[Freelance] Love in Autumn (Oneshot)

image

Written by : Khusnul (@noonapark18) || Tittle : Love in Autumn || Cast : EXO’s Xi Luhan & SNSD’s Choi Sooyoung || Lenght : One Shot || Ratting : General || Genre : AU-Romance

Disclaimer : This story is purely mine! Except the idol caracter, they’re belong to God.

Warning : Also posted in my blog –here (http://noonapark.wordpress.com/)

Enjoy it—Happy Reading ^^

~o0o~

Sore ini tampak begitu menenangkan. Seorang yeoja dengan surai cokelat terlihat tengah duduk disalah satu bangku taman. Mengenakan celana jeans dengan warna yang senada dengan boots yang ia kenakan saat ini, dipadukan dengan kaos putih yang dilapisi mantel berwarna cokelat. Taman ini tampak begitu sepi. Ya, inilah yang diinginkan oleh Choi Sooyoung –yeoja itu.

Sooyoung menutup kedua matanya perlahan, menghirup aroma musim gugur yang terbawa oleh angin yang berhembus menerpa seluruh raganya –bahkan jiwanya. Sudut bibirnya tertarik keatas membentuk sebuah lengkungan, ia tersenyum.

Kali ini matanya terbuka. Manik hitamnya menatap lekat kearah daun maple yang berserakan di permukaan bumi. Dedaunan itu terus luruh secara bergantian, memisahkan diri dari rantingnya, melayang-layang di udara hingga daun itu akan menyentuh permukaan bumi secara perlahan, kemudian jika tertiup angin, maka angin itu akan membawa dedaunan itu pergi entah kemana. Setidaknya begitulah sedikit gambaran dari Choi Sooyoung tentang musim gugur.

Kini pikiran Sooyoung tidak lagi fokus pada musim gugur. Tapi pada seseorang. Seseorang yang berhasil mengubah pandangannya tentang musim gugur. Bukan hanya musim gugur, tapi juga hatinya.

“Apa kau tahu? Musim gugur dan maple itu selalu menjadi hal yang berkaitan. Pohon maple mempunyai daun yang sangat cantik dan mendamaikan, apalagi bila dedaunan yang rapuh itu luruh dan menutupi bumi, berserakan dan bertaburan seolah melengkapkan lagi kanvas lukisan alam yang sempurna indahnya. Kau hanya perlu menutup matamu, menghirup aromanya, dan kau akan merasakan dedaunan yang luruh itu menyapamu. Membisikkan sebuah kata yang mampu membuat hatimu menjadi tenang”

Sooyoung tersenyum mengingat sederet kalimat yang pernah terlontar dari seseorang itu. Kalimat yang seolah menjadi sihir tanpa obat bagi dirinya. Membuatnya mengingat masa-masa saat itu. Lima tahun silam.

#Flashback on

Choi Sooyoung. Yeoja itu berjalan kasar menuju sebuah kursi taman yang tak jauh dari kampusnya. Ia tampak begitu kerepotan dengan beberapa buku tebal yang kini ada ditangannya.

“Ck! Jadi begini ya menjadi anak kuliahan? Belum genap satu bulan menyandang status sebagai mahasiswi aku sudah harus mengerjakan tugas-tugas yang— Ahrgh! Ya! Ya!”belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, beberapa daun maple berwarna oranye yang tertiup angin itu menerpa wajahnya.

Setelah berhasil menjauhkan daun-daun itu dari dirinya –sesekali mengumpat kearah daun itu-Sooyoung menghentikan langkahnya. Ia mendengus kesal, sebelum akhirnya berucap.

“AKU BENCI MUSIM GUGUR!”

***

Musim gugur telah menggantikan musim semi. Bunga-bunga yang indah dengan kelopak yang beraneka warna kini telah digantikan dengan dedaunan berwarna oranye yang selalu jatuh di atas permukaan bumi secara bergantian. Sooyoung sungguh merindukan musim semi itu, musim yang sangat ia sukai. Dan masalah musim gugur? Jangan tanyakan ini pada dirinya. Karena bagi Sooyoung musim gugur tak lebih hanya sebagai ‘penghancur’ musim semi kesukaannya.

Sooyoung mulai berkutat dengan benda berlayar tipis berukuran 14 inch itu. Jari-jari lentiknya menari-nari dengan lincah diatas tombol-tombol yang tersusun dengan tulisan huruf atau angka diatasnya.

Ia tengah serius dengan tugasnya saat beberapa daun maple yang kering itu jatuh diatas kepalanya –lagi.

“Argh! Jinja! Bisakah kau tidak mengangguku? Untuk kali ini saja? Apa kau tidak lihat aku sedang sibuk mengerjakan tugasku?!”

