[SERIES] SEXY LOVEY MARRY – PART 4END

sxylovy1

Sexy Lovey Marry 4END
Author : Fatminho
Genre : Romance, Sad, Married Life, NC, Friendship, Little sweet Comady
Length : Series
Rated : NC18+
Main cast: Cho Kyuhyun – Choi Sooyoung – Super Junior – SNSD – SM.Family – dll.

Disclaimer : THIS PLOT IS MAIN!

Note :

NO READER UNDER 18 YEARS OLD!!!

Annyeong…..
Maaf baru bisa bawa kelanjutannya sekarang. Maaf jika banyak typo…

😀 _Happy Reading_😀

***

“STOP!” teriak Kyu tiba-tiba, membuat pelatih dan ketiga orang lainnya, terlebih lagi Seohyun yang menjadi pasangannya, terperanjat.

“JANGAN SENTUH ISTRIKU, SE-INCHI-PUN!” Tak peduli tatapan heran di sekelilingnya, dengan cepat Kyuhyun berjalan gusar menghampiri pasangan SooHyuk.

GREB!

Kyuhyun menarik tangan Sooyoung untuk menjauh dari Eunhyuk. “Pasanganku kali ini adalah ‘istriku’ sendiri!!! jika ada yang membantah, aku berani keluar dari AGENCY!!!” tegas Kyuhyun secara lantang.

“JAGA UCAPANMU!!!” sebuah suara keras nan marah mengintrupsi Kyuhyun secara sepihak.

“Wae Hyeong? Kenapa aku tidak di pasangkan dengan Sooyoungie?!” tanya Kyuhyun yang saat ini sedang dihuni oleh emosinya. Dia menatap tajam, seakan penuh kebencian pada manager SNSD yang tadi sempat mengintrupsinya.

“Ini untuk menguji janji yang kalian sepakati. Bukankah sebelum menikah kalian berjanji akan baik-baik saja jika dijadikan ‘Idol Couple’ bersama bintang lainnya? Lalu, mana janji kalian tersebut? Kenapa kau malah emosi tingkat tinggi seperti ini, Kyuhyun-ssi?” tantang sang Manager.

Kyuhyun yang hendak menyanggah pun memilih untuk membatalkan rencananya. Dia kehabisan kata-kata untuk di jadikan alasan. Ingin rasanya dia menyuakan segala alasannya. Oh anni, sepertinya hanya ada satu alasan yang membuatnya melupakan sumpah serapah ‘keprofesionalan’ yang pernah dia sepakati. Alasan tersebut adalah: perasaannya.

Percuma saja jika dia sebut alasannya tersebut. Karena apa? Yah benar, itu semua karena tidak ada yang mengerti apa yang dirasakannya saat ini. Jadi, akan sia-sia saja jika dia lontarkan hal tersebut.

Pssttt…

Kyuhyun tersentak kala Sooyoung yang ada dua langkah dibelkangnya menghentakkan tangannya untuk dilepaskan. Detik ini juga Kyuhyun menegang hebat. Apakah Sooyoung juga tidak mengerti perasaannya? Walau hanya sedikit saja?

“Oppa, kenapa hanya kami yang harus mengerti situasi ini? kenapa kalian tidak ikut mengertikan posisi kami? Professional memang harus dilaksanakan karena itulah janji pertama kami. Namun, tidakkah kalian membayangkan bagaimana perasaan kami?”

Kini semua pandnagan tertuju pada Sooyoung. Kyuhyun pun ikut berbalik ke belakang untuk menatapnya. Sesaat terjadilah keheningan diantara sorot pandangan yang tercipta begitu saja.

Sooyoung menyadari sikon disekelilingnya. Pandangannya kini beralih. Dari memandang Manager-Oppanya ke tampang sendu suaminya yang baru saja menurunkan kadar emosi didirinya. Dia melangkah maju hingga mensejajari Kyuhyun. Dengan tegas dilingkarkannya lengan miliknya ke sela lengan suaminya. “Mianhe oppa… selama ini aku tidak memahami perasaanmu…” sesalnya yang kini sedang memandang melas ke wajah suami di sampingnya.

