Jiyoung – Chapter 04

Jiyoung-poster

Title: Jiyoung

Author: Fanneey and Fadhilah

Genre: Thriller, Psycological, Romance

Rating: PG – NC+17

Length: Chaptered

Pairing: Crack

Cast(s): Choi Sooyoung [SNSD], Yoon Doojoon [BEAST], Bae Suzy [Miss A], Kang Jiyoung [KARA], Min Yoonki [BTS], Park Jimin [BTS], Kim Taehyung [BTS], Choi Sulli [f(x)].

Summary: Choi Sooyoung mengakhiri masa mengajarnya dengan menyelidiki fakta kematian para siswi yang mengerikan.

Warning: Full of typos, death characters, NO CHILDREN ALLOWED!

***

 

 Chapter Four – Murder

 

Tepat 03.30 PM, dimana sekolah usai, warga sekolah sudah berpulang ke tempat masing-masing. Namun Choi Sulli baru datang ke sekolah, seorang diri. Berdiri kaku di depan pintu ruang Kepala Sekolah. Sulli memegangi map merah berisikan berkas-berkas penting yang bersangkutan dengan syarat perpindahan sekolahnya. Sulli terus menundukkan kepalanya sambil mencengkram map itu erat-erat. Rambut panjangnya basah dan lepek, pakaian seragamnya kusut, sepatunya kotor sehabis menginjak lumpur. Siapa pun yang melihatnya kini, pasti akan menyangkanya gelandangan jika tidak gila.

“Wah, wah, wah… Lihat siapa yang berani datang ke sekolah.” Choi Sulli menoleh saat terdengar sebuah suara dari arah belakangnya. Bae Suzy dan kelompoknya.

Choi Sulli mengangkat wajahnya, ia tak berkata apa-apa. Keluar dari rumah saat Tiffany sedang berbelanja ke pasar dan berjalan kaki susah payah ke sekolah untuk tujuannya menyerahkan data perpindahan sekolahnya, bukan alasan untuk menemui anak-anak  bengis macam mereka.

Suzy mengisyaratkan sesuatu pada Taehyung. Taehyung tersenyum sinis dan menarik tangan Sulli, memaksanya ikut. Tidak biasanya, Sulli menurut tanpa banyak bicara, Jimin pun hanya sedikit melirik pada anak perempuan itu. Sedangkan Suga? Kalian bisa menebak apa yang dia lakukan sekarang. Berjalan, dan diam.

Sekolah sepi. Semua sudah pulang. Tak akan ada yang melihat. Tak akan ada yang tahu lagi. Dan, kini mereka bisa berpesta menghabisi si anak perempuan Choi pembawa sial.

Diawali dengan Suzy mendorong tubuh Sulli keras-keras sampai menghantam tembok. Sulli kesakitan, ia terjatuh sambil memegangi perutnya. Taehyung mengambil alih map-map Sulli dan mengeluarkannya kertas-kertas di dalamnya, melempar-lemparnya sembarangan, menyobeknya tak bersisa, lalu menginjakinya. Jimin berjongkok, ia menunduk untuk menyetarakan wajahnya dengan wajah Sulli. Kemudian Jimin menjambak rambut Sulli membuat anak perempuan itu menatap matanya. Sulli merintih kesakitan, tapi tak berusaha melawan. Ketiga anak itu mencapai kegilaan saat mereka menampar wajah Sulli bergantian, menguapkan emosi masing-masing, tak terkendali.

“Gara-gara kau! Saekki! Choi Sooyoung membuatku meminum darahmu! Kau pasti tertawa bahagia di rumahmu yang nyaman itu, iya kan?!” Sulli hanya bisa menatap nanar ketika Jimin semena-mena meneriakinya.

“Tidak berguna!” bahkan Kim Taehyung si penakut pun kini berani membentaknya tanpa ampun.

“Enyahlah ke neraka!” Suzy menyumpah serapah setelah puas melihat wajah Sulli yang penuh lebam karena tamparannya. “Dasar domba! Hahaha! Domba pengadu!”

“Berpura-pura bisu di hadapan kami tapi ternyata kau selalu mengadu pada si Choi perawan tua itu? Jawab aku!” Jimin mencengkram keras pipi Sulli dengan tangannya. “Menjadi tuna wicara bukan efek samping dari kegiatan kita waktu itu kan, sayang?”

Choi Sulli tetap bungkam.

Dan, penyiksaan itu terus berlanjut di mata seorang Min Yoonki—atau biasa kita sebut, Suga.

