Stolen Cat [Chapter 8]

stolen cat chapter 4

Stolen Cat – Chapter 8

Written by winterchan (@gelshaa)

Luhan, Choi Sooyoung, Kwon Yuri, Oh Sehun

PG-15 | Chaptered

Romance, College-Life

Plot & Graphics © Winterchan

get along well

***

Suara dentuman musik yang tidak begitu keras sempat terdengar sebelum akhirnya mati dalam beberapa detik. Seorang perempuan masih lengkap dengan sepasang sepatu sneakers-nya sudah terkapar lelah di lantai dingin sebuah dance studio.

Matanya tertutup nyaris tertidur, tapi kesadaran masih bisa dikendalikannya. Posisi wanita itu tengkurap, kedua tangannya ia rentangkan. Nampak sekali ia benar-benar dalam keadaan lelah.

Kret. Pintu terbuka. Lelaki berambut cokelat terang masuk ke dalam ruangan itu membawa dua botol air mineral, lalu duduk bersila tepat di samping wanita yang terkapar tak berdaya itu. Luhan –lelaki itu– mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Sooyoung –wanita yang terkapar lelah– itu.

Merasa tak ada respon, lelaki itu mendekatkan wajahnya, berniat melihat lebih dekat. Jeng jeng ternyata akhirnya dia tertidur juga setelah mati-matian mempertahankan kesadaran, terbukti dari matanya yang tertutup sempurna dan posisinya yang tak bergerak semenjak Luhan membuka pintu dan masuk.

Luhan tertawa melihat posisi Sooyoung tidur dengan posisi yang benar-benar aku-tidak-peduli-bagaimana-yang-penting-aku-bisa-tidur bahkan sepertinya wanita ini tidak mengenal tempat, padahal ini adalah sebuah dance studio.

“Sooyoung-ahIreona!” Lelaki itu mulai membangunkan sang sleeping beauty. Bagaimanapun juga, ialah Luhan yang tak mengenal belas kasihan. “Ya! Ireona! Kumohon jangan tidur di sini.” Luhan menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba menjadi agak gatal sekaligus memberi efek kebingungan pada wajahnya.

“Sooyoung-ah aku tidak mengerti bagaimana kau bisa tertidur di tempat seperti ini. Maksudku kau tidur di lantai tanpa alas,” Luhan masih berbicara sepihak.

“Choi bangunlah, kau akan merasa sakit di seluruh tubuhmu jika kau terus tidur di atas lantai.” Ups, ternyata Luhan tidaklah seburuk dan setega itu. Ia membangunkannya bukan karena tega, melainkan karena tak tega melihatnya tertidur dalam posisi tidak enak plus tempat yang dapat dikatakan tidak nyaman untuk seseorang tidur.

Gadis itu tiba-tiba membuka mata, terbangun secara ajaib setelah Luhan hampir menyerah membangunkannya. Dalam satu gerakan, Sooyoung sudah dalam posisi duduk menyila seperti yang Luhan lakukan.

Hoam… Lu, sejak kapan kau disitu? Kapan kau kembali?”

Luhan mengulurkan tangannya yang memegang sebotol air mineral dingin, dan menempelkannya tepat di pipi kanan Sooyoung, membuat gadis berambut cokelat gelap itu terperanjat oleh rasa dingin yang menyengat pipinya. Dengan sigap, ia merampas botol berisi air dingin itu.

“Ish!” Sooyoung mengusap pipinya dengan tangan, “ini untukku ya?” Luhan mengangguk lalu Sooyoung meneguknya sampai habis. “Itu memang untukmu. Mau melanjutkan latihan atau pulang?”

Wajah Sooyoung berubah penuh harapan, ia merengut mengingat ia sudah bekerja keras hari ini. Dan Sooyoung sudah terlalu malas dan lelah untuk melanjutkan latihan mereka yang seperti tiada henti ini.

“Luhan kau tidak melihat aku yang kehabisan energi ini? Kita sudah latihan berjam-jam!” keluh Sooyoung. “Kukira baru satu jam yang lalu.”

“Astaga jamku menunjukkan pukul 9 malam, Lu. Kau bilang ini satu jam sementara ini sudah lima jam,” tukas Sooyoung.

Luhan terkekeh, wajah Sooyoung yang tampak mau menyerah itu amat menggelikan baginya. “Aku hanya bercanda,” Luhan nyengir, “lagipula kau sudah bekerja keras.” Sooyoung menghembuskan nafas lega, “itu dapat kulihat darimu, kau jatuh tertidur walaupun baru kutinggalkan 5 menit,” ungkapnya disertai tawa mengejek.

Luhan menuntun kakinya menuju pojok ruangan, dimana sebuah dvd player tersimpan di sana. Luhan mengeluarkan sekeping CD dari dalam dvd player tersebut, kemudian menaruhnya dalam tas.

“Kurasa ini hampir sempurna, kita tinggal berlatih sedikit lagi, lalu merekamnya dan selesai.” Setelah Luhan mengatakannya, ia tersenyum manis. Sangat manis sampai Sooyoung ingin batuk tanpa sebab, tapi untung tidak jadi.

Terlalu malas bangkit, Sooyoung memilih mengulurkan tangan kanannya keatas. Luhan seakan mengerti, menerima uluran tangan Sooyoung dan menariknya untuk bangkit hingga keduanya dalam posisi berdiri sekarang.

