Wild Dream Chap 1

Wild Dream

WILD DREAM (Chapter 1)

Author: Lucky Spazzer

Main Cast:
~Choi Sooyoung
~Wu Yi Fan

Other Cast:
~find by yourself

Genre:
Horror, Mystery, Fantasy, Romance, dll

Pairing:
SooKris

Disclaimer:
Cast milik Tuhan, sedangkan alur milikku…

Author Note:
Sebelum membaca, aku harap kalian menyukai pairing Sookris, bukan malah membencinya, jadi jangan bash aku, oke? Kalau tidak suka lebih baik diam, aku tak suka pada orang pencari rusuh. Thanks😉 Ini mungkin FF horror pertamaku…. O ya, aku ‘agak’ terinspirasi sama kekuatan di film Insidious 1 yang katanya anak pertamanya bisa melepas arwahnya pada saat tidur, mungkin agak mirip, yah.. Tapi beda, kok!
****

Author POV
Ting … tong … ting … tong …

Sudah empat kali bel itu berbunyi, sang tamu tak sabaran menanti tuan rumah datang dan membuka pintu baginya. Ia mendesah dan melirik jam tangannya, sudah pukul 7. Bercanda saja, yeoja-nya adalah gadis rajin dan selalu bangun sangat pagi. Apakah gadis itu mandi? Atau, tidak ada dirumah? Telinganya menangkap hentakan kaki, ia tersenyum lebar. Pintu cokelat mapel itu terbuka, dan seorang gadis berrambut singa( acak-acakkan ) tampak memandangnya, lalu mau tak mau membukakan pintu.

“Soo? Kau kenapa? Dandananmu …,” gumam pria bermata elang itu. Rambut cokelat kekasihnya tampak awut-awutan, seperti yang ia katan; menyerupai singa. Kaus tidur abu-abu dan celana hitam pendek selutut. Sandal tidur berwarna hitam nyetrik tampak ia pakai. “Kau baru bangun?”

“Tentu saja, Kris-ssi,” balas gadis itu, yang bernama ‘Kris’ hanya tersenyum, ia penasaran apa yang dilakukan gadisnya. Pergi ke klub malam? Tidak mungkin, gadis itu terlalu lugu untuk ke klub malam! “Aku …, hoahm! Mandi dulu,” tukas gadis itu.

“Sooyoung-yaa,” kata Kris. Sang tuan rumah; Sooyoung, menatapnya. “Kau kenapa? Baru tahu kau baru bangun tidur, kelelahan eoh? Habis darimana, hem? Klub malam?” selidik Kris membuat Sooyoung mendelik.

“Buat apa?! Itu isinya tempat orang dengan harga diri rendah, dan aku bukan orang semacam itu. Aku selalu menjaga diriku, Kris! Kemarin Yuri mengajak aku dan juga Yoona menginap. Semalam, aku baru pulang dan ternyata bus yang aku pakai rusak. Terpaksa menunggu hingga jam 12, lalu ternyata jalan sangat macet, akhirnya sampai dirumah pukul 2. Kau harus mencobanya! Pasti esoknya kau sama denganku, apalagi kau lebih tukang tidur,” sindir Sooyoung.

“Yayaya, sudahlah! Mandi saja kau,” kata Kris sambil menuju perpustakaan mini diapartemen luas Sooyoung. Ia langsung meraih buku berjudul Wonderland, sebuah buku yang menceritakan tentang seorang gadis yang berpetualang ke dunia lain. Sang penulis benar-benar punya imajinasi tingkat tinggi. “Sampai halaman berapa, ya? Oh, ya. 64,” kata Kris. Ia segera membuka halaman 64, bab baru. Bab 7: Aku dan Hubert, Kris tersenyum dan mulai menekuni setiap katanya.

Sooyoung sendiri sudah berkutat pada dirinya sendiri. Lalu, ia menuju ke ruang yang teman-temannya sebut; World of Fashion, apartemen Sooyoung memang terlalu besar! Bahkan diisi lebih dari 5 ruangan. Sooyoung langsung menuju ruang yang berisi bajunya dan mencari baju yang ada di rak kasual, tak terhitung banyaknya baju miliknya. Ratusan! Gadis itu meraih sebuah baju gaun berbahan satin panjangnya selutut dengan lengan pendek, warnanya peach. Gadis itu memakai high heels cokelat tua. Ia tersenyum memandang baju miliknya tersebut.

