[FREELANCE] Can You Love Me? Threeshot | Chap. 3 [END]

CYLM2

 

Author : @noonapark18

 

Tittle : Can You Love Me?

 

Genre : Friendship, Romance

 

Cast:

–     SNSD’s Choi Sooyoung 

–     EXO’s Park Chanyeol

–     INFINITE’s Kim Myungsoo

 

Length : Three Shot(s) | Chap. 3

 

Ratting : General

Disclaimer : This story is purely mine! Except the idol caracter, they’re belong to God

 

Warning : Also posted in my blog –here (http://noonapark.wordpress.com/)

 

 

—Enjoy it- Happy Reading ^^ —

 

***

 

Four Years Later…

 

 

“Eomma! Aku pergi dulu!”Sooyoung memekik sembari memasang tali sneakers-nya.

 

“Eo! Semoga kau beruntung!”sahut ibunya terdengar dari dalam dapur.

 

Sooyoung berjalan cepat menuju gerbang depan, sesekali ia melirik kearah jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kirinya. Saat ia menutup pintu gerbang dan turun ke jalan, Sooyoung berhenti secara perlahan. Ia memutar tubuhnya, menatap sendu kearah rumah yang berada tepat disamping rumahnya. Rumah keluarga Park. Rumah itu terlihat sepi tak berpenghuni, karena ibu Chanyeol menyusul ke Jepang sebulan setelah kepergian Chanyeol.

 

Dan Sooyoung masih bertahan disini. Menunggu, hanya itu yang bisa ia lakukan. Ia terus menunggu, dan seiring berjalannya waktu ia semakin mengerti perasaannya, dan perasaan itu semakin tumbuh. Ya, dia sadar. Yang ia butuhkan adalah Park Chanyeol. Bukan Kim Myungsoo, atau siapapun. Sooyoung benar-benar mengakui itu, ia mencintainya. Ia mencintai Park Chanyeol.

 

Sooyoung tersenyum lembut, “Kuharap kau cepat kembali”gumamnya pelan. Ia memutar tubuhnya dan kembali melanjutkan langkahnya. Itulah ‘ritual’ yang ia lakukan setiap harinya setelah keluar dari rumah. Memperhatikan rumah Chanyeol dan berharap hari itu ada Chanyeol yang muncul dari balik pintu dan menyerukan namanya. Ia sangat merindukan namja itu. Merindukan suara berat itu saat menyebutkan namanya, merindukan ledekan yang biasa Chanyeol lontarkan untuknya, merindukan senyum lebar namja itu, tawanya, gurauan-gurauan kecil dan yang lainnya. Sooyoung merindukannya. Sungguh!

 

—ooo—

“Kami akan memeriksa berkas-berkasnya. Jika kau diterima, kami akan menghubungimu untuk melanjutkan prosedur selanjutnya”

 

“Ne. Kamshahamnida.. kamsahamnida”Sooyoung membungkuk beberapa kali pada wanita yang berstatus sekretaris di perusahaan majalah yang ia datangi ini. Setelah itu ia berjalan menuju pintu keluar dengan senyum mengembang penuh harap.

 

“Semoga aku diterima!”Karena terlalu senang dengan pekerjaan impian yang sudah didepan mata, Sooyoung tidak menyadari sampai-sampai ….

 

Bruk!

 

Tubuh Sooyoung terhuyung hampir jatuh, ia langsung membungkuk beberapa kali, “Jeosonghamnida.. jeosonghamnida..”sesalnya

 

“Ah~ gwenchana”sahut seseorang yang ditabrak Sooyoung itu –seorang namja.

 

Sooyoung mendongakan kepalanya, “Eo? Byun Baekhyun?”ia menunjuk kearah namja yang ia tabrak tadi. Namja berwajah imut bernama Byun Baekhyun itu adalah mantan temannya saat masih SMA dulu.

 

“Ya! Sooyoung!”balas Baekhyun kaget. “Apa yang kau lakukan disini, huh?”

 

“Aku sedang melamar pekerjaan disini. Kau sendiri?”

 

“Kalau aku bekerja disini tiga bulan yang lalu. Woah! Itu artinya kita akan menjadi rekan kerja?”

 

“Yah, kalau aku diterima disini”

 

“Ya! Kau pasti diterima disini”Baekhyun tersenyum senang, begitu juga Sooyoung. “Eum, Sooyoung-ah, seminggu yang lalu saat aku bertugas di Jepang aku bertemu dengan Chanyeol”

 

Deg.

 

“Ne?”

 

“Eoh, sekarang dia sudah menjadi orang sukses. Aku dengar dia menjadi direktur di perusahaan abeoji nya, dengan usia semuda itu. Ckck! Membuatku iri saja”

 

Sooyoung hanya mengangguk-anggukkan pelan kepalanya, “Ya, kau benar-benar berhasil Chanyeol”

 

“Oya, kau tahu hari ini dia akan kembali ke Korea?”

 

“Mworagoo?”

 

“Sooyoung, Jangan bilang kau tidak tahu soal ini!”

 

Sooyoung menggeleng pelan. Bahkan semenjak kepergian Chanyeol ke Jepang namja itu sama sekali tidak pernah mengirim kabar atau sekedar mengirim pesan elektronik pada Sooyoung. “Aku tidak tahu”kata Sooyoung pelan.

 

“Hish!”Baekhyun mendesis kesal, ia melihat jam di pergelangan tangannya. “Mungkin sekitar satu jam lagi pesawatnya tiba”

 

“Mwo?!”

