You Are Mine [Oneshot]

Image

Title: You Are Mine

Author: Park JeByung

Lenght: Oneshot

Rat: PG – 15

Genre: Romance, Comedy/?

Cast:

–          Choi Sooyoung

–          Xi Luhan

Other Cast:

–          Oh Sehun

–          Im YoonA

–          Kim JongIn as Kai

Cameo: Jung Daehyun [BAP] as Xi Daehyun

Warning: Typo bertebaran dimana mana. Fanfic ini fokusnya ke Luhan.

Disclaimer: Plot is MINE!

A/N: annyeong, lama banget aku hiatus yah?’-‘)/ Ada yang kangen ga? Gaadasihya yaudah😐
Kayaknya ini bakal garing deh, tapi apapun itu RCL please

ff ini juga dipost di dua wp lainnya, [ http://www.hyosoofanfiction.wordpress.com & http://www.sooyoungexofanfiction.wordpress.com ]

Btw, selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan komentar^^

***

Luhan POV

Hai, aku hanyalah namja biasa yang memiliki seorang yeoja luar biasa. Mungkin bagi kalian tidak, tapi bagiku iya,

Dia luar biasa sibuk. Bahkan tidak punya banyak waktu hanya untuk sekedar mengobrol denganku. Setiap kali kami mengobrol, pasti paling lama hanya 15 menit. Dan paling singkat saat aku bertanya, dan dia hanya menjawab dengan gelengan atau anggukan singkatnya, atau tidak senyuman atau tidak ekspresi wajah.

Oke, mungkin aku bisa memakluminya karena dia adah seorang penulis novel yang cukup ternama. Selain penulis novel, dia pun adalah seorang model karena wajahnya yang cantik ditambah postur tubuhnya yang tinggi nan langsing.

Jika boleh jujur, setiap kali dia ada pemotretan, dan aku ikut, aku selalu cemburu saat ia berpose dengan seorang atau bahkan beberapa namja yang menurutku wajahnya tidak sebegitu tampannya dibandingkan denganku.

Oh ayolah, apakah orang orang disini tidak ada yang mau mengakuiku tampan? Atau sekedar menawarkan pekerjaan modeling padaku? Huh.

Panggil aku Luhan. Namjachingu dari seorang Choi Sooyoung yang sok sibuk.

Sebenarnya kami masih berkuliah dan baru berumur 20 tahun. Masih muda bukan? Kalau kalian bilang tua, kupastikan makanan yang akan kalian santap nanti tidak akan pernah enak sampai kapanpun!

Maaf.

Ohya, bicara soal Sooyoung, biar kudeskripsikan bagaimana sebenarnya dia.

Sooyoung adalah yeoja tentunya yang memiliki postur tubuh yang indah walaupun ia sangat suka makan. Dan fakta yang membuatku risih adalah jika ia sudah begadang seharian menyelesaikan novelnya, keesokan harinya dompetku akan terkuras habis untuk membli makan untuknya. Naas.

Fakta lainnya adalah dia memiliki wajah cantik yang membuat semua namja akan jatuh cinta padanya. Namun aku takkan pernah membiarkan seorang namja lain untuk menyentuh bahkan mendekati yeoja-ku. Jika ingin merebutnya, langkahi dulu mayatku!

Hampir seminggu 4 kali aku menginap dirumahnya untuk mengurusi yeoja sibuk ini. Mengingat kedua oang tuanya adalah pebisnis hebat di Korea yang berkerja sama dengan perusahaan luar negeri yang mengharuskan mereka untuk pergi kesana kemari dan jarang pulang kerumah bahkan menemui anak tunggalnya, Choi Sooyoung.

Karena kepercayaan mereka, mereka menitipkan gadis itu padaku dan memintaku untuk menjaga dan megurusinya. Alasan pertama karena aku pacarnya, alasan kedua karena mereka tidak perlu susah susah memanggil babysitter. Lagi pula Sooyoung juga takkan mau diurusi layaknya bayi kecil yang mengompol dipopoknya dan meminta untuk digantikan dengan yang baru.

Maaf saja, Sooyoung sudah dewasa. Dan bukan anak kecil.

Hari ini hari senin. Hari dimana tidak ada jadwal kuliah, namun bagi Sooyoung ada jadwal pemotretan. Dan tentu saja aku harus menemaninya.

Saat aku memasuki apartemennya, kulihat ia sedang berkutat dengan laptop-nya. Sudah kupastikan dirinya sedang menulis naskah novel yang harus diberikan pada penerbit 3 hari lagi.

Kututup pintu apartemen dan kuletakan kantung berisi makanan yang eomma bawakan untukku dan Sooyoung.

Setelah itu yang terdengar hanyalah suara keyboard ditekan tekan dengan cepat. Kuperhatikan jarinya yang lihai menekan nekan huruf huruf dikeyboard. Rupanya dia sedang serius.

Karena tidak mau mengganggu, kuputuskan untuk menyiapkan meja makan.

Piring piring kutata diaats meja. Setelah itu gelas.

