Reinkarnasi [One Shoot]

Reinkarnasi

Reinkarnasi

Written

luckyspazzer

Starring

Choi Soo Young Girls’ Generation and Xiao Luhan EXO – M 

Cameo

Lee Sunkyu; Kim Taeyeon Girls’ Generation, Lee Anhyera [Original Cast]

Genre

 Alternate Universe, Fantasy

Length

Oneshoot [2000+]

Rating

PG – 13

Disclaim

Cast belong to God. Luckyspazzer only own the story, also the picture.

Quotes

“Confused, i’m die or just sleep?” – Choi Sooyoung, Reinkarnasi

Inspiration:

Sebuah novel yang kupinjam dari temanku; edisi Fantasteen. Judul yang sama; Reinkarnasi. Ingat, hanya terinspirasi, bukan plagiat/menconteknya.

Already Posted On:

Personel WordPress

REINKARNASI

 

Aku membuka pintu apartemen nomor 100. Lalu kuedarkan pandangan ke sekelilingnya. Aroma bunga mawar langsung tercium olehku, aroma khas apartemen ini. Meja dengan taplak putih rajut yang manis buatan sendiri, kursi putih yang terawat bersih, lukisan seorang gadis memegang bunga yang disampingnya terdapat jam besar kayu, dan vas bunga melati adalah objek pertama yang dapat kunikmati saat pertama kali membuka pintu.

Aku langsung masuk, dan duduk disofa-nya. Meniup poniku, sampai terangat ke atas.

“Huh, akhirnya sampai juga,” kataku lega.

Empuknya sofa membuatku larut dalam kekantukkan yang sudah lama kutahan. Jam besar di dekat lukisan tersebut sudah menunjukkan waktu setengah satu. Astaga, berapa lama aku dikantor?

Aku belum mandi, belum makan, bahkan belum berganti pakaian. Tapi dengan waktu yang sudah menunjukkan setengah satu, aku tidak mau ambil resiko mandi. Makan? Aku tidak peduli, berganti pakaian? Aku biasa kok tidak melakukannya.

Aku melangkah lagi, kali ini menuju kamar dengan dinding berwarna krem, kasurnya yang tidak kalah empuk —malah lebih empuk— dari sofa langsung menjadi incaranku. Aku melompat menuju kasur, dan memejamkan mata.

Good night, Choi Sooyoung,” bisikku pada diri sendiri.

Dan pada akhirnya, semua gelap. Gelap sekali. Oh, sudah waktunya berlayar pada fiksi terliarku.

Reinkarnasi

Aku mengucek-ucek mata. Dan dengan  penuh rasa tegang, melirik ke jam weker. Selamat. Masih pukul lima pagi. Aku segera meregangkan otot-ototku, dan mengambil handuk. Seusai mandi, aku memakai pakaian kerjaku. Selama aku berpakaian, entah mengapa perutku sakit sekali rasanya. Aku tidak mau telat makan, sehingga setelah aku memakai high heels milikku, aku buru-buru makan.

Dan waktu sudah mulai menunjukkan setengah enam, oh. Sudah waktunya memulai hari pagi, Choi Sooyoung! Aku segera berjalan, menuju lift. Dan aku menemui Kim Taeyeon, teman masa kuliahku.

“Hei, Taeyeonnie~” sapaku.

“Halo Soo-ya~” balasnya. “Apa kabar?”

“Kau sudah melihat sendiri, Taeng. Kabarku baik.”

Tapi percakapan tak berlangsung cukup lama, aku dan Taeyeon lekas pergi saat lift terbuka. Aku segera keluar dan bergegas. Aku berlari dan ….

kriek…

Sial, hak high heels-ku patah!

Aku mau tak mau harus membeli sepatu baru, sepatu itu memang sudah lama. Sejak aku ingin menjadi karyawan ditempat kerjaku sampai sekarang, aku segera menuju taksi yang kupilih, dan berkata pada supirnya agar lekas-lekas pergi.

“Tolong cepat,” kataku.

Saat kami sampai, aku sudah membayar sesuai argo-nya. Aku melirik bangunan itu dan berharap-harap cemas agar aku tidak telat.

Syukurlah!