 

—ooo—

Sooyoung duduk dengan gelisah di ruang tunggu yang ada di airport. Ia menghentak-hentakan pelan kakinya kelantai, dan pandangannya sedari tadi terarah pada pintu keluar. Sudah setengah jam lebih ia berada disini. Dan beberapa saat kemudian, matanya menangkap sosok tinggi yang baru saja keluar dari pintu. Ia berdiri secara perlahan, memperhatikan sosok itu, menatapnya lekat-lekat.

 

Chanyeol. Langkahnya terhenti saat menyadari didepan sana ada seorang yeoja yang berdiri tengah menatapnya. “Sooyoung?”gumamnya pelan. Lalu ia berjalan perlahan mendekati Sooyoung. Berdiri tepat didepannya.

 

Sooyoung hanya diam. Memperhatikan Chanyeol dari ujung rambut hingga ujung kaki. Namja itu benar-benar berubah. Tubuhnya semakin tinggi, rambutnya yang dulu hitam pekat kini berwarna cokelat dan berponi, dimata Sooyoung, ia semakin tampan.

 

“Sooyoung-ah…”jantung Sooyoung berdentum keras saat suara berat itu menyebutkan namanya. Sooyoung seolah tak mampu berkata-kata untuk mengungkapkan perasaannya saat ini. Bahagia yang teramat sangat. Itulah yang ia rasakan saat ini.

 

“Chanyeol… kau—“

 

“Oppa!”

 

Mata Sooyoung langsung terarah pada seorang yeoja mungil yang berlari kecil kearah ia dan Chanyeol berdiri saat ini.

 

“Ye Jin-ah”

 

“Chanyeol mengenalnya? Jadi yang dipanggil ‘oppa’ itu adalah..”

 

“Oppa! Kenapa kau meninggalkanku?”yeoja itu merengek sembari memeluk lengan Chanyeol dengan manja, ia mengembungkan pipinya dengan kesal.

 

Dan Sooyoung mulai berkutat dengan berbagai hal yang hinggap di kepalanya. “Siapa yeoja itu? Bukannya Chanyeol adalah anak tunggal? Dan Chanyeol juga tidak pernah menceritakan kalau ia memiliki sepupu seorang yeoja!”

 

“Eo? Oppa, apa ini sahabatmu yang sering kau ceritakan padaku?”tunjuk yeoja itu kearah Sooyoung.

 

Chanyeol menatap Sooyoung dengan tatapan.. entahlah, tatapan yang sulit diartikan. “Ne”sahutnya pelan. Sooyoung hanya bisa diam. Menatap bingung dua manusia didepannya ini secara bergantian.

 

“Annyeong.. Kim Ye Jin imnida”kata Ye Jin ramah sembari mengulurkan tangannya.

 

Walaupun sedikit ragu, Sooyoung menyambut uluran tangan Ye Jin, “Jeonun.. Choi Sooyoung imnida”balasnya tersenyum simpul.

 

“Aku calon tunangannya Chanyeol”Ye Jin menambahkan.

 

Jatung Sooyoung seperti merosot kebawah. Sooyoung menatap yeoja itu dengan tatapan tak percaya. Tiba-tiba ia merasakan hatinya seperti di remas oleh tangan yang tidak tampak.

 

“Ye Jin-ah”Chanyeol sepertinya keberatan dengan apa yang diucapkan oleh Ye Jin.

 

“Waeyo oppa? Bukankah kedua orang tuamu membawa kita kesini karena mereka ingin kita menikah di negara Kelahiranmu, eum?”

 

“Apa?! Menikah?!”mata Sooyoung mulai memanas. Ia masih mencoba mencerna kata-kata yang baru saja didengarnya. Ia berharap apa yang baru saja didengarnya adalah salah. Ia berharap indera pendengarnya tuli mendadak.

 

Sooyoung-ah..” Chanyeol membatin.

 

Sooyoung tersadar dari lamunannya, ternyata ini nyata. Ia tidak sedang bermimpi ataupun tuli saat ini.“Ah! Maaf, aku sudah berjanji pada ibuku akan menjemputnya di tempat kerja, tadi dia sudah menelfonku dan menyuruhku agar cepat kesana. Aku harus pergi sekarang. Permisi”bohongnya. Sooyoung membungkuk kearah Ye Jin, tanpa berani menatap Chanyeol sedikitpun.

 

Akhirnya ia berjalan membelakangi Chanyeol dan yeoja yang mengaku akan menikah dengan Chanyeol tersebut. Air mata Sooyoung seolah tak terbendung lagi. Ia merasakan sakit yang teramat sangat, semua sendi-sendinya terasa ngilu sampai-sampai ia seolah tak merasakan kakinya menginjak bumi lagi.

 

“Tidak! Ini tidak mungkin!”

 

—ooo—

Malam ini Sooyoung terlihat keluar dari pagar rumahnya, sekedar mencari udara segar. Saat turun dijalan, ia berhenti sejenak. Jika biasanya ia akan menoleh kearah rumah Chanyeol yang sepi tak berpenghuni, maka kali ini ia memilih untuk menghindarinya. Ia berharap ia berada di hari-hari sebelum kedatangan Chanyeol, sepi.. dari pada harus menerima kenyataan yang memilukan seperti ini.

 

Sooyoung baru saja mengambil satu langkah kedepan, saat seseorang menyerukan namanya.

