Heartstrings (심금) Part 2

heartstings

Author: Lee Myung Sook (Penulis cerita Asli Heartstrings)

Penyusun ulang: yunilolipop

Poster: AIDENTOP @ HSG

Genre: comedy, drama, fluff, romance

Rating: ???

Main Cast: Jung Yonghwa CN BLUE as Lee Shin

Choi Sooyoung SNSD as Lee Kyu Won

Victoria F(X) as Jung Yoon Soo

Changmin TVXQ as Kim Suk Hyun

Other Cast: Find it by yourself

Disclaimer: Annyeong aku bawa project ff baru. Mianhaeyo karena slalu ada ff baru yang muncul karena aku tuh orangnya suka gak mood kalo nulis, Jadi slalu ada aja ide yang ngalir di otak aku. Oh ya kalo ada yang nganggep ni ff sama kayak drama korea itu emang bener. Ini ff terinspirasi dari drama korea dengan judul yang sama dan di peranin sama YONGSHIN (Yonghwa-Shinhye) jadi jangan bash author ya?

Part 1

Yonghwa menahan tangan Sooyoung “Kau ingin aku menunjukkannya kepadamu? Orang yang memuakkan, menjengkelkan dan menjijikan ini. Mengapa begitu banyak orang yang mengejarnya?” Ucap Yonghwa. Sooyoung menepiskan tangan Yonghwa sehingga amplop yang dipegang pun jatuh ke lantai, “Siapa yang ingin tahu hal itu?” tanya Sooyoung ketus. “Aku juga sudah mendengarnya. Pertunjukanmu sama sekali tidak membuatku tersentuh sedikit pun” ujar Yonghwa sambil menepuk-nepuk dadanya. Mendengar pernyataan Yonghwa Sooyoung meledak, “Apakah kau tahu tentang esensi musik tradisional? Apakah kau tahu itu adalah jiwa?” ucap Sooyoung marah. Yonghwa tersenyum mengejek lalu berkata “Apakah aku perlu tahu tentang itu?” tanya Yonghwa.

“Kalau kau tidak tahu sebaiknya kau tidak usah bicara apapun! Itu jutaan kali lebih baik daripada musiknya yang hanya membuat kegaduhan” jawab Sooyoung sinis. Yonghwa merasa tersinggung dengan kata-kata Sooyoung. Akhirnya mereka taruhan.” Baiklah ayo kita taruhan jika kau kalah kau harus menjadi pesuruh  selama 1 bulan.” ucap Yonghwa. “Baik. Tidak perduli itu 1 ataupun 2 bulan” jawab Sooyoung.
“Baik” jawab Yonghwa mantap, lalu Yonghwa bangun dan pergi meninggalkan ruangan itu. Yonghwa yang sedari tadi menguping di luar terkejut melihat Yonghwa tiba-tiba keluar. Setelah Yonghwa menjauh Jessica masuk menemui Sooyoung. “Cepat  hubungi teman-teman kita  di departemen musik tradisional. Kita akan ada urusan dengan departemen musik modern.” ucap Sooyoung meledak.

Di luar gedung, teman-teman Sooyoung dari departemen musik tradisional berkumpul dan Sooyoung menceritakan tentang taruhannya dengan Yonghwa. Teman-temannya terkejut begitu mengetahui apabila Sooyoung kalah dia harus menjadi pesuruh Yonghwa selama 1 bulan. Tapi Jessica malah mengharapkan mereka kalah dan membayangkan dia menjadi pesuruh Yonghwa. Sooyoung menyadarkan Jessica, “Yak!! Jungshin chaeryo!! Ini menyangkut harga diri kita dan juga melibatkan profesor.” Jerit Sooyoung. Teman Sooyoung bertanya “Apa yang harus Kita tampilkan?” tanya Hyoyeon. “Kita harus mencarinya. Sebuah karya yang benar-benar menangkap jiwa musik tradisional” ujar Sooyoung. Tapi bila Yonghwa bernyanyi semua orang akan terpesona.” ucap Jessica.
“Itulah mengapa aku bilang menyanyi dilarang, evaluasi didasarkan semata-mata pada musik. Orang-orang yang memperlakukan musik tradisional sebagai lelucon benar-benar tidak bisa diampuni” jawab Sooyoung serius.

Tiba-tiba dibelakang mereka Onew  berteriak, “Ayo semangat Sooyoung.!!!” Onew adalah teman dari departemen musik tradisional. Dia mendengar semua hal yang dikatakan Sooyoung. “Ada salah satu member Stupid Band mengatakan pertunjukkan Sooyoung bermain gayageum membuatnya mengantuk.” Tutur Jessica. Mendengar hal itu Onew marah dan pergi meninggalkan Sooyoung dan teman-temannya. Sooyoung buru-buru mengejar Onew. Onew masuk ke ruang latihan musik tradisional, “Kita akan bertaruh dengan Stupid Band.” Ucap Onew. Teman-temannya yang mendengar kaget.
Tak lama Sooyoung masuk dan mencoba mencari alasan, “Taruhan itu hanya untuk senang-senang.” Sanggah Sooyoung. Tapi Onew dan teman-temannya yang lain tidak mau mendengarkan omongan Sooyoung. “Taruhan Ini menyangkut reputasi departemen musik tradisional, juga profesor kita, jadi kita tidak boleh kalah.” ucap Kriss. “Ya, aku akan memberikan yang terbaik, aku tidak akan kalah dari mereka”. Ucap Sooyoung. Sooyoung menuruni tangga Universitas dengan lesu, “Sooyoung bodoh, stupid, ppabo. Kenapa kau mau bertaruh dengannya, Hah? Dan apa tadi ku bilang pada yang lainnya? Aku akan melakukan yang terbaik? Omong kosong.” umpat Sooyoung. Saat sedang mengumpat tak sengaja dia menabrak seseorang yang ternyata adalah Changmin. “Ah kita bertemu lagi.” Gurau Changmin. Sooyoung langsung mengangkat kepalanya dan melihat changmin sedang berdiri tersenyum padanya. “Oh ya kita bertemu di halte dan rumah sakit kan?” tanya Sooyoung. “Ya, ternyata kau memiliki ingatan yang sangat baik.” canda Changmin. Di lain tempat Stupid Band sedang latihan di ruangan mereka tapi lagi-lagi Yonghwa tidak konsentrasi pada musiknya. Eunhyuk bertanya, “Ada apa denganmu?” tanya Eunhyuk. “Kita akan bertaruh dengan mahasiswa dari Fakultas Musik Tradisional dan kompetisi 3 hari lagi.” ucap Yonghwa. Eunhyuk dan yang lainnya kaget. “Kompetisi apa?” tanya Donghae. “Kompetisi dengan departemen musik tradisional” jawab Yonghwa dingin.

