[Ficlet] Another Night (Sequel of Once Upon a Snowy Night)

Another night

Another Night – Sequel of Once Upon a Snowy Night

Written by Winterchan (@gelshaa)

Luhan, Choi Sooyoung

Fluff, Romance

PG-15 | Ficlet

Plot & Graphics © Winterchan

That day, I met you on the lonely road, again.

***

Choi Sooyoung POV

Tap tap tap.

Dengan keadaan yang sepi bak pulau tak bertuan ini, aku dapat mendengar suara langkahku sendiri, jalanku agak cepat karena jujur aku juga sering paranoid. Suara heelsyang kukenakan terdengar seperti mengetuk jalanan ini, seakan ketukan itu memanggil apapun yang ada dibalik jalanan sepi ini.

Pukul 02.00 AM

Itulah sederet angka yang kulihat terakhir kali di jam handphone. Entah sudah bertambah berapa menit jiga aku melihat jam kembali. Ah kenapa sepi sekali ya? Lampu-lampu di pinggir jalan raya berpendar dengan warna oranyenya, sehingga membuat suasana disini akan terasa romantis jika saja… jika saja…

Tap tap tap

Oh apakah itu suara yang berasal dari heels-ku? Sepertinya tidak, karena setahuku suara yang berasal dari sepatu yang kukenakan terdengar seperti ketukan yang tajam. Ini lebih terdengar seperti sneakers flat? Apa aku benar?

Walau aku agak takut, yeah aku sudah bilang kan bahwa aku orang yang paranoid? Akhirnya kuberanikan menoleh ke belakang. Kulihat seseorang dengan jaket yang berwarna serba hitam tengah menyusuri jalanan sepi ini, layaknya yang aku lakukan. Aku berjalan lebih cepat, kali ini lebih seperti setengah berlari. Alasanku adalah, karena tiba-tiba saja aku teringat petuah-petuah seperti “Seorang gadis tidak diperbolehkan berjalan sendirian di tengah kota malam-malam

Setelah berjalan lebih lama, kutolehkan kembali kepalaku ke belakang. Orang misterius itu sudah hilang dari pandanganku. Syukurlah.

Jujur saja, aku lebih baik sendirian di tengah kota daripada harus ada sosok manusia lain yang bersamaku. Itu dapat membuat sugesti-sugesti buruk berterbangan di pikiranku. Mulai dari manusia jahat, atau hantu-hantu usil. Oh God, kenapa aku harus latihan terlalu larut sehingga aku memberanikan diri untuk pulang sendiri. Yoona-ya, Yuri-ya, Sunny-ya tolong datang dan temani aku!

Aku terus berjalan dengan kecepatan yang terus saja bertambah tanpa ku sadari. Ya ya aku sadar aku memang nakal tidak menuruti perintah Taeyeon umma! Sstt, Taeyeon akan marah jika dipanggil umma, jadi jangan beritahu dia!

Tepat di tikungan sekian meter di depanku, aku melihat setidaknya dua orang berjalan sempoyongan ke arahku. Apa mereka orang mabuk? Aku bisa melihat siluetnya dari cahaya-cahaya yang kurang terang ini. Firasatku kian memburuk. Ya Tuhan, kumohon lindungi aku.

Langkahku terhenti, berusaha memasang pengawasan dan mempertajam penglihatan biar aku sudah mengantuk dan lelah bukan main. Perlahan aku menggerakkan kedua kakiku mundur. Jantungku berdebar keras. Sungguh, jika begini jadinya, aku lebih suka jika berada di dalam haunted house!

Author POV

Kedua orang di depan gadis itu justru berjalan cepat ke arah Sooyoung, namun dengan gerakan sempoyongannya yang mengerikan. Sooyoung juga semakin bergerak mundur. Baru saja akan mengambil langkah lari, pergelangan tangannya sudah ditarik paksa.

“Nona cantik, mau kemana?”

“Temani kita dulu, dan bersenang-senanglah,” ucapnya dengan kerlingan menjijikkan. Sooyoung menghempaskan tangannya paksa, lalu berusaha berbalik arah ke jalan yang sempat dilaluinya tadi. Namun entah, biar mereka mabuk, selalu berhasil menghalangi pergerakan Sooyoung.

Ya Tuhan, kumohon tolong aku!