Ia berjalan menuju Kris, dan saat melihat pria itu masih memahami perkata pada novel tersebut. Ia tersenyum dan mengalungkan tangannya pada leher Kris, lalu ia tersenyum saat Kris mengecup pelan pipinya. “Hahaha …, masa kau sudah membaca dua hari baru sampai halaman 100? Aku saja satu hari bisa sampai halaman 210,” tawa renyah Sooyoung.

“Hish, jangan rendahkan aku. Kau kan bisa membacanya tiap waktu, kalau aku harus berjalan jauh menuju rumah-mu yang berada dilantai paling atas dan paling istimewa ini!” kata Kris sambil mendengus sebal. “Oke, so, what we gonna do today?” tanya Kris tersenyum pahit.

“Temani aku membeli buku, buku Wonderland 2: Magical Life sudah ada, akan aku pinjamkan buku itu padamu,” kata Sooyoung. “Kalau sudah membaca buku yang seri pertama, kupinjamkan yang kedua,” sahut Sooyoung. “Bukunya limited!

“Oke-oke,” balas Kris mendesah. “Ayo! Tunggu apalagi, putriku?”

“Jangan berlagak seolah kau appa-ku, kau kekasihku,” tekan Sooyoung. “Dan, apa justru kau yang ke klub malam, hem?” tanya Sooyoung teringat pertanyaan konyol yang kekasihnya lontarkan pada pagi buta itu.

“He, kau bercanda. Aku pernah kesitu, sekali. Diajak hyung-ku, dan disitu aku tak suka siapa-siapa. Mereka bukan Sooyoung soalnya,” kata Kris. “Hei, kita ke klub malam dan melakukan yang hyung-ku lakukan, ya??”

“Yak! Mesum!” teriak Sooyoung dan menampar halus pipi Kris. “Rasakan itu, dasar pria pervert!”
***
WILD DREAM
***
Sooyoung meraih buku incarannya, sampulnya memang sederhana. Tapi isinya sangat mendebar-debarkan hati! Sooyoung meraih buku itu dan melemparkan pandangan Kris yang masih berbicara pada Luhan, teman lamanya yang ia temui disitu. Luhan ganteng, ya, gumamnya. Ia langsung memukul kepalanya, hei! Kenapa ia memuji pria lain bila ia sendiri ada yang punya? Sooyoung berjalan menuju Kris dan langsung mengalungkan tangannya di lengan Kris, dengan sangat manja.

“Dia siapa?” tanya Luhan menunjuk Sooyoung. “Kutebak! Yeojachingu-mu, hem pria playboy?” tawa Luhan. Sooyoung mendelik saat Kris mengatakan kekasihnya adalah players.

“Dia bukan players!” teriak Sooyoung sambil mengerucutkan bibirnya. “Ia sudah berubah, kok. Jangan bilang seperti itu padanya, atau kugampar wajah imutmu itu dengan segera bila mengatakannya lagi!”

“Hei, hei.. Calm down, girl… Dia hanya bercanda, kau liar bila aku diledeki, ya?” tawa Kris renyah membuat Sooyoung yakin ada semburat merah muda dipipinya ia sangat malu sekarang. “Lu, kudengar kau punya pacar. Mana dia?”

“Itu,” kata Luhan menunjuk seorang gadis cantik yang sedang tersenyum, ia merangkul Yoona. “Halo chaggi-yaa, ini Im Yoona. Nah, Yoongdeer, yang tinggi tiang itu Wu Yi Fan atau Kris Wu Fan, yang satunya adalah Choi Sooyoung,” senyum Luhan.

“He? Yoong?” tanya Sooyoung.

“He? Young?” tanya Yoona.

“Kalian saling mengenal?” tanya Kris dan Luhan berbarengan. “Hahaha, lain kali kita harus mencoba melakukan double date, it will be so fun!” tawa Kris renyah sambil tersenyum.

“Mengapa tak sekarang saja?” tanya Yoona. “Bisakah menonton film horor baru itu, yang nomor satu di Korea? Gambarnya kalau tak salah gadis dengan mata yang ujungnya keluar darah hitam sambil memegang jarum?” tanya Yoona membuat Luhan, Kris, Sooyoung bergidik ngeri.

“OGAH!” kata Luhan. “Seram!” renggek Luhan manja membuat Yoona mendesah pelan. Kekasihnya itu memang baby, sampai-sampai takut menonton film begituan.

“Annyeong, Luyoon-ssi,” kata Sooyoung dan langsung menarik Kris keluar dari area perdebatan LuYoon. “Aku mau pulang, eomma akan mencariku pada pukul dua, ada acara keluarga.”

“Baiklah,” kata Kris.