“Kenapa tiba tiba?” tanya Key. “Kami bertaruh” jawab Yonghwa. Semua member menatapnya dengan tajam. Yonghwa yang sadar semua teman-temannya menatapnya, dia bertanya “Ada apa?” tanya Yonghwa. Semua member langsung menunduk. Donghae kembali bertanya “Apakah Hyung serius ingin berkompetisi?” tanya Donghae. “Ya.” Ucap Yonghwa. “Kenapa kau mudah terprovokasi untuk bertaruh padahal kau adalah orang yang cuek dalam segala hal.” ucap Key kesal. “Apakah itu mahasiswa departemen musik tradisional yang bernyanyi di acara one day tea house yang mengajakmu bertaruh?” Yonghwa terkejut, “Bernyanyi?” tanya Yonghwa. “Semua sangat kebetulan.” ucap Key sumringah. Yonghwa memikirkan sesuatu. Akhirnya Yonghwa memutuskan untuk menyudahi latihan dan menyuruh mereka kembali ke kelas. Member Stupid Band yang lain hanya tersenyum melihat kelakuan Yonghwa. Donghae sedang makan ramen tanpa dimasak dengan rakusnya. Tiba-tiba Seohyun masuk ke ruang latihan Stupid Band. Donghae yang melihatnya langsung bangkit dan menghampiri Seohyun. “Apa yang membuatmu datang ke sini? Apa kau ke sini untuk menemuiku?” tanya Donghae. Seohyun memperhatikan penampilan Donghae dan menghela napas “Apakah Yonghwa ada?” tanya Seohyun. “Yonghwa hyung sudah pergi ke kelas.” ucap Donghae polos.  “Kenapa kau ada di sini?” tanya Seohyun. “Aku adalah drummer.” ucapnya dengan mulut penuh  sambil menunjuk drum di sudut ruangan. Seohyun shock, lalu dia membandingkan penampilan Donghae saat perform dan Donghae yang ada didepannya sekarang. Tapi sayangnya Seohyun tidak percaya apa yang dikatakan Donghae “Jangan muncul lagi di depanku.” ucap Seohyun. Sebelum Seohyun pergi Donghae berkata “Kami akan berkompetisi dengan departemen musik tradisional dan kau datang untuk menonton.” ucap Donghae. “Jika kau berkata bohong lagi tentang band ini, aku akan mengatakannya pada Yonghwa.” jawab Seohyun ketus lalu pergi. Tinggallah Donghae yang bingung dan melihat penampilannya sendiri, “Aku benar-benar drummer”. Ucapnya polos sambil memegang pipinya.

Di kamarnya Sooyoung sedang berbicara di telepon dengan ayahnya menceritakan tentang taruhannya dengan Yonghwa. “Siapa orang yang berani menjadikan putri tercintaku sebagai pesuruh?Ddan apakah aku  perlu memberi mereka uang jadi dia akan mengalah?” tanya Siwon Appa Sooyoung. Lalu tiba-tiba ayahnya bertanya, “Apakah dia tampan?”tanya Siwon. “Huek, dia benar-benar pangeran narsis, seperti apa yang pernah aku ceritakan padamu. Aku tidak mengerti apa hebatnya dia sampai sampai semua orang mengejarnya” jawab Sooyoung. “Apakah aku perlu datang?” tanya Siwon. Sooyoung sangat senang mendengarnya, tapi Ayah langsung meralat “Aku tidak bisa datang karena itu bukan akhir pekan.” ucap Siwon. “Jika kau datang aku pasti akan lebih gugup.” ucap Sooyoung. Tiba-tiba pintu kamar Sooyoung terbuka dan kakek memanggilnya “Kenapa belum tidur?” tanya kakek. Sooyoung sangat terkejut sampai menjatuhkan ponselnya. “Apakah kau sedang menelepon seseorang?” tanya kakek.

Sooyoung teringat akan ponselnya dan buru-buru mengambilnya sambil berakting seolah-olah telepon itu dari Jessica “Ne sica-ah oh ne…ne ya aku akan pergi lebih pagi besok. Ya kau harus menunggguku ne? Ya aku tutup dulu teleponnya.” akting Sooyoung. Kakek sedikit curiga pada Sooyoung. Saat kakek hendak pergi meninggalkan kamar, ponsel Sooyoung berbunyi lagi dan kali ini benar benar dari Jessica. Esok harinya di kampus terjadi perang poster antara departemen musik tradisional dan Stupid Band. Sooyoung dan Jessica melihatnya dan shock, “Memalukan! Apa ini? Ayo cepat kita buang” ujar Sooyoung. Tiba-tiba ada 2 mahasiswa yang datang dan mengejek poster dari departemen musik tradisional.Sooyoung dan Jessica lemas. Di sisi lain Stupid Band juga memasang poster besar dan banyak sekali mahasiswa yang berkerumun di sana. Sehabis melihat insiden poster, mood Sooyoung kurang baik. Sooyoung keluar dengan lunglai dari kelasnya, beberapa mahasiswa memandang sinis kepadanya. Tak sengaja dia berpapasan dengan Yonghwa, Sooyoung bergeser ke kanan Yonghwa ikut bergeser ke kanan, Sooyoung bergeser ke kiri Yonghwa pun mengikuti. “Apakah menyenangkan?” tanya Yonghwa. “Bukan aku yang melakukannya.” jawab Sooyoung lesu. Di belakang Yonghwa teman-teman Sooyoung menyemangatinya yang membuat Sooyoung menjadi bangkit.

