[Mini Series] Neoreul (2/?)

neoreul

Tittle                      : Neoreul

Author                  : SummerBlow/SunHee97 (sama aja, cuma ‘Summerblow’ itu ID author yang baru)

Length                  : Oneshot

Rating                   : PG 13

Genre                   : Romance, Friendship, Family, a little bit Humor

Main Cast            : Choi Sooyoung, Xi Luhan

Other Cast          : Kris Wu, Seohyun

Disclaimer           : Cerita ini murni hasil pemikiran author. No Plagiat ,No CoPas.

Author Note      : FF ini juga aku publish di blog pribadiku http://www.summershowroom.wordpress.com dan jangan lupa follow twitterku juga yaa di @Nabilladela.

WARNING           : TYPO MASIH TETAP BERSERAKAN.

Aku rasa part ini ancur banget. Tapi tetep RCL yaa, semoga part ini mendapatkan banyak cinta seperti part sebelumnya ^^

KEEP R-C-L  pleaseee !!!!!!!!!!

I didn’t think I’d see you. But, you greeted me with your transparent smile.

Author POV

                Seperti biasanya, Sooyoung sedang menunggu Luhan dikamarnya. Menunggu pria berkebangsaan China itu mengetuk jendela kamarnya dan mengajaknya berangkat ke sekolah bersama. Namun, jam tangan putih yang melingkar di pergelangan tangan kiri Sooyoung sudah menunjukkan pukul 06.20 KST.

Hanya 15 menit lagi waktu yang tersisa untuk sampai di sekolah. Maka, mau tak mau Sooyoung harus segera berlari menuruni tangga dan menuju rumah Luhan yang berada tepat di samping kanan rumahnya. Sooyoung menekan bel rumah itu tak sabar, berharap Luhan segera membukakan pintunya agar mereka tak terlambat tiba di sekolah.

Sooyoung baru saja akan menerobos masuk sebelum Kris membukakan pintu dengan wajah mengantuknya. Dahi Kris mengernyit dan mata tajamnya menyipit. Kentara sekali bahwa pria jangkung itu baru bangun dari tidur nyenyaknya.

“Choi?” suara beratnya terdengar ragu saat mengucapkan nama itu.

“Oh, Kris! Apa Luhan didalam?” jawab Sooyoung sedikit tersentak. Maklum saja, gadis itu masih belum terbiasa dengan keberadaan Kris dirumah Luhan. Selama ini Luhan hanya tinggal sendiri, kedua orangtuanya telah meninggal sejak dia berada di tahun pertama Junior High School. Jadi Luhan-lah yang selalu membukakan pintu rumahnya saat ada tamu. Namun, sekarang yang Sooyoung lihat bukanlah sosok pria dengan wajah imut dan senyum jahil yang sangat ramah itu. Melainkan sosok pria lain dengan tubuh tegap dan wajah yang dingin yang sedang bingung menatapnya.

“Luhan? Dia baru saja berangkat, sekitar 3 menit sebelum kau datang.”

“Mwo!?? Aish, geu namja ..” geram Sooyoung dan segera berlari meninggalkan rumah Luhan. Namun sebelum itu, dia sempat berbalik.

“Kris!! Xie Xie!!” teriak Sooyoung dengan bahasa Mandarin sebisanya dan kembali berlari menuju halte. Kris hanya tersenyum menanggapinya dan terus menatap punggung Sooyoung yang semakin menjauh dan menghilang di tikungan ujung jalan. Kris menggelengkan kepalanya dan kembali masuk ke rumah untuk melanjutkan mimpi indahnya tentang Sooyoung. Ya, tentang Sooyoung yang sedang menggandeng tangannya dan tersenyum manis kearahnya di taman bermain.

_

Sooyoung melihat Luhan duduk di kursi dekat jendela di dalam bus itu. Sepasang earphone putih menggantung di kedua telinganya. Tanpa ragu, Sooyoung langsung melangkahkan kakinya masuk ke bus yang akan membawanya ke sekolah. Sooyoung menghempaskan tubuhnya di kursi kosong disamping Luhan.

Luhan POV

                Kutolehkan kepalaku kepada orang yang tengah duduk di sampingku kini. Sooyoung. Hah, padahal aku sudah berusaha berangkat lebih pagi untuk menghindarinya. Jujur saja, aku masih belum tahu bagaimana cara menyikapinya setelah pernyataan Kris kemarin. Apa aku harus mengurangi kedekatan kami demi menjaga perasaan Kris? Atau berpura-pura tidak tahu dan bersikap seperti biasanya?. Aku terus memikirkan hal itu hingga kudengar Sooyoung bersuara.

“Aku kira kita sahabat” kata yang begitu sederhana itu berhasil menohokku.

“Apa janji itu sudah tak berlaku lagi?” lanjutnya.

“J-janji apa?” tanpa kusadari suaraku terbata.

