[SERIES] Story In 40 Days (Part 2)

story in 40 days

Title                       : Story In 40 days (Part 2)

Author                  : Chuyleez

Main Cast            : Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Kim Soohyun (Kyuhyun+Sooyoung)

Support Cast      : Lee Donghae, ImYoona, Kris Wu

Genre                   : Fantasy, Humor (Maybe), Romance

Length                  : Series

Annyeong yeorobunn…. Author comeback bawa kelanjutan ff fantasy Story In 40 Days.  Jika ada kesamaan cerita, harap mention di facebook Andria Chuyleez Minoz or twitter @chuyleezluvsuju. Happy reading all ^^

 

***

 

 

Kris  memandangi Sooyoung dari atas kepala sampai  kaki.

“Kau ruh  yah?”

“Ne?”

“Karena tidak bisa membawa Cho Kyuhyun, aku akan membawamu saja.”

“Mwo?”

Kris  menarik tangan Sooyoung dan hendak membawanya pergi. Sooyoung meronta – ronta.

“YAA!! Lepaskan aku  orang aneh.” Sooyoung terus berusaha menarik tangannya dari genggaman erat tangan Kris.

Sooyoung membulatkan matanya ketika melihat sebuah pusaran besar tak jauh dari hadapannya. Pintu menuju kematian abadi. Sooyoung menggeleng – gelengkan kepalanya.

“Aku belum mati !! Aku bukan ruh !! Lepaskan aku !!” Sooyoung memberontak. Gadis itu mulai menangis.

Kris seakan tak peduli. Tangannya masih tetap menggenggam erat tangan Sooyoung seakan tidak lagi melepaskan buruannya.

Bagaimana nasib Sooyoung selanjutnya ?? Apakah dia yang akan menggantikan Kyuhyun menuju pintu kematian?

 

 

***

 

Tiba – tiba terdengar bunyi radar ponsel milik Kris.

Beep… Beep…

Beep… Beep…

Sontak Kris melepaskan genggaman tangan Sooyoung.

“Dia ada disini? Kali ini kau ku bebaskan. Aku harus mencari Cho Kyuhyun. See you…” ujar Kris langsung pergi meninggalkan Sooyoung.

Pusaran besar itu pun perlahan menghilang, seiring dengan menghilangnya wujud Kris.

Sooyoung menghela nafas lega.

“Dasar namja gila !!” omelnya. “Tadi dia bilang apa? Mencari Cho Kyuhyun?? Perasaan aku pernah mendengar nama itu.” Ujar Sooyoung berfikir.

Beberapa menit berfikir, Sooyoung kemudian membulatkan matanya. Sepertinya dia teringat sesuatu.

“Nugusseyo?”  tanya Sooyoung

“Cho Kyuhyun.”

“Ah, itu pasti dia.” Sooyoung menampakkan smirk-nya. “Aku memegang kunci kendalimu, Cho Kyuhyun.”

Sooyoung tersentak ketika seseorang menyentuh bahunya.

“YAA!!” teriaknya terkejut dan membalikkan tubuhnya.

Soohyun yang mengagetkannya hanya tertawa gaje.

“Cepat kembalikan tubuhku.” Ujarnya menagih.

“Ne. Tapi besok kita kesini lagi yah.”

“Ne?? Lagi??”

“Aku belum mengatakan apapun tadi. Mereka dalam masa berduka.”

Sooyoung memasang wajah kesal. Kemudian mengangguk malas.

“Hehehe… Gomawo.”

“Cepat kembalikan tubuhku. Karena seperti ini aku hampir terkena bahaya tadi.”

“Benarkah? Apakah ada orang yang dapat melihatmu?”

“Anniyo!” Sooyoung mengelak. Sepertinya dia tidak akan membuang kuncinya begitu saja. Bahwa dia bertemu dengan seorang penjemput yang  akan membawa Kyuhyun. “Cepat kembalikan tubuhku.”

Soohyun memejamkan mata. Sooyoung perlahan mendekati tubuhnya. Dalam waktu singkat ruh Sooyoung masuk ke dalam tubuhnya dan ruh Kyuhyun keluar dari tubuh Sooyoung.

“Huh, karena kau aku menjadi seperti bunglon. Berganti – ganti wujud pria dan wanita.”

“Jangan mengeluh. Sudah jalani saja.”

Sooyoung menghentak – hentakkan kakinya menuju rumah kosong tempat dia berganti pakaian tadi.

Beberapa saat kemudian, Sooyoung sudah kembali mengenakan pakaian wanitanya.

“Kita harus pulang sekarang.”

Kyuhyun mengangguk menurut mengikuti Sooyoung di belakang.