“Aku hanya memngingatkan agar kau tidak lupa dengan kompetisi itu dan jangan coba-coba untuk melarikan diri.” ucap Sooyoung. Yonghwa tersenyum sekilas, “Dan  jangan menangis apabila kau kalah.” ucap Yonghwa dengan smirk yang menghiasi wajah Tampannya. Yonghwa langsung pergi meninggalkan Sooyoung. Sooyoung langsung pergi ke tempat latihannya. Sooyoung dan teman-temannya terus berlatih, tapi Sooyoung selalu tidak puas dengan latihan mereka dan ingin mengganti lagunya, teman-temannya lemas. Begitu juga Stupid Band yang sedang latihan di ruangan mereka, Yonghwa pun terlihat tidak puas dengan latihan mereka, berulang kali Yoonghwa menghentikan latihan di tengah-tengah lagu. Para member yang lain ingin istirahat sejenak dan makan tapi Yonghwa menolaknya mentah-mentah. “Ayolah Hyung aku sudah sangat lapar.” keluh Donghae.

Di lain tempat Changmin dan Yunho sedang menonton pertunjukkan balet dari laptop. Siapa sutradaranya?” tanya Changmin. “Sutradaranya adalah Kim Yong Woon, dan dia sangat terkenal.” ucap Yunho. “Siapa koreografernya?” tanya Changmin. “Yang aku dengar dia adalah orang yang terkenal tapi aku tidak tahu namanya.” ucap Yunho.
“Aku dengar rekomendasi dosen Im untuk departemen tari ditolak” jawab Yunho. “Siapa yang bilang?” tanya Changmin. “Hanya rumor. Bukankah dosen Im dekat dengan dosen Song?” ucap Yunho. Changmin berfikir dalam diam, lalu berkata “Kau boleh pergi apabila sudah selesai karena aku akan pergi kesuatu tempat.” ucap Changmin. Di ruang tari, Victoria sedang latihan balet, lagi-lagi dia terjatuh. Tiba-tiba ada seseorang yang datang. “Kenapa kau ke sini lagi? Aku sudah bilang padamu untuk tidak datang” kata Victoria tanpa melihat siapa yang datang.

Lalu lampu ruang tari menyala. Victoria baru menyadari bahwa yang datang bukan Yonghwa tapi Changmin. “Apakah kakimu baik-baik saja karena kau baru saja terjatuh.” tanya Changmin. “Aku baik-baik saja.” ucap Victoria. Lalu Victoria mengambil handuk dan hendak pergi tapi tangannya ditahan oleh Changmin. “Aku dengar kau akan menjadi koreagrafer dalam acara Universitas. Jangan lakukan itu, kau belum layak untuk itu. Hanya karena kau bagus dalam menari bukan berarti kau juga bagus dalam koreografi” ucap Changmin. “Kau belum pernah melihatnya” jawab Victoria. “Ketika seseorang harus bersembunyi dari orang lain saat latihan, itu sudah jelas. Aku mengerti kau khawatir untuk menunjukkan kemampuanmu, tapi kalau kau tidak mau dikasihani lebih baik akhiri saja” balas Changmin. Vict menolaknya, “Kalau kau ingin bersimpati, aku tidak apa apa, aku lebih senang menerimanya”. ucap Victoria. Changmin sudah kehabisan akal dan dia berteriak “Bagaimana aku bisa bekerjasama denganmu?” teriak Changmin. “Kenapa aku harus peduli saat aku sedang simpati?”jawab Victoria. “Wanita buruk” ucap Changmin yang langsung menepiskan tangan Victoria lalu pergi. Saat Changmin keluar dari ruang tari, Yonghwa baru datang menggunakan sepedanya. Dari luar dia melihat Victoria yang sedang bersedih, Yonghwa pun ikut bersedih dan termenung di atas sepedanya.

Soooyoung membawakan makan malam untuk kakek dan dirinya “Bukankah aku telah bilang pada kakek untuk makan duluan karena aku akan pulang terlambat padahal makanan sudah disiapkan dan kakek hanya tinggal memakannya saja.” ucap Sooyoung. “Haruskah kau selalu menyuruhku agar kau puas?” tanya Sooyoung ulang.
“Tentu saja, kalau ada cucuku kenapa aku harus melakukannya sendiri?” jawab kakek.  So”Harabojie ada seorang laki-laki yang memandang rendah musik tradisional dan bilang bahwa musik tradisional tidak punya jiwa.” ucap Sooyoung. Kakek yang mendengar langsung menaruh sendoknya dengan keras yang membuat Sooyoung terkejut.
“Apa? Orang itu bilang begitu dan kau membiarkan dia pergi?” kata kakek.
“Tidak, aku akan membuat dia malu, kami telah taruhan untuk sebuah pertunjukkan” jawab Sooyoung. “Bagaimana bila kalah?” Tanya kakek. “Yang kalah menjadi pesuruh selama satu bulan.” Jelas Sooyoung. “Laki-laki licik… Apakah dia tidak bisa menemukan pesuruh di mana-mana? Beraninya dia mengambil pesuruhku. Aku tidak akan membiarkannya” ucap kakek yang membuat Sooyoung memalingkan muka dan bergumam,”Seperti yang aku perkirakan, kau memandangku sebagai pesuruhmu”. gumam Sooyoung. Lalu kakek menyuruh Sooyoung untuk berlatih lebih keras.

Yonghwa masuk ke kamarnya, menaruh tas dan mengambil gitarnya. Dia duduk di tepian tempat tidur sambil memainkan gitarnya. Pikirannya melayang mengingat kejadian di ruang tari saat Yonghwa melihat Victoria menangis. Di rumahnya Sooyoung terus berlatih gayageum ditunggui sang kakek. Kakek terus berbicara mengenai musik tradisional yang membuat Kyu Won mengantuk. Sooyoung akhirnya memainkan gayageumnya dengan mata tertutup. Kakek yang menyadari Sooyoung tertidur memukul Sooyoung dengan rotan kecil yang membuat Sooyoung kembali bangun. “Aku mohon kek. Ini sudah jam 2 pagi.” rengek Sooyoung. Tapi kakek menolak dan menyuruh Sooyoung terus berlatih.”Jangan berfikir untuk tidur!” marah Kakek.