Kutuangkan air mineral kedalam gelas, dan meletakan beberapa makanan diatas piring. Ini masih pukul 7 pagi, jadi eomma membekaliku nasi goreng yang ia buat spesial penuh cinta. Katanya sih begitu.

Eomma-ku memang selalu dramatis, sementara Appa-ku humoris. Dan aku masuk kedalam tengah tengah silsilah keluarga yang mungkin akan diterima jika menjadi badut bayaran dalam sirkus.

Tidak, lupakan soal keluargaku. Tunggu, aku belum memperkenalkan adik laki lakiku yang hanya berbeda 1 tahun, Daehyun. Dia benar benar berbeda dari kami semua. Dia memiliki kepribadian yang cuek, dingin, namun suka menggoda. Teruatam menggoda Sooyoung, padahal jelas jelas dia tahu bahwa kakak tampan nya ini adalah namjachingunya.

Perlahan lahan aku berjalan mendekati gadis yang masih berkutat dengan laptopnya ini. Kutaruh kedua tanganku dimasing masing pundaknya, dan sedikit memijat.

“Sooyoung, “ Panggilku lembut. “Sarapan dulu, nanti jam 10 kau ada pemotretan bukan? Isi dulu perut kosongmu dengan makanan.” Ujarku.

Gadis itu berhenti mengetik dan melirikku sekilas lalu mengangguk tersenyum.

Sudah kubilang bukan? Dia orangnya sangat singkat.

Sooyoung melangkahkan kaki menuju ruang makan. Dan aku hanya membuntutinya dari belakang.

Setelah kami duduk, kami makan salam diam. Tidak ada satupun dari kami yang membuka mulut. Yang terdengar hanyalah dentingan sendok dan garpu yang membentur permukan piring saat hendak meraup sesendok nasi.

Beberapa saat kemudian, kami telah menyelesaikan sarapan singkat. Gadis itu awalnya hendak mencuci piring, namun kusergah lalu aku menyuruhnya menulis novel lagi saja. Dia mengangguk kemudian pergi meninggalkanku yang termenung bersama piring dan gelas kotor di tempat cuci piring.

Jika dipikir pikir, aku seperti pelayannya ya? Tapi tidak tidak, sekalipun aku dianggap begitu, aku masih mempertahankan status ‘hubungan’ dengannya yang mungkin tidak akan dipercayai orang orang hoho.

Menderita? Tidak juga. Selama aku berada disisinya, aku tak pernah merasa lelah bahkan menderita sekalipun.  Rasa cintaku padanya melebihi apapun. Tapi tentu saja tidak melebihi rasa cintaku pada Eomma yang telah melahirkanku, telah mengandungku 9 bulan, membesarkanku dengan penuh kasih sayang dan     Lupakan. Semakin melantur saja.

Setelah selesai mencuci piring, aku kembali ke ruang tengah tempat dimana Sooyoung berada bersama laptopnya itu.

Kutatap punggungnya yang tegak, rambutnya yang terurai panjang bergelombang berawarna cokelat tua, tubuhnya yang ramping dan… Argh apa yang kupikirkan?

Merasa bosan, aku berguling guling diatas karpet ruang tengah sambil menonton televisi yang menyala namun volume nya sangat kecil. Aku yakin gadis itu ingin berkonsentrasi.

Apapun itu, kujalani saja. Ck.

***

Tak terasa 2 jam sudah berlalu. Ternyata aku ketiduran disini. Saat mataku terbuka dan nyawaku sudah terkumpul semua, kulirik tempat dimana Sooyoung tadi bekerja. Namun gadis itu tidak ada disana.

Aku bangkit dari posisi tidurku dan mencari sosoknya. Dapur? Tidak ada.

Ruang makan? Tidak ada.

Kamar mandi? Juga tidak ada.

Satu lagi, kamarnya. Aku memang sudah sering berkelana keluar masuk kamarnya. Karena aku memang sudah sering tinggal disini. Malah sudha menjadi rutinitas.

Pintu kamarnya tertutup. Ku ketuk ketuk pintunya, namun tak ada jawaban.

Mungkin sang pemilik kamar akan mengizinkanku masuk. Jadi tanpa permisi lagi, kubuka pintu kamarnya.

Dan disanalah gadis itu berada. Tertidur dengan pulasnya diatas kasur empuknya itu. Aku bertanya tanya apakah dia tidur dengan benar tadi malam atau dia begadang tanpa diriku? Huh.

1 jam lagi kami harus sudah berada di gedung manajemen Sooyoung untuk menentukan lokasi pemotretan.

Mau tak mau aku harus membangunkannya.

Kudekati kasur bigsize nya, lalu membangunkan gadis itu, “Sooyoung, ireona. Kau harus pemotretan.”

Ia tak menjawab. Yang terdengar hanyalah gumaman kecil dari mulutnya yang membuatku tersenyum geli.

Tanganku menepuk nepuk pipi chubby-nya, “Ireona jebbal.”