 

 

***

 

 

Donghae menunduk memandang lantai keramik hotel berwarna coklat muda di lobby hotel tempat mereka menginap. Kadang kedua kakinya melangkah mondar – mandir di tempat yang sama. Seperti ada keresahan dalam hatinya.

“Oh, Sooyoung~ah.” Panggil Donghae ketika melihat orang yang meresahkan hatinya telah datang.

“Sajangnim?” Sooyoung menghampiri Donghae.” Sedang apa disini?”

“Aku menunggumu.”

“Ne?” Sooyoung terkejut mendengar penuturan Direkturnya itu.

Terlihat namja itu tersenyum malu sambil menggaruk tengkuknya.

“Bersiap – siaplah, kita akan cari makan siang.”

“Ne.” ujar Sooyoung masih memandang Donghae heran.

Sooyoung memasuki kamar hotelnya. Dia memijat bahunya  yang terasa pegal karena memikul tas yang berisi barang – barang yang dibutuhkan Kyuhyun tadi.

“Benarkan yang kukatakan. Namja itu menyukaimu.” Ujar Kyuhyun memulai pembicaraan.

Sooyoung memandang Kyuhyun tidak mengerti.

“Lihat, tadi namja itu menunggumu berjam – jam di lobby hotel. Kurasa dia pasti mencemaskanmu.”

“Darimana kau tahu dia menungguku berjam – jam?”

“Insting seorang namja yang sedang jatuh cinta.” Ujar Kyuhyun tersenyum genit mencoba untuk menggoda Sooyoung.“ Akan mencemaskan seseorang  yang dia cintai dan tidak berada di dekatnya. Apalagi tadi kau mendadak pergi.”

“Jangan sok tahu, Kyuhyun~Sshi.”  Ujar Sooyoung memandang Kyuhyun datar.

“Ah, memang sulit kalau berbicara dengan seseorang  yang  buta cinta.”

Sooyoung terlihat kesal.

“Lalu, apa yang akan kita lakukan besok?”

“Mungkin aku akan mengatakan semuanya pada Yoona. Bahwa aku Kyuhyun dan aku mencintainya. Dengan begitu aku tidak akan lagi membebanimu.”

“ Baguslah kalau kau merasa membebaniku. Setidaknya kau bisa cepat pergi.”

“Kau mengusirku?”

“Ya, mengusir secara halus.”

Kali ini Kyuhyun yang terlihat kesal.

“Ne, Nona Choi. Aku akan cepat pergi dan tidak akan mengganggumu lagi. Semoga hidupmu tenang setelah ini.”  Ujar Kyuhyun kemudian menghilang dari kamar Sooyoung.

Terlihat sekali namja itu marah. Sooyoung menghela nafas berusaha bersabar.

 

***

Kyuhyun memandang sendu Yoona yang sedang menangis memandang figura bergambar dirinya dan gadis itu. Terlihat sekali gadis itu merasa kehilangan. Dia perlahan mendekat kearah Yoona kemudian berlutut di hadapannya. Melihat wajah sembab dan isak tangis gadis itu lebih jelas.

“Uljima Yoong~ah.” Ujar Kyuhyun dengan nada perih.

Ingin sekali Kyuhyun menyeka air mata Yoona. Namun tangannya terasa tak dapat meraih apapun.

Tak lama gadis itu meletakkan figura itu kembali ke atas nakas dan menyeka air matanya. Dia mengangkat kedua kakinya ke ranjang dan menarik selimut bersiap tidur.

Kyuhyun membaringkan dirinya di samping Yoona. Terlihat sekali gadis itu tidak bisa memejamkan matanya. Air mata masih sesekali mengalir dari mata bulatnya. Kyuhyun memiringkan tubuhnya menghadap gadis itu. Ingin sekali dia mendekapnya sekarang. Ingin sekali mengatakan bahwa dia Kyuhyun, dan dia ada di hadapannya sekarang.

Tapi semuanya terasa sulit. Yoona tidak akan mendengar suaranya meskipun dia menjerit sekalipun. Yang bisa dia lakukan sekarang hanya diam dan melihat. Melihat bagaimana gadis itu menangis dan membuat hatinya semakin terasa perih.

 

***

Di lain tempat, Nyonya Cho, Omma Kyuhyun memandang sedih foto putranya yang sangat dia sayangi.

“Kyu, mengapa kau meninggalkan Omma? Kau tahu Omma kesepian disini.” Ujar Omma Kyuhyun dengan nada perih.

Nyonya Cho memandang langit – langit berusaha agar air matanya tidak lagi menetes. Dia mencoba tegar menghadapi cobaan yang diberikan Tuhan padanya.

“Seandainya adikmu masih ada, Kyu. Mungkin Omma tidak akan kesepian disini.”

Nyonya Cho seakan teringat pada memori 24 tahun lalu saat dia melahirkan anaknya di sebuah rumah sakit.

