[Ficlet] It Has To Be You

SY

It Has To Be You

Staring by Choi Sooyoung | Oh Sehun aka Stephen Oh | Other

Feeling in Romance | Friendship | Sad | Angst | School life | Fantasy

Ratted to PG

Plot and Poster © hananhee

As long as Ficlet

Don’t be Silent reader, Don’t Bashing, Don’t be Plagiarism!

 Warning : Typo Everywhere. Italic for Sooyoung POV

Read Before : Miracle in December

Today, I wander in my memory. –It has to be you by Yesung SJ [TRANS]

Happy Reading, and leave your comment.

Hope you like it!

.

Hananhee Present…

.

.

Ingatkah kalian cerita pilu tentang Choi Sooyoung dan Oh Sehun yang terpisah? Ingatkah kalian dengan sepenggal cerita penuh luka itu?

Cerita antara Choi Sooyoung, Oh Sehun, Kim Jongin, dan Im Yoona pada musim dingin?

Ingatkah pertemuan antara Sooyoung dengan Stephen?

Cukup menguras fikiran memang saat kita mengingatnya.

Apa kalian tahu apa yang terjadi setelah Sooyoung mendapat keajaibannya itu?

Mendengarkan musik, lalu memejamkan mata mendengarkan bisikan batinnya. Begitulah kegiatan yang rutin Sooyoung lakukan hampir setiap hari menjelang senja. Seperti sore ini.

“Stephen atau Sehun, sekarang?” Untaian kata itu Yoona ucapkan setelah tangannya tergerak melepaskan sebelah headset yang terpasang indah di telinga Sooyoung.

“Mereka satu. Jadi, kanapa aku harus memilih.” Jawab Sooyoung masih menggunakan nada tenang seperti hari-hari sebelumnya. Senyuman tipis terpajang pada paras cantiknya.

“Kalau aku menjadi dirimu, aku akan memilih Stephen. Dia lebih nyata dibanding Sehun.” Ungkap Yoona dan akhirnya memajang sebelah headset yang Sooyoung pakai pada salah satu telinganya.

“Keduanya nyata di hatiku.”

“Hidup memerlukan sebuah kenyataan bukan halusinasi.”

“Tapi keduanya adalah kenyataan yang singgah di otakku.”

“Kau terlalu mementingkan imajinasimu.” Dengus Yoona. Sooyoung hanya tersenyum tiga jari untuk merespon itu.

**

Bukan halusinasi…

Bukan imajinasi…

Bukan ilusi…

Bukan juga sejenisnya

 

Aku tak tahu kenapa setiap orang yang aku berikan jawaban demikian pasti akan menganggapku aneh.

 

Keduanya nyata.

Apa mereka tak merasakannya?

**

Sooyoung masih mendekap tumpukan buku yang baru saja dia pinjam dari perpustakaan universitasnya dengan erat. Kakinya masih melangkah memecah detik yang Ia lalui di universitasnya. Deringan ponselnya tak menghentikan  kegiatannya itu. Seperti biasa, dia mengangkat telfon sambil terus berjalan.

“Yoboseo?”

“Aku sudah di depan universitas. Kau dimana? Eomonim sudah mencemaskanmu. Kata Yoona kau ada jam kuliah tambahan? Kau sudah selesai? Ini sudah menjelang sore.” Sooyoung hanya memutar bola matanya merasa jengah mendengar enam frase yang Jongin katakan dari sebrang. Sifat posesifnya juga kerap muncul seperti Yoona.

“Aku baru selesai meminjam buku dari perpustakaan. Ini aku masih dalam perjalanan ke bawah.”

“Baiklah, ku tunggu. Jangan terlalu lama.” Kembali, bola mata Sooyoung berotasi.

“Kau berisik!”

PIP

Sooyoung segera mengembalikan ponselnya setelah mengakhiri pembicaraan singkatnya dengan Jongin. Kaki jenjangnya masih melangkah meninggalkan bayang tubuhnya.

BRUK

“Aw!”

“Akh!”

Seluruh buku yang Sooyoung dekap erat itu terjatuh tercecer berantakan. Gradian putih yang Ia pakaipun kini terkena noda kopi.

“Maaf.”

“Oh, Sorry. Eh! Maksudku maaf.” Sekarang keduanya yang meminta maaf.