“Tenang Nona, kita orang baik. Mari datang ke club di sebelah sana,” ucap lelaki yang satunya lagi.

Sooyoung menjerit dibalik masker hitam yang selalu digunakannya ketika berada di luar. Ia menggeleng mentah-mentah.

“Apa? Mau teriak. Di sini tidak ada siapa-siapa, Nona cantik.” Setelah itu mereka tertawa seperti orang kesetanan. Botol kaca yang dibawa mereka membuat Sooyoung bergidik takut. Ia bisa saja berusaha melawan, namun botol kaca itu. Bisa saja dua orang mabuk itu melemparnya dengan benda pecah belah tersebut. “Argh.”

Sooyoung semakin melangkah mundur, namun lelaki itu kembali menarik tangannya, kali ini berusaha menyeret gadis tinggi itu untuk ikut. “Tidak! Kumohon biarkan aku pergi!” Tenggorokannya tercekat, sehingga hanya serentet kalimat itu yang bisa ia ucapkan.

Tarikannya berubah semakin kasar, benar-benar menyeretnya. Dan Sooyoung dengan mengerahkan tenaganya yang bahkan hanya seberapa persen dari tenaga dua lelaki mabuk itu berusaha melepaskan diri. “Tidak, kumohon!” Sooyoung menjerit. Kakinya lemas bergetar, jantungnya berdegup lebih keras. Rasa takutnya amat luar biasa. Tanpa sadar, satu tetes air matanya menganak sungai di pelupuk matanya, dan menciptakan aliran yang turun melalui pipi mulusnya.

“Lepaskan aku!”

“Hahahahaha, gadis ini sungguh lucu! Tenang sayang, kita akan bersenang-senang.” Ia mengelus puncak kepala Sooyoung, dan itu membuatnya semakin dihantui rasa takut.Kumohon siapapun singkirkan orang ini!

Lelaki yang lainnya yang menganggur tiba-tiba melemparkan botol kaca itu ke jalanan. Sehingga hancur menjadi serpihan-serpihan kaca. Sooyoung terperanjat kaget, dirasakannya pergelangan tangan kanannya ditarik oleh lelaki itu.

“Aku tidak mau! Lepaskan aku!” Teriaknya dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Ya Tuhan, tolong aku.

Buk! Satu tendangan dari belakang membuat satu orang terjatuh ke depan.

Buk! Satu tonjokan mentah melayang bebas dan tepat mengenai wajah lelaki yang menggunakan masker hitam. Sehingga dirinya tersungkur ke atas trotoar.

Sooyoung terbebas! Terbebas dari cengkeraman dua orang sialan itu. Ia tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menjauh dari kedua lelaki yang kini tergolek di atas trotoar.

Kedua lelaki itu kembali terbangun dengan wajah murka, namun akibat pengaruh alkohol yang kuat, kedua lelaki itu bahkan tak bisa berdiri tegak. Dan kesempatan ini tak disia-siakan si pelaku penendang, ia menendangnya lagi tepat di wajah keduanya hanya dengan satu tendangan. Keduanya tersungkur. Dengan serangan-serangan selanjutnya yang diberikan orang misterius tersebut, akhirnya kedua pelaku kejahatan tersebut dengan tertatih-tatih pergi dari hadapannya.

Diliriknya wanita yang masih terpaku dengan wajah shock-nya masih berdiri mematung. Apa ia baru melihat adegan seperti ini secara langsung? Tanpa sadar, lelaki itu terkekeh kecil dibalik maskernya yang juga hitam.

“Kau baik-baik saja?” Akhirnya namja itu membuka suara. Tak mendapat respon, lelaki itu kembali mendekati Sooyoung dan bertanya, “Hey!” Tangan kanannya sengaja ia lambaikan di depan wajah gadis bermarga Choi tersebut. Sooyoung terperanjat, ia memundurkan langkahnya pelan.

Melihat reaksinya yang terlihat takut akan kehadirannya, lelaki itu akhirnya membuka masker yang dipakainya. Terlihatlah wajah familiar yang sering ditemuinya, bahkan dilihatnya di TV.

“Lu-Luhan?”

Luhan tersenyum hangat, “Ya Sooyoung-ah.” Wajah tampannya bahkan tidak tersentuh sedikitpun oleh orang-orang mabuk tadi, tak menyisakan luka apapun di wajahnya.

