[Vignette] Rose (After Story Hey Beauty! )

image

“Rose”

Presented by..

Cho Hika (@annisahikanurf)

.

Starring by Choi Sooyoung, Kris Wu and the other minor cast(s)

With feelin’ Romance, Sad, Hurt, Angst

And rated for PG-17

.

As long as Vignette

.

Disclaimer : Plot is M-I-N-E ! Plagiator? I’ll catch you !

.

Poster credit : priskila *thank you so much ^^

.

A/N : Terinspirasi dari lagu Lee Hi – Rose yang lebih didominasi oleh imajinasi S-A-Y-A

.

Read First : Hey Beauty !

Every rose has it’s thorn. (Lee Hi – Rose)

.

Semilir angin menyibakan material-material ringan. Rok wanita cantik yang sedang melintas bahkan mengembang. Pun rambutnya menari menyesuaikan irama angin.

Kedua tangannya ia biarkan masuk kedalam saku miring dimantel hangatnya. Merasakan setiap titik hangat menembus melalui pori-pori baik jari, telapak, maupun punggung tangannya.

Bibir pink-nya tertutup syal berwarna hitam, warna kesukaannya. Manik cokelatnya menelusuri setiap jalan setapak berlapis salju.

Tepat beberapa meter lagi, ia akan segera menginjakan kakinya di Gyopdeong Institute of Languagetempat kuliahnya.

Semilir angin semakin memecah tak karuan. Sedikit heran memang. Musim dingin kali ini berangin seperti musim gugur. Tapi tak ada insan yang dapat menolaknya. Ini takdir Tuhan.

Semakin dekat dengan sekolahnya, gadis itu justru berhenti melangkah.

Telinganya memekak mendengar seruan seseorang yang ia anggap memuakkan.

“Hey!”

Gadis itu menoleh. Anak poninya terangkat tatkala angin berhembus melawan arah. Hingga terlihatlah kening cantiknya.

“Kau lagi.” Ucapnya pelan dengan tatapan aku-muak-melihatmu.

Lantas ia melanjutkan langkahnya.

Masuk, melewati koridor yang juga dipenuhi mahasiswa dan mahasiswi jurusan bahasa itu.

Kehadiran seseorang yang menyapanya tadi sama sekali tidak membuat mood nya menjadi baik. Karena ia justru merasa tertimpa sial.

“Kau kenapa? Apa kau baik-baik saja?”

Sialnya,

Sosok jangkung dengan dada bidang dan rambut pirang itu ternyata membuntuti si gadis berambut panjang.

Gadis itu berhenti. Untuk yang kesekian kalinya ia membiarkan angin menyibakan rambut bergelombangnya.

Gadis itu berdecak kesal. Terlintas sebesit pikiran dalam benaknya. “Setelah kuberitahu alasannya, jangan menguntitku lagi. Bagaimana?”

Lawan bicaranya menautkan alis. Memasang wajah yang memancarkan kau-kenapa-?-aku-tidak-mengerti.

Sang gadis kembali melanjutkan langkahnya. “I’m in BAD MOOD !”

.

Gadis cantik berperawakan tinggi, bertubuh ramping, berkaki panjang, berambut gelombang. Cantik!

Mahasiswi Semester 4 jurusan Bahasa Inggris di Gyopdeong Institute of Language.

Namanya Choi Sooyoung.

Ia merasa hidupnya berubah saat seorang pria menghantuinya. Membuntutinya. Dan mengatakan bahwa pria itu mencintainya.

Gusar. Begitulah singkatnya.

Kemanapun ia pergi. Dimanapun. Menggunakan apapun. Pria itu membuntutinya.

Sooyoung tidak menyukai ini. Sangat!

Baginya, hal tersebuat bukanlah cinta. Tapi obsesi.

Dan Sooyoung pun tahu. Pria itu tidak benar-benar terobsesi dengannya. Pria itu hanya ber-akting. Tapi sayangnya, ia baru menyadari semua ini.

Kris.

.

Sooyoung tampak menopang dagu. Ditatapnya sinis pria dihadapannya. Sambil berkacak pinggang Sooyoung menguntai rambutnya kebelakang telinga agar tidak mengganggunya.