Namun masih tidak ada respon. Satu cara efektif untuk membangunkan gadis ini. Dengan menciumnya. Jarang jarang bukan? Kesempatan dalam kesempitan, hahaha.

Kedua tanganku memegang kedua sisi wajahnya, kemudian aku menciumnya dengan lembut.

Tak perlu waktu lama, Sooyoung sudah bangun. Dan dia sedang membulatkan matanya. Sementara bibirku masih menempel dibibir-nya.

Akhirnya aku melepaskan ciuman ini dan menatapnya sambil tersenyum, “Cepat ganti baju. Kau ada pemotretan.”

Dengan kikuk dia bangkit dari tempat tidurnya dan membuka lemari. Kkk~ Lucu sekali melihat dirinya salah tingkah begitu.

Dia mendorong dorong aku keluar kamar kemudian dia menutup pintu kamar dan menguncinya. Tentu saja, mana mungkin aku juga berada didalam saat ia hendak ganti baju!

10 menit kemudian, dia sudah siap dengan kemeja putih dan short jeans biru-nya. Rambutnya diikat kuda menampilkan leher jenjangnya yang putih. Tas gendong yang biasa ia bawa sudah bertengger dipunggungnya.

“Kaja,” Ajaknya menarikku keluar apartemen.

Dengan senang hati aku tentu mau ditark tarik yeoja ku.

Dia mengunci pintu apartemen, kemudian kamu berjalan bersama keluar dari gedung apartemen yang besar ini.

Kami menaiki mobil-ku yang dibeli beberapa bulan yang lalu dan masih mulus cat luarnya.

Selama perjalanan, kami diam. Aku inin mengajaknya mengobrol, namun tidak tahu harus mulai dari mana.

Ah tunggu, dari yang ini saja.

“Apakah manajer sudah memberitahukanmu dimana lokasi pemotretan?” Tanyaku membuka percakapan.

Kulihat jarinya yang gelisah mengetuk ngetuk kaca jendela, “Sudah.” Jawabnya.

“Lalu apa kata manajer? Kita ke gedung dulu atau langsung ke lokasi? Dimana?”

“Langsung kesana.,” Ia menggantungkan kalimatnya, “Di pantai.”

Oh dipantai ya? Bagus juga pemandangannya. Aku suka tempat i     tunggu, apa katanya? Pantai?!

Firasatku mulai tidak enak.

“Apakah ada partner?” Tanyaku hati hati.

Sekilas kulirik wajahnya yang terlihat enggan memberitahu, namun pada akhirnya dia menjawab.

“Ada.”

Tuhkan benar. Sekarang aku mulai gelisah.

“Namja atau yeoja?” Tanyaku lagi.

Dia benar benar terdiam kala itu. Matanya hanya menatapku dengan sendu, sementara aku terus memperhatikan jalan dan terkadang memperhatikannya yang tampak gelisah.

Beberapa menit kemudian, dia baru menjawab, “Soal partner, partnerku kali ini yeoja dan namja. Kami mempromosikan villa dekat pantai dan mempromosikan kamar untuk pasangan disana. Dan  

Lagi lagi dia menggantungkan kalimatnya membuatku semakin gelisah. Bisa bisa nanti disana aku mati cemburu karenanya.

“Dan kami akan melakukan adegan kiss scene…” Lanjutnya pelan.

Nafas-ku tercekat begitu mendengar satu adegan yang paling tidak ingin kudengar.

“Kau menerima pemotretan itu?” Tanyaku lagi.

Kepalanya hanya dianggukan pelan, “Manejer yang menyuruhku…”

Sial! Manajer hyung benar benar jahat padaku dan Sooyoung. Jelas jelas dia tahu kalau aku adalah namjachingu-nya. Dasar si tua kurus, lihat saja nanti, akan kujahili habis habisan. Hufh.

Kemudian kami diam tak ada yang mengeluarkan sepatah katapun karena sibuk dengan pikiran masing masing.

***

Beberapa menit kemudian, kami sudah sampai dilokasi syuting. Entah mengapa tibatiba Sooyoung menggenggam tanganku dengan erat. Kurasakan telapak tangannya berkeringat dingin. Aku tahu dia memang model yang profesional, tapi dia belum pernah melakukan adegan tersebut sebelumnya. Kecuali bersamaku. Kami sudah cukup sering, tapi bukan di depan umum dan bukan didepan kamera.

Saat menuruni tangga menuju pantai, terlihat manajer yang tengah melambai lambaikan tangan pada kami ditempat dimana pemotretan berlangsung.

Ketika kaki kami sudah menapark dihadapan menajer, dia menepuk nepuk pundakku.

“Maaf Luhan, kali ini kau harus menahan cemburu dan amarahmu.” Ujarnya. Ya ya ya, aku tahu. Dan tolong jangan ungkit ungkit itu, aku muak.

Kupaksakan tersenyum, “Oke, tidak masalah Hyung,” Dustaku.

Tibatiba dua orang namja dan satu orang yeoja datang menghampiri kami.