 

Esok harinya di ruang latihan musik tradisional, Sooyoung terlihat lesu, matanya sayu. Jessica yang menyadari hal itu bertanya “Apakah kau baik-baik saja Soo-ah?” tanya Jesssica. “Aku baik-baik saja, aku pasti menang” jawab Sooyoung yang langsung ambruk dipangkuan Jessica Di ruang dosen Changmin bertemu dengan Dosen Im, “Apa yang akan kau lakukan untuk pertunjukkan?’ tanya Dosen Im. Dosen Im merasa tidak enak karena itu adalah rencananya. “Kita hanya perlu mengulangnya saja” jawab Changmin enteng. Dosen Im bingung dengan maksud Changmin. “Mengulang? Apakah itu berarti seluruh produksi harus diulang?” tanya Dosen Im. “Tim produksi tidak perlu berubah dan Kita akan melakukannya sesuai dengan idemu.” jelas Changmin. Dosen Im penasaran apa yang membuat Changmin tidak puas. “Terlalu membosankan. Kerangkanya terlalu besar tapi ceritanya tidak terlalu menarik” jawab Changmin. “Apabila kau ingin mengubah rencana yang sudah ditetapkan mungkin para profesor sedikit tidak puas dan aku berusaha untuk berbicara pada mereka walaupun mereka punya harga diri yang tinggi dan akan sedikit sulit untuk meyakinkannya.” ucap Dosen Im. “Aku juga perlu mempersiapkan audisi. Aku harap kau bisa sedikit membantuku menyiapkannya” kata Changmin. Dosen Im sudah mulai agak kesal dengan Changmin. “Aku tidak tahu bagaimana kau akan mengubah seluruh rencana, tapi pastikan Seo Joo Hyun ikut serta, dia adalah putri Kepala Universitas” ucap Dosen Im dengan nada agak tinggi.

Seohyun sedang berlatih dance di ruang latihan. Dia tidak menyadari kalau dari tadi Donghae memperhatikannya dari pojokan. Seohyun merasa lelah dan terjatuh, dia kaget melihat Donghae ada di belakangnya. Dengan kesal Seohyun berkata, “Apa lagi? Bukankah aku sudah bilang jangan muncul lagi di hadapanku?“jerit Seohyun. Donghae kaget dan bingung, dengan polos dia berkata, “Makanya aku sembunyi di belakang karena kau memintaku untuk tidak muncul di depan mu” ucap Donghae. Seohyun kesal, “Hssssss… Sudah berapa lama kau di sana?“ tanya Seohyun. Buru buru Donghae menjawab, “Barusan, baru saja aku di sini“ jawab Donghae. Seohyun mengingat sesuatu, “Lalu.. lalu apa kah kau…?“ Tanya Seohyun. Donghae berkata, “Huum. Aku juga melihat kau buang angin dan mengibaskannya seperti ini“. ucap Donghae smbil mempraktekkan cara Seohyun tadi. Seohyun merasa sangat malu. Donghae mendekati Seohyun “Apakah kau baik-baik saja” tanya Donghae. “Apakah kau membawa sesuatu yang bisa di makan?” tanya Seohyun. Kemudian Donghae memberikan coklat namun Seohyun tadi mau memakannya. “Menurutku coklat ini baik untuk dimakan saat kau tidak mempunyai energi.” jelas Donghae. “Aku bisa gemuk. Siapa yang mau memakan makanan berkalori tinggi seperti ini?” ucap Seohyun. Dengan gampangnya Donghae bilang, “Entah berapa banyak aku memakan ini, namun aku tidak gemuk“ ucap Donghae dengan bannga. Seohyun kesal, dan meminta Donghae pergi saja.

 

Ketika Donghae akan pergi, Seohyun pun memanggilnya “Hey mana coklat tadi?” tanya Seohyun. Dengan senang hati Donghae memberikan coklat tersebut. Seohyun memakannya dengan lahap. Entah karena dia lapar atau memang sudah lama dia tidak makan coklat. Cara makannya pun mirip sama Donghae. “Apakah kau masih punya makanan?” tanya Seohyun. “Aku tidak membawa makanan lagi.” ucap Donghae polos. “Aku akan mencari makanan kau tunggu sebentar di sini.” ucap Donghae. Ketika Donghae kembali sambil membawa banyak makanan ternyata Seohyun sudah tidak ada lagi di sana. Kemudian Donghae pergi karena sudah waktunya pertunjukan.Seohyun ada di toilet sedang memuntahkan coklat yang tadi dia makan. Tidak sengaja dia mendengar pembicaraan siswa lain di luar. “Kau kau tidak tentang konser peringatan 100 tahun Universitas?” tanya Sulli. “Ya aku tahu.” ucap Luna. Kemudian pembicaraan itu mengarah kepada anak presdir (Seohyun) yang akan menjadi pemeran utama di acara tersebut. “Kau tahu tidak pemeran utamanya nanti adalah Seohyun.” ucap Luna Lalu Sulli berucap “Kau tahu tidak Seohyun melakukan operasi plastik karena dulu saat SMA Seohyun sangat gemuk. Wajahnya di bentuk oleh uang.” ucap Sulli. Kemudian Seohyun keluar dan orang-orang yang tadi menggosipkan dirinya pun kaget dan merasa tidak enak. Kemudian siswa tersebut bertanya, “Apakah kau muntah? Aku mendengar seperti ada seseorang yang muntah tadi.” ucap Sulli. Dengan angkuh Seohyun menjawab, “Untuk apa aku muntah, sebanyak apapun aku makan, aku tidak akan gemuk“. ucap Seohyun mengulangi perkataan Donghae. “Apakah aku bilang kau bertambah gemuk?“ tanya Sulli. “Aku hanya bertanya apakah kau muntah? Kau melakukannya kan?” tanya Sulli. Seohyun merasa ketahuan dengan gugup menjawab, “Bagaimana mungkin itu terjadi aku hanya takut kalau kakak seperti itu, jadi aku mengatakannya. Kak, aku pergi duluan ya”. ucap Seohyun gugup. Kedua siswa yang bergosip itu merasa aneh dengan kelakuan Seohyun, kemudian mereka mengambil kesimpulan kalau Seohyun menderita Anorexia. Seohyun di luar merasa menyesal kenapa dia bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu.