***

Tik tik tik. Suara sisa-sisa air hujan yang tadi sore masih terdengar berjatuhan dari atas atap. Luhan dan Sooyoung berdiri di bawah lindungan atap kampus mereka. Kwon Yuri tadi siang sempat menawarkan untuk menjemput Sooyoung sejak Yuri tidak punya kegiatan di malam hari, dan Sooyoung langsung menyetujuinya tanpa banyak berfikir. Alasan mengapa Luhan juga ikut berdiri di sebelahnya adalah ia bilang ia ingin ikut menunggu sampai Yuri datang.

“Pulanglah duluan, aku sudah bilang kan Yuri akan menjemput,” ujar Sooyoung.

“Tidak mau.”

Sooyoung tidak ingin naik bis di malam hari karena baginya itu horror. Dan ketika Sooyoung kembali menyuruh Luhan pulang duluan karena ia tak enak hati, lagi-lagi Luhan menolak dengan alasan bahwa kampus ini lebih horror dari rumah hantu ketika malam, dan akhirnya Sooyoung berhenti bertanya. Justru malah menyuruh Luhan untuk tetap tinggal sampai Yuri datang dengan mobil barunya yang ia beli dua bulan yang lalu.

Tet. Tet. Terdengar suara klakson, lampu berwarna kuning menerangi jalan, hingga cahayanya terpantul akibat jalan yang agak basah. Kepala Yuri muncul dari jendela mobil yang terbuka. “Sooyoung-ah, ayo masuk!”

Sooyoung baru saja berjalan beberapa langkah ketika ia kembali menengok ke belakang. Menatap Luhan dengan pandangan berarti. “Luhan sebaiknya kau ikut kami, rumahmu lumayan dekat denganku bukan?”

Luhan terlihat berfikir sejenak, sebelum akhirnya mengangguk antusias. Sebenarnya inilah yang Luhan harapkan sejak tadi. Mendapat tumpangan gratis. Naik bis umum membutuhkan biaya, dan Luhan adalah orang yang kelewat hemat. Setelah mendengar bahwa Yuri akan datang menjemput Sooyoung ketika tadi Luhan mengajak pulang bersama dengan bis, ia dengan baiknya mau menunggui nona penjemput datang dengan harapan akan diajak naik mobil baru Yuri bersama-sama.

Luhan berlari kecil menghampiri mobil Yuri, lalu masuk setelah Sooyoung lebih dulu masuk. Lalu duduk di kursi penumpang.

“Soo, tidak mau di depan?” tanya Yuri sesaat setelah kakinya menginjak pedal gas.

“Tidak, aku ingin merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang supir cantik.” Sooyoung tertawa memikirkan dirinya adalah putri konglomerat yang memiliki supir pribadi yang cantik, biasanya supir adalah seorang ahjussi.

“Aish!”

“Ini sudah malam, apa kalian bekerja sekeras itu? Terobsesi memperoleh nilai tinggi, huh?”

Flashback on

Dosen berparas cantik dengan tubuh ramping bak model walaupun tidak terlalu tinggi itu melangkah memasuki kelas seni. Entah mengapa dosen ini selalu saja menggunakan pakaian serba hitam, walau sebenarnya beliau ini modis sekali. Dosen bermarga Song ini kemudian berdiri di depan kelas.

“Minta perhatian.”

“Siap!”

So students, I’m standing here to give you all your final task. I am going to divide you into several groups. In each group there will be two students who have to work together. Remember, this is your final task. So give me your best work to get a high score before long break.” Luhan menyikut Sooyoung duduk di sebelahnya, entah sejak kapan Luhan sudah berada di sebelahnya. “Sooyoung, dia bicara apa sih?”

Sooyoung terperanjat, ia hampir jantungan mengira suara sahabatnya, Kwon Yuri berubah jadi super manly. Rupanya Luhan menukar tempat duduk dengan Yuri, dengan alasan ia tidak mengerti jika dosen itu berbicara, dan Sooyoung adalah murid yang paling pintar dalam bahasa asing. Sangat tidak berguna jika ia bertanya pada teman sebangkunya, Kai karena dia sama tidak mengertinya dengan Luhan, bahkan mungkin lebih buruk.

“Astaga kukira kau mengangguk karena kau mengerti. Dulu kau selalu mendapat nilai jelek dalam bahasa Inggris kan? Mengakulah.” Sooyoung tersenyum mengejek.

Luhan merengut kesal, hal yang berhubungan dengan akademik bukanlah hal yang disukainya. Wajar, sejak dulu nilai bahasa Inggrisnya sering kali di bawah rata-rata. ‘Salahkan guru sok Inggris yang sedang berceloteh panjang kali lebar itu! Sudah tau ini Korea masih saja menggunakan bahasa asing’ Luhan menggerutu tanpa suara.

Dosen Song, yang adalah seorang bule campuran Amerika dan Korea bicara panjang lebar. Entah mahasiswa-mahasiswi disana mengerti atau tidak, yang jelas semuanya mengangguk-angguk seolah paham sepenuhnya.

“Ya aku tahu dia memang pindahan dari Amerika, tapi seharusnya ia menggunakan bahasa nasional! Aku saja yang dari China bisa menguasai bahasa Korea dengan baik, kenapa dia tidak? Sok Inggris sekali, ini kan Korea! Dia pasti ingin pamer ke-bule-annya,” bisiknya pelan. Luhan tidak mau mencari masalah dengan dosen bule ini dengan mengatakan hal buruk tentangnya keras-keras.