Kepala Sooyoung terdongak seketika saat suara yang menurutnya familiyar itu terdengar. Oh Sehun atau Stephen Oh, sekarang?

“Eh.. Kau yeoja yang memanggilku Sehun di natal itu, kan?”

Dia Stephen Oh!

**

Dan sekarang jawab aku!

Apa ini yang dinamakan sebuah halusinasi, imajinasi, atau mungkin ilusi?

 

Dia nyata

Bahkan kini dia tersenyumpadaku

Dia bahkan bersentuhan denganku.

Dia Stephen Oh. Dan dia juga Oh Sehun

**

“Kau jurusan apa?” Stephen membuka suaranya pada Sooyoung saat keduanya tengah perjalanan menuju lantai bawah.

“Aku design. Kau sendiri?” Langkah Stephen terhenti seketika dengan ekspresi kaget. Mau tak mau, Sooyoung juga menghentikan langkahnya dan memandang Stephen tak mengerti.

“Aku juga jurusan design. Aku angkatan baru tahun ini.” Terangnya. Sooyoung memandangnya berbinar.

“Benarkah? Berarti aku Sunbae-mu.” Stephen mendelik dan kemudian tersenyum lima jari.

“Annyeong Sunbae.” Ucapnya sambil membungkuk memberi salam. Sooyoung tertawa ringan melihatnya.

“Jangan terlalu formal. Panggil aku Sooyoung saja.” Ungkapnya.

**

Apakan sebuah halusinasi, imajinasi, dan ilusi senyata ini?

Usia merekapun sama.

Apa sebuah halusinasi, imajinasi, dan ilusi dapat memberiku sebuah kebahagiaan?

Apa halusinasi, imajinasi, dan ilusi selalu membuatku tersenyum seperti ini?

 

Itukah yang disebut halusinasi, imajinasi, ilusi, atau semacamnya?

**

Semua terlalui begitu saja selama hampir 6 bulan ini. Semuanya terlalui dengan indah bagi Choi Sooyoung. Stephen Oh, kini adalah Sahabatnya. Ramah, manis, imut, dewasa, dan terkadang childish. Jelas sekali Sooyoung tahu bahwa itu adalah sifat Stephen.

Mereka sudah dekat, jadi tak masalah bukan bila Sooyoung bertanya tentang…

“Menurutmu apa itu halusinasi?” Stephen memutar kepala menghadap Sooyoung yang duduk di hadapannya, kini. Tersenyum tiga jari setelah itu.

“Hal yang ada di dalam fikiranmu dan seakan kau merasakannya.”

“Kalau imajinasi?”

“Hal yang hanya ada di dalam anganmu.”

“Kalau ilusi?”

“Hal yang hanya ada di dalam harapanmu.” Sooyoung tersenyum setelah Stephen menjawab ketiga pertanyaannya.

“Kalau begitu, apa kau ini halusinasiku, imajinasiku, atau mungkin ilusiku atas Oh Sehun?” Stephen terkekeh.

“Kau selalu menyamakan diriku dengan Sehun. Sebenarnya siapa itu Sehun?”

“Apa kau hanya halusinasiku?” Stephen tesenyum hangat sebelum akhirnya menggerakan tangan Sooyoung pada dada kirinya. Detak jantung milik Stephen begitu terasa oleh Sooyoung. Tentu saja.

“Apa sekarang kau masih akan bertanya begitu padaku?”

**

Kalau kau nyata, apa Sehun juga nyata?

Apa dia hanya imajinasiku dan kau nyata?

Siapa yang imajinasi, siapa yang nyata sekarang?

 

Apa kalian semua nyata?

Atau kalian adalah imajinasi, halusinasi, atau mungkin ilusiku semata?

**

Sooyoung masih saja termenung dalam fikirannya. Terdiam menunggu seseorang. Tangannya masih saja tersimpan di dalam saku mantelnya.

Musim dingin.

Hal yang mengingatkannya pada seseorang.

Oh Sehun atau Stephen Oh?

Atau mungkin keduanya?

“Kau sudah menuggu lama?” Sooyoung memutar kepala menghadap asal suara itu. Dipandangnya pemuda yang tengah membersihkan rambutnya dari butiran kristal putih bersih yang turun dari langit itu dengan senyum tipis. Membantu pemuda itu, setelahnya.

“Tidak begitu lama.” Jawab Sooyoung. Tangannya masih tergerak membersihkan kristal kutih pada rambut pemuda itu.