Begitulah Sooyoung. Ia selalu berkata kasar pada daun kering tak berdosa itu. Setelah berhasil menyingkirkan daun kering itu dari kepalanya, kini Sooyoung hanya memutar bola matanya malas karena dua buah daun maple yang kering jatuh diatas laptopnya. Sooyoung hanya memungutnya, lalu membuangnya kasar.

Yeoja itu menggerutu tidak jelas sembari melanjutkan tugasnya yang sempat tertunda. Sungguh, daun-daun kering itu selalu membuat Sooyoung kehilangan mood-nya.

“Hai! Yeoja musim gugur!”

Sooyoung terdiam. Sebuah suara lembut yang masuk ke dalam indera pendengarannya mampu membuat seluruh aktivitas yang dilakukan tubuhnya berhenti sesaat.

Lalu yeoja itu menolehkan kepalanya kearah kanan.

“Aku disini”

Sooyoung refleks menoleh kearah kiri, dan mendapati seorang namja tiba-tiba sudah duduk disebelahnya dengan senyum mengembang, dan pandangan lurus kedepan.

Untuk sesaat Sooyoung mengakui bahwa ia sempat terpesona hanya mendengar suara merdu namja itu. Ditambah, jika Sooyoung lihat namja ini tidak terlalu buruk dimatanya.

Oh tidak! Dia tampan. Sangat.

Tapi hei! Tadi dia memanggilnya Sooyoung apa?

“Hai! Yeoja musim gugur”Namja itu menoleh kearah Sooyoung. Mengembangkan sebuah senyum yang Sooyoung akui senyum itu sangat manis. Tapi yang merusak semuanya hanya satu.

Sooyoung mengerjap beberapa kali,“Mwoya? Kau memanggil aku apa?”

“Yeoja musim gugur. Memangnya kenapa? Sudah satu minggu ini aku melihatmu selalu datang kesini. Dari awal pergantian antara musim semi dan musim gugur hingga sekarang. Jadi tidak salah kan aku memanggilmu yeoja musim gugur?”Namja itu berkata dengan senyum yang renyah.

Sooyoung sedikit menganga mendengar jawaban yang keluar dari namja itu. “Aish! Apapun alasannya kau tidak boleh memanggilku seperti itu. Kau mengerti?”

“Lalu aku harus memanggilmu apa? Nona musim gugur?”

Sooyoung menepuk jidatnya, lalu menatap datar kearah namja yang kini berhadapan dengannya, “Jangan menambahkan kata ‘musim gugur’ di belakangnya, karena aku tidak menyukainya”lalu Sooyoung kembali berkutat dengan laptop miliknya.

“Waeyo? Kau tidak menyukai musim gugur, eo?”

“Tidak!”

“Apa kau bisa memberiku alasannya?”

Oke, Sooyoung mulai risih dengan kehadiran namja disampingnya ini. Ia menutup paksa laptop yang ada dipangkuannya. Ia akui mungkin tadi ia sempat ‘sedikit’ terpesona dengan namja ini. Tapi tidak setelah ia mengeluarkan begitu banyak kata yang berhubungan dengan musim gugur.

Musim yang paling dibencinya.

Sooyoung menatap kesal kearah namja namja itu. “Musim gugur. Apa bagusnya musim itu? Musim yang hanya di isi dengan dedaunan kering yang kemudian jatuh dari pohon, berserakan di atas bumi dan akan terbang entah kemana jika tertiup angin. Selesai! Hanya itu bukan?”

Namja itu terkekeh, membuat Sooyoung menautkan kedua alisnya.

“Ada yang lucu?”sungutnya.

Setelah berhasil meredupkan tawanya, namja itu kini tersenyum lembut. Pandangannya menerawang kedepan. “Kalau aku, aku sangat menyukai musim gugur”

Orang aneh; Sooyoung mencibir dalam hati.

“Karena bagiku, musim gugur adalah sesuatu yang istimewa. Walaupun hanya di isi dengan daun maple kering yang jatuh. Tapi dari daun-daun kering itu, kau bisa merasakan sesuatu yang menenangkan”

Sooyoung mengerutkan keningnya. Ia semakin bingung dengan kalimat yang diucapkan namja itu.

“Apa kau tahu? Musim gugur dan maple itu selalu menjadi hal yang berkaitan. Pohon maple mempunyai daun yang sangat cantik dan mendamaikan, apalagi bila dedaunan yang rapuh itu luruh dan menutupi bumi, berserakan dan bertaburan seolah melengkapkan lagi kanvas lukisan alam yang sempurna indahnya. Kau hanya perlu menutup matamu, menghirup aromanya, dan kau akan merasakan dedaunan yang luruh itu menyapamu. Membisikkan sebuah kata yang mampu membuat hatimu menjadi tenang”Namja itu mengakhiri kalimatnya dengan menatap Sooyoung dengan tatapan lembut.

Sooyoung terdiam.