Sooyoung tertawa tertahan. “Astaga Luhan. Baiklah-baiklah aku akan menjadi translator untukmu.”

I’ll announce the detail information, listen carefully because I won’t repeat it twice.” Dosen Song menghirup nafas dalam-dalam lalu mulai menjelaskan segala sesuatunya dengan panjang lebar. Luhan menjadi orang yang menyebalkan, berulang kali menanyai Sooyoung dan wanita itu dengan sabar menjelaskan setiap hal yang dijelaskan Dosen Song. Berulang kali pula Luhan menanyakan hal-hal yang sebenarnya sudah Sooyoung jelaskan.

Dosen Song telah selesai membagi kelompok. Beberapa murid terlihat mengacungkan tangan, baru saja akan membuka mulut, Dosen Song kembali berbicara.

You won’t get good scores unless you follow my instructions.

Akhirnya murid-murid tadi menurunkan tangannya, juga mengurungkan niatnya untuk mencoba bernegosiasi barangkali boleh dipasangkan dengan yang lain. Tapi sepertinya tidak ada istilah negosiasi karena Dosen Song tidak pernah sekalipun menerima protes, bagaimanapun bentuknya.

“Dia bicara apalagi?”

“Kita tidak akan mendapat nilai yang bagus kecuali mengikuti semua instruksinya,” jelas Sooyoung. “Tadi aku mendengar namaku disebut bersamaan denganmu. Apa kita dalam satu kelompok?” Sooyoung mengangguk mengiyakan, “baru saja aku akan protes, tapi begitulah, ia tidak akan menerima protes dalam bentuk apapun.”

“Choi, kau beruntung bisa bekerja sama denganku. Kau tahu kan aku adalah dancer terhebat seantero sekolah. Semua orang mungkin ingin berada dalam posisimu.” Luhan menarik kerahnya, menampilkan ekspresi sombong.

“Kai lebih baik dalam hal apapun dibanding dirimu, tahu!”

Flashback off

 

Sooyoung mengangguk antusias. “Tentu saja! Memangnya kau tidak ingin nilai tinggi, huh?” Yuri mengangkat bahunya, “Kita sudah berlatih sangat sering, aku butuh libur. Astaga lelaki gelap bernama Kai itu benar-benar hobi kerja rodi. Latihanku bahkan lebih melelahkan darimu, Choi. Dia tidak mengenal kata istirahat. Sungguh aku akan membunuhnya jika nanti tidak mendapat nilai tinggi.”

Sooyoung tertawa renyah, apa Yuri lupa bahwa Kai adalah teman dekat Luhan? Membicarakan seseorang di depan temannya sendiri, astaga. “Lu, kuharap kau akan menutup mulut soal ini,” tukas Yuri dan dibalas oleh acungan jempol Luhan.

Hujan kembali turun malam itu, bulir-bulir air membasahi seluruh permukaan mobil. Hingga jalanan tak dapat dilihat akibat derasnya air hujan.

Orang bilang, bahwa hujan dapat membuat tidur lebih nyenyak, dan membuat rasa kantuk cepat menyergap.

Hoaam. Sooyoung menguap. Ia ingat tadi tidurnya sempat tertunda, terlebih lagi malam kemarin dirinya harus begadang sampai pukul 2 pagi. Sekarang, rasa kantuk itu menyergapnya mati-matian sehingga Sooyoung pun harus menahannya mati-matian.

Sooyoung tidak mau kejadian-kejadian di drama terjadi padanya. Sungguh itu tidaklah keren.Tetapi suasana hening mampu membawanya memasuki alam mimpi. Jika saja Yuri menyetel lagu rock di music player di mobilnya, Sooyoung tentu tidak akan tertidur biarpun ia mengantuk melebihi apapun. Tapi justru lain cerita, Yuri memilih menyetel musik klasik yang dihasilkan dari suara gitar yang mendayu-dayu.

Akhirnya. Sooyoung memejamkan matanya, jatuh tertidur. Awalnya memang Sooyoung tidur secara normal, biasa, dan tak ada kejadian tertentu yang terjadi padanya, sebelum akhirnya kejadian yang menurut Sooyoung tidak keren terjadi. Kepala Sooyoung bergerak seraya mobil Yuri menikung di tikungan, dan dengan tidak sadar Sooyoung menjatuhkan kepalanya dengan tidak tepat. Iya tidak tepat. Mobil Yuri berbelok kekiri, sehingga kepala Sooyoung bergerak ke kanan dan sukses membentur kaca mobil sehingga menimbulkan suara jedak yang tidak indah.

Terdengar rintihan kecil dari Sooyoung.

Yuri yang mendengar itu hanya menghela nafas, “Aigoo Sooyoung-ah.” Luhan menengok ke samping kanan, melihatnya dengan tatapan iba, namun memilih membiarkannya. Toh Sooyoung tampak tidak peduli dengan kepalanya yang sempat terbentur dan malah melanjutkan tidurnya.

Tetapi baru saja Luhan berniat ikut tertidur, dirasanya sesuatu membentur bahunya. Kali ini kepala Sooyoung terbentur lagi, tapi tidak ke kaca mobil melainkan bahunya yang menganggur. Tidak mungkin Luhan menyingkirkannya karena itu sangatlah tidak keren, bukan juga perbuatan yang gentle. Akhirnya Luhan ikut menyandarkan kepalanya di atas kepala Sooyoung yang sudah lebih dulu bersandar di bahunya. Sehingga posisinya bisa dibilang so sweet, layaknya drama romantis. Dia juga sama mengantuknya rupanya. Lalu tak lama Luhan jatuh tertidur juga.