Seohyun melihat ada siswa yang akan mengantarkan minuman ke ruangan dosen Im. “Aku saja yang mengantarkan minuman itu karena aku sekalian lewat.” ucap Seohyun. Seohyun memiliki maksud tertentu. Di balik pintu ruangan dosen Im, Seohyun mendengar percakapan Changmin, “Departemen musik tradisional?” tanya dosen Im.
“Sangat menarik kan? Tonton dan lihat. Nanti akan ada penampilan dari seseorang bernama Choi Sooyoung yang akan memainkan gayageum.” ucap Changmin. Seohyun yang mendengarkan percakapan tersebut penasaran dengan orang yang bernama Choi Sooyoung. Setelah dia mendengar percakapan tersebut Seohyun langsung pergi tanpa memberikan minuman yang dia bawa. Kemudian minuman itu di berikan lagi kepada orang lain. Fans datang ke ruang latihan, mereka menyemangati Stupid Band dan membawakan mereka makanan. “Yanghwa-ah. Kau harus menang, ini merupakan kehormatan bagi departemen musik. Hwaiting“, setelah mereka pergi member Stupid Band mengeluh karena mereka merasa terbebani dengan semua ini, pasti akan terjadi hal menakutkan bila mereka kalah.

Yonghwa terlihat kesal. Ekspresinya lucu banget sambil monyongin bibir. Namun ekspresi itu terhenti ketika Donghae masuk ke ruangan sambil berlari membawa makanan yang tidak jadi dia berikan kepada Seohyun. “Aku datang“ kata Donghae. Dia terkejut sekaligus senang melihat banyak makanan di meja. Donghae mengambil roti. ‘Aku mau ganti baju.” ucap Donghae. “Kau pakai baju itu saja tidak perlu ganti baju.” ucap Eunhyuk. Tapi Donghae tetap ingin ganti baju “Semua ini demi orang yang akan menonton penampilan kita.” ucap Donghae. Yonghwa hanya tersenyum mendengar pernyataan Donghae. “Apakah Hyung sudah mendengar kalau profesor dari musik tradisional sudah meninggal?” tanya Donghae. Yonghwa terkejut mendengarnya. “Apa? Kapan itu terjadi?” tanya Tanya Yonghwa. “Kejadiannya bersamaan dengan di adakannya acara One Day Tea House. Aku dengar mereka menghadiri upacara pemakamannya setelah acara selesai“ jawab Donghae. Yonghwa ingat ekspresi Sooyong saat dia akan memberikan uang itu. Yonghwa baru sadar apa maksud dari perkataan Sooyoung saat itu.

Sooyoung dan kelompok musik tradisional sudah siap untuk bertanding. Sepanjang jalan nama mereka di elu-elukan oleh anggota musik tradisional lainnya. “Wind flower! Wind flower!” teriak para Mahasiswa Fakultas Musik Tradisional. Victoria sedang menuju perpustakaan namun dia di ajak untuk melihat pertandingan antara Stupid Band dengan pemusik tradisional dan dia pun setuju.Changmin ikut berkumpul di sana. Di satu sisi kelompok musik tradisional datang dengan kelompok dan pendukungnya, di sisi lain keempat member Stupid Band pun sudah hadir. Di depan panggung Sooyoung berkata, “Apakah persiapanmu sudah cukup?“ Tanya Sooyoung. “Aku minta maaf untuk itu.” ucap Yonghwa merasa bersalah. “Apa? Apa kau takut kalah?“ tanya Sooyoung dengan angkuh.
“Apa? Bertanding denganmu aku hanya menggunakan kemampuanku seperti biasa“ Dari tempat penonton Changmin menyemangati Sooyoung dan Victoria melihat itu. MC datang dan mulai untuk mengundi dengan koin. Sooyoung memilih kepala berarti Yonghwa memilih ekor. Koin di lempar dan yang tampil duluan adalah Stupid Band.

Kakek juga datang melihat. Stupid Band memulai pertunjukannya. Penonton sangat antusias kecuali anggota departemen musik tradisional tentunya. Seohyun juga melihatnya dan tersenyum, tapi Kyu Won gelisah melihat penampilan Stupid Band, temannya pun putus asa karena Stupid Band sangat keren. Di toilet Sooyoung meyakinkan dirinya kalau dia dan musik tradisional adalah yang terbaik. Kemudian ada suara yang berkata, “Sudah pasti musik tradisional yang terbaik!” Sooyoung kaget mendengarnya. “Aku tidak tidur dengan nyenyak belakangan ini, aku mulai berhalusinasi.“ gumam Sooyoung. Ketika keluar dari toilet Sooyoung kaget melihat kakek di sana. Kakek memberikan semangat kepada Sooyoung. “Kau harus menang.” ucap kakek. Kelompok musik tradisional memulai penampilannya. Awalnya tempo yang mereka bawakan lambat. Dan penonton hanya diam saja. Kakek teriak memberikan semangat kepada Sooyoung Kemudian temponya mulai cepat, penonton dan Stupid Band pun terlihat kagum. Namun tiba-tiba senar gayageum Sooyoung putus dan permainan mereka pun terhenti. Semua orang terkejut. Dan kakek marah. Sooyoung hanya diam saja. Pemenang bisa kita lihat di papan. Stiker biru banyak di tempel untuk Stupid Band. Sedangkan untuk Wind Flower hanya ada 8 stiker. Sooyoung menghampiri teman-temannya dan minta maaf karena dialah mereka kalah. “Mianhaeyo.” ucap Sooyoung lemah kemudian dia pergi.

Donghae mendatangi kelompok musik tradisional dan berkata, “Noona kalian sangat menakjubkan, aku baru pertama kali mendengar sesuatu seperti itu. Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta.” ucap Donghae.Dengan kikuk Jessica bilang, “Aku bisa membuatmu mendengarkannya setiap hari.” ucap Jessica. Dengan antusias Donghae berkata, “Benarkah? Ummm… Tapi kak apakah kau tidak lapar?“ tanya Donghae. “Kau lapar? Ayo kita makan, aku yang traktir“ ajak Jessica. Sudah pasti Donghae sangat senang kemudian mereka berdua pergi makan.