Mereka membungkuk memberi salam, dan kami membalasnya.

Setelah itu kami semua berbasa basi sedikit sambil diiringin candaan garing dari mulut manajer.

“Oh ya, Sehun, kau sangat beruntung sekali akan melakukan adegan kiss scene dengan Sooyoung sunbae,” Puji yeoja yang bernama YoonA itu.

Namja yang dipanggil Sehun itu terkekeh pelan, “Ya, aku benar benar beruntung hhaha.”

Dan aku akan lebih beruntung jika aku meninju wajah yang menurutku cukup tampan itu. Oke baik, meski aku tidak suka, harus kuakui dia cukup tampan, kau tahu? Jika tidak percaya cari saja di internet.

Tangan kurus Sooyoung semakin mencengkram tangan kananku.

“Hem? Wah kalian berpegangan tangan terus, kalian memiliki hubungan?” Tanya namja berkulit gelap, Kai.

Tentu saja bodoh, aku adalah namjachingu-nya.

Saat aku hendak menjawab, manajer malah menjawab, “Mereka bersaudara Kai-ah,”

Tunggu, apa katanya? Hey!

“Ohahaha, sepertinya Luhan Hyung sangat menyayangi Sooyoung sunbae.” Balas Kai.

Beberapa saat kemudian mereka pergi meninggalkan kami.

“Luhan-ah, kau harus menyembunyikan identitasmu sebagai pacar Sooyoung. Itu akan membahayakan reputasinya,” Nasihat Manajer Hyung padaku.

Membahayakan? Hey aku bukan selebriti juga! Apa masalahnya jika orang orang tahu kalau kami sepasang kekasih? Errr.

Seseorang memanggil Sooyoung, “Sooyoung-ssi, saatnya berganti pakaian!” Serunya.

Oh itu Lee Ahjumma yang mengatasi segala tentang pakaian dan make up. Aku penasaran apa yang akan dikenakan Sooyoung kali ini.

***

Tidak. Jangan. Mimpi buruk. Kumohon katakan jika ini mimpi dan bukan nyata.

Oke, ini bukan soal pakaian. Aku tenang karena  yeoja-ku memakai shortjeans putih dengan kemeja hitam yang tidak tembus pandang. Aku bersyukur.

Tapi ini, ini lebih buruk dari pakaian atau apapun. MANA BISA DIA MELAKUKAN KISS SCENE SEKARANG?!!?

Kukira itu akan di akhir, ternyata diawal. Dan lebih buruknya lagi ditonton oleh para pengunjung pantai juga beberapa fans darinya juga beberapa model lain.

Mungkin kalau diakhir sudah ada beberapa kru yang kembali ke gedung. Dan mungkin juga pengunjung sudah mulai sepi. Tapi… Tapi ini di awal!

Siapa sih yang membuat jadwal ini? Menyebalkan.

Kulihat mata Sooyoung yang terus memandangku dengan sedih yang terus membuatku gelisah. Bisa dibilang wajahnya mirip marmut yang ketakutan yang hendak disantap oleh kucing.

“Baiklah kita mulai,” Ujar sang photographer/?

Perlahan lahan Sehun membelai rambut Sooyoung yang terurai bergelombang indah. Bisa dilihat gadis itu sudah bisa mengendalikan ekspresinya.

Rasanya suhu disini menjadi panas. Entah aku saja yang merasakan atau tidak. Tapi aku yakin, hanya diriku yang merasakannya.

Dan secara otomatis tanganku terkepal.

Logika dan akal sehatku sudah lenyap. Dengan cepat aku berlari dan mendorong Sehun yang terjun bebas ke air pantai.

Sementara itu aku mencium bibir gadis itu dan sedikit melumatnya. Aku yakin dia sedang terkejut. Namun hebatnya, dia malah membalas ciumanku untuk pertama kalinya.

Kurasakan tangannya melingkar dileherku. Dia menikmati rupanya, hihi.

Tapi tunggu, bukankah banyak orang yang menyaksikan kami? Ah peduli.

Yang kudengar sekarang hanyalah pekikan dan beberapa orang ber-wow ria menyaksikan kami. Ini sedikit memalukan memang, tapi aku senang mengingat bukan Sehun, tapi diriku yang melakukan kiss scene ini.

Beberapa lama kemudian, kami melepaskan tautan diantara kami. Sesaat kemudian, tepuk tangan riuh terdengar disini.

Yang kulakukan hanyalah manggut manggut tak jelas. Sementara Sooyoung diam membeku menatap Sehun yang duduk di air pantai menatap kesal pada kami.

Manajer mendekati kami. Pasti dia akan sangat marah besar padaku, hiks. Sudalah Xi Luhan, terima saja atas kelakuan sembrono-mu ini.

Bukannya memarahi, manajer malah menggenggam kedua tanganku dan menepuk nepuk pundakku, “Sempurna!” Serunya.

Ne?

Tunggu, apakah aku salah dengar atau    apa?

“Eh? Tapi manajer, aku menghancurkan semuanya,” Erangku merasa bersalah.

