[FREELANCE] Can You Love Me? Threeshot | Chap. 2

CYLM2

Author : @noonapark18

Tittle : Can You Love Me?

Genre : School Life, Friendship, Romance

Cast:

–     SNSD’s Choi Sooyoung 

–     EXO’s Park Chanyeol

–     INFINITE’s Kim Myungsoo

Length : Three Shot(s) | Chap. 2

Ratting : General

Disclaimer : This story is purely mine! Except the idol caracter, they’re belong to God

Warning : Also posted in my blog (http://noonapark.wordpress.com/)

Part 1

 

—Enjoy it- Happy Reading ^^ —

.

Chanyeol’s Pov

 

Ini sudah minggu kedua semenjak Sooyoung telah menjadi milik orang lain. Ya, dia sudah menjadi milik orang lain. Milik namja itu.. Kim Myungsoo.

Ada perasaan senang bercampur sedih dihatiku. Aku merasa senang melihat Sooyoung bahagia saat bersama Myungsoo, dan diwaktu bersamaan aku juga merasakan perih yang teramat sangat di hatiku. Sungguh!

Terkadang terbesit rasa penyesalan dibenakku, seandainya saja dulu aku tidak membiarkan Sooyoung mengenal Myungsoo, mungkin semuanya tidak akan menjadi seperti ini. Ah, atau memang aku yang terlalu bodoh?! Bodoh karena telah menyia-nyiakan waktu yang selama ini kulewati bersamanya dengan terus diam tanpa berani sedikitpun jujur padanya tentang perasaan ku? Ya, sepertinya kau memang bodoh Pak Chanyeol.

Dan sekarang… aku merasa semuanya sudah terlambat.

Drrtt!

 

Getar ponsel menyadarkanku dari lamunan. Aku segera mengambil ponselku yang terletak di atas bantal. Sejenak melihat nama yang tertera dilayar ponselku, dan kemudian menggeser tombol hijau pada screen-nya.

“Ne abeoji”

“Chanyeol-ah, kau yakin dengan keputusanmu?”

“Eo, aku yakin. Sangat yakin!”

Chanyeol’s Pov End

Author’s Pov

 

 

“Hooaam…!”Sooyoung berjalan gontai menuruni satu demi satu anak tangga dan kemudian berjalan menuju dapur. Disana ada ibunya juga ibu Chanyeol yang sedang sibuk membuat Kimchi.

“Selamat pagi eomma, ahjumma”sapanya lesu karena nyawanya masih belum terkumpul sepenuhnya. Sooyoung langsung menuju kearah kulkas berniat mencari air dingin disana.

“Sooyoung-ah, kenapa kau masih disini? Kau tidak mengantar Chanyeol ke airport?!”

Pertanyaan Ny. Park membuat tangan Sooyoung terhenti dan hanya menempel di permukaan botol. Ia diam sejenak, mencoba mencerna kata demi kata yang baru saja ia dengar sekaligus mengumpulkan nyawanya yang masih berceceran entah dimana.

3 detik berlalu.

“MWO?!!”

—ooo—

@Incheon Airport

Sooyoung terus berlari dan mengedarkan matanya kesegala arah. Sudah sekitar 10 menit ia mencari kesana kemari tapi ia tidak juga menemukan Chanyeol.

“Dasar bodoh! Dimana kau, huh?!”kesalnya. Sooyoung kembali melangkahkan kakinya. Dan kemudian matanya menangkap sosok Chanyeol yang sedang duduk di salah satu kursi tunggu yang ada di airport.

Sooyoung membuang nafas kasar, dan dengan langkah kasar pula ia segera menghampiri Chanyeol yang duduk dengan kepala tertunduk di sana.

“Eum?” Chanyeol bergumam pelan saat mendapati sepasang kaki tiba-tiba muncul dihadapannya. Chanyeol segera mendongakan kepalanya untuk mengetahui siapa pemilik sepasang kaki yang mengenakan sepatu kets berwarna biru tersebut. “Sooyoung?”

Sooyoung hanya diam. Matanya yang mulai berkaca-kaca menatap Chanyeol kesal. Tanpa bicara apa-apa, ia menarik koper besar Chanyeol dan menyeretnya pergi.

“Sooyoung-ah!”seru Chanyeol langsung berdiri dari tempatnya.

“Kau pikir aku akan membiarkanmu pergi seperti ini, huh? Phabo!”gerutu Sooyoung pelan dan ketus.

“Sooyoung-ah! Tunggu aku!”Chanyeol berseru sembari berjalan mengikuti langkah cepat Sooyoung. “Sooyoung-ah, di Jepang abeoji membutuhkanku. Aku harus membantunya, kau tahu sendirikan aku adalah anak satu-satunya?”Chanyeol menjelaskan, tapi bukannya berhenti, yeoja itu malah mempercepat langkahnya menuju pintu keluar airport. Membuat Chanyeol semakin panik.

“Sooyoung-ah, jangan seperti ini. Aku harus pergi, keberangkatan pesawatku sebentar lagi”

Beberapa detik kemudian langkah Sooyoung secara perlahan mulai berhenti saat mendengarkan pengumuman yang berasal dari pengeras suara bahwa pesawat menuju Jepang akan mempersiapkan penerbangan sekitar 15 menit lagi.

Tangan Sooyoung melemas seketika, membuat koper yang tadinya ia pegang terjatuh begitu saja. Matanya semakin memanas.

Chanyeol mengela nafas panjang. Kemudian berjalan perlahan menghampiri Sooyoung yang berdiri membelakanginya.

“Sooyoung, aku—“

“Kenapa kau tidak membicarakan ini sebelumnya?”tanya Sooyoung dengan suara bergetar, lalu ia memutar tubuhnya kearah Chanyeol. “Kenapa kau tidak membicarakan ini sebelumnya padaku? Chanyeol-ah wae?!!”air mata Sooyoung mulai mengalir di kedua pipinya.

Chanyeol mencoba tersenyum walaupun sebenarnya ia merasa sedih karena berat untuk meninggalkan Sooyoung.

Kedua tangannya mencoba meraih tubuh Sooyoung. “Sooyoung-ah..”