Kris menatap balik dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Ia mengagumi betul objek dihadapannya.

“Mengapa aku heoh?” Sooyoung semakin mengangkat dagunya.

Kris memiringkan wajahnya. Tapi tak sampai otaknya ikut miring. “Apa?”

“Dari sekian banyak wanita, mengapa harus aku?” Tegas Sooyoung.

Kris membuat tanda tanya besar diatas kepalanya. Dia tidak mengerti atas topik pembicaraannya.

Plak.

Tanda lima jari terlukis di pipi Kris. Sakit memang. Tapi lebih sakit hati Sooyoung. Bahkan saking sakitnya ia tak kuasa bertahan ditempatnya. Tak kuasa lagi ia menatap Kris, kekasihnya.

.

Sooyoung menangis melihat bayangan dirinya dicermin. Tak peduli dengan pandangan sarkatis setiap wanita yang melihatnya.

Toilet wanita memang tak pernah sepi. Karena kenyataannya dalam beberapa kejadian, wanita akan pergi ke toilet untuk merapikan rambutnya, menebalkan polesan bedaknya, menambahkan lipbalm pada bibirnya, membenarkan bajunya yang kusut dan lain sebaginya. Wanita memang seperti itu.

Sama saja seperti Sooyoung. Banyak kasus yang dapat kita jumpai bahwasannya wanita akan menangis di toilet —yang semestinya hanya ada dia seorang.

Persetan dengan mahasiswi bak lalat yang tak ada habisnya, Sooyoung membiarkan airmatanya meluncur dari pelupuk matanya. Mengalir melewari pipi chuby-nya. Dan terjatuh sampai lantai toilet.

Perlahan ia membuka syal nya dan menggulungnya pada pergelangan tangan kanannya. Kemudian tangan kirinya mengayun menyingkirkan lembaran rambut di sekitar tengkuknya. Maka dengan jelas terlihat kissmark disana. Tengkuk Sooyoung dipenuhi dengan kissmark!

Dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri. Betapa bodohnya sampai ia bisa masuk kedalam perangkapnya sendiri.

Kris! Sialan!

Flashback ON

Dengan mulut terkatup Sooyoung memandang nanar lelakinya.

Bukankah dulu tak ada perasaan?

Kau ingat tidak?

Pertama kalinya saat aku menginjakan kaki di Gyopdeong Institute of Language, kau menyapaku tanpa henti.

Kau berbeda, aku tahu.

Saat yang lain menyapaku ‘hai’, kau menyapaku ‘hei’.

Kau bilang kau memang ingin tampak berbeda.

Kau bilang kau juga menginginkan tempat berbeda dihatiku.

Kau inginkan tempat spesial, aku tahu.

Sooyoung diam tak bergeming. Otaknya terus memutar memori-memori lama itu.

Satu semester aku mengamatimu.

Kau bilang akan berubah.

“Aku tidak akan lagi menjadi playboy. Aku janji!” Kau bilang begitu bukan?

Sangat meyakinkan sampai aku memberimu waktu satu semester untuk masa pendekatan.

Dan yeap!

Semester 3 kini aku sudah tidak sendirian. Kau selalu menemaniku. Sampai malam ini..
Kau menyentuhku.

Aku mencintaimu.

Sooyoung menarik selimutnya lebih keatas agar dada telanjangnya dapat tertutupi. Kemudian dihadapkannya wajahnya pada wajah Kris.

Kau tampan, aku tahu.

Alismu tebal, matamu tajam, hidungmu runcing, dagumu lancip dan..
Bibirmu seksi, cukup untuk menarik nafsu setiap kali kau menggerakannya.

Dalam diam Sooyoung terus memandangi indahnya pesona wajah Kris yang ia akui melebihi batas. Selagi mata Kris tertutup, ini kesempatan!

Drrt.. Drrt..

Sial!

Getaran handphone milik Kris membuat empunya membuka mata. Yang pertama dilihatnya adalah Sooyoung yang menghadap langit-langit dengan wajah yang ditekuk.