Entah mengapa setelah mendengar sederet kalimat yang terlontar dari mulut namja itu, sesuatu yang aneh menyelimuti dirinya.

“Itulah sebabnya aku sangat menyukai musim gugur”tambah namja itu dengan senyum yang mengembang.

Tidak seperti biasanya. Karena biasanya Sooyoung akan selalu membantah orang yang berani menentang teorinya tentang musim gugur. Tapi kali ini. Sooyoung benar-benar tidak bisa berkutik.

“Baiklah Nona, aku harus pergi”Namja itu beranjak dari duduknya setelah sempat hening beberapa saat. Sooyoung hanya memandangnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Namja itu mulai melangkah menjauhi Sooyoung.

“Oya!”Namja itu berseru. Langkahnya terhenti dan kini ia memutar tubuhnya kearah Sooyoung.

“N-ne?”sahut Sooyoung gugup. Entahlah.

“Kau mahasiswi jurusan fotografi di University of Seoul bukan?”

Sooyoung menautkan kedua alisnya. “Bagaimana kau bisa tahu hal itu?”

Namja itu terkekeh pelan. “Kalau begitu kita masih satu universitas. Aku adalah mahasiswa jurusan seni. Aku pernah melihatmu saat keluar dari kelas, dan hei! Bukankah kelas kita bersebalahan?!”

***

“Ah~ akhirnya selesai juga!”Seru Sooyoung senang sembari merentangkan kedua tangannya. Sooyoung sedikit menggeliat, sekedar mengendurkan otot-ototnya yang sempat tegang karena tugas yang ia kerjakan hingga sore seperti ini.

Setelah mengemaskan barang-barangnya, Sooyoung terdiam. Entah mengapa tiba-tiba perkataan namja yang ia temui kemarin sore di taman ini terngiang-ngiang memenuhi kepalanya.

“. . . Kau hanya perlu menutup matamu, menghirup aromanya, dan kau akan merasakan dedaunan yang luruh itu menyapamu. Membisikkan sebuah kata yang mampu membuat hatimu menjadi tenang”

Tanpa Sooyoung sadari kedua matanya tertutup secara perlahan. Dan saat matanya benar-benar tertutup rapat. Angin berhembus dengan lembut, menerpa seluruh tubuhnya hingga membuat beberapa anak rambut Sooyoung sedikit berterbangan.

Sooyoung merasakan sensasi aneh saat indera pendengarannnya menangkap bunyi yang begitu asing baginya. Walaupun ia tidak membuka matanya, tapi Sooyoung tahu, itu adalah bunyi gesekan daun-daun maple yang tertiup angin. Bunyi yang Sooyoung harap tidak akan pernah masuk ke dalam indera pendengarannya. Dan sekarang, bunyi itu bahkan mampu membuat hatinya merasakan sesuatu aneh kini menyelimuti hatinya. Dan aroma ini… aroma musim gugur benar-benar menenangkan.

Sudut bibir Sooyoung tertarik keatas. Mengukir seulas senyum lembut diwajah cantiknya.

Sooyoung membuka matanya perlahan, di saat yang bersamaan satu daun maple kering berwarna oranye jatuh di atas pangkuannya. Lalu ia memungutnya –kali ini dengan lembut dan penuh kehati-hatian. Ia menatap daun kering itu lekat-lekat. “Ternyata… musim gugur tidak seburuk yang aku pikirkan”

***

Dosen Choi mengakhiri pembelajaran kali ini dengan kalimat yang biasa ia ucapkan, “Sampai disini pertemuan kita hari ini, dan sampai jumpa di pertemuan berikutnya”

Kelas tampak begitu gaduh saat dosen Choi baru beberapa detik menghilang dari balik pintu. Ya, sebulan menjadi mahasiswa ternyata belum mampu menghilangkan kebiasaan saat-saat di bangku SMA.

Choi Sooyoung. Di tengah kegaduhan kelasnya, yeoja itu sedari tadi hanya diam. Pikiran dan otaknya hanya dipenuhi dengan dua kata, ‘Musim Gugur’.

“Taeyeon-ah”Sooyoung menoleh kearah yeoja mungil yang duduk disebelah kirinya.

“Eum?”Yeoja itu hanya menyahutnya dengan gumaman, sedangkan kedua tangannya masih sibuk membereskan buku-buku yang berserakan diatas mejanya.

“Ah…”Sooyoung seolah menggantungkan kalimatnya

Kali ini yeoja bernama Taeyeon itu menoleh kearah Sooyoung dengan tatapan menyelidik. “Mwoga?”

“Eung…”Sooyoung hanya menggaruk tengkuk nya. Ia bingung harus memulainya dari mana.

“Mwoya? Ayolah cepat katakan apa yang ingin kau katakan, karena sebentar lagi aku dan Joonmyeon oppa akan pergi berkencan”sungut Taeyeon.