 

Flashback

“Selamat Nyonya Cho, anda melahirkan anak kembar. Satu putra dan satu putri.”

Nyonya Cho tersenyum. Memandang dua bayi merahnya yang sedang di gendong perawat.

Beberapa jam kemudian, seorang dokter menghampirinya dan memberikan kabar buruk untuknya.

“Nyonya Cho, kami sangat menyesal mengatakan ini. Putri anda hanya bisa bertahan 6 jam berada di dunia ini.”

“Apa maksud anda?”

“Kondisinya sangat lemah. Dia memiliki kelainan hati. Dia… Sudah kembali pada Tuhan.” Ucap Dokter dengan nada menyesal.

Nyonya Cho menangis tersedu – sedu. Dia berteriak seperti orang gila karena kehilangan putrinya.

“Dimana dia sekarang? Dimana? Aku ingin melihatnya. Kalian pasti salah!!” Ujarnya tidak mempercayai kenyataan.

“Maaf Nyonya, Tuan Jin Hyuk sudah mengurus pemakamannya hari ini.”

“Mwo?? Bagaimana kalian mempercayakan dia untuk mengurusnya?? Dia putriku!!”

“Dia anakku, Hana~ah!!” Seorang namja berusia sekitar 25 tahun muncul dari balik pintu memutus perkataan Nyonya Cho.

“Dia bukan anakmu. Kemana saja kau saat aku hamil? Kau bahkan tidak memperlihatkan batang hidungmu.”

“Aku menyesal, tidak memperhatikanmu saat itu.” Ujar namja bernama Jin Hyuk itu.

“Aku ingin melihat anakku.”

“Dia sudah dibawa ke pemakaman oleh orang suruhanku.”

“Mwo?? Kau selalu bertindak sesuka hatimu. Aku ibunya!!” Nyonya Cho benar – benar geram dengan tindakan seseorang yang memang ayah dari anak kembarnya.

“Mianhae, Hana~ah.”

“Pergi. Jangan ganggu aku dan putraku lagi. Aku tidak ingin bertemu denganmu.” Ucap Nyonya Cho dingin. Terlihat sekali wanita itu menahan amarahnya.

“Baiklah, aku akan pergi.” Ujar Jin Hyuk sedih.

Tuan Jin Hyuk pergi meninggalkan Nyonya Cho yang menangis terisak.

“Putriku…”

 

 

***

 

 

Di lain tempat, seorang pria paruh baya memandang kosong suasana malam kota Tokyo dari jendela apartemennya.  Dia tersentak ketika seseorang memasuki ruangannya.

“Kabar apa yang kau dapat dari sana Hyung Joon~Sshi?”

“Putra anda baru dimakamkan siang tadi.” ujar orang bernama Hyung Joon sambil memberikan sebuah amplop coklat.

Hyung Joon membuka amplop itu. Berisi beberapa lembar foto yang menggambarkan suasana duka di rumah Kyuhyun. Pria itu memandang dengan sedih. Pria itu adalah Jin Hyuk, Appa kandung Kyuhyun.

“Terimakasih atas bantuanmu, Hyung Joon~Sshi. Tetap pantau lokasi rumah Hana.” Ujar Tuan Jin Hyuk dengan suara serak. Seperti menahan sesuatu keluar dari tenggorokannya.

“Ne. Saya permisi dulu.”

Tuan Jin Hyuk mengangguk. Hyung Joon meninggalkan ruangan itu.

Tuan Jin Hyuk menarik laci mejanya dan menemukan sebuah foto disana. Foto dia dengan seorang gadis muda yang sedang tersenyum.

“Kau pasti kesepian sekarang. Maaf, karena aku menyembunyikan putri kita selama 24 tahun ini.”

 

Flashback

Seorang dokter memberikan bayi itu perlahan ke tangan Jin Hyuk. Jin Hyuk tersenyum melihat bayi cantik yang kini tengah memejamkan mata. Kemudian asistennya, Hyung Joon memberikan sebuah amplop berisi uang tunai kepada dokter itu.

“Katakan apa yang kukatakan tadi padanya. Aku tidak akan melibatkanmu lagi. Terimakasih sudah membantuku.”

“Ne.” Dokter itu terlihat tidak bisa menutupi rasa takutnya.

“Kau tenang saja. Kau aman sekarang. Aku akan mencarikanmu pekerjaan di luar negeri. Kau bisa terbebas dari sini.”

“Gamsahamnida.”

Jin Hyuk membawa pergi putrinya. Dan rahasia itu pun tertutup selama 24 tahun.

Flashback End

 

“Maafkan aku saat itu mengambil putri kita. Karena aku yakin, kau tidak akan membiarkanku untuk bertemu dengan anakku.”