“Shireo!!”pekik Sooyoung sembari menepis kasar kedua tangan Chanyeol yang ingin memeluknya. Tangisnya semakin menjadi-jadi. Dan Chanyeol hanya bisa diam ditempatnya, berbagai macam pikiran mulai berkecamuk dikepalanya.

“Kau pernah berjanji setelah ayahku meninggal kau akan selalu menemaniku, kita akan masuk sekolah yang sama, dan setelah lulus kita juga akan memasuki universitas yang sama. Lalu ini apa?! Kau akan pergi padahal ujian tinggal beberapa bulan lagi?! Dan kau sama sekali tidak membicarakan ini padaku sebelumnya. Apa kau masih menganggapku sebagai sahabatmu?!”

Chanyeol hanya bisa diam. Ia menatap Sooyoung dalam. “Mianhae”hanya kata itu yang kemudian keluar dari mulutnya.

“Mian!?”ucap Sooyoung kesal. “Paling tidak kau bicarakan dulu masalah ini padaku, bukannya pergi secara tiba-tiba seperti ini!”

Chanyeol kembali bungkam. Entah jawaban apa yang harus ia berikan pada yeoja didepannya ini.

“Ya! jawab aku bodoh!”kesal Sooyoung sembari memukul-mukuli dada Chanyeol.

“Mianhae..”lirih Chanyeol, membuat tangan Sooyoung melemas dan jatuh begitu saja dari dadanya. Sooyoung hanya bisa menatap Chanyeol yang tertunduk dengan tatapan tidak percaya.

“Neo….”

“Sooyoung-ah!”dan disana ada Myungsoo yang tengah berlari kearah Sooyoung dan Chanyeol. “Sooyoung-ah, tadi aku kerumahmu, dan ahjumma bilang padaku kalau kau—“

“Pergilah!”kata Sooyoung menatap Chanyeol serius, seolah tak menghiraukan kehadiran Myungsoo disampingnya. “Aku tidak akan melarangmu!”kali ini terdengar ketus, membuat Chanyeol dan Myungsoo menatap bingung kearahnya.

Setelah itu Sooyoung langsung memutar tubuhnya dan berjalan menjauh dari Chanyeol juga Myungsoo yang masih menatapnya bingung. Ia berjalan cepat menuju pintu keluar, namun saat baru beberapa detik, langkah kakinya perlahan kembali terhenti karena di airport terdengar pengumuman bahwa pesawat menuju Jepang akan mempersiapkan penerbangan 10 menit lagi. Wajahnya semakin sedih, sekaligus kesal.

“Chanyeol-ah, apa kau benar-benar akan pergi?”tanya Myungsoo pelan. Chanyeol hanya mengangguk, kemudian menatap Myungsoo sekilas dan setelah itu ia berlari menghampiri Sooyoung yang masih diam ditempatnya.

Sesampainya disana Chanyeol langsung berdiri dihadapan Sooyoung, kemudian menarik tubuh yeoja itu dalam dekapan nya. Tangis Sooyoung kembali pecah dalam pelukan Chanyeol.

“Nappeun saram!”geram Sooyoung sembari memukul-mukul pelan tubuh Chanyeol. Chanyeol hanya diam, dan mempererat pelukannya. Ia tersenyum, dan disaat bersamaan bulir-bulir bening itu keluar dan berhasil membobol dinding pertahannya.

“Ya! bukannya kalau aku pergi itu akan menguntungkanmu, eum?! Tidak akan ada lagi orang yang akan merebut ice cream dari tanganmu, tidak akan ada lagi orang yang akan merusakkan barang-barangmu”Chanyeol tertawa kecil.

“Siapa nanti yang akan membangunkanku setiap pagi? Aku akan terlambat setiap hari kalau kau tidak ada!”geurutu Sooyoung kesal sembari menyembunyikan wajahnya didada Chanyeol.

Chanyeol tersenyum simpul. “Aish! Ya!”desisnya dan menjitak pelan kepala Sooyoung, kemudian Chanyeol melepaskan pelukannya, dan meletakkan kedua tangannya dipundak Sooyoung. “Sooyoung-ah, kau itu bukan anak kecil lagi! Kau harus belajar mandiri. Atau.. kau bisa meminta Myungsoo untuk menggantikan tugasku membangunkanmu setiap pagi”

“Mwo? Ah! Shireo! Dia akan tahu dan itu akan membuatku malu”kata Sooyoung lalu tertunduk

“Jadi kau kemari hanya untuk mengatakan itu? Karena tidak akan ada lagi yang membangunkanmu setiap pagi sehingga namjachingumu tidak akan mengetahui kebiasaanmu yang buruk itu?! aish jinja!”

“Aniyo! Bukan itu! aku hanya…”Sooyoung seolah menggantung kalimatnya.

“Wae?”tanya Chanyeol menatapnya menyelidik

Sooyoung hanya menunduk. Kemudian mata nanarnya menatap Chanyeol dalam. “Apa kau akan kembali?”tanyanya sedih.

Chanyeol menghela nafas panjang, kemudian kedua telapak tangannya menangkup kedua pipi Sooyoung. “Eoh! Aku akan kembali”kata Chanyeol lembut, “Dan saat aku kembali, aku ingin melihatmu sebagai seorang yeoja yang lebih dewasa. Bukan seperti ini, lihatlah kau belum mandi bukan?”Chanyeol mencubit pelan hidung Sooyoung.

Sooyoung menepis tangan Chanyeol, dan kemudian memeluk erat tubuh Chanyeol. “Kau harus cepat kembali, eo? Kau harus berjanji padaku!”

Chanyeol mempererat pelukannya, “Eum, aku janji”

Dan tidak jauh dari mereka berada, Myungsoo hanya bisa diam ditempatnya. Menyaksikan pemandangan itu membuat berbagai macam pertanyaan muncul di kepalanya.

—-ooo—-

“Ahjumma!”seru Sooyoung sembari memperhatikan sekitarnya. Saat ini ia berada dirumah Chanyeol.

“Eo? Sooyoung?”sahut ibu Chanyeol yang muncul dari dalam kamar Chanyeol. Sooyoung segera menghampirinya.