Tatapan Sooyoung berubah menjadi tatapan datar, “Kencan? Astaga! Ini masih sore Nona!”

“Memangnya kenapa? Kami akan memulainya lebih awal dan mengakhirinya sedikit lebih lama”Taeyeon menunjukkan senyum gummy-nya. Dan Sooyoung hanya bisa menggeleng pelan atas perkataan teman-nya ini.

“Jadi? Ada yang ingin kau katakan padaku?”tanya Taeyeon menyelidik. Ia sudah siap untuk pergi meninggalkan kelas.

Sooyoung kembali berfikir, “Eum, dua hari yang lalu saat mengerjakan tugas di taman, aku bertemu dengan seseorang”Sooyoung memulai ceritanya.

“Lalu?”

“Lalu… dia menceritakan sesuatu padaku tentang musim gugur”

“Lalu?”

“Lalu… Astaga, Taeyeon-ya! Apa tidak ada kata-kata lain selain ‘lalu’?”

“Itu karena kau selalu memotong pembicaraanmu, Choi Sooyoung!”Taeyeon tak mau kalah. Tiba-tiba handphone digenggamannya bergetar. “Ah! Joonmyeon oppa sudah menelfonku!”pekiknya dengan mata berbinar.

Pundak Sooyoung merosot. Ia menatap datar Taeyeon yang kini terlihat tengah berbincang di telfon dengan kekasihnya.

“Ah! Sudahlah! Aku akan cerita padamu lain waktu”Sooyoung beranjak dari duduknya.

“Oke!”sahut Taeyeon sembari mengedipkan satu matanya. Lalu yeoja itu berlari kecil meninggalkan kelas. Meninggalkan Sooyoung sendiri. Sooyoung hanya menggeleng pelan melihat tingkah sahabat sejak masa SMA-nya itu.

***

Walaupun awalnya sempat ragu, tapi akhirnya disinilah Sooyoung berada. Berdiri di depan kelas seni.

“Kalau begitu kita masih satu universitas. Aku adalah mahasiswa jurusan seni. Aku pernah melihatmu saat keluar dari kelas, dan hei! Bukankah kelas kita bersebalahan?!”

Sooyoung hanya membuang pandangan saat satu-persatu mahasiswa mulai keluar dari kelasnya. Hingga pada akhirnya tidak ada lagi seseorangpun yang keluar dari kelas itu, dan Sooyoung belum bertemu dengan pemuda musim gugur itu. Ya, setidaknya itulah julukan yang Sooyoung berikan padanya.

Sooyoung menuju pintu, lalu memperhatikan isi kelas itu. “Kosong? Kemana dia?”gumam Sooyoung. Ia tampak begitu kecewa. Dan memutuskan untuk pergi dari sana.

***

Sudah sekitar satu jam Sooyoung berada di taman ini. Kali ini ia datang bukan untuk mengerjakan tugas. Ia hanya ingin mencari ketenangan. Ya, ketenangan.

Sooyoung mendongakan kepalanya keatas, ia bisa melihat daun-daun maple berwarna oranye itu terus bergerak karena tiupan angin. Dan beberapa dari mereka akan jatuh dan melayang-layang di udara lalu tergeletak di atas permukaan bumi. Bias cahaya mentari sore menembus di sela-sela dedaunan itu, Sooyoung hanya tertawa kecil saat bias itu terkadang menerpa wajahnya, membuat mata Sooyoung menjadi silau hingga ia akan menutup matanya.

“Sepertinya kau sangat menikmatinya, Nona musim gugur”

Sooyoung tersentak. Saat ia menoleh, ia sudah mendapati namja itu tengah duduk disampingnya.

“Sepertinya dia memang senang datang secara tiba-tiba”

“Kau sedang apa?”Namja itu bertanya dengan senyuman lembut yang menghiasi wajahnya.

“A-ah.. aku—“

“Menikmati musim gugur?”potong namja itu cepat.

“Ne?”

Namja itu terkekeh. “Sepertinya kau sudah bisa menerima musim gugur. Buktinya, kemarin aku melihatmu menuruti kata-kataku”

Sooyoung tampak semakin gugup. “Apa dia melihatnya?”

“Kau memejamkan matamu, menghirup aroma musim gugur. Setelah beberapa saat tiba-tiba kau tersenyum”jelasnya tanpa menatap Sooyoung.

“Astaga!” Sooyoung tampak kikuk. “K-kau mengintipku ya!”sungutnya marah.

“Mwo? Mengintipmu?”kaget namja itu. “Jika musim gugur tiba aku selalu datang kesini. Duduk dibawah pohon itu”namja itu menunjuk ke arah sebuah pohon maple yang tak jauh dari tempat mereka berada. “Dan kebetulan, aku melihatmu”

Sooyoung terdiam. Ia menundukkan wajahnya yang sudah merah padam karena menahan malu.