 

“Sooyoung-ah!”

 

Suara berat itu, Chanyeol. Sooyoung memutar tubuhnya, dan mendapati Chanyeol tengah berjalan kearahnya.

 

“Kau sibuk?”

 

“Aniyeo. Waeyeo?”

 

“Aku ingin bicara padamu”

 

 

Sungai Han. Tempat ini begitu tenang malam ini. Bintang-bintang seolah berlomba-lomba menampakkan kecantikannya pada seluruh penduduk bumi, bertaburan memenuhi langit dengan cahaya khasnya. Angin yang berhembus dengan lembut membuat malam ini begitu sempurna indahnya.

 

“Bagaimana kabarmu?”tanya Chanyeol memecah keheningan setelah lima menit disini mereka hanya bungkam.

 

“Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja”sahut Sooyoung sekenanya. “Bagaimana dengan dirimu? Ah~ disana pasti kau sangat sibuk, bahkan untuk mengirim pesan padaku saja kau tidak sempat”Sooyoung balik bertanya, sekaligus menyindir dan tertawa kecil.

 

“Mianhae, aku hanya tidak ingin mengganggumu”kata Chanyeol tersenyum lebar.

 

“Apa kau tahu? Bagaimana aku disini yang selalu merindukanmu setiap waktu” batin Sooyoung, lalu mengangguk pelan dan melemparkan pandangannya lurus kedepan.

 

“Oya, bagaimana… hubunganmu dengan Myungsoo?”tanya Chanyeol hati-hati setelah tadi suasana sempat hening sesaat.

 

Sooyoung tertawa kecil, “Hubungan kami berakhir, sepertinya.. aku bukan orang yang tepat untuknya”sahut Sooyoung tanpa menatap Chanyeol.

 

Mata Chanyeol membelalak seketika. Padahal niat utamanya pergi ke Jepang adalah untuk menjauhi mereka berdua, bahkan sekuat tenaga ia berusaha melupakan perasaan nya pada Sooyoung, tapi ia tidak menyangka jika akhirnya akan seperti ini.

 

Sooyoung bangkit dari duduknya. “Karena kau baru pulang dari Jepang, aku akan menraktirmu makan malam”

 

“Ne?”

 

 

Sooyoung dan Chanyeol berjalan santai menyusuri jalan komplek menuju rumah mereka. Tidak ada yang membuka suara diantara mereka, begitu juga saat suasana makan tadi. Entah mengapa setelah berpisah selama empat tahun membuat keduanya merasa canggung.

 

“Aku sudah sampai, aku akan masuk”

 

“Eum, selamat malam Sooyoung”

 

Sooyoung berjalan menuju pagar rumahnya, namun sebelum tangannya membuka pagar itu, niatnya terhenti. Ia memutar tubuhnya dan berjalan kearah Chanyeol yang masih berdiri ditempatnya.

 

“Chukkae!”serunya tersenyum lebar sembari mengulurkan tangannya.

 

Chanyeol menatapnya bingung. Lalu Sooyoung menarik paksa tangan Chanyeol agar menerima jabatan dari tangannya.

 

“Whoa! Aku tidak menyangka sebentar lagi kau akan menikah. Ternyata ada juga wanita yang mau denganmu? Dan sekarang kau akan mendahuluiku eo?!”Sooyoung menepuk-nepuk pundak Chanyeol sembari tertawa kecil. Berbanding terbalik dengan perasaan nya saat ini.

 

Chanyeol hanya diam, tidak menjawab bahkan ekspressi nya pun datar.

 

Sooyoung menarik tangannya perlahan. Lalu ia tersenyum kecil pada Chanyeol.

 

“Oya, kau masih ingat buku yang kau berikan padaku? Kau berjanji kau sendiri yang akan menceritakan akhir buku itu padaku. Aku membaca itu sampai pada… saat wanita itu berkata, ‘menurutku cinta hanya akan merusak persahabatan. Tapi sahabat laki-lakinya hanya tersenyum, lalu berkata ‘tidak! Itu tidak benar…’ dan setelah itu? Apa yang terjadi? Apa yang dikatakan laki-laki itu pada sahabatnya?”tanya Sooyoung antusias.

 

Chanyeol dengan tenang menanggapi, “Setelah itu laki-laki itu berkata, ‘tidak! Itu tidak benar. Cinta tidak akan pernah merusak persahabatan, karena.. persahabatan dibangun atas dasar cinta’”Chanyeol menatap Sooyoung tepat dimatanya. Membuat Sooyoung merasakan sesuatu yang aneh dalam hatinya.

 

“Dan setelah itu.. dua sahabat itu hidup bersama dan bahagia sampai waktu yang memisahkan”tambah Chanyeol. Ia tersenyum lembut.

 

Sooyoung hanya mengangguk-angguk pelan dan tersenyum. “Setidaknya rasa penasaranku tentang buku itu sudah terbayar”ujarnya. “Aku masuk, selamat malam”

 

“Eum, selamat malam, Choi Sooyoung”

 

“Benar Sooyoung, persahabatan dibangun atas dasar cinta, lalu bagaimana dengan persahabatan kita?”

 

Sooyoung berjalan pelan menuju pintu rumahnya, “Persahabatan dibangun atas dasar cinta ya..”gumamnya, lalu tertawa kecil.