Rasa bahagia yang saat ini melingkupi jiwa Cho Kyuhyun pun melebihi rasa bahagia lainnya. Sekarang, sebutkanlah contoh ‘kebahagiaan’ yang melebihi rasa bahagia ketika sang istri mempercayai suaminya?

Dengan hanya menatap kaget wajah istrinya, Kyuhyun tetap bungkam seribu bahasa. Entahlah, dia tak bisa melontarkan apapun saat ini. Untuk kali pertamanya Sooyoung mengambil aksi dalam hubungan mereka. Bukankah biasanya Kyuhyun saja yang melakukan hal tersebut?

“Hahahaha….”

Suara tawa tersebut muncul tiba-tiba dan membuat semua yang ada disana menoleh kearah pintu. Manager SUJU pelakunya. Dia tertawa karena tak tahan melihat ekspresi-ekspresi di wajah anak asuhnya.

“Ya~ kenapa hyeong tertawa seperti itu?” protes Kyuhyun.

“Karena sebenarnya-“

“Ya! ini belum saatnya!”

“Sudahlah, aku sudah tak tahan lagi melihat tingkah aneh mereka!”

“Tapi kurang serujika kita hentikan ditengah jalan!”

“Tidak! Kurasa ini sudah cukup. Mengingat waktu persiapan memang harus dipercepat. Sudahlah Hyeong, hentikan saja candaan ini!” ucap Manager Suju yang memang lebih muda dari Manager SNSD.

Perdebatan kecil yang ribut itu menarik perhatian mata kepala lainnya. Terlebih lagi untuk Kyuhyun dan Sooyoung yang kini sudah menatap aneh dua manager yang mengurus kesibukan mereka itu.

“Hyeong, maksudmu dengan kata ‘candaan’ itu apa?” tanya Kyuhyun penasaran dengan sorot mata tajam yang dihibahkan pada managernya.

Sang manager jadi gelagapan. Habis sudah harapannya kali ini. memang seharusnya dia tak melakukan kekonyolan seperti ini. “Sebelumnya, aku minta maaf padamu, Kyu. Sebenarnya… pihak management memang-“

“Ya! kau-“ potong Manager SNSD yang belum siap jika rencana lelucon mereka ini dibongkar secara blak-blakan. Dia memberi tatapan tajam pada Manager Suju disampingnya.

“Ya~ ya~ apa yang kalian sembunyikan dari kami? Oppa! Jujurlah padaku!” sungut Sooyoung yang juga ikut penasaran dengan kedua manager itu.

Akhirnya kedua manager itu menghela nafas beratnya. “Begini-“ manager SNSD memulai. “Sejak awal, ini semua hanyalah rencana kami yang ingin melihat seorang evil seperti kalian kesal dengan alasan cemburu-“ jelas Manager SNSD dengan sedikit ragu. Tampak dari kepalan tangan kanannya yang semakin menggenggam erat pulpennya. “Jadi-“

“Jadi aku dan Sooyoung dipisahkan dari latihan beberapa hari ini karena alasan konyol seperti itu?” cetus Kyuhyun sangar ketika sudah memahami apa maksud semuanya.

Dengan perasaan bersalah, kedua menager itu mengangguk. “Jeosonghaeyo Kyunie… kami hanya-“

“Dwaesoo! Sekarang, jelaskan saja pada kami prosedur yang sebenarnya!” titah Kyuhyun.

“Jadi begini, sebenarnya dari awal, bagian SEXY HOTTIE DANCE adalah untuk pasangan Seo-Hyuk. Seohyun-Eunhyuk. Sedangkan bagian EROTIC SEXY DANCE untuk pasangan Kyuhyun dan Sooyoung.”

Sontak kedua mata Kyuhyun dan Sooyoung melebar. Masalah genting yang ternyata sebuah lelucon seperti ini bukankah sangat keterlaluan?

Bayangkan saja. Bukan hanya lelucon yang berpengaruh pada kru yang bekerja atau orang disekeliling agency, melainkan lelucon aneh yang nyaris merusak rumah tangga KyuYoung. Tidakkah itu lebih dari sekedar keterlaluan?