Kris tersenyum. Gadisnya lucu sekali. Saking lucunya ia sampai bergurau dengan mencubit hidung kecil gadisnya itu sampai Sooyoung sedikit tertawa.

Kemudian dilanjutkan dengan bangkitnya Kris dari ranjang tempat mereka berdua ‘perang’ tadi malam. Ia mengambil handphone nya dimeja nakas. Tak masalah baginya jika tubuh polosnya dilihat Sooyoung. Kris justru tersenyum saat melihat Sooyoung tersenyum.

“Yoboseyo.. Oh! Kau!” Kris menutup lubang record pada ponselnya lantas keluar dari kamar seusai mendapat ijin dari Sooyoung pastinya.

Sooyoung merasa haus. Ia hendak pergi kedapur untuk mengambil minum. Tapi langkahnya terkecekat saat mendengar pembicaraan Kris —yang entah dengan siapa— di telepon.

“Aku sudah menidurinya. Hebat bukan?”

“Tidak akan! Kau pasti lebih mengenalku. Aku Kris, perusak hati wanita.”

Mata Sooyoung memanas. Apa ini artinya Kris hanya main-main? Entahlah.

“Setelah ini aku akan memutuskannya. Paling tidak seusai kuliah sore ini.”

Sooyoung larut dalam kesedihan yang bercampur kekecewaan. Ini kali pertama ia membuka kesempatan bagi lawan jenis. Dan ini pun kali pertama ia merasakan ‘cinta’. Tapi hasilnya apa?

Sooyoung mengurungkan niatnya untuk pergi kedapur. Ia memilih kembali ke kamarnya. Ke ranjang king size nya. Membungkus diri dengan selimut tebalnya. Sampai Kris datang..

“Aku harus pulang.” Ia menggunakan pakaiannya dengan utuh. “Terimakasih untuk malam tadi. Kita akan bertemu lagi dikampus. Aku mencintaimu.”

Hati Sooyoung melonglong.

BULSHIT !

Kris pergi begitu saja. Meninggalkan Sooyoung yang bibirnya semakin memerah. Bibirnya itu ia gigiti saking kesalnya. Untung saja tidak mengeluarkan darah.

Flashback OFF

Sore itu tiba. Sooyoung mematung menghadap Kris. Wajah cantiknya sedikit mendongak untuk memastikan orang didepannya, Kris.

Kris memperkecil jarak antara keduanya. Tangannya mengayun mengintip sesuatu dibalik syal Sooyoung. Satu sudut bibirnya naik. Ia bangga telah melakukannya. Meninggalkan bekasannya. Dan untuk kesekian kalinya ia masih berpikir licik.

Setidaknya harus ada salam perpisahan.

Kris mengalungkan tangannya sampai melingkari tengkuk Sooyoung. Sooyoung bergidik. Kris semakin merasa sensasional. Ia ingin cepat-cepat mengemut permen manis nan mungil itu —bibir Sooyoung.

Jarak antar keduanya semakin sempit. Bahkan hidung mereka sudah bersentuhan. Kris terus tersenyum sementara Sooyoung masih menatap mata Kris. Membaca setiap garis iris cokelat milik Kris. Adakah secercah kesucian disana?

Bibir Kris mendekat, Sooyoung menolak. Ia menundukan wajahnya sehingga Kris tidak lagi dihadapkan bibir kesukaannya.

Entah apa yang dipikirkan Sooyoung kala itu Kris pun tidak mengerti. Dan tidak mungkin ia mengerti. Sooyoung frustasi. Ia tak melihat secuil cahaya dalam mata Kris. Sangat gelap sehingga Sooyoung tak ingin melihatnya lagi.

Kembali pada argumennya. Kris menarik dagu Sooyoung kasar. Dilihatnya air wajah Sooyoung yang lirih. Ada apa ini? Dia kenapa ; batin Kris.

Tak peduli dan tidak pernah peduli, Kris melanjutkan aksinya tuk dapatkan bibir pink itu. Ia menginginkannya. Dan ia mendapatkannya!

Hanya dengan satu tarikan mulus Kris mendapatkan bibir Sooyoung. Sooyoung meronta memukuli dada bidang Kris. Tapi semakin keras Sooyoung memukuli dada Kris, maka semakin keras juga emosional yang muncul dari dalam tubuh Kris.