 

—ooo—

Sooyoung berjalan dengan senyum yang terus mengembang sejak ia keluar dari perusahaan majalah fasion yang akhirnya menerimanya sebagai editor disana. Ia berjalan riang menuju halte bus. Namun saat melewati sebuah toko perhiasan, dari luar jendela kaca matanya menangkap dua sosok manusia yang tidak asing baginya.

 

“Chanyeol dan Ye Jin?”gumamnya pelan. Lalu Sooyoung memperhatikan Ye Jin yang sibuk memilah-milah cincin dan mencoba nya dijari Chanyeol.

 

Pemandangan itu membuat dada Sooyoung terasa panas. Dan akhirnya ia memilih bergegas meninggalkan tempat itu.

 

.

.

 

“Ahjussi! Beri aku sebotol soju!”

 

—ooo—

“Eo? Ahjumma?”Chanyeol agak kaget dengan kedatangan ibu Sooyoung ke rumahnya malam-malam seperti ini.

 

Wajah ibu Sooyoung terlihat cemas, membuat Chanyeol mengernyitkan dahinya, “Chanyeol-ah, apa kau melihat Sooyoung? Sejak pagi ia pergi dan sampai sekarang anak itu belum kembali”

 

“Mwo?!”

 

 

Sudah sekitar setengah jam Chanyeol berlari menyusuri beberapa tempat ditengah kota ini yang dulu sering ia datangi bersama Sooyoung. Tapi nihil, ia tidak juga menemukanSooyoung, bahkan ponsel yeoja itu pun tidak aktif.

 

“Ya! Dimana kau Sooyoung?!”gumamnya cemas. Keringat mulai bercucuran dan membasahi pelipis wajahnya, nafasnya tersengal-sengal setelah berlari kesana kemari. Chanyeol berhenti ditepi penyebrangan jalan, wajahnya tertunduk lesu.

 

 

TIIITT…!! TIIT !! TIIIT !!!

 

 

Semua pasang mata –termasuk Chanyeol- yang ada disana tertuju ke tengah jalan –tepatnya pada seorang yeoja yang berjalan sempoyongan dan menyebrangi jalan di waktu yang salah.

 

“Ya! Gadis muda! Kau tidak punya mata, huh?!”amuk pemilik mobil yang hampir menabrak yeoja itu -Sooyoung. Sooyoung hanya membungkuk pelan.

 

“Sooyoung-ah!”Chanyeol memekik.

 

Sooyoung terus berjalan menyebrangi jalan dengan langkah gontai, bunyi klakson mobil saling bertautan di udara karena ulah yeoja ini. Chanyeol segera turun dari trotoar, setelah menyebrang dengan hati-hati, akhirnya ia berhasil membawa Sooyoung dari tengah dan kini berada ditepian jalan. Tubuh Sooyoung ambruk begitu saja.

 

“Ya! Sooyoung-ah! Kau ini kenapa, huh?”

 

“Eo? Chan.. yeol..”

 

Dan semuanya gelap.

 

.

.

 

Saat ini Sooyoung berada di gendongan Chanyeol –dipunggungnya. Tangan kanan Chanyeol memegang tas Sooyoung sedangkan tangan kirinya menenteng sepasang sepatu kets milik Sooyoung.

 

“Sooyoung-ah.. Choi Sooyoung”panggil Chanyeol sembari berusaha menoleh kebelakang. “Kau benar-benar mabuk berat”tambahnya pelan.

 

Selama beberapa saat suasana kembali hening. Sampai akhirnya Chanyeol membuka suara. “Saat pertama bertemu dengan Ye Jin, aku teringat dengan dirimu”

 

Perlahan Sooyoung membuka kelopak matanya, dia memang sadar sedari tadi. Tapi dia memilih untuk diam.

 

“Dia juga kesepian karena kedua orang tuanya meninggal saat dia masih kecil. Dia datang saat aku berusaha mati-matian untuk menghilangkan perasaan ini padamu. Bukankah kau mengatakan kau akan mencintai satu namja seumur hidupmu? Tapi kenapa kau dan Myungsoo berpisah? Lalu bagaimana menurutmu, apa… yang kulakukan ini benar?”

 

Sooyoung memejamkan kedua matanya kuat-kuat, mencoba menahan buliran-buliran bening yang siap membobol dinding pertahanannya kapan saja. Namun kedua lengannya yang melingkar di leher Chanyeol semakin erat, membuat namja jangkung itu meperlambat langkahnya. Chanyeol menoleh kearah kepala Sooyoung yang tergeletak di pundak kanannya. “Sooyoung-ah..”panggilnya. Tidak ada jawaban. “Hah~ kita akan segera sampai, dan kau bisa istirahat dengan nyaman di kamarmu”

 

.

.

 

Setelah membaringkan tubuh Sooyoung diranjang nya, Chanyeol menutupi sebagian tubuh Sooyoung dengan selimut. Lalu ia berjongkok di tepi ranjang Sooyoung, menatap lekat-lekat wajah yeoja itu.

 

Beberapa detik kemudian, pandangan Chanyeol menyusuri seluruh sudut ruangan ini. “Sama sekali tidak berubah”gumamnya lalu tersenyum simpul. Kemudian pandangannya berhenti pada frame yang terpajang di meja dekat ranjang Sooyoung. Disana ada foto dirinya dan Sooyoung yang terlihat mengenakan seragam sekolah, foto yang mereka ambil dihari pertama mereka masuk ke sekolah menengah.

 

Chanyeol mengelus permukaan foto itu –tepatnya wajah Sooyoung. Senyumnya mengembang mengingat masa-masa kebersamaannya bersama Sooyoung dulu.