“Lihatlah, kau bahkan lupa dengan itu?”

“Apa yang kau bicarakan, Soo?”

Sooyoung menatapku. Tajam.

“Kau bilang bahwa kita akan selalu berangkat sekolah bersama.” Jawabnya datar.

“Hei, ada apa denganmu, Soo? Itu hanya masalah sepele.” aku terkekeh mendengar perkataan Sooyoung.

“Mwo? Sepele kau bilang?. Dengar ,Xi Luhan. Aku tak pernah menganggap itu adalah hal yang sepele. Akhir-akhir ini aku seperti merasa kau akan meninggalkanku. Jadi tolong, jangan menganggap masalah apapun sebagai hal sepele. Jangan membuat prasangka negatifku benar-benar terjadi”

Sooyoung menundukkan kepalanya, suaranya melemah saat menjawabku tadi. Dengan ragu, kuusap lembut puncak kepalanya.

“Babo! Mana mungkin aku pergi meninggalkanmu. Tenanglah, aku tidak akan kemana-mana.”

Ya, aku tidak akan pergi kemanapun. Setidaknya untuk saat ini. Aku akan menemanimu, hingga Kris menggantikan posisiku nanti.

_

Sooyoung POV

                Hahh, dasar Kyuhyun sunbaenim. Ketua ekstra jurnalistikku itu begitu kejam. Tega-teganya ia menyuruhku untuk menyelesaikan artikel yang memang masih belum selesai itu. Ia bahkan tak memberiku toleransi untuk mengumpulkannya besok. Ini semua gara-gara Luhan. Jika saja kemarin ia tak mengganggu minggu pagiku dengan acara ‘bersih-bersih rumah tetangga’, aku pasti sudah menyelesaikan semua artikelnya dan tidak membangkai disini pada pukul 5 sore. Sejenak kuregangkan ototku lalu menatap layar laptop dihadapanku. Mataku sudah memanas dan jari-jariku pun terasa kaku. Wajar saja, aku sudah duduk dikursi ini semenjak bel pulang sekolah pukul 2 tadi berbunyi. Anggota lain pun sudah kembali ke rumah masing-masing 2 jam lalu. Kembali kutegakkan punggungku. Kurang satu artikel lagi dan besok aku bisa tertawa puas di depan Kyuhyun sunbaenim. Cih, apa dia kira aku tak akan mampu mengerjakan 7 artikel dalam waktu 5 jam? Hahaha, kau salah besar, sunbae.

“Hwaiting!!” aku berteriak menyemangati diri sendiri. Dan kembali kumainkan jemariku di atas keyboard.

Cklek

Seluruh kegiatanku terhenti seketika saat kudengar puntu ruangan terbuka. Jantungku berdegup kencang, keringat dingin pun mulai membasahi keningku. Siapa itu? Apa masih ada orang di sekolah pada pukul segini? Mungkin hanya angin. Atau jangan-jangan hantu? Berbagai hal negatif terlintas dikepalaku. Kudengar langkah kaki itu mendekat. Dan sosoknya muncul dari balik rak buku yang membatasi ruang rapat dengan ruang pengetikan.

“Eonnie?” tanya sosok itu pelan.

“Omona, Seo? Ku kira siapa” jawabku sambil mengehembuskan napas lega. Seohyun meletakkan tas sekolahnya di meja tengah dan duduk di kursi sampingku. Namanya Seo Joo Hyun, atau akrab dipanggil Seohyun. Dia adalah hoobaeku di sekolah. Ia juga mengikuti ekstra jurnalistik, sama sepertiku.

“Eonnie, kau sedang apa?”

“Seperti yang kau lihat. Tugas yang Kyuhyun sunbaenim berikan belum selesai” jawabku sekenanya. Seohyun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Kenapa kau belum pulang, Seo?”

“Ahh, aku habis dari perpustakaan. Mencari referensi buku untuk tugas Lee Sonsaengnim” ujar Seohyun sambil menujukkan 4 buku yang dibawanya tadi.

“Ohh” jawabku sekenanya.

“Apa artikel yang belum selesai masih banyak, eonnie?”

“Ani, hanya kurang satu”

“Baiklah, kalau begitu aku akan menemanimu disini”

“Jeongmalyo? Tapi ini hampir malam, Seo”

“Gwenchana. Aku tahu, eonnie pasti kesepian disini. Aish, Kyuhyun sunbaenim memang benar-benar kejam”

“Jeongmal gomawoyo, Seo-yah. Kau benar-benar dongsaengku yang paling baik” aku menjawabnya sambil tersenyum. Seohyun memang gadis yang baik. Sikapnya yang lembut dan dewasa selalu berhasil membuatku kembali semangat. Seperti saat ini contonya. Aku kembali mengetik saat Seohyun tiba-tiba bertanya padaku.

“Artikel tentang apa itu, eonnie?”

“Ahh ini? Tentang pemilihan Ketua Osis baru” jawabku masih tetap fokus pada artikel itu.