“Xi Luhan. Namaku Xi Luhan”Namja itu mengulurkan satu tangannya kearah Sooyoung. Lantas yeoja itu menatap Luhan lekat-lekat. Dalam pendengarannya, suara namja yang bernama Luhan itu sungguh merdu dan menenangkan. Apalagi senyumnya saat ini, senyum manis yang menampakkan deretan giginya yang rapi.

“A-aku Choi Sooyoung”

***

“Sudah kukatakan padamu berkali-kali bukan! Doraemon lebih hebat daripada Naruto. Meskipun Naruto memiliki jurus seribu bayangan sekalipun, tapi Doraemon memiliki banyak hal tak terduga dalam kantong ajaibnya!”Sooyoung mengatakan sederet kata itu dengan suara yang ia naikkan beberapa oktav. Membuat Luhan yang ada disisinya sedikit menjauhkan kepalanya.

“Ya! Kau bisa pelan-pelan tidak!”komentar Luhan sembari merampas paksa komik Doraemon dari tangan Sooyoung.

“Kembalikan itu padaku!”

“Shireo!”

“Kalau begitu aku akan mengambil komik Naruto-mu yang ada didalam tas dan membuangnya ke sungai Han”

“Mwo?”

“Ucapkanlah selamat tinggal kepada komik kesayangannmu Xi Luhan”

“Ya! Jangan lari! Aku akan mengejarmu!”

***

“Bagaimana? Bagus bukan?”Luhan menatap Sooyoung lembut. Mereka tengah duduk di bangku taman yang sering mereka datangi. Duduk berdampingan, Luhan berbagi headset berwarna putih yang terpasang di salah satu telinga mereka saat ini.

Sooyoung hanya bisa mengangguk lalu tersenyum lembut. Sudah dua minggu ini ia banyak mengahabiskan waktu bersama Luhan. Menceritakan hal-hal sepele bahkan tak jarang mereka berdebat tentang hal-hal yang kekanak-kanakan. Tapi justru hal-hal seperti itulah yang membuat hubungan mereka terjalin semakin erat. Sangat erat sampai-sampai keduanya merasakan ada sesuatu yang aneh menyelimuti hati mereka saat ini.

“Aku menciptakan sendiri lagu ini”Luhan mengalihkan pandangannya dari Sooyoung, kini ia menatap lurus kedepan. Memperhatikan daun-daun berwarna oranye itu tersapu angin. Cahaya senja menyelimuti bumi, langit tampak begitu indah dengan guratan awan berwarna oranye menambah kesempurnaan alam ini, lukisan Tuhan yang tiada bandingnya.

Lagu berjudul ‘My Lady’ yang Luhan ciptakan sendiri masih terus mengalun indah di telinga mereka, dengan iringan suara piano yang begitu lembut. Luhan memang pantas masuk ke jurusan seni.

“Kau tahu? Aku menciptakan lagu ini saat pertama kali aku bertemu denganmu”

Deg.

Sooyoung terdiam. Ia menatap Luhan lekat. Tapi namja itu masih saja menatap lurus kedepan.

“Sekarang, apa pendapatmu tentang musim gugur, Sooyoung-ah?”kali ini Luhan menatap Sooyoung lembut

“Tenang. Aku merasakan ketenangan”kalimat itu lolos begitu saja dari mulut Sooyoung.

Luhan tersenyum lembut. Detik berikutnya, tiba-tiba Sooyoung merasakan sesuatu yang lembut dan basah menyentuh bibirnya. Lima detik. Selama lima detik Luhan menciumnya. Lima detik yang membuat sekujur tubuh Sooyoung dijalari kehangatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Lima detik yang tidak akan pernah ia lupakan dalam hidupnya.

“Jika kau tenang, aku juga merasa tenang”kata Luhan lembut, lalu ia merengkuh tubuh Sooyoung dalam dekapan hangatnya. Hangat, sampai-sampai Sooyoung menutup kedua matanya untuk menikmati kehangatan itu.

“Dan kurasa, inilah waktu yang tepat untuk aku mengatakannya”

Sooyoung membuka matanya seketika, “Mwoga?”

Luhan melepaskan pelukannya, ia menatap yeoja didepannya itu lekat-lekat. “Sooyoung-ah, aku harus pergi”sorot mata Luhan terlihat sangat serius, namun tersirat kekecewaan disana.

Sooyoung manatap Luhan tak percaya. “Mwo? P-pergi?”

“Ne. Orang tuaku menyuruhku kembali ke Cina. Dan mungkin aku akan menetap disana”

Dada Sooyoung seperti dihantam oleh sebongkah batu yang besar. Ia merasakan sesak yang teramat sangat disana. Dan ia mulai merasakan seperti ada sesuatu mendesak yang ingin keluar dari matanya.

