Because of You [Drabble]

Because of You

Because of You

Author: Lucky Spazzer
Main Cast:
~Choi Sooyoung/ SNSD
~Xiao Luhan/ EXO-M
Genre:
Romance, Sad
Length:
Drabble
*maybe :3*
Pairing:
Sooyoung-Luhan
Disclaimer:
The cast belong to god
The storyline belong to me
The poster belong to me
Author Note:
Dianjurkan untuk mendengar lagu Kelly Clarkson yang Because of You, o ya, maaf setelah hilang tanpa sebab yang cukup lama…. Kali ini aku kembali lagi, i’m comeback with new fan fiction. Jangan lupa berikan jejak, like atau komentar. Saran jangan lupa :3 maaf buat komentar yang belum aku balas, sibuk banget! Oke, sekian, selamat membaca \(^o^)/
ENJOY!
^-^-^

Author POV
Sooyoung adalah seorang gadis nakal, gadis yang sering menyebrang tanpa melihat kanan kiri. Berjalan pada jalan raya, bukan pada trotoar seperti peraturan seharusnya. Gadis itu miskin kasih sayang dan perhatian, sehingga tanpa berpikir dua kali ia melakukan hal nekat seperti itu. Aneh rasanya bila belum ada yang berani menegurnya. Aneh rasanya bila polisi belum bertindak karena ulahnya. Apa mereka mengira hal itu adalah hal sepele yang tidak perlu diungkit-ungkit? Biarkan gadis itu menyadari ulahnya? Sampai kapan ia menyadarinya? Sejak sekolah dasar ia sudah melakukannya!

Sebenarnya, ada yang sudah menegurnya. Yaitu adalah sahabatnya; Sunny, dan juga temannya. Tapi sebagaimanapun mereka mencoba menasihati, Sooyoung akan tetap berulah. Tak peduli bagaimana keselamatannya. Polisi sebenarnya tak tahu betapa bandel-nya Sooyoung, tapi mereka hanya menggangap Sooyoung hanya bayangan. Kata teman-temannya, yang mampu menaklukan Sooyoung adalah orang berpengalaman, orang yang hebat, dan orang yang mempunyai kesabaran tingkat tinggi. Mungkin yang berhasil menaklukannya adalah orangtuanya. Tapi, ini berbeda.

Sampai Sooyoung mempunyai kekasih, pria bernama Xiao Luhan yang lebih muda darinya. Mereka sesama murid nakal, tapi lebih nakal seorang Xi Luhan. Setiap hari mereka selalu berpacaran secara terang-terangan. Misalnya saat ini, Songsaenim Kim sedang mempelototi kedua insan yang saling melumat itu. Ia habis pikir, mengapa ada murid brandalan semacam keduanya.

“Xi Luhan! Choi Sooyoung! Berhenti berciuman! Ini adalah sebuah kelas, untuk belajar! Bila ingin melakukan hal macam itu, keluar dari kelas saya!” bentaknya, ia melirik murid lain yang juga keasyikan memandang pasangan tersebut. Kedua insan itu memandang Songsaenim Kim, sebal.

“Kau menggangu acara kami!” kata Luhan, ia kembali melumat bibir Sooyoung, dan ini sangat membuat Songsaenim Kim geram. Murid mana yang berani-beraninya berciuman didepannya? DIHADAPANNYA?! DIPUBLIK?! Tentu saja jawabannya adalah Choi Sooyoung dan Xi Luhan; murid paling membuat guru naik darah. Sebenarnya Luhan baru masuk pada semester awal, dan sudah berani berulah. Itu membuat semua orang berpikir, Luhan brandalan. Seribu persen brandalan!

Songsaenim Kim berjalan ke arah mereka, dan menjiwir telinga keduanya lalu mengangkat tangannya. Membuat kedua insan itu meringis. “Yifan! Kau bertukar tempat dengan Choi Sooyoung! Aku yakin kalian tidak akan melumat bibir orang dengan kelamin yang sama dengan kalian!” kata Songsaenim Kim kesal. Kris yang awalnya duduk dengan Jessica, menjadi dengan Luhan. Sooyoung yang seharusnya dengan Luhan, ia malah dengan Jessica.