“Terimakasih.” Ucap Stephen setelah dirasakan butiran es kristal itu tak lagi menumpuk pada rambutnya. Senyuman hangat yang Sooyoung suka itu terpajang pada paras rupawannya.

“Tak masalah.” Sambil tersenyum membalas kehangatan yang Stephen berikan, dia menjawab dengan nada tenang. Khas dari Choi Sooyoung.

“Hal apa yang akan kita lakukan pada dating pertama kita ini, uhm?” Sooyoung tersenyum lebih lebar. Dirinya merasa aneh dengan kalimat yang Stephen sampaikan.

Walau Ia tahu, tak ada yang salah dalam kalimat itu. Hanya merasa risih.

“Romantic Dinner?” Stephen mendengus sejenak sebelum akhirnya merespon.

“Jiwa shikshin-mu menggila.” Sooyoung hanya terkekeh. Jelas sekali sekali wajah imut Stephen itu melebihi batas imut.

Sooyoung hanya terkekeh, tidak tertawa. Wajahnya-pun tak menyiratkan sebuah kebahagiaan, hanya ada setumpuk kerinduan disana.

Ada alasan mengapa pembawaan tenangnya tumbuh hingga keajaibannya datang.

“Kau mau bilang aku mirip Sehun lagi?” Sooyoung tertawa.

Bukan karna Stephen yang sok tahu atau sejenisnya.

Tapi karna yang Stephen katakan adalah fakta.

**

Haruskah aku meyakini bahwa kau halusinasiku?

Tidak!

Kau mengetakan bahwa kau nyata.

Dan aku harus mempercayaimu.

 

Tapi, bisakah kau meyakinkanku?

Sedetik saja.

**

Sooyoung tersenyum tatkala matanya menemukan sebuah benda buntar kecil berkilauan pada jari manisnya.

Dari Stephen Oh, atau dari Oh Sehun?

“Kau bahagia?” Untuk sejenak, Yoona berhasil menghentikan kegiatan Sooyoung. Tersenyum hangat untuk merespon Yoona.

“Tentu.” Hanya respon singkat itu sebelum akhirnya Sooyoung kembali memandang bahagia cinicn pada jari manisnya itu.

Yoona menghela napas. Entah apa perasaan Yoona sekarang.

“Kalian sudah bertunangan.”

“Aku tahu.”

“Kalian harus saling mencintai. Ini bukan jenjang yang main-main.” Sooyoung memutar kepalanya menghentikan kegiatannya saat itu. Memandang Yoona tak mengerti pada akhirnya.

“Cintai dia sebagai Stephen Oh, bukan sebagai Oh Sehun.”

Sooyoung bungkam. Batinnya mencelos merasakan perasaan yang pernah dia rasakan pada Oh Sehun, 3 tahun lalu.

Perasaan bersalahkah?

**

Kau nyata, aku tahu.

Sehun nyata, itu fakta.

 

Tapi, apa kalian berbeda?

Aku rasa kalian satu.

Apa aku tak mencintaimu?

Yang aku tahu, aku sangat mencintaimu.

**

Sooyoung menengadahkan tangannya menunggu terjunnya kelopak bunga sakura pada tangannya. Tersenyum memandang kagum serombolan kelopak bunga sakura yang terjun menghujani bumi. Stephen hanya terdiam memandang dalam iris mata yang tengah menuju obyek lain itu. Senyumannya lebih hangatnya angin musim gugur.

“Kau menyukainya?” Stephen membuka suara

“Tentu. Ini indah.” Jawab Sooyoung. Terdengar jelas nada kagumnya.

Tahukah kalian? Dibalik senyum seorang Stephen Oh terdapat luka disana. Luka tentang…

“Kau mencintaiku atau Oh Sehun?” Sooyoung memutar kepalanya memandang Stephen dengan ketidak mengertiannya.

Stephen tersenyum. Sebenarnya hatinya sudah membentuk sebuah hipotesa atas air muka Sooyoung. Tapi Ia ingin mendengar fakta itu terkuak dari bibir yeojanya sendiri.

“Aku atau Oh Sehun?”

Masih terdiam. Sooyoung masih terdiam tanpa mengungkap sepatah katapun.

“Kau masih menganggapku Oh Sehun? Kau tak menganggapku sebagai Stephen Oh?”