Saat aku sampai, jarum panjang itu masih diantara angka tujuh dan enam, itu berarti aku tidak terlambat. Sunny, atasanku, meliringku dari kepala sampai ujung kaki.

“Ada apa dengan sepatumu?”

“Haknya patah saat aku sedang di lobby apartemen, aku berniat membelinya nanti saat istirahat,” kataku. Untung Sunny tidak memperdulikan sepatu, hanya sikap sempurnanya yang dia lihat.

“Kau harus membeli yang baru, sebelum aku harus mengurangi gajimu.”

APA! Alasan apa ini?! HAK PATAH ADALAH SALAH SATU DARI SEKIAN ALASAN UNTUK DIKURANGI GAJI?! Aku memandang murka pada Sunny yang sudah menjauh. Yang benar saja, akan kubunuh dia pada suatu saat.

Atau bahasa sopannya, balas dendam!

Aku segera menuju kantorku, dan mulai mengistirahatkan diri, aku meraih cangkir dan menyiapkan teh hijau untukku. Aku memandang sepatu satunya, dan memegang haknya.

Kriek…

Well, setidaknya sepatu ini bukan hak lagi namanya. Tapi sepatu flatbiasa. Tidak ada larangan bukan, untuk memakai sepatu flat dikantor? Bahkan Hyera, teman sederajat denganku, tidak dimarahi atau berkurang gajinya saat dia memakai sepatu flat pada hari pertamanya.

“Hei, seperti biasa sekali. Datang cepat,” Hyera datang menyapa, tapi kini sepatunya bukan sepatu flat lagi, high heels. “Kau pakai sepatu flat, ya? Tapi kok, sepertinya mirip sepatu lamamu. Ngomong-ngomong, bukannya enggak boleh pakai sepatu flat?”

“Tapi pada hari pertamamu, kamu tidak dimarahi, kok!”

“Tentu karena aku belum tahu aturannya. Saat aku tahu, ya sudah aku segera membeli sepatu baru,” kata Hyera. “Bodoh, Young. Ada disalah satu peraturannya. Gila, kantor ini ketat sekali! Menyebalkan.”

“Menghinanya bukan peraturan?”

“Mana kutahu, hanya kubaca pada bagian Bab 25: Berpakaian yang Tepat dan Apa Hukumannya Bila Salah, kau tahu ada berapa bab?” kata Hyera.

“Mana kutahu, aku kan belum baca.”

“70! Keren banget, dan hal yang sepele saja termasuk. Seperti harus buang sampah pada tempatnya—”

“Itu bukan sepele.”

“Tidak boleh membawa anak atau keponakan.”

“Itu namanya gila!”

“Tidak boleh memakai pita polkadot.”

“Yang benar saja!”

“Tidak boleh memakai aksesoris anak kecil.”

“Benar-benar menyebalkan, untung aku tidak memakainya.”

“Dan yang paling kusebalkan adalah tidak boleh memakai tas bergambar kartun, seperti Mickey Mouse atau semacamnya, harus tas bermerk! Tidak boleh ada sandal jepit! Harus memakai dasi!” kata Hyera.

“Berapa halaman?” tanyaku, berminat.

“Ribuan!” kata Hyera.

“Keren banget, benar-benar tidak disangka. Bahkan peraturan dikantor ibuku yang dulu tidak sampai bab, satu lembar kertas saja muat. Hebat,” kataku, tidak ada nada pujiannya sebetulnya. Tapi ini sebenarnya bermaksud menyindir.

Masa, sih, ada kantor seburuk ini?

“Eh, mulai kerja yuk. Beruntung CCTV belum dipasang, bila CCTV mendengar kita bicara ….., gaji kita bakal dipotong,” kata Hyera sambil mengedarkan pandangan pada kantorku dan kantornya —satu kantor dipenuhi dua orang dan kuakui, aku lumayan suka peraturan ini—.

Aku mengganguk, dan mulai bekerja. Lalu melirik gunungan kertas dihadapanku. Ya Tuhan, berapa jumlah kertas yang kau berikan padaku sebagai tugas?