“Ahjumma, kau sedang apa?”tanya Sooyoung bingung

“Ah, aku hanya membereskan kamar Chanyeol”sahut ibu Chanyeol dan kembali merapikan tempat tidur Chanyeol. Sooyoung hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Pandangannya diedarkan kesegala sudut ruangan, kemudian ia berjalan kearah lemari pakaian Chanyeol. Setelah membuka lemari pakaian Chanyeol, yang terlihat hanya tumpukan pakaian Chanyeol yang masih terlipat rapi, juga beberapa helai blazer yang biasa Chanyeol kenakan yang masih tergantung disana.

“Oh, yang di gantung itu pakaian Chanyeol yang belum sempat aku cuci”ujar ibu Chanyeol sembari berjalan menghampiri Sooyoung.

“Nde?”

“Aku akan mencucinya”kata ibu Chanyeol dan mengulurkan tangannya kearah blazer-blazer Chanyeol yang masih tergantung disana. Sebuah ide melintas dikepala Sooyoung.

“Ahjumma chakkaman!”serunya sembari menahan tangan ibu Chanyeol.

“Eaeyo?”

Dan Sooyoung hanya tersenyum lebar.

—ooo—

Ibu Sooyoung hanya menggeleng pelan saat mendengar suara derap langkah kaki yang terdengar cukup keras dari atas sana –kamar Sooyoung. Dan tidak lama kemudian Sooyoung berlari memasuki dapur. Sesampainya didapur Sooyoung langsung menegak segelas susu yang sudah disiapkan oleh ibunya.

“Sudah eomma katakan padamu, kau tidak perlu mengunci pintu kamarmu, jadi eomma bisa membangunkanmu”kata ibunya datar sembari terus fokus pada sayuran yang ia potong saat ini.

“Eomma, aku pergi!”pamit Sooyoung setelah menegak segelas susunya. Kemudian ia segera berlari dari dapur. Saat ibunya melihatnya pergi, sekilas ada yang aneh pada putrinya hari ini.

“Eo? Anak itu?”

—-ooo—-

Myungsoo menghentak-hentakkan pelan kakinya ke tanah, punggungnya ia sandarkan di tembok gerbang dan kedua telapak tangannya ia masukkan kedalam saku celananya. Setelah lumayan lama menunggu, terdengar suara pintu gerbang terbuka dan kemudian ditutup kembali. Myungsoo tersenyum senang, ia yakin itu adalah orang yang ia tunggu sedari tadi. Ia segera menoleh ke arah pintu gerbang, dan disana ada Sooyoung yang saat ini tengah berlari kearahnya. Myungsoo menatap aneh kearah Sooyoung, ada yang aneh dengan yeoja itu hari ini.

“Oppa! Apa kau sudah menunggu lama?”tanya Sooyoung cemas, nafasnya masih tersengal-sengal setelah berlari.

“Sooyoung-ah, apa kau sakit?”tanya Myungsoo sembari memperhatikan penampilan Sooyoung dari bawah sampai keatas.

Sebenarnya yang membuat Sooyoung terlihat aneh adalah blazer besar yang ia kenakan saat ini, yang tidak lain adalah blazer Chanyeol yang ia ambil dari lemari pakaian Chanyeol kemarin.

Sooyoung menggaruk kepalanya pelan. “Eum.. aku tidak apa-apa oppa. Aku hanya..”Sooyoung seolah menggantung kalimatnya, kemudian matanya melirik kearah jam tangan yang ada di pergelangan tangan Myungsoo. “Omo! Kita bisa terlambat! Kajja!”pekiknya sambil menarik tangan Myungsoo dan membawa Myungsoo pergi tanpa memperdulikan tatapan aneh Myungsoo kearahnya.

Iya hanya ingin menjaga perasaan namjachingunya. Entah kenapa baru satu hari ia ditinggal Chanyeol ia sudah sangat merindukan namja itu. Sangat. Sampai-sampai ia berfikir bahwa dengan mengenakan blazer Chanyeol yang belum di cuci ibunya itu akan mengurangi rasa rindunya pada Chanyeol, karena Sooyoung bisa menghirup aroma tubuh Chanyeol yang masih tersisa di blazer itu.

—ooo—

Tatapan Myungsoo seolah tak bisa lepas dari Sooyoung yang sedang duduk berhadapan dengannya. Sooyoung seolah tak peduli dan terus menyantap dengan lahap santapan makan siangnya di meja kantin, berhubung tadi pagi ia tidak sempat sarapan dirumah.

“Ehm, Sooyoung-ah… kau yakin itu pakaianmu?”tanya Myungsoo hati-hati, seolah tak ingin yeojachingu nya tersinggung atas pertanyaannya.

Sooyoung mendongak dan menatap Myungsoo bingung, “Waeyo?”

“Lihatlah, itu terlalu besar untukmu. Bahkan kau harus menggulung bagian lengannya beberapa senti”

Sooyoung tersenyum simpul dan memperhatikan penampilannya sekilas. Blazer ini memang terlalu besar untuknya, wajar.. karena pemilik blazer itu adalah seseorang yang memiliki postur tubuh yang jauh lebih tinggi dari dirinya.

“Gwenchana. Aku menyukainya, ini nyaman”Sooyoung tersenyum lembut.

—ooo—

“Oppa”

“Eum?”

“Apa kau tidak keberatan jika aku mengajakmu jalan-jalan sepulang sekolah?”

“Euumm…”

Sooyoung menatap penuh harap kearah Myungsoo selagi namja itu berfikir. Dan langkah mereka menuju gerbang keluar sekolah semakin melambat. Pada akhirnya Myungsoo menghentikan langkahnya. Merangkul pundak Sooyoung dan.. “Kajja!”

—ooo—

“Bagaimana? Tempat ini bagus, kan?”Sooyoung bertanya dengan mata yang berbinar.

“Eum.. lumayan”sahut Myungsoo sembari memperhatikan sekitar. Disinilah mereka saat ini, berada di taman yang biasa sering dikunjungi Sooyoung dan Chanyeol.