Masih bungkam. Tak ada jawab atas itu.

Stephen tersenyum.

Bukan!

Bukan senyum kebahagiaan, atau senyum hangatnya. Tapi itu senyum penuh luka.

“Aku mengerti.” Satu kalimat singkat sebelum akhirnya tergerak meninggalkan Sooyoung yang masih terdiam, membeku.

**

Aku mencintaimu.

Bisakah kau merasakannya?

Cintaku tulus untukmu.

 

Cintaku untukmu, sebesar cintaku untuk Sehun.

Bukan!

Bukan karna kau halusinasiku atas Oh Sehun.

Tapi karna kau Stephen Oh yang mengembalikan kebahagiaanku seutuhnya.

**

Sooyoung masih melangkahkan kakinya tanpa tahu arah menyusuri museum itu. Bukan karna dirinya tak tahu apa-apa tentang benda-benda antik itu. Ini hanya karna otaknya masih terbekukan oleh memorinya beberapa hari lalu.

Memori saat Stephen menyuruhnya memilih Sehun atau dirinya.

Iya, memori itu.

Setelah saat itu berlalu, Stephen dan dirinya tak lagi terhubung kontak sedikitpun.

Sooyoung merindukannya?

Tentu saja.

 

Seketika kakinya terhenti pada sebuah lukisan tua yang usang. Tentu saja, itu barang peninggalan jaman lampau.

Tak tahu, mendapat telepati dari mana, kakinya mendekat pada lukisan usang itu dan mengamtinya dalam.

Terbesit rasa perih disana. Entah perasaan untuk apa.

Matanya meneliti setiap goresan kuas pada kain kavas itu. Mengamatinya dengan tatapan rindu. Entah rindu untuk apa.

Entah bagaimana menjelaskannya, otaknya tiba-tiba saja ter-flashback. Kenangannya dengan Sehun tepatnya.

Flashback ON

“Kau percaya reinkarnasi?” Sehun membuka percakapan sesaat dirinya telah mencilat ice cream vanilla-nya.

“Tidak.” Sooyoung menjawab singkat sebelum menjilat ice cream coklatnya.

“Kalau aku buktikan bahwa reinkarnasi ada, kau akan percaya?”

“Tidak akan. Itu hanya cerita konyol.”

“Tapi ada beberapa agama yang mempercayainya.”

“Aku tahu hal itu.”

“Dan aku mendapatkan bukti reinkarnasi.” Sooyoung tergelak. Sehun memandangnya aneh.

“Khayalanmu ternyata lebih tinggi dari perkiraanku.”

“Aku serius.”

“Tunjukan padaku.” Tantang Sooyoung. Sehun tersenyum.

“Kita.” Sooyoung mengernyit.

“Apa maksudmu?”

“Kita adalah reinkarnasi. Dan kita di-reinkarnasikan untuk bersama.” Sooyoung kembali tertawa.

“Hentikan imajinasimu itu, Oh Sehun.” Ujarnya seraya melenggang meninggalkan diri Sehun yang tengah mendengus sebal.

“Aku serius.” Jawab Sehun seraya menyusul langkah Sooyoung.

“Aku akan membuktikannya kelak, noona!”

Flashback OFF

Apa sekarang Sooyoung telah percaya reinkarnasi?

Reinkarnasi dengan siapa?

Oh Sehun?

Oh Sehun telah menghilang dan meninggalkan penuturan itu.

Penuturan tentang mereka yang ter-reinkarnasi untuk bersama.

 

Sooyoung masih terdiam mencoba mengobrak-abrik memorinya mencoba mencari benang merah yang hatinya rasakan. Benang merah tentang lukiasan usang itu.

Entah memori apa itu.

Tangannya menggenggam tasnya erat.

Berlari!

Sooyoung berlari membelah detiknya di tengah udara hangat musim gugur. Meninggalkan pandangan bingung dari orang lain.

Dia berlari untuk apa?

Bahkan air matanya-pun terjatuh ditengah larinya menyatu dengan peluhnya.

Apa yang terjadi dengannya?

**

Kau Stephen Oh dan dia Oh Sehun.

Aku sadar sesuatu.

 

Kau dan dia berbeda?

Kalian sama.

Hanya tak saling mengenal.

 

Dan kini, aku temukan sebuah kebahagiaan yang sesungguhnya.