Sooyoung berjalan sendiri dengan gontai. “Sooyoung kau bodoh, stupid, idiot“ umpatnya pada diri sendiri. Ternyata kakek ada di halte bis, tiba-tiba kakek berkata, “Itu bukan musik.“Sooyoung kaget. “Kakek belum pulang?“ tanya Sooyoung. Kakek meneruskan omongannya tanpa menjawab pertanyaan Sooyoung. “Mereka sangat berisik dan gila dan tidak ada satu pun poin nyata dari mereka. Jika senarmu tidak putus, sudah pasti kau yang akan memenangkannya.” ucap kakek. Mendengar itu Sooyoung merasa terharu, “Kakek!“. Kemudian dengan tersenyum kakek berkata, “Dia sangat mirip denganku saat aku masih muda.” ucap kakek. “Siapa?“ tanya Sooyoung. “Anak yang bergitar tadi, dan ketika aku masih muda benar-benar mirip.” ucap kakek. Sooyoung menarik napas, “Bagaimana bisa kakek mirip dengannya, karena kakek aku tidak bisa menangis.” ucap sooyoung. Sooyoung duduk di samping kakek sambil manyun.

Di restoranJessica dan Donghae sedang makan bersama, Jessica terkejut melihat cara makan Donghae, “Makan pelan-pelan saja, nanti tersedak“ ucap Jessica. “Noona, kau tidak makan yang itu?“ tanya Donghae sambil menunjuk makanan yang ada di depannya.
“Iyaaa, kau mau?“ tanya Jessica. Tanpa basa basi Donghae langsung melahap makanan itu. Kemudian Jessica ingat dengan kejadian dulu, dimana ada orang yang makan di kantin dengan sangat rakusnya sama seperti Donghae yang ada di depannya sekarang.
“Noona, aku pesan kue bola ya?“ tanya Donghae dengan mulut yang penuh makanan. “Baiklah, tunggu sebentar.” Jessica mengecek dompetnya dan ternyata kosong. Jessica bingung, saat mau bilang tidak bisa dia melihat ekspresi Donghae dan tidak bisa menolaknya. Hahaha. “Baiklah, kau bisa memesan sebanyak yang kau mau.” ucap Jessica pasrah.

Sooyoung sedang melamun di kamarnya, “Apa yang akan aku lakukan saat melihat wajahnya besok? aaaaaa aku akan gila!!!“ Sooyoung mengingat wajah Yonghwa saat dia tampil tadi. Kemudian ada telpon masuk, ternyata dari Jessica. Sedangkan Yonghwa sedang di jalan dan mendapatkan SMS dari Donghae. “Hyung, aku di tahan di restoran. Kau akan datang dan menolongku kan?“ Sms Donghae pada Yonghwa. Sooyoung yang sampai lebih dulu dan membayarkan makanan mereka dan mereka pun terbebas. “Terima kasih Soo-ah, dia makan sangat banyak, aku jadi tidak enak hati menolaknya.” ucap Jessica. “Tidak apa-apa. Hari ini kau menderita gara-gara aku.” ucap Sooyoung. Donghae senang, “Noona, kau adalah malaikat.” ucap Donghae. “Tapi sebenarnya berapa banyak yang kalian makan sehingga pemilik restoran ini sangat terkejut?“ tanya Soooyoung. “Kau tak akan bisa membayangkannya.” jawab Jessica.Donghae hanya nyengir saja. Kemudian dia melihat Yonghwa datang. “Yonghwa hyung..” panggil Donghae. “Hyung, Sooyoung noona ini yang membayarkan makananku, benar-benar malaikat.” ucap Donghae. Sooyoung yang mendengarnya jadi tidak enak. Yonghwa diam saja. “Jessica Noona aku akan mengantarmu” ucap Donghae. Jessica terkejut, “Benarkah?” ucap Sica. “Benar, wanita harus dilindungi” ujar Donghae, Jessica kagum, “Ahhh kau tampan sekali. Baiklah, Soo-ah aku pulang ya. Biarkan Yonghwa yang mengantarkanmu pulang.” ucap Jessica. Jessica dan Donghae pulang menggunakan sekuter.

Tinggal Yonghwa dan Sooyoung berdua. Situasinya terlihat kaku. Tanpa menoleh Sooyoung berkata, “Hari ini aku benar-benar kalah. Sesuai dengan perjanjian, kau boleh melakukan apapun.” ucap Soooyoung. “Penampilanmu tidak buruk, jika senarnya tidak putus kau bisa menang.” ucap Yonghwa. Sama seperti yang di bilang kakek. “Tentang waktu itu aku minta maaf“ ucap Yonghwa. “Apa?“ tanya Sooyoung. “Saat itu aku tidak menepati janji. Aku mendengar berita tentang profesor.” jelas Yonghwa. Kemudian Sooyoung bertanya, “Jika aku bertanya kenapa kau tidak datang, apakah kau akan menjawabnya?“ “Adiku sakit, tapi ibuku masih bekerja. Tidak apa-apa jika kau tidak mempercayaiku“ terang Yonghwa.
“Aku percaya padamu“ kata Sooyoung tiba-tiba. “Tentang profesor, aku tahu itu bukan kesalahanmu. Hanya saja.. jika kau tidak melakukan hal itu..”,tiba tiba Yonghwa memotong pembicaraan Soooyoung “Aku tidak peduli. Aku orang yang tidak menepati janji.” Kemudian arah pembicaraan berubah, “Janji adalah janji, aku akan menyuruhmu sesukaku.“ kata Yonghwa “Terserah kau.“ ucap Sooyoung dengan berat.

Kemudian dengan santai Yonghwa bertanya di mana rumah Sooyoung. Dengan cepat Sooyoung menjawab, “Tidak apa-apa, kau tidak usah mengantarku.” ucap Sooyoung. Dengan tersenyum Yonghwa berkata, “Aku memintamu untuk berjalan dengan arah yang berlawanan“ ucap Yonghwa. Sooyoung bete. Setelah berkata seperti itu kemudian Yonghwa menawarkan diri untuk mengantarnya tapi ini sudah jelas hanya basa basi. Kemudian mereka pulang terpisah. Yonghwa akhirnya sampai di rumahnya dan langsung mengucapkan salam kepada ibu dan adiknya. Telepon rumah Yonghwa berbunyi dan diangkat oleh ibu Yonghwa. Orang yang menelpon ibu Yonghwa itu mengaku sebagai istri dari Jung Il Woo dan ingin bertemu dengan ibu Yonghwa -Tiffany-. Tiffany terkejut mendengarnya. Akhirmya istri Jung Il Woo bertemu dengan Tiffany. Setelah berbasa-basi sebentar akhirnya istri Jung Il Woo pun mengatakan maksudnya. “Il Woo oppa hanya ingin bertemu dengan Yonghwa sekali saja.” ucap Istri Il Woo.

