Rubber Ducky Boy

Rubber Ducky Boy

Author: LS a.k.a Lucky Spazzer
Main Cast: Choi Sooyoung/ SNSD with Oh Sehun EXO-K
Genre: Cheerfull, Happy, School-Life, Romance
Length: Drabble
Rating: T
Pairing: SooHun
Disclaimer: I just owned the storyline and the poster, the cast is not mine. Also this just a fiction. Oh, if somebody hate this pairing, please to you do not bash because now i FALL IN LOVE WITH THIS COUPLE …!
Author Note: Aku tahu hasil dari kemarin gak memuaskan banget mana typo merajalela, ya sudah aku ganti dengan fiction baru ini. OOT bentar, hey, ada yang tahu kalau dorky leader aka Taeyeon sedang berulang tahun? Chukkae khamsa hamnida *aku tahu tulisannya belom benar O,O* buat Taeng Eonnie ^o^ dan POV disini punya Soo eonnie😉

He’s not childish, he just love rubber ducky

Pria yang disana –yang melangkah kearahku dengan wajah datarnya itu sembari memasukan tangan pada saku celana cokelatnya. Dan tas hijau gelap masih dipikul bahunya. Wajah datarnya dan sikap dinginnya bukan berarti aku menggangap dia manly, sungguh. Dimataku ia hanya bocah kekanakan. Jangan kira aku hanya asal menduga, okay? Aku sudah mengenalnya begitu jauh, jauh sekali. Dan, mengapa aku menyebutnya demikian –pria kekanakkan–?

Dia menyukai rubber ducky!

Kalian tahu apa yang kumaksud dengan rubber ducky?

Mainan pendamping anak bocah saat mandi. Saat pertama kali aku berkunjung ke rumahnya, aku mempunyai pikiran kamarnya akan dipenuhi sesuatu yang keren. Dan ternyata, coba tebak? Isinya serba rubber ducky! Mulai dari pajangan, gambar dinding, lantai, kursi, kasur, seprai, pajangan, lemari, dan itu dapat disebut ‘Rubber Ducky Paradise’.

Kesanku dan kau pasti sama, ya, kan? Dia bocah kekanakkan.

“Melamun terus,” tegur pria itu –Sehun. Yang tiba-tiba sudah dihadapanku sambil melirik jengkel. Aku hanya nyengir melihat wajah Sehun yang masih datar, tapi dalam lubuk hatiku, aku menjerit bahwa Sehun adalah bocah bayi, sehingga aku tak perlu tersihir oleh tatapan dan lirikan matanya.

“Sungguh, rubber ducky boy, aku heran padamu. Berapa sih usiamu itu yang sebetulnya? Tujuh tahun? Enam tahun? Lima tahun?” tanyaku sambil melirik pria itu –Sehun, yang kini sudah duduk disebelahku.

“Itu hanya hobi. Apa salahnya, ‘sih?” tanya Sehun sambil melipat tangan didadanya, sambil melirikku jengkel. “Lebih baik karena aku juga tidak pakai mereka untuk mandi, oke?”

“Tapi, kamarmu adalah rubber ducky paradise, salahkah aku mengomentari?”

Sehun melirikku jengkel. “Choi Sooyoung, ayolah. Apa salahnya sih punya banyak sekali rubber ducky? Seperti kau keberatan saja pada hobiku.”

“Tidak apa-apa, juga sebenarnya. Tapi, Oh Sehun. Ubah saja dirimu, aku tahu manly-mu itu hanya kertas yang kau gunakan untuk menutupi sifat kekanakkanmu. Aku benar, ya, ‘kan?” kataku sambil tersenyum manis.

“Anniya!” kata Sehun sembari melenggang pergi –maksudku, meninggalkan aku.

Hey! Aku menjawab yang sebenarnya, dan itu tidak salah, bukan?

Tunggu, aku memang bersalah.

Kutepuk dahiku dan segera berlari menyusul rubber ducky boy tersebut. “OH SEHOON …! TUNGGU AKU …!”

-Rubber Ducky Boy-

Disinilah aku, di Rubber Ducky Paradise.

Ralat.

Maksudku, kamar seorang pria yang kini namanya tersandang sebagai ‘kekasih’-ku. Sudah satu tahun dua bulan ini aku tahu rahasianya bahwa ia sangat suka pada bebek –maksudku, mainannya. Bukan hewannya. Dia bahkan membenci bebek. Dia pernah bilang kataku; “Rubber ducky is my life, without rubber ducky, i can’t life.”, berlebihan? Aku juga berpendapat begitu. “Bebek karet adalah hidupku, dan tanpa bebek karet aku tak dapat hidup.”, hey! Aku saja bisa hidup tanpa makanan!

Masa, bebek karet penting sekali?

“Melamun terus, bukankah itu tidak bagus untuk kesehatan?” tanya Sehun –sejak kapan ia selalu memperhatikanku, sih?

Oh, ya.

Sejak aku menjadi ‘kekasih’nya tersayang.

“Entahlah. Aku berpikir soal bebek karet,” jawabku polos, dan pria itu langsung mendengus. “Bukan berarti aku menyukainya, oke? Dan memaklumi itu, itu mainan bocah, Oh Sehun!” tegasku.

