[FREELANCE] The Departement Store – 1 of 3

Cover1

Title                 : Title : 더데파트 (The Departement Store)-Part 1

Subtitle            : Subtitle : Pertemuan pertama setelah bertahun-tahun

Author             : Kang Hyo Bin

Cast                 : Sehun, Sooyoung, Kyuhyun, Seohyun

Length             : Threeshot

Rating              : General

Genre              : Romance

Oh Sehun akhirnya masuk setelah mengetuk-ngetuk pintu secara tidak sopan. Ia hanya bisa tersenyum miris ketika Soojin menatapnya sebal apalagi jam di rumah itu sudah menunjukan pukul 22.00, bukan lagi waktu yang tepat untuk bertamu. Oh Sehun tahu itu, tapi ia tak bisa lagi menunggu. Ia terlalu merindukan noona-nya yang dengan liciknya sudah datang sejak kemarin tanpa memberi tahunya. Padahal noona-nya sudah lama sekali tidak pulang.

Noona… di mana Sooyoung Noona?” tanya Sehun dengan senyum yang dibuat semanis mungkin. Ia sadar diri kalau sudah membuat kesal wanita di hadapannya. Matanya menatap jam yang tertempel di dinding di belakang Soojin dan mengutuknya. Kalau saja Sehun tidak pergi bersama teman-temannya ke studio musik mungkin wanita di hadapannya tidak menatap Sehun seperti ingin menelannya bulat-bulat.

“Ya! Kau tahu kan ini sudah malam… ibumu pasti mencarimu dan apa ini?! Kau masih memakai seragam.” kata Soojin dengan jengkel. Sehun hanya bisa menunduk sembari memainkan jari-jarinya. Jujur saja badannya sudah lelah dan ia tak ingin berdebat dengan Soojin seperti biasa. Ia hanya ingin cepat-cepat bertemu dengan noona-nya.

“Oh ayolah…” Soojin malah menatap Sehun bingung. Biasanya Sehun akan berdebat dengannya dan blablabla. Tak biasanya ia diam seperti ini malah seperti bukan Oh Sehun saja. “Jangan pasang wajah menyedihkan seperti itu… adikku di ruang keluarga dan ku harap kau cepat-cepat pulang. Aku mengantuk.” Soojin lalu meninggalkan Sehun yang tersenyum sumringah. Tanpa babibu lagi Sehun langsung masuk, seakan-akan rumah itu sudah lama di tinggalinya.

***

Sehun menatap gadis yang tengah tertidur di sofa itu dengan mata yang terpesona. Gadis itu, Sooyoung memang sudah membuatnya terpesona bahkan sejak ia masih sangat kecil dan karena itulah Sehun tak pernah bisa lepas dari Sooyoung. Sejak kecil mereka sudah bersama-sama. Sooyoung selalu menjaga Sehun yang lebih muda tujuh tahun darinya dengan sayang. Sooyoung menganggap Sehun sebagai adik yang tak bisa diberikan orang tuanya. Dulu sekali saat Sooyoung masih berusia 3 tahun ia pernah hampir punya seorang adik, sayangnya Tuhan berkehendak lain. Ibunya mengalami kecelakaan yang membuatnya kehilangan calon adiknya dan sejak itu ibunya tak pernah berani lagi untuk mengandung, apalagi usia Ibunya sudah tak muda lagi.

Ketika keluarga Sehun datang dan pindah ke sebelah rumah Sooyoung, gadis kecil itu senang sekali karena saat itu Choi Jiwoo-ibu Sehun sedang mengandung Sehun. Gadis itu senang karena akan kembali mendapatkan adik. Walaupun bukan adik kandungnya, Sooyoung berjanji akan menjaga Sehun seperti ia menjaga adiknya sendiri.

Begitu Sehun lahir tak sekalipun Sooyoung meninggalkan bayi laki-laki itu. Ia terpesona pada Sehun seperti bayi itu terpesona juga pada Sooyoung. Seiring berjalannya waktu Sehun semakin besar dan menjadi nakal, tetapi Sooyoung selalu ada di sampingnya. Terkadang jika Sehun sedang rewel ia memaksa untuk ikut Sooyoung ke sekolah. Pernah ketika Sehun sudah mulai masuk sekolah dasar ia tak masuk gara-gara Sooyoung sakit dan memilih menjaga noona-nya itu. Sehun menyayangi Sooyoung sebesar Sooyoung menyayangi Sehun. Hanya saja beberapa bulan terakhir ini, Sehun menyadari ada perasaan lain yang ada di hatinya. Ia menyukai noona-nya.

