin membunuhnya sekarang juga. Untung Sooyoung menahannya lagi. Apalagi saat ini Sehun sedang menggendong Sena.

“Selamat tinggal kakak ipar!” setelah Jongin menggoda Sehun dengan mengatakannya mobil, itu menghilang dari hadapan keduanya.

Sehun mengumpat kesal. Ia berjanji akan menjauhkan Sena dari gangguan Jongin selamanya.

“Sehun-ah… ayo kita masuk!”

Sooyoung menarik Sena dari pelukan Sehun. Meninggalkan pemuda yang mematung itu sendirian, lalu masuk kerumah Sehun sembari tersenyum. Hari ini benar-benar menyenangkan sekaligus melelahkan.

“Sehun-ah… kau tahu? Sena dan Jongin seperti aku dan kau dulu.”

*

Sooyoung sedang mengerjakan latihan soal masuk universitas saat Sehun dengan masih menggunakan seragam sekolah dasar masuk ke kamarnya. Anak laki-laki itu langsung mengambil tempat di sebelah Sooyoung yang duduk di kasur. Pemuda itu menyentuh pundak Sooyoung meminta perhatiannya, tapi gadis itu tetap saja fokus pada bukunya tanpa sedikitpun melirik Sehun.

Noona…” Gadis itu tetap bergeming. Sehun hanya merenggut kesal, tapi tak begitu lama karena ia langsung bercerita seperti biasa. “ Kau tahu Jongin teman baruku yang baru pindah kesini beberapa bulan yang lalu? Dia baru saja punya adik kembar. Neneknya memberi tahu kami sepulang sekolah dan kami melihatnya lewat video call. Adik Jongin kecil sekali dan benar-benar menggemaskan.”

“Oh… siapa namanya?” Sooyoung bertanya tanpa melihat Sehun.

“Baekhyun dan Chanyeol sama seperti nama personil boyband favoritmu.”

Sooyoung mengangguk sekilas lalu suasana menjadi hening. Sehun berdeham beberapa saat dan melanjutkan.

“Noona… aku ingin punya adik seperti Jongin…, tapi perempuan. Pasti akan lucu sekali,” Sehun membayangkannya sembari tersenyum. “dan aku akan menikahkannya dengan Jongin, karena dia baik seperti Chanyoung di drama yang suka Soojin Noona tonton.”

Mendengarnya membuat Sooyoung memutar bola mata. Yang benar saja Chanyoung? Apa dia pikir dirinya adalah Cha Eunsang?, batin Sooyoung. Gadis itu tetap melanjutkan pekerjaannya. Sehun mendengus lalu mendekatkan kepalanya pada Sooyoung, meminta perhatiannya.

“Noona… menikahlah denganku…”

Seketika Sooyoung mengalihkan pandangannya pada Sehun. Menatapnya tak percaya. Entah kenapa jantungnya jadi berdegup kencang.

“Sehunie tidak tahu bagaimana cara mengatakannya… mengatakan kata-kata yang tepat, tapi jika kita hidup bersama Sehunie akan merasa tenang…”

Sooyoung hanya bisa terpaku. Ia belum pernah deg-degan seperti ini lagi sejak Kyuhyun memutuskannya tanpa alasan 2 tahun yang lalu. Sejak itu ia tak pernah mencoba berhubungan dengan siapapun. Lagipula ia punya Sehun yang selalu menemaninya hanya saja… ia tak menyangka Sehun akan mengatakan hal ini.

Noona belum menjawabnya… apa noona tidak mau menikah denganku?”

Sooyoung langsung memeluk-benar-benar tersentuh- Sehun erat membuat anak itu tersenyum. Pelukan Sooyoung selalu hangat dan ia menyukainya. Tidak selalu menyukainya sih, terutama saat Sooyoung masih berpacaran dengan Kyuhyun. Gadis itu hampir saja mengangguk saat Sehun tertawa kecil.

Noona? Kata-kataku baguskan? Aku melihatnya di drama yang Soojin Noona tonton kemarin.”

Sooyoung hampir melepaskannya. Ia terlanjur kesal, tetapi tak jadi karena Sehun melanjutkan kata-katanya.

Noona, aku akan menikahimu nanti kalau aku sudah besar.”