 

***

 

Choi Sulli tergeletak tak berdaya di lantai kamar mandi. Wajah dan tubuh penuh lebam karena di hajar habis-habisan tak di pedulikan. Bae Suzy tertawa puas melihatnya, lantas ia menepuki pundaknya dari debu-debu dan melangkah angkuh. Sama setannya seperti Suzy, Kim Taehyung meludah dengan sengaja lalu menyusul Suzy. Tetapi mereka berdua sontak berhenti melangkah tatkala suara teriakan Jimin menginterupsi.

“Kau! Berhenti di sana!” Park Jimin mendatangi sosok yang diteriakinya tadi, seorang siswi kelas satu menatapnya ketakutan dengan kaki gemetar. “Kau melihat apa yang kami lakukan padanya?” Jimin menginterogasi. Takut-takut, siswi kelas satu bernametag Son Naeun itu menggeleng.

Rupanya ada tikus tak diundang. Jangan berbohong kepadaku, bodoh.

Jimin menarik kepala siswi Naeun dan mencium bibirnya. “Jika kau punya nyali untuk laporkan kami kepada siapa pun, kau juga harus punya nyali untuk merasakan apa yang aku dan Choi Sulli pernah lakukan.” Son Naeun terbelalak menatap wajah Park Jimin yang seolah tak terjadi apapun. “Atau kau mau sekarang? Agar darah kita bercampur saat ini juga?”

Ani—anieyo, Sunbae!” katanya terbata-bata.

Bercampur dengan darah yang terkontaminasi virus HIV? Sampai mati pun tidak akan mau!

“Tepati perkataanmu.” Ucap Jimin sebelum Naeun berlari terbirit-birit meninggalkan ia dan ketiga temannya, juga Choi Sulli yang tak berdaya.

Sementara itu, seorang anak laki-laki yang hampir setiap saat tak dianggap kehadirannya ini sedikit berjongkok untuk menyentuh kulit pucat Choi Sulli dan memeriksa nadinya.

Dum.

Seketika Min Yoonki terkesiap.

***

 

Pagi-pagi sekali, Tiffany melewati gerbang sekolah dan masuk gedung Anhyun dengan panik tatkala sepuluh menit sebelumnya wanita itu mendapat telepon dari Yoon Doojoon. Peluh dingin membanjiri pelipisnya, ekspresi cemas berlebihan tampak jelas. Dan, hal pertama yang dilihatnya adalah kerumunan orang di depan sebuah pintu kamar mandi siswi. Ada beberapa polisi dan penyidik bernametag. Tiffany sekilas melihat siswi Kang Jiyoung berdiri di paling sudut, wajahnya sama persis saat terakhir kali Tiffany melihatnya, sedatar air, seputih kapas. Tapi Tiffany tak memperdulikannya.

Kemarin, Sulli-nya menghilang dan kemungkinan terburuk terjadi. Nyata. Di hadapannya kini. Yoon Doojoon memberi Tiffany gurat penuh penyesalan. Choi Sooyoung berdiri di sampingnya, wajah cantiknya sepucat kertas, sebeku es. Tiffany bingung, bahkan adik iparnya pun tak memberikan keterangan apa-apa kepadanya, semua ambigu di matanya. Orang-orang langsung memberi jalan pada saat Tiffany lewat, seolah mempersembahkan pintu itu untuknya seorang.

“Dimana Sulli?” tanya Tiffany tak sabar. Doojoon tak berkata-kata, hanya menggeleng dengan raut muka yang memberi dampak buruk pada Tiffany. Firasatnya mengatakan ada yang salah. Tiffany menelan ludahnya kelu sembari tangannya menggapai selot pintu yang dingin.

Krek…

Pintu terbuka perlahan, dan hal pertama yang Tiffany lihat adalah… kubangan darah.

Tiffany mendekap bibirnya yang bergetar hebat, manik matanya melirik tajam ke arah sudut ruangan. Sulli-nya terkapar bersimbah darah dengan leher yang nyaris putus, bibirnya begitu biru menandakan nyawanya sudah melayang.

“Sulli… Sulli kami…” lutut Tiffany melemas dan tubuhnya ambruk menghantam pintu, tanpa sadar air matanya keluar dan meleleh di pipi.

Tubuh putri tercintanya memang masih utuh tapi kepalanya sudah tanpa rambut seakan ada yang sengaja mencabutinya, juntaian sisa-sisa rambut panjang Sulli berlumur darah berceceran di lantai, dan bau anyir seketika menohok indera penciuman.

Tiffany menjerit-jerit, menangis sejadi-jadinya. Memekikkan nama Choi Sulli berulang kali. Sekali pun sang empunya nama kini tak akan menyahut panggilannya.  Selamanya.