Reinkarnasi

Akhirnya, datang juga kesempatan yang sudah lama kunantikan! Maksudku, sudah waktunya istirahat. Aku beranjak pergi. Hyera sama sekali tidak mau beranjak pergi dari kursinya, dan aku tidak tahu kenapa. Kupikir roknya robek, tapi tidak mungkin. Entahlah, paling-paling sesuatu yang tidak penting.

Aku berjalan, berniat berjalan  ketoko seberang, toko yang menjual banyak sepatu. Jalanan sepertinya padat, beruntung lampu merah, aku segera berjalan tapi tiba-tiba sepertinya angin berembus kencang dan …., hei. Apa yang terjadi?

Reinkarnasi

Aku terbangun, disebuah kamar. Kamar itu berwarna biru gelap, kasur dengan seprai bergambar bendera USA, dan tampaknya ini kamar pria. Aku melirik kalender dan apa yang baru kulihat benar-benar tidak bisa kupercaya.

20 April 1980

Apa? Aku sudah lahir? Kukira aku bukan 1980 lucu sekali tahu bahwa aku sudah lahir. Tiba-tiba seorang pria berwajah dingin memandangku, aku baru mau berteriak bahwa betapa lancangnya ia, dia langsung menyerobot bicara.

Hyung, cepatlah. Aku tak mau menunggu lama! Kau mau kita telat sekolah lagi?” kata pria itu, dingin dalam sebuah bahasa yang tidak familiar ditelingaku, tapi entahlah, hal itu dapat kumengerti.

“Ya, ya,” kataku jengkel. Aku sendiri tak mengerti mengapa aku dapat menguasai bahasanya. Aku hanya bisa bahasa Inggris, Jepang dan Korea. Setahuku tidak ada bahasa yang bisa kukuasai lagi selain tiga bahasa itu. Akhir-akhir ini aku sedang berusaha belajar bahasa Spanyol, bahasa itu menarik perhatianku.

Aku beranjak mandi, dan saat aku membuka lemarinya….

Gila! PAKAIAN PRIA! Aku memilih baju sekolah, dan segera menuju cermin. Mematut diriku, aneh rasanya. Aku tidak tampan; aku cantik dan imut. Pria ini, yang sepertinya terkenal dengan wajah imutnya, serta cantik barang kali. Aku segera membaca nametag pada ujung bajuku;

XI LU HAN

Nama yang lucu. Luhan kan artinya rusa. Aku segera beranjak turun, dan makan bersama keluarga Xi. Aku bahkan tidak tahu keluarga ini apa asal-usulnya. Seusai itu, pria dingin itu mengantarku ke mobilnya.

“Tumben hyung tidak cerita banyak padaku.”

“Salahmu, kau dingin sekali,” kataku.

“Kau tidak pernah protes selama kita bersahabat, lho,” kata pria itu bingung. “Kau tidak pernah protes tak pernah peduli aku dingin apa tidak, tampan atau tidak. Beda sekali.”

“Sudah waktunya untuk jujur, aku muak pada sikapmu, seenaknya masuk kamar orang!” kata ku, dan memandang papan nama dirompi-nya; ‘Oh Sehun’. Oh, dia bukan adikku rupanya. Sahabat.

“Dih, kau kan tahu kau sendiri sering main ke kamarku! Bahkan saat aku mandi tiba-tiba kau sudah dikamarku!” katanya. “Itukan juga privasi, lagipula aku disuruh Ibu-mu, hyung!”

Kini aku merasa Xi Luhan seseorang yang menyebalkan. “Oh, maaf, ngomong-ngomong untuk apa kau ke rumahku?”

“Kau gegar otak apa, Lu? Kau kan yang menyuruhku menginap, bohong banget bila kau melupakannya. Bahkan kau mengingatkan padaku selama seribu kali dalam satu hari, masa kau bisa lupa begitu saja?” tanya Sehun, bingung.

“Maaf, aku lelah sekali.”

“Lelah? Bercanda, aku yang membantu ibumu memasak! Kau? Tidur-tiduran kan? Dan saat pukul setengah sembilan, kami yang lain membereskan rumah bekas pesta, kau? Kau?! KAU?! Tidur! Kau sebut itu lelah, hyung?” desis Sehun.

Saat kami keluar dari mobilnya, aku benar-benar merasa aku banyak salah bicara sejauh ini, awal yang luar biasa buruk.