Anak laki-laki itu mengatakannya sungguh-sungguh. Tubuh kecilnya tak pernah berbohong.

*

 

Epilog    

Sehun menepati janjinya bertahun-tahun kemudian. Mereka menikah saat usia Sehun 25 tahun. Mereka mengundang Kyuhyun dan Seohyun yang akhirnya mengetahui kesalah pahaman yang terjadi di mal bertahun-tahun yang lalu. Sehun juga benar-benar menjauhkan Sena dari jangkauan Jongin. Awalnya Jongin frustasi tetapi dia menemukan-akhirnya-wanita yang tepat dengan usianya. Wanita itu bernama Jung Soojung yang sayangnya meninggal 6 bulan tepat setelah mereka menikah. Sejak itu Jongin pindah keluar negeri mengikuti orangtuanya yang sudah tinggal disana lebih dulu. Meninggalkan Sehun selama bertahun-tahun tanpa kabar.

Sena tinggal dengan Sehun saat Sehun dan Sooyong memutuskan untuk pindah ke Seoul sementara kedua orang tua mereka tetap tinggal di Ilsan. Walaupun mereka tinggal bersama, tetapi tetap saja keduanya selalu bertengkar padahal usia mereka terpaut cukup jauh.

Oppa… setelah lulus nanti aku akan menikah…”

Sena mengatakannya suatu hari. Sehun menatap adiknya datar. Sena masih 19 tahun paling tidak gadis itu seharusnya menikah diusia yang tepat. Apa kepalanya terbentur tembok sepulang sekolah tadi?, batin Sehun.

“Kau pikir menikah segampang yang kau bayangkan? Lagi pula memangnya dengan siapa?” Sehun bertanya dengan ketus.

“Dengan cinta pertamaku! Dia tampan… aku mencintainya…” jawab Sena tak kalah ketusnya, tetapi Sehun bisa mendengar nada senang dalam suarannya.

“Jongin?” tanya Sooyoung yang baru masuk ke ruang keluarga, tempat kakak-beradik Oh sedang berdebat.

“Jongin?” tanya Sehun bingung.

“Laki-laki yang ada difoto itu… kembali.” Sena menunjuk foto masa SMA Sehun yang menjadi pajangan di atas tv.

“Aku akan menikahinya… kami akan bahagia dan kau!” Sena mengacungkan telunjuknya tepat ke arah Sehun. “Aku tak peduli apapun yang kau katakan lagi… kau yang membuat dia pergi dariku! Aku tak peduli apapun yang kau katakan sekarang… aku akan tetap menikah dengan Jongin oppa.”

Sehun hanya memasang wajah kaget. Semuanya terasa mengejutkan. Ia memang dulu sekali menjauhkan Jongin dengan Sena walaupun begitu mereka tetap bersahabat. Keluarga Sehun termasuk Sooyoung juga datang ke pernikahan Jongin dengan Soojung. Bahkan ia dan keluarganya juga datang ke pemakaman Soojung 6 bulan kemudian. Saat itu Sena masih 10 tahun dan sejak itu Jongin menghilang tanpa kabar dan jejak.

Sehun tak yakin dulu Jongin memang mencintai Sena dan ia pikir Sena juga begitu, tapi kalau melihat Sena sekarang ia rasa harus berpikir lagi sebelum bertindak. Karena terlalu lama berpikir Sena sudah menghilang dari pandangannya.

“Sena kemana?” tanya Sehun yang sekarang mendapati Sooyoung duduk di sebelahnya.

Baru saja Sooyoung akan menjawab ketika Kyungsoo masuk dan berteriak pada kedua orang tuanya.

“Oh Sena seperti orang gila! Dia menarik-narik  Ahjussi itu dengan paksa kemari! Memintanya menikahinya!”

Sehun menatap putranya tajam. Kyungsoo seketika terdiam.

“Kau mengatakan apa? Coba jelaskan.” Kali ini Sooyoung yang bicara.

Eomma dan Appa tak tahu ya? Sejak 3 bulan yang lalu Oh Sena selalu berusaha mendekati Ahjussi yang sepulang bekerja selalu berjalan melewati taman di depan sekolah kami. Oh… bahkan seminggu yang lalu Sena memintanya datang ke pentas seni sekolah karena dia akan tampil jadi Putri Salju. Waktu itu aku sedang menemani Zitao melihat Sena. Temanku itu ingin menyatakan perasaannya, tapi apa yang kami lihat? Sena mencium Ahjussi itu di taman sekolah setelah dia tampil, membuat temanku patah hati.”