Aku menemukan dirimu dan dirinya.

Menemukanmu dan diriku di masa lampau.

Kita satu.

**

Stephen terduduk menunduk memandang passport-nya dengan sendu. Membiarkan keriuhan Inchion air port mengisi detiknya.

Menunggu seseorangkah, dirinya?

Siapa?

“Kau tak menghalauku pergi, Choi?” Dia berguman.

Masih sama dengan beberapa detik lalu, dia kembali terdiam.

Membiarkan keriuhan itu mengisi rongga telinganya.

Tak ada yang aneh.

Diliriknya jam tangan hitamnya.

45 menit.

45 menit lagi, dia lepas landas. Lebih baik dia segera mempersiapkan diri.

Dia mulai berdiri dan meraih kopernya. Berjalan dengan rasa berat hati.

“Aku pergi.” Gumannya lagi.

Adakah yang Ia harapkan pada detik-detik terakhirnya di Seoul?

Tentu ada.

 

HAP

 

Langkah Stephen terhenti. Badannya mulai membalik memandang sosok panghalau kepergiannya.

“Kau mau kemana, eoh?” Suaranya parau. Pipi tembam-nyapun telah basah. Tentu dia baru menangis.

“Kau mau meninggalkanku? Kejam sekali kau!” Stephen masih terdiam. Memandang yeojanya itu dalam penuh keharuan dan kerinduan. Melihat liquid bening itu berjalan melaui kedua belah pipi tembam yeojanya.

“Tak tahukah kau? Aku mencintaimu. Dan kau akan meninggalkanku setelah aku bahagia bersamamu?” Terisak setelah itu.

“Aku mencintaimu, bodoh. Tak bisakah kau rasakan ketulusanku?”

“Dan kau akan meninggalkanku, begitu!” Stephen memandang Sooyoung dengan tatapan yang entah apa artinya.

Mendekap tubuh Sooyoung erat, setelahnya.

“Hanya kata-kata itu yang selama ini aku harapkan darimu.” Tuturnya.

Sooyoung hanya mengangkat tangannya, membalas pelukan itu. Membiarkan semua rasa lelah batinnya meluap-luap. Membiarkan kebahagiaan penuh haru itu membelenggu keduanya.

Membiarkan takdir memberinya keajaiban yang sesungguhnya, bersama Stephen Oh.

 

“Aku telah kembali padamu, Choi Sooyoung.”

END

HUUAAH!! Kelar juga ff-nya.. :3

Gimana? Gaje? Abstrud? Atau aneh? Semuanya aja deh :3

Itu, anggep aja Stephennya udah bisa bahasa korea.. x)   Oh iya, kalian sebenarnya tahu nggak kalo Stephen Oh itu nama inggrisnya Oh Sehun? Sebernya kalian harus tahu itu dulu sebelum baca ff ini.. :3

Aku udah berusaha sebisaku, walau aku yakin ini masih jelek –pake banget-. Maaf,kalo aneh, nggak memuaskan, dan jelek.. :(( itu juga posternya malu-maluin /tutpmuka/

Yang penting, aku cuma mau nagih comment kalian yang udah baca, terserah apa isisnya yang penting jangan nge-bash.

Leave your comment, please!

Seeyou!

(hananhee)

47 thoughts on “[Ficlet] It Has To Be You

  1. twoyeosin December 29, 2013 / 3:04 PM

    keren…
    suka..
    romantis banget
    aku suka semua kalimatnya
    ditunggu yang lain. semangat😀

    • hananhee December 30, 2013 / 2:01 PM

      makasih ><
      oke.. thanks suport-nya^^

  2. safira faisal December 29, 2013 / 3:24 PM

    soo sweet, sebenernya sih aku juga masih bingung. Stephen dan sehun itu sama atau beda sih? Tapi gapapa lah, yang penting endingnya sooyoung bahagia

    • hananhee December 30, 2013 / 10:21 AM

      itu mereka tuh sama, cuma nggak tahu kalo mereka sama, jadi kiarain stephennya kalo sehun sama dia tuh berbeda walau sebenernya sama :3

  3. ymshtemi December 29, 2013 / 4:23 PM

    keren bgt… bener2 so sweet bgt ceritanya…

    • hananhee December 30, 2013 / 2:02 PM

      makasih ><
      iya, yang buat aja manis /gubraak/

  4. Emmalyana December 29, 2013 / 4:44 PM

    Huaa happy ending..
    So sweet..
    Aku suka kata”nya..
    Daebak!!

