[SERIES] Story In 40 Days (Part 4)

story in 40 days

Title                       : [SERIES] Story In 40 Days (Part 4)

Author                  : Chuyleez

Main Cast            : Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung

Support Cast      : Lee Donghae, Im Yoona, Kris Wu

Genre                   : Fantasy, Romance

Length                  : Series

Annyeong yeorobun… Author comeback bawa kelanjutan ff Story in 40 Days setelah dua minggu lebih vakum. Jeongmal mianhae…

Jika ada kesamaan cerita harap mention di facebook Andria Chuyleez Minoz or twitter @chuyleezluvsuju. Happy reading All… ^^

***

“Ada dua kemungkinan jika memiliki wajah mirip. Yang pertama memiliki garis keturunan yang sama. Atau yang kedua, mungkin jodoh.”

Sooyoung langsung mendorong tubuh Kyuhyun.

“Mana mungkin kau saudaraku?”

“Kalau begitu kita berjodoh.”

“Bermimpilah! Mana mau aku berjodoh dengan hantu. Aku akan menikah satu atau dua tahun lagi.”

“Benarkah? Dengan siapa?”

“Dengan siapa pun yang kucintai dan mencintaiku.”

Kyuhyun tertawa.“Yang pacaran bertahun – tahun saja belum tentu menikah, mengapa kau percaya diri sekali bisa cepat menikah.”

“Aku bisa menerima Donghae Oppa dan mengajaknya menikah.”

“Hah, jadi begitu?”

“Tentu.”

Sooyoung memasang blazernya.Dia menggerai rambutnya saat ini. Kemudian meraih tas tangannya dan pergi meninggalkan Kyuhyun.

“Sepertinya aku harus mengikutinya pergi.” Ujar Kyuhyun menampakkan smirk-nya.

Kyuhyun menghilang.Mungkin benar yang dikatakannya tadi.Mengikuti kencan Donghae – Sooyoung. Atau mungkin? Mengganggu keduanya?

***

Sooyoung memelankan langkahnya ketika sudah sampai di lobby hotel. Donghae sudah menunggunya di parkiran. Perkataan Kyuhyun tadi terus terngiang – ngiang di kepalanya.

“Hey, berubahlah sehari untuk namja itu. Kalau pakai blazer ini kau akan terlihat ingin berangkat kerja.”

“Apa benar aku harus melepas blazer ini?”

Sooyoung memandang blazer kuningnya yang dia pakai. Perpaduan menarik dengan dress bertali tipis berwarna orange miliknya. Perlahan dia melepaskan blazer kuning yang  dia pakai.

“Boleh aku menitipkan ini?” tanya Sooyoung pada resepsionist hotel.

“Ne.”

“Gamsahamnida.”

Sooyoung langsung berlari menuju parkiran tempat Donghae menunggu. Dilihatnya namja itu sedang berdiri menghadap ke mobilnya. Sepertinya sudah terlalu lama menunggu. Sooyoung memperlambat langkahnya menyadari sesuatu. Mengapa namja itu hanya memakai celana jeans dan jaket?

“Donghae Oppa.”

Donghae membalikkan tubuhnya. Matanya sedikit membulat.

“Maaf menunggu lama.”

Donghae terlihat kikuk. Dia benar – benar gugup.“Gwenchana.”

Donghae membuka pintu mobil untuk Sooyoung.

“Gomawo.”

Donghae tersenyum tipis.Tetap tidak menutupi rasa gugupnya.

Di sepanjang perjalanan hanya keheningan yang tercipta. Sooyoung memainkan ujung dressnya. Dia benar – benar risih berpakaian seperti ini. Yah, sepertinya dia salah kostum. Dalam fikirannya akan ada makan malam romantis di sebuah restoran mewah seperti beberapa saat lalu. Namun apa yang dia alami sekarang. Dia saja tahu kemana mobil ini akan melaju. Ke sebuah festival seni.

Tidak ada pembicaraan selama perjalanan.

Sooyoung menahan geraman kesalnya ketika melihat Kyuhyun duduk santai di kursi belakang sambil menahan tawanya. Seperti tidak ada rasa bersalah sama sekali. Sial!

Awas kau Evil!!!”  ancam Sooyoung.

“Hahaha… Kau salah kostum, Nona Choi.” Tawa Kyuhyun meledak.

Dia sedikit menyesal mengapa harus mendengarkan perkataan dari hantu seperti Kyuhyun. Dia meruntuki sifat bodohnya itu.

Sesampainya di festival seni, Sooyoung dan Donghae segera turun dari mobil. Sooyoung terus menundukkan wajahnya. Sepertinya dia malu.

“Chakkaman, Sooyoung~ah.”panggil Donghae.

Donghae melepas jaketnya dan memasangkannya di tubuh Sooyoung.

“Soo kau kenapa? Mengapa berpakaian seperti ini?” Donghae terlihat menahan tawanya.

Sooyoung hanya diam sambil terus menundukkan kepalanya. Dia benar – benar malu.

“Aku tahu kau malu. Cuaca sangat dingin. Nanti kau sakit.” Ucap Donghae lembut.

Blush! Wajah Sooyoung memerah. Ucapan Donghae tadi benar – benar membuatnya merinding.

“Dibilang begitu saja sudah blushing. Dasar yeoja!” Ejek Kyuhyun.

Sooyoung mendelik. Kembali menahan amarahnya. Yah, dia harus menahannya jika tidak ingin dicap sebagai orang gila. Apa lagi di depan namja yang menyukainya.

Sooyoung dan Donghae berkeliling festival seni. Canda tawa mengiringi mereka. Perlahan – lahan rasa canggung itu mulai sirna. Donghae terlihat berulang kali mengelus kepala Sooyoung membuat wajah yeoja itu kembali memerah.

Kyuhyun yang mengikutinya hanya memandangnya sebal. Dia sangat iri dengan kebersamaan dua pasangan di hadapannya itu.

“Kau harus sabar, Kyu~ah. Mungkin memang bukan takdirmu untuk memiliki seorang kekasih.” Ujarnya sambil mengelus dada.

