Please, See My Heart ( Sequel A Cruel Reality ) – ( 3/3/END )

http://highschoolgraphics.files.wordpress.com/2014/02/pr-by-qarenza-park4.png?w=471&h=629

Please, See My Heart ( 2/3 )

A new fiction by qarenzapark

Starring by Oh Sehun, Choi Sooyoung, Park Chanyeol

and other cast

With feelin’ Romance, Sad, Family

Story is MINE !

Poster by Borayoung

Don’t be silent readers and don’t plagiat.

Just enjoy with my story^^

_

” Apakah Tuhan benar menyingkirkan Chanyeol dari Sooyoung agar aku bisa memilikinya ?

_

Jika dihitung – hitung, Sooyoung sudah menunggu sekitar 4 jam tanpa istirahat. Padahal, arah jarum jam telah menunjukkan angka 11 malam. Sebenarnya, ia lelah. Tetapi, ia ingin menjadi orang yang pertama kali melihat mata laki – laki yang terbaring itu terbuka.

Sehun memegang bahu wanita itu lembut.

” Istirahatlah, kau bisa sakit nanti.”

Sooyoung tetap optimis. Berbohong dengan keadaannya sekarang. Tidak mementingkan kegelisahan yang dirasakan Sehun. Dan ia hanya berharap untuk kali ini agar Sehun mengijinkan untuk berbuat lebih untuk Chanyeol.

” Aku bisa menggantikanmu untuk menjaga Chanyeol.”

Sooyoung menatap Sehun. Berusaha mencari rasa pengertian dari mata laki – laki yang berada dihadapannya ini, yang masih sangat dicintainya.

” Aku mohon, sekali ini saja.”

Sehun mengerti dan tersenyum. Lalu, disusul oleh senyuman Sooyoung.

” Kalau kau lelah, katakan saja.”

” Ya, terimakasih.”

” Aku akan menunggu diluar.”

Sooyoung mengangguk. Lalu, Sehun melangkahkan kakinya keluar dari ruang rawat.

Sooyoung terus menatap laki – laki yang berada didepannya ini. Yang sekarang roh-nya entah dimana.

” Chanyeol-ah..”

Air matanya mulai mengalir.

” Maafkan aku, Chanyeol-ah. Aku menunggumu membuka mata bukan melanjutkan hari – hari kita. Tapi..karena aku ingin mengucapkan terimakasihku karena kau telah mewarnai hidupku beberapa waktu ini. Dan kumohon, cepatlah bangun Chanyeol-ah.”

” Aku menyesal bertemu denganmu karena kau rela mengorbankan nyawamu untukku, yang tidak mencintaimu.”

_

” Suster, bisakah aku meminta selimut ? “

” Tentu, tunggu sebentar.”

Beberapa menit kemudian…

” Ini, tuan.”

” Terimakasih. Apakah semua biaya administrasi sudah selesai ? “

” Sudah, tuan.”

” Kalau begitu, saya permisi.”

Sehun melangkah keruang rawat Chanyeol. Ia yakin, wanita itu telah terlelap. Karena, ia telah lama menunggu diluar dan melihat arlojinya yang menunjukkan tengah malam. Setelah sampai, Sehun menjumpai wanita yang sedang terlelap disofa berwarna hijau tosca itu. Sehun melebarkan selimut dan menutupi tubuh wanita itu. Mengusap ujung kepalanya lembut. Dan mengecup singkat keningnya.

Sehun mulai melangkahkan kakinya kekursi yang berada tepat disebelah ranjang Chanyeol. Dan sebuah suara membuatnya berhenti melangkah.

” Aku tidak bisa tidur, Sehun-ah.”

” Kenapa ? “

_

Mereka memilih duduk diluar sambil menikmati secangkir kopi. Sooyoung, mengajak Sehun untuk duduk diluar dan menemaninya.

” Kenapa memesan kopi ? Kau pasti tidak bisa tidur nanti.”

Sooyoung menunduk.

” Aku memang tidak ingin tidur, Sehun-ah.”

” Kenapa ? Chanyeol lagi ? “

Sooyoung mengangguk.

” Kau masih mencintai Chanyeol ? “

Sooyoung menatap Sehun kecewa.

” Tidak. Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih padanya.”

” Untuk apa ? “

Sooyoung berusaha menahan air matanya.

” Chanyeol. Dia sudah mengisi hari – hariku beberapa waktu ini. Aku selalu merasa senang bersamanya. Tetapi, aku tidak merasakan perasaan yang lebih terhadapnya. Menandakan bahwa aku tidak mencintainya.”