“Kudengar, Luhan sunbenim juga menjadi salah satu calonnya.” Tanya Seo lagi. Aku hanya bergumam menjawabnya.

“Luhan sunbaenim benar-benar mengagumkan. Dia pintar dibidang akademis maupun non-akademin. Wajahnya tampan, dan sikapnya pun ramah. Tak heran jika banyak yang menjadi penggemarnya.”

Kutolehkan kepalaku saat Seohyun mengucapkan kalimatnya. Tatapan matanya seolah memandang jauh, membayangkan sosok yang ia maksud. Ya, semua orang tahu bahwa Luhan hampir mendekati kata sempurna dengan semua yang dimilikinya. Dan benar kata Seohyun, tak heran jika banyak gadis yang menaruh hati padanya. Termasuk Seohyun. Aku tahu itu meskipun ia tak mengatakannya padaku. Tunggu, ini bukan berarti aku sok tahu atau apa. Tapi, hei ayolah, semua orang tahu bagaimana tatapan gadis yang sedang jatuh cinta. Dan aku melihatnya dimata Seohyun saat ia membicarakan tentang Luhan.

“Hei, apa kau menyukai Luhan?” tanyaku menggoda Seohyun.

“A-aniyo. Bagaimana bisa kau bertanya hal seperti itu”

“Jangan bohong padaku, Seo-yah. Tak masalah jika kau menyukainya”

“Aniyo, eonnie” Seohyun masih terus mengelak dengan nada gugupnya. Dan itu membuatku semakin semangat menggodanya.

“Seo Joo Hyun. Jika kau jujur padaku, mungkin aku bisa membantumu. Ayolah, kau tahu bukan bahwa Luhan itu sahabat baikku.”

“J-jeongmalyo, eonnie? Kau akan membantuku jika aku mengatakannya?” Aku menganggukkan kepalaku semangat.

“N-ne, kau benar. Aku menyukainya. Sejak aku masuk ke sekolah ini, aku sudah menyukainya.” Kena kau Seo Joo Hyun. Hahaha, ternyata kau tidak bisa berbohong padaku.

“Aigoo, kenapa kau tak pernah bercerita padaku?”

“T-tentu saja aku malu, eonnie. Lagipula, sepertinya Luhan sunbaenim menyukai-“ ucapan Seohyun menggantung. Ia tak melanjutkan ucapannya.

“Menyukai apa? Luhan menyukai siapa?” pancingku.

“Ani. Eobseo. Tapi apa benar kau akan membantuku, eonnie?”

“Ne!!” jawabku lagi.

“Gomawo. Aku harap kau menepatinya”

_

Sooyoung POV

                Huaaahhh, akhirnya selesai juga. Aku segera mematikan laptop yang kupakai tadi dan mulai berkemas. Kulirik Seohyun yang duduk di sofa dengan novel ditangannya.

“Seo, kajja” ajakku pada Seohyun setelah aku memakai sepatu. Ruangan ini ber-AC, jadi sepatu harus dilepas saat akan masuk.

“Kau sudah selesai?” tanya Seohyun sambil memasukkan novel itu ke tasnya.

“Hmm” anggukku sambil berjalan ke luar ruangan. Seohyun mengikutiku dan memakai sepatunya. Setelah aku mengunci pintu ruangan itu. Aku dan Seohyun berjalan beriringan menuju gerbang. Namun, saat kami melintasi lapangan futsal, kulihat Luhan masih disana bersama Sehun –hoobaeku dan Luhan-. Aku dan Seohyun menghampiri kedua orang itu. Berniat mengajaknya pulang bersama.

“Noona!” Sehun sudah memanggilku terlebih dulu sebelum aku menyapa mereka. Dasar bocah itu. Kulihat Luhan menoleh kearahku.

“Kenapa kau masih disini, Lu. Kukira kau sudah pulang saat aku meyuruhmu untuk tidak menungguku tadi” tanyaku pada Luhan yang bangkit dari duduknya. Belum sempat Luhan menjawab, Sehun sudah memotongnya.

“Hyung, Noona. Aku pulang duluan, ne. Ini sudah malam. Nanti ibuku mencariku” ujar Sehun dan mengambil tasnya. Dan berlalu begitu saja.

“Jadi?” tanyaku lagi pada Luhan.

“Aku tidak menunggumu. Tadi aku sedang latihan futsal dengan Sehun.”

“Ah~ geureogeuna. Kajja, kita bisa ketinggalan bus” ajakku pada Luhan dan Seohyun yang sedari tadi diam.

