Flower Boys Next Door [Chapter 6]

Image

Title: Flower Boys Next Door

Auhtor: Park JeByung

Lenght: Chaptered

Rat: T

Genre: Romance, Friendship, Comedy/?

Cast: Choi Sooyoung, Xi Luhan, Oh Sehun

Other Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Choi Minho, Yoon Doojoon, Kwon Yuri, Kim Hyuna, Xiumin and other

Disclaimer: Cast is not mine, but Baekhyun is mine #LOL

Warning: Typo bertebaran dimana mana dan juga cast namja nya banyak.

A/N: Annyeong Hasseyo~ Lama ya ga update ff ini._. wkwkw. Sekarang udah mulai sekolah seperti biasa sedih sumvah:’’> Apalagi internetnya distop sm ortu. Ga elit plis:( tapi gajadi sihwkwkk.

Aku boleh curhat ga? Aku kesel sama satu laki laki. Kemarin kemarin dia nginjek rok aku ditangga, sekarang pas aku lagi benerin tali sepatu, dia ngedorong keras aku sampe hampir jatuh, untung ada temen aku, kl ngga mungkin udh berguling guling dilantai:’>  *curhat tibatiba* *abaikan*

FF ini juga dipost di wp-ku [ www.hyosoofanfiction.wordpress.com ]

Btw, Selamat membaca~ dan jangan lupa tinggalkan komentar^^

***

Kehidupan Luhan dihari itu penuh dengan tanda tanya. Ketika pulang sekolah, tibatiba saja Sooyoung dan Yuri mencelos keluar dan hilang entah kemana. Padahal tujuan awal dirinya ingin memata matai gadis bertubuh kurus itu.

Dengan kesal Luhan melangkahkan kaki menuju lobi sekolah. Dan disanalah, disanalah tetangga tetangganya menunggu sambil bercanda ria tanpa seorang Sooyoung yang biasa nya bersama mereka.

Kakinya terhenti dihadapan ketiga namja tersebut.

Sontak ketiga namja itu terkejut karena kedatangannya yang tibatiba.

“Ada apa? Kalian terlihat kaget.” Celetuk Luhan.

Semua menggeleng kemudian tersenyum kikuk,

“Aniya, kaja pulang. Sooyoung Noona bilang dia ada urusan dengan Yuri sunbae.” Ujar Minho sembari merangkul pundak Luhan.

“Jadi aku tidak usah memata matai lagi?” Tanya Luhan bingung.

“Ani. Noona itu orangnya memang selalu aneh, paling hal kecil saja yang membuatnya menjadi autis seperti tadi pagi,” Jawab Minho.

Baekhyun dan Chanyeol mendorng Minho dan Luhan keluar sekolah, “Palli. Aku ingin main game!” Rengek Baekhyun.

Tapi mau bagaimanapun, Luhan masih bingung sebenarnya apa yang ada diotak gadis itu. Dia balik kebingungan Luhan, ketiga namja yang sedang menggusurnya ini tengah tertawa kecil dan berusaha berakting seolah olah tidak ada apa apa.

Sampai dihalte, terlihat Sehun yang tengah duduk sambil mendengarkan lagu tanpa mengurbsi kedatangan keempat namja lainnya.

***

Disisi lain, Sooyoung dan Yuri tengah berada di Toko Kue ditemani oleh Xiumin juga yang tibatiba saja saat mereka hendak pulang merengek minta ikut. Alasannya katanya dia bosan dirumah dan ingin membantu mencarikan hadiah baju yang cocok untuk Luhan.

Jari telunjuk Yuri mengarah pada cake bundar berlapis krim coklat, “Bagaimana kalau yang ini?”

Sooyoung menggeleng, “Tidak, aku tidak suka itu. Aku lebih suka yang berwarna putih disebelahnya.”

Yuri menunjuk sebuah cake lagi dengan taburan kacang almond diatasnya, “Ini ini!”

Lagi lagi Sooyoung menggeleng, “Aku kurang suka.”