“Suka-suka aku, Choi Sooyoung!” katanya –turut berteriak. “Bila kamu tidak suka bebek karet, itu adalah masalahmu. Lalu, bila aku menyukainya memang itu bagian dari hidupmu dalam dunia ini, huh?” kata Sehun, pedas.

Aku terdiam, mengigit bibir bawahku. Ya, aku memang ‘terlalu’ mengurusi hidup seorang Sehun.

Aku sendiri egois, ingin semuanya sempurna sesuai ego-ku.

“Ya, aku tahu itu.”

Aku mendorong pintu bebek karet rumah Sehun –lalu segera pergi. Dan, aku langsung sadar.
Hey, kami baru bertengkar karena bebek karet dan masalah kehidupan?

Kenapa aku baru sadar? Ini salahku. Aku selalu mengikuti bagaimana ego-ku memaksa –aku tahu mengapa selama ini satu-satunya orang yang mau dekat denganku hanya Sunkyu –Sunny. Apa karena kami sama-sama mengikuti ego kami? Aku sadar –selama ini aku selalu mencampuri masalah orang lain.

Tapi, kan, tidak terlalu terlambat untuk meminta maaf?

Rubber Ducky Boy

“Sehun,” kataku sambil menundukkan wajah. “A…, aku, meminta maaf padamu,” kataku sambil menundukkan wajahku –sangat dalam. “Aku tahu, aku salah. Terlalu mengurusi percampuran hidup orang lain, maafkan aku, ya?” tanyaku memohon.

Sehun yang menyebalkan, bukannya bilang ‘Nde, aku tahu kau hanya terlarut dalam emosi’. Dia malah melirikku datar sambil memutar bola matanya. “Terserah apa katamu.”

3 kata itu membuatku jengkel. “Diterima atau tidak?”

“Tidak, aku tidak peduli,” ketusnya, lalu berjalan pergi ke koridor. Aku berlari –menyusul pria tinggi berkaus abu-abu gelap itu. Tunggu, ada yang janggal pada bajunya. Gambar bebek karet warna hijau terang –sangat kontras pada bajunya yang gelap. Ia melirik kebelakang dan menyeringai kearahku.

Aku membeku, sementara.

Rubber ducky?, gumamku.

THE END
Lucky Spazzer

Masih ending yang gak memuaskan, kalian sependapat’kah denganku? Maaf buat komentar yang belum aku balas, jujur. Aku tadi pas mau balas komentar para readers tercinta, tiba-tiba aja gak bisa ternyata. Aku bingung, kok bisa, sih? Ya sudah, mungkin aku terima kritik/saran dari kalian terutama dari kakak Annisahika tercinta yang sudah mengalahkan Welcome untuk pertama kalinya, aaa! *apa deh -,-* yang pikun *saeng yang songong -_-“* yang sudah mengkritik banyak dan bersedia tidak menyamakanku dengan Jessica-aa …, serta pikun karena dia sendiri nulis dia UTS dan nanya aku tahu dia UTS dari mana … LOL

Thanks buat semuanya😉 Sequel?? Hm …:/ Mungkin gak ya? Maaf kependekkan, yo!

Minggu, 9 Maret 2014
17:10 WIB

12 thoughts on “Rubber Ducky Boy

  1. anita sy March 9, 2014 / 5:50 PM

    chingu endingny ngantung…adakah sequelny?

  2. kartika March 9, 2014 / 6:30 PM

    endingnya masih gantung. ada sequel kan? #puppyeyes ‘-‘

  3. winterchan March 9, 2014 / 6:42 PM

    lol pas bagian ending pas sehun pake kaos bebek terus tiba-tiba ngebalik terus menyeringai sumpah itu horor banget xD xD

  4. @ggcsy24 March 9, 2014 / 9:15 PM

    sequel dong thor nggantung ending nya

  5. shin hyun young March 9, 2014 / 10:25 PM

    Gantung…
    Sehun blm maafin soo, trs kita juga blm tau knpa sehun suka bgt sma bebek karet*ok mungkin buat yg lain ga penting, tpi buat aku penting, karna aku penasaran*
    Dan usaha soo buat minta maaf juga blm keliatan..
    Jadi sequel yah…

  6. miss_sooyoungster10 March 9, 2014 / 10:36 PM

    Rubber Ducky Boy!!
    After Story??

  7. nadigoo March 9, 2014 / 10:49 PM

    Gantung! Ada sequelkah?

  8. arr_98 March 10, 2014 / 7:17 AM

    Agak bingung sih, tp aku suka sama cast nya..🙂🙂🙂

  9. rifqoh wafiyyah March 10, 2014 / 5:59 PM

    Gantung bngett thor…
    Sequel’a please…:D,ktwa ngakak aku pas tau hunppa suka rubber ducky…:D

  10. soobeautifulchoi March 10, 2014 / 6:18 PM

    lucu😀
    sequel ya thor..gntung sih😀

  11. Della April 10, 2014 / 12:13 PM

    Hai semua >u< kalian Sooyoungster ??? suka dengan fanfic tentang Sooyoung unnie ? ^^ kalau iya,, kalian bisa kunjungi blog ini : http://songhyerim.blogspot.com/ dijamin kalian akan suka ^^
    NB : Terima kasih buat author, dan maaf aku numpang promo ^^

  12. AssyilaIndriana May 4, 2014 / 1:51 PM

    Gantung TT sequel juseyo
    Pliss thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s