Mereka langsung memasuki lift dan menuju area parkir. Setelah mereka memasuki mobil, Kris tersenyum. “Pasang seatbelt-nya nona manis, sudah waktunya aku mengemudi,” kata Kris sambil memegang setir.

“Oke-oke, jangan menggodaku,” tawa Sooyoung sambil memasang sabuk pengaman itu pada tubuhnya.

Lets go!”
***
WILD DREAM
***
Sooyoung POV
Dimana aku? Aku berjalan menyusuri jalan setapak, yang gelap dan kelam, suasana sangat kelam, seolah tak ada kehidupan. Aku berjalan dan menemukan sebuah jembatan kayu kokoh. Aku berjalan melewatinya, aku sampai diujung jalan. Rasanya biasa-biasa saja, semuanya oke. Aku melihat sebuah pohon lebat menjumpaiku, seolah berkata ‘Selamat Datang’. Aku menyusurinya, sebuah pintu gerbang berwarna merah darah pekat tampak.

Jantungku berdebar sangat kencang, kupegang dadaku. Lalu aku memajukan kaki, kuketuk perlahan pintu itu. Tak ada apa-apa! Dimana aku?! Di dunia konyol apa aku terjebak?! Aku berjalan dan langsung menyimpulkan, ada tebing curam. Aku melongok, ngeri juga. Ku cari batu atau kerikil. Lalu kujatuhkan. “Satu …, dua …, tiga …, empat …, lima …., enam …,” omonganku terhenti oleh dentingan kecil. ITS CRAZY!!! 6 meter!

Aku menghela nafas, aku hendak berbalik. Mungkin saja digerbang itu aku dapat kembali dan mungkin menemukan Kris yang kebingungan mencari aku. Saat berbalik, seseorang mendorongku dari depan. Tapi sumpah! Aku tak melihat apa-apa! Aku terjatuh ke tebing, lalu kuyakini ini adalah mimpi. Tapi, mengapa sangat sakit? Darah mengucur deras dan aku merasakan sakit yang luar biasa.

Kau tak akan bisa lepas dari sini…”

Mataku terpejam, tak menyadarkan diri.
***
WILD DREAM
***
Sooyoung POV
Aku terbangun dan mendapati Kris sedang tersenyum getir padaku. Tampak cahaya mentari mengatakan ‘halo’ padaku. Tunggu! Bukankah aku mengalami hal aneh itu kemarin pada siang hari? Aku mengambil teleponku, ya ampun! 2 hari aku tak sadarkan diri?! “Kris, apa aku …,” aku terpejam sedikit, “koma?”

Kris tersenyum padaku. “Kau sadar, ya? Kau koma 2 hari, padahal kemarin yang aku ingat kau memandangi sungai Han, lalu tiba-tiba saat aku membangunkan kau, kau tak sadarkan diri. Ya sudah kupanggil saja eomma-mu,” kata Kris tersenyum manis padaku. Koma? Seingatku, ah…! Ini benar-benar aneh. “Yang menganehkan, ada luka disikutmu.”

Aku dengan sigap melirik sikutku, ada luka lecet dengan darah merah yang sudah mengering. “Kris, tak ada kecelakaan yang kualami, kan?” kataku sambil memandang Kris.

“Tidak ada,” balas Kris. “Saat aku membangunkanmu, kuyakin lenganmu sudah ada darah deras mengucur. Tak lupa, dari lututmu juga ada darah mengalir deras. Kau tak terjatuh, kan?”
Aku langsung melirik lututku, linglung. Apakah, ini akibat fantasi anehku? Tapi, bagaimana bisa aku melakukannya? Bagaimana caranya? “Kris, bila aku jatuh, kau pasti juga sadar karena sejak kemarin aku koma aku tak merasakan sakit, sumpah! Kecuali sakit hati saat Luhan bilang kau adalah pria player,” tukasku sambil menghela nafas.

“Soo, kau yakin hidupmu oke-oke saja?” tanya Kris.

Aku mengganguk mantap, walau tak yakin. Bagaimana bila hidupmu malah lebih buruk dari yang pernah aku duga? Aku menatap langit biru. “Kris, sebenarnya aku ingin jujur… Aku rasa hidupku memusingkan.”
***
WILD DREAM
***
Author POV

Sooyoung memandang eomma-nya yang menghadapinya cemas, eomma-nya baru saja bertamu saat Sooyoung menyatakan bahwa hidupnya agak memusingkan. Beliau mendekap erat tubuh ramping Sooyoung, melepas rindu yang tak terduga.