    • hananhee December 30, 2013 / 2:03 PM

      huaa!!
      emng kenapa kata”-nya? anehkah? gajekah?
      makasih ><

  5. reinathaknight December 29, 2013 / 4:49 PM

    Feelnya kerasa banget mulai dari ‘Miracle in December’ sampai ‘It Has To Be You’ aku baca hampir mau nangis soalnya sedih dan mendalam banget FFnya, di tunggu karya-karya selanjutnya ^_^

    • hananhee December 30, 2013 / 2:04 PM

      makasih >< ff.a sedalem apa? sedalem sumur rumahmu nggak /?
      oke, thanks before^^

  6. shin hyun young December 29, 2013 / 5:00 PM

    Dri awal sih aku udh tau stephen itu nama inggrisnya sehun jdi ga terlalu bingung.. Da yah.. Adakah lanjutannya lagi mungkin yg lebih membahagiakan dri ini soalnya ffnya bagus, kta”nya – alurnya- semuanya bagus..

    • hananhee December 30, 2013 / 2:06 PM

      syukurdeh /ngelus dada/
      aduh.. kelanjutannya? mungkin nggak ada.. soalnya udah buntung inspirasi ini =,=

      aish… makasih ><

  7. srimurdhaningsih December 29, 2013 / 5:15 PM

    yuhuu happy end

    • hananhee December 30, 2013 / 2:06 PM

      yuhuu /?

  8. Dorky Dey December 29, 2013 / 7:36 PM

    untung Sooyoung sadar
    kalau enggak entah gimana jadinya mereka berdua xD

    • hananhee December 30, 2013 / 2:07 PM

      untung aja deh.. ><
      thnks before^^

  9. Zee Anggita December 29, 2013 / 8:04 PM

    daebak chingu, soohun akhirnya happyend..

    • hananhee December 30, 2013 / 2:08 PM

      makasih >< iya, happy ever after /?

  10. KyuhyunBaekhyunSooyoung December 29, 2013 / 10:19 PM

    bagus chingu…. feelnya dapat hiks #usap air mata
    lanjutkan, as nya donk #plak (dari mirecle in december sampai it has to be you, masih minta as nya aja) #plak

    • hananhee December 30, 2013 / 2:09 PM

      makasih >< /kasih tisu/
      aduuh… krisis inpirasi nih, chingue.. mungkin nggak ada sequelnya lagi deh =,=

      maaf, dan thnx before^^

  11. thelittleshikshin December 30, 2013 / 6:23 AM

    bagus author…. bacanya santai, feelnya dapet, trus moments soohunnya manis banget. sukaaaa. nice story! keep writing:D

    • hananhee December 30, 2013 / 2:10 PM

      makasih.. what?!! authornya manis? makasih bget ><
      oke, thnx before^^

  12. Choi Min Ra December 30, 2013 / 9:50 AM

    Ahhh akhirnya bersatu juga
    Daebakk aku suka
    keren pokoknya ceritannya

    • hananhee December 30, 2013 / 2:10 PM

      ahhh.. iya, happy end..
      makasih ><

  13. winterchan December 30, 2013 / 10:15 AM

    ffnya keren banget :’)
    akhirnya mereka together juga (?)

    • hananhee December 30, 2013 / 2:11 PM

      makasih /kasih tisu/
      akhirnya ya… sesuatuu gitu /?

  14. knightspage December 30, 2013 / 2:52 PM

    Cocwit bingit thor/?
    Daebak FF nya.
    Ditunggu karyaa selanjutnya ne ^^

    • hananhee December 30, 2013 / 8:45 PM

      cius lo? :3 /?
      makasih ..><
      oke,, thnx before^^

  15. yeni swisty December 30, 2013 / 5:38 PM

    AAAA.. So sweet.. ^_^
    ff bagus, keren (y)

    • hananhee December 30, 2013 / 8:45 PM

      AAAA.. makasih :3
      thnx before^^

  16. choi_reni407 December 31, 2013 / 9:13 AM

    Oh jadi Stephen itu reinkarnasi Sehun? Jadi sehun udah mati, bgtu? Hadeuh w jd lola. Wkwk
    tp keren kok ff nya.. :3
    sukaaa

