Friendship, Romance

Flower Boys Next Door – Chapter 4

Image

Title: Flower Boys Next Door [Chapter 3]

Auhtor: Park JeByung

Lenght: Chaptered

Rat: T

Genre: Romance, Friendship, Comedy/?

Cast: Choi Sooyoung, Xi Luhan, Oh Sehun

Other Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Yoon Doojoon, Kwon Yuri, Kim Hyuna and other

Disclaimer: Cast is not mine, but Baekhyun is mine #LOL

Warning: Typo bertebaran dimana mana dan juga cast namja nya banyak.

A/N: Annyeong Hasseyo~ Ada yang kangen sama aku? Gaada yaudahsih;’’’> Hyunseung nya munculin ga yaaaa? Huahahhaha. Mianhamnida buat penggemar HyunA >,< Insyallah ntar aku munculi si Hyunseung deh wkwkk  xD /author ngomong sendiri/ /oke fine/
FF ini juga dipost di wp-ku [ www.hyosoofanfiction.wordpress.com ]

Btw, Selamat membaca~ dan jangan lupa tinggalkan komentar^^

 

***

“Apakah itu artinya bahwa kita itu              “ Sebelum Sooyoung menyelesaikan kata katanya, Luhan menyela.

“Geurae! Kita itu adalah sahabat sejati! Makannya kita tidak suka kalau misalnya salah satu dari kita dekat sama orang lain terus cemburu, itu artinya kita saling sayang! Choi Sooyoung, kau memang sahabat sejatiku!”

Hm?

“Jeongmalyo? Ah geurae geurae! Luhan-ah kau harus berjanji jangan dekati yeoja lain. Dan kita harus terus bersama, sahabat yang baik kan tidak pernah meninggalkan sahabatnya.” Balas Sooyoung  sembari melepaskan pelukannya dan menepuk nepuk pundak Luhan.

Kedua tangan Luhan melayang keatas dan hinggap(?) di atas kepala Sooyoung. Ia mengacak ngacak rambut basah yeoja itu, “Ne, yaksok?” Luhan mengulurkan jaring kelingkingnya.

“Yaksok. Mulai sekarang kita bersahabat ne?” Kelingking Sooyoung balas menjabat kelingking Luhan.

Mereka berdua tertawa bersama layaknya orang idiot. Tanpa mereka sadari, ada dua orang yang sedari tadi memperhatikan mereka.

Tampaknya mereka tidak akan pernah menyatu.” Ucap salah seorang.

Mereka begitu bodoh.” Timpal satunya lagi. Kemudian mereka berdua menampilkan smirk dan melangkah pergi meninggalkan halam belakang.

***

Kini semuanya berkumpul diruang makan Choi Sibling.Apa yang mereka lakukan? Tentu saja makan malam. Pukul berapa? Pukul 07.30 malam.

Tidak. Mungkin tidak semuanya hadir disitu. Tampaknya satu orang dari mereka tidak hadir disitu. Siapa? Tentu saja si poker face, Oh Sehun.

Saat Sooyoung selesai meletakkan semua masakannya diatas meja, ia melihat kearah satu persatu namja idiot itu. Ia baru menyadari seseorang telah hilang dari kumpulan namja yang kini mulutnya dipenuhi air liur saking laparnya.

“Selamat ma      “ Sebelum Baekhyun hendak mengambil nasi, Sooyoung melemparkan ponsel Luhan yang diletakan diatas meja makan.

Bletak!

“Aw!” Pekik Baekhyun.

“Ponsel-ku!” Pekik Luhan.

“OH NO!” Pekik Minho.

“OH MY GOD!” Pekik Chanyeol. Seketika satu ruangan menjadi dramatis. Oke, ini terlau berlebihan.

“Apaan sih?” Teriak Sooyoung. Semua terdiem ditempat. Mulai dari Baekhyun yang mengelus ngelus kepalanya, Luhan yang menciumi almarhum ponsel-nya, Minho yang mati gaya dan Chanyeol yang nyengir kuda.

“Kalian tunggu disini dan jangan sentuh makanannya sampai aku kembali. Aku akan pergi ke apartemen Sehun.” Kata Sooyoung yang kini melepaskan celemeknya dan menaruhnya diatas sofa.

Ia keluar dari apartemen dan melangkahkan kakinya menuju apartemen Sehun yang tepat berada disampingnya.