 

Ketika sedang selesai kuliah, Dosen Yonghwa yang cewek mengajak Yonghwa untuk kencan dan Yonghwa hanya tersenyum simpul mendengar ajakan Dosennya itu. Di lain tempat Sooyoung dan teman-temanya pun selesai kuliah dan berjalan di kampus. “Jika kau tidak mau jadi pesuruh Yonghwa  maka dengan senang hati kami akan menggantikanmu Soo-ah.” ucap Hyoyeon senang. Sooyoung tidak menanggapi candaan temannya dan malah terlihat gelisah dan takut-takut. Ketika melihat Yonghwa, Sooyoung langsung bersembunyi di balik punggung Jessica. Soooyoung  sia-sia bersembunyi karena tentu saja Yonghwa melihat Sooyoung. “Mana Handphonemu?’ tanya Yonghwa. Yonghwa langsung mengambil handphone Sooyooung dan menghubungi nomornya. “Ini supaya kau bisa ku hubungi agar aku mudah memerintahmu.” ucap Yonghwa. Ketika Yonghwa pergi sontak mahasiswa-mahasiswa tersebut mengerubungi Sooyoung dan meminta nomer HP Yonghwa.

Akhirnya Tiffany mengunjungi sebuah rumah sakit dan mengingat kata-kata istri Jung Il Woo bahwa ayah Yonghwa tidak akan memberitahu Yonghwa walaupun sebenarnya ayah Yonghwa ingin sekali bertemu dengan Yonghwa dan sangat merindukannya karena Yonghwa adalah satu-satunya anaknya. Tiffany sampai di kamar Il Woo. Ini semua sesuai harapanmu aku akan meninggal dengan bir ditanganku.” ucap Il Woo. “Tapi itu semua adalah keinginanmu sendiri.” ucap Tiffany. “Apakah Yonghwa masih memainkan gitar dan aku berharap Yonghwa tidak terjun ke dunia musik karena rasanya sangat kesepian.” ucap Il Woo. Tiffany hanya diam “Aku akan pergi.” ucap Tiffany. Ketika sudah berbalik Il Woo pun Berkata “Mianhaeyo Tiffany-ah.” ucap Il Woo. Tiffany hanya diam dengan menahan airmata mendengarnya dan tanpa mengatakan apapun Tiffany akhirnya pergi juga. Sesampai di mobil,Tiffany akhirnya tidak tahan juga dan langung menangis. Dilain Tempat Yonghwa selesai manggung di café tempat biasa. Yonghwa pun pulang. Yonghwa kaget melihat Soo jung yang tiba-tiba datang karena kondisi Soo jung yang masih kurang sehat. Tetapi Soojung  mengatakan kalau dia baik-baik saja dan karena bosan sendirian di rumah sedangkan ibu akan pulang terlambat. Yonghwa pun mengajak Soojung pulang. Sooyoung dan Jessica datang ke tempat penjual kue dan memutuskan untuk membelikan kakek sebuah kue karena kakek telah bekerja keras menolong Sooyoung selama dua hari terakhir. Soooyung dan Jessica menunggu bis di halte. Tiba-tiba Sooyoung melihat Yonghwa lewat yang sedang membonceng Soojung dengan sepeda dan mengiraYonghwa sedang kencan dengan anak kecil yang sangat tidak sepadan. Yonghwa pun mundur ketika melihatSooyoung. “Kau tahu Soojung-ah dia adalah pesuruhku.” ucap Yonghwa. Soojung pun mengajak Yonghwa untuk pergi.Yonghwa pun mengiyakan ajakan Soojung dan dengan tersenyum. “Kenapa ada type orang seperti dia di dunia ini.” teriak Sooyoung Histeris.

Tiffany duduk termenung di rumah. Yonghwa dan Soojung pun sampai di rumah dan kaget melihat ibunya yang sudah sampai di rumah duluan. Yonghwa menjelaskan bahwa Yonghwalah yang mengajak Soojung keluar untuk berkeliling. Tiffany pun mengingatkan Soojung untuk hati-hati karena Soojung masih belum cukup sehat. “Yonghwa-ah kau harus berhenti memainkan gitar karena itu tidak menghasilkan uang.” ungkap Tiffany. “Tidak seharusnya ibu yang bekerja sebagai editor musik di sebuah majalah musik mengatakan hal seperti itu, bu.” marah Soojung. Yonghwa hanya tersenyum melihat Soojung “Ada apa sebenarnya Eomma?” tanya Yonghwa. Tiffany pun masuk ke kamar untuk istirahat dan ketika Tiffany pergi, Yonghwa kembali diam dengan ekspresi yang sulit dimengerti.

Di kamar Tiffany memandangi foto-foto lama dengan Il Woo. Tiffany berbicara dengan seseorang ditelepon dan ternyata ayah Soooyoung. Ayah Soooyung menyarankan Tiffany untuk membiarkan Yonghwa dan ayahnya untuk bertemu sebelum terlambat. Tetapi Tiffany mengatakan bahwa Il Woo tidak punya hak untuk bertemu dengan Yonghwa. Ayah Sooyoung terus meyakinkan Tiffany dengan mengatakan bahwa setidaknya Tiffany melakukaannya demi Yonghwa. Tiffany datang ke kamar Yonghwa dan memandangi Yonghwa yang tertidur di samping gitarnya dan mengambil gitar kemudian meletakkan ditempatnya setelah ituTiffany pun keluar.

Pagi-pagi Soooyung sudah siap berangkat kuliah. Soooyung berpamitan pada kakeknya. Kakek menasihati supaya Soooyung tetap berlatih dengan keras agar tidak gagal seperti ketika bertanding melawan Yonghwa. Sampai di kampus, Soooyung menerima telepon dari Yonghwa. Yonghwa memerintahkan Soooyung untuk menggantikannya dikelas tapi Sooyoung menolak karena Soooyoung sendiri ada jadwal kuliah tetapi  Yonghwa tidak mau tahu dan menutup teleponnya. Sooyonug sangat kesal dibuatnya.

