[FREELANCE] Love Come Late [OneShoot]

Poster FF

 

Title/Judul  : Love Come Late [OneShoot]
Length : One Shoot
Rating : T, G, PG 15
Genre : Romance, School Life
Author : Da-chan [@indahpptsr]
Cast/Pemain : Choi SooYoung, Xi Luhan, and etc.
Disclaimer  : Halooo ini pertama kalinya saya kirim FF disini!! Hehhehe FF ini ada 2 ver yaitu KyuYoung Ver sama LuSoo Ver, kalau mau baca yang ver satunya silahkan ke WP sebelah, KSI. Selamat membaca!! Maafkan kalau ada typoo!! Terima kasih!^^

“Aku memang bodoh, berharap kau mengingatku. Tapi aku masih mengharapkanmu sampai detik ini…”

Choi Sooyoung POV

Aku mengikat tali sepatuku erat-erat berharap nanti diperjalanan aku tidak behenti-berjongkok-mengikat tali sepatu. Menurutku itu hal yang menyebalkan, buang buang tenaga. Setelah memastikan ikatan tali sepatuku rapat aku melangkah keluar gedung sekolah. Sekarang sudah pukul 7 malam, aku pulang malam karena tambahan pelajaran. Sekolah memang sudah sepi, namanya juga tambahan pelajaran siapa yang rela membuang waktu dan tenaga hanya untuk duduk dan mendengar ocehan seorang guru? Aku? Ya aku. Ikhlas? Tidak! Aku ikut karena dipaksa eomma, berkali kali aku meyakinkan diri “aku ikut karena ini bentuk berbaktiku pada orang tua” walau kata-kata itu sering terlupakan karena aku sering menyalahkan eomma, karena bentuk keterpaksaan dan ketidakiklhasanku.

“Choi Sooyoung!” seseorang memanggilku, aku menoleh kerah kanan dan kiri kebingungan mencari sumber suara

“Yak! Aku dibelakangmu bodoh” dan mahluk yang barusan memanggilku menepuk pundakku, karena kaget aku memegang dadaku, berusaha menetralisir rasa kaget yang membuat jantungku berdetak lebih cepat.

“Dasar!” aku memukul bahunya. Nya- yang kumaksud disini ialah Xi Luhan. Teman seperjuanganku di jam pelajaran tambahan. Aku berbeda kelas dengannya jadi aku tidak terlalu mengenalnya. Yang aku tau dia itu hiperaktif

“Kenapa kau ikut pelajaran tambahan?” tanyanya membuka percakapan, mungkin arah pulang kita sama jadi dia membuka percakapan, pikirku

“Terpaksa..” jawabku spontan dengan nanda berapi-api. Ia tertawa lalu tersenyum padaku

“Jangan bercanda Sooyoung-ah” ia menunggu jawabanku

“Aku sedang tidak bercanda Xi Luhan” sahutku, ia tersenyum kembali

“Baiklah. Tapi kau bisa mengambil sisi positifnya” jawabnya tersenyum kembali. Manis.

Hening mengisi percakapan kami, setelah senyumannya yang terakhir tadi aku merasa gugup, aku akui aku sedang salah tingkah karena senyumannya tadi.

“Lalu kau mau melanjutkan ke universitas mana?” tanyaku mengisi keheningan sekaligus menghilangkan rasa salah tingkahku ini, aku kan nggak mau salah tingkah terus.

“Mollaseo. Tapi aku ingin belajar lebih serius di dunia music. Aku ingin menyanyi, tapi aku juga ingin menari” Jawabnya tatapannya mengarah pada langit, aku juga ikut ikutan menatap langit, malam ini penuh dengan bintang. “Lalu kau bagaimana?”

“Molla. Tapi mungkin aku akan kembali ke Fukushima..” jawabku pendek. Ia lagsung menoleh padaku

“Jepang? Kenapa?” tanyanya

“Setelah petaka radiasi aktivitas disana benar benar pasif dan tidak terjamin keamanannya jadi orang tuaku memilih untuk pindah ke Seoul, tempat kelahiranku. Tapi setelah berbulan bulan kemudia aktivitas disana telah kembali seperti semula,aku rindu Fukushima” terangku. Ia tersenyum memaklumi

“Kau nggak bisa bersikap seperti itu. Itu bukan sikap yang baik” ia mengkritik, aku menoleh kaget. Kukira ia bisa memaklumi ternyata..

“Masa kau lebih memilih Negara orang lain daripada negaramu sendiri. Dasar!” ia terlihat sebal mengungkapkan perkataannya barusan. Aku tersenyum

“Mungkin setelah kelulusan aku akan kemba-“

“Tetaplah di Seoul! Menetaplah disini, ini negaramu! Teman temanmu pasti akan merasa kehilanganmu!” ia menyela perkataanku, alasan yang payah. Kukira ia melarangku pergi karena sesuatu tapi ternyata…

“Rumahku sudah dekat. Terima kasih ya! Sampai jumpa!” aku berpamitan sambil melambaikan tangan padanya

Ia tersenyum samar, lalu berbalik arah. “Hei kenapa balik arah?” tanyaku. Ia hanya berhenti dan tersenyum. Sejenak aku membeku, merasakan diriku ada di dimensi lain. “Jangan pergi Choi Sooyoung…”  entahlah, aku merasa ia mengatakannya tapi suaranya sangat pelan dan aku meragukan ia mengatakan hal seperti itu.

~~~~~

Setelah kejadian pulang bersama itu aku sudah jarang melihatnya, padahal ujian kelulusan sudah semakin dekat harusnya ini waktu aktif aktifnya ikut pelajaran tambahan kan?

Dan setelah kejadian itu aku merasa aku selalu menunggunya, berharap dia akan datang ya pokoknya kayak orang lagi jatuh cinta lah. Dan salah satu korbannya adalah aku. Aku mengakuinya kok karena aku merasakannya.

“Lihat ini!! Artis baru yang debut bulan ini!!” teriak seorang teman sekelasku, aku bukan orang-yang-pingin-tau-urusan-orang lain tapi aku penasaran karena teman sekelasku biasanya nggak seheboh ini. Dan ternyata artis baru itu ialah Boyband dengan nama EXO, anggotanya 12. Disebelah foto mereka ada daftar member … XI LUHAN

“Xi Luhan itu anak kelas sebelahkan?” Tanya seseorang

“Iya dia murid sini” sahut seseorang

Xi Luhan?! Kau seorang artis?!