“Oppa, duduklah”Sooyoung menepuk-nepuk tempat disebelahnya, tepat dibawah pohon, tempat biasa ia dan Chanyeol duduk disana.

Tanpa menunggu waktu lagi Myungsoo langsung menuruti permintaan yeojanya, duduk disebelahnya. Selama beberapa saat mereka hanya diam, seolah larut kedalam suasana taman yang teduh ini.

“Hampir setiap hari aku dan Chanyeol selalu menyempatkan diri untuk pergi kesini”celetuk Sooyoung membuat Myungsoo langsung menatap kearahnya, terlebih setelah ia mendengar kata ‘Chanyeol’

Sooyoung masih menatap lurus kedepan,“Biasanya kami kemari setelah pulang sekolah, sekedar santai, mengerjakan PR, atau… sekedar memakan ice cream”Sooyoung tersenyum simpul –masih menatap lurus kedepan.

“Tapi… sekarang dia sudah pergi, menyebalkan!”Sooyoung menggerutu kesal.

Tatapan Myungsoo terlihat sedikit kesal, entahlah… tiba-tiba terbesit rasa cemburu dihatinya saat Sooyoung membicarakan namja jangkung itu.

“Ehm, apa… kau kesal atas kepergiannya?”tanya Myungsoo seraya mengalihkan pandangannya dari Sooyoung–menatap lurus kedepan.

“Tentu! Siapa yang tidak kesal oppa?! Aku sudah terbiasa bersamanya sejak kecil dan sekarang dia pergi begitu saja tanpa bicara apa-apa padaku terlebih dahulu”omel Sooyoung seolah tanpa jeda. “Apa aku harus meneriakinya dari sini?”

Myungsoo kembali menoleh kearah Sooyoung,“mwo?”

Tiba-tiba Sooyoung berdiri. Lalu…

“Ya! Park Chanyeol! Kau harus cepat kembali ke sini! Karena kau sudah berjanji padaku! Apa kau mendengarku, huh?!”yeoja ini berteriak sekuat tenaga. Membuat nafasnya tersengal-sengal setelahnya.

Myungsoo berdiri tepat disamping Sooyoung. Menatap Sooyoung penuh arti. “Dia tidak akan mendengarmu, Sooyoung-ah”komentar Myungsoo seraya tersenyum simpul.

“Eoh, kau benar oppa. Dia tidak akan mendengarku” lirih Sooyoung pelan. Wajahnya terlihat sedih, dan menunduk. Sedangkan Myungsoo hanya bisa menatapnya dalam diam.

“Tidak… aku harap dugaan ku salah”

—ooo—

“Aish! Aarrghh! Oppa! Kenapa kau memberiku soal yang sangat sulit seperti ini!”ujar Sooyoung frustasi

“Ayolah Sooyoung, sebentar lagi kita akan ujian, kau harus semangat, eum?”sahut Myungsoo tersenyum lembut. Sooyoung hanya menghela nafas panjang, dan kemudian kembali berkutat dengan soal-soal yang diberikan oleh Myungsoo.

Malam ini mereka sedang belajar bersama, dirumah Sooyoung. Suasana sangat tenang untuk beberapa saat, sampai tiba-tiba…

“Sooyoung-ah! Kenapa dikamarmu banyak sekali baju-baju Chanyeol, huh?!”ibu Sooyoung berseru sembari membawa beberapa helai blazer Chanyeol ditangannya. Sontak Myungsoo dan Sooyoung yang sedang berada diruang tamu langsung terperanjat saat ibu Sooyoung mendekati mereka.

“Eo? Myungsoo-ya? Sejak kapan kau disini?”tanya ibu Sooyoung menatapnya bingung.

“Aku disini baru beberapa menit ahjumma”sahut Myungsoo sopan.

“Eomma! Kenapa kau membawanya kemari?”amuk Sooyoung kesal sembari merebut paksa beberapa blazer itu dari tangan ibunya, lalu mendekapnya kuat-kuat layaknya anak kecil yang takut kehilangan mainan kesayangannya.

“Sooyoung-ah, bukankah itu… pakaian yang yang selalu kau kenakan hampir satu minggu ini?”Tanya Myungsoo menatapnya bingung, “Jadi semua ini milik…”

“Oppa, kau tunggu disini, aku akan bicara pada eomma”Sooyoung terlihat gugup, kemudian mendorong paksa tubuh ibunya menuju dapur. Meninggalkan Myungsoo yang berkutat dengan berbagai hal yang mulai memenuhi kepalanya.

Beberapa menit kemudian Sooyoung kembali menemui Myungsoo di ruang tamu, dan mendapati Myungsoo yang sudah mengemaskan barang-barang belajarnya.

“Oppa kau mau kemana?”tanya Sooyoung bingung

“Maaf Sooyoung, tapi ayahku ada keperluan mendadak. Jadi aku harus segera menemuinya. Kita lanjutkan saja besok, eum?”bohongnya, lalu mengelus puncak kepala Sooyoung dengan lembut. Sooyoung hanya mengangguk pelan.

Myungsoo keluar dari rumah Sooyoung dengan perasaan yang campur aduk. Ia menarik nafas dalam dan mengeluarkannya secara perlahan. “Tidak.. itu tidak mungkin”

—ooo—

Myungsoo menatap datar kearah Sooyoung yang berjalan kearahnya. Sudah beberapa hari yeoja ini selalu mengenakan style yang sama semenjak kepergian Chanyeol –seragam sekolah yang dilapisi dengan blazer yang kedodoran.

“Maaf telah membuatmu menunggu lama oppa. Ayo kita pergi”

“Tunggu”Myungsoo menarik pergelangan tangan Sooyoung dan memaksa yeoja itu untuk menghentikan langkahnya. Sooyoung hanya menautkan kedua alisnya karena bingung.

“Lepaskan baju bodoh itu dari tubuhmu”kata Myungsoo dan tersirat ketegasan disana.

“M-mwo? Baju bodoh?”Sooyoung seolah tak habis pikir.

“Eoh. Bukankah mengenakan baju yang kedodoran seperti itu terlihat bodoh?”Myungsoo menatapnya serius, sedangkan Sooyoung hanya bisa terdiam ditempatnya.