“Aigoo… eonni… kenapa kau masih berdiam aneh begitu denganku? Apa kau masih tak terima dengan yang sebenarnya?” tanya Seohyun yang baru mendapat kesempatan untuk berbicara dengan Sooyoung. Yeoja itu merasa eonninya satu ini menjaga jarak karena kedekatan dirinya dan Kyuhyun. Apalagi kata yang sesuai untuk melambangkan keadaan tersebut selain ‘cemburu’?

Sooyoung tersenyum malas pada adiknya satu itu. Bukan karena marah atau kesal. Sooyoung hanya sedang malas membahas masalah konyol yang sampai saat ini tidak bisa dicerna oleh otaknya. Entahlah, apa karena otaknya terlalu bodoh untuk mencerna keadaan atau memang situasi dan kondisinyalah yang memang tak bisa di pahami dengan nalar?

“Annio… nan gwenchana Seoby. Kau saja yang merasa seperti itu. Dasar!” balas Sooyoung yang berusaha memulai pembicaraan dnegan sebuah candaan dan ledekan. Yah, perlu diketahui, itulah gaya Sooyoung sebenarnya. Tidak ingin membuat situasi menjadi tegang dan canggung.

Grebb!!

Kedua tangan Seohyun meraih kedua tangan Sooyoung dengan kuat. Dia ingin memberi tahu eonninya tersebut bahwa apa yang akan dia katakana sesaat lagi adalah sebuah kenyataan yang memang benar dia alami. Bukan sebuah kebohongan yang dia kamuflasekan secara sepihak. “Eonni-ya~ aku serius…” ucapnya parau, takut kalau ternyata Sooyoung benar-benar tak bisa memaafkannya.

Sooyoung belum bisa menjawab karena masih tercengang dengan genggaman erat sang adik. Detik beikutnya, pandnagannya jatuh pada paras Seohyun. Wajah yang sendu dan semakin tersirat pucat pasi. “Seoby-“

“Aku tak akan mungkin mengambil Kyupa dari eonniku. Bukan karena aku tak sanggup atau pun karena ingin mengalah dan sok berusaha menjadi asdik yang dewasa-yang mengalah pada eonninya. Tapi ini semua murni karena hati. Eonni-ya~ kau harus tahu, hatiku tidak pernah menyebutkan nama Kyupa dalam hal ‘cinta’. Mungkin hati ini hanya bisa menyapa namanya di bagian ‘oppa’ saja. Aku hanya menganggap Kyupa sebatas oppaku. Kau percaya padaku?”

“Seo, kau-“

“Aku hanya bisa mencintai namjaku, eonni. Walau aku dan Kyupa sering di jadikan ‘idol couple’, tapi aku sama sekali tidak tertarik olehnya. Terlebih dia sudah menjadi milikmu. Kalaupun kelak takdir menyatukan kami, aku pasti akan berpikir, kemana seharusnya kusimpan sosok manis Yong-oppa? Aku tak akan mungkin menyakitimu, eonni. Aku sangat menyayangimu~” kemudian Seohyun berhambur memeluk Sooyoung.

Yang dipeluk hanya bisa tercengang dan kembali menitikkan air mata kala dia merasakan ketulusan adiknya tersebut. Perlahan tangannya terangkat untuk membalas pelukan tersebut.

“Ne, Seohyun-ah… Gomawoyo…” bisiknya dnegan suara bergetar.

Seohyun tersenyum lega mendengar hal itu.

Kyuhyun’s POV

Hari sudah semakin malam. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Aku tidak bergabung untuk minum bersama Hyeong-deul diluar sana. Aku juga sudah meminta ijin pada mereka untuk memakai kamar pribadi malam ini. aku ingin berdua bersama anae-ku.

Aku sudah membicarakan tentang hal ini pada Sooyoung. Dia dengan senag hati mengikuti kemauanku untuk tidur bersama dalam kamar pribadi kita. Saking semangatnya, aku rela ijin kembali ke penginapan terlebih dulu. Aku yakin, Sooyoung baru selesai latihan jam segini. Namun, aku puas sudah menjadikan kamar ini begitu exotic dan menarik. Sesuai sekali dnegan karakter Sooyoung-ku.