Yuri yang semenjak tadi terdiam, meilirik keduanya melalu cermin kecil yang berada di langit-langit mobil. Tampaklah ukiran bibir yang melengkung keatas sedikit, tepatnya smirk.

***

Waktu menunjukkan pukul 3 p.m ketika Luhan mengecek jam dinding yang berada di tembok dance studio. Kali ini ia datang lebih awal dari perjanjiannya dengan Sooyoung. Tubuhnya ia sandarkan di tembok dengan earphone yang bertengger di kedua telinganya.

Kret. Pintu berkaca buram itu terbuka, seseorang dari balik pintu muncul. Luhan mendongakkan kepala ke arah asal suara, dilihatnya Sooyoung baru datang menenteng tas. Luhan terperangah, entah mengapa menurutnya musim panas ini dirinya bertambah cantik.

sooyoung_snsd_shorts

Berterimakasihlah pada musim panas, sehingga tampak wajar jika Sooyoung datang menggunakan kaos belang hitam putih dengan lengan baju yang sampai sikutnya dan bagian bahu yang agak terbuka, dipadukan dengan high-waist denim shorts yang membuatnya terlihat sempurna dengan sepasang kaki super-model-like miliknya. Tak lupa sneakers berwarna putih yang terlihat mahal sebagai penutup dari penampilannya hari ini. ‘She looks hot’.

Sehingga Luhan memerlukan waktu beberapa detik untuk menyadarkan dirinya sendiri, bahkan ia lupa untuk berkedip jika saja Sooyoung –wanita yang baru saja dibicarakan– tidak tiba-tiba berdiri di hadapannya dengan tangan yang dilipat di depan dada.

“Apa yang kau lihat?” ucapan Sooyoung terdengar galak. Dan sebagai balasan, Luhan menggeleng kaku, merasa bahwa ia telah tertangkap memperhatikannya sejak tadi. “Kau… terlihat berbeda,” lanjutnya setelah sekian detik tenggelam dalam pikiran, memilih kalimat yang tepat.

“Ucapanmu terdengar ambigu, berbeda? Apa yang beda? Maksudmu aku sangat cantik?” tanyanya lalu sedetik kemudian cengiran menyusul ucapannya.

Luhan terdiam beberapa saat, “anggap saja begitu,” ucapnya pelan. Sooyoung berhenti menunjukkan cengirannya, digantikan wajah bingung. Pasalnya Sooyoung hanya bercanda, dan ia tidak menyangka lelaki itu menganggapnya serius. Kini Sooyoung menunjukkan wajah tak kalah seriusnya. Ia berlari mendekati Luhan, lalu duduk di depannya.

“Woah kau tidak berbohong bukan?” Sooyoung mengepalkan kedua tangannya di depan dagu, lalu menatap Luhan dengan matanya yang bersinar-sinar. Luhan memajukan kepalanya tiba-tiba, “Aku berbohong,” ucapnya kemudian tersenyum misterius. Sedetik setelah itu Sooyoung mendorongnya kasar.

Tapi tanpa diduga, Luhan menarik lengan Sooyoung kembali, lalu mendorongnya ke tembok. Ia lalu menumpukan tangan kanannya di tembok tepat di samping kepala Sooyoung, sementara tangan kirinya menggantung bebas. “Heh mau apa kau?” ucapnya galak. Tak dapat dipungkiri ada sedikit kegugupan yang tiba-tiba melandanya.

“Menurutmu?” Luhan mendekatkan wajahnya. Entah dorongan darimana, bisa jadi Luhan sempat terbentur sesuatu. Sooyoung di sisi lain merasa heran sekaligus cemas, seingatnya dahulu sekalipun ia sering memarahi Luhan, ia tidak pernah sekalipun bertindak anarkis dengan memukul kepalanya dengan batu hingga membuat dirinya berperilaku super aneh. Jadi ia yakin, Luhan sengaja membenturkan kepalanya ke tembok.

Sooyoung semakin gugup menghadapi si chinese yang bertingkah aneh dan yang menurutnya berbahaya.

“Heh mau apa kau?!” hanya senyuman misterius yang muncul di wajah Luhan. Sooyoung bahkan mampu merasakan hembusan nafas Luhan dari jarak sedekat ini, tinggal menutup jarak dan semuanya akan berakhir sampai suara dari samping mereka terdengar, itu suara pintu. Wajah pria berparas tampan muncul dari balik pintu kaca buram itu.

Oh Sehun –lelaki yang membuka pintu– itu malah terdiam tanpa kata sampai akhirnya berbicara, “Err maaf mengganggu.” Sooyoung secepat kilat menengok ke samping, lalu dengan tega memukul kepala Luhan, reaksi reflek secepat kilat yang dilakukan Sooyoung jika sedang gugup. Sehingga si chinese itu meringis.

“Oh hai, Sehun!” sapa Sooyoung awkward, tak lupa memberi senyuman yang tak kalah awkward.

“Maaf mengganggu privasi, tapi kalian sebenarnya bisa mengunci pintu.” Sehun tersenyum mencurigakan, bahkan menaik-turunkan alisnya.

“Apa yang kau bicarakan bodoh? Sekarang kenapa kau di sini?” tanya Sooyoung.