Myungsoo terlihat sibuk merogoh isi ranselnya, dan kemudian mengeluarkan sesuatu dari sana.

“Lepaskan pakaian itu. Pakai pemberianku, ini lebih bagus dari pada yang itu, dan tentu saja ini akan pas ditubuhmu”ujarnya sembari menyodorkan blazer baru itu pada Sooyoung.

Sooyoung menyelipkan kedua ibu jarinya dibalik tali ranselnya. “Maaf oppa.. tapi aku merasa nyaman memakai ini”katanya pelan, menunduk.

Myungsoo menghela nafas pelan. Memperhatikan blazer besar yang bahkan hampir menutupi seluruh jari jemari yeojachingu-nya itu.

“Choi Sooyoung, kali ini saja, dengarkan aku! Atau kau ingin aku yang membuka paksa bajumu itu?!”

“Mwo?!”

“Ck! Ini membuatku merasa gerah”Sooyoung menggerutu dalam hati sembari berjalan malas memasuki gerbang sekolah. Dan untuk pertama kalinya, ia merasa kesal dengan perlakuan Myungsoo padanya.

“Sooyoung-ah, bagaimana kalau kita makan diluar?”kata Myungsoo saat mereka baru saja keluar dari gerbang sekolah.

“Eum”Sooyoung hanya mengangguk seraya tersenyum lembut.

Mereka tiba disebuah rumah makan yang berukuran sedang yang tidak begitu jauh dari sekolah. Setelah menunggu pesanan selama beberapa waktu, semangkuk ramen kini sudah siapdi hadapan mereka.

“Oppa, kau tahu? Ini adalah ramen paling enak se-Korea!”kata Sooyoung yang siap menyantap ramen-nya.

Myungsoo tersenyum lembut, “Sepertinya kau sering kesini?”tanyanya seraya menyantap ramen dengan sumpitnya.

“Eoh, aku sering ketempat ini bersama Chanyeol”jawaban Sooyoung berhasil membuat Myungsoo hampir tersedak, lebih tepatnya setelah mendengar kata ‘Chanyeol’. Ia mendongakan kepalanya, menatap Sooyoung yang saat ini tengah tersenyum senang sembari terus melahap ramen nya.

“Jika makan di tempat ini, Chanyeol selalu menghabiskan dua mangkuk ramen sekaligus. Ah~ itulah mengapa aku menyebutnya mulut besar”Sooyoung terkekeh, “Dan biasanya setelah makan disni kami akan—“

BRAK !!

Sooyoung terkesiap saat Myungsoo tiba-tiba menghentakkan sumpitnya di samping mangkuk ramen miliknya. Sangat keras, hingga membuat meja makan mereka bergetar dan membuat beberapa orang yang juga makan disana kini menatap aneh ke arah mereka.

“Chanyeol! Bisakah sekali saja, sekali saja Sooyoung! kau tidak membicarakan namja itu saat bersamaku?!”Myungsoo benar-benar tidak bisa menahan emosinya. Sooyoung terdiam, bingung, kaget dan takut dengan perubahan air muka Myungsoo saat ini.

“Kau tahu? Kepergian Chanyeol ke Jepang sebenarnya membuatku sedikit lega, karena kupikir dengan begitu kau akan berhenti untuk membicarakannya padaku, kheunde…”Myungsoo berhenti sejenak dengan nafas yang tersengal-sengal. “Aku bosan! Aku muak! Kau selalu membicarakannya saat bersamaku. Hoby-nya, kebiasaannya, dan semua tentangnya! Apa kau tidak bisa menghargai perasaanku sebagai namjachingumu, huh?!”

Dada Sooyoung seperti dihantam sebongkah batu besar. Nafasnya sesak, dan matanya mulai memanas. Ia hanya bisa menunduk, dan menurunkan kedua tangannya dipangkuannya. Ia tidak pernah berfikir sejauh itu, bahwa menceritakan tentang sahabatnya pada Myungsoo –yang menurutnya itu menyenangkan- akan menjadi seperti ini. Yah, mungkin dia terlalu berlebihan.

“Aku hanya ingin kau tidak membicarakan namja bodoh itu saat bersamaku, apa kau bisa?!”

Sooyoung mendongak“Oppa! Dia bukan namja bodoh!”

“Namja bodoh! Dia hanya namja bodoh ditengah-tengah hubungan kita”ketus Myungsoo

Sooyoung benar-benar tak terima. Ia langsung beranjak dari duduknya, membuat kursi yang ia duduki bergeser beberapa senti kebelakang dan mengeluarkan suara agak menyakitkan di indera pendengaran.

Mata Sooyoung mulai berkaca-kaca, “Oppa! Aku…”

“Kenapa? Kau mencintainya?!”

Deg.

 

Kalimat Myungsoo berhasil membuat mata Sooyoung terbelalak seketika. Myungsoo juga berdiri dari duduknya, menatap Sooyoung dengan tatapan tajam.

“Apa aku benar Sooyoung? kau mencintainya?”Myungsoo menatap menyelidik, membuat Sooyoung tiba-tiba merasa gugup. Entahlah.

Setelah sekuat tenaga mencoba untuk menenangkan diri, akhirnya Sooyoung membuka suara. “Aku berbicara seperti ini karena aku tidak suka oppa menyebutnya ‘namja bodoh’. Dia sahabatku, dan dia bukan namja bodoh!”kata Sooyoung dengan suara bergetar. Lalu Sooyoung menyambar ranselnya dan pergi dari tempat itu. Meninggalkan Myungsoo yang berkutat dengan kekesalannya.

“Aaarrrgghh!!”pekik Myungsoo frustasi sembari memukul meja dengan kedua tangannya. Dan penghuni rumah makan itu semakin menatap aneh kearahnya.

Sooyoung berjalan cepat menuju halte terdekat dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya. “Kau mencintainya? Apa aku benar Sooyoung? Kau mencintainya?” perkataan Myungsoo berputar cepat dikepalanya, membuat pikirannya semakin kacau.