Ketika pintu ditutup, para namja di apartemen Choi Sibling langsung menghela nafas lega karena tidak dimangsa oleh si macan betina itu.

“Kita lolos.” Ucap Minho.

Chanyeol menimpali, “Kukira kita akan dilahap oleh si nona Choi.”

“Geurae. Keunde, sampai kapan kita akan menunggu? Aku lapar.” Rengek Baekhyun yang memegangi perutnya.

“Benar. Cacing cacing diperutku sudah mengamuk,” Timpal Luhan.

Semua terdiam sejenak kemudian berjalan menuju ruang tengah. Menyalakan tv dan ngemil. Itulah satu satunya yang bisa mereka lakukan untuk menahan lapar.

***

 

Di sisi lain, Sooyoung membuka pintu apartemen Sehun yang tak terkunci. Ia masuk kedalam dan menutup pintu kembali.

Terdengar suara piano mengalun dengan indahnya, membuat hati Sooyoung entah mengapa terasa terkikis dan sesak. Alunan piano ini seperti menggambarkan sebuah kesedihan yang mendalam. Setidaknya itu yang terbayang diotak Sooyoung.

Ia melangkah masuk kedalam ruangan yang gelap dan hanya diterangi cahaya bulan yang masuk dari jendela ruangan yang terbuka.

Ia yakin bahwa Sehun tengah memainkan piano diruang tengah. Dengan hati hati ia masuk kedalam ruang tengah dan dapat mendengar suara pian itu dengan jelas. Malah kini sekarang ia melihat piano besar itu dimatanya walah sedikit remang remang.

Bingung. Mengapa namja ini mematikan semua lampu dan hanya mengandalkan cahaya bulan yang masuk dari jendela. Mana iya jika Sehun belum bayar tagihan listrik apartemen?

Dengan perlahan ia berjalan menuju piano tersebut. Kini ia bisa melihat namja itu menekan tuts piano dengan lincahnya. Mematung. Berdiri mematung. Hanya itu yang bisa dilakukan yeoja itu. Semakin lama Sehun memainkan piano itu dengan penuh pengkhayatan dan gairah/?

“Sehun-ah.” Panggil Sooyoung. Namun namja itu tidak menyahut dan masih terus memainkan piano tanpa mengurbsi yeoja yang berdiri disampingnya.

Yeoja itu kembali memanggilnya dan kini tangannya menyentuh tangan kanan Sehun yang masih bermain diatas tuts piano, “Sehun-ah ayo makan malam. Semua sudah menunggu,”

JRENG! (?)

Sehun menekan kesepuluh jarinya diatas piano tanpa karuan. Ia menghempaskan tangan Sooyoung yang memegang tangan kanannya tadi. Ia bangkit dan mendorong Sooyoung ke tembok.

Kedua tangannya menahan tangan Sooyoung yang meronta minta dilepas.

“Waeyo wae? Ada apa denganmu?” Tanya Sooyoung. Dalam ruangan gelap yang hanya diterangi cahaya bulan, ia masih bisa melihat wajah dan mata Sehun yang masih terlihat sendu seperti tadi terakhir ia bertemu dengannya.

Sehun menghela nafas, “Noona, jawab aku. Kau menyukai Luhan Hyung?”

Eoh?

“Aku menyukainya sebagai sahabat.” Jawab Sooyoung sekenannya.

“Bukan. Kau bukan menyukainya sebagai sahabat. Kau menyukainya lebih dari itu.” Balas Sehun. Tatapan namja itu begitu menusuk sehingga membuat Sooyoung sedikit tertekan.

“A..Aniya ani!” Elak Sooyoung.

“Terlihat dari tatapan matamu padanya.” Balas Sehun lagi, “Saat kau menatapnya, beda dengan saat kau menatapku sekarang ini.”

“Eh?” Pekik Sooyoung. Ia membulatkan matanya. Ada rasa senang yang tibatiba hinggap dihatinya. Ia senang karena ia bisa berkata pada Yuri bahwa ia sudah bisa melihat namja sebagai namja. Bahkan menyukai seseorang berjenis namja./?

Tapi yang ia sedihkan mengapa bisa ia sebodoh ini. Bodoh sekali dirinya tidak bisa membedakan sebuah rasa.

Tapi jika benar ia menyukai Luhan, kenapa juga ia terkadang memikirkan namja dihadapannya ini. Tunggu, ini sebenarnya masalah tentang apa?