Yonghwa dan ibunya pergi dengan mengendarai mobil. Ibu  Yonghwa ingin membawa  Yonghwa ke tempat seorang guru gitar yang sangat ahli.  Yonghwa berkata kenapa begitu tiba-tiba tetapi ketika ibu  Yonghwa mengatakan bahwa guru gitar tersebut akan tidak punya waktu karena sangat sibuk dan menanyakan  Yonghwa apakah  Yonghwa tidak mau pergi. Tetapi  Yonghwa tetap mau pergi.

Soooynug akhirnya menggantikan  Yonghwa kuliah. Ketika diabsen Soooyoung pun menyahut dengan menyamarkan suara dan memakai kacamata, tetapi dosen mengenalinya dengan mengatakan setahu Dosen,  Yonghwa adalah seorang murid laki-laki yang tampan. Dosen bertanya apakah Soooyoung sedang merendahkan dosen. Soooyoung pun akhirnya meminta maaf dan meringis menahan malu.

Yonghwa dan ibunya sampai di tempat tujuan. Ibu  Yonghwa memberitahu nomor kamar guru gitar tersebut dan menyuruh Yonghwa untuk pergi sendirian karena tidak mau menggangu sedangkan ibunya menunggu di luar.  Yonghwa pun setuju dan keluar dari mobil. Tetapi ketika sudah tidak berhadapan dengan ibunya, seketika raut wajah Yonghwa berubah serius. Ketika sampai di depan pintu kamar ayahnya, Yonghwa menggenggam erat sarung gitarnya dan dengan memantapkan hati masuk ke ruangan ayahnya.

Di dalam ayah  Yonghwa sudah menanti dengan perasaan yang cemas dan akhirnya terdengarlah suara pintu yang diketok. Yonghwa pun masuk dan memberi hormat kepada ayahnya. Ayah Yonghwa terlihat jelas sangat senang melihat kedatangan  Yonghwa dan menyuruh  Yonghwa untuk duduk. Ayah  Yonghwa melihat  Yonghwa membawa gitar dan menyuruh  Yonghwa untuk memainkan gitar tersebut. Yonghwa langsung memainkan gitarnya.

Ayah Yonghwa memandangi  Yonghwa ketika  Yonghwa memainkan gitarnya dengan tersenyum. Ayah  Yonghwa bertanya apakah  Yonghwa yang menciptakan lagu yang dimainkan  Yonghwa dan menyuruh  Yonghwa untuk memainkannya sekali lagi kemudian ayah  Yonghwa  mengambil gitarnya dan mengikuti  Yonghwa memainkan lagu yang dimainkan Yonghwa, dan dalam diam masing-masing konsentrasi dengan gitar yang dimainkan karena untuk saat ini hanyalah suara gitar yang menjadi penyambung antara  Yonghwa dan ayahnya.

Perkuliahan pun selesai. Tetapi ketika Sooyoung akan meninggalkan kelas, Dosen memanggil Sooyoung dan menyuruh Sooyoung untuk menulis dengan menggunakan kertas A4 dengan tulisan yang padat. Dosen juga menyuruh Sooyoung untuk memberitahukan Yonghwa karena Yonghwa juga harus menulis sebagai hukuman. Sooyoung hanya bisa mengatakan ya dan minta maaf kemudian meringis dengan kesal.

Di kamar Yonghwa duduk termenung dan mengingat pertemuannya dengan ayahnya. AyahYonghwa berkata ”Aku dan gitar, inilah seluruh hidupku. Kecuali ini, kita tidak punya yang lainnya. Apakah kamu akan kembali lagi?”. Yonghwa hanya memandangi ayahnya sedang memegang gitarnya dengan tangan yang gemetaran.

Setelah mengingat semuanya Yonghwa berbaring dikasurnya dan menghela nafas yang dalam kemudian mengangkat tangannya dengan posisi seperti kunci gitar dan memandangi tangannya.

Jessica menarik-narik Soooyonug untuk masuk ke café tempat Stupid Band perform untuk memberitahukan Yonghwa tentang hukuman yang diberikan Dosen tadi. Soooyung tidak mau tapi Jessica terus memaksa sehingga akhirnya Soooyoung pun mau mengikuti Jessica. Soooyung pun melihat Yonghwa dan akhirnya duduk bersama Jessica. Stupid Band pun akhirnya mulai perform dengan menyanyikan lagu yang agak slow.  Yonghwa menyanyikan lagu dengan penuh perasaan. Saat melihat Yonghwa menyanyi, Soooyoung begitu terpesona melihat penampilan Yonghwa.

 

TBC

Akhirnya selesai juga Mian lama ngepostnya maklum banyak tugas menumpuk di tambah aku sempet kena radang tenggorokan kemarin. Mian banyak Typo bertebaran. Tetep RCL ya buat readerdeul sekalian^^

5 thoughts on “Heartstrings (심금) Part 2

  1. reinathaknight March 30, 2014 / 8:37 AM

    Woahh next makin seru ^^ akhirnya terlihat sisi lain dari Yonghwa, ya setidaknya sedikit lebih lembut

  2. Kiki (@Rizky_amelia24) April 1, 2014 / 7:04 PM

    wuahhh keren kakkkk mumpung aku belum nonotn heartstrings jadi masih rahasia gituu hehehe…
    next partnya ditunggu ya kakk ^^

    • yunilolipop April 1, 2014 / 7:17 PM

      okeoke di tunggu aja ya^^

  3. Della April 10, 2014 / 12:04 PM

    Hai semua >u< kalian Sooyoungster ??? suka dengan fanfic tentang Sooyoung ? apalagi jika pasangannya EXO ^^ kalau iya,, kalian bisa kunjungi blog ini : http://songhyerim.blogspot.com/
    NB : Trima kasih buat author, dan maaf aku numpang promo ^^

  4. Kim SooYeol May 31, 2014 / 4:35 PM

    Keren thor keren!! Lanjut!! Jarang loh ada ff sooyoung yonghwa!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s