Tuan Jin Hyuk menutup kembali lacinya. Tangannya kini terlihat mengotak-atik ponsel miliknya. Sepertinya dia hendak menghubungi seseorang.

“Hyung Joon~Sshi, tolong pesankan aku tiket ke Seoul besok malam. Aku ingin menemui putriku.”

Tak lama setelah berbincang – bincang dengan Hyung Joon, Pria itu menutup teleponnya.

Yah, dia harus bertemu dengan putrinya. Karena hanya dia satu – satunya anaknya yang masih hidup.

 

 

***

 

 

Siang hari setelah pertemuan dengan client, Sooyoung kembali meminta izin Donghae untuk pergi.

“Kau sebenarnya pergi kemana?”tanya Donghae akhirnya. Berharap kebingungannya selama ini terjawab.

“Ke rumah temanku.”

“Apa boleh aku mengantarmu.”

“Anniyo Sajangnim. Itu akan merepotkanmu.”

“Tidak merepotkan.” ujar Donghae terdengar memaksa.

“Kumohon Sajangnim. Ini benar – benar privasiku.”

Tubuh Donghae melemah. Privasi?? Apa Sooyoung sudah memiliki kekasih?

“Baiklah. Aku akan menunggumu sebelum jam makan malam.”

“Ne Sajangnim. Gamsahamnida.”

Sooyoung bergegas meninggalkan Donghae. Donghae memandang dengan penuh curiga.

Kyuhyun yang mengikuti Sooyoung dari belakang merasa ada yang mengikutinya. Mungkin lebih tepatnya mengikuti Sooyoung. Seketika dia menarik tangan Sooyoung. Sooyoung yang tidak tahu apa – apa tersentak dengan perilaku Kyuhyun yang tiba – tiba membawanya lari.

Kyuhyun membawanya ke sebuah gang sempit dan menyudutkannya di dekat tumpukan kotak – kotak kayu. Kyuhyun terus menekan tubuhnya yang menempel sempurna dengan tubuh Sooyoung. Secara otomatis membuat Sooyoung harus menahan nafas ketika wajahnya berdekatan dengan tubuh namja itu. Kyuhyun menekan tubuhnya lagi agar Sooyoung semakin tidak terlihat dari tumpukan kotak kayu. Ingin rasanya Sooyoung memberontak namun namja itu benar – benar mengurungnya. Sooyoung merasa benar – benar seperti tercekik. Tidak bisa bernafas.

Beberapa saat kemudian Kyuhyun melepaskannya. Membuat Sooyoung langsung menarik nafas dalam – dalam.

“Hah… Hah….”

Sooyoung mendelik kesal.

“Apa yang kau lakukan tadi?? Aku merasa tubuhku tertimpa papan tadi. Tidak ada nafas dan tidak bisa bergerak.”

“Kau tahu Donghae mengikuti kita tadi.”

“Mwo??”

“Oleh sebab itu aku membawamu lari. Dia tidak boleh tahu tentang ini.”

“Lalu, apa dia masih mengikuti??”

“Tidak, dia kehilangan jejakmu. Makanya aku menekan tubuhku supaya kau menahan nafas. Suara nafasmu itu terdengar jelas sekali.”

“Tapi kan hanya nafas. Kalau aku mati tadi bagaimana??” tanya Sooyoung ketus.

“Kalau kau mati, kau bisa ikut denganku nanti.” ujar Kyuhyun tertawa.

Sooyoung mencibir kesal.

“Donghae itu memiliki telinga yang cukup tajam.” Jelas Kyuhyun.

“Darimana kau tahu?”

“Insting. Sudah tidak perlu banyak bertanya. Kita harus cepat pergi sebelum tertangkap lagi.”

Sooyoung hanya mengangguk menurut mengikuti Kyuhyun di belakang.

Beberapa saat kemudian Sooyoung dan Kyuhyun tiba di sebuah rumah kosong dimana tempat kemarin Sooyoung berganti pakaian.

“Cepat ganti pakaian. Aku tunggu di luar.” Perintah Kyuhyun.

Sooyoung mengangguk. Kyuhyun meninggalkannya dengan tubuh menembus tembok yang lagi – lagi membuat Sooyoung kagum.

Sooyoung bergegas mengganti pakaiannya. Gerakannya melambat ketika melihat sekeliling rumah kosong itu. Sedikit menyeramkan. Sooyoung menggelengkan kepalanya membuang rasa takutnya. Saat Sooyoung sedang memakai celana panjangnya tiba – tiba terdengar suara barang terjatuh.

BRAKK!!

“Kyuhyun~ah!!” sontak Sooyoung berteriak.

“Wae?” Kyuhyun datang tiba – tiba.