***

Kris terlihat kagum memandang beberapa lampion yang diterbangkan bersamaan. Benar – benar indah dan membuat langit yang sedikit mendung ini sedikit bercahaya.

“Yeppota… Apa aku bisa melihat ini lagi? Apa nantinya aku bisa kembali hidup?”

Kris terlihat lesu. Merasa hampir putus asa.

Tiii….tt!! Tii…tt!! Radar milik Kris berbunyi.

“Dia ada disini?” Kris kembali bersemangat.

Sontak Kris berlari menuju ke arah tanda titik merah yang terdapat dalam radarnya.

“Hari ini aku harus menemukanmu, Cho Kyuhyun!”

Kyuhyun masih dengan setia mengikuti Sooyoung dan Donghae seperti seorang bodyguard. Suasana hatinya berubah – ubah. Kadang jengkel, kadang menampakkan wajah mesum saat menoleh melihat gadis bule barat yang berpakaian minim.

“Cish, penyakit pervert-nya kambuh!” dengus Sooyoung sebal dalam hati.

“Sooyoung~Sshi, apa kau mau diramal?”

“Ne?”

Sooyoung dan Donghae memasuki sebuah ruangan gelap tempat peramal itu berada. Bau dupa tercium sangat menyengat. Membuat siapapun yang masuk akan merinding.

“Oppa…” Sooyoung mencengkeram lengan Donghae takut.

“Gwenchana.” Ujar Donghae menenangkan. “Permisi.” Ujar Donghae menyapa seorang Paranormal yang sedang menundukkan kepalanya. Paranormal berambut panjang yang hampir menutupi sebagian wajahnya. Perlahan Paranormal itu mengangkat wajahnya dan memandang lurus di depannya.

“Kami ingin…. diramal.” Ujar Donghae sedikit takut.

Paranormal itu terlihat menaikkan alisnya. Namun pandangan matanya tetap lurus. Tidak memandang Donghae maupun Sooyoung. Tapi, Kyuhyun yang berada di tengah mereka.

“Ahjumma…” panggil Donghae menyadarkan Paranormal itu.

“Panggil aku Shinmunim.”

“Shinmunim, apa kau bisa meramalkan kami?”

“Berikan tanganmu.”

Donghae perlahan mengulurkan tangannya. Namun tangannya langsung ditarik oleh Paranormal itu. Mungkin tidak sabar melihat Donghae yang bertindak lamban. Dia membaca dengan serius garis tangan milik Donghae.

“Kau ingin tahu tentang apa?”

“Karir dan … Jodohku.”

“Karirmu masih aman untuk saat ini, selama kau tetap pada pendirianmu. Untuk jodoh, kau akan segera menemukannya, Donghae~Sshi.”

Donghae membulatkan matanya. Bahkan Paranormal itu tahu namanya? Dia benar – benar hebat!

Paranormal itu melepaskan tangan Donghae. Dia kemudian melirik Kyuhyun dan Sooyoung bergantian. Sooyoung sedikit gugup karena dipandang aneh oleh Paranormal itu.

“Aku ingin diramal juga.” Ujar Sooyoung.

Sooyoung mengulurkan tangannya. Namun Paranormal itu diam dan memandang lurus ke arah Sooyoung.

“Kau benar – benar memiliki nasib yang buruk, anak muda.”

“Ne?”

“Kau tidak akan menemukan jodohmu. Kau tidak ditakdirkan untuk memiliki cinta sejati.”

“Apa maksudmu, Shinmunim?” tanya Donghae marah.

“Berhati – hatilah. Hidupmu dalam bahaya.” Kini Paranormal itu memandang ke arah Kyuhyun yang berada di tengah – tengah Donghae dan Sooyoung.

Kyuhyun melihat sekelilingnya. Sedikit takut juga karena berulang kali Paranormal itu melihat ke arahnya. Apa dia bisa melihatnya? Jelas saja, dia termasuk orang abnormal yang bisa melihat makhluk sebangsanya.

Kyuhyun menunjuk dirinya untuk memberi isyarat apakan Paranormal itu benar – benar melihatnya. Namun Paranormal itu hanya diam memandangnya.

Donghae dan Sooyoung akhirnya memilih keluar dari tempat itu setelah memberi Paranormal itu beberapa jumlah uang.

“Ucapannya benar –benar aneh. Mana bisa dia mengatakan aku tidak memiliki jodoh? Aku rasa dia hanya mengarangnya agar mendapatkan banyak uang.” Ujar Sooyoung kesal.

“Itu hanya ramalan, Soo. Belum tentu benar. Aku menyesal membawamu kesana. Mianhae ne.”

“Gwenchana.”

“Kau malang sekali, Sooyoung~Sshi. Ku kira kau tidak akan menikah satu atau dua tahun lagi.” Ejek Kyuhyun mengingat perkataan Sooyoung beberapa saat lalu.

Sooyoung lagi – lagi menahan amarahnya. Hantu sialan itu benar – benar mengobrak – abrik emosinya. Tanpa sadar Sooyoung menarik tangan Donghae dan berjalan secepat mungkin menghindari Kyuhyun. Dasar menyebalkan!

Kyuhyun tertawa. Sepertinya gadis itu sedang merajuk.

“Sudah lama tidak bertemu, Kyuhyun~Sshi.” Terdengar suara seorang namja yang dia kenal.

Deg!

Suara itu. Mengapa dia mendengar suara itu lagi?? Suara yang sangat ditakutinya.

“Akhirnya kita bertemu. Kau tahu, aku benar – benar merindukanmu. Aku nyaris melupakan wajahmu itu.” Ucap namja itu, Kris, dengan nada mengejek.

Kyuhyun membalikkan badannya perlahan. Matanya membulat seketika. Benar dia namja itu. Apakah dia harus berakhir sampai disini? Apakah dia harus ikut bersama namja ini menuju kematian abadi.

“Kau tahu aku sudah lelah. Sebaiknya kau cepat ikut aku. Kau harus di hukum.”

Tubuh Kyuhyun menegang. Dia memundurkan tubuhnya satu langkah.