~~~~~~

Hari ini hari dimana ujian kelulusan berlangsung, suasana kelas yang biasanya ramai berbanding terbalik dengan sekarang benar benar sepi. Aku berharap pelajaran tambahan yang kulakukan sebulan yang lalu akan berguna sekarang.

“Baiklah. Tapi kau bisa mengambil sisi positifnya”

Aku mulai terngiang-ngiang suaranya, akhir akhir ini aku sering bermimpi tentangnya, aku sering merasa mendengar suaranya. Aku tidak tau apa hari ini ia akan datang untuk mengikuti ujian atau sekarang ia sedang berlatih? Xi Luhan seorang artis sekarang. Aneh memang, tapi ia memang pantas. Berita tentang suaranya yang bagus dan keahliannya menari bukan berita belaka, di sekolah pun ia sering mendapat tawaran menyanyi  saat acara sekolah.

Hal yang baru kusadari sekarang ialah, aku jatuh cinta pada seorang artis. Kalau di novel pasti berakhir bahagia tapi kehidupan nyata? Tidak ada yang tau pasti. Dan aku yakin nasibku tidak terlalu bagus untuk menjalin hubungan dengan seorang artis. Aku benar benar bodoh, kenapa aku terlambat? Kenapa aku tidak jatuh cinta padanya sejak dulu?

~~~~~~

Seminggu setelah ujian kelulusan kami  (kelas 3) pergi bersama ke namsan tower, seharusnya kami berlibur ke pulau jeju tapi karena banyak siswa yang tidak diperbolehkan karena alasan terlalu jauh akhirnya kami hanya pergi ke namsan tower.

Hari ini masih seperti hari sebelumnya aku masih terus mencari kehadirannya diantara banyak kerumunan murid. Dan sama seperti hari sebelumnya aku tidak menemukan hawa kehadirannya. Menyakitkan.

“Heeei sakit bodoh!” teriak seseorang didepan wajahku, aku melihat kebawah. Ya Tuhan! Aku menginjak kaki seseorang

“Minhaee jeongmal mianhaee!!” aku meminta maaf sambil terus terusan membungkuk. Ya sialnya aku bukan menemukan kehadirannya, aku bertemu singa betina yang ganas. Park Ji Hye.

“Kau tau apa yang kau lakukan Choi Sooyoung?! Kau itu anak kampungan jangan seenaknya berbuat!!” teriaknya sambil memegang puncak kepalaku, ralat bukan memegang tapi menekan.

“Mianhae” hanya kata kata maaf yang bisa keluar dari mulutku. Yah aku memang salah kan? Wajar aku diperlakukan seperti ini

“Cepat berlutut meminta maaf” ia menekan kepala agar aku berlutut dihadapannya

Aku mengangkat kepalaku yang sedari tadi menunduk kebawah “MWO?!” seruku tak percaya, aku kan sudah meminta maaf tapi kenapa ia bersikap seperti ini?

“Cepat berlutut bodoh!” teriaknya. Suaranya memancing banyak kerumunan siswa yang awalnya tak tau kejadian ini beralih kemari

“Belutut berlutut berlutut berlutut” sorakan dari kerumunan siswa membuatku semakin tertekan. Apa yang harus kulakukan? Kalau aku berlutut apa hal ini akan cepat selesai, mungkin iya.

Aku memutuskan untuk berlutut dan meminta maaf padanya “Maafkan aku ji hye-ya” aku yakin eomma akan sangat marah padaku kalau aku sudah menurunkan harga diriku.

“Anak pintar, tapi aku tak akan memaafkanmu sebelum aku puas” Ia menumpahkan segelas bubble tea diatas kepalaku. Sontak aku menutup mataku, ini pasti memalukan.

Bukan rasa basah dan dingin yang kurasakan tapi hangat dan berat, apa ini? “Maafkan aku! Seharusnya kau tak basah seperti ini.. maaf” bukan tawa dari Park Ji Hye yang kudengar tapi permintaan maaf , kenapa?

Aku membuka mataku, betapa terkejutnya aku melihat seseorang telah memelukku dengan badan basah karena bubble tea. Ia melepaskan pelukannya dan tersenyum, “kau tidak apa apa kan?” tanyanya memastikan. Aku tak percaya ia ada disini, seorang artis Xi Luhan!

“Maafkan aku seharusnya aku yang bas-“

“Tidak apa apa. Yang penting kau tidak basah” jawabnya singkat masih dengan tersenyum.

“Oh itu Xi Luhan!!!”

“Xi Luhan!!!” teriak bebrapa orang dengan kamera pada genggaman tangannya. Luhan langsung berlari sebelum ia berlari ia tersenyum dan mengusap kepalaku “jaga dirimu baik baik” ucapnya lalu berlari meninggalkanku.

Setelah hari itu kehadirannya benar benar tidak dapat kurasakan. Aku benar benar kehilangan jejak kehadirannya. Aku merindukannya. Aku membutuhkannya. Aku jatuh cinta padanya.

~~~~~~

Hari kelulusan pun tiba, semuanya berdandan rapi dengan seragam sekolah kebanggaan kami tidak lupa bunga kecil yang disematkan di saku jas kami.

Sampai hari ini aku menunggunya, menunggu kehadirannya.

“Maaf aku terlambat” suara seseorang membuat kami semua menoleh kearah pintu aula.  Ia datang, Xi Luhan datang. Dibelakangnya ada lelaki tua yang selalu mengikutinya, manajer nya mungkin? Entahlah, tapi sepertinya tebakanku benar.