“Dari caramu berbicara, sepertinya kau tidak suka aku di sini,” jawab Sehun, “Luhan hyung belum memberi tahu? Akulah sang cameraman sewaan Luhan-hyung. Sekarang percepatlah karena aku punya banyak jadwal.” Sehun menilik jam tangan hitamnya, sementara Sooyoung mendecih.

“Aku membawa kamera mahal, jadi sudah pasti hasilnya akan bagus. Sebaiknya rekaman dimulai dengan cepat, cepatlah ambil posisi!” Sehun mengeluarkan kamera mahalnya dari dalam tas, kemudian merangkainya hingga kamera itu dalam posisi berdiri.

“Sehun-ah, kau bilang cepat-cepat tapi kau sendiri tidak berhenti berbicara,” tukas Luhan. Sehun hanya mengedikkan bahu.

Kemudian Luhan dan Sooyoung mengambil posisi sementara Sehun menyetel sebuah lagu, lalu menyalakan kameranya dan mulai melakukan rekaman. Jika kau menanyakan rekaman yang dimaksud, ini adalah proses rekaman hasil kolaborasi dance Sooyoung dan Luhan untuk tugas akhir yang diberikan oleh Dosen Song.

Keduanya kemudian mulai bergerak mengikuti irama musik yang terputar, sesuai hasil latihan yang mereka tempuh selama hampir dua bulan. Dan dengan angle yang tepat, Sehun si cameraman dadakan merekamnya.

Cut!

Rekaman selesai. Dan penampilan memang berlangsung nyaris sempurna, atau memang sempurna? Ketiganya kemudian menonton ulang hasil rekaman, dan tak ada kesalahan terdeteksi. Kalau kalian bingung dance apa yang sebenarnya mereka lakukan, itu ada pada imajinasi kalian, bayangkan sebuah koreografi dance yang melibatkan  satu perempuan dan satu lelaki.

Setelah melihat sampai rekaman habis, Sooyoung tersenyum bangga, “Ya Tuhan, aku tidak menyangka, tarianku sebagus itu.”

“Itu karena akulah partnermu, makannya terlihat sempurna.”

“Siapa dulu yang merekamnya, cameraman mengambil peran penting, asal kalian tahu.”

Gadis bermarga Choi itu memutar matanya malas, berhadapan dengan kedua orang yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi terkadang melelahkan, jadi sebagai pilihan terakhir, mengangguk atau mengiyakan setidaknya membuat mereka cepat berhenti mengoceh.

Sooyoung menyerahkan sebuah kabel data pada Sehun yang sibuk mengutak-atik kamera. “Sehun-ah kirimkan datanya padaku sekarang, aku akan mem-burning-nya ke dalam CD.”

Luhan menahan tangannya yang masih terjulur memegang kabel data, kemudian menggeleng seraya tersenyum manis. “Tidak usah, biar aku yang melakukannya. Kau sudah bekerja keras.” Sehun berdehem, adegan itu terlalu dramatis di mata Sehun. Ia merasa dirinya menjadi orang ketiga di sini.

“Yakin? Ya sudah, jika itu tidak merepotkanmu.”

“Kalian perlu jasa edit video? Supaya video kalian terlihat profesional,” Sehun bercakap  memecah suasana dramatis yang tengah berlangsung, “tapi itu membutuhkan 50.000 won.” Dan diakhiri dengan sesi promosi. Sehun memang mengikuti klub IT, klub yang berisi orang-orang pecinta teknologi informatika ketika SMA.

“Cih, mengedit adalah keahlianku. Aku tidak akan menghabiskan uang demi mendapat hasil edit yang bahkan tidak lebih bagus dariku,” ujar Luhan. Ia kemudian menengok ke arah Sooyoung kembali, “kapan deadline-nya?”

“Seminggu dari sekarang. Mau menyerahkannya bersama?” tawar Sooyoung.

“Tentu. Setelah selesai, aku akan menghubungimu.”

***

Sooyoung berjalan santai melewati beberapa kelas di lorong gedung kampus. Hawa pagi masih terasa benar hingga Sooyoung beberapa kali berusaha merapatkan jaketnya. Belum lagi suasana sekolah yang bisa disebut sepi, hanya ada beberapa mahasiswa anggota organisasi yang terlihat sibuk. Sooyoung memasang earphone-nya kemudian melanjutkan berjalan. Duh Sooyoug bahkan baru sadar letak kelasnya yang ternyata lumayan jauh.

Baru setengah menit mendengar lantunan lagu, tiba-tiba sesuatu menghantam pundaknya, maksudnya tangan seseorang menghantam kedua bahunya, orang itu adalah Luhan jika kau bertanya. Nafasnya tersengal, seperti habis berlari. Sooyoung mengacuhkannya dan tetap berjalan, mengira bahwa orang itu pasti Yuri. Suara larinya yang grasak grusuk saja bahkan Sooyoung tak menyadari.

Orang itu melepas salah satu earphone Sooyoung, sehingga mau tak mau Sooyoung melirik ke belakang. Sooyoung mengerang, “Yuri-ya!”

“Err maksudku Luhan,” ralatnya setelah benar-benar melihat orang yang berjalan membuntutinya.

Luhan menunjukkan sekeping CD lengkap dengan wadahnya yang berwarna bening di depan wajah Sooyoung. Sooyoung merampas benda itu, kemudian beralih menatap Luhan dengan pandangan kagum. “Woah, secepat ini?”

Luhan mengangguk bangga, “aku hanya membutuhkan waktu dua hari.”