“Kau ini mau membelikannya untuk Luhan atau untuk dirimu sendiri?!” Pekik Yuri kesal. Tangan kanannya mengepal dan menjitak kepala Sooyoung dengan sadisnya.

“Aw, yya! Kwon Yuri,” Sooyoung meringis kesakitan. Dia mempout bibirnya dan berpaling pada Xiumin.

“Kau suka yang mana?”

Spontan Xiumin menjawab, “Aku suka yang bertabur kacang almond! Eomma-ku pernah membelikannya saat natal. Dan itu benar benar sangat enak. Krim vanilla-nya manis dimulut juga kue-nya empuk dan lembut. Aku saja sampai habis 3 potong! Dan kau tahu? Didalamnya ada coklat meleleh juga    

Sebelum Xiumin berbicara lagi, Yuri menyumpal mulutnya dengan bakpao yang tadi siang diberikan oleh Sooyoung padanya.

“Youngiee, ambil saja yang almond. Palli,” Kata Yuri sedikit mengusir. Jempol kurus Sooyoung terangkat keatas kemudian dia pergi memesan sementara Yuri masih memaksa satu bakpao besar masuk kedaam mulut Xiumin tanpa ampun.

Bisa dikatakan ‘Bakpao makan Bakpao’.

[SKIP]

Beberapa saat kemudian, Sooyoung datang dengan membawa satu kotak besar berisikan kue yang dipesan tadi.

Mereka bertiga berjalan menuju toko baju.

Beruntung Xiumin datang, sebagai seorang lelaki seharusnya dia bisa menyarankan pakaian yang bagus untuk Luhan.

Sooyoung menitipkan Cake itu dipenyimpanan barang kemudian berjalan mengikuti arah perginya Xiumin dan Yuri.

Saat menemukan sesosok bakpao berjalan, ups, maksudnya Xiumin, dia menepuk bahu namja itu dan bertanya, “Jadi apa yang bagus?”

“Kaos saja. Karena ini musim panas, lebih cocok kaos biasa agar tidak kepanasan. Mungkin bisa dipadu dengan kemeja.” Jawab Xiumin sambil menopang dagu dengan salah satu tangannya.

Sooyoung mengangguk. Dan sesaat setelah itu matanya menangkap sebuah kaos berwarna putih dan disampingnya kemeja hitam yang jujur saja hampir sama dengan yang ia punya.

Gadis itu mengambil kaos dan kemeja setelah itu menunjukannya pada kedua temannya, “Igeo?”

Layaknya seseorang yang sok keren, Xiumin menjawab sambil menopang dagu dan mata tajam yang terlihat menyipit, “Boleh juga, kau ini simple ya?”

Tanpa perlu menjawab, Sooyoung langsung pergi meninggalkan Xiumin dan Yuri yang diam ditempat. Kemudian Yuri menghela nafas dan mengikuti sahabatnya itu menuju kasir.

Setelah membayar dan mengambil cake, mereka pulang kerumah masing masing.

Tidak seperti biasanya dia pulang seorang diri. Biasanya dia ditemani kelima namja berisik itu. Rasanya sungguh berbeda dan sedikit…Sepi?

Begitupula saat ia diam didalam bus. Matanya hanya menerawang keluar jendela, tidak seperti biasanya yang terkadang melirik sibuk pada kelima namja berisik itu terutama satu objek menarik menurutnya, Luhan.

Tibatiba saja ia teringat kembali tentang kata kata Yuri yang mengatakan bahwa dia sebenarnya menyukai Luhan.

Otaknya masih mencernah kata kata itu. Menyukai Luhan? Apa tidak salah? Tapi tidak ada salahnya juga kan?/?

Dan begitulah sepanjang perjalanan menuju apartemen, memikirkan kata kata ‘menyukai Luhan.’