Kepala sekolah memberikan sambutan yang cukup panjang tidak lupa ia mengatakan ucapan selamat kepada kami  yang telah berhasil lulus dari sekolah. Sebenarnya aku sangat bangga pada diriku yang berhasil lulus dengan nilai yang bisa dibilang tinggi. Berkali kali aku memberi ucapan selamat pada diriku sendiri, terlihat bodoh ya hahaha.

Pemanggilan nama dan pemberian ijazah telah selesai, dan sekarang acara penutup. Setelah upacara kelulusan aku langsung pergi keluar dengan berdesak desakan bersama teman seangkatanku. Tebak apa yang akan kami lakukan sekarang? Berfoto! Hehehe namanya anak remaja baru lulus boleh lah foto foto hehe.

“Choi Sooyoung!!” seseorang berteriak memanggil namaku, aku langsung menoleh kearah belakang. Menatap seseorang yang memanggilku dengan tatapan bingung sekaligus tak percaya

“Ayo foto denganku” ia menarik lengan kananku dengan seenaknya. Ia mengeluarkan hp nya dan memberikannya kepada lelaki tua yang tadi kutebak sebagai manajer nya.

“Senyum dong” ia menggerakkan kedua ujung bibirku agar aku tersenyum. Rasanya suhu disini sangat panas aku benar benar gugup.

“Iya iya” berkali kali aku mencoba mengatur senyumku agar terlihat wajar tapi aku benar benar ingin tersenyum lebar mungkin karena aku bisa berfoto dengannya.

“Wah fotonya bagus, tapi senyummu terlalu lebar” ia mengomentari fotonya tanpa melihat wajahku, ia tidak melihat wajah Choi Sooyoung yang sedang salah tingkah.

“Luhan-ah ayo kembali ke tempat latihan” panggil lelaki tua tadi, ia tersenyum memandangku.

“Oh tunggu sebentar aku ingin berbicara dengannya”  luhan menunjukku, ada apa ini? Kenapa aku jadi terlibat? Lelaki tua itu mengangguk dan tersenyum lagi.

“Baiklah.Kutunggu di mobil ya.” Lelaki tua itu tersenyum sambil berlalu meninggalkanku berdua dengan Luhan.

~~~~~~

Aku berjalan dibelakang Luhan, melihat punggungnya yang ukurannya lebih besar daripada punggungku. Sosoknya yang semakin menjauh membuatku merasa gelisah tak menentu, aku tak tau mengapa aku gelisah tapi aku benar benar merasakan hal yang tak biasanya kurasakan. Sepanjang perjalanan Luhan yang menjadi komando perjalanan, aku hanya mengikutinya. Sepanjang perjalanan pun aku terus melihat punggung itu, punggung yang entah mengapa aku merasakan banyak hal keras yang terjadi dipunggung itu. Punggung seorang calon artis yang akan bersinar terang….

“Aku senang impian ku menjadi penyanyi sekaligus penari bisa terwujud” perkataanya membuka percakapan diantara kami yang sedari tadi hanya diam membisu.

Aku tersenyum, menatapnya dengan penuh kagum “Kau pantas mendapatkannya” aku berkata sesuai kata hatiku.

Ia berhenti berjalan, refleks aku juga ikut berhenti. Ia berbalik arah menatapku sekarang. Aku hanya diam dan menatapnya dengan pandangan “ada apa?”

Seakan-akan ia bisa membaca arti pandangan mataku, ia tersenyum sambil menggeleng. Ia melihat jam tangannya, lalu menghembuskan nafas panjang.

“Baiklah aku langsung ke intinya. Kumohon tolong jaga dirimu dengan baik, tolong jaga dirimu sampai kau bertemu denganku lagi suatu saat nanti. Aku yang sekarang tidak bisa menjagamu lagi dengan baik. Aku tidak bisa menjagamu dari dekat. Jadi kumohon jaga dirimu dengan baik Sooyoung-ah” Ia memegang pundakku, seakan-akan perkataannya merupakan salam perpisahan.

“Kau ini bicara apa Xi Luhan?!” aku mulai risih dengan perilakunya yang seakan akan kita tidak akan bertemu lagi untuk selamanya.

“Kumohon dengarkan dan lakukan saja apa yang kukatakan sekarang Choi Sooyoung.Aku ingin kau selalu baik baik saja, jangan melaku-“

Aku kesal, aku memotong perkataanya yang sedang menceramahiku “Kau ini kenapa? Atas dasar apa kau bicara seperti itu? Perkataanmu seperti kita tak akan bertemu lagi!” aku membentaknya menepis tangannya dari pundakku. Aku benar benar kesal padanya

“Aku tak tau mengapa aku melakukan ini tapi kumohon tetaplah berada di korea. Tetap menjadi Choi Sooyoung yang seperti ini, dan kumohon jaga dirimu” nadanya memelan secara perlahan, ia memegang pucak kepalaku, mengusapnya perlahan.

Aku diam membisu, perkataannya membuatku mendapatkan jawaban atas rasa gelisahku tadi…

Ia memutar badanku,sekarang posisiku membelakanginya. Aku benar benar ingin menangis, aku merasa sikapnya sangat jahat padaku. Sikapnya membuat aku sadar diri akan diriku yang terlambat untuk mengatakan segalanya. Segalanya yang ingin kukatan padanya sudah terlambat. Aku hanya bisa diam membisu dan menangis.

Aku merasakan beban dibahuku lebih berat. Ia memegang pundakku, menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku mendengar suara tangisan, tangisan yang penuh dengan kesedihan. Aku menutup wajahku  dengan kedua telapak tanganku. Menahan tangisku untuk tidak keluar dan berhenti. Aku ingin segera berhenti menangis, lalu tersenyum padanya seakan akan tidak terjadi apa apa.Aku ingin menguatkan dirinya sambil berkata “pergilah, aku akan mejaga diriku sendiri dengan baik.Kau tak perlu cemas” Tapi kenyataannya aku tak bisa melakukan hal itu, khayalan akan selamanya menjadi khayalan..

Khayalan akan selamanya menjadi khayalan..Seperti diriku yang berharap bisa mendapatkanmu..

Penyesalan akan tetap menjadi penyesalan, penyesalan selalu datang di akhir. Seperti cintaku yang datang terlambat seperti penyesalan…