Tapi cerita ini hanya berperan sebagai sebuah perawalan.
^-^-^
Cerita ini baru saja dimulai.
Sooyoung dan Luhan saling berangkulan, berjalan dengan mesra-nya didepan publik. Orangtua keduanya tidak pernah memandang ulah mereka, yang menggelikan dan sudah merusak nama baik keluarga mereka. Sangat memalukan ulah mereka sebenarnya, tapi apa daya? Orangtua mereka diluar negeri, tak pernah mempedulikan anaknya. Mereka pulang dihotel, lalu kembali lagi esoknya. Tapi, mengurus putra/putri-nya? Tidak pernah. Jarang. Dipikiran mereka hanya bisnis, bisnis sudah menggelapkan mata mereka. Sooyoung dan Luhan yang dulu anak baik-baik, penurut, dan manis menjadi anak nakal, brandal, dan paling dibenci oleh berbagai guru.

Sampai kapan mereka sadar ulah mereka salah?
Sampai kapan mereka sadar mereka memalukan keluarganya tanpa sadar?
Kapan mereka sadar bahwa tindakan mereka berbahaya?
Jawabannya, tak akan. Tak akan, tak akan sampai ada yang menyadarkan mereka dengan cara yang sangat mempahitkan.

“Baby, besok bermain sepak bola bersamaku, yuk?” ajak Luhan sambil mengacak rambut panjang cokelat milik Sooyoung, gadis bersurai cokelat itu mengganguk.

“Okay, Hannie, sepertinya seru,” kata Sooyoung sambil menyandarkan kepalanya, membiarkan mereka menjadi tontonan publik. Polisi sama sekali tidak bertindak, hanya senyum-senyum. Sadarkah polisi itu bahwa ada banyak anak kecil yang sedang memandang keduanya?! Merusak mata polos keduanya?! Mengapa dia tak menegurnya?! Apa malah menyukai ulah keduanya?! Hubungan mereka memang aneh, selalu berjalan mulus. Tak ada yang menegur kecuali guru-guru, tak ada yang melarang mereka!

Menganehkan bukan?
^-^-^
Sampai…
Hari ini adalah hari yang melelahkan. Mereka tampak terhuyung-huyung berjalan ke rumah Luhan yang berada didekat jalan raya. “Ayo, menyebrang,” ajaknya sambil mengerjap-erjapkan matanya. Sooyoung menggeleng, “Kau dulu saja, Hannie. Aku masih capek!” katanya. Luhan mendengus kesal dan berjalan tanpa melihat kanan-kiri. Seperti ulah mereka pada biasanya, mata Sooyoung membulat melihat sebuah mobil melaju dan…

BRAK!

Kekasihnya tertabrak, tubuhnya berlumuran darah, dengan senyuman terukir di-bibirnya. Ia melihat bagaimana Luhan tewas tertabrak. Semua orang langsung mengerubungi mereka. Sooyoung meraih telepon dari dalam tas Luhan, berusaha mencari kontak Ibu dari seorang Xi Luhan, sampai ia menemukannya. Ia segera menelpon Ny. Xi.

“Yeoboseyo?”

“Luhan! Ibu sedang sibuk! Tapi sepertinya suaramu makin mirip yeoja, ya?”

“Maaf, dengan Nyonya Xi, bukan? Saya Sooyoung, kekasih Luhan.”

“Oh! Apakah dia takut bertanya padaku, apakah dia boleh menikah?”

“Bukan, Nyonya. Saya datang membawa kabar buruk. Luhan …, ditabrak oleh sebuah mobil.”