Manajer menggeleng, “Tidak, kau hebat. Mulai hari ini kau bekerja diperusahaanku oke?”

Yes, yes! Rasanya aku ingin berteriak saat itu juga. Sudah kuduga akhirnya orang orang akan mengakui ketampananku, hoho.

Kau hebat Xi Luhan!

Yoona dan Kai berlari kecil menghampiri kami.

“Itu hebat Hyung!” Puji Kai.

“Tapikan kalian bersaudara    “ Kata Yoona.

Aku menggeleng, “Kami bukan sepasang saudara. Tapi kekasih,”

Spontan kedua orang itu ditambah Sehun yang baru berdiri melotot terkejut.

Ayolah itu bukan hal yang luar biasa bukan?

“Luar biasa~ Kalian sangat cocok. Cepatlah menikah, aku ingin melihat anak yang akan kalian punya nanti. Pasti cantik atau tampan.” Ujar Kai sembari menepuk nepuk pundakku.

Aku terkekeh, mungkin setelah pulang dari sini, akan kulamar Sooyoung. Hahaha.

“Gomawo Kai-ah, akan kukabari saat anak kami lahir nanti, hahaha.” Tawaku diiringi tawa yang lainnya.

Setelah itu, aku mengantar Sooyoung berganti pakaian dan berjalan jalan disekitar sini. Awalnya dia sedikit menolak karena ia harus menyelesaikan naskah novel-nya itu. Namun pada akhirnya dia setuju.

***

Voila!

Seharusnya aku tidak usah mengajaknya berjalan jalan atau kencan. Dompetku terkuras habis dikarenakan makanan setumpuk yang dibeli Sooyoung direstoran makanan laut.

Lihatlah dirinya. Tengah mengunyah makanan dengan asiknya dengan wajah tanpa dosanya itu.

Tapi demi dirinya, aku rela uang-ku habis sekalipun.

Setelah kami selesai makan, kami pergi keluar restoran dan menemukan kedai es krim yang dulu, sangat dulu pernah kudatangi bersamanya saat kami masih berumur 11 Tahun.

Kutarik tangannya menuju kedai es krim itu, lalu aku memesan es krim cone yang dulu memang pernah kami beli.

Sekarang dompet-ku kosong melompong.

Kuserahkan satu es krim padanya. Tentunya dengan senang hati ia menerimanya sambil tersenyum ceria.

“Gomawo Luhan-ah.” Katanya.

Satu ide gila yang terlintas di otakku, “Panggil aku Chagi, arrachi?”

Semburat rona merah tibatiba saja mewarnai pipi Chubby-nya, “Shirreo,”

“W  wae?” Tanyaku sedikit terkejut.

“Aku malu.” Jawabnya sambil memalingkan wajah dariku.

Dia memang sangat manis, “Panggil aku chagi atau kucium kau ditempat umum.”

Sooyoung terkesiap, “Ish, neo jinjja!”

“Chagi!” Kataku bersikeras.

“Shirreo,” Bantahnya.

“Chagi!”

“Shi    “ Baru saja dia mau membantah, seorang remaja tibatiba memekik menyebut nama Sooyoung.

“O   owaah, Choi Sooyoung?” Pekik remaja itu. Diikuti pekikan dari teman temannya yang langsung menatap kami.

Oh kacau.

Segera tanganku menarik tangannya. Kami berlari cepat menuju mobil.

Dengan terengah engah aku memegang setir kemudi mobil-ku. Kulirik gadis itu juga tengah ngos ngosan dan es krimnya kalau tidak salah jatuh saat kami berlari tadi, begitu juga punyaku.

Tanpa disangka sangka, Sooyoung tibatiba tertawa lepas, “Hahaha, pertama kalinya aku dikejar seperti ini.”

“kkk~ Mungkin karena adegan kiss scene tadi siang.” Kekeh-ku sambil melajukan mobil menuju jalanan, bermaksud untuk pulang.

Hey, kalau dipikir pikir, ini ajaib. Pertama kalinya kami mengobrol selama ini, bercanda ria, dan kencan.

Senyumku mengembang memikirkan kejadian ajaib yang terjadi berangsur angsur hari ini. Apa ini berkat nasi goreng eomma yang penuh cinta itu? Haha, bisa saja.

***

Kami sampai di apartemen Sooyoung tepat pukul 5 sore. Dengan lelah aku menggusur kakiku mengikuti yeoja dihadapanku ini.

Aku salut padanya, meski lelah, ia terus mementingkan pekerjaan. Aku yakin dia akan tumbuh menjadi wanita karir yang luar biasa.

Kriiet.

Pintu apartemen dibuka olehnya. Aneh, mengapa lampu apartemen menyala? Bukankah tadi sudah dimatikan. Ups, jangan jangan ada pencuri atau penjahat atau pembunuh atau sejenisnyalah itu.

“Bukankah tadi sudah dimatikan?” Tanyaku pada Sooyoung sedikit berbisik.