Mata Sehun mengerjap-ngerjap menatap wajah cantik noona-nya itu. Tanpa sadar Sehun mulai mendekatkan wajahnya pada wajah noona-nya yang sedang tertidur pulas di kursi. Ia menatap noona-nya dengan seksama lalu entah kenapa pikirannya melayang pada pentas ulang tahun sekolah 2 bulan lalu. Saat siswa pertukaran pelajar dari Cina, Xi Luhan yang saat itu menjadi pangeran mencium pipi Sehun yang dengan tragisnya menjadi putri karena kurangnya pemeran perempuan pada pentas perpisahan siswa pertukaran pelajar itu. Sehun bukannya teringat ciuman Luhan yang bahkan sudah selama 2 bulan ini berusaha ia lupakan, tetapi bagaimana cara Luhan menciumnya. Ia ingin mempraktekannya pada Sooyoung. Setelah berpikir selama beberapa saat akhirnya Sehun mencium pipi Sooyoung seperti yang sering ia lakukan saat usianya lebih muda.

Sehun mencium pipi Sooyoung dengan membayangkan bahwa saat ini Sehun yang menjadi pangeran dan Sooyoung yang menjadi putri. Ia mencium dengan sepenuh hati dan tanpa sadar menutup kedua matanya. Ia tak peduli bahkan kalau Soojin melihatnya dan ia juga tak peduli kalau…

“YA! OH SEHUN! APA YANG KAU LAKUKAN!”

Noona berhentilah menatapku dengan menjijikan seperti itu.” Kata Sehun yang menatap Sooyoung dengan tak percaya sambil menguap. Jam sudah menunjukan pukul 23.30. Sebenarnya Sehun sudah sangat mengantuk, tapi dia tak rela meninggalkan noona-nya yang sedang menceritakan pengalamannya menjadi co-assistant dokter. “Kau sudah tidak cocok lagi mengerjap-ngerjap seperti anak kecil begitu.” kata Sehun sambil tertawa mengejek. “Kau sudah terlalu tua.”

Sooyoung yang mendengarnya langsung menatap Sehun tajam. Jujur saja, Sooyoung tahu dirinya sudah terlalu tua untuk melakukan hal itu, tapi yang benar saja?! Masa Sehun mengatakannya dengan segamblang itu. Benar-benar menyebalkan.

“Kau menyebalkan sekali!” kata Sooyoung sembari mengerucutkan bibirnya sebal. Sehun yang melihatnya hanya bisa terkekeh. Ia tak menyangka gadis di hadapannya masih kekanak-kanakan padahal umurnya sudah tua.

“Tapi aku mencintaimu noona…” ucap Sehun sambil tersenyum jahil. Gadis di hadapannya malah menatapnya makin sebal. Ia tahu Sehun sedang bercanda dan ia tak mau kalah dari anak laki-laki itu. “Aku membencimu Oh Sehun.” kata Sooyoung dengan datar.

Sehun hanya menggeleng-geleng tak percaya. Lalu bangkit dari kursinya dan mendekat pada Sooyoung lalu tersenyum manis. Malah terlalu manis sampai-sampai memuakan. Sooyoung tahu Sehun berniat melakukan sesuatu dan sebelum Sooyoung menyadarinya Sehun lagi-lagi mencium pipi Sooyoung.

“Calon istriku… selamat tidur. Saranghae.

Setelah mengucapkan itu Sehun cepat-cepat meninggalkan gadis yang sedang kesal itu dan menutup pintu. Bahkan sebelum ia sempat menutup pintu, Sehun bisa mendengar gadis itu berteriak frustasi.

“OH SEHUN KU BUNUH KAU!”

“YA! SEHUN!!! SOOYOUNG!! BERHENTILAH BERISIK! AKU MAU TIDUR!!!”

Begitu selesai mendengar teriakan balasan dari Soojin, Sehun benar-benar menutup pintu.

***

Sehun Sayang… Eomma dan Appa harus pergi ke Busan pagi-pagi sekali. Pamanmu mengalami kecelakaan dan sedang kritis. Eomma takut tak bisa menjaga Sena dengan benar jadi Eomma titipkan Sena padamu saja ya sayang… Eomma tahu kau bisa menjaganya dengan baik. Pakaian dan popok semuanya ada di lemari lalu susu ada di dalam kulkas, tapi jangan lupa dihangatkan dulu sebelum diberikan pada Sena. Sena sudah Eomma mandikan dan sedang tidur di kamar kami. Aku tahu kau Oppa yang baik Sehun sayang… Hwaiting!