***

Keesokan harinya, Sooyoung pergi duluan ke sekolah sama seperti kemarin. Dan bukan hanya gadis itu, tetapi Minho dan Sehun juga. Sementara Baekhyun dan Chanyeol pergi seperti biasa bersama Luhan.

Kakinya berjalan perlahan lahan memasuki wilayah sekolah. Dan datanglah dua orang yeoja menghadap padanya. Dengan malu malu mereka menjulurkan sebuah kado padanya.

“Ini untuk sunbae, selamat ulang tahun!” Ucap mereka berdua sedikit berteriak.

Luhan terdiam sejenak. Dia ulang tahun? Hah? Masa?

Beberapa saat kemudian ia baru sadar. Hari ini memang hari ulang tahunnya.

Dengan senyum menghiasi wajahnya, namja itu menerima kedua kado tersebut, “Gamsahamnida.”

Spontan kedua gadis itu melotot dan berteriak girang kemudian berlari meninggalkan Luhan. Sebegitu suka-nya kah mereka pada Luhan? Well, masa bodoh. Yang penting bagi Luhan sekarang ada beberapa orang yang mengingat hari ulang tahunnya.

Dia menginjakkan kaki didepan lobi, dan beberapa detik kemudian dia diserbu puluhan yeoja yang mengucapkan selamat ulang tahun dan memberinya kado.

Tangan Luhan sudah penuh dan susah membawa tumpukkan kado yang diberikan untuknya. Walaupun berat, ia tetap senang. Setidaknya fans-nya itu ingat kapan dirinya ulang tahun. Sungguh terharunya.

Sampai dikelas, ia menumpahkan semua kado kado itu diatas meja.

“Hidup itu indah,” Luhan menghembuskan nafas dengan bangga-nya.

Punggungnya merasakan bahwa ada seseorang yang menoelnya,

Luhan membalikkan badan dan disanalah Chorong dan Sunny berdiri.

“Luhan-ah, ini untukmu.” Kata mereka sambil menjulurkan kado. Dengan senang hati Luhan menerima kedua kado tersebut dan tersenyum,

“Gamsahamnida Chorong-ah, Sunny-ah.”

WOW.

Chorong dan Sunny tersenyum konyol kemudian berteriak Yes. Mereka senang saat si pangeran itu menyebut nama mereka satu persatu dan mengucapkan terima kasih. Ingin mati saja rasanya melihat senyum manis namja itu.

Mereka berlari keluar kelas dan berteriak heboh layaknya orang tak waras.

Setelah puas menerima hadiah, dia melirik kearah Sooyoung yang tengah mendengarkan lagu lewat headset. Dia baru sadar sedari tadi gadis itu diam tanpa mengurbsi kehadirannya terutama setidaknya mengucapkan selamat ulang tahun.

Dengan senyum menghiasi wajahnya, Luhan berjalan menuju bangku Sooyoung.

“Sooyoungiie,” Panggil Luhan sok manja.

Sooyoung yang sadar langsung mencari arah sumber suara. Dan ditemukannya Luhan yang tengah tersenyum manis.. Ah tidak, bagi gadis itu dia tidak manis sama sekali. Apapun alasannya.

“Mwo?” Tanya Sooyoung dingin.

“Kau tahu ini hari apa?” Luhan balik bertanya.

Dalam hati Sooyoung menjawab, –Ini hari ulang tahunmu, bodoh.-

“Hari Jum’at.” Jawab Sooyoung.

“Di hari itu ada apa?” Tanya Luhan memberi kode agar gadis itu ingat akan hari ulang tahunnya.

“Ada pelajaran matematika yang tidak kau sukai. Sudalah belajar sana, jangan ganggu aku,” Jawab Sooyoung yang kemudian mengusir namja yang berulang tahun itu.

Luhan mendesis sebal kemudian berjalan menuju bangkunya.

***

Pulang sekolah, Sooyoung dan Yuri kembali keluar kelas dengan cepatnya. Dan datanglah Xiumin.

Namja itu menepuk nepuk pundak Luhan, “Widih, kado-nya banyak!”