“Kau tahu? Semua keluarga Choi panik pada keadaanmu. Kau melakukan apa saja, sayang?” tanya Ny. Choi sambil mengusap puncak kepala putrinya. “Kau harus berhati-hati, okay dear?” kata Ny. Choi tersenyum. “Kau adalah gadis kuat, aku percaya itu!”

“Aku juga,” senyum Sooyoung lebar. “Eomma, tapi aku heran. Mengapa aku bisa merasakan sakit pada mimpiku? Juga bisa luka padahal aku tidak kenapa-napa?” tanya Sooyoung yang membuat eomma-nya bungkam seratus persen.

“Sudahlah, mungkin hanya perasaanmu saja,” kilah eomma dan langsung beranjak pergi. “Saya undur diri dulu, oh, ya. Kris, tolong jaga Sooyoung, ya,” pesan Ny. Choi dan beranjak pergi.

Setelah Ny. Choi pergi, Kris datang dan melirik Sooyoung, penuh selidik. “Soo, kurasa hidup aku dan kau sama-sama memusingkan, ya?” kata Kris tersenyum miris.

“Apa, maksudmu, Kris?” tanya Sooyoung, kaget.

“Aku juga bisa merasakan sakit dalam mimpiku, dan luka tanpa kusadari.”

Sooyoung tertegun, jadi, ia dan Kris sama-sama bisa merasakan sakit dalam mimpi dan luka tanpa ada pihak ceroboh yang melakukannya? Sooyoung menghela nafas, ini lebih dari sulit. SANGAT SULIT. Gadis itu bingung, mengapa hanya sedikit manusia yang bisa merasakannya?

“Kris, apakah kita …,” omongan Sooyoung terputus karena ia berpikir apa yang harus ia katakan, “… orang tertentu?”

Kris terhenyak, lalu tertawa remeh. “Itu hanya ada dalam dunia per-film-an di benua Barat, bukan kenyataan! Bagaimana bisa gadis pintar percaya pada takhayul, hah? Hahaha …., rundingkan lagi, Soo-aah.”

Sooyoung tersenyum, sakit hati? Tidak. Ia juga menanggapi ia bodoh karena tahu bahwa ‘orang pilihan’ tidak ada. Mungkin hanya pada bidang dunia per-film-an didunia Barat, seperti kata Kris. “Yah, mungkin kau benar, Kris-ssi,” kata gadis itu tersenyum sambil menunduk formal.

“Sudah, lupakan saja pikiran itu. Lupakan saja kekuatan unik Sookris, hanya ingat pada dunia nyata,” kata Kris mengelus puncak kepala Sooyoung.

Tiba-tiba Sooyoung teringat pada suara lirih yang menggema saat ia jatuh ditebing, pada mimpinya. Apa kata orang itu? ‘Kau tak akan bisa lepas dari sini’, ya, itu yang orang itu katakan. Apa maksudnya? Tak terlepas dari tembok cinta yang Kris bangun baginya? Maksudnya apa? Mengapa omongan itu seperti ancaman baginya. Tidak ia jadikan masalah panjang, ia menyandarkan kepalanya pada dada Kris.

Tapi, bagaimana sejak lirihan misterius itu justru hidupan mereka benar-benar berusah 160 derajat?
***
WILD DREAM
***
Sooyoung POV

Aku menusuri apartemen-ku. Hanya ada dengkuran, he? Pukul berapa sekarang, hem? Aku memandang jam besar yang berada disebelah lift. Haa!! Pukul tiga malam, tapi mengapa aku tak mengantuk? Aku ingin kembali ke kamar, tapi raga-ku berkata ‘tidak’ pada kemauanku. Mengapa seolah-olah disini ragaku yang mengendalikan aku? Aku benar-benar tak bisa mengalihkan diriku sendiri, aku seolah-olah terjebak. Terjebak dalam tubuhku.

Aku berjalan menuju lift, lalu berjalan masuk. Aku menyandar pada lift, tapi aku menyadari aku menyandari sesuatu. Bukan dinding lift yang dingin dan keras, aku menoleh ke belakang dan…

“AAAAAAAAAAAAAAAA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
***
WILD DREAM
***
Author POV
Sooyoung terbangun. Hah? Jadi ia? Bermimpi? Tapi mengapa serasa begitu nyata? Oke, lupakan saja. Ia langsung meraih air minum yang ada digelasnya, ia mendelik menyadari bahwa pintu kamarnya terbuka lebar. Tunggu? Ia berjalan keluar dan mendapati bahwa pintu apartemennya terkunci rapat. Siapa yang masuk? Padahal ia ingat bahwa ia sudah mengunci pintu kamarnya. Rapat-rapat, mana mungkin ada yang masuk seenak dirinya saja?!