Sooyoung hanya mengangguk dan menatapku sedikit takut. Sebagai seorang lelaki, tentu saja aku akan melindungi gadis-ku.

Dengan sok beraninya aku melepas sepatu dan masuk dengan hati hati kedalam sana. Diikuti oleh Sooyoung dibelakangku yang mencengkram lenganku cukup kuat.

Saat sampai di ruang tengah, kutemukan kedua orang tua Sooyoung yang tengah menonton televisi dengan santai.

“Eo? Choi Ahjussi? Choi Ahjumma?” Panggilku memastikan bahwa itu memang mereka.

Kedua pasang suami istri tersebut menoleh dan tersenyum ramah.

“Annyeong Luhan-ah, kau terlihat tampan sekarang.” Sapa Choi Ahjumma. “Sooyoungie, bagaimana hubunganmu dengan Luhan?” Tanyanya beralih pada Sooyoung, sang anak.

“Kami baik baik saja. Kenapa kalian tidak menghubungiku kalau kalian mau kesini?” Jawab Sooyoung seraya bertanya.

Choi Ahjussi tertawa ringan, “Hahaha, ini kejutan sayang.” Jawabnya, “Kalian duduklah. Pasti lelah?”

Aku mengangguk. Begitujuga Sooyoung yang kini duduk disampingku.

Lamaran… Lamaran… Lamaran… Satu kata itulah yang sekarang berputar putar diotakku.

“Jadi sudah berapa lama kalian menjadi sepasang kekasih?” Tanya Choi ahjussi spontan membuatku terkejut.

“2 Tahun,” Jawabku sambil memakan kue kering yang tadi ditawarkan Choi Ahjumma.

“Kau tidak ingin melanjutkan hubungan mu ketahap yang lebih serius?” Pada saat itu juga aku tersedak mendengar pertanyaan Choi Ahjussi. Sooyoung berlari meninggalkanku, dan kembali dengan segelas air mineral.

“Gomawo,” Ucapku berterima kasih. “Se     Sebenarnya aku ingin. Maka dari itu, aku meminta persetujuan dari Ahjussi.” Terangku.

Reaksi yang hebat! Dia tersenyum sambil bertepuk tangan diikuti Choi Ahjumma yang tersenyum memamerkan sederet gigi rapihnya itu.

“Wah, bagus kalau begitu! Sebenarnya bulan bulan depan kami harus kembali ke London untuk pekerjaan. Setelah itu kami harus berpergian ke negara negara lainnya. Kami khawatir pada kalian berdua, jadi aku akan lebih tenang jika kalian sudahmemiliki hubungan yang serius ke jenjang pernikahan. Bisakah kita menggelar pernikahan 2 Minggu lagi?” Ujar Choi Ahjumma panjang lebar. “Aku sudah tidak sabar ingin menggendong Cucu manisku nanti, hihi.”

Mendengar kata katanya, aku langsung merona. Begitu juga Sooyoung yang menatapku gugup.

“Besok malam ajak keluargamu ke restoran ok? Kita akan membicarakan semua ini dan menyutujui nya bersama.” Kata Choi Ahjussi. Aku mengangguk, rasanya ingin meledak saat ini juga! Argh~

Setelah itu kami mengobrol dan bercanda ria. Beberapa saat kemudian, pukul 7 malam, aku memutuskan untuk pulang kerumah karena kedua orang tua Sooyoung sudah pulang.

Sooyoung mengantarkanku sampai parkiran mobilku.

“Terima kasih untuk hari ini,” Ucap Sooyoung sambil memelukku tibatiba.

Sekarang aku pasti sedang tersenyum konyol.

“Sama sama.” Balasku. Kukecup ringan keningnya setelah itu melepaskan pelukannya. “Masuklah kedalam, disini sangat dingin.”

Dia tersenyum simpul, “Aku tidak merasa dingin jika bersamamu.”

Raaawrrr~ Choi Sooyoung, kau selalu membuat hatiku berdegup kencang. Berhenti menggodaku~

“Ish dasar. Sana masuk, sampai jumpa besok. Jangan begadang kalau tidak ada aku. Atau tidak kau akan membuatku cemas,” Peringatku sembari mengacak ngacak rambutnya.

“Arra. Chagiya,”

Apakah telingaku tidak salah dengar? Dia memanggilku Chagi!

“Apa apa?” Tanyaku pura pura tak mendengar.

“Chagiyaa~” Ulangnya sedikit memelas. Membuatku semakin gila.

“Apa?” Tanyaku sekali lagi. Dan yang kudapat sekarang adalah pukulannya dikepalaku. Jahat.

“Cish, dasar. Jika kau bertanya lagi, aku bersumpah tidak akan pernah mau memanggilmu dengan sebutan itu.”

“Aku hanya bercanda.”

“Baik kalau begitu, sampai jumpa besok. Saranghae”

Ini pertama kalinya ia berkata ‘Saranghae’ padaku. Aku sangat sangat sangat sangat senang.

“Nado saranghae.” Kukecup ringan bibirnya lalu masuk kedalam mobil.