“Berapa biayanya? Maksudku harga CD beserta tempatnya?”

Sooyoung merogoh tasnya, mencari sebuah benda berisi uang. Ia merasa tak enak hati jika Luhan yang membeli semuanya, belum lagi Luhan itu anak yang kelewat hemat. Pasti berat untuknya megeluarkan uang. Cepat atau lambat, anak itu pasti akan menagih Sooyoung dan menyuruhnya bayar.

“Tidak perlu.”

“Tapi kau sudah bekerja banyak, biar aku yang membayar,” sanggah Sooyoung kembali.

“Bukan maksudku kau tidak perlu membayar, hanya saja kau harus membayarnya dengan sesuatu yang lain.”

Sooyoung mengerutkan keningnya bingung, “Apa?”

Luhan kemudian menggulirkan bola matanya ke atas, terlihat sedang berfikir, “itu akan kupikirkan nanti.”

“Sebelum diserahkan ke Dosen Song, berniat mengeceknya dulu?” tawar Luhan. Sooyoung kemudian mengangguk antusias. “Kajja!”

Sooyoung langsung melesat menuju bangkunya bersama Yuri, lalu duduk di bangkunya, diikuti Luhan yang duduk di bangku Yuri yang kosong. Dilihatnya Luhan mengeluarkan sebuah macbook dari dalam tasnya lalu menaruh benda itu di meja dan menyalakannya.

Sooyoung mengernyit, Luhan memiliki barang-barang mahal nan bermerek, tapi kenapa pelit sekali dalam hal moneter?

“Kau benar-benar menyiapkan semuanya ya?”

“Tentu.”

Di tengah-tengah sesi menonton, seorang perempuan berambut cokelat dengan blonde di bagian bawah datang memasuki kelas. Lalu menaruh tasnya di atas meja, tepat di sebelah macbook milik Luhan.

“Kalian sering terlihat berdua ya akhir-akhir ini,” ucapnya tiba-tiba.

Sooyoung menjawabnya tanpa memandang sang pemilik suara, ia hapal betul bagaimana suara sahabatnya. “Yul, kami dalam satu kelompok. Sangat tidak lucu jika kini aku sering terlihat bersama Kai.”

Gadis itu mengedikkan bahunya, “tapi aku rindu masa dimana kalian bertengkar tanpa henti, saling melempar tatapan bak laser, juga saling lempar kata-kata super pedas.”

Setelah selesai pada kegiatannya, Luhan menutup macbook-nya lalu memasukkan benda tipis berwarna abu-abu itu ke dalam backpack hitamnya.  “Kau melewatkan aksi cakar-jambak yang pernah aku dan Luhan lakukan, asal kau tahu Yul.”

Kwon Yuri membulatkan matanya lebar-lebar, “Benarkah? Kalian separah itu?”

“Bercanda. Jika itu terjadi mungkin aku sudah kelepasan membunuhnya dibanding mencakarnya,” jelas Sooyoung seraya menggerakkan bola matanya ke arah Luhan sekilas.

“Tunggu, video kalian sudah selesai? Cepat sekali,” tanya Yuri setelah menyadari Luhan sedari tadi memegang sebuah benda yang sudah terkemas rapi, “boleh lihat?”

“Tidak,” ucap keduanya bersamaan. Yuri merengut, “kenapaaaa?”

“Rahasia,” jawab Luhan pendek. “Kau boleh melihatnya kalau nanti kami dapat nilai A.”

Luhan kemudian beranjak dari duduknya, lalu memindahkan tasnya ke bangkunya yang ia tempati bersama Kai.

“Sooyoung-ah ayo temui Dosen Song!”

“Apa ini tidak terlalu cepat? Maksudku kita bisa saja memberikannya beberapa hari lagi ketika Dosen Song mengajar di kelas,” ujar gadis bermarga Choi itu.

Luhan menjawab dengan mengedikkan bahunya tak peduli, “barangkali kita dapat nilai plus kalau menyerahkannya cepat. Kajja!”

***

Luhan dan Choi Sooyoung memasuki sebuah ruangan setelah adanya instruksi yang menyuruh keduanya masuk terdengar. “Silahkan duduk.” Luhan dan Sooyoung menuruti.

Seonsaengnim, ini tugas akhir kami.” Luhan menaruh CD tersebut di atas meja Dosen Song. Luhan mungkin tidak sadar kalau Dosen Song kali ini berbicara bahasa Korea, entah karena beliau mendengarkan bisik-bisik keduanya ketika di dalam kelas atau bagaimana.

“Woah kalian sangat cepat, kalian yang pertama menyerahkan, for your information,” nada dosen ini terdengar ceria dari biasanya, “siapa nama kalian?” dosen itu mengeluarkan sebuah catatan dan sebuah pulpen.

“Luhan dan Choi Sooyoung, Seonsaengnim,” jawab Luhan kalem.

“Baiklah, kalian boleh keluar sekarang.”

Luhan dan Sooyoung beranjak berdiri, memberi bow sembilan puluh derajat, sebelum akhirnya melangkah meninggalkan ruangan tersebut.

“Huah, rasanya benar-benar lega setelah tugas selesai kau tahu, rasanya seperti beban di bahuku runtuh semua. Aku bahkan merasa lebih ringan,” ucap Sooyoung ketika mereka tengah berjalan kembali ke kelas.

Thanks to the handsome Luhan.” Luhan membenarkan kerahnya lalu tersenyum sombong.

“Ya ya terserah.”