_

Luhan POV

Malam ini sangat dingin. Meskipun kami sudah didalam bus, tapi tetap saja hawa dingin itu merasuki tulangku. Kueratkan mantel hitam panjangku dan membenamkan kedua tanganku pada sakunya. Jalanan diluar masih ramai. Jelas saja, ini masih pukul 18.30. Setidaknya jalanan baru akan mulai sepi pada pukul 22.00. Tapi suasana bus ini sepi. Tidak banyak penumpang malam ini. Hahh, suasana seperti ini semakin membuatku terngiang akan kata-kata Kris kemarin. Aku membayangkan bagaimana hubunganku dengan Sooyoung di masa mendatang. Saat ia sudah memiliki Kris disisinya. Lalu bagaimana denganku? Apa suatu saat nanti aku akan bisa memiliki seseorang disisiku, selain Sooyoung?. Aku terus melamun, entah mengapa hal itu sering menggangguku. Sungguh aku ingin memilki Sooyoung, tapi aku tak bisa membiarkan egoku mengambil alih.

Kris orang yang baik. Aku berhutang banyak padanya. Ia yang menolongku pada kecelakaan 4 tahun yang lalu. Saat aku di China bersama kedua orangtuaku untuk liburan, dan kecelakaan itu malah merenggut kedua nyawa orang tuaku. Kris dan keluarganyalah yang membantuku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada mereka.

“Lu” aku sedang sibuk menerawang ke luar jendela bus saat kudengar Sooyoung memanggilku.

“Nde?” sahutku padanya.

“Bisakah kau mengantarkan Seohyun pulang?” tanyanya pelan.

“Mwo? Bukankah tempat tinggalnya searah dengan kita?”

“Mmm, maksudku, bisakah kau mengantarnya pulang sampai kerumah?”

“Tidak perlu, eonnie. Aku bisa melakukannya sendiri” kulihat Seohyun berusaha mencegah permintaan Sooyoung. Sooyoung menatapnya lembut.

“Ini sudah malam, Seohyunnie. Bahaya bagi seorang gadis berjalan sendiri malam-malam begini.”

“Tapi kau juga seorang gadis, Soo” tukasku cepat.

“Tapi aku lebih mengkhawatirkan, Seohyun” jawab Sooyoung. Tak tahukah dia bahwa aku lebih mengkhawatirkannya. Seperti tahu pikiranku, Sooyoung menggengnggam tangan kiriku.

“Aku hanya perlu berjalan 300 meter untuk sampai dirumah, Lu. Kau tidak perlu cemas. Bukankah kau sudah pernah merasakan pukulanku, eoh.” Lanjut Sooyoung bermaksud menenangkan. Memang dulu Sooyoung pernah ikut Taekwondo. Tapi bukan berarti aku bisa percaya pada kemampuannya itu. Dia tetap seorang gadis. Dan aku tetap khawatir.

“Jebal, Lu. Kalau kau tidak mau, jangan harap kau kuizinkan main kerumahku” rengeknya.

“Arra, arra. Tapi pakai ini. Malam ini dingin. Dan kau pasti tidak membawa mantelmu ‘kan?” aku melepaskan mantelku dan memberikannya pada Sooyoung.

“Tidak perlu, aku-“

“Bisakah sekali saja kau memenuhi permintaanku” potongku tegas.

“Tapi bagaimana denganmu?”

“Aku masih memiliki ini” jawabku sambil mengeluarkan jaket dari dalam tas ranselku.

“Arraseo. Gomawo. Hati-hati, ne” ucap Sooyoung saat bus yang kami tumpangi sudah sampai di halte dekat rumah Seohyun.

“Kau yang seharusnya berhati-hati” jawabku sambil menepuk pelan kepalanya dan turun dari bus. Kulihat Sooyoung tersenyum hangat. Kupandangi Sooyoung yang duduk di dekat jendela. Ia melambaikan tangannya padaku dan Seohyun.

“Jangan lupa pakai mantelnya!” teriakku sebelum Sooyoung bus yang ditumpangi Sooyoung benar-benar menghilang. Sooyoung hanya mengeluarkan tangannya dari jendela dan mengacungkan ibu jarinya padaku. Hahh, gadis itu.

“Ekhhm” aku menoleh mendengar dehaman Seohyun.

“Ah, mian. Kajja”

_

Sooyoung POV

                Satu lagi poin tambahan untuk Luhan, dia sangat menghormati wanita. Aku turun dari bus setelah tiba di halte dekat komplek rumahku. Baiklah, mulai dari sini aku hanya perlu berjalan 300 meter. Itu tidak jauh.

Benar kata Luhan, udara malam ini sangat dingin. Kueratkan mantel hitam Luhan yang kebesaran di tubuhku. Dan perlahan kurasakan rintik-rintik hujan mulai turun. Bisa gawat jika aku membuat mantel kesayangan Luhan ini basah. Lebih baik aku berteduh dulu daripada Luhan mengamuk nanti.