Gadis itu melupakan soal kejadian anehnya, ia meraba keningnya. Basah, basah oleh keringat yang mengucur deras. Berkeringat, tentu saja. Tiap orang yang bermimpi horor pasti akan ada keringat. Ia meneguk habis air minumnya, lalu ia memandang cermin. Hah? Mengapa ada garis hitam dibawah matanya? Ia tahu bahwa tak ada garis hitam. Apakah ia melakukan sleep walking? Tak mungkin, ia tahu betul bahwa ia tak bisa melakukan sleep walking.

Sooyoung teringat pada mahluk yang ia temui di lift tadi, tepatnya yang ia sandari dalam mimpi. Oh, kalian tak boleh melihatnya. Gadis dengan wajah yang tak beraturan, kulit putih pucat dengan darah yang menetes-netes, rambutnya yang uwel-uwellan berdiri kaku, bola matanya copot, dan jarinya ada yang remuk, seperti dilindas. Kakinya putus sebelah, dan lengannya terkena luka bakar, tulangnya terlihat. Sangat menyeramkan. Saat Sooyoung memandang ‘sosok’ itu, sepertinya ia bilang sesuatu. Lirih, dan tak dapat Sooyoung dengar. Ia langsung berteriak dan keluar dari lift itu, meninggalkan mahluk yang pada akhirnya menyeringai sempurna itu.

Sooyoung menghela nafas, ia baru ingat di ‘mimpi’-nya, dikaus gadis itu keluar banyak darah. Dan Sooyoung meraba gaun tidurnya, lalu ia merasakan sesuatu yang kental. Ia melirik jemarinya, benar sekali. Darah.
***
WILD DREAM
***
Author POV

Kris memandangi kekasihnya, yang bercerita sepenuhnya tentang mimpinya, ia manggut-manggut sambil mengelus dagunya yang lancip. “Mimpinya buruk dan sangat menyeramkan,” komentarnya. “Dan, eh. Kau menemukan darah dipunggungmu? Bagaimana bisa? Bagaimana bila, kau benar-benar keluar, Soo?”

“Tidak! Aku tak merasakan aku keluar, aku hanya merasakan aku bermimpi, sumpah!” kata Sooyoung sambil terisak, kecil. Kris menghela nafas, ia tahu bahwa kekasihnya jago akting. Tapi, bila sudah terisak Kris akan menanggap bahwa Sooyoung sangat serius.

“Kau tahu,” kata Kris teringat pada mimpinya. “Aku bermimpi aku tertabrak mobil dan dahiku lecet, dimimpiku. Lalu saat terbangun, dahiku benar-benar lecet dan tubuhku kotor,” kata Kris.

Sooyoung menyibak rambut blonde Kris, dan memang benar-benar lecet. Darahnya sudah mengering.
“Kris, sudah kubilang,” kata Sooyoung. “Kita itu orang pilihan!”

“Tapi, pilihan untuk apa? Yang ada di mimpi kita menjadi kenyataan?” kata Kris sambil memikir-mikir. “Pasti ada alasannya, apa karena kita pasangan paling romantis?” canda Kris.

“Yak, mengapa berpikir seperti itu?” tanya Sooyoung. “Ada mungkin pasangan yang lebih romantis daripada kita, kamu kan, kadang-kadang tidak romantis!” kata Sooyoung.

“Hei! Aku itu The Most Romantic Boy in The Asia, oke? Di Cina dan Korea saja mereka bilang begitu!” elak Kris, tapi memang kenyataan, sih. Di Korea dan juga di Cina, ia selalu disebut-sebut begitu. Sejak SD sampai kuliah!

“Kan di Asia saja? Lagipula hanya Cina dan Korea, itupun teman-teman sekolahmu, bukan dunia. Memangnya orang Jepang, Indonesia, dan negara Asia lainnya bilang begitu?” kata Sooyoung tersenyum kemenangan. Kris hanya mendesah sebal. “Jadi, menurutku orang pilihan untuk menyelamatkan dunia!”

“Dunia apa? Dunia fantasi?” tanya Kris melirik Sooyoung, sebal. Lalu ia melirik arlojinya. “Oh, sudah waktunya untuk ke rumah Luhan. Annyeong, dear,” kata Kris dan langsung pergi. Sooyoung merenggut melihat kepergian kekasihnya, menyebalkan!