~~~~~

4 tahun kemudian…

“Heeeeeeehhh?!!! Fukushima tidak dapat kebagian tournyaaaaaa. Ahhhhhh selalu beginiii!! Kenapa harus Tokyo terus sih?” Aku meruntuk kesal sambil terus mengomel melihat daftar tour konser mereka EXO, The Lost Planet“Sudahlah Choi Sooyoung  kalau ingin kebagian tour yang sudah pasti kembalilah ke Seoul” Eonnieku – Choi Soojin menyindirku. Sudah sering aku mendengar sindiran yang seperti mengusirku dari rumah. Ya contohnya ya seperti sekarang “kembalilah ke Seoul” Bagiku Seoul memang seperti kota kenangan, siapa sih yang ingin kembali ke kota yang penuh kenangan yang menyebalkan? Tidak ada!

4 tahun yang lalu setelah kelulusan dan kejadian itu aku langsung minta pindah ke Jepang. Keputusan yang penuh emosi memang. Terkadang aku menyesali keputusanku saat itu tapi aku juga sering bersyukur karena mengambil keputusan itu saat itu. Tapi lebih banyak menyesalnya sih..

“Kau pasti ingin bertemu langsung dengan EXO kan? Oh apalagi dengan Xi Luhan dia biasmu kan?”   SIALAN dasar eonnie macam apa kau ini?!

Aku menghela nafas, meratapi nasibku. Aku memang ingin bukan buka sangaaaaat ingin melihat mereka secara langsung apalagi Xi Luhan

Aku jelaskan ya setelah 2 tahun dari debutnya mereka telah menjadi boyband yang sangat digilai oleh semua orang. Mereka benar benar menjadi bom untuk industry Kpop. Dengar anggotanya yang berjumlah 12 orang yang tampan dan memiliki talenta membuat mereka mudah diterima oleh masyarakat. Dan tahun ini mereka meakukan konser tunggal mereka untuk pertama kalinya, respon yang sangat positif sudah pasti diterima oleh fansnya. Ya tapi kau tau bagaimana rasanya jika kau sangaaat sangaaat mengidolakannya dan sudah menabung untuk konser mereka tapi mereka tidak konser di kotamu, bagaimana perasaanmu? Dan itu terjadi padaku sekarang, menyedihkan bukan?

Dan setelah kelulusan serta kejadian itu membuatku sadar kalau aku tidak bisa mencintainya sebagai seorang perempuan tapi aku akan mencintainya seperti seorang fans. Dan akhirnya aku menjadi fans berat mereka terutama untuknya-Xi Luhan

“Kembalilah ke Seoul Choi Sooyoung, aku serius. Tontonlah konser mereka dan kau akan lebih hidup sebagai seorang manusia bukan zombie yang setiap hari hanya berharap mereka akan datang ke Fukushima kota yang tidak sebesar  Tokyo jarang mendapat perhatian” Eonnie sedang tidak bercanda ia berkata sungguh-sungguh.

“Lalu bagaimana dengan appa dan eomma?” Appa dan eomma memang sedang di luar Jepang tepatnya mereka ada di Paris, Perancis.

“Aku yang akan mengurus masalah itu. Sekarang pergilah ke Seoul sebelum kau kehabisan tiket!!” Ia tersenyum, aku langsung memeluknya dan mengucapkan terima kasiiih pada eonnieku yang sangaat baik ini.

Baiklah aku sudah memutuskan untuk kembali ke kota kenangan. Bukan kembali untuk mengingat kenangan menyedihkan itu.Aku datang kembali untuk melihat idolaku yang akan konser dan untuk melihat biasku Xi Luhan, aku datang sebagai seorang fans. Seoul aku pulaaaanggg!!!

~~~~~~

Pukul 4 sore aku telah tiba di Incheon Airport, Seoul. Aku merasakan hawa yang berbeda dengan Fukushima. Disini lebih ramai dan dingin berbading terbalik dengan Fukushima yang hangat dan sepi. Aku menelpon Im Yoon Ah, teman lamaku. Rencananya aku akan tinggal sementara dirumahnya selama aku berada di Seoul, ia sangat senang mendengar berita kembalinya aku ke Seoul .

Aku mengulum senyum menatap bayangan diriku disalah satu kaca bandara. Melihat diriku yang sekarang yang tidak jauh berbeda dengan diriku yang dulu, aku yang sekarang memakai kacamata ya walaupun tidak selalu kupakai tapi menurutku ini bentuk perubahanku. Senyumku seketika pudar ketika ingatan ‘itu’ kembali terlintas dipikiranku, aku menghela nafas panjang mencoba menenangkan diriku sendiri. Kejadian payah sekaligus menyedihkan itu membuat mood ku berantakan sekarang, sial—“

Aku menatap layar ponselku kaget, bagaimana kau tak kaget jika orang yang tak kau harapkan dan sekaligus kau harapkan menelponmu setelah bertahun tahun tak berkomunikasi…

“Xi Luhan Incoming Call…”

Aku memegang ponselku gemetar, aneh kenapa aku harus gugup? Aku mulai panik dengan ponselku yang terus berdering meminta diangkat.. Dengan panik aku menekan tombol reject.

Aku meremas ponselku, di satu sisi aku lega karena aku tidak perlu menjawab dan mendengar suaranya tapi di sisi lainnya aku sangat menyesal tidak mengangkatnya. Aku ini kenapa sebenarnya?!

Ponselku bergetar lagi, aku kaget dan dengan panik melihat ponselku, aku takut kalau ia menelpon lagi? Hei untuk apa aku gugup?! Choi Sooyoung kau ini kenapa?!

Aku menatap ponselku lega, bukan ia yang menelpon. Yoona yang menelponku..

“Yeboseyo?”

“Ya- aku akan kesana”

“Neeee”

~~~~~

Malam hari di Seoul sangat sangat dingin, bodohnya aku tidak membawa mantel ataupun jaket aku hanya membawa kemeja, kaos betapa bodohnya aku. Biarkan aku menyesalinya sekarang aku menyesali hal karena kebodohanku sendiri, Choi Sooyoung kau benar benar bodoh.