Dengan bangga Luhan membalas, “Iya, biasa, dari fans.”

“Udah kayak artis!” Xiumin bertepuk tangan entah untuk apa.

“Sudalah, hey kau ingin membantuku membawa kado ini tidak? Nanti aku traktir es krim di kedai yang mahal itu deh,” Bujuk Luhan.

Dalam hati Xiumin berteriak –YES- karena ia tidak perlu menghamburkan uang untuk mengajak Luhan ke game center hanya untuk mengulur waktu. Buktinya sekang malah Luhan yang mengajaknya ke kedai eskrim yang enak dan mahal itu. Dan yang paling penting, ‘DITRAKTIR’  

“Oke boss, sini.” Namja berpipi bakpao itu membantu Luhan membawa kado kado itu dan memasukannya sebagian kedalam tas agar tidak repot, begitupula Luhan.

***

Sooyoung, Minho, Yuri, Chanyeol, Baekhyun, Chanyeol dan Sehun tengah membereskan apartemen Luhan. Sungguh niat sekali mereka membersihkan apartemen yang mirip kapal pecah itu.

Yah biasalah namanya juga namja, pasti jorok.

“Hey aku menemukan sebungkus keripik kentang dibawah kasur!” Teriak Chanyeol dan kamar.

“Eo jeongmal? Sudah dibuka?” Tanya Baekhyun yang mencelos masuk.

Chanyeol memeriksa isinya dan seketika dia melemparkan bungkusan keripik itu.

“TIDAK! SUDAH TERNODAI!” Teriaknya heboh dengan suara bass-nya itu.

Karena bingung dengan kehobohan dikamar, Sooyoung masuk dengan Minho.

“Ada apa?” Tanya Minho. Baekhyun melompat lompat sambil menunjuk bungkusan keripik dilantai itu.

Tangan Minho terulur mengambil bungkusan keripik itu dan saat ia melihat isinya, dengan cepat ia menjatuhkan bungkusan kerpik itu kembali. Ia naik keatas kasur dan berteriak heboh.

Kini Yuri dan Sehun ikut masuk kedalam kamar bertanya tanya apa yang terjadi disitu.

Sooyoung mengangkat kedua bahunya dan mengambil bungkusan keripik kentang misterius yang membuat ketiga namja itu heboh layaknya kera idiot.

Saat ia melebarkan bungkusan itu, ia melotot dan tak bisa berkata kata.

Masa iya didalamnya banyak belatung yang bergerak dan lumut hijau didalamnya?! Setelah itu ada beberapa cacing kecil. Ah tidak tidak, yang membuatnya menjijikan adalah belatung belatung itu yang sangat banyak dan bergerak gerak.

Ingin pingsan rasanya.

“KYAAA!” Yuri berteriak dan berlari keluar kamar. Sooyoung melemparkan bungkusan menjijikan itu keatas kasur dimana Baekhyun, Chanyeol dan Minho berlindung.

Dan dengan cepat ketiga namja itu berteriak dan berlari memeluk Sehun yang hanya menampilkan ‘Poker face’ nya itu.

Tak perlu menunggu waktu yang lama, belatung belatung itu keluar dari bungkusan dan merayap diatas kasur Luhan.

Sooyoung ingin menangis rasanya. Bisa bisanya ia melihat dengan jarak dekat binatang yang paling ia takuti.

Seperti membeku, kakinya tidak bisa digerakan dan diam ditempat tak bergeming.

Karena tahu kalau Sooyoung ketakutan, Sehun menarik tubuh gadis itu keluar kamar bersama ketiga namja itu dan dia masuk kedalam kamar menanggani hewan yang menjijikan itu.

Dengan tangan kosong Sehun memasukan kembali belatung itu kedalam bungkusan dan membawanya keluar kamar. Kemudian ia memasukannya kedaam keresek besar lalu mengikatnya.

“Buang! Buang!” Pekik Yuri.