Saat aku masuk, seorang gadis cantik menghampiriku dan langsung bergelayut manja. Aku baru mau menayakan ‘Kau siapa?‘, tapi aku tidak mau salah omong lagi sekarang, itu sama saja menghancurkan hidup seorang Xi Luhan.

Oppa …, tadi Kai mengejekku rusa bodoh hanya karena aku berjulukan rusa dan nilai Matematika-ku saat ulangan harian dibawah enam semuanya. Maukah kau menonjok Kai demiku?” renggeknya manja.

“Kai memang menyebalkan,” kataku. Aku tentu saja tidak mau salah omong dan menanyakan siapa itu Kai.

“Tonjok dia sekarang, Oppa~” renggeknya. “Kumohon,” katanya, memelas dengan puppy eyes-nya. Aku tidak tahu, aku tidak bisa menonjok pria! Ya Tuhan, bantu aku!!!!

“Baiklah, aku akan menonjoknya, tapi nanti. Aku capek, Sehun marah padaku tadi,” kataku. Gadis itu mengganguk, rupanya namanya Im Yoona, aku membacanya tadi.

Aku mengikutinya ke kelasku, yang rupanya sama kelas dengannya, aku dan dia duduk bersebelahan. “Tumben oppa tidak mencium dahiku, biasanya oppa melakukannya,” katanya manyun.

Aku mau tak mau bingung, bila aku yang melakukannya ini sama saja lesbi. Tapi bila Luhan melakukannya itu waras. Tidak, aku tidak mau menciumnya! Aku hanya mengusap puncak kepalanya dan dia langsung tersenyum lebar.

“Kau tidak lupa aku kekasihmu bukan?”

“Ya tidak, lah ….” kataku asal. Bohong. Lagipula aku memang bukan kekasihnya, ‘kan?

Choi Sooyoung, kalau dia menyuruhmu menciumnya, kau harus menolak!, gumamku dalam hati. Aku tidak mau ini menjadi dosaku, karena perempuanxperempuan sama dengan forbidden, sebuah hal yang terlarang. Dan aku, Sooyoung, selalu taat peraturan!

“Kapan kau menonjok Kai?”

“Sekarang, antarkan aku padanya,” pintaku.

“Biasanya kau gunakan radar-Jongin dikepalamu, oppa. Tumben sekali tidak,” kata Yoona. Menyadar perubahanku yang berbeda, Luhan punya radar pada otaknya ternyata. Tapi nyatanya Sooyoung kan tidak punya.

“Aku minta kau menunjukannya, entahlah. Radar-ku tidak berfungsi, karena terbius olehmu,” kataku, gombal. Dih, rela-relanya aku membuat gombal bodoh ini. Yang benar saja, tapi pipi Yoona langsung memerah. Sadarkah ia baru saja digoda oleh kaum Hawa? Kaum yang sama dengannya? Aku kini miris, lebih baik aku jadi perempuan culun atau apa, deh. Asalnya bukan pria.

Maksudku, apa nyamannya? Bila kita ingin buang air …., itu menakutkan, sudahlah. Aku tidak mau memikirkannya lagi. Aku dicolek Yoona, dan aku memandangnya. Gadis itu menunjuk-nunjuk pria hitam, kontras sekali dengan murid yang rata-rata berkulit putih.

Aku memandangnya dan mengangkat dagu.

“Berani-beraninya kau menghina Yoona!” kataku.

“Oh, lihat guys. Pahlawan rusa bodoh itu datang, so sweet,” kata Kai sambil tertawa. Tidak, sekalipun aku tak kenal Yoona, aku benar-benar tidak suka apabila seseorang dikata-katai dan dihina.

BUGH!

Sekali tonjokkan, Kai langsung jatuh dilantai, menghasilkan suara bedebum yang cukup keras. Yoona bahkan meganga tak percaya, aku sendiri tak percaya. Kekuatan seorang Luhan memang keras, dan aku harus akui.

Xi Luhan sangat kuat.

Aku bisa-bisa saja terpesona pada Luhan detik sekarang, tapi apa daya, sepertinya Luhan tidak ada dan tidak pernah kulihat. Kai memandangku, menampakkan seringainya.