Sooyoung berusaha menghindarkan dengan menggoyangkan kepalanya kekanan dan kiri. Tapi sayangnya tangan Kris yang bertengger dilingkar tengkuk Sooyoung membuatnya kesulitan bergerak. Sehingga hanya ayunan kepala yang nampak. Dan justru itu Kris semakin menyukainya.

Kemanapun bibir Sooyoung menghadap, Kris akan menghadapkannya dengan bibir menggairahkan miliknya.

Mulut Sooyoung mengatup. Sama sekali tak ada niat untuk membukanya sedikit saja. Walaupun perih terasa lantaran Kris sudah berusaha keras dengan menggigit bibir atas dan bawahnya.

Kris geram. Hal yang ia inginkan sebenarnya belum ia dapatkan. Target minimalnya adalah menjamahi rongga mulut Sooyoung. Itu saja. Sampai akhirnya Kris menggigit dengan keras bibir bawah Sooyoung. Hingga terbukalah..

Sooyoung meremas ujung mantel Kris. Ia kesakitan. Permukaan bibirnya perih betul. Apalagi ditambah sentuhan lidah Kris. Membuat airmatanya menetes.

Benar saja. Lidah Kris masuk kedalam mulut Sooyoung dan menjamahi isi didalamnya. Air liurpun mereka jadikan satu. Jujur, ini bukan keinginan Sooyoung. Sudah cukup baginya untuk memainkan permainan yang tidak ia kehendaki.

Sooyoung menggigit lidah Kris. “Aah.”

Bukannya melepas tautan bibir, Kris justru menikmatima. Ini sensasi luar biasa ; pikirnya.

Sooyoung menyerah. Dalam hati ia mengutuk pria ini, Kris!

Sudah cukup kehabisan oksigen rupanya. Kris membiarkan Sooyoung menjauh. Ganas. Disekitar bibir mereka dipenuhi air liur. Bibir keduanya pun menjadi berwarna merah —apalagi milik Sooyoung.

Kris mengatur nafasnya satu satu. Sementara Sooyoung masih belum bisa mengontrol dirinya. Nafasnya tersengal-sengal, serta mata bulatnya masih mengirim beberapa bulir bening ke bumi.

Kris mengusap bibirnya pelan. Berbeda dengan Sooyoung yang dengan kasarnya.

Adegan dimulai. Kris mengambil posisi. Kedua tangannya ia masukan kedalam saku celananya. “Hari dingin sekali.”

Sooyoung bergeming. “Tak perlu basa basi.” Suaranya parau.

Apa dia sudah tahu? ; batin Kris.

“Baiklah, kita putus.” Sangat tenang Kris mengatakannya sampai ia berlalu begitu saja dari tempatnya.

“HEY BODOH!” Sooyoung tak kuasa lagi menahan rasa marahnya. Ia telah dikhianati dan tidak bisa tinggal diam.

Kris menghentikan langkahnya. Tak ada niat untuk menoleh sehingga ia tetap pada posisinya, memunggungi Sooyoung. “Diam kau! Hubungan kita berakhir. Aku benci wanita!”

Alih-alih terkejut bukan main pada kalimat terakhir, Sooyoung kembali meluapkan kekesalannya. “KAU PIKIR KAU LAHIR DARIMANA? KAU PIKIR IBUMU BUKAN WANITA?”

Kris membalikan tubuhnya. Sekarang ia benar-benar menghadap Sooyoung. Air wajahnya juga tampak emosi —sama seperti Sooyoung.

“Kau pikir ibuku wanita? Iya! Dia memang wanita! Wanita bejat yang mau ditiduri oleh pria manapun! Aku tidak akan pernah mengakuinya sebagai ibu! Asal kau tahu, aku lahir dari batu!”

Jeleger.

Petir menyambar. Langit gelap berawan hitam. Musim salju tak pernah seperti ini sebelumnya.