Kuganti semua warna baground ruangan dengan nuansa merah marun berpadu dark blue. Bukan hanya itu, seprai dan beberapa furniture ruang kamar ini juga bercorak warna senada. Nuansa yang gelap, sunyi, dan sedikit bekesan dingin. Melambangkan sifat yang romantic, manis, berani, dan sedikit pemalu. Bukankah itu sifat kami berdua? Hahaha…

Okey, baju tidur, aroma ruangan, selimut, sampai perlengkapan mandi sudah siap dan telah tertata dnegan rapi. Kurebahkan tubuhku pada Sofa yang berukuran cukup besar sehingga mampu menampung keseluruhan badanku berikut dengan kedua kaki panjangku. Kuhela nafas beberapa kali. Awalnya aku berpikir hanya untuk melegakan debaran jantungku yang semakin kencang yang dikarenakan kegiatan mengatur ruangan sedari sore tadi. memang sih aku bisa memanggil pelayan untuk membenahi penginapan ini sesuai keinginanku. Tapi, aku berpikir lagi, sepertinya akan lebih puas jika aku yang turun tangan sendiri. maka jadilah, tubuhku remuk dan cukup melelahkan. Walau sedikit khawatir akan rencana malam pertama ini, aku tetap berpikir tenang karena besok dan lusa adalah hari libur. Itu juga yang menjadi alasanku untuk menyewa penginapan pribadi di sekitar pantai yang cukup sepi. Dan yang terpenting adalah jauh dari warga SMEnt yang benar-benar membuatku kesal akhir-akhir ini.

Cukup lama aku berdiam diri menetralkan gejolak jantungku. Merasa akan adanya ketenangan yang cukup, aku segera bangkit dari sofa dan langsung membersihkan diriku di kamar mandi. Tidak lama aku melakukan hal tersebut, sepuluh menit kemudian aku sudah siap dengan piyamaku. Bukan piyama sih, lebih pada baju santai. Kaos oblong polos cukup tipis dan celana training panjang cukup nyaman untuk menemani tidurku nanti.

Pukul Sembilan kurang sepuluh menit. Kenapa Sooyoung belum datang? Masak sih belum selesai latihan? Atau jangan-jangan, dia lupa akan rencana yang kami buat sebelumnya ini?

Dengan rasa khawatir, kuraih ponselku dan kutekan tombol 8 untuk tersambung pada ponselnya.

“Ya~ kau sednag ada dimana chagie? Apa latihannya belum selesai?” tanyaku ketika mendengar panggilan tersambung dan terangkat, walau suara diseberang sana belum ada.

“Mianh oppa~ aku baru saja akan menemuimu. Tadi, aku jalan-jalan sebentar bersama Seobaby…” jawabnya dengan suara manja. Aisshh… aku semakin tak sabar dibuatnya.

“Assshh… cepatlah chagie~ aku snagat ingin tidur bersamamu!!” jawabku jujur.

“Yak! Kenapa kau selalu berpikiran yadong, eoh?!” protesnya.

“Karena aku melakukannya bersama istriku, bukan dnegan yeoja lain. Apa kau ingin aku berpikir yadong dengan yeoja lain, euhm?” tantangku yang diiringi oleh kikikanku sendiri, membayangkan jika hal yang kusebut itu terjadi. Oh Tuhan, pastilah saat itu aku sedang gila. Hahaha…

“…” aku tercenung kala tak mendapat jawabannya.

“Chagie~”

“Jadi… dimatamu- aku dan yeoja lain itu sama? asal bisa menuruti kemauanmu? Hiks…”

Kedua mataku membulat. Sial! Kenapa shikshin ini selalu salah paham???!!!

“YA~ya~ annio Chagie~ bukan itu maksudku! Aku hanya-“

“Lelah…” putusnya.

“Chagie-“

“Aku lelah oppa~ jadi tolong, tutup teleponmu dan buka pintunya. Aku ingin istirahat…”

Lelah? Buka pintu? Apa maksudnya saat ini dia sudah…

“Oppa! Bukakan pintunya atau aku kembali saja ke penginapan SNSD?!” ancamnya.

Tanpa berpikir dua kali, langsung saja kuputuskan sambungan telepon kami dan segera berlari kearah pintu.

Cklek!