Malam ini Yoona tak bisa menemaniku membeli tiket untuk konser karena ia harus bekerja sambilan di kedai kopi, lihat betapa tertata sekali hidupnya tidak sepertiku yang masih seperti remaja terlibat dalam kegiatan meng-idol ya mungkin fangirling. Sebenarnya aku juga kerja sambilan di sebuah bookstore di Fukushima tapi itu hanya diakhir pekan, kalau bukan akhir pekan aku menjadi pengangguran dirumah.

Aku mengusap usapkan kedua telapak tanganku berharap timbul kehangatan dikedua tanganku, setelah mengusapkan hingga terasa hangat aku menempelkan kedua telapak tanganku ke pipi. Setidaknya kegiatan ini bisa menghangatkanku, ralat sedikit menghangatkanku. Aku sampai di depan Seoul World Cup Stadium, sebenarnya aku tidak pernah menonton konser apapun sepanjang hidupku, jadi ini pertama kalinya aku menonton konser. Cara membeli tiketpun aku juga tidak tau sama sekali, jadi aku datang menggunakan perasaan dan keberuntungan bukan dengan pemikiran yang matang.

Segerombolan gadis remaja terlihat tengah berebut sesuatu, awalnya aku tidak tertarik namun sampai ada yang berteriak “Tiketnya sudah habis dari kemarin! Biarkan aku membeli tiket ini! Oppadeul EXO pasti ingin aku yang melihat konsernya bukan kalian!”

Apa tiketnya sudah habis? Heeeeeh masa’ aku kehabisan tikeeet? Bagaimana iniii?!!

Aku yang sangat jelas umurnya diatas mereka ikut bergerumbul melihat penjual tiket gadungan, yah sebut saja calo tiket. Semua gadis gadis remaja ini mengenggam uang belembar lembar mereka menodongkan uang itu pada calo tiket.

“Ahjussi biarkan aku yang membelinyaa!!”

“Uangku lebih banyak ahjussi berikan tiket itu padaku!!”

“Ahjussi kau minta uang berapa? Akan kuberikan semuanya asal tiket itu untukku!!”

Aku heran mereka masih muda sudah punya uang sebanyak itu, hebat sekali! Aku melihat dompetku, ya ampun dompet apa ini? Uangnya benar benar sedikit—“ Aku menghela napas pasrah menatap iri gadis gadis remaja pemilik uang berlembar lembar ini. Aku mulai berpikiran dramatis, mungkin seharusnya aku menangis merengek rengek agar tiket itu diberikan gratis padaku. Mungkin itu akan berhasil? Siapa sih tega melihat orang menangis didepannya?

“STOP STOP! BERHENTTTTIII!!” Ahjussi itu berteriak, ada nada kesal di teriakannya barusan. Aku menatapnya bingung, kenapa dengan ahjussi ini? Kenapa dia harus marah?

“Aku akan memberikan tiket ini gratis secara acak. Aku risih mendengar ocehan kalian, walaupun harga tiket ini mahal saat kubeli tapi aku merelakannya untuk kali ini. Semoga yang mendapat tiket ini bisa beruntung di konser besok!” Ahjussi itu melihat segerombolan gadis remaja didepanku, gadis remaja ini tubuhnya lebih tinggi daripada aku, jadi aku merasa menjadi kurcaci disini—“

“Agassi kemarilah” ahjussi itu menatapku lembut, tatapannya tertuju padaku. Aku maju selangkah dengan perasaan bingung.

“Tiket ini untukmu,semoga berutung besok!! Annyeong!” Ahjussi itu memberikan tiket konser EXO  padaku dan berlari kabur menjauhi gerombolan gadis remaja ini. Dan sekarang aku ada di pusat gerombolan gadi gadis mengerikan ini. Mereka semua menatapku dengan tatapan membunuh. Ya Tuhan tolong selamatkan aku dari gadis gadis mengerikan ini!