Aku memutuskan untuk berteduh di depan toko yang dekat dari taman komplek. Melihat rintik air hujan yang mengalir dari atap toko tempatku berdiri. Sebenarnya bisa saja aku menerobos hujan dan segera sampai dirumah. Tapi aku takut Luhan marah karena membuat mantel pemberian almarhum ayahnya basah dan tak bisa dipakai besok. Luhan selalu memakai mantel ini kemanapun dia pergi. Dia hanya akan mencucinya sebulan sekali. Benar-benar jorok bukan, tapi entah mengapa mantel ini sama sekali tidak mengeluarkan bau tidak sedap. Malah, aroma tubuh Luhan yang wangi dan menenangkan menguar dari mantel ini. Kulirik jam tanganku. 08.00. Ini sudah terlalu malam. Begitu hujan reda, aku harus segera kembali kerumah.

Aku tidak bisa melepaskan mantel ini, karena jika aku melakukannya aku bisa mati kedinginan saat ini juga. Haiss, kenapa aku tak pernah mendengarkan Luhan untuk selalu membawa mantel di musim hujan seperti ini.

“Ahgassi, sedang apa kau sendirian malam-malam begini, eoh?”

Sontak aku menoleh keaarah sumber suara dibelakangku. Ada 3 orang pria yang mabuk dengan seboltol soju ditangan mereka.

Aku terus memundurkan langkahku saat mereka semakin mendekatiku. Namun salah seorang dari mereka menarik tanganku kedalam sebuah gang sempit dan gelap. Kucoba untuk menggunakan teknik taekwondo yang dulu pernah kupelajari, namun sia-sia, tenagaku tak cukup kuat untuk melawannya. Aku hanya bisa berteriak minta tolong saat pria yang sedikit lebih tinggi dari 2 lainnya itu menarik paksa mantel Luhan dari tubuhku.

“Bermainlah dengan kami malam ini” seringainya.

“Shireo! Lepaskan aku!!”

“Terus berteriaklah, Tidak akan ada yang mendengarmu di malam hujan seperti ini. Mereka pasti lebih memilih meringkuk dibalik selimut hangat”

Aku terus berteriak dan memberontak. Kumohon siapapun tolong aku,kurasakan ponselku bergetar dari balik saku rok sekolahku. Kutendang pria yang ada dihadapanku. Dan segera berlari menjauh. Kuangkat panggilan dari ponselku tanpa melihat nama yang tertera di layar.

“Tolong!! Kumohon tolong aku!!” dan setelah itu mereka kembali mencengkram tanganku. Mereka menamparku dan ponsel dalam genggamanku terjatuh. Tiba-tiba saja pria itu terkapar ditanah saat hendak menciumku.

“Kris!”

Kris POV

                Aku sedang dalam perjalanan pulang dari minimarket dekat rumah saat aku mendengar pekikan seorang wanita. Kucari sumber suara yang sepertinya berasal dari gang sempit dekat tempatku berdiri. Aku membelalakkan mataku saat melihat seorang pria sedang berusaha mencium seorang gadis yang kukenali sebagai Sooyoung. Kuhampiri mereka dan melayangkan bogem mentahku kepada pria itu. Sial, ia tidak sendiri. Dua temannya yangg lain menghampiriku dengan melayangkan tinjunya. Aku berhasil menghindarinya. Namun, sebuah botol soju yang dipecahkan itu berhasil menusuk lenganku. Mereka kembali akan memukulku saat kulihat seseorang menendangnya. Aku mendongak, dan kulihat Luhan disana. Memukuli para pria itu dengan brutal.

Lalu kulihat Sooyoung terduduk lemas sambil memeluk tubuhnya. Baju seragamnya sudah sobek disana-sini. Kuhampiri dia, dan kupakaikan jaketku pada tubuhnya.

“Luhan, dibelakangmu!!” Sooyoung kembali memekik.

Pria dibelakang Luhan sudah akan menancapkan pecahan botol soju itu kekapala Luhan. Namun sepertinya Luhan lebih sigap. Ia segera berbalik lalu menusuk perut pria tadi denagn pisau lipat yang ia keluarkan dari saku celananya. Pria itu langsung terbujur lemas, dan kedua temannya memaphnya pergi dari tempat ini.

Sooyoung membelalakkan matanya. Kedua tangannya ia gunakan untuk membekap mulutnya sendiri. Matanya berair.

“Lu-Luhan?” suara Sooyoung bergetar saat menyebut nama Luhan.

Luhan hanya diam berdiri ditempatnya. Membalakangi kami. Ia segera pergi tanpa menoleh sedikitpun kearah Sooyoung. Ia pergi dalam diam. Dan tangisan Sooyoung pun pecah.

_

Author POV

                Sooyoung masih terduduk di ruang tamu rumah Luhan dengan Kris disampingnya. Rumah Sooyoung kosong dan terkunci karena orang tuanya sedang pergi kerumah Halmeoni Sooyoung di Seoul dan mereka menitipkan Sooyoung pada Luhan.

Sedari tadi Sooyoung tidak berbicara sedikitpun. Ia hanya menunduk menatap secangkir teh hangat yang ada digenggamannya.