—ooo—

Malam ini Sooyoung hanya duduk didepan meja belajarnya. Entah mengapa semenjak pertengkarannya dengan Myungsoo siang tadi membuatnya malas melakukan apa-apa. Dan mengenang kebersamaannya bersama Chanyeol adalah satu-satunya hal yang bisa ia lakukan saat ini, karena kebersamaannya bersama Chanyeol selalu bisa membuatnya bahagia, walau hanya mengenangnya.

Sooyoung tersenyum kecut, menyadari bahwa seseorang yang sangat ia butuhkan kehadirannya saat ini mempunyai jarak sangat jauh dengannya. Tiba-tiba matanya menangkap sebuah buku yang tergeletak di ujung meja belajarnya. Buku dengan sampul cream dengan hiasan bunga-bunga yang berjudul ‘Friendship be Love’. Buku pemberian Chanyeol, buku yang ia lupakan semenjak hadirnya Myungsoo dalam kehidupannya, buku yang seharusnya selesai ia baca beberapa hari yang lalu.

Tangan Sooyoung secara perlahan tergerak ke arah buku itu. ia mengambilnya, dan membuka halaman yang sudah ia tandai setiap ia berhenti dimana ia terakhir membaca.

“…. wanita itu berkata ‘cinta hanya akan merusak persahabatan’. Tapi laki-laki itu tersenyum lembut, dan kemudian berkata ‘tidak! menurutku….”

“Eo?”Sooyoung bergumam bingung karena menyadari sudah tidak ada lagi halaman selanjutnya. Ia mencoba mengingat-ingat. Ah, saat itu Chanyeol mengambil beberapa lembar halaman terakhir buku itu. “Aku sendiri yang akan menceritakan akhir dari buku itu padamu”

Sooyoung hanya bisa mendesah kesal. Dan kemudian meletakkan kasar buku itu di atas meja belajarnya. Tidak terasa sudah hampir dua jam ia membaca buku tadi. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Sebelum tidur, Sooyoung berjalan kearah lemari pakaiannya untuk mengambil sesuatu. Saat lemari itu terbuka, matanya terbelalak karena menyadari barang yang sedang ia cari tidak ada ditempatnya.

“Eo? Tidak!”

Sooyoung yang panik berlari menuruni anak tangga, “EOMMA!”pekiknya dan segera menuju kamar ibunya. Sesampainya didepan kamar ibunya, ia langsung mendobrak pintu kamar tanpa ampun. “Eomma! Dimana bajunya?!”tanyanya cemas.

“Hish! Sooyoung kenapa ribut-ribut? Mengganggu tidur saja!”racau ibunya kesal.

“Eomma! Dimana bajunya?!”rengek Sooyoung sembari menarik-narik selimut ibunya.

Dengan nada ogah-ogahan akhirnya ibunya duduk diranjang,“Baju apa? Baju di lemari mu itu? Baju-baju Chanyeol? Eo, eomma menyucinya! Karena baunya sungguh aneh”

“MWO?!! EOMMA!!”

—ooo—

Sooyoung menutup pintu kamar Chanyeol dengan hati-hati, lalu berjalan perlahan menuju ranjang tidur Chanyeol –tentunya setelah mendapat izin dari ibu Chanyeol dan beralasan bahwa ia ingin menginap di sini untuk menemani ibu Chanyeol agar tidak kesepian.

Sooyoung naik keranjang Chanyeol dan merebahkan tubuhnya disana. Walaupun malam ini ia tidak bisa tidur akibat tidak memakai pakain Chanyeol, paling tidak ia bisa merebahkan tubuh ditempat dimana Chanyeol juga biasa merebahkan tubuhnya. Sooyoung mengelus permukaan ranjang itu, membayangkan Chanyeol yang ada disampingnya. Rasanya ia ingin sekali memeluk namja itu saat ini juga.

Sooyoung menarik selimut hingga dagunya. Ia menatap lekat langit-langit kamar Chanyeol. Berbagai hal tengah berkecamuk di kepalanya saat ini. Lebih-lebih bayangan pertengkarannya bersama Myungsoo siang tadi. Dan entah mengapa ia merasa aneh semenjak kepergian Chanyeol ke Jepang. Seperti ada sebuah lubang yang menganga di hatinya. Kosong. Itulah yang ia rasakan meskipun di saat ada Myungsoo disampingnya.

Sooyoung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, memejamkan matanya mencoba untuk tidur. Namun tiga detik kemudian ia kembali menyibak selimutnya. “Oya, apa mungkin Chanyeol meninggalkan lembaran itu disini?”gumamnya pelan. Dan sesegera mungkin ia bangun dan turun dari ranjang. Sooyoung memeriksa rak buku Chanyeol, setelah beberapa menit mencari ia tidak mendapatkan hasil. Lalu ia berjalan malas dan duduk di kursi yang berada didepan meja belajar Chanyeol. Permukaan meja itu kosong tanpa ada sesuatu apapun disana.

Setelah terdiam beberapa saat di kursi, sudut matanya mengarah pada lemari dibawah meja belajar itu. Sooyoung sedikit menggeser kursinya kebelakang, kemudian ia berjongkok dan membuka lemari yang tidak terkunci itu. Setelah melihat-lihat barang didalam, ada sebuah kotak mencurigakan –menurutnya. Ia duduk menyandarkan punggungnya di badan ranjang dan segera menaruh kotak berukuran sedang itu tepat dihadapannya.

Rasa penasaran memaksanya untuk segera membuka kotak berwarna cokelat muda itu. Setelah membukanya, yang terlihat pertama adalah frame foto dirinya dan Chanyeol. Foto yang biasanya terpajang di meja nakas yang terletak disamping tempat tidur Chanyeol. Sooyoung juga mempunyai satu yang seperti itu, dan sampai saat ini masih terpajang rapi di meja nakasnya.

“Dia tidak membawa ini ke Jepang?”bingungnya. ia mengambil frame itu, dan mengelusnya. Itu adalah foto yang diambil di hari pertama mereka masuk sekolah dengan seragam baru, Sooyoung yang bertugas mengambil selca sedangkaan Chanyeol merangkul lehernya dari belakang dan tersenyum lebar disamping kepala Sooyoung.