Sumpah demi dewa langit, aku tidak akan pernah melupakan kejadian hari ini. Tidak akan pernah! Akan kuceritakan semua ini pada anakku, cucuku, cicitku, an apapun itu aku tidak tahu.

You Are Mine, Choi Sooyoung.

I Love You,

***

Auhtor POV

Sepasang suami istri tengah tertawa kecil melihat buah hati mereka yang tengah berusaha memakai baju sendiri.

3 Tahun yang lalu, mereka mengucapkan janji suci di altar. Dan 1 tahun kemudian, lahirlah seorang anak lelaki yang lucu dan tampan.

Sambil memotret buah hati mereka, mereka meminum teh hangat dipagi hari. Sungguh indah hari hari yang mereka lewati bersama.

Siapa mereka?

Siapa lagi kalau bukan Luhan dan Sooyoung.

3 Tahun yang lalu mereka menikah, dan sekarang mereka sudah memiliki jagoan kecil mereka.

Ting..Tong…

Bel rumah mereka berbunyi.

“Biar aku saja,” Ujar Luhan.

Namja itu berjalan menyusuri koridor rumah dan sampai didepan pintu.

Dibukakannya pintu, dan terpampanglah dua orang yeoja dan dua orang namja yang tengah tersenyum sambil membawa bungkusan bungkusan besar.

“Annyeong~” Sapa mereka. Luhan tersenyum.

“Annyeong. Lama tak berjumpa,” Balas Luhan sambil berhigh five dengan-Kai-

Luhan mempersilahkan masuk keempat orang itu yang terdiri dari Yoona, Kai, Sehun dan yeoja yang belum dikenali oleh Luhan.

Mereka sampai ditaman belakang rumah dimana Sooyoung dan anaknya tengah bermain.

Yoona berhambur menghampiri Sooyoung dan mencubiti pipi chubby anak lelaki itu.

“Uh, lucunyaaa!” Pekik Yoona. “Aku iri loh aku iri.”

Sooyoung tertawa, “Hahaha, kalau begitu cepatlah punya anak dengan Kai.”

“Eits, anakku berada disini!” Tunjuk Yoona pada perutnya yang masih rata.

“Eo? Kau hamil?”

“Ne.”

“Wah Chukkae! Sudah berapa bulan?” Tanya Sooyoung antusias.

Gadis berambut sebahu ikal itu menjawab, “Baru 2 minggu. Hehe,”

Setelah itu mereka mengobrol banyak dikuti yeoja yang baru memperkenalkan dirinya sebagai Seohyun yang ternyata yeojachingu-nya Sehun.

Beberapa saat kemudian, Kai berseru, “Mari kita berpesta~”

Dikeluarkannya alat pemanggang BBQ dan beberapa tusuk daging yang bertumpukan didalam kotak makan besar yang masih mentah.

Semua bersorak ria dan mulai membakar daging daging itu. Si jagoan kecil Luhan dan Sooyoung kini bertengger diatas pundak Luhan. Ia tertawa kecil melihat betapa konyolnya para ahjussi dan ahjumma yang tengah menari ria ditengah taman rumahnya.

-END-

Yawloh itu akhirnya gaenak banget ya? Gatau ah mau bikin ending kayak gimana. hohohoho. /tawa bareng Chanyeol/

RCL Jusseyo~^^

25 thoughts on “You Are Mine [Oneshot]

  1. yeni swisty January 22, 2014 / 6:54 PM

    ending nya so sweet bgt ☺
    ff bagus ☺

  2. @ggcsy24 January 22, 2014 / 8:36 PM

    thor,, ffnya keren gk ngebosenin sama sekali. . ngomong2 anaknya soohan sapa tuh?

    • JeByung-JeSoo January 22, 2014 / 8:54 PM

      jeongmalyo? /aegyo/
      anak soohan? aku akuu~ /unjuk diri/ wkwk. /digabret SooHan/
      hahah gomawo udh komen^^

  3. Bubble Princess January 22, 2014 / 9:22 PM

    ceritanya sweet bnget. hehehe…
    ditunggu ff mu lainnya. Fighting^^

    • JeByung-JeSoo January 22, 2014 / 9:52 PM

      ne gamsahamnida^^
      oke makasih chingu, gomawo udh komen^^

  4. rifqoh wafiyyah January 22, 2014 / 10:34 PM

    So sweet….:),hanppa prhatian bnget sma soo innie…:D
    Bner2 kluarga yng bhgia…:D

    • JeByung-JeSoo January 23, 2014 / 4:40 PM

      iyaa bener, ngidam punya suami kayak dia’-‘) /amiin!/
      gomawo udh komen^^

  5. Elisa Chokies January 23, 2014 / 5:56 AM

    Lah.. Sehun ga jadi cium Soo? #DeathglareLuhan.
    Hish Luhan napa harus dorong Sehun :3