 

***

 

Kasus pembunuhan Choi Sulli membuat sensasi besar-besaran di Anhyun. Seseorang menyebarkan kabar burung bahwa pembunuhan Choi Sulli dilakukan berencana oleh kelompok geng yang sudah tak asing lagi—Suzy, Taehyung, Jimin, dan Suga. Dari satu ke yang lain, sampai terdengar ke telinga para guru. Kelas 2-B ricuh seperti biasanya, membicarakan empat orang yang tengah dituduh membunuh.

Sepasang manik Kang Jiyoung melanskap seluruh penjuru kelas. Seperti anak-anak murid kebanyakan, di jam lenggang, hal yang mereka lakukan bukanlah belajar. Masa bodoh, dengan itu. Ada yang lebih menyenangkan seperti… bergosip?

Sonsaengnim, tak ada yang berubah setelah Anda pergi…

“Teman-teman! Aku punya pengumuman!” Lee Taemin si Ketua Kelas berdiri di hadapan teman-temannya. “Aku menemukan sebuah situs website dengan foto-foto pembunuhan Choi Sulli!” serunya semangat seolah kematian Choi Sulli suatu hiburan yang layak diperbincangkan. Semua murid langsung menujukan perhatian padanya.

“Apa kau gila?” Kim Jongin, si murid berkulit gelap bertanya.

“Jangan bicarakan issue, please.” Jung Soojung berkata datar sembari mendekap hamster cokelat-putih imutnya (tak ada larangan membawa binatang peliharaan di Anhyun).

“Tidak, serius. Seseorang mengupload foto-foto mengerikan itu dengan menggunakan username Jiyoung.” Lee Taemin menatap satu-satu temannya yang kini berwajah horor. “Lihat ini! Aku yakin photoshop tidak sampai secanggih ini!” Ia mengambil ponsel di saku almamaternya kemudian menunjukkan foto-foto dari situs tersebut pada teman-temannya. Jung Soojung langsung menjerit histeris. Kim Jongin menutup mulutnya menahan mual.

“Apa yang menjulur dari lehernya? Apa itu usus?”

“Mana ada usus di leher, kau bodoh ya.”

“Kenapa pembunuh itu menggundulinya?”

“Mungkin, karena rambutnya bisa dijual?” jawab Taemin asal. Soojung meninju bahunya dan Taemin meringis kecil.

“Kira-kira siapa pemilik username Jiyoung psikopat itu?” tanya Oh Sehun yang tiba-tiba ikutan bergumul—biasanya, Sehun tak banyak berkomentar.

“Manusia, tentu saja.” Taemin mengangkat bahu, tetapi diam-diam pandangannya tertuju pada Suzy, Taehyung, Jimin, dan Suga bergantian. Sehun dan anak lainnya mengikuti arah pandang Taemin dan mereka mengerti suatu sinyal.

“Jiyoung? Jiyoung apa? Kim? Nam? Jung? Kwon?” Jongin menerka-nerka. “Atau… Kang?” tebaknya ngeri.

“Kang Jiyoung? Jangan gila. Cewek kundere itu bicara saja susah, apalagi bunuh orang.”

Username Jiyoung bukan berarti nama aslinya juga Jiyoung.”

“Ah iya, kau benar.”

“Hih. Cara picisan.”

Mulut-mulut ember itu tak henti berkomentar. Semau mereka, sesuka hati mereka, tanpa peduli tingkat kebenarannya. Pedas atau tidak. Jadi, menghakimi sepihak memang sudah jadi kebiasaan kaum labil macam remaja Anhyun.

Apa yang mereka bicarakan?

Apa yang Anda cari?

Apa yang sebenarnya terjadi, Sonsaengnim?

Mendengar perbincangan itu, di penjuru yang tak terlihat dan tak disadari siapa pun, seorang murid menarik lengan panjang kemejanya dan menampakkan inisial J di lengan bawah kulit putih pucatnya. Inisial yang digoresnya dengan silet hingga daging merahnya tak tertutupi.

 

***

 

Suara pintu yang baru saja dikunci terdengar bersamaan dengan helaan napas letih Yoon Doojoon. Pria itu keluar paling terakhir dari kantor guru sehabis rapat hari ini. Memang, rapatnya tak memakan waktu lebih dari delapan jam, namun sialnya Guru Fisika Yoon tersebut ketiduran ketika rapat berjalan. Untunglah bukan peringatan serius yang didapatnya dari Guru Kepala, namun, tetap saja, itu membuat Doojoon agak gentar. Masalahnya, hal yang baru saja mereka rapatkan adalah… yeah, tentang Choi Sulli. Maksudnya, semua kasus mengenai Choi Sulli—termasuk bullying, pembunuhan, dan Suzy dkk.

Semua hal buruk terjadi di musim pertamanya menjadi wali kelas.