Setelah terbuka, kudapati yeoja cantik dengan wajah sedikit berminyak yang melambangkan rasa lelahnya.

Grebb!!

Kini tubuhku agak menegang. Kalian tahu, saat ini dia sedang memelukku erat sekali? Sangat-sangat erat. Sampai-sampai aku merasakan maksud pelukannya. ‘dia benar-benar tak ingin kehilanganku’

Tak berpikir lama, segera kubalas pelukannya dan kuangkat tubuh kurusnya. Pintu penginapan langsung tertutup setelah tanganku menekan tombol ‘closed’ di dinding dekat pintunya. Dia tidak protes. Kubawa terus badannya hingga kini kami sudah memasuki kamar utama. Aku tidak merebahkannya. Cukup kududkkan dia disisi ranjang dan perlahan kulepas pelukan erat diantara kami.

“Mianhae oppa…” ucapnya.

Aku tersenyum dan kedua tanganku langsung menangkup wajahnya. Kuangkat sedikit badanku untuk mengecup keningnya secara lembut dan cukup lama. Setelah itu kutatap tenang kedua matanya. “Mandilah dulu agar tubuhmu segar kembali. Setelah itu, istirahatlah. Aku akan membuatkanmu susu gingseng, eum?” ujarku sambil mengelus rambutnya. Tak lupa senyuman manis sellau tersungging di wajahku. Bodoh jika aku memasang wajah tegang atau pun kesal. Bisa-bisa suasana manis ini lenyap. Andwe! Walau belum ke tahap inti, setidaknya, aku senang Sooyoung mau memelukku seerat tadi.

“Kau menahan semuanya?” tanyanya lagi yang kali ini snagat membuatku tak mengerti.

“Maksudmu?” tanyaku akhirnya.

“…” dia terdiam sebentar sambil mentapku.

Perlahan, kurasakan kedua tangannya meraih wajahku dan secara bertahap membimbingku bertemu wajahnya. Menautkan bibir kami secara nikmat. Menyalurkan perasaan hangat yang memang sama-sama kami rasakan. Perasaan salng mencintai dan juga perasaan bersalah karena kejadian sebelumnya. Aku salah, dia pun merasakan seperti halnya yang aku rasakan. Kami berdua, merasakan apa yang kami rasakan masing-masing. Itu yang membuat kecupan kami kali ini berbeda dari yang sebelumnya.

Beberapa menit kemudian, dia menghentikan kecupan ini dan menatap mataku dnegan mata merahnya. Tanpa kutanya lagi, sudah pasti dia sednag menahan genangan air mata didalam sana.

“Saranghae oppa~”

Tiba-tiba lengkungan di bibirku tertarik sempurna, membuat wajahku semakin bersinar dan hatiku semakin tenang layaknya savanna yang tertiup angin musim semi yang terasa sejuk dan tenang.

“Nado saranghandana, Sooyoung-ah…”

Kulihat dia juga tersneyum senang setelah mendnegar balasanku. Bahkan air matanya pun kini menetes lancar melewati aluran lekuk wajahnya.

Aku bangkit dari posisi jongkok didepannya menjadi duduk disampingnya. Kurengkuh tubuhnya dan kukecupi puncak kepalanya.

“Oppa, istirahatlah. Aku mau mandi dulu.” Ucapnya setelah keadaan kami semakin tenang dan taka da lagi yang menjadi masalah keretakan hubungan ini.

Aku tersneyum melihatnya yang sudah bangkit dan berjalan meraih handuk kimono yang sudah kusiapkan di slaah satu meja kosong di ujung lemari pakaian.

Akhirnya dia masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Cukup lama aku menunggu kehadirannya kembali. Entah sudah berapa judul iklan dan drama yang kulihat dan kuputar berrgantian hanya untuk menunggunya keluar, tapi sampai satu jam berikutnya dia tidak juga keluar.

Karena merasa resah dan juga gelisah lantaran sosoknya yang ada didalam sana, kuputuskan untuk menghampirinya. Kugedor pintu kamar mandi itu dan kupanggil-panggil namanya.

“Chagie~ Soo… kenapa snagat lama? Apa kau tidak apa-apa?”