Grep.

Satu gerakan yang mengejutkan Luhan. Sooyoung memiliki dorongan untuk memeluknya. Bahkan memeluknya erat. Melampiaskan perasaannya yang tadinya rasa takut berubah menjadi rasa lega dan aman begitu pria itu menampakkan dirinya dengan senyum hangat dengan pelukan. Gadis itu masih tidak mengucapkan sepatah kata. Tapi Luhan bisa merasakan Sooyoung menyalurkan rasa terimakasihnya yang dalam lewat pelukannya.

Terdengar suara isakan-isakan kecil berhasil kabur dari mulut Sooyoung. Kedua tangannya terangkat untuk membalas pelukannya yang tiba-tiba, “Sooyoung-ah aku dapat mendengarnya, berhentilah menangis.”

“Hey, kau aman bersamaku sekarang,” perlahan tangan kanannya bergerak mengelus punggung gadis itu pelan, menyalurkan ketenangan.

***

“Darimana kau tahu ini aku? Maksudku– Aku–” ucap Sooyoung setelah melepas pelukan panjangnya.

Luhan membuka hoodie yang menutupi kepalanya, tangannya kemudian tergerak mengacak-acak rambut blondenya, dan Sooyoung berani bersumpah, lelaki itu terlihat sangat tampan! “Aku selalu punya insting jika kau tengah sendiri.”

Zing. Bagaikan sihir, Sooyoung kembali terdiam membisu mendengar serangkai kata-kata yang keluar dari mulut lelaki chinese itu. Menyadari gadis itu yang masih saja diam, Luhan akhirnya membuka suara kembali. “Sooyoung-ah?”

“Luhan– aku sungguh– Kau, kau selalu ada di saat aku membutuhkan, kau tahu aku sangat berterimakasih. Kau, Lagi-lagi kau selalu menjadi yang pertama ada untukku di saat seperti ini, kau–”

Rentetan katanya terputus oleh satu pelukan lagi, kali ini Luhan yang merengkuhnya. “Kau selalu bisa mengandalkanku, aku sedia selalu menjadi orang yang pertama melindungimu. I’ll be your forever hero.”

Kali ini ia mengelus rambutnya yang tergerai, sebelum akhirnya melepaskan pelukannya yang kedua. Memandang Sooyoung penuh arti, “Tunggu apa lagi? Mari pulang.”

Dan yang Sooyoung tahu, tiba-tiba saja tangannya menjadi hangat di tengah udara malam yang menusuk. Ia tahu, penyebabnya adalah tangan Luhan yang kini memegang tangannya. Oh tidak, maksudnya bukan memegang, ada kata yang lebih tepat, yaitu menggenggam. Bukan hanya tangannya, tapi rasa-rasanya perasaan hangat itu juga menyelubungi seluruh tubuhnya. Sungguh rasanya sempurna. Tangan danjarinya terasa sangat sempurna di genggamanku.

***

Luhan dan Choi Sooyoung masih berjalan beriringan, jangan lupakan tangan Luhan yang masih setia memegang erat tangan milik gadis yang berjalan di sebelahnya. Seperti pertemuan sebelumnya keduanya memilih menaiki bus yang beroperasi 24 jam.

“Kau orang yang tadi berjalan di belakangku bukan?” Tanya Sooyoung.

“Ya itu aku, tapi sepertinya tadi kau takut sekali melihat kehadiranku,” balas Luhan.

“Maaf, aku kira kau orang jahat. Jadi kau… mengikutiku?” tanyanya ragu.

“Ya, aku mengikutimu. Karena kau keluar gedung begitu larut, aku khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan padamu.” Oh Ya Tuhan, kenapa pria ini selalu memberikan perhatian lebih? Sooyoung tersenyum tulus, “Kau sangat hebat dalam bela diri.”

“Aku tahu.”

“Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika saja kau–,” ucapnya pelan. Bagai deja-vu, Luhan meraih kedua tangan Sooyoung dan menggenggamnya dengan kedua tangannya sendiri. Sooyoung menoleh ke kanan dan rangkaian katanya terputus akibat aksi Luhan yang menurutnya sangat asdfghjkl. Terlalu sulit untuk dijelaskan.

***

“Ah, Luhan-ah sebenarnya kau tidak perlu mengantarku sampai sini, ini daerah aman kau tahu.”