Nb. Kalau ada apa-apa minta saja bantuan pada Soojin dan Sooyoung atau telepon bibimu Oh Hani

Nbb. Kemarin Eomma menemukan banyak barang-barang aneh di bawah tempat tidurmu. Besok kau akan kami adili.

Nbbb. Ya! Oh Sehun jangan pernah merokok lagi! Appa.

 

Eomma & Appa

Sehun hanya bisa menatap miris pesan yang dipasang Eomma-nya pada pintu kulkas. Pagi-pagi sekali Eomma-nya menelepon dan menyuruhnya melihat pesan yang mereka tempel di kulkas. Begitu melihatnya Sehun hanya bisa menatap kesal. Gara-gara pesan Eomma-nya hari ini  bisa-bisa kencannya bersama Sooyoung gagal total. Padahal hari ini Sehun akan menyatakan perasaannya setelah pulang jalan-jalan. Sehun lalu membaca pesan tambahan orang tuanya dan hanya bisa membelalak kaget. Bagaimana bisa orang tuanya menemukan barang-barang tak jelas milik Jongin yang sudah ia simpan baik-baik?! Kalau sampai ia dimarahi habis-habisan oleh orang tuanya, ia tak segan-segan akan membunuh Jongin dan mencincangnya sampai tak berbentuk lagi.

Baru saja Sehun akan mengirim pesan pada Jongin kalau ia tak mau lagi menyimpan barang-barang aneh milik Jongin di rumahnya, ia mendengar suara Sena yang menangis. Buru-buru ia pergi ke kamar orang tuanya dan menggendong adik semata wayangnya itu.

“Cup…cup…cup… Sena sayang… ada Oppa di sini.” kata Sehun sanbil mengusap-usap pelan pipi adiknya yang baru berusia 8 bulan itu. “Apa kau lapar cantik?” tanya Sehun lagi yang dijawab Sena dengan tangisan. Melihatnya membuat Sehun pusing. Ia mengayun-ayunkan adiknya pelan, berusaha membuatnya tenang. Kalau saja… kalau saja bayi ini bukan adiknya ia tak segan-segan membuang bayi ini keluar rumah.

“Ya! Apa yang kau pikirkan Oh Sehun!” ucap Sehun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tak menyangka kalau dirinya sendiri punya pikiran sejahat itu pada Sena.

Sena adalah adik Sehun. Perbedaan usia mereka hampir 19 tahun. Setelah Sehun lahir ibunya pernah divonis tak akan pernah bisa mengandung lagi. Awalnya Orang tua Sehun sedih apalagi Sehun kecil sangat ingin mempunyai seorang adik, tapi sayang sekali orang tuanya tak bisa mengabulkan permintaan Sehun. Untung saja Sooyoung yang selalu ada di samping Sehun membuat Sehun kecil tak terlalu menuntut. Sehun yang sudah agak lebih besar diberi pengertian dan begitu tahu kejadian yang menimpa orang tua Sooyoung, Sehun hanya ingin menjadi adik yang bisa menjaga Sooyoung dengan sebaik-baiknya. Saat Sooyoung harus kuliah ke luar kota, Sehun menjadi kesepian tapi masih bisa bertahan. Sehun masih bisa menghubungi Sooyoung dan begitu pula sebaliknya. Terkadang saat liburan sekolah Sehun pergi ke apartemen Sooyoung yang ada di Seoul atau sebaliknya ketika Sooyoung libur ia akan pulang ke rumah dan menemui Sehun.

Semuanya benar-benar terasa oke sampai 8 bulan yang lalu ibunya kembali mengandung. Sehun awalnya sebal sekali dengan perbedaan usia yang begitu jauh ini. Sehun tak habis pikir, bagaimana bisa ia mempunyai adik yang lebih pantas menjadi keponakannya?! Yang benar saja. Dan lagi-lagi karena Sooyoung, Sehun kembali bisa menerima. Sooyoung sangat menyukai anak kecil dan Sena adalah salah satunya. Bahkan saat Sena lahir Sooyoung yang saat itu sedang koas rela-rela datang dan membantu persalinan ibunya. Bahkan Sooyoung yang memilihkan nama untuk adiknya. Padahal walaupun ia tidak suka, tapi Sehun ingin memberi adiknya nama Seyoung gabungan dari Sehun dan Sooyoung. Mengingatnya Sehun jadi senyum-senyum sendiri.

“Sehuuun-aaah!” kata seseorang sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah Sehun dengan tidak sabaran. Sehun segera sadar dan membuka pintu. Begitu melihat Sooyoung yang seperti sudah siap pergi. Sehun menjadi murung. Sayang sekali kalau tidak bisa pergi sekarang, Batin Sehun.