” Kau boleh menunggu Chanyeol. Tetapi, kau juga harus istirahat.”

” Tidak. Aku tidak ingin tidur. Sehun-ah, aku ke toliet sebentar.”

Sooyoung berdiri. Dan, entah kenapa. Ia merasakan kantuk yang luar biasa. Dan, tubuhnya terjatuh lemas. Untungnya, Sehun dengan sigap menangkap tubuh gadis itu dengan tangannya.

” Maafkan aku Sooyoung-ah. Kopimu tadi sudah kuberikan obat tidur. Ini untuk kebaikanmu. Maafkan aku.”

_

Sooyoung terbangun.

Ha ? Dimana ini ?

Tempatnya serba putih. Siapapun itu, tolong beritahu !

” Adakah orang disini ? “

Sooyoung berusaha mencari tanda – tanda kehidupan ditempat ini. Disini benar – benar sepi. Sampai sebuah suara berat membuat Sooyoung terkejut.

” Cha..Chanyeol-ah ? “

Laki – laki itu hanya tersenyum. Senyumnya yang amat tulus. Terlintas sebuah kebahagiaan dihati wanita itu.

” Kau sudah bangun ? ” tanya Sooyoung.

” Hanya sementara. Sebentar lagi aku akan pergi.”

” Kemana ? Bisakah aku ikut ? “

” Tidak, jangan ikut, Sooyoung-ah. Aku akan pergi yang bahkan tidak bisa kau jangkau.”

” Kemana ? Kau pergi kemana ? “

” Kau tidak perlu tahu. Kau harus tetap hidup. Sehun membutuhkanmu, dan aku…”

” Aku juga membutuhkanmu, Chanyeol-ah..”

” Tetapi, aku tidak bisa. Ini sudah waktunya.”

” Maksudmu ? “

” Aku harus pergi.”

” Tetapi, sebelum kau pergi, bolehkah aku berkata sesuatu ? “

” Apa ? Cepat katakan. Waktuku tak banyak.”

” Terimakasih untuk hari – hari yang kita lalui. Maafkan aku yang juga tidak..mencintaimu. Maafkan..”

” Tidak apa. Aku juga berterimakasih padamu karena mau menemaniku beberapa waktu ini. Sekarang, kau menjadi sahabat terbaikku. Dan, bolehkah aku memelukmu ? “

” Sangat.”

Chanyeol memeluk Sooyoung. Sooyoung menangis. Dan Chanyeol berbisik,

” Selamat tinggal, Choi Sooyoung..jangan lupakan aku..”

Sooyoung menangis dan mempererat pelukannya. Tetapi, sebuah cahaya putih membuat mata wanita itu silau sehingga tak bisa melihat apapun dan kembali seperti keadaan semula.

_

Sooyoung terbangun. Apakah mimpi itu memang terjadi ?

Sehun ? Kau dimana ?!

Sooyoung berlari mencari ruang rawat Chanyeol, 318. Dan akhirnya ia dapat. Didalamnya, terdengar suara isakan tangis.

” CHANYEOL-AH ! “

Sooyoung mendobrak pintu itu dan menghampiri Chanyeol yang sekarang tengah mendapatkan bantuan terakhir. Terdengar suara desis yang menandakan detak jantung Chanyeol berhenti. Tetapi, Sehun mencegah Sooyoung yang tengah berurai air mata. Sehun menarik Sooyoung kedalam pelukannya.

” Tenangkan dirimu, Sooyoung-ah ! “

Sooyoung tetap menangis. Tidak rela membiarkan Chanyeol yang telah dianggapnya sahabatnya sendiri.

TIT..

Suara itu, pertanda Park Chanyeol telah pergi untuk selama – lamanya. Sooyoung menangis sekuat – kuatnya dalam pelukan Sehun. Keluarga serta kerabat Chanyeol juga ikut menumpahkan air mata.

Sooyoung melepaskan pelukannya dan menghampiri Chanyeol yang tidak lagi bernafas itu.

” Chanyeol, selamat jalan..Aku akan selalu mengingatmu.”

Dan, Sooyoung mendengar suara bisikan.

” Aku juga, terimakasih, Choi Sooyoung.”

Sooyoung tersenyum sekilas lalu kembali menitikkan air matanya. Mundur beberapa langkah dan membiarkan dokter dan rekan – rekannya menutup Chanyeol dengan selimut.

Sehun kembali memeluk Sooyoung yang masih dengan mata berkaca – kaca. Berusaha menenangkan wanita itu untuk sabar.