“Maafkan aku, Sooyoung-ah. Aku senang bisa bertemu denganmu”Luhan menggenggam tangan Sooyoung erat. “Dan kuharap, setelah ini kau tidak akan membenci musim gugur lagi”Luhan terkekeh pelan, sebelum melanjutkan kalimatnya. “Saat kau merindukanku nanti, kau hanya perlu memejamkan matamu, menghirup aromanya dan merasakan dedaunan yang luruh itu membisikkan sesuatu padamu, sesuatu yang membuat hatimu tenang”Luhan tersenyum lembut. Kedua tangannya menangkup pipi Sooyoung, lalu ia mengecup lembut kening Sooyoung. Cukup lama. Saat Luhan memisahkan bibirnya dari kening Sooyoung, saat itu juga air bening mulai menganak di kedua pipi chubby yeoja itu.

“Sooyoung-ah, kau adalah seseorang yang spesial untukku. Aku sangat menyayangimu”

Setelah mengucapkan kalimat itu, Luhan perlahan beranjak dari duduknya. Berjalan menjauh meninggalkan Sooyoung yang mematung di tempatnya.

“Tidak.. ini mimpi.. ini mimpi!”

#Flashback off

Sooyoung membuka kedua matanya secara perlahan.

She’s my lady nunbusin ni ipsure Ppajyeobeorin naneun noye i’m running into your heart, oh yeah! (She’s my lady I will completely fall into your dazzling lips I’m running in to your heart)

Jom deo neol naege boyeojwo (don’t lie) Soljikhaejindamyeon (its gonna be easy) Dan han beondo neukkil su eopdeon dalkomhan hamoni Don’t be too late! (Show me a bit more of yourself (don’t lie) To be honest (it’s gonna be easy) This harmony that I haven’t even felt once Don’t be too late)

Chinguga anya Namjaigo sipeo neoegen Eotteon sarami anya Ojik dan han saram, neol jikyeojul (Not a friend I want to be a man to you Not just any person The one person who will protect you)

Chinguga anya Imi cheoeum neol bon geu sunganbuteo Geunyang haneun mal anya Lady! Ojik nan neomaneul (Not a friend Starting from the first moment that I saw you I’m not just saying this Lady! I only have you)

Lagu berjudul ‘My Lady’ itu masih mengalun merdu didalam indera pendengarannya. Luhan meninggalkan MP3 player-nya saat ia akan pergi kala itu. Lagu itu yang selalu menemani Sooyoung di kala sepi. Terlebih saat musim gugur seperti ini.

Ia tersenyum kecut. Ini sudah musim gugur yang kelima semenjak kepergian Luhan. Namja itu tidak pernah mengiriminya kabar atau apapun. Tidak bisa Sooyoung pungkiri, ia selalu berharap Luhan akan datang dan menceritakan hal-hal menarik mengenai musim gugur, ataupun yang lainnya.

Disisi lain, Sooyoung merasa harapan itu hanya akan menguap dengan sia-sia. Menunggu seseorang yang bahkan tidak mengucapkan ‘sampai jumpa’ kepadamu saat ia pergi, bukankah itu hanya sia-sia? Dan juga, Luhan mengatakan bahkan dia akan menetap disana.

Tapi entahlah, Sooyoung sudah mencoba sekuat mungkin untuk melupakan perasaannya pada Luhan. Tapi semakin ia mencoba untuk melupakannya, itu semakin menyiksa batinnya sendiri.

Ia tidak mampu. Sungguh.

“Luhan-ah… aku merindukanmu. Aku… sangat merindukanmu”

Sooyoung menunduk. Bulir-bulir bening itu kembali jatuh dan membasahi kedua pipinya.

“Xi Luhan… kumohon, kembalilah padaku”

***

Sooyoung berjalan lemas meninggalkan taman. Ia berhenti sejenak, memperhatikan hari yang mulai gelap. Angin dingin mulai menusuk ke tulangnya. Ya, musim gugur akan segera berakhir, dan akan digantikan dengan musim dingin. Tangkai-tangkai pohon yang tak berdaun itu akan tertutupi oleh benda putih yang sangat dingin. Dan daun-daun kering yang berserakan tidak akan lagi terbang karena tertiup angin, melainkan mereka akan lenyap tertutupi oleh benda putih dingin itu. Salju.

“Musim gugur akan berakhir”Sooyoung bergumam. Ia menunduk, menatap ujung sepatunya sendiri.

“Belum. Ini belum sepenuhnya berakhir”

Deg.

Suara itu. Sebuah suara yang selalu membuat jantung Sooyoung berdebar-debar saat mendengarnya.

“Apa kabar, Choi Sooyoung”

Kini tubuh Sooyoung menegang saat mersakan dua tangan melingkar dipinggangnya. Seseorang memeluknya dari belakang.