“Aaaah… Sena sayang…” kata Sooyoung sekejap setelah ia merebut Sena dari gendongan Sehun. Sooyoung benar-benar menyukai anak kecil dan ia melupakan Sehun yang jadi menatap kesal bayi digendongan Sooyoung.

“Ya! Jangan menatap adikmu seperti itu Oh Sehun.” Kata Sooyoung. “Dan cepat mandi, katanya kau mau mengantarkanku pergi…” Sooyoung menatap Sehun dengan kesal setelah itu ia kembali menatap Sena dan tersenyum manis sekali pada bayi perempuan itu. Benar-benar membuat Sehun iri.

Sehun hanya bisa menggerutu sambil berjalan menuju kulkas. Ia tiba-tiba menjadi haus dan begitu melihat pesan yang ditempel ibunya rasa haus itu hilang. Ia takut Sooyoung melihat pesan aneh dari ibunya itu.

“Apa yang kau lihat Sehun?” tanya Sooyoung sambil mengusap-usap punggung Sena yang ada dalam gendongannya. Sehun menatap Sooyoung gugup. “Bukan apa-apa Noona.” ucapnya lalu membuang pesan itu ke tempat sampah. Sehun menggiring Sooyoung ke ruang tengah lalu menyalakan tv dan berusaha menontonnya.

“Kau tak akan mandi? Apa kau tak ingin mengantarkan Noona-mu ini Sehun sayang?” tanya Sooyoung yang fokus pada Sena. Sehun tersenyum mendengarnya. Sudah lama sekali Sooyoung tak memanggilnya sayang begitu dan kali ini rasanya berbeda sekali. Hatinya jadi bergemuruh. Wajahnya yang putih jadi memerah kalau saja Sooyoung berniat melihatnya.

“Aku harus menjaga Sena.” kata Sehun dengan nada yang benar-benar menyedihkan. “Eomma dan Appa pergi ke Busan.”

Sooyoung yang sejak tadi serius dengan Sena akhirnya menatap Sehun yang duduk di sebelahnya dengan seksama. Sebenarnya ia tahu Sehun harus menjaga Sena. Pagi-pagi sekali orang tua Sehun menitipkan kedua anak mereka pada orang tua Sooyoung, terutama pada Sooyoung dan Soojin yang akan berada di rumah. Ibu Sehun bahkan sudah tahu Sehun akan pergi dengan Sooyoung hari ini dan mengijinkannya lalu meminta Sooyoung menitipkan Sena pada Soojin saja. Setelah orang tua Sehun pergi, ia baru tahu Soojin akan pergi fiting baju pernikahannya dengan pacarnya yang bule itu, Kris. Dan Sooyoung tahu ia tak bisa menitipkan adik Sehun pada Soojin. Kalau iya, bisa-bisa Sooyoung hanya akan mendengar ocehan Soojin yang tak akan berhenti sampai si bule Kris datang.

“Sehun… bagaimana kalau kita mengajak Sena jalan-jalan bersama kita?” tanya Sooyoung sambil tersenyum sumringah. Sehun menatap Sooyoung tak percaya. Ia tak yakin dengan membawa Sena pergi dari rumah. Terlebih ia tak mau merepotkan Sooyoung.

Noona yakin?” tanya Sehun.

Sooyoung mengangguk pasti. “Jadi di mana pakaian, popok, dan susunya?”

***

Sooyoung menatap rak buku di hadapannya. Ia sedang mencari-cari buku titipan Soojin, buku tentang merawat anak. Awalnya saat Soojin memintanya Sooyoung kira Soojin sudah melakukan yang tidak-tidak dengan Kris, karena bagaimanapun juga Kris orang barat yang sudah terkenal dengan budayanya yang aneh-aneh.

“Yang benar saja! Aku tidak segila itu!” kata Soojin saat itu.

Sooyoung tahu Soojin tak akan segila itu, tapi ia tak tahu bagaimana dengan Kris. Sejak rencana pernikahan Soojin 7 tahun lalu dengan Sungmin yang akan diadakan besar-besaran gagal dengan tidak jelas, baik Sooyoung ataupun orang tua Sooyoung tak peduli lagi dengan siapa pacar Soojin sekarang. Soojin diusianya yang sudah memasuki 32 tahun sudah membuat orang tuanya frustasi karena tidak menikah juga. Soojin juga jadi semakin sensitif sejak ulang tahunnya yang ke-30. Membuat Sooyoung apalagi Sehun yang jahil jadi ketakutan jika menghadapi Soojin.  Dan entah dari mana awalnya, malam itu Soojin membawa pacar barunya ke rumah. Laki-laki itu blasteran Cina-Kanada dan sama sekali tidak bisa bicara bahasa Korea.