    Ceritanya manis…so sweet.
    lain kali buat SooHun dong #request

    • JeByung-JeSoo January 23, 2014 / 4:45 PM

      iya ya Luhan penghancur’-‘ /digebuk Luhan/
      waak eonni SooHun shipper yaa? aku jugaaa~ aku sih sama siapa aja setuju aja, wkwk.
      okeee request diterima. ntar aku usahain ok? gomawo udh komen eonni, lafyuu ;* wkwk

  6. KyuhyunBaekhyunSooyoung January 23, 2014 / 11:39 AM

    Wah… luhan jadi model juga,
    walaupun tadinya tak ada mengakui wajah ganteng luhan #death glare #fromLuhan

    ceritanya bagus unnie…..
    sekalian mau tanya, aku pernah nge-request ff ke unnie (baeksoo couple)
    kapan ya, jadi nya? dah tak sabar nih…

    • JeByung-JeSoo January 23, 2014 / 4:46 PM

      iya akhirnya^^
      iya bener, watir yah’-‘ /ditendang Lulu/
      jeongmalyo? gamsahamnidaa^^
      Baekhyun Sooyoung? haha kamu yg request diblog aku ya? wkwk, ntar insyallah minggu depan aku post. itu juga kl tidak ada halangan lainnya’-‘)/
      gomawo udh komen^^ ditunggu ajayaaaa

  7. limminyoung January 23, 2014 / 1:29 PM

    Aku suka banget sama endingnya thor!
    Ditunggu ff lainnya…

    • JeByung-JeSoo January 23, 2014 / 4:47 PM

      aku juga aku juga! /krik._.
      hahaoke gomawo udh komen^^ tunggu ajayaaa

  8. Anna Choi January 23, 2014 / 4:34 PM

    Akhirnyaa~ SooHan happily ever after wuhuu~
    ini ff-nya kocak juga tapi so sweet banget :3
    nama anaknya sapa tuh? kepo nih hoho
    berkat kiss scene luhan dapet banyak keuntungan, mulai jadi model, akhirnya ciuman sama soo, ngedate bareng~
    bener-bener lucky guy and lucky day
    ff soohan-mu yang vampir itu ditunggu loo😉
    oke lah, nice update shafa~
    keep fighting!!!

    • JeByung-JeSoo January 23, 2014 / 4:49 PM

      iyeaah~
      iyaa apalagi Lulu nya sok protektif, wkwk.
      namanya? Xi JeByung’-‘)/ /plesetannya Park Jebyung atau saya sendiri/ wkwkwkwhahahahhihiihi #abaikan

      waahaha, oke ditunggu aja kelanjutannya, masih banyak utang ff sih akunya:)))
      eheysip! fighting and gomawo udh komen^^

  9. winterchan January 24, 2014 / 4:52 PM

    anjirlah itu luhan pucuk di cinta ulam pun tiba :v
    kalo udah jadi model gitu mah duit ngalir terus dong ya :v

    • JeByung-JeSoo January 25, 2014 / 9:26 AM

      ngakak pribahasanya xD
      iya bener ngalir terus kayak si abang Suho /lirik suholang kaya/
      gomawo udh komen eon~^^

  10. Rizky Amelia January 25, 2014 / 6:09 PM

    Gila tu luhan pake dorong dorong sehun segala sampe nyemplung
    Kerenn eonni ff nyaa aku sukaaaa *teriak pake toa*

    Ditunggu ff lainnya eonni ^^

  11. wufanneey January 26, 2014 / 1:30 PM

    ngahahaha luhan banget itu…
    luhan cemburunya ngegemesin deh..
    tapi sooyoung nya kok rada pendiem ya di sini?
    hehehe, kaitem byuntae ada juga

  12. 소녀 사슴 (@AnggrainiNurP) February 5, 2014 / 9:32 PM

    Keren Bangettt Sweett, Nggak Ngebosenin Aku Udah Baca Berkali-Kali >< Bikin Lagi SooHan ya Eonn Jebal Jebal Jebal Ne?? Sama Siapa Aja Boleh Deh Asal Ada Sooyoung Eonni :)) Fighting Eonn Saranghae <333

  13. Ranti February 16, 2014 / 11:56 PM

    Annyeong reader baru, Wiranti imnida🙂 panggil jha wira atau ranti.. Mohon bantuannya ^^ thor!! Ceritanya full romance~ iri punya pacar kaya kak syou ‘3’ dimana ya nyari Luhan kek gitu wkwkwk suka deh pas bagian Pemotretan SooHan-nya.. Keep Writing thor! GO GO SEMAANGAT!! /ala Full House/

  14. Amel Ryriis March 21, 2015 / 11:57 PM

    Hahaha.. Itu si luhan knp jdi alay gitu😀 bnar2 ngakak wktu si luhan ngatain drinya sndri pelayan.. Astaga luhan,, aku aja awal anggap km kyak pelayan*plak😀

    tpi akhr2nya so swet bngt,suka2.. Trnyata soo bsa jga brskap mnis sma luhan, gk jdi orng yg singkat2 lg sprti kta luhan,😀 hahaha😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s