Ia langsung pergi dari taman, tempat mereka bertemu tadi. Yang Sooyoung bingungkan, apakah dia dan Kris benar-benar orang pilihan? Bila iya, orang pilihan dalam apa? Untuk dipermainkan? Sooyoung menggelengkan kepalanya dan langsung menuju halte bus, untuk kembali ke apartemennya.
***
WILD DREAM
***
Someone POV

Mereka akan mati
Mereka akan terjebak
Mereka akan dipermainkan
Mereka adalah orang pilihan …
Untuk dimimpikan…

***
WILD DREAM
***
Sooyoung POV

Aku berjalan melewati lorong apartemen, oh, pukul berapa sekarang? Rupanya pukul dua belas siang. Aku menajamkan pendengaranku, hening. Mungkin sedang beristirahat atau sedang pergi. Selagi aku berjalan, keheningan menjadi sahabatku. Bayangan-bayangan kecil tak bertuan selalu mengikutiku dan keheningan. Sampai di ruang apartemenku, tapi aku mendengar sebuah suara musik. Ya, musik Skyfall dari Adele. Lagu itu mengerikan, aku menajamkan pendengaranku. Bukan lagu Skyfall, tapi lantunan piano. Für Elise. Tapi, tunggu! Aku kan tidak menyimpan piano? Aku mendobrak kamar, tak ada siapa-siapa, lagu itu juga berhenti.

Aku menampar pipiku, sakit. Benar-benar bukan mimpi! Aku mencari-cari sosok yang memainkan Für Elise dan menyalakan lagu Skyfall, sungguh! Tak ada siapa-siapa! Aku terduduk dipojok ruangan sambil menangis. Dunia seperti memainkanku. Hei! Aku bukan mainan! Aku adalah mahluk hidup! Aku terus terisak, sungguh. Ini sangat menganehkan..
***
WILD DREAM
***
Sooyoung POV

Bila aku terisak lalu sampai didunia ini, berarti aku lagi dalam dunia mimpi yang aneh. Aku berjalan, lagi-lagi ada jembatan. Mau tak mau, ragaku memaksa menyebrangi jembatan kayu itu. Seperti pengalaman tempo hari, ada pohon lebat berujung gerbang merah pekat berwarna darah. Aku mendorongnya, paling pemandangan tebing. Tapi kali ini bukan!

Sangat menyeramkan, pohon duri dan sungai darah. Mayat-mayat manusia bertebaran ditepi danau. Bayangan-bayangan yang mengintip, bayang-bayang tak bertuan. Tiba-tiba, tampak sebuah sosok gelap. Yang lama-lama membesar dan membesar terus menerus. Siapa dia? Aku memejamkan mata, sampai sebuah panggilan familiar memanggilku. “SOO-AAH!!!”

Aku membuka mataku. “KRIS?!” teriakku. Rupanya sosok itu Kris! Aku segera berlari dan berusaha memeluknya. Tapi, tiba-tiba, tanah itu meretak. Aku terkejut dan tanah itu terbelah dua. Aku dan Kris terpisah oleh retakan. Aku memajukan tubuhku, memandang apa yang dibawah. Sebuah peti mati dengan tulisan ‘CHOI SOOYOUNG’ disebelahnya ‘WU YI FAN’. Peti mati itu terbuka, bila aku melompat ke daratan tempat Kris, besar kemungkinaanya aku malah berakhir di peti mati.

“Sooyoung! Bagaimana ini?” teriak Kris, menyiratkan kepanikan. Lalu, saat aku memandangnya, tubuhnya lama-lama menghilang. Diterpa angin. “Sooyoung ..,” terdengar sebuah lirihan lemah.

Aku sendiri terisak, aku harus bagaimana? Di dunia antah berantah tak dikenal, aku pasrah saja berjalan ke depan. Mati! Mati! Mati! Tapi aku tak merasakan tubuhku terjatuh, yang kurasakan …, angin menerpa tubuhku.
***
WILD DREAM
***
Author POV

Sooyoung membulatkan sebuah angka dikalendarnya, satu bulan setelah mimpi terburuknya muncul. Dan genap satu bulan Kris koma. Kris koma setelah pingsan tak sadarkan diri sambil meneriak-riakkan nama Sooyoung, apakah mungkin Kris bermimpi yang lebih buruk daripada mimpinya sampai koma satu bulan? Sooyoung hanya dapat menerka, bila ditanya, Kris paling hanya diam. Karena dia koma, Sooyoung sangat sedih karena Kris terus koma. Tidak ada gombalan, kecupan pagi, dan belaian hangat di puncak kepalanya. Sooyoung merindukan semua itu.