Luhan turun dari tangga menghampiri Soooyung dan Kris. Berdiri dihadapan Sooyuong dan menatap gadis itu lama. Matanya menangkap goresan kecil di pipi kanan Sooyoung. Luhan hendak menyentuhnya, namun tangan Sooyoung menepis tangannya begitu saja. Tidak kasar, namun cukup menyayat hati Luhan. Sooyoung pasti ketakutan melihatnya menusuk orang dengan sebilah pisau lipat dari sakunya. Ekspresi Sooyoung menyiratkan semua itu. Namun jauh di lubuk hati Sooyoung, ada perasaan bersalah yang amat besar terhadap tindakan spontannya tadi.

Luhan hanya menghela napasnya pelan dan memberikan sehelai kaus dan training panjang miliknya kepada Sooyoung yang diterimanya dengan ragu.

“Mandilah. Dan ganti bajumu dengan itu. Kau bisa demam”

“Lu, mantelmu-“

“Kenapa kau tak pernah mendengarkanku. Apa aku sebegitu tak berartinya bagiku sehingga kau bisa dengan mudahnya mengabaikan setiap ucapanku”

“Lu, maafkan aku tap-“

“Kau selalu berlagak seperti orang yang kuat, orang yang bisa melakukan segalanya. Kenapa kau menyuruhku mengantarkan gadis lain pulang karena malam hari itu berbahaya baginya, sementara kau juga seorang gadis. Kenapa kau lebih mencemaskan keselamatan orang lain daripada keselamatan dirimu sendiri. Dan harus berapa kali kukatakan untuk membawa mantel pada musim hujan seperti ini, sehingga kau tak perlu terjebak di tempat itu hanya agar mantel kesayangku tidak basah. Jika bukan karena aku mengantarkan Seohyun pulang pria-pria itu tak akan menganggumu. Jika bukan karena aku meminjamkan mantelku, kau tidak akan mengalami semua ini. Kau mambuatku semakin marasa bersalah, Soo”. Luhan berkata denagn nada tinggi, wajahnya memerah, rahangnya mengeras, dan tangannya terkepal kuat. Kentara sekali bahwa pria itu sedang berusaha menahan emosinya.

Tanpa terasa, air mata Sooyoung kembali mengalir. Ia menangis lagi. Matanya tak berani menatap mata Luhan seperti yang biasanya ia lakukan. Wajahnya merunduk dalam. Berulang kali kata maaf itu terlontar dari bibir tipisnya. Kris memeluknya erat. Bahu Sooyoung berguncang hebat. Dan Luhan, Luhan semakin benci pada dirinya sendiri. Dadanya semakin terasa sesak melihat pemandangan didepannya kini.

“Mian” hanya kata itu yang Luhan ucapkan sebelum akhirnya kembali kekamarnya.

_

Tok

Tok

Tok

Suara ketukan pintu itu membuyarkan lamunan Luhan. Ia bangkit dan memuka pintu kamarnya. Ada Kris disana, ia menggendong Sooyoung yang tertidur.

“Emmm, Han-ah. Bisakah Sooyoung tidur dikamarmu malam ini? Kamarku masih berantakan. Kardus yang kemari belum sempat kurapikan” ujar Kris di ambang pintu.

“Ne, aku bisa tidur di sofa nanti”

“Baiklah. Aku kembali kekamarku dulu” ujar Kris lagi setelah meletakkan Sooyoung diatas tempat tidur Luhan.

“Han-ah”

“Nde?”

“Berhenti menyalahkan dirimu. Aku tidak ingin melihat temanku bunuh diri karena frustasi” candi Kris. Namun hanya ditanggapi dengan senyum lemah oleh Luhan.

Luhan kembali masuk kekamarnya dan duduk ditepi kasur. Ia memandangi wajah Sooyoung lama. Ia mengusap luka goresan dipipi Sooyoung yang tadi belum sempat disentuhnya. Tatapan matanya meredup saat melihat wajah lelah Sooyoung.

“Maafkan aku. Kau pasti takut denganku” ujarnya pelan sambil tetap mengusap rambut Sooyoung.

Ia membenarkan selimut Sooyoung hingga menutupi tubuh gadis itu hingga leher dan mengecup kening indah Sooyoung. Lalu beranjak kearah pintu.

“Saranghae, Soo. Aku rasa waktunya sudah tiba” lagi-lagi ia berucap pelan, nyaris seperti berbisik.

“Jaljayo” lanjutnya lalu mematikan lampu kamar dan keluar.

Dan tanpa Luhan sadari. Kris mendengar dua kalimat terakhirnya dari dari balik tangga bawah.

TBC

Haaahh ,, mian nunggu lamaa ..

Jujur aku bingung banget bikinnya.

Tapi tetep R-C-L yaaa dan ditunggu juga part 3 nyaaa..

Insyallah di part 3 bakal tamat..