“Aku merindukanmu”

Luhan. Namja itu kini meletakkan dagunya di atas pundak Sooyoung.

“Apa… ini mimpi”Sooyoung bergumam pelan. Detik kemudian air matanya jatuh dengan sendirinya.

“Tidak. Kau tidak sedang bermimpi, Sooyoung-ah”

Luhan melepas pelukannya, ia memutar tubuh Sooyoung agar menghadap kearahnya. Ia menatap yeoja itu lekat-lekat.

“Kau sudah menjadi fotografer yang hebat”Luhan mengacak pelan puncak kepala Sooyoung. “Di Cina aku melihat hasil foto-mu di pajang di berbagai tempat. Musim gugur. Kenapa kau memilih tema itu?”

Sooyoung sudah tidak bisa menahannya. Ia langsung memeluk Luhan erat. “Tenang. Karena aku bisa merasakan ketenangan”katanya disela-sela isakannya.

Luhan membalas pelukan Sooyoung. “Sekarang bagaimana perasaanmu? Apa kau sedang tidak tenang? Mengapa kau menangis?”

“Aku merindukanmu bodoh!”sahut Sooyoung dengan suara serak, ia memukul pundak Luhan pelan.

“Aku juga. Aku juga merindukanmu. Sangat. Aku merindukan musim gugur, merindukan musim gugur saat aku bersamamu. Dan sekarang, aku kembali karena aku ingin mengulangnya. Mengulang kenangan kita dimusim gugur. Aku ingin kita memulainya dari awal, dan aku juga ingin… ini tidak akan berakhir, tidak akan pernah”

Luhan melepaskan pelukannya. Ia menatap Sooyoung lekat, lalu mengecup bibir Sooyoung sekilas.

“Aku mencintaimu Choi Sooyoung. Aku kembali untukmu, aku ingin menjadi musim gugur-mu, yang selalu bisa menenangkanmu. Aku akan menjagamu dan melindungimu, membuatmu nyaman saat berada disampingku”

Sooyoung tersenyum lembut. Ia menatap Luhan lekat, lalu memeluknya dengan hangat. “Gomawo.. gomawo, Luhan-ah”

“Besok, kita akan memulainya dari awal”

“Ya, musim gugur belum berakhir. Karena musim gugur-ku telah kembali. Satu alasan yang selalu membuatku merasa tenang. Dia.. Xi Luhan” –Choi Sooyoung

——-Finish——-

Oya, aku freelancer baru disini. Salam kenal ^^
Ditunggu review-nya🙂

Admin note :
Mohon maaf untuk freelancer yang sudah mengirimkan ff nya ke e-mail SFI, bagi yang merasa ff nya belum di post silahkan di cc (copy carbon) ke e-mail annisahika08@gmail.com
Karena admin-admin kami sedang sibuk, jadi saya (annisahika) turut membantu.
Mohon maaf juga untuk khusnul eonni yang publsh-annya ga aku edit lagi. Soalnya aku pikir bakalan lama jadinya hehe😀
Mohon maaf yaa ^^

44 thoughts on “[Freelance] Love in Autumn (Oneshot)

  1. thelittleshikshin December 31, 2013 / 6:20 AM

    manisnyaaaa. feelnya dapet banget:”)
    keren! ditunggu ff mu yg lain author freelancer;D keep writing!

    • noonapark December 31, 2013 / 8:23 AM

      Makasih ya udah bersedia mampir😀

  2. choi_reni407 December 31, 2013 / 7:49 AM

    So sweet bgt pairing ini.. Daebak ff

  3. reinathaknight December 31, 2013 / 8:10 AM

    Aish Couple ini so Sweet banget sih haha
    Luhan gege salah satu pairing Sooyoung eonnie favorit aku ^_^

  4. noonapark December 31, 2013 / 8:22 AM

    Yaa~ Hika saeng, makasih banget udah mau publish-in ^_^
    Ah, ngga apa2 lagi ngga di edit, kamu udah mau publish-in eon udah seneng kok x)
    Sekali lagi thanks ya :*

    • annisahika December 31, 2013 / 9:56 AM

      Eonni-ya~ ini ff nya keren banget :3 bahasanya bagus ih bikin aku iri u.u tiba” terlintas dalam pikiran aku pengen ngerasain musim gugur saking ngirinya ama Sooyoung kekeke xD pokonya kece deh un (y) alurnya ga kecepetan, cocok sama temanya, musim gugur yang menenangkan :3
      oh iya, sama” eonni :*

      • noonapark December 31, 2013 / 2:50 PM

        ahh.. bagus apaan😄
        ff buatan kamu lebih bagus, bahasanya luas. kalo eon kan mentok di situ2 aja. haha
        tp makasih ya udah mau baca kamunya :3

    • annisahika January 1, 2014 / 2:24 PM

      ah eonni mah merendah aja, ini beneran bagus un, seriuss *v sign*
      mentok apaan? Engga ko😉 sama” eonni🙂 sering” kirim ff kesini deh ya🙂

      • noonapark January 1, 2014 / 2:26 PM

        aigoo.. makasih deh ya :3
        oke deh saeng, kapan2 eon kirim lagi ^^
        oya, kalo mau ngirim jadi ke e-mail yg mana? ._.