Sowoneul Malhaebwa (I’m genie for you, boy)
Sowoneul Malhaebwa (I’m genie for you wish)
Sowoneul Malhaebwa (I’m genie for you dream)
Naegaeman Malhaebwa(I’m genie for you world)

Lagu Tell Me Your Wish( Genie )-SNSD melantun keras, tandanya ada yang menelpon. Ia melirik layar, Luhan menelponnya. Sooyoung mau tak mau mengangkat telepon sahabat kekasihnya tersebut.

“Yeoboseyo, Luhan-ah?”

“Annyeong, Choi Soo.. Kris …, d.., dia..”

“Apa?” tanya Sooyoung panik, ia takut Kris kenapa-napa. Bagaimana jika meninggal? Ia menghapus pikiran buruknya.

“Sudah sadar!” kata Luhan.

“Sudah sadar?! Bisakah aku ke rumah sakit?”

“Nde, ia sudah ganti ruang. Ruang nomor 120, lantai 1.”

“Gomawo Luhan-ah… Annyeong!”

“Annyeong…”

Sooyoung sangat senang, ia langsung meraih kunci mobilnya dan berlari keluar menuju parkiran. Ia tersenyum terus sepanjang perjalanan, ia sangat senang bahwa kekasihnya sudah sadar. Di rumah sakit, keluarga besar Kris sudah datang, dan tampak Kris sedang meneguk teh.

“Kris?” tanya Sooyoung.

“Hei, kau datang terlambat! Tadi bagi-bagi kue yang banyak, lho,” kata Kris membuat Sooyoung sebal. Tapi, pria itu malah tertawa keras. “Nih, aku sisakan buat kamu. Makan, ya!”

“Gomawo, Kris. Kau ingat kan aku siapanya kamu?” kata Sooyoung sambil memakan kue-nya. Sebenarnya ia agak sebal pada pertanyaanya, toh Kris kan, tidak amnesia. Hanya koma.

“Nde, kau adalah sahabatku,” kata Kris membuat mata Sooyoung membulat sempurna, seperti kodok. “Hah, baboya! Kau kira aku amnesia? Tentu saja kau adalah yeojachingu si tampan asal Kanada ini,” kata Kris.

Sooyoung tersenyum tipis, sebenarnya ia berdoa kalau tingkat kepercayaa diri kekasihnya yang diatas rata-rata itu terlupakan. Tapi nyatanya malah bertambah T_T. Sooyoung memandang Kris, tiba-tiba ia matanya menangkap sesuatu. Sooyoung menarik selimut Kris.

“SOOYOUNG!! KENAPA KAU?!” teriak Kris terkejut.

TO BE CONTINUED

Annyeong haseyo! Comeback with my new FF, kali ini chapter lhooo…, nanti lanjutannya ya ^_^ Gak lama-lama kok, don’t be siders, all! Kalau pada jadi siders nanti aku protect lho #ngancem#. Ini part-nya pendek apa panjang??? Nanya doang T_T Oke, pai-pai good readers! ^^

30 thoughts on “Wild Dream Chap 1

  1. luckyspazzer December 27, 2013 / 11:52 AM

    Reblogged this on Lucky Spazzer World and commented:

    Huft , bisa juga buat FF chapter baru ^^ Dalam proses pembuatan chap 2!!!

  2. sailors moon December 27, 2013 / 12:06 PM

    Itu bukan jiwa kris ya -.-? Kyk di insidious wkwkwk, next yaa

    • luckyspazzer December 27, 2013 / 1:54 PM

      gak terlalu mirip, sih T_T Thanks udah comment!

  3. rizky amelia December 27, 2013 / 12:09 PM

    yahh yahh Kris kenapa tuuu waktu ditarik selimutnya malah teriak
    astaga mimpi mereka menyeramkannn semoga aja mereka nda kenapa kenapa

    next partnya ditunggu ya eonni ^^

    • luckyspazzer December 27, 2013 / 1:55 PM

      Itu si Kris kaget kenapa tiba-tiba selimutnya ditarik, makanya teriak….

  4. Emmalyana December 27, 2013 / 12:41 PM

    Aku sedikit nggak mudeng sama ceritanya..
    Tapi mimpinya menyeramkan!!
    Kris kenapa coba?
    Next ditunggu

    • luckyspazzer December 27, 2013 / 1:56 PM

      Next nya insya allah besok ^^

  5. kenianurasha December 27, 2013 / 12:56 PM

    aaaa penasaran banget chapter 2 nyaaa
    keren keren(y)
    lanjut yaa

    • luckyspazzer December 27, 2013 / 1:57 PM

      Dalam pembuatan chingu😉
      Makasih udah bilang keren ^_^
      Tersanjung *lebay* Thanks udah comment!!!