    • hananhee December 31, 2013 / 6:46 PM

      bukan~
      Sehun-stephen itu sama, cuma stephen tuh nggak tahu kalo sehun itu dia.
      dan Sooyoung-sehun/stephen itu di rinkarnasikan buat bareng, soalnya di jaman bahulanya mereka tuh satu :3
      duh, berantakan ya? /garuk kepala/

      yaudah deh, thanx before!^^

  17. SooYoung~ December 31, 2013 / 3:55 PM

    Eonni, ff-nya bgs ..
    Eonni berbakat buat jdi penulis .. Alurnya, susunan kata kata nya bagus .. Daebakkk !! ^^

    • hananhee December 31, 2013 / 6:47 PM

      makasih, saeng :3
      ah, kamu berlebihan.. makasih ><

      thnx ya saeng, atas komennya :3

  18. miss_sooyoungster10 December 31, 2013 / 6:57 PM

    Waaa
    daebakk…
    bener2 keren!!
    happy ending

    • hananhee December 31, 2013 / 7:18 PM

      waaa
      makash
      makasih lagi ><
      iya, happy end

      thnx before^^

  19. Fantasy Purple January 1, 2014 / 3:16 AM

    Daebak! Sekuel pertamanya bagus banget, dan ini lebih bagus lagi. Good job, chingu. Sukses bikin pembaca ikut menjiwai ceritanya. Sukses juga bikin airmata ini bercucuran ya :’) Kisahnya Sooyoung benar2 mengharukan ya. Chingu keren deh ngarang ceritanya. Ah, seratus jempol deh pokoknya. Alur dan gaya bahasanya juga mudah dimengerti. Kira2 adakah sekuelnya lagi? Penasaran sama kisah mereka yang lebih manis dari part ini lagi. Ditunggu cerita2 SooHun lainnya ya. Semangat nulisnya (•ˆ⌣ˆ•)

    • hananhee January 1, 2014 / 11:30 AM

      makasih ^^
      aduh, seratus jempol punya siapa aja,tuh chingue? heheh..
      makasih lagi^^
      sequel lagi? aduh… nanti liat situasi,ya? kalo aku dapet ide ya aku buatin sequelnya, kalo nggak ya, maaf😦

      oke, ditunggu aja.. makasih!! (•ˆ⌣ˆ•)

  20. giofi16yousen January 1, 2014 / 11:50 AM

    Ini asnya ? KyAaa daebakkkk
    Thor ini keren bngt huh soo eonni untuk cpt sadar dan stephen blm pergi
    Akhirnya mereka bersatu kembali yehuuuuu😀
    Next ffnya always ditunGgu thor🙂 FIGHTING !

    • hananhee January 1, 2014 / 2:23 PM

      iya, ini AS-nya :3
      makasih^^
      untung, deh ya..

      yuhuu~
      Oke,makasih^^

    • hananhee January 2, 2014 / 10:04 AM

      yeay!
      makasih><

      thnx before^^

  21. tiara soohun soohan January 4, 2014 / 1:09 AM

    Asnya dong , before story juga ya . Terus yang kenapa sehun gak tau kalo dia stephen ? Lupa ingatan kah ? Atau waktu kebakaran dia gak meninggal ? Dan diselamatin ? Bikin storynya yah🙂 keep writing🙂 nice banget ff mu , chingu .

    • hananhee January 4, 2014 / 10:38 AM

      Aduuhh… Di ff pasti ancur bget.. -_-
      Gini, jadi.. Si Stephen sama Sehun itu sama.. bukan karna Sehunnya nggak meninggal.. tapi karna ini ff Fantasy… jadi itu hanya pemikiran liar tanpa perlu di jelaskan secara logika…

      mm.. AS-nya? Aku nggak janji,ya? hehe
      Oke, makasih sebelumnya^^

  22. Della April 10, 2014 / 1:00 PM

    Hai semua >u< kalian Sooyoungster ??? suka dengan fanfic tentang Sooyoung unnie ? ^^ kalau iya,, kalian bisa kunjungi blog ini : http://songhyerim.blogspot.com/ dijamin kalian akan suka ^^
    NB : Terima kasih buat author, dan maaf aku numpang promo ^^

  23. wiwik June 24, 2014 / 10:36 PM

    Keren!! cerita sweet bnget^^9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s