Sooyoung sadar. Motif Kris yang bersikap seenaknya pada wanita dimungkinkan karena naluri internalnya menyimpan dendam besar akan perlakuan ibunya. Tapi tidak pantas baginya untuk tidak mengakui ibunya. Dia harus memohon ampun pada Tuhan-Nya. “Celakalah kau karena telah berkata demikian!”

Untuk kesekian kalinya, Sooyoung menangis (lagi).

.

Kalian tahu mawar? Cantik, berduri. Itulah perumpamaan hidup. Terlihat indah, namun terselip kesengsaraan kecil yang tidak hanya satu. Begitulah. Hanya tinggal kita —manusianya— memilah dengan baik.

Sooyoung menyadari betul. Sampai ia merenung menatap bulan bersanding bintang dilangit dari balik jendela kamarnya. Imajinasi fantastisnya menggambarkan wajah Kris disana. Diantara bintang-bintang.

Tok.. Tok.. Tok..

“Masuk.”

Pintu berwarna putih tulang itu terbuka. Mengedarkan suara decitan kecil akibat gesekan engselnya yang sudah lumayan kering.

“Kris?”

Wajahnya pucat pasi. Kulitnya tidak lagi seputih susu, melainkan seperti vampire. Meskipun begitu, senyumnya mekar dengan indah. Cukup membuat Sooyoung tertegun sampai ia melupakan apa yang telah terjadi tadi sore.

“Aku datang untuk meminta maaf.”

Secepat itu? Hey! Sooyoung tidak akan percaya dengan mulut buaya seperti milik Kris.

“Aku minta maaf, sangat.”

Sooyoung tersentuh. Ia sendiri tidak tahu mengapa ia merasa tersentuh sampai bulu romanya berdiri. Apa Kris berhasil mengambil hati Sooyoung (lagi) ?

Tok.. Tok.. Tok..

“Ini bibi” Seru Kyungah Ahjumma —pembantu di Apartement Sooyoung.

Kris menjauh dari pintu. Membiarkan Sooyoung melangkah untuk membukakannya.

Ciit.

Suara decitan itu lagi.

“Ada apa ahjumma ?”

Wanita paruh baya yang dipanggilnya tadi menyungginggkan senyum manis sambil menyodorkan telepon rumah. “Ada telepon.”

Sooyoung mengangguk dan menerimanya. “Yoboseyo.”

“Kris? Dia bersamaku sekarang. Kau jangan bercanda?”

“Mobilnya masuk ke jurang?”

“Meninggal? Satu jam yang lalu?”

Bulu roma Sooyoung berdiri tegak. Tak berani lagi ia menghadap belakang untuk memastikan berita tersebut. Telepon dari pihak rumah sakit yang mengabarkan Kris meninggal itu membuatnya shock !

Harus ia pastikan.

Tapi ia takut. Ahjumma nya sudah pamit ke dapur untuk melanjutkan urusannya. Sehingga hanya ia —dan Kris— yang ada.

Setelah cukup lama berperang dengan dirinya sendiri, Sooyoung mengumpulkan keberaniannya. Ia menoleh, mendapati Kris yang masih berdiri didekat pintu. Tersenyum hangat, sedikit membungkuk dan..

Wush..

Menghilang.

END

Bagaimana? Enjoy ga bacanya?😀

Secara tersurat aku mau ngasih tau ke kalian kalo kita gaboleh ngebangkang sama orangtua, apalagi ibu. Karna kita bakal dapet balesannya. Pernah denger ini ga? “Segala seauatu yang kita perbuat akan ada imbalan/balasannya” *aku lupa ini kata siapa, yang jelas di Al-Qur’an pun ada.