Doojoon, yang sejujurnya, tak mau peduli. Tetapi… Choi Sooyoung terlihat begitu tertekan. Oh tunggu—mengapa sekarang ia malah memikirkan Choi Sooyoung? Demi Tuhan.

Langkah tegap Doojoon menggema di sepanjang koridor perjalanannya menuju parkiran. Dan sungguh, ia tak dapat mengendalikan bulu kuduknya yang meremang ketika melintasi kamar mandi siswi yang bersegel garis kuning polisi.

Tempat dimana mayat Choi Sulli ditemukan.

Pria marga Yoon itu tahu-tahu memelankan langkahnya. Sensasi penasaran akan ruangan itu menghantuinya. Atmosfer yang membuatnya merinding sekaligus mati heran. Suatu hal memanggilnya untuk masuk dan melihat apa yang bisa ditemukannya di dalam sana. Di ruang bau, pengap, gelap, menyeramkan, kotor, dan penuh misteri itu. Oh ayolah, tidak seberlebihan kedengarannya.

Menghela napas berat, membunuh pikiran-pikiran aneh, mempertegas langkahnya, dan Yoon Doojoon pun memasukinya.

Mwoga…

Detik itu pula matanya membelo. “Ap-apa yang kau lakukan di sini?!”

 

***

 

Lima jam sebelumnya…

 

BRAKK!

Semua kepala sontak menoleh ke sumber suara. Dimana pintu kelas bercat kusam itu didobrak dengan tidak sabar oleh mantan Guru Wali Kelas 2-B. Choi Sooyoung memasuki kelas disertai wajah paling tidak menyenangkan. Manik bulat ber-eyelidnya berkilat merah, siapa pun yang melihat akan tahu bahwa ia sedang luarbiasa marah. Tanpa komando Choi Sooyoung mendatangi meja Suzy dan menggebraknya.

Bae Suzy menatap wanita jangkung itu tenang. Kim Taehyung di sebelahnya langsung merasa ada yang tidak beres, maka ia menjauh dari meja Suzy dan duduk di sebelah Suga, bangku teraman untuk saat ini. Park Jimin hanya menangkat kepalanya sekilas, lalu membuang muka setelah memastikan bahwa Choi Sooyoung yang datang.

“Kalian benar-benar akan mati,” bisikan sedingin laut es itu menyelinap masuk pada tiap pasang telinga murid di kelas, terutama kepada empat orang yang dimaksud. Choi Sooyoung menyambung dengan nada yang lebih rendah, “Ingatkah aku pernah memasukkan darah Choi Sulli pada tiga kotak susu di kelas ini?”

Suzy mengangkat sebelah alisnya. Cih, mau apa lagi wanita ini.

“Aku memasukkannya pada kotak susu yang kalian minum,” tak perlu tahu siapa ‘kalian’ yang dimaksud. Seluruh penjuru kelas akan tahu.

“Kau berharap aku berteriak lalu bunuh diri?”

“Terlalu dramatis.” Choi Sooyoung mendelik tajam. Bae Suzy mendecih melihatnya.

“Baiklah, aku hanya akan berteriak, tanpa bunuh diri.”

Seisi kelas hening. Ingin tahu apa yang akan dikatakan Sooyoung selanjutnya. Karena sungguh, perdebatan mereka sebelumnya tak pernah seserius ini. Tetapi, tak adakah yang dapat menangkap maksud dari kata-kata Guru Choi tersebut?

“Sebelum kau berteriak, kau bahkan tak dapat merasakan ngilu lagi.”

Suzy tertawa sinis. “Kau mengancamku, Sonsaengnim?”

“Maaf? Dengan siapa kau berbicara?” Sooyoung mendesis. Maniknya redup, auranya begitu gelap, Suzy pun merasakan itu walau—Demi Tuhan atau apapun—ia takkan mengakuinya.

“Yeah… jika kau menganggap hamster yang dibawa Jung Soojung dapat menjawab pertanyaanku,” mendengar peliharaannya disebut-sebut, Jung Soojung langsung terkesiap dan memeluk hamsternya erat-erat. Sementara Park Jimin dan murid lain menahan tawa. “Tentu saja kau, Choi. Dasar bodoh.”

“Bae Suzy, kau masih pelajar di sini. Jika mau kuingatkan.” Dan jaga bicaramu, kau lebih bodoh.

“Ah, cheosonghamnida, Mantan-Sonsaengnim,” ralat Suzy—plus nada imut dibuat-buat.

Choi Sooyoung melotot, tahu-tahu ia sudah mencengkram keras kerah seragam Suzy. Sedetik, tangannya mengepal. Jika saja Suzy tahu wanita itu mati-matian menahan diri untuk tidak benar-benar mencekiknya.