“Berani-beraninya menonjokku, pria cantik.”

Bagi Luhan, ini penghinaan. Tapi bagiku, ini pujian. Dia bilang aku cantik, mukaku bersemu merah. Malu. Tapi Yoona menggangap itu sebuah amarah. Dan, masa aku malah tersenyum malu? Kasihan Luhan, aku segera menonjoknya, lagi.

“Mana kekuatanmu? Cemen! Payah! Tunjukkan padaku! Dasar lemah, kau tidak bisa bertarung rupanya!” kataku. “Cuma berani pada gadis!”

Kai langsung pergi, tidak ada seringai lagi. Aku tak percaya.

Dalam seumur hidupku, ini pertama kalinya aku menonjok seorang pria…

Reinkarnasi

“Kau hebat, Luhan-ya~” kata Sehun. “Kukira kau lemah, ternyata kau kuat juga ya rupanya?”

“Iya, dong. Aku kan hebat.”

Sehun mendengus, dan sekilas aku dapat mendengarnya. “Sama saja seperti dulu, narsis abis,” gumamnya kecil. Lalu memandangku, “Iya deh, Xi Luhan hebat. Tapi cuma buat Yoona-nya, Sehun-nya tidak pernah dibela.”

“Kau kan punya kekuatan, Hun-ya~”

“Tidak, Lu. Aku harus memberitahumu sesuatu, bahwa aku hanya pria lemah yang sakit-sakitan. Aku tidak sekuat dirimu, Lu. Jadi, bila aku diserang, tolong lindungi aku.” katanya, pelan.

Reinkarnasi

Aku memandang, merenung. Aku melirik diluar jendela. Aku tidak percaya, Sehun yang tampak manly ternyata lemah bagaikan kekuatan perempuan. Aku tidak tahu penyakit apa yang membuatnya tervonis menjadi pria lemah. Aku kasihan padanya, Luhan yang mesti tahu semua ini. Bukan diriku.

Tiba-tiba telepon genggamku bergetar, sebuah kontak bernama My Cute BFF; HunHun, dan saat kuangat.

Lu? Apa kau disitu? Tolong aku…”

Aku panik, aku beranjak menaiki mobil Sehun dan mengecek-ecek, dimanapun Sehun berada. Sialan, aku belum bertanya dimana dia berada. Biarpun aku bersosok Luhan, hatiku Choi Sooyoung. Aku, Choi Sooyoung. Wanita yang kasihan pada siapa saja. Yang jahat dan yang baik.

“LUHAN!”

Tiba-tiba aku melihat Sehun, disebuah kolam. Aku berusaha membantunya. “Ada apa?!” Memang bukan waktunya bertanya, tapi sepertinya aku harus tahu apa yang terjadi padanya.

“Sekelomphokh priah dewashah menceburkanhkuh dikolamh inih, tolongh akuh,” kata Sehun yang gelagapan. Rupanya, tadi ia sempat-sempatnya meneleponku, aku tahu mengapa. Sehun tadi baru melihat seorang pria bergerombolan datang padanya, dan saat Sehun sudah diceburkan, teleponnya diremukkan. Pria itu hebat sekali.

Aku berusaha membantunya, dan ternyata upayaku hanya bisa menyelamatkan satu nyawa. Nyawa Sehun. Aku yang tidak terlalu bisa berenang, akhirnya tenggelam. Tidak apa, yang penting Sehun masih ada.

REINKARNASI

Aku membuka mata, sadar bahwa aku bukan dialam baka. Aku berhasil menemukan diriku disebuah kamar. Sayup-sayup, kubuka mata. Sosok Taeyeon, Sunny, dan Hyera sedang memandangku.

“SOOYOUNG!” pekik mereka, memelukku.

“Kukira kau mati tertabrak mobil! Ya Tuhan, syukurlah!” kata Taeyeon yang rupanya mendengar kabarku dari Hyera. Sunny tampak cemas.

“Kubelikan sepatu untukmu, aku tidak percaya. Bukan salahmu juga sebenarnya, seorang pria mabuk sedang mengendarai mobil, dan konyolnya dia malah kena kecelakaan juga,” kata Sunny, buru-buru. “Tak apalah, yang penting kau selamat!”