Terus terus.. Kalo kita punya salah yaa buru buru minta maap. Kalo salah sama Allah, Allah bakal maapin ko. Tapi kalo salah sama manusia? Yaa minta maapnya sama yang bersangkutan. Ini dimaksudkan supaya kita ga telat melakukannya. Kalo udah mati terus masih banyak salah? Waduh siap” kena siksa itumah /.\

Mm, apalagi ya? Oh ya! Jangan maen-maen deh sama hubungan *yang ini pasti pada ngerti lah*

Udah deh, gaperlu dijelasin sama aku juga sebenernya readers pasti ngerti, ya ga? Secara~ readers disini kan pinter” :3 /readers : ngerayu nih ceritanya?/ kali” nyenengin hati orang kan kaga pape xD

Akhir kata, tinggalkan jejak yaa kawan kawaaan ^0^

LOVE,
HIKA

39 thoughts on “[Vignette] Rose (After Story Hey Beauty! )

  1. syoolove December 28, 2013 / 7:13 AM

    ya ampun kris…jahat bnget sihhh
    tohhh udah dapet balesan lohhh kerna berkata kayak gitu kepada ibunya
    tapi soo nya pula ya yg kasihan

    • annisahika December 28, 2013 / 3:12 PM

      iya, kris kurang diajar(?) -_-
      resiko, kenal ama orang macem begitu ._.v

  2. xing (@DorkyDesy) December 28, 2013 / 8:05 AM

    kak Hika /boleh kan panggil gitu? ._./ setiap hari post ff xD rajin banget
    sebenernya kasian kris juga sih sampe mati tapi kan itu balesanya ada sebab ada akibat xD
    nice, kak^^
    ayo update lagi biar waktu liburan nggak terbuang sia-sia xD

    • annisahika December 28, 2013 / 3:13 PM

      boleh sayang😉 mumpung liburan, aku mau lunasin utang” ff ku. Soalnya kalo udah masuk, aku bakal sering ilang(?) xD
      gausah dikasianin, biarin aja ._.v

  3. Yufasa December 28, 2013 / 8:21 AM

    sooyoung kasian T_T

    • annisahika December 28, 2013 / 3:14 PM

      Yuk kita hibur yuk ‘-‘)/

  4. safira faisal December 28, 2013 / 10:11 AM

    yaa ampun aku setuju sama note author diakhir, sebejat2nya orangtua kita gaboleh sampe benci, tapi alhamdulillah dapet orangtua yang baik sih, hihi. Kalo kita punya salah juga harus cepet2 minta maaf karena umur ga ada yang tau. Tapi nyesek deh, kenapa kris meninggal, kasian sooyoungnya, huhu

    • annisahika December 28, 2013 / 3:18 PM

      lagian juga menurut aku gada orangtua yang bejat *yang ada cuman di film ama ff gini waks xD tapi ga menutup kemungkinan juga sih🙂 barsyukurlah kita semua punya orangtua yang baik😉
      Yap! Bener banget🙂
      takdir huhuhu u.u

  5. Choi Min Ra December 28, 2013 / 10:22 AM

    Yakkk!! Kris, Nappuen
    Rada sedih sama kesel sih aki bacanya
    Kesel karna Kris begitu jahat sama soo eonn
    Sedih karna Sad End, ngenes lagi waktu Kris nya malah mati kek gitu. Kukira happy end

    Ditunggu ff lainnya
    Fighting

    • annisahika December 28, 2013 / 3:19 PM

      keliatan ko keselnya sampe typo *plak xD
      hidup ga selalu happy ending dear🙂
      sip, gomawo ^^

  6. wufanneey December 28, 2013 / 11:23 AM

    posternya bagus, muehehe… pengen deh bisa bikin poster sekece itu… :3
    back to story:
    ngomong-ngomong, waktu baca fanfic yang hey beauty itu nggak ada unsur sad nya sama sekali…
    lah kok…
    after storynya begini hueee…
    hikaaaaa

    • annisahika December 28, 2013 / 3:22 PM

      yakk aku juga pengen kalii bisa bikin poster kece” -_-” kamu mah masih mending bisa potosop(?) lah akumah gangerti sama sekali *bukaaib* xD editan kamu udah kece” ko :3
      hidup itu kaya roda fan, aku sih berusaha ballance antara imajinasi dan realisasi🙂 maaf yaa bikin couple favourite kamu kaya gini kekeke😀

  7. Sooyoungster EXO December 28, 2013 / 2:57 PM

    koq kris oppa jahat sihh ma soo onnie….
    bagusss thor…

    • annisahika December 28, 2013 / 3:22 PM

      dia benci wanita T_T
      makasiih🙂

  8. yeni swisty December 28, 2013 / 3:29 PM

    kris jahat nih sam ibu and soo T__T
    kenapa Sad Ending😥
    btw ff bagus🙂

    • annisahika December 28, 2013 / 3:30 PM

      emang T_T hidup itu ga selamanya happy end🙂 makasih yaa ^^

  9. shin hyun young December 28, 2013 / 4:37 PM

    Nyesek..
    Kris jahat bgt dan akhirnya dia dpt balasannya..
    Kasian soo juga, miris ngeliatnya..