Sooyoung kembali melihat isi kotak itu, banyak sekali foto-foto dirinya dan Chanyeol disana, itu berhasil membuatnya tersenyum karena mengingat masa-masa saat bersama Chanyeol dulu. Kemudian ia mengambil salah satu foto dirinya. Foto saat perayaan ulang tahunnya satu tahun lalu. Difoto itu mimik muka Sooyoung terlihat tidak senang karena Chanyeol memotret nya dengan kondisi wajah yang berlumuran krim kue. Sooyoung tertawa kecil. Dan saat tanpa sengaja ia membalik foto itu, ada tulisan disana.

Sooyoung mengernyitkan dahinya karena bingung, dan mulai membaca tulisan itu.

“… Hari ini kau genap berusia tujuh belas tahun. Dan kau semakin mendekati kedewasaan. Itu berarti waktuku untuk mengatakannya semakin dekat. Saat kita benar-benar sudah dewasa nanti aku akan mengatakannya. Bukankah kau mengatakan kau hanya ingin mencintai seorang namja saja? Untuk pertama dan terakhir. Dan kuharap namja itu adalah aku!”

 

 

Deg!

 

Mata Sooyoung terbelalak seketika. Tiba-tiba perasaan aneh menyelimuti dirinya.

“Aku mencintaimu. Aku ingin menjadi satu-satunya namja yang mencintaimu dan hanya akulah yang kau cintai. Itulah yang ingin aku katakan saat kau sudah dewasa nanti, dan saat aku sudah menjadi namja dewasa yang pantas untukmu”

Jantung Sooyoung mencelos. Tiba-tiba ia merasakan sesak yang teramat sangat di dadanya. Dengan tangan yang bergetar Sooyoung mengambil beberapa foto yang ada disana, saat membaliknya, ternyata disemua foto itu terdapat tulisan tangan Chanyeol.

“Hari ini kita ketaman, dan aku mengambil fotomu saat kau memakan ice cream yang belepotan di mulutmu. Itu lucu! Aku menyayangimu”

 

“Ini adalah fotomu saat tertidur di perpustakaan. Dasar tukang tidur! Kenapa aku bisa mencintai yeoja sepertimu?”

 

“Aku memotomu dan kau tersenyum kearahku. Aku mencintaimu. Teruslah tersenyum seperti itu!”

 

Tangan Sooyoung melemas seketika dan terjatuh dilantai. Ia tidak mampu melanjutkan untuk membaca tulisan-tulisan selanjutnya karena pandangannya mulai kabur akibat air yang menggenang dimatanya.

“Kau… kau…”

Tiba-tiba saat-saat kebersamaannya bersama Chanyeol berputar cepat dikepalanya, seperti slide-slide yang silih berganti. Saat awal pertemuannya bersama Chanyeol, saat Chanyeol tertawa, saat Chanyeol menganggunya dan sebagainya.

Air mata Sooyoung mengalir dengan sendirinya. Tiba-tiba rasa rindunya pada Chanyeol seolah tak tertahankan. Ia sangat merindukan Chanyeol sampai ingin meledak rasanya. Sooyoung menangis sejadi-jadinya. Ia menekan kuat dadanya untuk menahan rasa sakit disana.

“Chanyeol-ah.. hiks hiks!”

—ooo—

Dari mulai ia datang sampai istirahat pertama, Sooyoung hanya duduk dan melamun di bangkunya. Meletakkan kepalanya diatas meja dan menatap keluar jendela.

“Sooyoung-ah! Sooyoung-ah!”Sooyoung terlihat berlari buru-buru memasuki kelas. “Ya! Choi Sooyoung!”serunya sembari duduk di kursi yang ada didepan Sooyoung.

“Eum? Wae?”sahut Sooyoung pelan tanpa menoleh kearah temannya itu.

“Kau sudah putus dengan Myungsoo?”tanya Sooyoung antusias

Pertanyaan Sooyoung bnerhasil membuat Sooyoung bangun dari posisinya“Nde?”

“Aku dengar dari kelas sebelah, seorang yeoja yang sekelas dengan Myungsoo mengatakan bahwa Kim Myungsoo dan Jung Soo Jung sudah… mereka…”Sooyoung seolah tak bisa melanjutkan kalimatnya.

Sooyoung menautkan kedua alisnya bingung. Setelah diam sejenak, tanpa berfikir panjang lagi ia berjalan keluar kelas. Dan saat baru saja keluar dari pintu kelasnya Myungsoo dan Soo Jung melintas dihadapannya. Sooyoung hanya memandang mereka bergantian.

Myungsoo mendekati Sooyoung. “Aku ingin bicara padamu”

Sudah sekitar lima menit Sooyoung dan Myungsoo berada ditaman belakang sekolah, tanpa ada yang membuka suara diantara mereka.

Myungsoo mulai membuka mulutnya,“Sooyoung-ah..aku—“

“Secepat itukah?”potong Sooyoung tanpa menatap Myungsoo. Myungsoo hanya diam ditempatnya. Kemudian Sooyoung memutar tubuhnya menghadap Myungsoo. Ia menatap lekat-lekat namja itu selama beberapa saat, lalu tersenyum kecut.

“Maaf karena aku telah mengecewakanmu. Maaf karena aku tidak bisa menjadi yang terbaik untukmu. Dan maaf untuk… untuk semuanya”kata Sooyoung pelan.

“Sooyoung-ah…”Myungsoo seolah tak tega

“Semoga yeoja itu membuatmu bahagia”Sooyoung tersenyum dan mengulurkan tangannya. Myungsoo hanya diam memperhatikan tangan Sooyoung. Kemudian perlahan ia menjabat uluran tangan Sooyoung.

“Chukkahanda.. Kim Myungsoo-ssi”

—ooo—

Dengan seragam lengkap dan ransel yang masih menempel dipunggungnya. Sooyoung duduk dibawah pohon yang ada ditaman, tangan kanannya memegang ice cream yang ia beli sebelum kemari. Mata nanarnya memandang kosong kedepan. Sudah setengah jam lebih ia seperti ini disini, dan sudah setengah jam pula matanya terus memerah dan basah. Sedih. Itulah yang ia rasakan saat ini. Ia bukan sedih karena Myungsoo yang pergi meninggalkannya dan namja itu sudah mendapatkan penggantinya tiga hari setelah pertengkaran mereka, tapi Chanyeol. Karena Sooyoung tidak bisa menyentuhnya, karena dia hanya bisa membayangkan sosoknya.