“Berniat kabur lagi,eoh?”

“Jangan bawa aku sekarang!” ucap Kyuhyun dengan nada bergetar memohon.

“Harus sampai kapan aku menunggu. Aku harus menyelesaikan tugasku. Waktuku juga singkat Kyuhyun~Sshi.”

“Jebal! Jangan bawa aku sekarang…” Kyuhyun terlihat memohon.

“Tidak bisa. Aku harus membawamu sekarang.”

Kris terus mendekat ke arah Kyuhyun. Kyuhyun memundurkan tubuhnya hingga dia memutuskan untuk berlari menghindari Kris.

“Jangan lari kau!”

Kris berlari mengejar Kyuhyun.

Paranormal itu keluar dari ruangannya. Dia memandang tajam dua makhluk beda alam yang tidak bisa dilihat oleh manusia biasa.

“Yeoja itu dalam keadaan bahaya.”

Kyuhyun masih terus berlari menghindari Kris. Dia menoleh di belakang Kris hampir menyentuh punggungnya.

“Soo~ah, aku benar – benar butuh kau. Kau dimana?” Kyuhyun terlihat frustasi.

Kyuhyun kehilangan jejak Sooyoung dan Donghae karena dia harus menghadapi Kris. Sekarang dia nyaris tertangkap basah. Apa yang harus dia lakukan?

“Aish, ottokhe?”

Kyuhyun mencoba menghilang, namun tetap saja Kris selalu muncul di belakangnya. Sudah beberapa tempat dia datangi untuk menghindari Kris. Sauna, Mall, Klub, bahkan di sebuah seminar yang terdengar sunyi dan khidmat, mereka kejar – kejaran layaknya tokoh kucing dan tikus dalam serial kartun Tom and Jerry. Mungkin manusia – manusia itu tidak menyadari berisiknya kedua makhluk ini jika mereka melihatnya. Kyuhyun hampir frustasi, Kris selalu muncul dimanapun dia pergi. Apa Kris memasangkan sebuah alat penyadap ditubuhnya tanpa dia sadari saat mereka bertemu tadi? Sial! Apa yang harus dia lakukan?

“Kris~Sshi, berhentilah mengejarku!” pinta Kyuhyun sambil berlari menghindar.

“Mwo? Sebaiknya kau menyerah! Aku tidak akan melepaskanmu lagi.”

Kyuhyun dan Kris kembali ke taman bermain. Yah, Kyuhyun memilih kembali setelah dia menghilang ke beberapa tempat dalam waktu singkat untuk menghindari Kris. Dia harus mencari Sooyoung. Hanya gadis itu yang mampu menolongnya.

Sooyoung dan Donghae saat ini sedang mendatangi sebuah stan makanan sosis goreng. Donghae mengambil potongan sosis dengan sebatang lidi kecil kemudian mencampurkan dengan saus.

“Buka mulutmu.”

“Ne?”

“Ayolah.”

Sooyoung membuka mulutnya dengan ragu. Donghae menyuapi Sooyoung sosis yang dia ambil tadi.

“Bagaimana?”

“Mashitta.”

“Suapi aku juga.”

Sooyoung mengambilkan potongan sosis goreng berlumur saus untuk Donghae. Penjual sosis tersenyum memandang mereka.

“Kalian sangat serasi. Semoga kalian bahagia sampai ke pelaminan yah.”

“Uhuk!” Donghae tersedak mendengar kata ‘Pelaminan’ yang diucapkan penjual sosis goreng itu.

“Ahjumma, kita baru saja berkencan.”

Ahjumma itu tertawa.

“Kalian masih muda. Yeoja cantik dan namja tampan. Jangan terlalu lama berkencan. Menikah itu jauh lebih indah.”

Sooyoung dan Donghae saling bertatapan. Donghae tersenyum kecil. Sedangkan Sooyoung masih memandang dengan ragu.

“Mengapa hatiku ragu? Apa karena ucapan paranormal tadi? Anniya… Tidak mungkin. Atau mungkin, karena aku belum punya perasaan untuknya? Mana yang benar? Tolong beri aku jawaban!” batin Sooyoung.

Kyuhyun masih terus berlari. Tangan Kris semakin terulur untuk mencengkeram lehernya. Sial! Apa dia mau mematahkan lehernya?

“Sooyoung, Choi Sooyoung… Neo eodiga??” Kyuhyun semakin frustasi.

Mata Kyuhyun terbuka lebar ketika melihat orang yang dicari tertangkap matanya.

“Sial! Mereka sedang beromantis ria, sementara aku kesusahan??” dengus Kyuhyun sebal.

Donghae kembali menyodorkan potongan sosis goreng untuk Sooyoung agar membuka mulutnya. Sooyoung membuka mulutnya menyambut potongan sosis yang disuapi Donghae.

Whuss!!

“Uhuk… Uhuk!!” Sooyoung tersedak hingga membungkukkan tubuhnya.

“Soo~ah, gwenchana?” tanya Donghae  cemas.

Sooyoung masih diam dalam posisinya. Donghae mencoba untuk membantu Sooyoung menegakkan tubuhnya namun dia merasa sedikit kesulitan.

“Mengapa tubuh Sooyoung kaku seperti ini?”

Kris hanya bisa mematung. Dia menghentikan langkahnya ketika melihat Kyuhyun masuk ke dalam tubuh Sooyoung.

“Tidak mungkin! Jadi ini yang dia lakukan untuk menghindariku. Dia memakai tubuh Sooyoung. Brengsek kau Cho!” Kris mengepalkan tangannya.

Sooyoung, tidak! Lebih tepatnya Soohyun. Menegakkan tubuhnya. Matanya memerah karena terjadi pertarungan dua jiwa dalam satu tubuh manusia.

“Kau sakit?”

Donghae hendak menyentuh wajah Soohyun, namun Soohyun menepis tangannya kasar.

“Soo, kau kenapa?” Donghae semakin panik melihat mata Sooyoung yang memerah dengan wajah yang terlihat menyeramkan.