” Benar, ternyata kenyataan ini adalah sandiwara..”

_

2 months later..

Sehun dan Sooyoung tengah duduk sambil menulis sebuah surat kecil. Kau tahu tujuannya ?

Mereka akan menerbangkan surat kecil ini dengan balon. Sehun dan Sooyoung menyebutnya ‘ A Little Letter For God ‘. Mereka akan menulis sebuah harapan dan menerbangkannya kelangit.

” Sudah siap, Sooyoung-ah ? “

” Sudah. Ini balonnya.”

Sehun dan Sooyoung mengikatkan surat itu ditali balon tersebut.

” Sudah siap untuk menerbangkannya ? “

 Sooyoung mengangguk mantap.

” 1..2..3..! “

Kedua balon itu terbang sambil membawa 2 surat kecil yang berisi harapan sepasang kekasih ini. Sehun dan Sooyoung tersenyum melihat kedua harapan yang melayang itu.

” Ayo kita makan es-krim ! ” ajak Sehun.

” Aku coklat ! ” terang Sooyoung.

” Heh ?! Aku coklat, kau strawberry saja.” protes Sehun sekaligus bercanda.

” Yak ! Kita kan bisa beli 2 cup ! ” kesal Sooyoung.

” Tidak boleh, uangku tidak cukup ! Hahah ! ” balas Sehun

Sehun berlari kearah Ice Cream Corner dan Sooyoung mengerjarnya.

” Yak ! Sehun-ah, tunggu aku ! “

Dan sekarang, Sooyoung hanya milik Sehun. Yang sangat tulus mencintainya. Begitu juga sebaliknya, Sooyoung juga mencintai wakil CEO ini. Belum lagi, mereka akan setiap hari bertemu sebagai partner kerja. Tak ada yang bisa menghalangi mereka lagi.

Dan ia juga tidak lupa pada Chanyeol, sahabat yang selalu tersenyum untuk Sooyoung diatas sana. Dan juga menjadi malaikat penjaga untuk Sooyoung sampai ia berjumpa lagi disuatu hari. Dimimpi, ataupun hal lainnya.

Dan kalian, yang selalu mengikuti alur cerita.

Terimakasih karena telah berbagi rasa bersama seorang Choi Sooyoung. Berbagi tawa, kesedihan bersama Sooyoung. Dan terimakasih, untuk waktu luang kalian untuk berbagi kisah rumit ini.

( Please, See My Heart – END )

Haii haii !

Gimana part terakhir ini ? Apakah kalian puas ?😀

Nah, Please, See My Heart udah end yaa^^

Jangan sedih, author akan ngebawa fanfic baru lagi.

RCL yaa^^ Author pamit dulu, jangan mimpiin author yaa xD

By, Qarenzapark

7 thoughts on “Please, See My Heart ( Sequel A Cruel Reality ) – ( 3/3/END )

  1. Rizky Amelia February 15, 2014 / 11:46 PM

    Kerenn banget endingnya unni
    Tidak ada yang tersakiti dan tidak ada yang menyakiti /?

    Ff lainnya ditunggu ya unni^^

  2. miss_sooyoungster10 February 16, 2014 / 12:54 AM

    P.U.A.S
    Sangat puass!!
    Yeaa…Akhirnya END~
    Good Story

  3. shin hyun young February 16, 2014 / 11:20 AM

    Sequel again, sequel again *contoh reader yg ga pernah puas*
    Ah channie-ku knpa hrs meninggal , walopun aku mau soohun bersama tpi knpa chanyeol hrs pergi tpi gpp deh kan cma cerita..
    Tpi aku msh blm puas, kan dipart sebelumnya ada konflik keluarga’a tpi disini fokus ke soo-hun-yeol jdi menurutku msh kurang aja..

  4. kartika February 16, 2014 / 3:18 PM

    akhirnya ending juga. endingnya manis semanis madu (?) daebak.. ff lainnya ditungguuu~

  5. rifqoh wafiyyah February 16, 2014 / 10:43 PM

    Kta q alur’a trlalu cpet….
    Tpi kern bngett….:),aku ska….:D

  6. sooyoungie February 17, 2014 / 12:31 PM

    yaah chanyeol nya knp mati huhu ayo buat ff chanyeol sooyoung

  7. Choi Min Ra April 30, 2014 / 6:33 PM

    Huhuhu T.T kenapa Chanyeol jadi kayak gitu, kan sedih. Tapi gak papa, aku puas sama Endinggnya
    Tetap berkarya, ditunggu ff Sooyoung eonni lainnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s