    • annisahika December 29, 2013 / 5:09 AM

      Intinya, hidup itu emang gaselalu indah😉

  10. giofi16yousen December 28, 2013 / 4:50 PM

    Huweeee eommaaaa itu kenapa kris bisa kyk gtu jahat banget huhuhu
    Soo eonni kasihan,kenapa bisa masuk ke perangkap kris sih eon ? Terus kalau nanti anaknya lahir itu appanya siapa dong ? #nglantur😀
    Asnya sukses deh bikin nyesek TT
    Goodluck buat ff yang lain dan ditunggu lho🙂

    • annisahika December 29, 2013 / 5:08 AM

      Takdir sayaang~ cup cup udah jangan nangis #plak😀
      Takdir🙂 menurut buku yang aku baca /emang bisa baca? -_-/ biasanya kalo baru ngelakuin sekali gabakal langsung hamil
      Suksesnya enak didenger, tapi nyeseknya— u.u
      Siap, makasih yaa🙂

      • giofi16yousen January 2, 2014 / 7:39 AM

        tapi ktanya kalau masa subur bisa live hamil #sok tau
        ok thor🙂

  11. kenianurasha December 28, 2013 / 10:06 PM

    kris minta dicekik :O
    untung aja kris masih punya rasa bersalah dan minta maaf sama soo
    endingnya agak nyesek sih. si kris mati kwkwk
    keren banget lahh (y) ditunggu ff nya yang lain^^

    • annisahika December 29, 2013 / 5:04 AM

      Sok atuh dicekik ._.
      Minta maaf sih minta maaf tapi— *you know lah? .-.
      Mati ko diketawain?😀
      Sip, makkasih banget ^^

  12. thelittleshikshin December 29, 2013 / 9:22 AM

    kris bad boy banget si-_- tapi aku cinta:”3 /apa
    walaupun endingnya sookris gini tapi gapapa, bisa metik pelajaran juga dari ffnya. keep writing!^^

    • annisahika December 29, 2013 / 11:40 AM

      aku juga cinta ._.
      Hehe makasih🙂

  13. srimurdhaningsih December 29, 2013 / 1:54 PM

    jahat bgt krisnya ih :3
    nice ff tapi ^^

  14. fyevita December 30, 2013 / 8:16 PM

    endingnya kok nyeremin gitu.__.
    nice ff thor^^

  15. Fayana Lee February 26, 2014 / 2:54 PM

    k-ke–keren thor………agak merinding baca endingnya………… bikin lagi yg sejenis ini thor/?/ wkwkwk fighting thor<3

    • annisahika March 2, 2014 / 8:48 AM

      m-ma-makasih ya ^^ ah masa *poke* haha siap, kalo ada waktu ya😀 gomawo *xoxo*

  16. Syifa Aqilla March 3, 2014 / 6:51 PM

    aihh merinding *brrr

    kirain HappyEnd, si Kris sadar kalo perkataannya itu menyimpang/? dan hidup bahagia sama Sooyoung.
    ternyata!! JEDEERRR~/?

    • annisahika March 8, 2014 / 5:49 AM

      Aihh ko bisa? O.o

      Happy end udah pasaran ah :p

  17. rifqoh wafiyyah July 29, 2014 / 9:26 PM

    krisnya mninggal? ckckck…
    lagian oppa jahat bngett -_-

    • annisahika July 31, 2014 / 8:19 PM

      ada gituu orang meninggal di Ketawain ? xD

  18. Rika_Cho January 8, 2015 / 10:47 PM

    Gue merinding sumpah :3
    Mana gue bacanya tengah malah jum’at-_- :’v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s