“Jangan ganggu manusia lagi. Cepat keluar dari tubuh gadis itu.” Ucap Paranormal yang tadi di datangi Sooyoung dan Donghae.

Semua perhatian tertuju pada Paranormal itu. Apa yang sebenarnya terjadi? Terdengar kasak – kusuk disana. Soohyun memandang tajam Paranormal itu. Nafasnya terlihat tidak teratur.

“Shinmunim, apa yang terjadi pada Sooyoung?”

“Dia kerasukan. Ada ruh yang mengikutinya.”

“Ruh?” Donghae terlihat semakin cemas.

Donghae meraih tangan Soohyun dan menggenggamnya, namun dalam waktu sekejap, Soohyun membanting tubuh Donghae ke tanah.

“Akh!” Donghae meringis kesakitan.

“Kyuhyun~Sshi, tolong keluar dari tubuh Sooyoung.” Ucap Kris dengan nada memohon.

“Andwae… Aku tidak akan mengikutimu pergi.” Jawab Soohyun.

Semua orang memandangnya aneh. Yeoja itu mulai berbicara sendiri. Jelas saja mereka tidak bisa melihat Kris.

“Kau hanya akan menyakitinya.”

“Aku tidak akan menyakitinya.”

Soohyun berteriak saat merasakan panas ditangannya. Paranormal itu menyentuhkan sebuah lembaran kertas berwarna kuning berisi mantra pengusir setan.

“YAA!! Apa yang kau lakukan?”

“Kau harus pergi. Jangan ganggu manusia ini lagi.”

Soohyun beranjak mundur menghindari Paranormal itu. Tangannya meraba – raba meja stan sosis goreng itu dan mendapat sebuah pisau. Dia mengambil dan mengarahkan pisau ke arah paranormal itu.

“Jangan mendekat!”

Semua orang terkejut melihat Soohyun menghunuskan pisau tajam ke arah wanita itu. Nafasnya terlihat kembang kempis.

“Sooyoung jangan! Letakkan pisaunya!” ucap Donghae berusaha menyadarkan Sooyoung.

“Jangan mendekat! Atau aku akan membunuh gadis ini!” ucap Soohyun mengarahkan ujung pisau ke arah lehernya.

“Kyuhyun~Sshi, geumanhe!!” bentak Kris.

Soohyun menoleh ke arah Kris.

“Jangan melukai Sooyoung. Katakan apa maumu sekarang?”

Soohyun menggeram. “Beri aku waktu satu minggu untuk menyelesaikan urusanku. Setelah itu aku akan pergi.”

“Satu minggu? Terlalu lama! Aku tunggu besok!”

Soohyun kembali mendekatkan pisau ke lehernya.

“Kau mau dia mati,hah?”

“Baiklah, satu minggu. Jadi keluarlah dari tubuhnya sekarang. Aku tidak akan membawamu hari ini.”

“Jeongmal?”

Kris mengangguk.

“Baiklah… aku akan keluar dari sini.”

Whuss!

Hup!

Donghae menahan tubuh Sooyoung yang nyaris jatuh ke lantai. Sooyoung terlihat tidak sadarkan diri. Pisau yang ada di tangannya pun terlepas.

“Kau harus menjaganya baik – baik anak muda. Dia dikelilingi ruh yang bisa membahayakan nyawanya. Jangan membuat dia kehilangan akal yang bisa membuatnya memilih pilihan yang salah.” Nasihat Paranormal itu.

Kyuhyun memandang Sooyoung sedih. Dia merasa bersalah pada gadis itu. Pasti dia kesakitan saat Kyuhyun menahan ruhnya agar tidak keluar dari tubuhnya. Hingga membuat dia pingsan.

“Mianhae,Soo~ah.”

Kyuhyun merasakan Kris mencengkeram pergelangan tangannya. Kyuhyun mendengus.

“Aku tidak akan kabur, Kris~Sshi.”

Kris menyipitkan matanya. Haruskah dia percaya?

***

Donghae membawa Sooyoung kembali ke kamarnya. Gadis itu kini sudah sadar meskipun masih dalam kondisi lemah. Donghae membaringkan tubuh Sooyoung perlahan ke atas ranjang dan mengelus pelan kepala Sooyoung.

“Apa masih sakit?”

“Aniya. Gomawo, Oppa.”

Donghae bangkit dan berjalan menuju dapur. Dia membuatkan secangkir teh hangat untuk Sooyoung.

“Minumlah.”

Sooyoung meraih secangkir teh yang diberikan Donghae dan menyesapnya. Sedikit menghangatkan tubuhnya.

“Maaf telah merepotkanmu, Oppa.”

“Gwenchana.”

Donghae meraih cangkir teh yang dipegang Sooyoung dan meletakkannya di atas nakas. Perlahan dia meraih kedua tangan Sooyoung dan menggenggamnya.

“Kau terlihat aneh. Apa yang terjadi padamu sebenarnya? Apakah benar mereka merasukimu?”

Sooyoung hanya diam. Tidak mungkin dia mengatakan pada Donghae bahwa ada ruh bernama Kyuhyun yang sering meminjam tubuhnya.

“Aku menyukaimu, maka aku yang akan melindungimu mulai dari sekarang.” Ucap Donghae mengecup kening Sooyoung dalam.

Sooyoung memejamkan matanya. Donghae melepas kecupannya.

“Aku akan tidur disini. Aku akan menjagamu.”

“Tidak perlu, Oppa. Aku baik – baik saja. Mereka tidak akan menggangguku lagi.”

“Tapi…”

“Oppa jangan khawatir. Mereka tidak jahat. Buktinya mereka melepaskan aku.”

Donghae terlihat ragu. Namun akhirnya dia memilih bangkit dari duduknya.

“Aku akan kembali ke kamarku. Tidurlah yang nyenyak. Jika ada yang mengganggumu, kau panggil saja aku.”

Sooyoung mengangguk. Donghae  dengan berat hati meninggalkan kamar Sooyoung.