Tiba-tiba ia tersentak karena rasa dingin yang ditimbulkan oleh ice cream yang meleleh ditangannya. Ia memandang ice cream itu lekat-lekat. Jika ia bersama Chanyeol, maka ice cream nya tidak akan sempat meleleh, karena namja itu selalu merebut paksa dari tangan Sooyoung sebelum ia menghabiskannya.

Sooyoung tersenyum kecut sembari memandang ice cream itu lekat. Ia sendiri saat membutuhkan kehadiran seseorang. Ia benar-benar sendiri saat ini. Air mata kembali membahasi pipinya.

“Chanyeol-ah… aku merindukanmu. Aku.. sungguh merindukanmu”

——TBC—-

 

RCL Juseyo🙂

25 thoughts on “[FREELANCE] Can You Love Me? Threeshot | Chap. 2

  1. febryza February 5, 2014 / 12:42 PM

    cie cie yg lagi kangen sama chanyeol sampe make baju-bajunya chanyeol dipakein mulu hahaha *lirik sooyoung unnie*

  2. ymshtemi February 5, 2014 / 12:46 PM

    aaaa sedih :” kenapa pas disaat sooyoung udah menyadari perasaannya ke chanyeol tapi chanyeolnya pergi??? :”” next partnya ditunggu ya

  3. rinaapriliani7 February 5, 2014 / 5:49 PM

    huaaaa kasian soo eon..

  4. sweetndah February 5, 2014 / 6:01 PM

    wahhh jd kpn si happy virus balik???

  5. 소녀 사슴 (@AnggrainiNurP) February 5, 2014 / 6:44 PM

    Daebak Thor,, Tapi Kasihan Sooyoung Eonni :(( Tapi Happy Ending Kan Thor?? Ditunggu Next Chap Ya Thor Jangan Lama-Lama Ne, Fighting Saranghae <33

  6. ariyantiretno February 5, 2014 / 9:20 PM

    kasian banget sooyoung
    chanyeol cepet balik dong…

  7. miss_sooyoungster10 February 5, 2014 / 9:39 PM

    Sedih jugaa…Sooyoung kasian, sudah ditinggal Chanyeol n diputusin Myungsoo pula -_-‘
    next

  8. Zee Anggita February 5, 2014 / 9:39 PM

    sediih thor, kasian soo eonnya di tinggal pergi..
    nextnya di tunggu..

  9. kim nana February 5, 2014 / 11:13 PM

    huaaaaaa..
    sedihnya dapet so sweet nya dapet ,,
    waiting for next😉

  10. sooyoungie February 6, 2014 / 5:51 PM

    sedih bngt…kpn chanyeol nya balik

  11. Kim Jongin February 6, 2014 / 8:37 PM

    keren thor,, chanyeol kapan balik? kasian soo eonni kesepian!!
    next part jangan lama” ya thor🙂

  12. novianti sitorus February 6, 2014 / 11:02 PM

    myungsoo -__-
    Chanyeol cepat pulaaaang hehe
    Lanjut chingu🙂

  13. Elisa Chokies February 7, 2014 / 5:05 AM

    Pengen tinju Myungsoo , Sooyoung masa diputusin pdhal brharap sama Myungsoo.

    Chanyeol pergi…

  14. Shafira February 7, 2014 / 11:30 AM

    ahhh mau tau lanjutannya, part selanjutnya cepet dibuat ya

  15. wufanneey February 8, 2014 / 3:49 PM

    Chanyeollie pergi untuk membuat sooyoungie galau wakakakak xD
    tau rasa deh, itu perasaan yang selama ini chanyeol simpen buat kamu, Sooyoung-ah…

  16. Sooyoungster12 February 12, 2014 / 9:44 PM

    Chanyeol pergi disaat sooyoung sdh mnyadari prasaannya…
    Next! Next!

  17. iyank3 March 11, 2014 / 2:43 AM

    Yah q nan9is anak emak kpan pulang. Ksian syoo. Itu myung soo cpt bgt dpt gantinya. Dasar! *jewer

  18. Della April 10, 2014 / 12:33 PM

    Hai semua >u< kalian Sooyoungster ??? suka dengan fanfic tentang Sooyoung unnie ? ^^ kalau iya,, kalian bisa kunjungi blog ini : http://songhyerim.blogspot.com/ dijamin kalian akan suka ^^
    NB : Terima kasih buat author, dan maaf aku numpang promo ^^

  19. Amel Ryriis April 16, 2014 / 10:04 PM

    Huaaaaa.. ;( jdi sedih gini😦
    ksian sma soo,gk lg chanyeol yg temenin.😦

  20. Choi Min Ra June 10, 2014 / 3:26 PM

    Arghhh baru peka kan sekarang Soo?
    kan kasian chanyeolnya ㅜㅜㅜㅜㅜ

  21. Delvia Marcelinna July 5, 2014 / 11:45 PM

    sooyoung kasian banget😥 segitu kangennya kah? ahh, chanyeol kapan kau kembali eum? tidak merindukan sooyoung kah? ahhh ceritanya makin buat aku penasaran!! ffnya jjang!! daebak!! gomawoyo chingu ^^

  22. leka November 18, 2014 / 8:43 PM

    kasihan sama soo eonni dia baru nyadarin perasaan nya saat chanyeol udah pergi …😥

  23. Rika_Cho December 20, 2014 / 10:27 PM

    Huaaa, Chanyeol T.T
    Entah kenapa sekarang gue jadi suka ChanSoo dan BaekYoung (?) :’v *abaikan

  24. kyura December 25, 2014 / 10:14 AM

    Kasian soo chen cpat plng donk,, soo udah rindu bnget tuhh..
    Ffmu daeback thor,, sumpah nganggak tau mw ngomong apa👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s