“Ada hantu.” ucapnya ketakutan sambil menutup kedua matanya.

“Mana hantunya?? Aku tidak melihat apapun.”

“Disana.” Sooyoung menunjuk sebuah lemari tua.

Kyuhyun memandang ke arah yang ditunjuk Sooyoung. Seekor tikus berhasil keluar dari sebuah benda yang terjatuh. Kyuhyun tertawa geli.

“Itu hanya tikus.”

“Mwo?” Sooyoung membuka matanya.

“Kau tidak perlu takut. Hantu tidak berani mendekat selama kau ada di dekatku.”

“Yah, mungkin para hantu itu takut padamu.”

“Kau mengejekku?? Sudah cepat keluar. Kita tidak punya banyak waktu. Dan hmm… Tarik dulu resleting celanamu sebelum keluar.”

“NE??” Sooyoung menutup bagian resleting yang terbuka dengan kedua telapak tangannya.

Kyuhyun tersenyum geli dan kemudian menghilang. Sooyoung menarik resletingnya dengan cepat. Dia mengacak rambutnya frustasi.

Kyuhyun terkekeh melihat gadis itu keluar dari rumah kosong dengan kepala menunduk.

“Ya… Ya… Angkat kepalamu.” ucap Kyuhyun menahan tawanya.

Sooyoung mengangkat kepalanya perlahan. Lihat! Gadis ini sangat menggemaskan dengan bibir dimajukan begitu.

“Cepat rasuki aku agar semuanya cepat selesai dan kau bisa pergi dariku.” ucap Sooyoung menahan kekesalannya.

Pandangan Kyuhyun tiba – tiba meredup.

“Jadi kau ingin aku pergi?”

“Ya. Secepatnya.”

“Baiklah.”

Kyuhyun perlahan mendekati Sooyoung dan merasuki tubuhnya. Ruh Sooyoung keluar dari tubuhnya.

“Aku akan menunggumu di taman. Ku harap kau bisa cepat menyelesaikannya hari ini.”

“Aku tahu itu.”

Keduanya berpisah. Seperti yang dikatakan tadi. Sooyoung ke taman dan Soohyun ke rumah Yoona yang berada di sebelah rumahnya.

Soohyun melihat Yoona yang sedang menyiram bunga di depan rumahnya. Wajah gadis itu terlihat berbeda. Masih terselimut duka.

“Yoona~Sshi.”

Yoona mendongakkan kepalanya. Menghentikan sejenak kegiatannya. Dia meletakkan alat penyiram bunga dan berjalan mendekati Soohyun. Dia memandang wajah orang itu berusaha mengingat – ingat nama orang itu.

“Soohyun~Sshi?”

“Bisa kita berbicara sebentar?”

Yoona terlihat ragu. Kemudian menganggukan kepalanya.

Soohyun membawa Yoona ke sebuah taman bermain (Berbeda tempat dengan Sooyoung). Tempat dimana Kyuhyun dan Yoona dulu bermain bersama. Yoona memandang sekelilingnya. Raut wajahnya berubah sedih. Karena di tempat ini pula Yoona menunggu Kyuhyun, hingga mendapat kabar bahwa namja itu meninggal karena kecelakaan.

“Ini tempat bermainku.”

Yoona menoleh ke arah Soohyun yang membuka suaranya dan memandangnya bingung.

“Kau tinggal disini?”

Soohyun mengangguk.

“Mengapa aku tidak mengenalmu?”

“Aku mengenalmu, Yoong~ah.”

Yoona mengerutkan kening. Orang ini mencoba akrab dengannya?

“Darimana kau mengenalku?”

“Kita bersahabat baik. Kau tahu itu.”

Yoona semakin bingung dengan perkataan orang bernama Soohyun itu.

“Cho Kyuhyun…”

Yoona membulatkan matanya ketika Soohyun mengucapkan nama itu.

“… Itu aku.” lanjutnya.

“Tidak mungkin.”

“Aku meminjam tubuh orang ini karena aku ingin bertemu denganmu. Ada hal yang harus ku katakan. Jika saat itu, aku tidak mengalami kecelakaan… Aku pasti sudah mengatakannya.”

Yoona menggelengkan kepalanya tak percaya.

“Saranghae, Yoong~ah. Jeongmal saranghae.”

“Gotjimal!!” ucap Yoona dengan bibir bergetar. Air matanya masih terus turun.

“Yoong~ah…”

“Pembohong!! Kemarin kau mengatakan kau adalah Kim Soohyun. Dan sekarang kau mengatakan kau adalah Kyuhyun?? Bagaimana aku bisa percaya itu?? Kyuhyun sudah mati!!”

“Yoong~ah, aku benar – benar Kyuhyun.”

“Aku tidak percaya.”