“He he he tiket ini untukku ya? Ehem maaf ya tapi kalian tau kan tadi ahjussi itu memberikan padaku ya jadi ini milikku.Maaf ya he he he” Aku tau suaraku pasti aneeeh sekali, setelah selesai mengatakan hal barusan bukan tatapan lebut memaafkan dari mereka tapi tatapan mematikan membunuh yang kuterima. Tanpa ba bi bu mereka langsung menjambak rambutku, mearik narik tanganku yang mengenggam tiket, mencubit pipiku. Siapapun tolong aku!!!

~~~~~

Aku pulang  dengan rambut berantakan sekaligus kusut, bekas cubitan disana sini, aku merasa perih dibagian pipi jadi aku yakin ini pasti bekas cakaran. Ya Tuhan malangnya aku, betapa sialnya aku hari ini. Aku menatap layar ponselku melihat jam digital yang menunjukkan pukul 23.00, ini sudah sangat malam dan aku belum pulang pasti Yoona mencemaskanku sekarang. Aku melihat tiket konser EXO yang berada digenggaman tanganku sekarang, aku tersenyum tipis. Akhirnya aku besok menonton konsermu^^

Aku berjalan kaki menyusuri jalan setapak, sebenarnya arah pulang kerumah Yoona sudah terlewat dibelokan sebelumnya tapi aku tidak ingin pulang sekarang, aku ingin berjalan jalan di bawah langit malam Seoul. Sudah lama aku tidak merasakan hal ini. Dari arah depan aku melihat seseorang bersepeda ia memakai topi jadi aku tidak jelas melihatnya. Tapi aku juga tidak ingin ia melihat penampilanku yang berantakan, seorang gadis berjalan sendirian ditengah kegelapan dengan rambut kusut dan bekas cakaran dimana mana, aku tidak mau ia berpikiran seperti itu. Saat ia melewatiku hanya angin malam yang kurasakan, aku sengaja tidak menoleh ya aku menjalankan misi “stay cool”.

Beberapa saat setelah pengendara sepeda itu lewat, aku mendengar suara sepeda dibanting dan derap kaki berlari ke arahku. Aku yakin ini pasti pengendara sepeda tadi, ia menarik tanganku

“Choi Sooyoung!” suara ini, suara familiar yang terdengar beberapa tahun lalu. Aku tidak berbalik menatap pengendara sepeda ini yang kuyakini Xi Luhan. Aku tidak akan berbalik untuk menatapmu

Xi Luhan POV

Aku baru saja pulang dari latihan terakhir untuk konser besok, hari ini aku membawa sepeda padahal jarak dorm dan tempat latihan cukup dekat tapi aku ingin menaiki sepeda hari ini. Jalanan menuju dorm sudah sangat sepi hanya lampu jalan yang setia berada dijalan ini. Aku melihat seorang yeoja berjalan sendirian dengan rambut berantakan, wajahnya juga penuh dengan bekas luka aku tidak tau apa yang terjadi padanya apalagi ini malam hari, apa yang yeoja ini lakukan?

Jarakku dengan yeoja itu semakin dekat, semakin dekat pula aku melihat wajahnya. Ah! Dia dia diaChoi Sooyoung! Dengan segera aku berhenti aku tidak peduli apa yang terjadi dengan sepedaku setelah ini karena aku membantingnya barusan, aku segera berlari menarik pergelangan tangannya

“Choi Sooyoung!” aku memangginya, ia sama sekali tidak bereaksi, dia memang sengaja tidak menoleh sepertinya, kenapa? Apa ia lupa denganku?

Aku melepaskan genggamanku pada pergelangan tangannya, aku berjalan kehadapannya melihat wajahnya, ia hanya menunduk tidak menatapku, ada apa denganmu Choi Sooyoung?

“Ini aku Xi Luhan, apa kau lupa padaku?” aku bertanya padanya, ia hanya terdiam sebentar dan menggeleng padaku.

“Jika kau tidak lupa, kenapa kau seperti menghindariku?” ia mengangkat kepalanya, tersenyum tipis menatapku. Oh Ya Tuhan lihat wajahnya penuh dengan bekas cakaran, apa yang terjadi padamu?

“Lama tidak bertemu Xi Luhan-ssi apa kabarmu?” bicaranya formal sekaliii! Aku tersenyum sebagai jawaban atas basa basinya barusan. Aku menarik pergelangan tangannya untuk mengikutiku duduk di bangku taman. Ia hanya menurut mengikutiku.

Aku mengeluarkan plester luka dari saku jaketku, bagi seorang idola plester luka merupakan suatu kewajiban yang harus dibawa. Aku menempelkan plester luka di bagian kening, pipi dan dagunya. Ia awalnya menolak tapi akhirnya terdiam, sesekali ia meringis kesakitan.

“Apa yang terjadi padamu?” tanyaku memastikan

“Aku baik baik saja, hanya jatuh biasa” ia menjawabnya sambil terus menunduk, dia ini kenapa? Tidak bertemu sekian lama dan ia terus menunduk? Aku anggap ini sebagai hinaan, Choi Sooyoung

“Sudah lama tidak bertemu kau terus menunduk akan kuanggap ini sebagai hinaan Sooyoung-ah”  aku menatapnya, mendengar perkataanku yang cukup menusuk ia mendongakkan kepalanya dengan cepat. Hahaha kerja bagus!

“Apa sekarang kau fans dari EXO? Kau menyukai siapa?” aku bertanya menggodanya, sebenarnya aku terkejut ia sedari tadi menggenggam kertas, ia menjaganya dengan hati hati seakan akan kertas itu sangat berharga bagi hidupnya. Karena aku penasaran, saat ia lengah aku merebut kertas itu. Dan itu tiket konserku, konser EXO.

“Yak! Kembalikan!!” ia merebut tiket itu dengan sekali gerakan, aku menyesal tidak melihat ia akan duduk dimana besok.

“Kau menyukai siapa di EXO?” tanyaku lagi, ia belum menjawabnya. Ia menatapku kaget, terlihat dari bola matanya yang membesar. Aku tertawa sebentar, ia terlihat salah tingkah.

“Kau jangan ketawa ya! Aku juga menyesal aku menyukainya di EXO padahal dia itu biasa biasa aja” dia menggerutu sendiri, aku tersenyum dan mengangguk. Aku akan mendengarkannya sepenuh hatii, jika itu hyung atau saengku aku akan memberitahu mereka hahaha

“Aku menyukai Xi Luhan” ia menjawabnya sambil menutup mukanya. Dia menyukaiku? Dia menyukaiku di  EXO? Waaah!!

“Aku memang berkarisma ahahha pantas saja kau suka padaku. Di setiap video aku paling tampan kan? Aku tau itu. Suaraku juga bagus kan? Hahahaha aku tau semua ituu. Aku memang sempurna, aku ini visualnya Super Junior hahaha” aku mulai membanggakan diriku sendiri, ini kebiasaanku.

Ia memukul kepalaku, oh ya ampun Choi Sooyoung kau ini masih tetap menyebalkan!

“Kau tidak paling tampan! Kau tidak sempurna! Kau paling menyebalkan! Kau paling aneh! Aku bingung kenapa aku menyukaimu, harusnya aku suka pada siwon saja” ia menggerutu, mengomeliku dan kata kata terakhirnya benar benar menyebalkan!

“Hei kau harus setia pada biasmu kau harus tau itu! Apalagi biasmu itu aku kau harus setiap padaku!” aku balik mengomel padanya, aku kesal padanya

“Huuu aku tidak tau setia pada bias itu seperti apa, pokoknya habis ini aku ingin ganti bias, aku menyesal sudah menjadikanmu biasku”

“Ya Choi Sooyoung akan kubuktikan kalau aku ini pantas untuk jadi biasmu! Kau tidak boleh menyesal telah menjadikanku biasmu. Aku bisa dance lebih baik daripada kai aku bisa menyanyi lebih baik daripada chen dan d.o aku bisa lebih tampan daripada sehun aku bisa lebih, karena aku bias yang pantas untukmu!” aku mengatakannya dengan penuh emosi, aku tak yakin aku mengatakan dengan hati seorang idola atau hati seorang pria.. yang aku tau aku hanya ingin ia melihat padaku, hanya padaku seorang!

“Aku akan menunggunya, selamat berjuang!” ia tersenyum sambil meninju udara diatasnya. Aku tersenyum sudah lama aku tidak bisa sedekat ini dengannya, aku merindukannya. Aku akan memberikan semua yang aku punya besok, kau harus melihatnya. Aku akan mencarimu diantara lautan fans EXO, aku kan menemukanmu, aku pasti menemukanmu.