Sooyoung melihat ke sekelilingnya. Tidak ada Kyuhyun. Apakah Kris berhasil membawa Kyuhyun pergi? Bukankah dia berjanji tidak akan membawa Kyuhyun sekarang? Sooyoung memeluk lututnya. Dia tidak mengerti mengapa dirinya merasa cemas pada namja itu.

“Soo~ah, neo gwenchana? Mianhae…”

Sooyoung mendongakkan kepalanya melihat Kyuhyun dan Kris di hadapannya. Sooyoung menurunkan pandangannya melihat pergelangan tangan Kyuhyun masih di cengkeram erat oleh Kris. Apa yang sebenarnya terjadi?

“Kau tidak pergi?”

“Untuk apa aku pergi. Aku takut kau merindukanku, oleh karena itu aku tidak pergi.”

Sooyoung mencibir. Namja ini percaya diri sekali.

Sooyoung kembali melirik ke arah dua namja di hadapannya.

“Apa sekarang kalian bersama huh?”

“Ne?”

“Dia takut aku melarikan diri. Dia mencengkeram pergelangan tanganku sejak tadi. Aku lelah Soo~ah. Ingin tidur.” Ucapnya manja.

“Kris~Sshi, lepaskan dia. Aku bisa menjamin dia tidak akan kabur.”

Kyuhyun tersenyum memandang Kris yang terlihat sebal. Namun Kris akhirnya melepaskan tangan Kyuhyun.

“HWAA!! Akhirnya aku bebas.” Kyuhyun langsung berhambur dan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.

“YAA!!” Sontak Sooyoung menyingkir agar Kyuhyun tidak menindihnya.

“Aku benar – benar lelah hari ini. Maaf telah menyulitkanmu tadi.”

“Kau hampir saja membunuhku dengan pisau itu.”

“Aku hanya menggertak saja. Wanita paranormal itu, sejak tadi menatapku tajam. Bola matanya seperti nyaris keluar.”

“Tapi mengapa kau menahanku dan tidak membiarkanku keluar??”

“Mianhae… Aku memang bodoh. Saat itu aku sedang takut dan butuh perlindungan. Dalam fikiranku hanya ada kau. Hanya kau yang mampu menyelamatkanku, Soo.” Ujar Kyuhyun memandang Sooyoung dalam.

Sooyoung terdiam seolah terkunci oleh tatapan Kyuhyun.

“YAA!!” Kris berteriak menyadarkan keduanya. Membuat keduanya memasang death glare  evil untuknya.

“Kalian mau tidur bersama?” ucap Kris lagi.

“Aku sudah biasa tidur dengannya.”

“Tapi kau kan hantu. Mana bisa tidur?”

“Bisa saja. Aku suka memandanginya tidur.”

Blush! Pipi Sooyoung kembali memerah.

“Hey, mengapa pipimu memerah? Padahal bukan Donghae yang mengatakannya. Apa kau menyukaiku juga?”

“YAA!!” teriak Sooyoung.

PLETAK!

Sebuah jitakan mendarat di kepala Kyuhyun. “Dasar hantu narsis! Aku mau tidur. Jangan ganggu aku dan jangan berisik.”

“Istirahatlah. Mulai besok kita harus berbelanja untuk keperluan menggambarku.”

“Cish, kau menghabiskan uangku, Cho!”

“Beramalah sedikit untuk makhluk malang sepertiku.”

“Cish!”

“Sudah tidur saja!” Kyuhyun menekan kepala Sooyoung ke arah dadanya. Menyuruh Sooyoung tidur.

Kris sejak tadi hanya diam. Hatinya benar – benar panas. Sebegitu akrab-kah mereka berdua, hingga mengabaikannya disini?

Tak lama Sooyoung sudah terlelap dalam dekapan Kyuhyun. Kyuhyun menepuk – nepuk punggungnya seakan memberi kehangatan dalam tidur Sooyoung.

“Bisakah kau menyingkir dari situ? Ku kira dia sudah tertidur. Kau menyakiti mataku.”

Kyuhyun menoleh ke arah Kris dan memandangnya datar. “Pengganggu!” ucapnya lirih.

“Sejak kapan kau bertemu Sooyoung?” tanya Kris. Dia benar – benar penasaran akan hal ini.

“Sejak kau mengejarku saat itu.”

“Jadi kau melarikan diri dengan memasuki tubuhnya?”

“Ne.”

“Mengapa harus Sooyoung? Mengapa bukan orang lain?”

“Aku tidak tahu. Aku merasa tubuhku tertarik untuk masuk ke tubuhnya.”

“Tidak masuk akal!”

“Ruhku hanya cocok dengan tubuhnya.”

“Mana bisa begitu?”

“Kalau tidak percaya yah sudah. Diam saja!” Kyuhyun mulai sebal dengan ucapan Kris.

“Lalu Sooyoung mau membantumu?”

“Itu karena dia baik hati. Dia mau menolongku.” Kyuhyun tersenyum memandang Sooyoung yang terlelap.

“Apa sebenarnya tujuanmu hingga kau tetap berada disini? Tidak seharusnya kau disini? Ini bukan tempatmu.”

“Aku tahu itu. Aku hanya ingin diberi kesempatan sebentar. Awalnya, aku ingin mengatakan cinta pada orang yang kusukai. Tapi dia menolakku. Sekarang, tujuanku hanya aku ingin menyelesaikan karyaku yang tertunda. Sekaligus, mencari seseorang yang tahu makam saudaraku.”

“Saudara?”

“Saudara kembarku. Aku melihat Omma-ku kembali menangis setelah aku meninggal. Tapi tidak hanya aku yang dia tangisi. Tapi Saudara kembarku. Saudara kembarku yang meninggal sejak bayi. Omma tidak pernah melihat kembaranku itu. Dia hanya mendengar kabar dari dokter yang mengatakan anaknya meninggal dan sudah dimakamkan oleh orang itu. Aku juga baru tahu bahwa ternyata aku memiliki saudara kembar.” Ujar Kyuhyun ketika mengingat dia mendatangi kamar Ommanya tiga hari setelah kematiannya.

“Kau tahu siapa orangnya?”

Kyuhyun menggeleng.