“Oh, oh, oh Sooyounggie~” isak Hyera. “Kukira kau sudah benar-benar tidak ada, pingsanmu tidak terlalu lama sebetulnya. Tapi itu membuatku cemas sekali!”

Apa? Tidak terlalu lama? Tapi kan …, aku menjadi Luhan selama satu hari penuh …..

“Kenapa? Mengapa kau cemas?” tanya Taeyeon.

“Entahlah, sepertinya aku mengalami reinkarnasi,” kataku.

“Reinkarnasi?” tanya semuanya; serempak.

“Oh …., dapat kujelaskan nanti.”

END

Note:

Reinkarnasi: re-born

Pengertian Tentang Reinkarnasi:

Reinkarnasi – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas// // //

reinkarnasi pada manusia.

Reinkarnasi (dari bahasa Latin untuk “lahir kembali” atau “kelahiran semula”[1]) atau t(um)itis, merujuk kepada kepercayaan bahwa seseorang itu akan mati dan dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain. Yang dilahirkan itu bukanlah wujud fisik sebagaimana keberadaan kita saat ini. Yang lahir kembali itu adalah jiwa orang tersebut yang kemudian mengambil wujud tertentu sesuai dengan hasil pebuatannya terdahulu.

Terdapat dua aliran utama yaitu pertama,mereka yang mempercayai bahwa manusia akan terus menerus lahir kembali. Kedua,mereka yang mempercayai bahwa manusia akan berhenti lahir semula pada suatu ketika apabila mereka melakukan kebaikan yang mencukupi atau apabila mendapat kesadaran agung (Nirvana) atau menyatu dengan Tuhan(moksha). Agama Hindu menganut aliran yang kedua.

Kelahiran kembali adalah suatu proses penerusan kelahiran di kehidupan sebelumnya. Dalam agama Hindu dan Buddha, filsafat reinkarnasi mengajarkan manusia untuk sadar terhadap kebahagiaan yang sebenarnya dan bertanggung jawab terhadap nasib yang sedang diterimanya. Selama manusia terikat pada siklus reinkarnasi, maka hidupnya tidak luput dari duka. Selama jiwa terikat pada hasil perbuatan yang buruk, maka ia akan bereinkarnasi menjadi orang yang selalu duka. Dalam filsafat Hindu dan Buddha, proses reinkarnasi memberi manusia kesempatan untuk menikmati kebahagiaan yang tertinggi. Hal tersebut terjadi apabila manusia tidak terpengaruh oleh kenikmatan maupun kesengsaraan duniawi sehingga tidak pernah merasakan duka, dan apabila mereka mengerti arti hidup yang sebenarnya.

Reinkarnasi dalam agama Buddha[sunting |sunting sumber]

Dalam agama Buddha dipercayai bahwa adanya suatu proses kelahiran kembali (Punabbhava). Semua makhluk hidup yang ada di alam semesta ini akan terus menerus mengalami tumimbal lahir selama makhluk tersebut belum mencapai tingkat kesucian Arahat. Alam kelahiran ditentukan oleh karmamakhluk tersebut; bila ia baik akan terlahir di alam bahagia, bila ia jahat ia akan terlahir di alam yang menderitakan. Kelahiran kembali juga dipengaruhi oleh Garuka Kamma yang artinya karma pada detik kematiannya, bila pada saat ia meninggal dia berpikiran baik maka ia akan lahir di alam yang berbahagia, namun sebaliknya ia akan terlahir di alam yang menderitakan, sehingga segala sesuatu tergantung dari karma masing-masing.diketahui bahwa ada orang yang baik juga bisa lahir di dunia yang banyak oraang tampan

Reinkarnasi dalam Hinduisme[sunting | sunting sumber]