 

Setelah beberapa menit berkutat dengan kenangannya, Chanyeol meletakkan foto itu pada tempat asalnya. Pandangannya kembali pada Sooyoung. Chanyeol membungkukkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya pada wajah Sooyoung, jari-jari panjangnya dengan lembut menyibak poni yeoja itu secara perlahan, lalu ia mengecup kening Sooyoung dengan lembut dan penuh kasih sayang.

 

“Semoga kau mimpi indah”

 

Setelah pintu kamar Sooyoung ditutup. Perlahan Sooyoung membuka matanya. “Khajima.. khajimara.. Chanyeol-ah”

 

—ooo—

“Apa?! Sakit halmeoni bertambah parah?”

 

“…”

 

“Baiklah eomma, besok pagi-pagi aku akan pergi menyusulmu ke Jinan”

 

.

.

 

Sooyoung mendekat kearah kalender yang terpajang di sudut meja belajarnya. Ia tidak biasanya menandai kalender untuk hari-hari spesial. Namun ada sebuah tanda lingkaran disalah satu angka dikalender itu. Besok, tanggal besok, tepat seminggu setelah ia melihat Chanyeol dan Ye Jin membeli cincin pertunangan di toko mas waktu itu, dan besok adalah hari pertunangan Chanyeol dan Ye Jin.

 

“Apa… aku akan benar-benar kehilanganmu?”lirihnya, dan bulir-bulir bening itu sukses membasahi pipinya.

 

—ooo—

Dengan susah payah Sooyoung menyeret koper yang berukuran besar itu keluar dari pintu rumahnya. Dan saat sampai ditengah-tengah antara pintu rumah dan pintu gerbang, Sooyoung dikejutkan dengan suara keras akibat pintu gerbang yang dibuka dengan paksa.

 

“Chanyeol?”Sooyoung bergumam.

 

Chanyeol berjalan cepat menghampiri Sooyoung, lalu berdiri tepat dihadapannya.

 

“Apa-apaan ini?”nada bicara Chanyeol terdengar marah.

 

“Chanyeol-ah, maafkan aku. Aku tidak bisa hadir di acara pertunanganmu nanti. Halmeoni sakit parah, dan eomma menyuruhku agar aku segera kesana”jelas Sooyoung sedih. Chanyeol hanya diam, menatap Sooyoung dengan tatapan tajam.

 

Sooyoung hanya menunduk. Setelah hening beberapa saat, Sooyoung teringat akan kotak yang akan ia berikan pada Chanyeol yang saat ini berada ditangannya.

 

“Oya, ambillah kotak ini”kata Sooyoung seraya menyerahkan kotak berwarna cokelat tua itu pada Chanyeol. Walaupun bingung, Chanyeol tetap mengambilnya.

 

“Aku harus segera pergi, aku takut ketinggalan kereta”ujar Sooyoung sedikit kikuk. “Dan kuharap… kau akan bahagia bersamanya”Sooyoung tersenyum –senyum yang dipaksakan. “Aku pergi dulu.. sampai jumpa”

 

Sooyoung menyeret kopernya hingga saat ini ia sudah berjalan membelakangi Chanyeol. Pandangannya kabur akibat air yang menggenang dimatanya. “Doakan aku agar aku bisa melupakan perasaan ini padamu, Chanyeol-ah”

 

Dan Chanyeol, ia hanya bisa diam ditempatnya tanpa berbuat apa-apa. Matanya yang mulai memerah menatap lirih kearah kotak yang ada ditangannya saat ini. “Sooyoung-ah..”

 

-o0o-

“Acaranya akan dimulai sebentar lagi, bersiap-siaplah”ibu Chanyeol memperingatkan. Kemudian ia keluar dan meninggalkan anak semata wayangnya sendiri dikamarnya.

 

Untuk pertunangannya ini Chanyeol mengenakan tuxedo berwarna hitam dengan dasi berwarna merah manggis. Sangat pas ditubuh tingginya dan membuat Chanyeol terlihat semakin tampan dan gagah. Ia lalu duduk di tepi ranjang, mengambil kotak pemberian Sooyoung lalu membuka tutup kotak itu.

 

Yang pertama terlihat adalah sebuah amplop kecil berwarna biru langit, warna favorit Sooyoung. Chanyeol membuka amplop itu dan mendapati selembar surat disana, ia segera membacanya.

 

 

“Aku menulis surat ini karena aku tidak sempat membicarakan ini padamu, kau pasti sibuk dengan persiapan acara pertunanganmu, iya kan?🙂 Oya, aku mengembalikan beberapa blazer-mu yang aku pinjam setelah kepergianmu ke Jepang. Entahlah, saat itu aku merasa sangat merindukanmu, jadi aku meminjamnya untuk tidur dan sebagian lagi aku pakai untuk keseharian, kau tidak marahkan? Aku juga mengembalikan buku pemberianmu, terima kasih Park Chanyeol, kau telah membuatku penasaran selama 4 tahun lamanya”

 

 

Chanyeol tersenyum sejenak. Lalu melirik kotak yang berisi sebuah buku dan beberapa blazer yang dilipat dengan rapi. Kemudian ia kembali membaca suratnya.

 

“Yang dikatakan di buku itu benar. Cinta tidak akan merusak persahabatan, karena persahabatan di bangun atas dasar cinta.. sama seperti kita. Kau juga Chanyeol.. kau adalah sahabat yang aku cintai”

 

 

Deg.