Seseorang, hentikan mereka berdua! Kim Taehyung menggigit bibirnya. Ujung matanya mencuri pandang ke arah Suga yang tampak acuh di sampingnya, lalu beralih pada Jimin yang memainkan bola basketnya. Shit! Anak-anak gila!

Atmosfer ruang kelas tak berubah banyak, mungkin semakin parah. Ketua Kelas tak bisa berbuat apa-apa, Jongin dan Sehun menonton dengan serius, dan Soojung memilih kabur—keluar kelas—mengikuti Lee Sungjong yang sudah lebih dulu melakukannya. Maka Kim Taehyung bergerak-gerak gelisah di bangkunya. Semua orang tidak punya otak ya?! pikirnya frustasi.

Sejujurnya, itu agak mengganggu Suga.

“Choi Sooyoung-ssi,” Sooyoung melirik ke samping. Siswa yang baru memanggil namanya itu beranjak dari kursinya dan melangkah mendekat, “Tidak sepantasnya Anda melakukan hal seperti ini di jam belajar. Terlebih, Anda bukan siapa-siapa lagi di Sekolah ini.”

Suga.

Sekejap mata, Suzy membeku.

“Oh, maafkan kelancanganku.” Sooyoung melepaskan tangannya pada kerah kemeja Suzy, lalu merapihkannya tanpa ragu seolah bukan ia yang membuat kemeja siswi Bae itu kusut.

Suga tak berkata apa-apa lagi, ia menunjukkan keacuhannya dengan berlalu melewati Sooyoung dan Suzy. Takut-takut, Kim Taehyung mengekorinya dari belakang. Disusul Park Jimin yang setengah berlari—ia bahkan dengan sengaja menendang meja ketika lewat. Beberapa murid meringis mendengarnya.

“Kau,” manik bulat nan tajam milik wanita Choi itu beralih pada siswi 18 tahun di hadapannya. “Dan ketiga temanmu…” bersiaplah. Sooyoung tak mengerti mengapa ia tak sanggup mengucap kata terakhir.

“Aku tidak akan berhenti mengacau hanya karena meminum setetes darah sialan yang kau berikan. Kau pikir Bae Suzy akan takluk hanya karena hal sepele seperti itu?”

Sepele? Sungguh saat itu juga Choi Sooyoung menahan diri untuk tidak mencekik siswi bermarga Bae itu hingga membuatnya tak lagi bernapas.

Dengan itu, Sooyoung cuma mengepalkan tangan kuat-kuat. Wajahnya merah padam. Ia mendesis dengan mengerikan, “Aku—keluar dari sekolah ini, bukan berarti kalian keluar dari pengawasanku. Aku tidak akan puas sebelum salah satu dari kalian merasakan hal yang Sulli rasakan.”

Kematian.

 

***

 

“Ap-apa yang kau lakukan di sini?!”

            Ia memutar tubuhnya menghadap Doojoon yang—kelihatan—terkejut setengah sadar. Berdecak malas, lantas meletakkan belati yang baru saja digenggamnya.

            “Hanya mengecek,” responnya cuek. Doojoon bahkan sulit mengambil napas melihat lumuran darah pada sarung tangan yang dikenakan wanita itu. “Pergilah, aku butuh sendiri.”

            “Tidak, kau—maksudku, ruangan ini dilindungi garis polisi!” Doojoon bersikeras. Suara baritonnya menggema di ruang toilet tertutup itu. Cermin di sisi-sisi dinding merefleksikan wajah wanita itu ketika ia berdiri memunggungi Yoon Doojoon—pucat dengan bibir membiru. Sudah berapa lama wanita itu berdiam di sini? benak Doojoon bertanya-tanya.

            Garis mayat tidak banyak membantu, kan? pikirnya logis. Yoon Doojoon merasa tolol karena tak menemukan titik terang dari keheranannya. Lebih tololnya lagi, untuk apa ia memikirkan ini?

            “Oh, tak masalah. Lagipula bukan polisi yang akan menghukum ‘mereka’,” ujarnya lagi, kali ini terselip nada tersinggung pada kalimatnya. Dingin dan kaku. Ia membebaskan telapak tangannya dari sarung tangan yang membungkus, lantas menyambung ucapan yang tertunda dengan mimik ambigu, “Tapi aku.”

            Dan Doojoon, kali ini, tergugu.

            Apa yang kau cari, Choi Sooyoung?