Dengan malas Sehun memakai sandalnya dan berjalan keluar apartemen bermaksud membuang bungkusan menjijikan itu ke tempat pembuangan akhir yang tak jauh dari gedung apartemen.

Seketika semuanya menjadi tenang kembali. Tapi tidak ada yang berani mendekati kamar Luhan. Mereka lebih memilih menutup kamar itu dan berjanji tidak akan pernah mau masuk kedalam sarang seorang Xi Luhan.

Dua jam berlalu.

Semuanya sudah beres, bersih dan wangi kecuali ‘KAMAR LUHAN’.

Yuri berkata bahwa Xiumin dan Luhan sekarang berada dalam perjalanan ke apartemen Luhan. Semuanya bersip siap berganti baju termasuk Yuri yang memang sudah membawa baju santai didalam tasnya.

Kemudian mereka meletakan Cake almond untuk Luhan diatas meja dapur. Dua pucuk lilin menghiasi atas cake itu.

Tak perlu menunggu waktu yang lama, kini terdengar suara pintu apartemen dibuka. Dan datanglah Xiumin dan Luhan.

“HAPPY BIRTHDAY, XI LUHAN!” Seru mereka ketika sang pemilik apartemen datang. Namja itu terkejut dan membulatkan mulutnya.

“Wuaaah gomawo. Ini semua kalian yang siapkan?” Tanya Luhan masih tak percaya. Dia kira tidak ada yang ingat akan ulang tahunnya.

“Tidak, sebenarnya Sooyoung noona yang menyiapkan semuanya. Kami hanya beres beres saja,” Jawab Minho.

Luhan mengangkat kedua alisnya dan menatap Sooyoung dengan tulus, “Gomawo, Sooyoung-ah.”

Blush.

Semburat merah menghiasi wajah gadis itu. Dengan cepat ia memalingkan wajahnya menatap kearah lain.

Tanpa perlu menunggu waktu yang lama, mereka semua mulai berpesta dengan senangnya. Melihat Luhan yang sedang sendiri, Sooyoung berinisiatif untuk memberikan kado untuk Luhan.

“Luhan-ah.” Panggil Sooyoung yang mendekat. Luhan mendongakkan kepala.

“Mwo?” Tanya Luhan. Saat hendak mengatakan sesuatu, bel apartemen Luhan berbunyi, menandakan ada tamu.

Namja itu berjalan menuju pintu apartemen diikuti Sooyoung yang membuntut dibelakang. Dan saat pintu dibuka, terpampanglah Hyuna yang memakai kaos putih polos dan shortjeans yang benar benar pendek.

Ia tersenyum dan menjulurkan tangannya menampakkan sebuah kotak kado yang benar benar besar, “Luhan-ah, ini untukmu!”

Tangan Luhan mengambil kado itu, “Wah gomawo Hyuna-ya. Kau repot repot datang kemari untuk memberikan kado ini untukku?”

Hyuna mengangguk.

“Ah geurae, kalau begitu ayo masuk. Kami sedang berpesta,” Ajak Luhan. Entah mengapa seketika mood Sooyoung menjadi drop. Gadis berdada besar itu masuk dan sedikit menyenggol Sooyoung.

Lalu gadis itu merangkul lengan Luhan dan masuk kedalam apartemen.

“Ck, aku keduluan.” Sooyoung berdecak sebal. Matanya menatap sendu Hyuna dan Luhan yang berada ditengah ruangan. Gadis itu terkenal dikalangan adik dan tetangganya. Dan tampaknya tidak ada yang memperdulikan kehadirannya.

Kaki jenjang Sooyoung melangkah masuk kedalam, kemudian duduk disebelah Sehun yang tampaknya sama sekali tidak menikmati pesta. Namja itu lebih memilih duduk disofa sambil mengunyah cake yang sudah dipotong potong.

Mereka diam tidak ada yang berbicara.

Sooyoung yang diam menatap kado-nya dan Sehun yang terus memakan cake.