Dalam filsafat agama Hindu, reinkarnasi terjadi karena jiwa harus menanggung hasil perbuatan pada kehidupannya yang terdahulu. Pada saat manusia hidup, mereka banyak melakukan perbuatan dan selalu membuahkan hasil yang setimpal. Jika manusia tidak sempat menikmati hasil perbuatannya seumur hidup, maka mereka diberi kesempatan untuk menikmatinya pada kehidupan selanjutnya. Maka dari itu, munculah proses reinkarnasi yang bertujuan agar jiwa dapat menikmati hasil perbuatannya yang belum sempat dinikmati. Selain diberi kesempatan menikmati, manusia juga diberi kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya (kualitas). Jadi, lahir kembali berarti lahir untuk menanggung hasil perbuatan yang sudah dilakukan. Dalam filsafat ini, bisa dikatakan bahwa manusia dapat menentukan baik-buruk nasib yang ditanggungnya pada kehidupan yang selanjutnya. Ajaran ini juga memberi optimisme kepada manusia. Bahwa semua perbuatannya akan mendatangkan hasil, yang akan dinikmatinya sendiri, bukan orang lain.

Menurut Hinduisme, yang bisa berinkarnasi itu bukanlah hanya jiwa manusia saja. Semua jiwa mahluk hidup memiliki kesempatan untuk berinkarnasi dengan tujuan menikmati hasil perbuatannya di masa lalu dan memperbaiki kulaitas hidupnya. Dalam kehidupan di dunia, manusia menempati strata yang paling tinggi sehingga reinkarnasi yang tertinggi adalah hidup sebagai manusia, bahkan dewa atau malaikat yang ingin sempurna hidupnya, harus turun ke dunia untuk menyempurnakan jiwatman-nya sehingga mencapai moksa, bersatu dengan Brahman. Makhluk hidup selain manusia memiliki jiwatman yang sama. Jiwatman memiliki memori untuk mencatat dan mengenang peristiwa yang dilakukan atau dialami dalam kehidupan sewaktu masih bersatu dengan raga. Memori tersebut menghasilkan kemelekatan terdadap dunia yang terus dibawa walaupun terjadi kematian yang menyebabkan jiwatman berpisah dengan badan. Suatu saat jiwatman tersebut akan mencari raga baru yang sesuai dengan kemelekatannya pada konsepsi (janin) yang siap dimasuki roh (atman). Bila manusia mampu meniadakan kemelekatannya terhadap kehidupan dunia, maka ia akan mencapai moksa dan bersatu dengan Brahman.

Proses reinkarnasi[sunting | sunting sumber]

Pada saat jiwa lahir kembali, roh yang utama kekal namun raga kasarlah yang rusak, sehingga roh harus berpindah ke badan yang baru untuk menikmati hasil perbuatannya. Pada saat memasuki badan yang baru, roh yang utama membawa hasil perbuatan dari kehidupannya yang terdahulu, yang mengakibatkan baik-buruk nasibnya kelak. Roh dan jiwa yang lahir kembali tidak akan mengingat kehidupannya yang terdahulu agar tidak mengenang duka yang bertumpuk-tumpuk di kehidupan lampau. Sebelum mereka bereinkarnasi, biasanya jiwa pergi ke surga atau ke neraka.

Dalam filsafat agama yang menganut faham reinkarnasi, neraka dan sorga adalah suatu tempat persinggahan sementara sebelum jiwa memasuki badan yang baru. Neraka merupakan suatu pengadilan agar jiwa lahir kembali ke badan yang sesuai dengan hasil perbuatannya dahulu. Dalam hal ini, manusia bisa bereinkarnasi menjadi makhluk berderajat rendah seperti hewan, dan sebaliknya hewan mampu bereinkarnasi menjadi manusia setelah mengalami kehidupan sebagai hewan selama ratusan, bahkan ribuan tahun. Sidang neraka juga memutuskan apakah suatu jiwa harus lahir di badan yang cacat atau tidak.

Akhir proses reinkarnasi[sunting | sunting sumber]

Selama jiwa masih terikat pada hasil perbuatannya yang terdahulu, maka ia tidak akan mencapai kebahagiaan yang tertinggi, yakni lepas dari siklus reinkarnasi. Maka, untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi tersebut, roh yang utama melalui badan kasarnya berusaha melepaskan diri dari belenggu duniawi dan harus mengerti hakikat kehidupan yang sebenarnya. Jika tubuh terlepas dari belenggu duniawi dan jiwa sudah mengerti makna hidup yang sesungguhnya, maka perasaan tidak akan pernah duka dan jiwa akan lepas dari siklus kelahiran kembali. Dalam keadaan tersebut, jiwa menyatu dengan Tuhan (Moksha[2]).