 

 

Jantung Chanyeol seolah berhenti untuk sesaat setelah membaca kalimat terakhir dari surat Sooyoung. Tiba-tiba kenangan kebersamaannya dengan Sooyoung berputar cepat dikepalanya.

 

“Ya! Chanyeol berhenti merebut ice cream ku!”

 

“Chanyeol-ah! Kau merusakkan kotak pensilku?!”

 

“Kenapa pagi ini kau telat membangunkanku?”

 

“Chanyeol-ah! Chanyeol-ah! Chanyeol-ah!”

 

Ingatan akan Sooyoung terus berputar-putar dikepalanya. Saat Sooyoung marah, kesal, tersenyum, tertawa, semuanya.

 

Berbagai hal mulai berkecamuk di kepala Chanyeol. Apa ia benar-benar menginginkan pertunangan ini? Apa ia benar-benar mencintai Ye Jin? Apa ia benar-benar sudah melupakan perasaannya pada Sooyoung? Dan yang paling penting adalah… apa dia sudah siap untuk kehilangan Sooyoung?

 

.

.

 

“Chanyeol-ah, kenapa kau lama sekali, huh? Semua orang sudah menunggumu!”ibu Chanyeol berbisik saat Chanyeol mulai memasuki ruang tamu. Pesta pertunangannya digelar dengan sederhana. Hanya orang-orang terdekat saja yang mereka undang.

 

Chanyeol seolah tidak memperdulikan ibunya, ia berjalan menuju Ye Jin berdiri saat ini. Mata Ye Jin tampak berbinar, bibir mungilnya tak henti-hentinya menyunggingkan senyum.

 

“Oppa!”

 

“Kim Ye Jin, maaf kan aku. Aku tidak bisa bertunangan denganmu!”

 

Suasana berubah menjadi hening seketika.

 

“Mungkin ini terdengar jahat, tapi aku tidak ingin membohongi siapapun. Aku menerimamu karena saat itu aku sedang berusaha melupakan cintaku pada seseorang. Aku berfikir mungkin dengan menerimamu perasaan cintaku padanya bisa berkurang, ternyata aku salah. Cintaku padanya bukannya pudar, tapi rasa itu semakin tumbuh dan terus berkembang. Aku tidak bisa menahannya, sungguh! Aku benar-benar mencintainya dan aku… aku tidak ingin kehilangannya untuk yang kedua kali”tanpa sadar Chanyeol menitikkan air matanya.

 

“O..oppa”

 

“Ye Jin-ah, maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku hanya… aku..”Chanyeol semakin terisak.

 

Tiba-tiba Ye Jin memeluk tubuhnya.“Uljima.. ini pertama kali aku melihatmu menangis seperti ini, dan itu membuat hatiku sakit”kata Ye Jin sedih. Beberapa saat kemudian Ye Jin melepas pelukannya.

 

“Sooyoung? Sooyoung ‘kan yang kau maksud?”

 

Chanyeol tertegun atas pertanyaan Ye Jin.

 

Yejin tertawa kecil, “Aku tahu oppa. Walaupun aku lebih muda darinya beberapa tahun, tapi aku juga wanita, sama sepertinya. Dan dari tatapan matanya, itu seperti sudah menceritakan semuanya. Bahkan aku sudah merasakan itu saat pertama kali bertemu dengannya. Aku yakin, dia juga memiliki perasaan yang sama sepertimu”

 

“Ye Jin-ah..”

 

“Kau tenang saja oppa, aku masih muda, masa depanku masih panjang. Kau tidak perlu khawatir padaku, lagi pula… aku sudah cukup senang dengan kehadiranmu selama ini, kau seperti orang tua kedua setelah orang tuaku meninggal. Aku senang bisa mengenalmu, walaupun… kau tidak bisa memberikan perasaanmu padaku”Ye Jin tertunduk.

 

Chanyeol merengkuh tubuh mungil Ye Jin.“Maafkan aku, aku berjanji akan menjadi oppa yang baik untukmu”

 

“Eum, aku senang mendengarnya. Dan sebaiknya kau segera pergi, sebelum semuanya terlambat”

 

-o0o-

Chanyeol sudah sampai di stasiun kereta yang menjurus kearah Jinan. Setelah turun dari mobilnya, ia segera berlari masuk ke dalam.

 

Sepi, hanya ada beberapa orang yang lalu lalang sesampainya ia disana.

 

“Sooyoung-ah!!”ia berteriak sejadi-jadinya. Matanya mulai memanas, apa dia sudah terlambat?

 

Chanyeol berlari menyusuri lorong. “Sooyoung-ah!”ia terus meneriakkan nama itu berkali-kali sembari mengedarkan pandangan kesegala arah. Nihil. Ia tidak menemukan sosok sang empunya nama.

 

“Kau mencari seseorang? Kereta sudah berangkat beberapa menit yang lalu”ujar seorang ahjussi penjaga loket yang menghampirinya.

 

Tubuh Chanyeol longsor begitu saja dengan kedua lutut yang bertumpu ditanah. “Aaarggh!!”ia berteriak dan mengacak rambutnya frustasi. Ia merasa ini semua tidak adil baginya, kenapa ia selalu terlambat?!

 

“Sooyoung-ah.. Sooyoung-ah..”ratapnya sedih.