    • annisahika January 1, 2014 / 2:31 PM

      sama” ^^ sip (y) tetep ke e-mail SFI, tapi di cc ke e-mail aku aja🙂 selama aku ga hiatus, pasti aku bantu adminnya🙂

      • noonapark January 1, 2014 / 2:32 PM

        okesip saeng :*
        makasih loh atas bantuannya :3

  5. slvky December 31, 2013 / 8:46 AM

    soohan selalu soswit
    suka bgt sama pairing ini-selain kyuyoung-, feelnya dapet bgt
    ditunggu pairing soohan laennya

  6. Monic December 31, 2013 / 9:22 AM

    Hore happy ending
    Kirain bkln sad

  7. eunhani December 31, 2013 / 9:52 AM

    Akhirny luhqn balik… sweet bgt…

  8. KyuhyunBaekhyunSooyoung December 31, 2013 / 11:04 AM

    so swet,,,, apa gitu

  9. winterchan December 31, 2013 / 11:59 AM

    yaampun ini kerasa banget feelnya :’)
    daebak banget lah :’)

  10. Qarenza Park December 31, 2013 / 6:42 PM

    Ceritanya simple, bahasanya bagus, dan kisah romansa yang manis🙂 Daebak !🙂

  11. hananhee December 31, 2013 / 6:57 PM

    huuaa!! keren!! ><
    keren! tetep berkarya! ditunggu next ff.a!^^

    • hananhee December 31, 2013 / 6:58 PM

      sorry, tuh commentnya kepotong, jadinya malah aneh commentnya.. ==”

      • noonapark January 1, 2014 / 7:34 AM

        apanya yg aneh? ngga kok😀
        btw makasih ya udah baca :3

  12. kimjongin247 December 31, 2013 / 10:12 PM

    nice ff thor,,
    ditunggu ffnya yg lain

    • noonapark January 1, 2014 / 7:33 AM

      oke, makasih ya udah baca ^^

  13. syaffinhumaira January 1, 2014 / 9:14 AM

    d a e b a k ! ^^
    so sweet banget sih luhan >.< aku juga pengen jadi sooyoung masa T^T
    nice ff ya eon,!😀

  14. giofi16yousen January 1, 2014 / 11:17 AM

    Pengen cept musim gugur setelah bc ff soohan satu ini
    Selain feelnya dapat mereka itu so sweet
    Tadi aku kira luhan udah punya yg lain atau dead heheh😀 tapi akhirnya kmbali ke Sooyoung
    Next ff ditunggu FIGHTING !

  15. wufanneey January 1, 2014 / 1:11 PM

    seandainya ada cowok yang beneran punya sifat kayak gitu, gue kejar-kejar deh astaga…. /mimisan/
    nggak tau kenapa fanfic ini SooHan banget

  16. putri January 1, 2014 / 1:35 PM

    bahasanya keren dan mudah d mengerti

  17. knightspage January 1, 2014 / 1:41 PM

    Daebak thor :”)
    feelnya dapet. ff nya ngena bgt. Sosweet bgt :”) daebak lah pokoknya :))

  18. yeni swisty January 1, 2014 / 3:02 PM

    aaa.. itu luhan so sweet banget ^_^

  19. Anna Choi January 1, 2014 / 8:40 PM

    ceritanya daebak!!
    akhirnya endingnya soohan balik yeeayy!!!
    feel-nya dapet wah daebak pokoknya😀
    bikin soohan lagi ya?

    • noonapark January 2, 2014 / 2:05 PM

      makasih ya x)
      kapan2 deh, hehe

  20. JeByung-JeSoo January 2, 2014 / 7:39 AM

    Yawloh gilaaa keren banget ff nya. Feelnya dapet banget!
    Jujur aku nangis da kkk~ :””””>
    Ini author ketjeh bangettt lafyuu thor muaaah;;**
    Keep writing! Fighting!!^^

    • noonapark January 2, 2014 / 2:06 PM

      aigoo.. masa sampe nangis sih /.\
      makasih ya udah mau baca :3

  21. rifqoh wafiyyah January 19, 2014 / 12:29 AM

    So sweet nngett hanppa…:D
    Feel’a dpet bngett…:),q smpe nangis pas hanppa ningglin soo unnie..:(
    Daebakk….!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s