 

***

A/N: lama nggak jumpa, Sailors…

Bohong banget kalo saya bilang saya nggak kangen kalian. Jujur, saya kangen banget posting di sini, baca komen kalian, dan balesin satu-satu (kalo inget #plak)

Ngomong-ngomong, ada yang masih ingat dengan fanfic ini? Hoho, kalaupun ada nggak bakal banyak kali yah? Tapi bukan masalah kok ^o^

yang terlanjur baca berikan komentar yah! Assa, dukung terus saya dan Fadhilah (kalo mau kenal, kontak aja via twitter, orangnya ramah kok!) supaya fanfic ini terus berlanjut dan hiatusnya gak kelamaan lagi T____T

Juga, terimakasih buat Tessa yang selalu nagih, dan rekan-rekan SGFF yang minta fanfic ini diposting, saya terharu kawan… :’)

54 thoughts on “Jiyoung – Chapter 04

  1. safira faisal March 12, 2014 / 5:55 PM

    aih, akhirnya muncul juga ini ff setelah menunggu sampe berkarat :3 makin tegang, makin seru, makin kesel sama suzy dkk-__- ah jangan2 yang psikopat itu sooyoung ya?

  2. fatimah March 12, 2014 / 6:44 PM

    nice thor makin tegang neh

  3. burairah07 March 12, 2014 / 6:47 PM

    ah makin keren dan makin menegangkan aja sebenarnya siapa yang psikopat apakah sooyoung ?

  4. azalea March 12, 2014 / 7:00 PM

    wah keren..
    Akhrnya update juga..
    Ya ampun sulli meninggal?
    Suzy yg bunuh atau siapa?
    Soo eon misterius bgt..
    Daebakk..
    Next..

  5. thelittleshikshin March 12, 2014 / 7:09 PM

    aduh akhirnya yg ditunggu2 dateng jugaaaa. Makin tegang ih. Curiga psikopatnya sooyoung, kalo gak syoo ya jiyoung(?) ih makin seru makin bikin penasaran nakin makin deh ini pokoknya:”D

    ditunggu next chapter. Fighting!

    • wufanneey March 14, 2014 / 3:47 PM

      yang psikopat itu penulisnya [loh???]

  6. febryza March 12, 2014 / 7:38 PM

    omona sulli dibunuh sampe parah banget itu kondisinya.. duh gatau deh yg mana yg jahat ama yg baik disini mereka pada temperamental semua sepertinya

    • wufanneey March 14, 2014 / 3:53 PM

      kamu cukup sensitif ternyata, hehehe

  7. emmalyana25 March 12, 2014 / 7:41 PM

    keren!!!
    daebak!!
    ceritanya semakin tegang!!
    next ditunggu..

  8. kartika March 12, 2014 / 8:02 PM

    mian thor aku baru comment di part ini, baru nemu soalnya nanti aku ngubek ngubek grup buat nyari part sebelumnya. btw, pembunuhan sulli ngeri banget tapi aku malah suka😀 bikin tegang, seru, keren. lanjutannya ditunggu thor. hwaiting..!!🙂

    • wufanneey March 14, 2014 / 3:54 PM

      nggak apa apa baru komen, daripada enggak sama sekali kan?
      hehehe, salam kenal ^^

  9. nyim nyimb March 12, 2014 / 8:46 PM

    haii
    keren bgt..
    gaya bhasanya suka
    daebak
    salam kenal

  10. Kidochan March 12, 2014 / 8:49 PM

    akhirnya muncul juga
    ceritanya semakin menegangkan, tambah getet sama suzy dkk
    ceritanya keren lah
    selanjutnya jangan lama-lama ya🙂

  11. Anna Choi March 12, 2014 / 9:19 PM

    Pas dipost baru nyadar kalo ff ini baru 4 chapter, kirain udah 6 ato 8 gitu gak taunya…
    Miris banget hidupnya sulli :”’
    Itu yang ngebunuh sulli si jiyoung ya? Cuma feelku aja sih
    Geregetan banget sama suzy cs. Itu suga sebenernya kenapa sih? Kok aneh banget.
    Disini yang karakternya keliatan aslinya itu cuma Doojoon aja menurutku, yg lain masi tanda tanya ‘-‘ jadinya bikin makin penasaran
    Aku harap nextnya rada cepet dikit yaa? Hehe
    semangat buat fani n fadhilah ciee duo F nih wkwk~
    Hwaiting!!! ‘-‘)/

    • wufanneey March 14, 2014 / 4:00 PM

      sabar! sabar! ini cuman fanfic!
      di dunia nyata Sulli masih mesra2 an sama Kai kok [ehhh]
      kok tau Doojoon asli karakternya begitu? kamu B2UTY? hehe

      • Anna Choi March 14, 2014 / 4:39 PM

        Haha~ pecinta kaisul nih yee…
        Bukan, tapi kalo di beast aku suka merhatiin yoseob, doojoon, sama dongwoon hehe makanya tau