~~~~~

Today, The Lost Planet Concert In Seoul

Choi Sooyoung POV

Sama seperti kemarin, hayoung tidak bisa menemaniku karena kerja sambilannya. Dan disinilah aku sendirian  dengan wajah penuh dengan plester luka di konsernya EXO! Aku benar benar senang bisa menonton konser mereka!! Dari penampilan mungkin aku bisa dibilang ‘bukan fans EXO sejati’ aku tidak memakai barang apapun selain lighstick yang berhubungan dengan EXO. Aku memang tak punya, habis barang barang mereka mahaaaaal sekaliii!!><

Aku mencari tempat diamana aku akan berdiri selama 2 jam untuk menonton mereka, aku benar benar bingung habis aku kan nggak pernah nonton konser hehehe. Tapi akhirnya aku menemukan tempatnya, tempatnya lumayan dekat dengan panggung, tapi melihat badanku yang cukup kecil kemungkinan aku akan tenggelam diantar lautan lightstick ini, ya nasiblah biarkan saja tapi aku beruntung layar besar cukup dekat denganku, ya layar ini sebagai rencana b kalau aku nggak bisa melihat mereka dipanggung.

Suasana riuh benar benar memenuhi stadium ini, sesekali aku menutup kedua telingaku karena fans disebelahku berteriak teriak memanggil ‘oppa oppa saranghaaaaee!!!’

Beberapa menit kemudian konser pun dimulai aku benar benar lupa umur! Aku juga sesekali berteriak ‘luhaaaaaan!’ ah lupakan aku disini kan emang buat fangirling, boleh dong? Mereka mulai dengan perkenalan, karena ini di Seoul mereka mengucapkan banyak hal. Tiba saat perkenalan dari biasku, luhan. Ia sangat banyak bicara, dia cerewet sekaliii>< walaupun begitu aku tersenyum dan tetap meneriaki namanya.

Selain menyanyi bersama mereka juga ada penampilan solo. Satu persatu member menunjukkan bakatnya masing masing. Kebanyakan memang dance, sisanya untuk vocal-line menyanyi. Dan ini adalah saat dimana luhan solo. Jujur aku menantikannya, aku ingat perkataannya semalam. Aku senang bisa bertemu dengannya setelah sekian lama apalagi kini aku menjadi fansnya bertemu dengannya sebagai seorang idola merupakan suatu keberuntungan.

Ia mengambil mic dan menyapa kami semua, dia tengah mencari sesuatu diantara lautan lightstick. Bukan aku saja yang berpikiran seperti itu, fans dibelakangku juga berbicara sesuai pikiranku.

“Hari ini meruapakan hari special bagiku, aku akan membuktikan semua kemampuanku pada seseorang yang sedang menonton konser ini. Kalian tau kenapa aku daritadi seperti kebingungan mencari sesuatu? Itu karena aku mencari keberadaannya diantar kalian semua. Dan kini aku sudah bisa menemukannya, dia membawa lightstick yang sama seperti kalian. Sebenarnya aku sudah tau keberadaanya dari awal saat aku memutari panggung, dan hal yang menurutku menggelikan ia sedari tadi meneriaki namaku dengan keras. Aku akan memberikan penampilanku yang terbaik untuknya, kumohon perhatikan aku dengan baik Choi Sooyoung” perkataannya benar benar menghebohkan satu stadium, penonton saling menanyakan nama satu sama lain untuk memastikan siapa Choi Sooyoung itu. Dan aku juga mendapatkan pertanyaan itu dari fans disebelahku

“Siapa namamu?” aku harus menjawab apa ini? Bagaimana aku menjawabnya?

Aku hendak menjawabnya sampai dentingan tuts piano menghentikan mulutku untuk menjawabnya. Kyuhyun tengah menyanyikan lagu My Turn To Cry versi piano. Suaranya sangat bagus, dia benar benar berusaha dengan keras. Dia memang seorang idola.

Luhan berhenti memainkan piano, bangkit mengambil mic dan berjalan kearah penonton, ia berjalan kearah tempat penonton yang kutempati. Aku gelagapan bingung, akhirnya aku memilihih berjongkok diantara lautan fans ini, jika aku tadi memilih untuk tidak tenggelam di dalam lautan fans kini aku ingin tenggelam sajaaa!!

“Choi Sooyoung, berdirilah dan naik ke panggung” suaranya semakin dekat dengan tempatku, hingga akhirnya ia berjongkok di panggung dan mengulurkan tangannya kearahku, aku maish tetap berjongkok.

“Kumohon naiklah” suaranya melembut, aku melihat kerahnya lebih tepatnya mendongakkan kepalaku ketas menatapnya kesal penuh amarah. Ia tersenyum jahil, ia meletakkan mic nya dan berkata ‘aku akan menunjukkan Xi Luhan yang sebenarnya kepadamu’ ia tersenyum lembut padaku.

Akhirnya aku luluh dan mengikutinya naik ke panggung, suara riuh langsung terdengar saat ia menggenggam tanganku mengikutinya ke tengah tengah panggung. Ya Tuhan apa yang akan terjadi padaku setelah ini? Apa aku bisa pulang dengan selamat setelah ini, kuharap bisa!!