Kyuhyun memandang sedih.

“Aku hanya memiliki waktu yang singkat, Yoong. Kumohon percaya padaku.”

“Kyuhyun sudah pergi. Dia sudah tenang disana. Jangan mencoba menipuku!!” ucap Yoona keras kepala.

“Yoong…”

“Jangan temui aku lagi…”

Soohyun tercengang. Yoona terlihat marah dan kecewa.

“Dengarkan aku Yoong…”

Yoona pergi meninggalkan Soohyun sambil terus menangis. Soohyun mengejarnya.

“Yoong kau harus percaya itu aku… Aku melakukan semuanya ini untukmu agar aku bisa tenang disana. Aku hanya ingin mengatakan perkataan yang belum sempat aku ucapkan sebelum aku meninggal. Bahwa aku mencintaimu… Aku hanya ingin mengatakan itu.” Ujar Soohyun di sepanjang perjalanan. Mengikuti Yoona yang terus berlari meninggalkannya.

BRAKK!!

Yoona menutup pagar rumahnya dengan cepat dan menggemboknya. Tidak membiarkan Soohyun masuk. Gadis itu langsung berlari masuk ke rumahnya. Soohyun mengguncang – guncangkan pagar membuat suara gemuruh yang memekakan telinga.

“Yoong dengarkan aku… Yoong~ah!!”

Soohyun menyerah. Gadis itu tetap tidak membuka pintunya. Tubuhnya melemah dan memandang sedih.

Dari balik jendela, Yoona memandang Soohyun yang terlihat frustasi di depan rumahnya. Hatinya masih dilanda kebingungan. Benarkah dia adalah Kyuhyun? Kyuhyun sahabatnya dan orang yang dia cintai?

 

***

 

 

Sooyoung menunggu Kyuhyun di sebuah taman. Kakinya mengetuk – ngetuk tanah dan jari – jemarinya bermain mengetuk – ngetuk dudukan kursi.

“Kita bertemu lagi.” Ucap seorang namja mengagetkan Sooyoung.

Sooyoung tersentak menoleh ke arah namja yang barusan merusak lamunanya. Dia adalah Kris. Sooyoung menjauh dan memandang Kris takut.

“Hey, santailah… Aku tidak akan membawamu.”

“Gotjimal.”

“Sungguh. Aku terkena hukuman kemarin karena membawamu. Masa tahananku dipercepat. Aku harus bisa menemukan pria itu dalam waktu kurang dari 20 hari. Ini gila!!” keluh Kris.

“Chogiyoo…” Sooyoung kembali mendekat ke arah Kris dan duduk di sampingnya.

“Kris. Kau bisa memanggilku itu.”

Sooyoung mengangguk. “Kris~Sshi… Kau mencari seorang namja yang bernama Cho Kyuhyun.”

“Ne. Waeyo?? Kau tahu tentangnya?”

“Anniyo. Hanya… Mengapa kau mencarinya?”

“Dia itu arwah penasaran. Tidak seharusnya dia disini. Mengganggu ketentraman manusia.”

“Lalu jika kau menemukannya, apa yang akan kau lakukan?”

“Yah membawanya ke pintu kematian abadi. Dia harus menerima hukuman karena lari dari kenyataan bahwa dia sudah mati. Lalu setelah itu aku bisa bereinkarnasi dan kembali hidup.”

“Apa hukumannya jika dia tertangkap?”

“Dia akan mati abadi dan tidak akan bereinkarnasi sepertiku.”

Sooyoung kembali mengangguk mengerti.

“Hmm… Agashi…”

“Sooyoung… Kau bisa memanggilku itu.”

“Aku sudah tahu namamu.”

“Ne?”

“Di dahimu tertera nama lengkapmu. Choi Sooyoung.”

Sooyoung mengelus – elus dahinya. Benarkah ada tulisan disana?

“Hanya aku yang bisa melihatnya.”

Sooyoung mengangguk – angguk lagi.

“Sooyoung~Sshi… Mengapa kau mengalami hal ini (menjadi ruh)? Apa karena kau mengalami koma, atau… Tubuhmu dipinjam ruh lain?” tanya Kris memandang dengan penuh kecurigaan.

Sooyoung membulatkan matanya.

“Aku…”

“Jadi kau tahu tentang Cho Kyuhyun?”

“Anniyo… Aku koma. Aku tidak mengenal siapa dia.” Ujar Sooyoung cepat.

“Kau bisa terkena masalah jika kau menyembunyikannya.” Ujar Kris dengan nada mengancam.

“Ne?”

“Yah, kalau kau menyembunyikan keberadaannya, kau akan terkena masalah. Kau bisa diseret untuk menggantikannya ke pintu kematian abadi.”

“MWO?? Bagaimana bisa begitu?”