Awalnya orang tua Sooyoung dan Soojin tak menerima laki-laki asing itu di keluarga mereka apalagi setelah mengetahui perbedaan usia yang sangat ekstrim antara Soojin dan Kris. Perbedaan usia mereka hampir 10 tahun. Kris bahkan lebih muda dari Sooyoung yang membuat orang tua Sooyoung dan Soojin hanya mampu berteriak frustasi. Tapi, dengan melihat ketulusan cinta mereka yang sudah setahun menjalani hubungan serius ditambah lagi Kris yang sudah mapan. Akhirnya orang tua Soojin dan Sooyoung merestui hubungan mereka. Sooyoung hanya bisa terkekeh ketika mengingat masa lalu.

“Ini untuk temanku yang akan melahirkan anak ketiganya.” ucap Soojin dengan nada setengah iri. Sooyoung ingat betul bagaimana ekspresi Soojin saat itu. “Eonni, tenang saja… sebentar lagi Kris akan menikahimu.” Sooyoung berkata sambil tersenyum jahil. Yang tidak disangka-sangka wajah Soojin memerah hanya karena godaan itu. Ia tak menyangka Soojin yang sudah dewasa saja masih bisa malu-malu jika digoda tentang laki-laki yang dicintainya, Kris. Apalagi dirinya yang suka digoda Sehun…

“Enyahlah pikiran bodoh!” ucap Sooyoung sambil memukuk-mukul kepalanya seakan-akan itu membuatnya sadar dari kontaminasi virus Sehun.

“Hei.. berhentilah memukul-mukul kepalamu seperti itu, Sooyoung-ah.”

Suara itu. Bahkan Sooyoung tak pernah sekalipun berharap untuk mendengarnya lagi.

to be continued

15 thoughts on “[FREELANCE] The Departement Store – 1 of 3

  1. winterchan February 1, 2014 / 5:48 PM

    eh itu suara siapa emang? ‘-‘

  2. yeni swisty February 1, 2014 / 6:48 PM

    aku harap sih di sini ending nya SooHun, tpi klo KyuYoung juga gpp #PilnPlan🙂
    next part di tunggu

  3. Elisa Chokies February 1, 2014 / 7:34 PM

    SooHun aja ya endingnya.. Seo sama Kyuhyun aja🙂

  4. kenianurasha February 1, 2014 / 9:42 PM

    plissss SooHun dong endingnyaa T.T
    eh itu suara siapa? apa kyuhyun?😐
    aaa keren(y)
    lanjut yaaa ^^

  5. miss_sooyoungster10 February 1, 2014 / 11:17 PM

    Next yaa…
    Hohoho..itu suara Sehun??

    Soojin ♥Kris toh?? Hehehe
    SooHun yaa endingnya..
    Krna ada SeoKyu disitu, jdi Seohyun sma Kyuhyun

  6. novianti sitorus February 2, 2014 / 12:42 AM

    soohuuuun ><
    Yahh kenapa soohun jauh banget perbedaan umurnyaa, tapi gapapa.. Seruuu!😀

  7. rifqoh wafiyyah February 2, 2014 / 4:56 PM

    Itu suara siapa?kyuppa apa hunppa??
    Daebak..:),aku yng mna aja ending’a..
    Yng pnting diantra dua itu sma soo unnie..:)

  8. Zee Anggita February 2, 2014 / 8:51 PM

    waah keren chingu, soohun apa kyuhyun y endingnya?
    di tunggu nextnya..

  9. mithaaa February 3, 2014 / 2:19 PM

    Waooo jarang usia soo dan sehun jauh bgt,, tpi cinta tak memandang usia,,

  10. nadigoo February 4, 2014 / 11:54 PM

    Waaaah sehun suka sama sooyoung
    Eh? Suara siapa ituu? Masa sehun? Kyuhyun kah?

  11. HipomuTzs February 12, 2014 / 9:43 AM

    next…..

  12. Della April 10, 2014 / 12:45 PM

    Hai semua >u< kalian Sooyoungster ??? suka dengan fanfic tentang Sooyoung unnie ? ^^ kalau iya,, kalian bisa kunjungi blog ini : http://songhyerim.blogspot.com/ dijamin kalian akan suka ^^
    NB : Terima kasih buat author, dan maaf aku numpang promo ^^

  13. Choi Je Kyung July 2, 2014 / 8:36 PM

    Wah, wah, wah…
    Nuguya?? Nugu?? Nugu??

    Aku berharap itu bukab matan Soo eonnie >_<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s