“Pabo! Lalu bagaimana kau mau mencarinya?”

“Mollayo.”

“Kau benar – benar bodoh. Tidak tahu nama dan orangnya, lalu seperti apa yang kau cari? Makam di dunia ini ada jutaan makam.” Kris benar – benar kesal dengan namja yang benar – benar menampakkan tampang bodohnya sekarang.

“YAA!! Aku tahu aku bodoh, ini juga semenjak menjadi hantu. Tapi aku benar – benar ingin menemukan makam itu. Selama aku hidup, aku tidak pernah tahu bahwa aku punya saudara kembar. Omma merahasiakannya. Bahkan Appa-ku saja aku tidak tahu.”

“Jangan – jangan yang membawa jasad saudaramu itu adalah Appa-mu.”

Kyuhyun menegakkan tubuhnya. “Menurutmu begitu?”

“Yah, baru kemungkinan sih. Hey, mengapa aku jadi menanggapimu seperti ini? Ini bukan urusanku!!”

“Siapa juga yang meminta tanggapanmu. Ya sudah, jangan campuri urusanku! Aku tidak butuh bantuanmu!”

“YAA!! PERGI KALIAN!! BERISIKK!!!” Omel Sooyoung masih memejamkan  mata sambil melempar bantal guling dan selimutnya ke segala arah lalu kembali tidur.

Kris dan Kyuhyun hanya mematung. Gadis itu mengigau sambil mengamuk. Lihat sekarang, kamarnya seperti kapal pecah. Tidak tahu bagaimana ekspresi wajahnya saat dia terbangun nanti.

***

Sepulang bekerja, Sooyoung dan Kyuhyun mendatangi toko buku untuk membeli peralatan yang mereka butuhkan. Kini mereka berada di depan rak buku tempat komik karya Kyuhyun dipajangkan.

“Ini seri satu sampai kelima belas. Sekarang kita akan membuat yang seri keenam belas.”

Sooyoung mengambil semua komik seri satu sampai lima belas dan memasukkannya ke dalam keranjang yang dia bawa. Kyuhyun heran melihatnya.

“Kau membeli komikku?”

“Wae? Aku hanya ingin tahu bagaimana ceritanya.”

“Baguslah, kau memberikan royalti untuk Omma-ku.”

Sooyoung tersenyum manis. “Kajja.”

Mungkin kalian bertanya dimana keberadaan Kris. Bukankah dia takut Kyuhyun akan melarikan diri lagi sehingga dia tidak bisa jauh dari namja itu? Yah, untuk saat ini dia mencoba mempercayai Kyuhyun. Tidak sepenuhnya percaya juga karena ternyata diam – diam dia mengikuti mereka berdua. Kadang  dia menggeram kesal melihat keakraban Sooyoung dan Kyuhyun yang terlihat seperti sepasang kekasih. Setidaknya untuknya yang bisa melihat sosok Kyuhyun.

Sesampainya di kamar hotel. Sooyoung langsung membaringkan tubuhnya ke atas ranjang. Dia benar – benar lelah setelah perjalanan tadi. Jelas saja sejak pukul 8 pagi sampai jam 4 sore dia berkeliling proyek bersama Donghae, setelah itu dia harus pergi ke toko buku. Rasanya tulangnya nyaris remuk.

“Baiklah, aku akan memulainya sekarang.”

“Tapi aku belum makan. Biarkan aku makan dulu.”

“Aku yang akan mengisi perutmu nanti. Sekarang pinjamkan aku tubuhmu. Aku tidak punya banyak waktu. Tinggal enam hari lagi.”

“Aish, baiklah!”

Sooyoung hendak membangkitkan tubuhnya namun Kyuhyun menahannya. Sooyoung memandangnya bingung.

“Tetap seperti itu. Jangan bergerak!”

Sooyoung kembali membaringkan tubuhnya. Bingung apa yang akan dilakukan namja itu.

Kyuhyun perlahan mendekati Sooyoung dengan memasang tampang evilnya. Sooyoung sedikit bergidik. Namja itu terlihat seperti seorang lelaki hidung belang yang ingin meniduri wanita. Kyuhyun terus mendekat dan menindih Sooyoung. Sooyoung mulai merasakan sesak di dadanya.

“YAA!! Apa yang kau lakukan han??!!” Omel Kris menarik leher Kyuhyun seperti seekor kucing. “Kau mau memperkosanya?? Neo Micheosso??”

“MWO??!!” Sooyoung dan Kyuhyun terkejut.

“Dasar mesum!”

“Kau salah paham. Aku hanya ingin meminjam tubuhnya.”

“Kyuhyun benar, Kris. Hanya pinjam tubuhku sebentar.”

Kris memandang Kyuhyun dan Sooyoung bergantian. “Tapi tidak dengan posisi begitu juga kan?”

“Memang kenapa? Apa itu masalah untukmu?”

“Jelas saja itu masalah. Aku menyukainya.”

“MWO?!” Kyuhyun terkejut.

“WAE?” Kris mendekatkan wajahnya ke arah Kyuhyun seperti menantang.

Kyuhyun memandangnya sebal. Entah mengapa dia merasa cemburu. “Mana bisa hantu jatuh cinta.”

“Hey, aku ini hantu yang ada jaminan reinkarnasi. Tidak seperti kau. Setelah ini kau akan mati. Untuk selamanya.”

“Ne?” Sooyoung terkejut.

“Dia tidak akan ada lagi di dunia ini. Wajah seperti ini, sifat seperti ini, tidak akan adalagi di muka bumi ini. Dia sudah melanggar hukum langit.”

Pandangan Sooyoung berubah sedih.

“Menyingkirlah.” Kyuhyun mendorong tubuh Kris menjauh. Dia benar – benar merasa tidak enak hati.

Kyuhyun mendekat kembali ke arah Sooyoung. Mereka saling memandang dengan tatapan sulit diartikan. Apakah itu sedih, kecewa, sulit, tidak percaya atau pasrah? Namun perlahan Kyuhyun menindih Sooyoung membuat Sooyoung sedikit merasa sesak di dadanya. Ruh Kyuhyun perlahan masuk ke tubuh Sooyoung, secara otomatis ruh Sooyoung berguling keluar dari tubuhnya.