 

 

Chanyeol berjalan gontai menyusuri stasiun menuju pintu keluar, kepalanya terus saja tertunduk lesu. Penampilannya terlihat acak-acakan, dasinya yang tadi terlihat rapi kini sudah melonggar, bahkan dua kancing bagian atas kemejanya terbuka begitu saja.

 

“Chanyeol-ah”

 

Langkah Chanyeol terhenti seketika. Suara itu, suara yang tidak asing lagi ditelinganya. Atau ini hanya halusinasinya?

 

“Park Chanyeol”

 

Chanyeol mendongakan kepalanya, dan didepan sana seorang yeoja berdiri tengah menghadap kearahnya.

 

“Sooyoung?”Ia berharap apa yang ia lihat bukan sekedar bayangan, atau halusinasi semata karena ia terlalu menginginkan kehadiran yeoja itu.

 

“Saat keretaku berjalan selama beberapa detik, entah mengapa hatiku memaksaku untuk turun dari sana. Aku benar-benar ingin turun dari sana. Aku ingin bertemu dengan seseorang, karena aku sangat merindukannya, sungguh”bulir-bulir bening mulai mengalir dari sudut mata Sooyoung. Ia berjalan perlahan mendekati Chanyeol, berdiri tepat didepannya.

 

Dan kini Chanyeol sadar. Ini nyata. Yeoja didepannya ini bukanlah bayangan atau halusinasinya. Ini benar sosok yang diinginkannya.

 

“Ya, aku merindukanmu, Park Chanyeol. Aku sangat merindukanmu”setelah mengucapkan kalimat itu Sooyoung langsung memeluk tubuh Chanyeol erat, yang langsung dibalas oleh Chanyeol.

 

“Aku mencintaimu”kata itu lolos begitu saja dari mulut Chanyeol. Ia mempererat pelukannya. “Aku tidak akan membiarkanmu pergi, aku tidak akan kehilanganmu untuk yang kedua kalinya, aku tidak akan membiarkan orang lain merebutmu lagi dariku. Tidak akan Sooyoung-ah, tidak akan pernah!”ujar Chanyeol disela-sela tangisannya, tersirat ketegasan disetiap katanya.

 

Chanyeol melepas pelukannya, kedua tangannya menangkup pipi Sooyoung. Namja itu tersenyum lembut kearah Sooyoung sebelum akhirnya ia menempelkan keningnya ke kening Sooyoung, mata mereka sama-sama terpejam seiring semakin dekatnya jarak diantara mereka, dan kini hidung mereka saling bersentuhan hingga mereka bisa merasakan hembusan hangat nafas mereka yang saling menerpa. Setelah itu Sooyoung bisa merasakan dengan jelas ada sesuatu yang lembut yang menyentuh bibirnya. Selama tiga detik, Sooyoung merasakan kehangatan menjalar diseluruh tubuhnya, sampai tiga detik kemudian, Chanyeol melepaskan ciumannya perlahan.

 

“Kau juga Sooyoung.. kau adalah, sahabat yang aku cintai”Chanyeol tersenyum puas.

 

Ia kembali merengkuh tubuh Sooyoung. Mendekapnya erat seolah tak ingin membiarkan segala sesuatu apapun mendekati Sooyoung selain dirinya. Hanya dirinya.

 

“Aku ingin selalu berada disampingmu, mendekapmu, menemanimu disetiap waktuku, mulai saat ini, besok, setelah besok, dan seterusnya. Aku tidak ingin berada jauh darimu, karena itu sungguh menyiksaku Sooyoung-ah. Aku akan berusaha menjadi namja yang pantas untukmu, membahagiakanmu dan terus berada disampingmu sampai aku bisa”bisik Chanyeol tepat ditelinga Sooyoung, lalu ia mengecup pipi Sooyoung lembut, cukup lama.

 

Setelah itu Sooyoung hanya mengangguk dalam pelukan Chanyeol. Ia tersenyum, kali ini tanpa paksaan sedikitpun.

 

.

 

 

“…dan akhirnya, kedua sahabat itu memiliki akhir yang bahagia. Saling menjaga dan mencintai sepanjang waktu yang mereka miliki. Seperti akhir dari buku itu, seperti mimpiku.. Friendship be Love” –Park Chanyeol.

 

 

====THE END===

 

Review-nya :3

Sorry kalau terdapat banyak typo(s) u.u

33 thoughts on “[FREELANCE] Can You Love Me? Threeshot | Chap. 3 [END]

  1. reinathaknight February 7, 2014 / 12:51 PM

    Hiks…hisks nangis deh wkwk
    Keren Thor FF-nya, DAEBAK!!
    Di tunggu ff lainnya ^^

  2. kartika February 7, 2014 / 12:55 PM

    annyeong, nae reader baru. mian baru coment disini. btw, fanficnya bikin aku terharu sama cinta mereka *sok puitis* akhirnya sooyoung sama chanyeol bersatu yeaayy… daebak lah pokoknya thor

    • noonapark February 10, 2014 / 3:59 PM

      annyeong too
      makasih ya udah nyempetin komen ^^

  3. Erika February 7, 2014 / 2:08 PM

    Hiks..😥
    Daebak! FF-nya keren!
    Dtggu FF yg lainnya :))

  4. febryza February 7, 2014 / 3:53 PM

    omonaaaa. syukur deh endingnya mereka akhirnya bisa bersama lagi sumpah udah parno aja takutnya beneran chanyeol udah ngelupain perasaannya ke sooyoung unnie hueeee