“Op-pa~” kudengar jawabannya sangat aneh. Membuatku semakin penasaran.

“Wae Chagie~ Waegeurae?” tanyaku dari luar dnegan nada panic.

“Oppa~ a-aku…”

“Ya! kau kenapa? Jangan membuatku khawatir Chagie~”

“Aku… tidak membawa underwear-ku, oppa! Tidak mungkin aku memakai yang sudah berkeringat ini. ehn… bisakah oppa membelikan underwear untukku? Jeball…”

Blush! Blush! Blush!

Tolong dicatat: Bohong jika seorang Cho Kyuhyun tidak mengalami kenaikan libido sex didirinya saat ada seorang yeoja yang mengatakan masalah ‘underwear’. Terlebih yeoja itu adalah istrinya sendiri.

“Ya~ Cho Sooyoung, ini sudah malam, tidak mungkin aku keluar membeli itu. Walau masih ada toko yang buka, pastilah ada di tengah kota sana yang sangat jauh dari sini. Sudahlah, kau kan memakai handuk. Jadi, cepatlah keluar!” ucapku asal. Mungkin, pikiranku memang picik disini, tapi tidak masalah bukan jika aku melakukannya pada istriku? hehehe

“Tapi-“

“Cho Sooyoung, keluarlah sebelum kau masuk angin didalam sana!” tegasku. “Lagipula, kurasa kau tak memerlukannya malam ini~” tambahku dnegan nada menggoda.

Cklek!

Dia keluar dengan balutan handuk kimono yang tidak terlalu tebal. Hal tersebut membuatku dnegan gamblang bisa melihat dua bulatan kecil yang jaraknya tidak terlalu jauh satu dnegan lainnya di bagian dadanya. Ck! Bahkan belum memulainya aku sudah bisa membayangkan betapa sexy-nya istriku ini. oh Tuhan, maaf jika hamba tak bisa menahannya~

“Op-pa~” dia memanggilku sambil mengibaskan tangannya didepan wajahku. Aku mengerjap sadarkan diri saat itu juga. Dengan gugup aku tersenyum aneh dan langsung mengontrol diriku sebaik mungkin.

“Sudah?” tnayaku, aneh. Dia mengangguk polos, membuatku semakin gemas padanya. “Geurae, istirahatlah. Aku akan membuatkanmu susu gingseng agar lusa, saat latihan, energimu bisa stabil kembali.” Aku mulai melangkah menuju pantry minimalis yang memang ada di penginapan ini.

Sebenarnya aku bisa saja melakukan hasratku mala mini, tapi kasihan Sooyoung yang hari ini begitu banyak memiliki jadwal On Air dan jumpa fans.

“Oppa… apa ruangan ini kau yang mengaturnya?”

Aku menyunggingkan senyum saat mendengarkan pertanyaannya. Tanpa berbalik badan dan tetap berkutat pada gelas dan susu gingseng, kujawab pertanyaannya, “Kau suka? Benar, aku yang mengaturnya.”

“Jinjayo?? Aaahh… its so amazing oppa! Aroma lavendernya sangat kental dan tidak membuatku resah. Aku snagat suka kenyamanan seperti ini. hhmm…”

Aku sudah selesai membuat susu untuknya. Kini aku menghampirinya yang ternyata masih berdiri memejamkan mata, layaknya orang yang sedang melakukan pemanasan yoga. Kuperhatikan tubuhnya dari bawah sampai atas. Bisa dipastikan semerah apa wajahku saat ini. Gila jika aku tak bereaksi ketika melihat istriku dalam keadaan seperti saat ini. handuk kimono yang hanya menutupi seperempat kurang bagian paha mulusnya itu snagatlah tipis, snagat merangsang siapapun yang melihatnya. Jujur, aku sengaja memilih handuk yang speerti itu. Hihihi. Lekuk badannya dan juga sisi payudaranya yang mengembang-kempis karena sednag melakukan pembenahan akuran pernafasannya itu snagatlah mengundang libidoku agar semakin mencuat. Dan yang lebih membuatku tak tahan adalah kenyataan yang menyatakan bahwa: malam ini, Choi Sooyoung tidak memakai underwear sama sekali.

Oh God!!!

Read More…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s