  6. wufanneey December 27, 2013 / 1:08 PM

    seraaaaamm……….

    no.

    kris mencurigakan juga, jangan-jangan dia bukan kris lagi…
    menggantung ini.
    masi ada lanjutannya kan?

    • luckyspazzer December 27, 2013 / 1:58 PM

      Gantung?? Kan masih ada chapter 2-nya ^^ tentu saja masih ada lanjutannya😉

  7. safira faisal December 27, 2013 / 1:18 PM

    yaa ampun mimipinya serem, eh sookris bener2 jodoh yaa, dikasih mimpi dan takdir yang ga jelas gituu /salah fokus/ haha, terakhirnya kris kenapa tuh? Teriak gaje gitu, ditunggu lanjutannya^^

    • luckyspazzer December 27, 2013 / 2:02 PM

      Iya dong seram, awalnya aku mau kasih judul ‘Horror Dream’, tapi gak seru, ya udah kasih Wild Dream aja …, takdir yang gak jelas Mungkin aja…. Terakhirnya Kris kenapa? Tebak yahhh

  8. giofi16yousen December 27, 2013 / 2:08 PM

    Aduh bacanya merinding sendiri
    Ahhh jadi inget insidious huhuhuhu
    Sookris memang jodoh ya sampai puny tkdir sm
    Kris itu knpa? Jngn* itu bkn kris lgi
    Wah sumpah ini daebakkk thor
    Next chapnya ditunggu banget karena penasaran ting dewa #lebay😀
    FIGHTING !

  9. AULIAsookai December 27, 2013 / 3:05 PM

    deg,merinding thor~,keren banget sumpah,lanjut,jgn lama lama nge postnya ok😀

  10. yeni swisty December 27, 2013 / 3:06 PM

    itu si kris kenapa teriak2 gk jelas, :v
    penasaran part 2 nya, and nih ff serem banget gk pake sambel #GakNyambung:/
    next part ditunggu😉

  11. anonim December 27, 2013 / 4:33 PM

    ditunggu nextnya thor😀

  12. vermouthshikshin December 27, 2013 / 4:40 PM

    Panjang kok, keren chingu~
    Suka-suka.. Hehehe~
    Kalau gak salah ada film yang menceritakan yang mirip seperti ini kan ? ~mianhe, hehehe itupun kalau gak salah~
    Fighting~

  13. Kidochan December 27, 2013 / 4:52 PM

    agak ga mudeng tapi serem
    itu si kris kenapa kok teriak-teriak
    next…. part 2 ditunggu secepatnya

  14. Choi Min Ra December 27, 2013 / 5:28 PM

    Di part ini membingungkan
    Aku masih belum ngerti :3
    Sorry aku emang biasa gitu, suka lemot

    Next part ditunggu
    Fighting

  15. kimjongin247 December 27, 2013 / 9:09 PM

    hahh,, insidious mode on :p
    next part jangan lama ya thor?

  16. xing (@DorkyDesy) December 28, 2013 / 8:58 AM

    ini udah cukupan kok /?
    duh kris kenapa itu ;A;
    chap 2 ditunggu ^^

  17. khurotunnisa December 28, 2013 / 10:05 AM

    HIH.. merinding bacanya
    kris kenapa ?
    lanjut ne~

  18. restu deotari December 28, 2013 / 1:25 PM

    aduuuhhh kalo kris kaya gini terus bisa2 gue jadi shipper mereka nih-_- lanjutnya jangan lama2 ya thorrr

  19. Fantasy Purple December 29, 2013 / 11:10 PM

    Aaaaaa…! SooKris again… Akhirnya ada lagi ff SooKris. Cuma yang ini serem ya -_- Tapi gpp deh, yang penting cast’nya mreka. Penasaran nih sama kelanjutannya. Ditunggu ya. Semangat nulisnya (•ˆ⌣ˆ•)

  20. thelittleshikshin December 30, 2013 / 6:01 AM

    ya ampun seremnya….. apa yg dialamin di mimpi jd kayak kenyataan….. tapi aku suka deh sama ceritanya, apalagi yg main sookris:$

    itu kris pas abis sadar aneh cara ngomongnya aja udah agak beda dari biasanya(?)
    trus itu sooyoung ngeliat apa jadi dia tarik selimut kris? oh my, penasaran banget:”)

  21. sooyoungwu January 4, 2014 / 9:46 PM

    wahh daebak!! Aku bacanya pas lagi home alone nih-_- Lanjut ya thor!! Aku tunggu😉

  22. wiwik June 25, 2014 / 6:08 AM

    Kok blum dilanjut? pdhal ff nya keren loh😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s