Kelas sudah terisi hampir penuh oleh mahasiswa-mahasiswi ketika perjalanan mereka terhenti sampai di kelas mereka. Sementara Luhan menuju bangkunya bersama Kai, Yuri melambaikan tangan, menyuruh Choi Sooyoung untuk segera mengambil tempat duduk di sebelahnya. Karena 5 menit lagi pelajaran si dosen botak nan killer akan dimulai.

Beliau tidak memberi toleransi terhadap mahasiswa telat dan yang membuat keributan. Dan Sooyoung pernah menjadi salah satu victim-nyaia pernah masuk kelas dengan terlambat dan berakhir dimarahi di depan seluruh anak kelas biarpun hanya terlambat 2 menit. Lalu Luhan datang 3 menit kemudian dengan nafas yang tersengal-sengal sehabis berlari dari depan gerbang sampai pintu kelasnya, berharap si dosen belum datang. Namun sayangnya, ia mengalami bad luck. Si dosen sudah sibuk memarahi siswa lainnya yang tak lain adalah Choi Sooyoung. Akhirnya keduanya dijatuhi hukuman telak berlari mengelilingi lapangan basket 5 putaran.

Sooyoung tertawa kecil mengingat kejadian sial yang menimpanya sekitar 4 bulan lalu itu.

“Sooyoungie kau masih sehat kan? Aku jadi khawatir melihatmu tertawa tanpa sebab begitu.”

“Sialan kau Kwon.”

Tanpa gadis itu sadari, seseorang yang terletak 2 bangku di seberang sebelah kanannya tengah memperhatikannya, orang itu ikut tersenyum sekilas. Dan aksinya terhenti ketika dosen yang baru saja dibicarakan memasuki kelas menenteng sebuah tas hitam. Kehadirannya bahkan nyaris tanpa suara, mereka tentu tak akan menyadarinya jika saja tidak melihat pantulan bayangan beliau yang tengah on the way menuju kelas melalu kaca jendela yang terletak di atas.

Ia melirik gadis itu untuk yang terakhir kalinya sebelum akhirnya membuka sebuah buku tebal dan sebuah binder khas anak kuliah.

–To Be Continued–

***

*) Aduh ini chapter ancur banget ._.V tadinya pengen bikin SooHan moments tapi kenapa jadi gini jadinya T.T

Yaudah deh ya, kalian tetep harus komen. Udah ya bye author pamit🙂 /backsound taeyeon – bye/

53 thoughts on “Stolen Cat [Chapter 8]

  1. kartika March 21, 2014 / 5:14 AM

    aiihh.. ini part paling manis menurutku. cielah luhan-sooyoung makin nempel aja nih? yang awalnya tom&jerry jadi romeo&juliet *aku ngomong apaan coba?* pokoknya suka deh sama part ini. kelanjutannya selalu ditunggu. hwaiting thor^^

    • winterchan March 23, 2014 / 10:55 PM

      hehehe makasih udah suka😀
      sip makasih ^^

  2. syoohmy March 21, 2014 / 6:59 AM

    Cieeee soohan udah deket,sehun kenapa harus masuk tadi._.!sekarang soohan gak berantem berantem lagi yaaaa!ff nya daebak !next ditunggu!😀

    • winterchan March 23, 2014 / 10:55 PM

      sehun sekali kali jadi perusak suasana gapapa :v
      sip tunggu ya😀

  3. Vi March 21, 2014 / 7:03 AM

    Hayo sapa tuh yg lirik2?

  4. winda March 21, 2014 / 9:47 AM

    Yang lirik2 luhan kan?? Bukan kai kan??
    Ngebayangin Soo sama Luhan beneran jadi partner dance..
    Next part selalu ditunggu…

    • winterchan March 23, 2014 / 10:57 PM

      siapa ya, author juga gak tau /plak
      sama aku juga ngebayangin wkwk
      oke tunggu ya😀

  5. FAnoy March 21, 2014 / 10:19 AM

    Mian baru komen..aku baru tahu kalo ada ff ini *bow..soohan moment soswit..aaaa..ngefly unn..sehun pengganggu ah..tapi sehun tetep unyu(?) *gaknyambung..keep writing..fighting ‘-‘)9

    • winterchan March 23, 2014 / 10:59 PM

      gak papa kok🙂
      sehun biar pengganggu tapi dia tetep suami aku kok :v
      oke makasih😀

  6. emmalyana25 March 21, 2014 / 12:31 PM

    keren keren!!
    suka part ini..
    SooHan makin nempel ciaaa..
    so sweet sumpah..
    next ditunggu🙂

    • winterchan March 23, 2014 / 10:59 PM

      makasih makasih😀
      oke tunggu aja ya ^^

  7. yeni swisty March 21, 2014 / 12:53 PM

    asikk, ada kemajuan buat SooHannya, and si SooHan udah mulai saling jatuh cinta nih kayanya🙂

    next part di tunggu ;’)

    • winterchan March 23, 2014 / 11:00 PM

      soohan gerakan perubahan /plak
      bisa jadi bisa jadi /?
      oke tunggu ya🙂

  8. miss_sooyoungster10 March 21, 2014 / 2:06 PM

    Cieee…Udah akrab nih~(^ム^)
    Next..Next..Next..
    **Jangan lama2 yaa😜

    • winterchan March 23, 2014 / 11:01 PM

      kan soohan gerakan perubahan /plak
      sip sip😀

  9. Amel Ryriis March 21, 2014 / 3:49 PM

    Cieee…mkin akrab aja nih soohan😀
    next partnya di tnggu thor😉

    • winterchan March 23, 2014 / 11:02 PM

      wkwkwk ‘-‘
      sip thanks for reading ya😀

  10. shin hyun young March 21, 2014 / 6:07 PM

    Aciyee.. Ciyee.. Yg udh mulai deket ciyee..