Dan semangat buat hari pertama masuk sekolah besok yaaa ^^

Annyeeeooonnggggg #tebarkisseubarengbaekhyun

54 thoughts on “[Mini Series] Neoreul (2/?)

  1. slvky January 5, 2014 / 5:25 PM

    Alhamdulillah kris denger, mudah2an dia ngalah, syoo emang pantes ama luhan, kkk~
    Next partnya secepatnya ditunggu

    • summerblow January 5, 2014 / 6:27 PM

      Ahh~ Geuraeyo~
      Ditunggu yaa
      Gomawo ^^

  2. winterchan January 5, 2014 / 6:38 PM

    luhan potek
    kris potek
    seohyun potek (?)
    everyone is potek (?)
    yang penting ending soohan, aku bahagia (?)
    part 3 nya ditunggu😀

    • summerblow January 5, 2014 / 6:41 PM

      Potek? What is Potek?
      Ne, Diliat aja di part 3 nyaa
      Gomawo ^^

      • winterchan January 5, 2014 / 6:48 PM

        potek adalah hati yang retak (?)

      • summerblow January 5, 2014 / 7:02 PM

        Oohhh…
        appayo~

  3. Iyang Baconie January 5, 2014 / 7:21 PM

    kyyaa~~ lanjut… daebak ff-nya😀

    • summerblow January 5, 2014 / 7:31 PM

      Ne, sabar yaaa
      Berhubung besok udah mulai masuk sekolah, otomatis FFnya juga molor dikit ..
      Tapi ditunggu yaa~
      Gomawo ^^

      • Iyang Baconie January 5, 2014 / 8:08 PM

        oke.. i’ll always wait ur ff🙂

      • summerblow January 5, 2014 / 9:22 PM

        Arigatou Gozaimasu
        Thank tou
        Xie Xie
        Gamsahamnida
        Makasih
        Matur suwun

        Apa lagi yah ??
        Pokoknya thanks deh mau nunggu..
        Aku usahain secepatnya ^^

  4. AULIAsookai January 5, 2014 / 8:04 PM

    next thor~ gila gw ampe nangis luhan marah” kaya gitu -_-

    • summerblow January 5, 2014 / 9:20 PM

      Mwo?? Luhan marah kok malah nangis yah ??
      Kalo gitu next part aku buat kamu lebih nagis lagi boleh ??

      Gomawo komennya ^^

  5. LULU January 5, 2014 / 8:33 PM

    Huh aku suka sm ceritanya, bagus bgt, sooyoung sm luhan pokoknya harus happy ending okeh? Luhan emg cocok bgt sm sooyoung haha.. Next part di tunggu nee

    • summerblow January 5, 2014 / 9:25 PM

      Ne, setuju..
      Aku agak sedih sih waktu dengar kabar Sooyoung eonnie pacaran sama Jung Kyung Ho..
      ntar Lulu gimanaaa :(( #nangisdipelukanbaekhyun

      Gomawo komennya ^^
      Next part ditunggu yah~

  6. shin hyun young January 5, 2014 / 9:08 PM

    Syukur kris denger, semoga kris ngalah dan akhirnya soohan happy end..

    • summerblow January 5, 2014 / 9:27 PM

      Amiiinnn~
      Tapi kasihan juga nih Kris ..
      Aduuuhh gimana yah, aku galaauuuu #pukulpukukbaekhyun

      Gomawo komennya ^^
      Wait for next part please~

  7. ymshtemi January 5, 2014 / 10:19 PM

    kris denger… gimana yah sama lanjutannya._. yasudah ditunggu lanjutannya ‘-‘

  8. wufanneey January 6, 2014 / 1:49 PM

    Kris heartbreak… NO
    tapi mau gimana lagi? aslinya soohan udah saling suka, kan😦

    • summerblow January 6, 2014 / 2:16 PM

      Tanya sama Soo eonnie aja tentang perasaannya~
      Aku juga gak tau #gimanasih
      Gomawo komennya yaa ^^

  9. Bubble Princess January 6, 2014 / 1:56 PM

    aku penasaran ama maksud dari kalimatnya Luhan yang ini “Saranghae, Soo.Aku rasa waktunya sudah tiba” .next partnya selalu ditunggu😉

    • summerblow January 6, 2014 / 2:17 PM

      Iya deh, ditunggu aja~
      Gomawo komennya ^^

  10. Anna Choi January 6, 2014 / 2:42 PM

    nggak nyangka luhan bawa pisau lipat segala O.O
    itu kris denger yang bagian luhan bilang saranghae? moga-moga aja iya amiin
    seo ngalah ke soo aja deh hoho
    nextnya ditunggu..
    jangan end dulu dong wkwk

    • summerblow January 7, 2014 / 2:38 PM

      Waduuhh, kalo tbc terus aku jadi punya banyak hutang ke readers donk..
      Kekeke~
      Pokoknya ditunggu aja next partnya ..
      ntar kalo emang butuh perpanjangan ya aku tambah partnya..
      Gomawo ne ^^