Pada akhirnya Sehun memecah keheningan, “Noona kenapa?” Tanyanya.

“Tidak,” Sooyoung menjawab dengan pelan.

“Noona tidak suka ada Hyuna sunbae ya?” Tanya Sehun lagi. Gadis itu diam tak menjawab. Ia pastikan jawaban itu ‘iya’.

Karena kasihan, Sehun menyendok potongan kecil cake dan memasukannya kedalam mulut Sooyoung.

Wait, dia memasukannya dengan sendok bekas mulutnya!

“Urgh    Kebesaran bodoh,” Protes Sooyoung sambil mengunyah cake itu tanpa memperdulikan sendok itu habis dari mulut Sehun sebelumnya.

Sehun terkekeh kecil, “Noona-kan suka makan.”

“Cish, tapikan tidak perlu besar besar juga!”

Layaknya anak kecil, Sooyoung terus menerus disuapi Sehun dan sesekali mereka bercanda ria mengabaikan apa yang sedang terjadi diruang tengah.

Sebenarnya sedari tadi Luhan melihat mereka yang bergitu akrab. Hatinya menjadi cukup panas melihat adegan suap-suapan itu.

Hyuna mencolek pundak Luhan, “Apa yang sedang kau lihat?”

Luhan terkejut dan menggeleng dengan cepat, “Tidak. Tidak ada, ohya ayo maka cake-nya. Rasanya lezat!”

Luhan sedikit mendorong dorong Hyuna menuju dapur dimana Yuri dan Minho tengah membuat minuman dingin disana.

Matanya tak pernah lepas mengamati kedua orang yang tengah asik dengan kegiatannya.

“Sudahlah Sehun, aku kenyang!” Ucap Sooyoung sambil menyenderkan kepalanya dipundak Sehun.

Sehun tertawa, “Haha, Kukira noona tidak akan pernah kenyang. Perut noona kan terbuat dari karet.”

Satu jitakan mendarat dikepala Sehun.

“Kau kira aku ini apa hah? Mau perang lagi?!” Pekik Sooyoung.

“Aniya ani! Aku sudah kapok,” Sehun menggeleng dengan cepat minta diampuni.

Sooyoung mengangguk dan tenang kembali. Sementara itu Sehun menunjuk kado yang dipegang Sooyoung.

“Untuk Luhan Hyung? Kenapa tidak dikasihkan?” Tanyanya.

Mata gadis itu mengamati kado yang dipegangnya. Kemudian ia melemparkannya kesembarang arah, “Malas, biar saja dia sendiri yang mengambil. Huh.”

“Sehun-ah, Sooyoung-ah, sini sini, ada minuman yang dibuat Yuri! Juga pengumuman~” Ajak Xiumin yang menarik mereka berdua menuju ruang tengah.

Dengan malas kedua orang tersebut ditarik tarik oleh Xiumin.

Sesampainya diruang tengah, Yuri langsung memberikan minuman dan mulai berbicara, “Untuk merayakan ulang tahun Luhan, aku dan yang lain berinisiatif untuk pergi kepantai besok. Nah, namjachingu-ku, Tao, mempunyai villa didekat pantai dan kita bisa menginap 2 hari 1 malam disana. Kalian mau ikut kan?”

Semua bersorak ria terkecuali Sooyoung dan Sehun yang diam menghela nafas.

“Kalau begitu besok kumpul didepan gedung apartemen pukul 6 ne? Tao akan menjemput kita didepan besok pagi menggunakan mobilnya. Jangan lupa dan jangan kesiangan!” Ujar Yuri.

Hyuna mengangkat tangan, “Apa aku juga boleh ikut?”

Yuri tampak menimbang nimbang dan menatap Sooyoung yang keburu badmood. Namun apa salahnya jika gadis itu ikut.

“Boleh. Hyuna jangan lupa ok?”

Hyuna mengangguk senang. Kemudian ia berdekat dekatan lagi dengan Luhan. Sementara Sooyoung hanya mendengus sebal melihat kedekatan mereka.