  11. @ggcsy24 March 21, 2014 / 9:24 PM

    ciee soohan mulai akur🙂 gitu dong, jangan berantem terus ..next thor🙂

    • winterchan March 23, 2014 / 11:03 PM

      soohan gerakan perubahan :v
      oke🙂

  12. sooyoungie March 21, 2014 / 10:36 PM

    wkwk pasti mereka udh mulai suka . Lanjut thor

  13. Elisa Chokies March 23, 2014 / 2:44 AM

    Wah.. wah yang lagi pedekate makin deket nih ye~
    ga ancur kok malah ini yg aku suka dari part lain, kenapa? karena momen Soohan nya sweet plus bikin dag dig dug waktu Luhan mojokin Soo, tapi yah gitu ada nyamuk satu nganggu #lirikSehun . Tapi serius itu bener Lu mau cium Soo? atau cuma iseng?

    • winterchan March 23, 2014 / 11:05 PM

      gapapa biarpun nyamuk dia tetep suami aku kok /plak
      dia cuman iseng kok :v
      thanks for reading ya😉

  14. wufanneey March 25, 2014 / 9:27 AM

    MANIS!
    SOOHAN OMG SWEETNESS OVERLOAD!
    LUHAN BARU NYADAR SOOYOUNG ITU CANTIK HUH? KEMANE AJE LU BANG?
    #ganyante
    ah [pokoknya suka part ini suka banget gelshaaaaa xD

    • winterchan March 25, 2014 / 4:33 PM

      aku manis? ya ampun makasih /salah/
      mata luhan belum diperiksa hehe
      makasih ka fanneeeeey ♥♥♥♥♥

  15. Choi Anna April 3, 2014 / 4:12 PM

    Huaaa ini ff favorit aku loh, part yg ini jg manis semanis madu wkwk xD soohan couple biass!! Lanjut thor jan lama lama😉

    • winterchan April 4, 2014 / 1:03 PM

      hehehe makasih😀
      sip sip tunggu aja ya😉

  16. Park Choi April 3, 2014 / 5:25 PM

    Kyaaaa daebak!! Ahhh suka bgt sm part yg ini sumvett.NEXT!!!!!!!!!!!!!!!! :*

  17. Xi Anjani April 3, 2014 / 5:28 PM

    Haha soohan kopel suka bgt.. ffnya jg bagus^^ next part ditunggu

  18. Afifah Atika Anjani April 3, 2014 / 6:00 PM

    Azekk dahh lulu oppa curi curi pandang nii yeh… Gue dukung bgt klo luhan sama sooyoung jd kekasih kkk lanjut ne! ;D

    • winterchan April 3, 2014 / 8:42 PM

      okesip🙂 thanks for reading🙂

  19. Kim Lutfyana April 3, 2014 / 6:09 PM

    Omo!
    Omegat!
    Astajim! Gila ini ff KEREN REN REN wakakak *gakwaras* gegara ni ff gue jadi cinteh SOOHAN COUPLE<3 ff ini tetep harus di lanjut! GPL okeh thor! Gue tunggu yehh muahh😀

  20. lania fa'andyto April 3, 2014 / 6:22 PM

    Kenapa mengapa bagaimana bisa epep ini bagus sekalii?? Huaaaaa #terhura castnya juga pas pass banget malah! Luhan sooyoung! Paporit akohh #alay hahaha kembang kan nak #ngomong ala emak2 wkwkwk lol xD ailop dis epep, next ailapyu/?

    • winterchan April 3, 2014 / 8:41 PM
        Ya ampun haha perasaan ff aku ga sebagus itu deh, tapi makasih ya😀
  21. DinaYeollie April 3, 2014 / 6:29 PM

    Dpt ff soohan kren bgt hehe next🙂 thor buat jg dong ff sooyoung chanyeol ya gomawo^^

    • winterchan April 3, 2014 / 8:40 PM

      Makasih hehe😀
      oke sip insya allah ya🙂

  22. Oh Naffa April 3, 2014 / 6:36 PM

    Ciee luhan udah mulai suka sama sooyoung nih, luhan lirik2 sooyoung nih hahahah dkung bgt couple ini daebak! Next lanjut next lanjut next ingat jgn lama2 ngepost nya wkwk😀

  23. csyou April 4, 2014 / 8:17 AM

    PART INI MANIS SEKALE SEPERTI TOBELI/? KEREEN THOR!!

  24. Rizky Amelia April 21, 2014 / 2:07 AM

    Ciee SooHan udah saling jatuh cinta nihhh hahaha… pake lirik lirikan lagi
    Gak bakal ada pho kan ini unnie ?

    Next partnya ditunggu eonni^^

    • winterchan April 21, 2014 / 9:08 PM

      pho? gak kok, ga kepikiran kesana, kalo ada pho kemungkinan ffnya bakal lebih panjang, sedangkan aku pengen ff ini cepet selesai u,u

      siap😉

  25. mrn June 6, 2014 / 1:48 PM

    Debak!

  26. Rifqoh Wafiyyah June 26, 2014 / 8:30 AM

    soohan mkin sweet…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s