“Jadi selama ini kalian melakukan ini? Kalian selalu bertukar tubuh? Sooyoung~ah kau bisa berada dalam bahaya.”

“Aku hanya membantunya. Itu juga tidak akan lama.”

“Jika diketahui senior, kau bisa dihukum. Sudah dua kesalahan yang kau perbuat. Yang pertama kau menyembunyikan Cho Kyuhyun dan yang kedua kau keluar dari tubuhmu dan membiarkannya meminjam tubuhmu. Itu benar – benar fatal. Kau akan dihukum tidak bisa kembali ke tubuhmu lagi, kau ingat perkataanku kan?”

“Oleh karena itu aku memintamu untuk merahasiakannya.”

“Mwo? Tidak bisa kembali ke tubuhnya? Apa dalam arti dia akan mati?” tanya Kyuhyun.

Kris mengangguk. “Aku sudah pernah memperingatkannya dulu. Tak kusangka dia melakukan kesalahan lagi. Jika ketahuan, dia tidak akan bisa menghindar.”

“Apa ada cara supaya dia terhindar dari hukuman itu?”

“Ada.”

“Apa?”

“Kau segera pergi dari tubuhnya dan ikut aku.”

“Ne? Beritahu aku cara selain itu.”

“Tidak ada cara lagi. Mungkin hanya menutupinya. Tapi itu juga hanya sementara. Kalau ketahuan aku ikut terlibat, aku bisa terancam tidak bisa kembali hidup.” Ujar Kris mengacak rambutnya frustasi.

Sooyoung terlihat menunduk. Sedangkan Soohyun berfikir keras.

“Soo, izinkan aku untuk meminjam tubuhnya satu malam penuh. Aku minta maaf, mungkin besok kau akan merasa lelah karena tubuhmu tidak tidur semalaman.Tapi tidak ada cara lain. Aku tidak mau membiarkan kau mati karena aku.”

Sooyoung hanya diam. Dalam arti dia pasrah jika namja itu mau meminjam tubuhnya semalam penuh. Entah mengapa dia sedih jika membayangkan kematian. Entah kematian dirinya sendiri atau kematian abadi yang akan dialami Kyuhyun nanti yang dimaksud.

Soohyun mulai beraksi. Di atas meja dia sibuk menggoreskan pensil menggambar karakter komiknya.  Dalam waktu semalam dia sudah menyelesaikan puluhan lembar gambar komik. Soohyun tidak merasa lelah dan mengantuk. Mungkin tekadnya untuk mengakhiri dan tidak ingin merepotkan siapapun lagi, sudah bulat.

Sooyoung bolak – balik mengguling – gulingkan tubuhnya di atas ranjang. Saat menjadi sosok ruh, dia merasa tidak mengantuk sama sekali. Berulang kali dia mencari posisi tidur yang nyaman, namun tetap  saja tidak bisa tidur.

“Gambarmu bagus. Markus dan Calista. Kisah romantis yah? Aku tidak menyangka ternyata kau ini namja yang cengeng.”

Soohyun menghentikan kegiatannya dan melirik Kris tajam. “Diam kau! Aku sedang berkonsentrasi.”

Kris memilih diam.

Soohyun mengacak rambutnya. “Aissh, sepertinya malam ini tidak akan selesai. Ottokhe?? Masih banyak yang harus kugambar.”

“Jangan menyerah Kyuhyun~Sshi. Fighting!!” Kris menyemangati.

“Ada angin apa kau menyemangatiku. Biasanya kau selalu menghinaku.”

“Kau ini kuberi semangat salah. Kuhina juga salah. Maunya apa sih?”

“Kalian mau bertengkar lagi, eoh? Jangan berisik! Aku tidak bisa tidur.” Keluh Sooyoung.

“Kalau begitu aku tidur dengan Sooyoung saja.” Kris langsung berlari kecil menuju ranjang Sooyoung.

“Mwo?? YAA!!” teriak Kyuhyun tidak terima.

Kris memeletkan lidahnya dan memejamkan matanya di samping Sooyoung. Tidak tidur sih memang. Mungkin hanya ingin meledek Soohyun.

Soohyun membangkitkan tubuhnya dan berjalan dengan santainya ke kamar mandi.

“Hey, mau apa kau?” tanya Kris.

“Apa urusanmu? Aku hanya ingin buang air kecil.”

“MWOYAA?!!” Kris dan Sooyoung langsung berlari ke arah Soohyun dan menariknya.

“YAA!! Lepaskan aku!! Ini sudah diujung.” Ujar Soohyun memberontak.

“Kembalikan dulu tubuhku. Biar aku yang mengurusnya. Jangan sekali – kali menyentuh tubuhku. Arrasso?”

“Cish!” Soohyun mendengus.

Sooyoung langsung menarik kerah kemejanya dan mereka kembali bertukar tubuh. Menyelesaikan persoalan buang air kecil.

***

Donghae mengetuk pintu hotel Sooyoung. Mengajak gadis itu untuk pergi bertemu client bersama. Namun sudah hampir 5 menit dia mengetuk pintu, gadis itu tidak juga membuka pintunya.

“Soo~ah!! Soo, gwenchana?” Sepertinya Lee Donghae mulai panik.

Cklek!

Pintu kamar Sooyoung terbuka. Donghae melihat gadis itu berdiri di ambang pintu dalam keadaan kusut, Ada lingkaran hitam di matanya dan terlihat sedikit pucat.

“Apa kau sakit?”

“Aku sedikit tidak enak badan. Apa aku boleh izin satu hari saja?”

“Kalau begitu aku akan menemanimu disini.”
“Anniya Oppa. Tuan Jo pasti sudah menunggumu. Aku tidak apa – apa. Hanya beristirahat sebentar juga sembuh.”

“Apa benar – benar tidak apa – apa jika kutinggal sendiri.”