Sehun semakin tidak percaya ia hampir tidak bisa mengendalikan emosinya kalau Sooyoung tidak menahan tangannya. Entah bagaimana tiba-tiba saja Sena sudah ada di hadapannya bersama Jongin yang minta dilepaskan. Sena memeluk pinggangnya dari samping erat-erat.

Oppa ayo katakan kau akan menikahiku…” gadis itu menatap Jongin berharap sementara Jongin menatap Sehun meminta pertolongan.

“Aku… Sehun… Aku….” Jongin tidak tahu harus mengatakan apa.

“Ayo bilang kau mencintaiku seperti kemarin!” Sena mengatakannya lebih keras. Gadis SMA ini terlihat menakutkan.

“Ahjussi katakan saja seperti yang kau katakan dulu di taman itu kalau Sena sudah gila!” Kyungsoo tertawa. Sayangnya tak ada yang tertawa bersamanya. Suasananya benar-benar tegang.

“Aku…”

“Aku…”

“Mencintai…”

“Merindukan…-“

“Sena…”

“kau… Jongin.”

*

12 thoughts on “[FREELANCE] The Departement Store– Threeshot(Last Part)

  1. yeni swisty July 2, 2014 / 4:28 PM

    Awal2 nya aku bingung sma Baekhyu, Chanyeol, Eunji, Doojoon, and gikwang.. mereka tuh adik nya spa, soalnya bnyk bgt.. :v eh tau nya adik nya Jongin :v
    Sehun masa marah sma Sena yg di cium sma jongin di bibir nya.. jgn2 cemburu, minta di cuium juga sma Jongin :v keke

    ff bagus, ending yang Cute ☺

    • yeni swisty July 2, 2014 / 4:35 PM

      *cium

  2. park yongjin July 2, 2014 / 4:38 PM

    Ah , akhirnya ff ini datang juga . Keren dan sesuai harapan . Good job , keep writing yaa

  3. Nurafrianti July 2, 2014 / 5:37 PM

    Lucu pake bgt walaupun awalnya rada bingung. Jongin uda jdi ahjussi wkwk

  4. Choi Je Kyung July 2, 2014 / 9:08 PM

    Aku sedikit bingung saat awalnya. Soalx banyak banget cast yang masuk. Ditambah lagi masalah sana-sini. Aku tak fokus😥

    Wah, wah, wah …
    Sepertinya kejadian antara Sooyoung eonnie dan Sehun itu terulang kembali pada Sena. Tapi, kali ini sedikit terbalik. Jongin yang lebih tua dan sena yang muda.

    Jangan marah2 dong Sehunnie~ Nanticcepat tua loh. Hahaha~

  5. Rifqoh Wafiyyah July 2, 2014 / 11:25 PM

    awlnya bingung…. tpi skrng gk ….:) Daebak…

  6. winterchan July 3, 2014 / 12:00 AM

    Oh ternyata mereka adik jongin
    dan itu si sena kelakuannya gak jauh dari sehun waktu ngejar sooyoung ya, bedanya sena lebih agresif wkwk xD
    daebak daebak!

  7. febryza July 3, 2014 / 5:30 AM

    oh ya ampun ini epilognya lucu banget hahahaha

  8. KyuhyunBaekhyunSooyoung July 3, 2014 / 3:03 PM

    awal-awal penjelasan, itu adik jongin banyak banget -___- punya satu aja adah susah, apalagi 5 adik. /yang tabah jongin/
    itu adik sama kakak sama aja, suka sama yang tua-tua /lirik sehun dan sena/ /ditimpuk sooyoung sama jongin/
    ngebayangin muka jongin tua kayak apa… ya?
    nice ff🙂

  9. Di July 4, 2014 / 5:13 AM

    Untuk prolog, sumpah deh aku sempat mikir kalau aku sempat salah baca cerita karena seingat aku part 2 nya nggak kaya gini hehehe. Tetap suka. Suka banget malah hiiiii

  10. @ggcsy24 July 6, 2014 / 3:11 PM

    sequel dong.., seru nih ff nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s