“Dia bersalah. Kau juga bersalah dan harus menerima hukumannya. Jadi kalau kau bertemu dengannya, kau harus menghubungiku.”

“Bagaimana cara menghubungimu? Memang kau punya ponsel?”

Kris memberikan sesuatu ke tangan Sooyoung dan menggenggamnya sebentar. Sooyoung langsung menarik tangannya kasar. Namja ini seperti mencuri kesempatan dalam kesempitan. Kris hanya tersenyum gaje.

“Tekan tombol itu jika kau bertemu dengannya. Setelah itu aku akan datang untuk membawanya pergi.”

Sooyoung memandangi alat aneh yang dipegangnya. Benarkah alat seperti ini ada di dunia lain?

“Sudah jangan pandangi seperti itu. Dunia disana lebih canggih daripada dunia disini.”

“Daebak!” ujar Sooyoung kagum.

“Sooyoung~Sshi, aku harus pergi sekarang. Waktuku benar – benar singkat sekarang. Jadi aku harus bisa memanfaatkan waktu untuk bisa menemukan Cho Kyuhyun.”

Sooyoung mengangguk mengerti.

“Kuharap kita bisa bertemu lagi. Aku senang berkenalan denganmu.”

“Aku juga, Kris~Sshi.”

Kris memandang Sooyoung sambil tersenyum. Seperti ada ketertarikan dalam pancaran matanya.

Tak lama Kris menghilang. Sooyoung kembali melamun sambil menunggu Kyuhyun.

Waktu terus berjalan hingga tak terasa langit biru mulai menghitam. Sooyoung terlihat sangat kesal. Mengapa namja itu belum juga kembali? Akhirnya dia memilih untuk menyusul Kyuhyun ke rumah Yoona.

Sooyoung tertegun melihat Soohyun sedang duduk di depan rumah Yoona dengan kepala menunduk.

“Kyuhyun~Sshi…”

Soohyun mendongakkan kepalanya. Kesedihan terpancar dari raut wajahnya. Terlihat sekali air matanya yang telah mengering.

“Wae geurae?” tanya Sooyoung bingung.

Kini Soohyun dan Sooyoung kembali ke taman. Mereka sudah kembali ke semula. Sooyoung sudah kembali ke tubuhnya dan Kyuhyun sudah kembali menjadi ruh. Mungkin di tempat itu, Kyuhyun bisa mengungkapkan semua kesedihannya.

“Apa kau sudah mengatakannya?”

“Aku harus bagaimana? Yoona tidak percaya aku Kyuhyun.”

“Lalu, apa yang akan kau lakukan?”

Kyuhyun menoleh ke arah Sooyoung.

“Aku butuh tubuhmu lebih lama lagi. Setidaknya sampai dia bisa mempercayaiku.” Ucapnya penuh harap.

“Mwo?? Shirroe!!” tolak Sooyoung.

“Sooyoung~Sshi, jebal…”

“Shirroe, lebih baik kau cari orang lain saja.”

“Tidak bisa Sooyoung~Sshi… Ruh ku hanya cocok denganmu. Aku hanya bisa masuk ke tubuhmu.”

“Bagaimana bisa hanya aku?? Kurasa kau adalah seorang pembual.”

“Benar hanya kau. Masa kau tidak mempercayaiku juga.”

“Pokoknya aku tidak mau. Cari orang lain jangan aku. Kesempatanmu sudah habis.” Bentak Sooyoung kesal. Kemudian pergi meninggalkan Kyuhyun.

“Beri aku satu kesempatan lagi.” Ujar Kyuhyun memelas mengejar Sooyoung.

Sooyoung terlihat jengah. Dia membalikkan tubuhnya dan memandang sinis.

“Aku memegang kunci kendalimu, Cho.”

“Mwo?”

Sooyoung menunjukkan tombol yang diberikan Kris padanya.

“Aku tahu kau sedang dicari oleh seorang penjemput yang akan membawamu ke kematian abadi.”

Kyuhyun membulatkan matanya. Sooyoung mengetahui semuanya??

“Darimana kau tahu?”

Sooyoung hanya tersenyum misterius.

“Jika aku menekan tombol ini, dia akan datang dan membawamu pergi sekarang juga.”

“Kau mengancamku?”

“Ada dua pilihan. Pergi dan mencari orang lain yang dapat membantumu, atau aku menekan tombol ini dan penjemput itu datang membawamu. Aku masih berbaik hati. Aku memilih untuk membiarkanmu pergi, agar kau tetap bisa melanjutkan rencanamu. Jadi mulai sekarang jangan ganggu aku.”

Kyuhyun membeku. Sooyoung kembali melanjutkan langkahnya menuju rumah kosong untuk mengganti pakaian prianya.