Sumber Tentang Reinkarnasi: Wikipedia.com

19 thoughts on “Reinkarnasi [One Shoot]

  1. Sooyoungie May 2, 2014 / 6:09 PM

    Astaga ngakak bngt pas sehun bilang dia pria lemah haha masih bingung thor kenapa dia jd luhan

    • luckyspazzer May 3, 2014 / 9:36 AM

      Karena dia mengalami reinkarnasi. Ngakak? Duh, aku kira enggak ada humor -nya sama sekali ._.

  2. Anna Choi May 2, 2014 / 7:13 PM

    Wooh, keren!!
    Berarti dikehidupan sebelumnya sooyoung itu luhan? Dan luhan lahir kembali sebagai sooyoung??
    Woah daebakk!!
    Penjelasannya banyak yaa wkwk aku ga baca semua tapi, cuma baca sampe aku paham trus ditinggal komen wkwk
    FF soohan yang do you love me ditunggu🙂 fighting!!!

    • luckyspazzer May 3, 2014 / 9:39 AM

      Iya ^^ Bener banget😉
      Penjelasan banyak supaya banyak yang ngerti, apa arti reinkarnasi
      Yang Do You Love Me tunggu aja ._.v aku masih masa ngetik, walau aku enggak yakin lebih dari 3000 words, aku paling enggak bisa nulis panjang-panjang ^^

  3. sonjimoon May 2, 2014 / 7:38 PM

    uwaah aku speechless~
    sumpah ini keren u,u dan aku suka bahasa penulisannya

    • luckyspazzer May 3, 2014 / 9:40 AM

      Makasih pujiannya^^, makasih😀

  4. winterchan May 2, 2014 / 8:43 PM

    Uwah keren! Jadi di tahun 80 itu si sooyoung itu luhan terus luhan lahir lagi jadi sooyoung?
    daebak!

    • luckyspazzer May 3, 2014 / 10:07 AM

      Tepat sekali~

  5. DeliaaOKT May 3, 2014 / 9:22 AM

    Suka sama ide ceritanya… Luhan=Sooyoung,,Sehun kenapa ya??koq lemah??#kepo

    • luckyspazzer May 4, 2014 / 4:10 PM

      Karena dia punya penyakit….

  6. kartika May 3, 2014 / 11:46 AM

    ooh jadi di tahun 1980 itu sebenernya luhan terus reinkarnasi jadi sooyoung di tahun ini. aku suka sama ide cerita sama gaya bahasanya🙂

    • luckyspazzer May 4, 2014 / 4:11 PM

      Iya ^^
      Ide sebenarnya aku terinspirasi dari sebuah novel, tapi aku lupa cantumin aja. Nanti paling juga aku edit ._.

  7. FAnoy May 3, 2014 / 12:17 PM

    Ooh..Luhan meninggal karena tenggelam ya? Trus jadi Sooyoung bukan? Itu Sooyoung dikasih pencerahan(?) dari Luhan ya? Keren ^^..keep writing..fighting ‘-‘)9

    • luckyspazzer May 4, 2014 / 4:13 PM

      Bener ^^

  8. Kiki (@Rizky_amelia24) May 3, 2014 / 7:35 PM

    woahhh kerenn kakkk
    Luhan kasian amattt yaa mati karena tenggelam tapi dia baikk tu nyelamatin Sehunn

    • luckyspazzer May 4, 2014 / 4:14 PM

      Kak? Umur kamu berapa dulu? Aku lahir tahun 2000, awas lho bisa aja kamu lebih tua dari aku…. Tenggelam demi sahabatnya = berkorban…

  9. yeni swisty May 8, 2014 / 7:01 PM

    keren.. keren.. aku suka, itu yg nyeburin sehun siapa?
    di tunggu ff yg lainnya🙂

    • luckyspazzer May 9, 2014 / 6:07 PM

      Itu akan menjadi rahasia~ *jangan salahkan saya, penulisnya saja tidak tahu*

  10. wiwik June 15, 2014 / 8:08 PM

    Agak ga ngerti sih tpi keren kok^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s