  11. knightspage January 6, 2014 / 4:19 PM

    Kasian uri luhan:(
    Daebak thor ^^ lanjut ne ^^ jgn lama2^^

    • summerblow January 7, 2014 / 2:40 PM

      Ne kasian Luhannie hiks #nangisdipundakbaekhyun
      Aku usahain secepatnya ya..
      tapi nggak tau lagi ntar gimana…
      Soalnya tugas sekolah mulai berkembang biak T_T

      Next part tetap ditunggu ya~
      Gomawo komennya ^^

  12. Qarenza Park January 6, 2014 / 5:34 PM

    Baru kali ini baca FF kalo Kris itu ramah xD
    FF bagus, cinta segitiga kayaknya *soktau -_- lanjut thor ~

    • summerblow January 7, 2014 / 2:41 PM

      Kekeke~
      Sisi lain dari Mr. Cool Guy #colekhidungkris

      Ditunggu aja yaa~
      Gomawo ^^

  13. ariyantiretno January 6, 2014 / 11:59 PM

    so sweet banget luhannya sumpah,beruntung bnget jdi sooyoungnya !!

    next thor

    • summerblow January 7, 2014 / 2:43 PM

      Iya doonngg ..
      Uri Luhannie kan emang so sweet and gentle gituuu~

      Next partnya ditunggu aja yaa
      Gomawo komennya ^^

  14. reinathaknight January 8, 2014 / 5:47 PM

    Wah Uri Luhan emang cowok Gentle ^^
    Sooyoung eonnie you’re so lucky hehe
    Next Thor jangan lama-lama ya😉

    • summerblow January 10, 2014 / 5:34 PM

      Kekeke~
      Ne, gomawo ^^
      Ditunggu yaa

  15. yeni swisty January 10, 2014 / 7:32 PM

    itu kan kris denegr terus, dia nti ngalah gk sama si luhan buat miliki soo😕
    poko nya ending nya harus SooHan #Titik #maksa🙂
    next part di tunggu🙂

    • yeni swisty January 10, 2014 / 7:38 PM

      itu yg denegr maksud nya denger🙂 #typo

      • summerblow January 11, 2014 / 7:56 PM

        Waaahh~
        Terserah Soo eonnie aja deh maunya sama sapa…

        Gomawo, ne ^^

  16. KyuhyunBaekhyunSooyoung January 23, 2014 / 11:48 AM

    kris… please ngalah donk… buat Luhan yang imut itu.
    daebak thor lanjut

    • summerblow February 10, 2014 / 8:00 PM

      hahaha ..
      ditunggu next chap yaa..
      mungkin agak lama.. soalnya author lagi banyak tugas ..

    • summerblow February 10, 2014 / 7:59 PM

      nadoo.. tapi mian .. author lagi sibuk sama tugas nii~
      secepatnya nee ^^

  17. khusnul77 April 22, 2014 / 9:49 PM

    kapan dilanjutin, udh gak sabar sma ceritanya😦

    • summerblow April 29, 2014 / 7:31 PM

      Aduuhh maaf banget yaa.. masih belom bisa .. aku usahain yaaa

  18. Rizky Amelia May 18, 2014 / 7:40 PM

    Keren eonni kerennn *0*
    Kris denger yaaa??? Waduhh bisa perang nihh ._. Next partnya ditunggu eonni^-^

  19. Nurafrianti May 20, 2014 / 4:24 AM

    Ffnya dilanjut dong thor.. Seru nih

    • summerblow June 6, 2014 / 7:37 PM

      oke .. habis UKK yaa… Bulan puasa nanti

  20. Kim SooYeol June 1, 2014 / 9:40 PM

    Part 3nya kapan nih thor?? Mkin penasarannn…. Ayoo bkin soohan happy end yah thorr

    • summerblow June 6, 2014 / 7:37 PM

      Ne.. sabar yaaa… Mungkin bulan puasa nanti rilis..

  21. Regina Zahra June 10, 2014 / 1:54 PM

    Huah alhamdulillah si Han udh nyadar ama perasaannya sendiri ^^
    please Kris ngalah ama Luhan ne, biarkan SooHan bahagia *apadah ><

    huh huh huh gga sabar ama lanjutannya ^^
    daebak, feelny kerasa ^^

    • summerblow June 11, 2014 / 12:01 PM

      Hahaha.. awal bulan rilis chinguu
      Gomawo ^^

  22. fitriyulinda85 June 10, 2014 / 3:26 PM

    Astaga luhan bener” sayang sama soo sampe si soo di marahin kata gtu luhan care bngt ahhhhh……… Di tunggu kljuntannya thor ^^

    • summerblow June 11, 2014 / 12:03 PM

      Iyanihh sebenernya author jealous juga sih…
      sabar ne ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s