  5. KyuhyunBaekhyunSooyoung February 7, 2014 / 8:20 PM

    wah…. Aku terharu dengan cerita ini
    Akhirnya mereka bersatu
    Bagus ffnya jadi pingin baca terus

  6. Kenia Nurasha February 7, 2014 / 8:34 PM

    Yeee happy ending^^
    Keren keren!🙂

  7. alies February 7, 2014 / 9:22 PM

    terharu…
    Happy ending

  8. miss_sooyoungster10 February 7, 2014 / 10:38 PM

    Terharu~
    BAGUS FFnyaa
    Sampe nangis

  9. rifqoh wafiyyah February 8, 2014 / 12:36 AM

    Nangis bneran…..:)
    Nyentuh bngettt…..:),daebak…..:D
    HUaaaa……:'(

  10. Zee Anggita February 8, 2014 / 12:56 AM

    sedih thor, sampe nangis bacanya..
    and akhirnya happy ending..

  11. wufanneey February 8, 2014 / 3:56 PM

    ini sweet.
    ini bestfriend love banget.
    dari mulai mereka SMA sampai punya kerja, cinta berapa tahun coba?
    romantis.
    dengan ending kisseu yang mendukung #plak
    tapi seriusan ini Sooyeol banget!

    • noonapark February 10, 2014 / 4:02 PM

      haha iya.. makasih ya udah komen chingu ^^

  12. yeni swisty February 8, 2014 / 5:21 PM

    aaa.. ending yang bagus (y)

  13. Kim Jongin February 8, 2014 / 7:56 PM

    .keren,, kukira sad ending,, ternyata gkk!!
    nice ff thor,, ditunggu ffnya yg lainnya🙂

  14. winterchan February 11, 2014 / 4:49 PM

    ya ampun ini kisah yang complicated terkemas dalam fanfic threeshot dan ini keren banget
    untung happy ending :’)

    • noonapark February 11, 2014 / 7:13 PM

      aigoo.. makasih ya chingu :3

  15. Sooyoungster12 February 12, 2014 / 9:51 PM

    Sedih, tpi happy ending….
    Daebakk ff nya keren..
    Dtnggu ff slnjutnya

  16. iyank3 March 11, 2014 / 3:22 AM

    Huwa nangis gaje. Akhrnya anak emak ktmu pujaan hatinya jg. Typo-nya pas Sooyoung ngm0ng ama sooyoung tanya ama sooyoung yg jwb sooyoung jg. Q kder d stu. Pk0knya daebk bgt. St0ry yg hangat & enak d bc mlm2 gni

  17. JeByung-JeSoo March 21, 2014 / 10:36 PM

    AAAAAA MAAPIN BARU BISA KOMEN DI PART INI YANG TERAKHIR ;A;
    gilaaak aku nangis bacanya, keren thor lopyu dah bikin aku nangis:”””” keren lah sumpah gatau harus ngomong apa, sweet banget endingnyaaaaaa>< /elap ingus/

    ditunggu karya lainnya ya!^^ nice ff

  18. Della April 10, 2014 / 12:34 PM

    Hai semua >u< kalian Sooyoungster ??? suka dengan fanfic tentang Sooyoung unnie ? ^^ kalau iya,, kalian bisa kunjungi blog ini : http://songhyerim.blogspot.com/ dijamin kalian akan suka ^^
    NB : Terima kasih buat author, dan maaf aku numpang promo ^^

  19. Amel Ryriis April 16, 2014 / 10:37 PM

    Bner2 nyesek tuh awalnya,aku udh mw nangis sejadi-jdinya😦
    nyesek bngt2 klw smpe akhrnya prjuangan soo mnunggu chanyeol slama 4thn klw trnyta chanyeolnya tunangan sma cwek lain.😦
    tpi akhrnya mreka brstu juga🙂
    nice ending thor😉

  20. Choi Min Ra June 10, 2014 / 3:46 PM

    Huhuhu /lap ingus/
    Dohh endingnya romantis banget, makin cinta sama pairing Chanyeol Sooyoung

    Ditunggu Ff lainnya ^^

  21. Delvia Marcelinna July 6, 2014 / 12:06 AM

    kyaaa~ sedih bangeettt, nyesek tuh ngena banget pas tau kalo chanyeol udah ada ye jin –” wkwk nangis tersedu-sedu wkwk😀 ffnya keren (y) aku suka ff yang kaya gini, ihhh gregetan aku!!
    ffnya keren banget! jjang!! daebak!! nggatau lagideh hal bagus apa yang bakalan aku ketik tapi yang pasti love this ff! teruskan karyamu ya chingu, gomawoyo ffnya ^^

  22. Rika_Cho December 20, 2014 / 10:47 PM

    Gue nangis masa T.T
    Mulai Dibagian Chanyeol datang sama Ye Jin sampai End/?

    Untung aja Happy End T.T

    Huaa, T.T

  23. kyura December 25, 2014 / 11:35 AM

    Daeback,, daeback,, daeback…
    Yaampun,, ff ini bikin bangis..

  24. dwi triana July 6, 2015 / 3:52 PM

    Sampe nangis bacanya
    Keren ff nya!!! Daebakkk saya suka sekali !!!
    Makin cinta dan sayang sama pairing sooyeol (sooyoung chanyeol )

  25. erinn sooyeol September 13, 2015 / 12:25 PM

    Kyaaaa
    Bacanya sampai mewek author😢😣
    Untungnya happy ending
    Good job thor
    Keep wriiing 😉😴

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s