      • wufanneey March 17, 2014 / 1:34 PM

        oh gitu hahaha
        sayang banget, aku kita kita sama sama B2UTY

  12. borayoung March 13, 2014 / 6:41 AM

    aigoo, ini berapa lama baru posting lagi!!
    ini salah satu ff yang aku tunggu2
    jadi makin penasaran
    next chap jangan lama lama yaa

    • wufanneey March 14, 2014 / 4:01 PM

      Maaf unnie, kami agak bermasalah soal ide nya kemaren…
      jadi bru lanjutnya sekarang, dan ii pun aku yang ngetik, ck =__=

      • borayoung March 14, 2014 / 4:52 PM

        ava mu mencolok colok mata aku, hahaa
        boleh minta picnya ga?
        aku kira kamu sudah hilang entah kmn, haha

      • wufanneey March 17, 2014 / 1:28 PM

        minta lewat mana unn?
        parahlah aku gak hilang, masih bisa bbuing bbuing[?] disini juga xD

      • borayoung March 17, 2014 / 8:39 PM

        kirimin ke twitter aja saeng.hahaha

  13. qarenzapark March 13, 2014 / 11:17 AM

    Fanney and Fadhiilah ! Kalau gue produser film bakal gue rilis nih fanfic😀 Suka banget kalau kayak gini, nyimpan misteri gitu. Next chapter ditunggu !😀

    • wufanneey March 14, 2014 / 4:02 PM

      Jadi, kapan kamu bakal jadi produser nya? xD

      • qarenzapark March 14, 2014 / 7:36 PM

        Saya belum memikirkan itu, eh baca lagi dong FFku😀

      • wufanneey March 17, 2014 / 1:25 PM

        dongsaengie maaf aku mau baca terus kelupaan, dan itu kejadian berulang-ulang…😦
        nanti aku baca deh fanficmu yang terbaru, yang sooyoung sehun sulli, ya kan?
        ngomong2 posternya bagus itu, bikinin poster dong :3

      • qarenzapark March 27, 2014 / 2:45 PM

        itu dari HSG, cari aja yang namanya lightseeker, atau langsung ke wp dia aja ya kak😀

  14. icha March 13, 2014 / 11:24 AM

    ngeriiiii bacanya thor>< ditunggu kelanjutannya ya hihi jangan lama lama ngepostnya, udah penasaran banget soalnya sama cerita selanjutnya^^

  15. saditriani March 13, 2014 / 12:48 PM

    thor, kenapa jadi makin serem>< aish hahaha keren thor ceritanya, makin bikin penasaran BANGET._.

  16. kuchiki March 13, 2014 / 2:04 PM

    sapa yg lakukn pembunuhan itu??next thor.

  17. FAnoy March 13, 2014 / 4:13 PM

    Udah dingin..tambah dingin lagi..sulli ngeri banget keadaannya..aku sampe kepikiran..semoga nanti aku masih bisa tidur dengan tenang *amin..btw maaf aku gak komen di part sebulumnya..aku reader baru..salam kenal ^^..keep writing..fighting ‘-‘)9

    • wufanneey March 14, 2014 / 4:05 PM

      yang penting sekarang udah komen, masal lalu gak perlu diungkit kan?
      salam kenal juga ^^
      panggil faneey aja jangan author yah, berasa formal banget

  18. ndika kei March 13, 2014 / 6:59 PM

    akhirnya keluar jg pt 4nya >..< ohhiya, aku reader baru lhoo😀
    tp bener thor? di salah satu part bakal ada yg di protect??😮 jangan yaaa😥

    • wufanneey March 14, 2014 / 4:05 PM

      soal protect mem protect aku juga masih bimbang sih😦

  19. @ggcsy24 March 13, 2014 / 7:05 PM

    aduh., sulli kenap harus mati. ㅠㅡㅠ ya ampun suzy dkk bener bener kejem ya -_- btw, lanjut thor

  20. ymshtemi March 13, 2014 / 11:43 PM

    akhirnya kembali lagi ffnya muncul >< makin lama ini cerita makin ngeri dan makin misterius(?) aja nih:/ hahaha semangat author! ^^ ditunggu lanjutannya

  21. nadigoo March 14, 2014 / 12:07 PM

    Seruuu abis!! Makin penasaran siapa yg sebenernya yg psikopat
    Suzy dkk? Jiyoung yg misterius? Sooyoung?
    Omooo penasaran!!!