“Yuri-ah, aku duluan kembali ke apartemen ne? Aku tidak enak badan.” Dusta Sooyoung meminta izin pada Yuri.

Sahabatnya itu mengangkat kedua alisnya, “Mau kutemani?”

“Tidak terima kasih. Sampai jumpa besok,” Sooyoung berjalan pergi meninggalkan ruang tengah Luhan yang masih terlihat ramai walaupun dia sudah tidak berada disana.

***

Pukul 5 sore, semua pulang ke rumah atau apartemen masing masing.

Luhan puas dengan ulang tahunnya kali ini yang bagitu ramai dan menyenangkan. Jarang jarang dirayakan begini. Semua ini berkat Sooyoung.

Jduk!

Kakinya menendang sebuah benda yang tergeletak asal diatas karpet. Itu sebuah kado.

Ia mengambil kado itu dan membukanya. Sebuah kartu ucapan tertempel diatas kado yang berisikan pakaian itu.

Untuk Luhan yang menyebalkan,

Selamat ulang tahun dan selamat bertambah tua tuan Xi. Semoga panjang umur, sehat selalu, jaga kebersihan apartemen, makin pintar dan rajin, tidak bangun kesiangan, dan lain lainnya terserah padamu.
Aku tidak tahu apa yang harus kuberikan, jadi semoga kau suka dengan hadiah yang kuberikan.


Dari sahabat yan pasti kau sudah tahu.
-CHOI SOOYOUNG-

Namja itu terdiam ditempat. Ia baru sadar sedari tadi dia mengabaikan yeoja itu. Atau jangan jangan saat sebelum Hyuna datang, dia mau memberikan kado itu padanya?

Ah Luhan kini benar benar merasa bersalah.

Dikeluarkannya hadiah pemberian Sooyoung dari bungkusan kadonya.

Kemeja dan Kaos.

Ia benar benar merutuki dirinya sendiri. Hanya karena kehadiran Hyuna, dirinya dan Sooyoung menjadi jauh.

Luhan berlari keluar apartemen dan mengetuk ngetuk pintu apartemen Choi Sibling itu. Seseorang membuka pintu, dan tampaklah Minho.

“Hyung kau berisik sekali. Makan malamkan masih 2 jam lagi!” Keluh Minho. Namun Luhan tak menghiraukannya. Ia mendorong Minho dan menerobos masuk kedalam mencari keberadaan gadis jangkung itu.

Langkahnya berhenti didepan pintu kamar. Dilihatnya didalam sana Sooyoung tengah tertidur pulas sambil memeluk boneka rilakkuma besar. Sudut bibir Luhan terangkat keatas. Baginya gadis itu seperti seorang anak kecil saat tidur seperti itu.

Kakinya menapak masuk kedalam kamar. Kemudian tangannya menutup pintu dengan pelan pelan takut membangunkan putri tidur itu.

Sementara itu Minho melihat Luhan masuk ke kamar Noona-nya itu. Tadinya ia ingin melarang, namun ia urungkan niatnya. Dengan cuek ia menonton televisi dan membesarkan volume-nya.

Kembali lagi ke soal Luhan dan Sooyoung.

Namja itu duduk ditepi ranjang memandangi wajah polos gadis itu. Dilihatnya setiap lekuk wajahnya.

Mata yang tertutup, pipi chubby yang kemerahan, hidung mancung, dan bibir merah menggoda yang bisa dilahap Luhan kapan saja.

Luhan menaiki kasur dan duduk disamping gadis yang sedang terlelap dalam tidurnya itu. Dielusnya dengan lembut rambut panjang terurai Sooyoung.

“Jika begini terus aku bisa gila,” Gumam Luhan.

Entah apa yang merasukinya, ia mencium kening gadis itu dan berbisik, “Gomawo untuk hadiahnya, aku menyukaimu.”