Luhan mengedikkan bahunya tak peduli, “Aku hanya memastikanmu benar-benar sampai di asrama, memang tidak boleh?” ujarnya. “lagipula, aku sudah minta jemput Kris.”

“Ya baiklah,” Sooyoung menyerah, “eh tapi kenapa tidak dari tadi kau memintanya menjemput, kau tahu, agar tadi tidak susah payah harus naik bis umum.”

“Sooyoung, kalau aku memintanya sejak tadi, aku tidak akan bisa berdua denganmu. Aku tadi hanya ingin menghabiskan waktu denganmu,” ungkapnya. Darah serasa mengalir ke pipi Sooyoung, menyisakan rona merah yang tidak terlalu kentara sehingga ia bisa menyembunyikannya.

Dan saat itu pula, pintu apartemen terbuka menampilkan sosok mungil Taeyeon dengan topi kupluk bertengger di kepalanya. “Taeyeon? Mau kemana?”

Aigoo Sooyoungie, tadinya aku dan Sunny mau berangkat ke gedung menjemputmu barangkali kau masih latihan sendiri. Habis ini sudah jam 2 lebih dan kau belum pulang. Tapi syukurlah kau sudah di sini. Oh ah, bukankah itu Luhan?” Taeyeon berbicara tanpa henti.

“Ya, aku Luhan, Taeyeon sunbae.” Luhan membungkuk hormat. “Ah baiklah, aku akan menunggu di dalam, kalau sudah selesai cepat masuk ya Sooyoungie, jangan lupa tutup pintunya.” Dan Dengan itu wanita yang dijuluki Kid Leader tersebut menghilang dan kembali masuk.

“Baiklah, aku masuk sekarang,” ucap Sooyoung akhirnya setelah sekian detik terdiam. “Tunggu, boleh aku melakukan sesuatu?” tanyanya penuh harap. “Apa? Lakukan apa?”

Dan tanpa dikira-kira, lelaki itu meraih dagunya lalu menariknya mendekat, kemudian mencium sekilas Sooyoung. Tidak usah ditanya di mana lelaki itu menciumnya, karena Sooyoung bisa merasakan sapuan hangat dan lembut yang berada di bibirnya.

Sooyoung terperanjat. Terkejut. Namun membiarkan Luhan melakukannya. Jantungnya berdegup kencang bak drum-drum kerajaan Inggris, bahkan mungkin lebih cepat. Hanya ciuman singkat dan Luhan mengakhirinya.

Belum sempat Sooyoung mengatur detak jantungnya yang menggila, Luhan kembali menariknya dan kali ini hanya kecupan, ia mengecup cherry lips-nya kembali sebelum akhirnya membiarkan Sooyoung masuk. Ini gila, bahkan lebih dari gila!

***

Brak. Pintu di tutup pelan setelah Sooyoung masuk sempurna ke dalam dormtercintanya. Ternyata Taeyeon masih duduk di sofa, padahal Sooyoung sudah memperkirakan Taeyeon sudah sedang tidur.

“Tadi itu apa?”

“Huh? Apa?”

“Tadi kalau aku tidak salah lihat, sepertinya dia menciummu. Aku benar kan?”

“Kau salah lihat,” elak Sooyoung. “Jadi kalian sudah berhubungan ya? Wah!” Taeyeon memekik tertahan, hampir saja ia melompat kegirangan jika tidak ingat yang lain tengah terlelap. “Sembarangan. Dia temanku.”

“Lalu yang tadi apa?” tanya Taeyeon lagi, “jika begitu, baiklah. Tapi kejadian tadi sudah aman bersamaku. Kau tahu aku selalu menjaga rahasiamu.”

“Ahh Taeyeon umma sudahlah!”

END

***

*) Author bawa sequel buat once upon a snowy night, maaf kalau sequelnya ancur najisin banget. Semoga kalian memaklum🙂

Dan terakhir, bye bye🙂

34 thoughts on “[Ficlet] Another Night (Sequel of Once Upon a Snowy Night)

  1. nadigoo February 28, 2014 / 9:02 AM

    Waaaah envy banget. Sama soo yg selalu dijaga sama luhan ^^
    Dittunggu cerita yg. Lain thor hee

  2. shin hyun young February 28, 2014 / 1:10 PM

    Sequel lagi.. Sequel lagi.. #reader yg ga pernah puas-_-

    Seru.. Tpi ada yg kurang tpi ga tau apa..
    Ditunggu cerita2 lain’a..