“Tidak apa – apa, Oppa. Jangan cemaskan aku. Aku bisa jaga diriku sendiri.” Ujar Sooyoung menyentuh pipi Donghae.

Donghae tersenyum. “Baiklah. Kalau kau butuh sesuatu, hubungi aku.”

Sooyoung mengangguk dan tersenyum.

“Aku pergi.”

“Hati – hati.”

Donghae meninggalkan kamar hotel Sooyoung. Sooyoung menutup pintunya. Namun saat dia membalikkan badan dia terkejut melihat Kris dan Kyuhyun yang tiba – tiba sudah berdiri tepat di belakangnya.

“Omo! YAA! Kalian membuatku jantungan.”

Kyuhyun tiba – tiba mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Sooyoung. Pipi Sooyoung langsung memerah.

Tidak apa – apa, Oppa. Jangan cemaskan aku. Aku bisa jaga diriku sendiri. Cish, menggelikan. Padahal tadi aku ingin sekali berteriak bahwa kau mau bolos kerja. Sayangnya dia tidak melihatku.”

Sooyoung langsung menampik tangan Kyuhyun di pipinya. “Ini juga karena kau bodoh, aku bolos! Kau membuat tubuhku remuk. Aissh, aku ingin sekali tidur seharian ini.” Keluh Sooyoung.

Bibir Kyuhyun melengkuk membentuk cengiran lebar. Tak lama terkekeh. Yah, perkataan Sooyoung tadi memang benar. Dia yang membuat Sooyoung seperti ini. Sooyoung memandangnya sebal.

Tiba – tiba Kris mengulurkan tangannya dan menyentuh pipi Sooyoung membuat Sooyoung sontak memandang tangan Kris yang menyentuh wajahnya.

“Apa benar bisa semerah itu? Aku penasaran.”

“Yah, kau tahu, dia selalu seperti ini. Saat aku menyentuh pipinya juga memerah begitu.”

Pipi Sooyoung semakin memerah saat Kyuhyun ikut – ikutan menyentuh sisi pipi yang lainnya.

“Lihat pipinya kenyal seperti bakpao.” Lanjut Kyuhyun sambil mencubit – cubit pipi Sooyoung.

Kris yang mendengar perkataan Kyuhyun langsung ikut mencubit pipi Sooyoung.

“YAA! YAA!! Igeo Mwoya!! Mengapa kalian mencubitku??!! Aishh.” Sooyoung menampik kedua tangan di sampingnya kemudian berjalan menuju ranjangnya. “Aku mau tidur dan jangan ganggu aku.”

“Tidur? Tidurlah setelah aku selesaikan komikku.”

“Mwo?”

“Aku tidak punya banyak waktu. Jangan buang – buang waktuku!”

“Apa kau benar – benar ingin pergi? Apa kau benar – benar ingin pergi setelah kau mengacaukan hidupku, Cho Kyuhyun?” Ujar Sooyoung membalikkan tubuhnya.

Kyuhyun terdiam mematung. Sooyoung langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan mulai memejamkan mata.

“Yah, Yah! Kau benar mau tidur?” Ucap Kyuhyun terdengar tak percaya.

Sooyoung diam tak mempedulikan Kyuhyun. Kyuhyun meraih tangan Sooyoung dan menarik – nariknya berusaha membuat gadis itu bangun. Namun Sooyoung tetap diam.

“Baiklah kalau ini maumu.”

Kyuhyun masih menarik – narik tangan Sooyoung.

“YAA! Berhentilah menggangguku!!” Hup!

Sooyoung menarik kembali tangannya namun Kyuhyun langsung tertarik dan menindih Sooyoung.

“Akh!”

Sooyoung merasa ada beban berat yang menimpanya. Namun, rasanya dia lupa cara bernafas ketika melihat wajah namja itu berada lima centimeter dari wajahnya dengan tatapan dalamnya. Sooyoung mematung. Kyuhyun mengerutkan kening. Aneh! Mengapa yeoja ini tidak mengeluh sesak dan mendorongnya? Mengapa justru diam?

“Soo…”

“Apa benar jodohku itu seperti dirimu? Sehingga aku tidak punya cinta sejati di dunia ini?”

“Apa maksudmu?”

“Jika benar jodohku sepertimu, Apa yang harus ku lakukan? Apa aku harus mengikutimu juga kesana?”

Kyuhyun terdiam memandang Sooyoung. Ada apa dengan gadis ini? Tatapannya berubah menjadi sangat menyedihkan. Apa karena dia mulai merasa kesakitan, atau dalam hatinya dia benar-benar merasa sedih?

TO BE CONTINUED….

“Kau benar menyukainya? Apa kau benar – benar menyukainya? Lalu bagaimana dengan aku?”

….

“Mianhae, Kyuhyun~ah! Jeongmal mianhae… Aku bodoh tidak mempercayaimu.”

….

“Gamsahamnida, Sooyoung~Sshi. Telah memberiku kesempatan hidup walau hanya sebentar.”

….

“Saranghae…Saranghanta…”

….

“Jangan mencintai orang sepertiku. Itu hanya sia – sia. Carilah seseorang yang dapat membahagiakanmu.”

….

“Andwae, Soo~ah!! Andwae!!”

….

….

 

 

Part 5 Selesai! Kemungkinan Part berikutnya adalah part terakhir. Aku juga belum tahu mau protect apa ga. Coz, akhir – akhir ini aku lagi benar – benar sibuk dengan kerjaan kantor. Jadi kadang sulit punya waktu buat nerusin FF. Jeongmal mianhae, yeorobun…. Aku tunggu respon kalian untuk part ini. Keep RCL. Gamsahamnida….

 

One thought on “[SERIES] Story In 40 Days (Part 4)

  1. Della April 10, 2014 / 12:34 PM

    Hai semua >u< kalian Sooyoungster ??? suka dengan fanfic tentang Sooyoung unnie ? ^^ kalau iya,, kalian bisa kunjungi blog ini : http://songhyerim.blogspot.com/ dijamin kalian akan suka ^^
    NB : Terima kasih buat author, dan maaf aku numpang promo ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s