Jantungnya berdetak kencang takut takut ternyata Sooyoung tidak tidur benar benar. Namun ternyata apa yang ia takutkan tidak terjadi. Gadis itu memang benar benar tidur. Bisa dibuktikan dengan dengkuran halus dari mulutnya.

Luhan membaringkan tubuhnya menghadap Sooyoung.

“Hoaahmm, aku mengantuk,” Ia menguap seraya menutup mulutnya. Tanpa dia sadari, dia ikut terlelap disamping Sooyoung.

***

2 jam kemudian, Chanyeol, Baekhyun, Sehun dan Minho sudah berkumpul dimeja makan menunggu makanannya dihidangkan. Namun si gadis yang biasanya memasak tak ada didapur kala itu.

Semua saling menatap bingung, terkecuali Minho yang menguap sembari memainkan ponselnya.

“Dimana Sooyoung Noona?” Tanya Sehun yang mengetuk ngetuk sendok dengan garpu diatas piring.

Dengan malas Minho menjawab, “Tidur bareng Luhan Hyung.”

Spontan ketiga namja itu langsung membulatkan mata dan memekik, “MWO?!”

“Apa sih? Biasa aja kali.” Ucap Minho saat melihat respon mereka.

“Dimana dimana? Apa yang mereka lakukan? Kau tidak melarangnya? Kenapa bisa? Oh My God! Sumpah aku shock! God, please help me!” Baekhyun sok dramatis.

“Jangan jangan mereka…” Chanyeol menggantungkan kalimatnya sementara Minho, Baekhyun dan Sehun menegak ludah membayangkan apa yang terjadi.

Beberapa detik kemudian mereka berempat berbondong bondong berlari ke kamar Sooyoung. Sehun membuka pintu dengan perlahan, kemudian dirinya menghela nafas lega. Begitu juga dengan ketiga orang dibelakangnya.

“Syukurlah mereka memakai pakaian lengkap.” Minho bernafas lega.

Namun entah mengapa lama kelamaan mereka mulai badmood melihat kedua orang yang tengah tertidur dengan mesra itu. Untuk apa mereka menonton orang yang sedang tidur? Errr.

Chanyeol melangkahkan kaki keluar kamar diikuti yang lainnya. Sepertinya mereka harus membeli makanan diluar. Dan tentu nya dengan uang masing masing…

TBC

hai aku kambek~^^ wkwkwk. kemarin hiatus maafin yaaa, 

RCL Jusseyo!

87 thoughts on “Flower Boys Next Door [Chapter 6]

  1. Kim Sang Ae November 16, 2014 / 11:19 AM

    Annyeong aku readers baru
    thor caranya minta pw yg ke 7&8 gimana thor ! Jeball ne~
    Gomawo *bow*

  2. leka November 22, 2014 / 3:15 PM

    ff nya kereeeeen daebak bgt
    tapi thor katanya chap 7&8 pakek pwa ya ??
    kasih tahu dong gimana ya caranya dapetin pw chap 7&8
    jebaaalll
    gomawoooo

  3. alyah ishmah April 3, 2015 / 7:24 PM

    Pw part 7dan8 dong keren nih ceritanya😊

  4. swifties April 6, 2015 / 10:16 AM

    Author aq reader bru.. gimana mau tau password 7 n 8.. this was an amazing ff.. it so funny and soohan sweet banget

  5. Yuliandini June 18, 2015 / 10:37 AM

    yak Kim Hyuna kau mengganggu soohan aja,, ohya thor aku boleh minta pw part 7&8 gak??

  6. SonElf June 29, 2015 / 3:50 AM

    Ahhh…..Best moment deh di episode ini
    baekhyun drama banget kata2nya

    kasian sooyoung nunna di campakkan gara2 Hyuna nunna

  7. yulia winarni September 15, 2015 / 11:07 AM

    Boleh minta pw series 7 sama 8 gak?😦

  8. Sooyoung sone December 9, 2015 / 1:09 PM

    Thor ceritanya seru, btw aku minta pass part 7 sm 8 dong thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s