  22. fyeah_tesa March 14, 2014 / 4:58 PM

    Uh, akhirnyaa~~ di posting jugaa,
    ngeri bayangin Sulli mati.

    lanjutiin

  23. Sooyoungie March 14, 2014 / 9:17 PM

    Yaampun jahat bngt , btw yg bunuh sulli itu suzy and the genk ? Lanjut thor

  24. dan March 15, 2014 / 6:17 PM

    Oh pls. Sooyoung ngapain disitu? Trs jiyoung kok kayak mencurigakan gitu(?) Pls lanjut thor, penasaraaaannn

  25. Kassi March 21, 2014 / 10:53 AM

    Annyeong thor aku baru baca nih ff hehe.tetep lanjut ya thor.masih penasaran huhuT__T

  26. Chan chan March 30, 2014 / 7:15 PM

    Thor ini ff sangat ditunggu karena bikin penasaran banget, terus sullinya serem banget lagi matinya hh

  27. Della April 10, 2014 / 12:15 PM

    Hai semua >u< kalian Sooyoungster ??? suka dengan fanfic tentang Sooyoung unnie ? ^^ kalau iya,, kalian bisa kunjungi blog ini : http://songhyerim.blogspot.com/ dijamin kalian akan suka ^^
    NB : Terima kasih buat author, dan maaf aku numpang promo ^^

  28. epanda April 15, 2014 / 4:11 PM

    aaaaaaaa. nunggu ini lama bangeeeettttt.
    keren, tegang, deg deg ser bgt😥
    lanjut wajib!!!😀

  29. desiyoon April 17, 2014 / 10:26 PM

    Coment lagi deh di part ini,,,,,, hehehe
    Resiko ng kos sendirian, baca ff malem2, ceritanya pembunuhan lagi,,,, pikurannya udah kemana2 nuh,,, ngebayangin keadaan sulli (gak tau deh bakalan bisa tidur apa nggak)
    thor,,,,,, makasih nggak ngasih doojoon karakter yang aneh2,,,,tapiii
    Please,,,, perbaikin karkternya jimin dong,,,, pengen nagis tadi baca dia jahat gitu T.T
    #Kalo ceritanya udah tamat, perlu disaranin ke penerbit haru buat dinovelin nih#
    Nex chapter ditunggu,,,
    안녕,,,,,^^
    bow

  30. Rizky Amelia April 21, 2014 / 1:04 AM

    Wuahh seru #kelainan tapu ngeriii apalagi bacanya malam malam
    Eonni jangan sampe Sooyoung eonni yang jadi pembunuhnya ngeri ngebayangin eonni ku tercinta *lebay* jadi bunuh bunuh orang errr….
    Kenapa Sulli harus matiiii???? Kasian kan Tiffany jadi sendiri
    Itu yang ngebunuh siapa coba?? Jiyoung? Sooyoung? Atau … Jiyoung sm Soooyoung?
    Dasar anak nakal sukanya ngebully orang gk kasian apa guru gurunya rapat sampe 8 jam cuma ngomongin pembullyan
    Oh iyaa yg masalah susu itu bener gak yaa?? Semoga aja Sooyoung cuma becandaan dan itu gk beneran
    Eonni maaf gk komen di part sebelumnya aku memang belakangan ini kalau baca ff selalu ketinggalan. Mianhamnida *bow*
    Next partnya ditunggu yaa eonni^^

  31. fadhilah husniyah May 1, 2014 / 7:14 PM

    aaaahhh asa terharu bacain komennya da aku mah huhuuu :’) kapan kita lanjut faaaann?? mungkin abis ukk kali ya kita lanjutin ini ff/?😀

    • wufanneey May 18, 2014 / 1:04 PM

      maaf, kamu siapa yah? xD #ditendang

  32. ji May 19, 2014 / 1:24 PM

    Wah keren makin penasaran sama kelanjutannya hoho keren thor

  33. jejekeysun May 22, 2014 / 12:08 PM

    uwahh dari taun lalu nungguin
    ampe lumutan akhirnya ini publish
    wkwk
    sampe akhirnya masa hiatus
    berakhir baru bisa baca ini
    sekarang -.- meskipun harus ngulang
    chap 3 lagi supaya ngehh
    dari chap 3 aku nungguin jiyoung
    kapan dia muncul yg benar2
    muncul gak cuma sekilas doang😦
    kkkk
    kenapa sulli nya juga harus mati secepat itu
    tapi good job buat author🙂

  34. choi_reni407 June 13, 2014 / 7:35 AM

    wuaaaah.. saya komen lagi nih . heheee
    ya ampun .. sulli kok jadinya mati. ishhhh . terkutuklah kau bae suzy. tapi knpa jiyoung yg ngepost foto2 nya ya.. waaa penasaraaaaan >.<

  35. Deby Park August 28, 2014 / 4:07 PM

    waaaaaaaah gilaaaaaaaaaa baru dibaca. Sekarang tanggal 28 Agustus,pas ku baca komenan 12 Maret uuuuuuuuuuhhhhhhhh 5 bulaaaaaaaaaaaaaaaan *lebay -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s