    • winterchan February 28, 2014 / 6:24 PM

      wajar ga pernah puas, karena manusia adalah makhluk ekonomi /?
      maaf kalo ada yang kurang🙂

  3. choi February 28, 2014 / 3:05 PM

    KEREENN!! SEQUEL LAGI JUSEYOOO! AAAAAA KETAWA SENDIRI GUE BACANYA!!

    • winterchan February 28, 2014 / 6:25 PM

      hehehehehe kalo ada ide mah nanti dibuat lagi

  4. yeni swisty February 28, 2014 / 5:24 PM

    Blush, sumpah nih buat pipiku panas and itu ff nya so sweet bgt ☺
    sequel lagi dong…. sequel🙂

    • winterchan February 28, 2014 / 6:25 PM

      heheheheheh kalo ada ide mah nanti dibuat lagi ‘-‘

  5. Elisa Chokies February 28, 2014 / 6:40 PM

    Aw… aw .. aw Luhan selalu jd super hero nya Soo nih, tp awalnya selalu buat takut haha.

    Nah loh Mereka kissing >_< , dilihat Taeyeon nih, padahal itu first kiss nya mereka .

    buat lagi..buat lagi

    • winterchan February 28, 2014 / 7:48 PM

      wkwkwk ‘-‘
      kalo ada ide sih pengennya bikin lagi ._.

  6. Sooyoungie February 28, 2014 / 7:38 PM

    Aaaa luhan oppa so sweet . Sequel lg ya thor

  7. Dorky Dey February 28, 2014 / 8:14 PM

    Taeyeon samaan kita. Sama sama dukung syoo sama Lu ‘-‘)/ kkkk~

  8. @ggcsy24 March 1, 2014 / 12:29 AM

    soohan biki iri deh, tapi mereka sweet banget astaga T–T

    • winterchan March 1, 2014 / 2:50 PM

      Eheheheheh author nya juga manis kan #ditabok

  9. kartika March 1, 2014 / 9:24 AM

    huwaa~ agoo aigoo aigoo >< aku senyam senyum sendiri bacanya. ya ampuuun luhan so sweet banget kyaaaa~~ *oke aku mulai lebay* thor.. karya lainnya ditunggu..🙂

  10. tiara soohun soohan March 1, 2014 / 10:01 PM

    Keren ! Buat siohun yaa

  11. Rizky Amelia March 1, 2014 / 11:29 PM

    Huwaaa~~ kerenn kerennn banget malahh
    Sequel lagi dong eonni jeball^^

    • winterchan March 2, 2014 / 10:47 AM

      makasih😀
      kalo ada ide mah pasti dibikin lagi😉

  12. rifqoh wafiyyah March 1, 2014 / 11:51 PM

    Keren…:)
    Sweet..:)

  13. wufanneey March 2, 2014 / 3:12 PM

    heh rusa cina ngapain kau cium-cium anak orang sembarangan?
    ajak pacaran dulu coba, baru boleh cium-cium (?)
    /maunya/ kkkk~

    • winterchan March 2, 2014 / 3:40 PM

      lol rusa cina xD
      luhan kurang gentleman buat ngajak pacaran wkwkwk

  14. hananhee March 2, 2014 / 10:32 PM

    Edewh.. -_-
    Pipi gue merah pasti :3

    Keren keren keren keren!
    SooHan,yaampun! Kalian kece bget kalau hal ini beneran nyata /ngarep/
    Just wanna say LIKE IT! >__<
    FIGHTING!

    • winterchan March 4, 2014 / 4:25 PM

      merah kenapa? :3

      aku sempet ngebayangin juga kalo ini kejadian beneran wkwk, bakal kece ya /ikutan ngarep/
      thank you ♥♥♥♥

  15. JeByung-JeSoo March 10, 2014 / 2:14 PM

    eh ah wow duh aku blushing bacanya wkwkwk xD
    eonni i miss youu muaah♥♥♥
    itu Luhan nya manis banget sihh, ngakak pas si taeyeon kepoin si Sooyoung xD
    suka banget deh, ditunggu ff lainnyaaa~ fighting!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s