Ia menyuruhku berdiri melihat ia bermain piano ‘dengarkan baik baik, ini berasal dari hatiku’ ia tersenyum setelah mengatakan hal itu..

I like you, I really like you

I want to give you my everything

You are the only one in my mind

I don’t want to decorate it

Forever… Forever

Teriakan memenuhi seluruh isi stadium, aku benar benar bingung dengan xi luhan .Dia benar benar membingungkan.. Aku hanya bisa menangis, aku tidak bisa menggerakkan badanku.Luhan tersenyum manis menatapku, perlahan ia memelukku. Ia membisikkan sesuatu ‘aku pantas kan menjadi biasmu? Aku hebat kan? Temui aku di belakang setelah konser selesai. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu’. Aku hanya bisa mengangguk sambil menangis..

~~~~~

Aku berjalan setengah bernyawa menuju backstage, konser telah selesai banyak fans yang bekata tentangku. Aku yakin hal itu akan terjadi. Hal yang dilakukan baekhyun memang keterlaluan, aku mengakuinya..

“Hei Sooyoung-ah!” Luhan memanggilku, ia tersenyum lebar, dasar—“

“Bagiamanaaaa? Aku hebat kaaaan? Ayo ngaku dan katakan “Xi Luhan kau adalah biasku yang hebat” Ayooo!!” aku hanya bisa tersenyum masam, karena perkataanya benar.

“Xi Luhan kau adalah biasku yang hebat” aku mengatakannya dengan wajah masam, aku kesal dengan perilakunya dipanggung tadi.

“Bagus! Lalu apa jawabanmu untuk laguku tadi?” nada suaranya menjadi serius, aku bingung memang apa yang harus kujawab?

“Apa yang harus kujawab?” tanyaku

“Ya tadikaan aku nyanyi, lalu jawabanmu apa?” ia bertanya lagi, mukanya memerah

“Kau tidak bertanya apapun Xi Luhan” aku menjawabnya bingung, kenapa mukanya memerah?

“Tapi tadi kan aku menyanyikan lagu romantis, kamu tau kan arti lagu itu?” ia salah tingkah sekarang, kenapa sih?

“Taulah aku kan orang korea” dia menghinaku ya??

“Baiklah baiklah.Choi Sooyoung aku menyukaimu, sangat menyukaimu. Aku ingin menjagamu seperti dulu, aku ingin menebus dosaku yang telah membiarkanmu 4 tahun sendirian. Aku ingin kau menjadi pacarku, apa kau menerimaku?” ia mengatakannya sambil menutup wajahnya, hei ini tidak romantis!!

“Tidak romantis! Menyatakan perasaan macam apa ini?!!” aku menggerutu padanya, ia terlihat semakin malu. Hahahha lucu!

“Aku malu bodoh! Ya sudah kalau kau tak mau ak-“

“Aku mau mau!!!” aku berteriak kesal padanya, ia tersenyum memelukku. Aku juga tersenyum melihat akhir kisah cintaku yang kupikir berakhir sedih ternyata sebaliknya. Aku menyukaimu snagaat menyukaimu Xi Luhan!!!

13 thoughts on “[FREELANCE] Love Come Late [OneShoot]

  1. yeni swisty July 2, 2014 / 3:45 PM

    mulai dari Sooyoung Nonton konser itu udh buat aku Senyum2 sendiri..
    oh iya itu masih ada kata yg harus nya Exo tpi masih Super Junior😀
    Nice FF

  2. Nurafrianti July 2, 2014 / 4:33 PM

    Ah Luhan romantis bgt~

  3. fitri summer July 2, 2014 / 4:52 PM

    Ngebayangin yg di konser soo jongkok itu lucu banget,,,
    Pas terakhir tuh lohhh luhan nebak soo pasti lucu #ampai nutupin muka…

  4. DeliaaOKT July 2, 2014 / 5:11 PM

    Kirain sad ending ,,eh ternyata happy ending
    Maaf,tapi masih bnyk kata yg salah kyk super junior,siwon
    Tapi,,ff’nya bagus kok

  5. ayuk July 2, 2014 / 7:51 PM

    Aaaaaaa baca.ny sambil senyum2 waktu luhan ngajak soo naek keatas panggung sampe nembak soo….
    Aaaaa suka dehhhh…sweet banget ff.ny

  6. Soohaelin July 2, 2014 / 8:27 PM

    Ahaha, kalo aku jdi soo deg degan banget pas ditarik luhan keatas panggung #kyaaa:D nice ffnya;)

  7. andryani July 2, 2014 / 11:32 PM

    suka banget sama moment soohan nya😀

  8. FAnoy July 3, 2014 / 2:04 PM

    Soohan :3..so swit bgt><..tapi masih banyak typonya..sooyoung dicakar tuh..kasihan 😭..luhan nembak sooyoung aaaa😁😀😄..nice ff 👍

  9. KyuhyunBaekhyunSooyoung July 3, 2014 / 2:59 PM

    akhirnya luhan ans sooyoung ver nya keluar juga.
    masih sama yang kyuyoung, ini masih banyak typonya. hehehe
    tapi nice ff🙂

  10. mikaudrey July 4, 2014 / 4:41 PM

    Waw so sweet bgt mereka
    Masih ada typonya ya
    Tapi ffnya keren
    Daebak

  11. miss_sooyoungster10 July 4, 2014 / 10:45 PM

    Nasib Sooyoung jadi EXOFans dicakar-.-

    Sooyoung adalah fans yang paling beruntung><
    Luhaaannnnieeeee!!!! Aku juga fans muuuu *plakk*

    FFnya keren!!!🙂
    😃

  12. Anna Choi July 18, 2014 / 1:02 PM

    Kyaa bacanya senyam-senyum mulu dari tadi😄
    Ah mereka so sweet banget bikin iri tapi juga makin sayang sama soohan😀
    Bikin soohan lagi yaa hehe

  13. ismi khaerin September 7, 2014 / 11:42 PM

    senyam senyum gaje, aku bca nh ff. Yaelah bner2 ngarep bgt q soohan real aminn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s