“Ah, ini sungguh melelahkan. Akhirnya aku bisa terlepas dari semua benda – benda ini. Sangat tidak nyaman.” Keluh Sooyoung sambil melepas satu persatu pakaiannya.

Saat Sooyoung membuka kaosnya, dia merasa hawa dingin di belakangnya. Sooyoung sontak menoleh. Dilihatnya Kyuhyun berdiri satu jengkal di belakangnya dan memandangnya tajam.

“AARRGGHH!!” Sooyoung berteriak. Kyuhyun melihatnya nyaris telanjang.

Sooyoung memundurkan tubuhnya sambil menutupi bagian atas tubuhnya yang hanya berbalut tanktop tipis dengan kaos yang dia pegang. Kyuhyun pun memajukan tubuhnya seakan tidak membiarkan satu jengkal itu bertambah. Hingga akhirnya Sooyoung tersudut tembok. Tidak bisa melarikan diri lagi.

“Kyuhyun~Sshi, jebal lepaskan aku!” ucapnya memelas.

“Kau fikir aku akan melepasmu begitu saja?”

“Mwo?”

Kyuhyun semakin mendekat… Mendekat dan menghimpit tubuhnya. Sooyoung merasa nafasnya tercekat. Apa namja ini ingin membunuhnya dan membiarkan nafasnya habis.

Kyuhyun terus menekan – nekan tubuhnya yang kini telah menempel sempurna. Dahi mereka bersentuhan. Sooyoung merasa udara di sekitarnya menipis. Tatapan tajam mata Kyuhyun perlahan meredup. Namja itu memejamkan matanya.

Sooyoung membulatkan matanya. Namja itu menciumnya! Jantungnya terus berdetak cepat. Tubuhnya seakan terkurung. Tidak bisa memberontak. Tuhan, apakah ia akan mati sekarang karena ciuman namja ini?

 

TO BE CONTINUED….

 

Teaser Part 3 :

“Jika aku berhasil bereinkarnasi? Maukah kau menungguku? Aku benar – benar berharap kita bisa bertemu lagi.”

……..

Appa… Jarang sekali kau datang menemuiku.”

……..

“Kau benar  – benar mirip dengan Kyuhyun. Apa kau adalah reinkarnasi dari Kyuhyun?”

……..

“Jin Hyuk? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu?”

………

“Kau terlihat aneh. Apa yang terjadi padamu sebenarnya?”

……..

“Aku menyukaimu, maka aku yang akan melindungimu mulai dari sekarang.”

………

 

Par 2 selesai. Tumben nih author kasih teaser. Soalnya mood nulis author lagi naik turun. Jadi ff suka terbengkalai. Mianhae ne…

Untuk yang dialami Sooyoung tadi, author mau cerita sedikit, ini pengalaman author yang kadang kalau tidur suka sesak nafas seakan ditindih sesuatu. Apa kalian pernah merasakannya juga?? Yah setidaknya seperti itu yang dialami Sooyoung di ff ini.

Keep RCL readers… Gamsahamnida^^

SM KPOP

story in 40 days

Title                       : Story In 40 days (Part 2)

Author                  : Chuyleez

Main Cast            : Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Kim Soohyun (Kyuhyun+Sooyoung)

Support Cast      : Lee Donghae, ImYoona, Kris Wu

Genre                   : Fantasy, Humor (Maybe), Romance

Length                  : Series

Annyeong yeorobunn…. Author comeback bawa kelanjutan ff fantasy Story In 40 Days. Semoga dengan banyaknya pemberitaan kemarin yang cukup mencengangkan dan membuat knight galau, KSI tetap eksis. Yah, walaupun kisah Kyuhyun dan Sooyoung sementara mungkin hanya ada dalam cerita fiksi. Tapi it’s ok kita ga tahu ke depannya gimana. Apa Sooyoung jadi menikah dengan pacarnya, atau Kyuhyun juga nanti menikah dengan pacarnya, atau justru Kyuhyun dan Sooyoung dipertemukan lagi di waktu yang akan datang dan menjalin hubungan (Hope this real). Kita juga ga tahu. Dan masih banyak kemungkinan lain #curhatdikityee…

Jika ada kesamaan cerita, harap mention di facebook Andria Chuyleez Minoz or twitter @chuyleezluvsuju. Happy reading all ^^

View original post 3,660 more words

One thought on “[SERIES] Story In 40 Days (Part 2)

  1. BabyNam August 17, 2015 / 11:57 AM

    Sooyoung banyak yang suka>< aiih ko Kyuhyun malah nyium sih? Yoona nya kan masih berduka,masa Kyuhyun main selodor ke perempuan lain? emang bener, Kyuhyun evil bgt disini. Ah sudahlah, aku mau next baca ya~^^…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s