“APA?!!!! Baiklah, secepatnya saya akan ke Korea Selatan! Gomawo atas info-nya Sooyoung-ssi…”

Terdengar suara isakan seorang wanita, ia mematikan telepon. Melirik Luhan, dia tampak sekarat. Seorang pria memegang dada Luhan. “Bagaimana kondisinya? Masih ada kemungkinan untuk hidup kah?” tanya Sooyoung, berdoa agar pria itu mengatakan ‘ya, dia masih bisa terselamatkan’. Tapi itu meleset.

“Tidak, banyak darah keluar dari tubuhnya. Sepertinya ia kekurangan darah,” kata pria itu sambil memandang sendu. Sooyoung langsung terisak hebat, ia merasa sangat terguncang sekarang. Semua orang memandang Sooyoung prihatin, yakin bahwa gadis itu adalah kekasih dari sang korban.

Sakit, perih, itu yang telah dirasakan oleh Sooyoung. Setelah sekian tahun ia tidak pernah mengeluarkan air matanya, kini ia sudah mengeluarkan air mata tersebut, membiarkan air mata tersebut mengucur deras membasahi bajunya. Ia sangat sedih, sangat sedih. Lebih dari bagaimana ia kehilangan sahabat pertamanya, lebih sedih daripada saat ia kehilangan neneknya. Sangat menyedihkan.
Dan tragedi itu yang menyadarkannya.
^-^-^
Karena tragedi itu, ia mematuhi segala peraturan. Karena tragedi itu, ia mencoba bermain aman. Ia tak mau meninggal pada masa remajanya, merusak masa-masa indahnya sebagai remaja. Tak ingin kehilangan hidupnya semudah ia membalikkan telapak tangan. Ia ingin hidupnya terus berjalan. Mencoba melakukan semuanya secara aman, mencoba menjadi gadis baik-baik, mencoba menghilangkan segalanya yang mencemari dirinya.

Setidaknya, kejadian pahit itu sudah menyadarkannya. Semua karena Luhan, karna kejadian pahit yang menyebabkan meninggalnya dia.
Because of him, she know who danger play with no rule. Because of him, she know who danger do everything without rule.
Because of you.

^-^-^
THE END
^-^-^
Haloooo!!!! Bagaimana kisahnya? Bagus gak? Jelek? Setidaknya kasih jejak, ya?? Terimakasih berat ^,^ O ya, aku nyadar alur-nya itu kecepetan. So, mian banget ya >,<. Aku nulis ini gak konsentrasi banget sama alurnya, jadi asal ngetik… Ya sudah, aku undur diri dulu, ne? O ya, jangan undur diri dulu, deh! Aku mau kabarin buat Wild Dream kayaknya bakal lama banget di publish Chapter 2-nya, pikiran aku buntu buat lanjutin… Malah buat FF chapter baru, yang mau liat bisa liat di WP aku *promosi* ^_^

11 thoughts on “Because of You [Drabble]

  1. luckyspazzer January 13, 2014 / 6:40 PM

    Reblogged this on Lucky Spazzer World and commented:

    Alur yang dipaksakan -_-”

  2. winterchan January 13, 2014 / 7:19 PM

    makannya luhan sooyoung nurut coba
    lain kali hati hati /sentil soohan/ (?)

  3. yeni swisty January 14, 2014 / 10:59 AM

    aduh itu SooHan berandal bget, tpi kenapa sad ending😥

  4. Anna Choi January 16, 2014 / 2:54 PM

    kenapa luhan harus meninggal??
    yaah masa sooyoung baru sadar kalo luhan udah meninggal? ‘-‘

  5. thelittleshikshin January 17, 2014 / 5:40 PM

    asli itu soohan brandalan bgt astaga;;; gabakal sadar sampe kejadoan beneran ya.
    bisa diambil hikmahnya/?

  6. leka November 18, 2014 / 12:53 PM

    waduh kenapa luhan meninggal😥
    kasihan soo eonni😥

  7. Rika_Cho December 20, 2014 / 9:32 PM

    Sad End lagi kan -___-
    Mana yang harus Sad si Soo terus lagi :’

    Abaikan :3

  8. kyura December 24, 2014 / 8:40 PM

    Ksian ama luhan:'(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s