Berbagai pertanyaan hinggap diotak lemot Sooyoung. Ia menatap Sehun dengan tatapan bodohnya.

“Mwo? Kau masih bingung?” Tanya Sehun.

Sooyoung mengangguk pelan, “Aku tidak mengerti. Kalau aku menyukainya, kenapa aku terkadang memikirkanmu?” Ups! Pertanyaan yang bodoh, Choi Sooyoung.

Ia mengutuk dirinya sendiri mengapa bisa bisanya ia bertanya jujur seperti itu. Bahkan pertanyaan jujur sekalipun terdengar bodoh dan konyol.

“Aku? Kau memikirkanku?” Tanya Sehun –Sedikit- Terkejut.

Dengan cepat Sooyoung menggeleng, “Aniya ani ani! Lupakan saja. Anggap aku tidak bertanya apapun padamu.”

“Tidak tidak. Katakan sekali lagi kalau kau memikirkanku.” Pinta Sehun. Hey hey, kenapa namja itu malah meminta hal seperti itu?

“Untuk apa? Kenapa?”

“Karena aku menyukaimu.” Jujur Sehun pada akhirnya.

Setelah itu hening. Tidak ada yang berbicara.

Sehun rasanya ingin menelan piano miliknya sekarang juga. Kini malah dirinya yang terlihat konyol dihadapan Sooyoung. Seharusnya ia tak perlu jujur sekarang.

“Kau menyukaiku?” Tanya Sooyoung pelan.

“Tidak. Anggap saja tadi aku hanya bercanda.” Ralat Sehun.

“Tidak. Nadamu itu tadi serius, bukan nada bercanda.” Protes Sooyoung.

“Jadi kau ingin aku serius menyukaimu?” Goda Sehun yang mendekatkan wajahnya dengan wajah gadis itu.

“Tidak, bukan itu   “ Sergah Sooyoung. Ia memalingkan wajahnya, namun dengan cepat tangan kiri Sehun yang bebas terlambai itu memegang dagu yeoja itu. Ia memutarkan wajah Sooyoung agar dia mau menatapnya.

“Lalu?”

“Hanya saja..” kehabisan kata kata, setelah matanya menatap manik bulat Sehun.

Oh sial, lagi lagi ia seakan terhipnotis. Sudah Luhan, kini Sehun.

“Aku menyukaimu.” Ucap Sehun.

Deg.

‘Eoh eottokhae?’ Tanya Sooyoung dalam hati. Ia bingung dan sangat bingung. Jika benar apa yang dikatakan Sehun soal ia menyukai Luhan, masa iya sekarang ia menyukai Sehun juga? Yuri pernah berkata jika sedang dekat dengan lelaki dan jantungnya merasa berdetak cepat dan tak karuan, tanda tanda bahwa kita telah terperangkap jeratan hati lelaki itu atau bisa disebut jatuh cinta.

Tapikan ini berbeda!

Tunggu, apa yang beda?

Oh tidak. Sekarang ia dapat melihat wajah Sehun yang semakin dekat juga terpaan nafas namja itu diwajahnya.

“Yya! Geumanhae.” Pekik Sooyoung yang segera mendorong Sehun. Hampir saja bibir namja itu menyentuh bibir suci miliknya.

“Hahaha. Wajah-mu merah, noona.” Tawa Sehun. Ia menyalakan lampu dan benar saja. Sekarang tampak jelas sekali rona merah di kedua pipi Sooyoung. “Jujur saja tadi aku hanya menguji dan menggodamu.” Tawa Sehun lagi yang kini menampilkan tanda peace dengan jarinya.

Blush. Wajahnya bertambah merah karena malu dan marah. Ia tak dapat mengontrol emosinya. Bisa bisanya ia dibodohi oleh pernyataan konyol Sehun itu.

Duak!

Tendangan maut Sooyoung. Ia menendang keras perut Sehun sampai sampai namja itu terhempas ke Sofa.

“SIALAN KAU OH SEHUN!” Teriaknya ganas. “TIADA AMPUN BAGIMU BOCAH SIALAN!”

Yeoja itu dengan tega-nya mengambil gunting. Dan mengacungkannya pada Sehun yang masih memegangi perutnya yang ditendang oleh si ganas Nona Choi ini.

“Kemari kau bocah!” Teriak Sooyoung. Sehun bangkit dan berlari mengitari ruangannya. Begitupula Sooyoung yang berlari mengekor.

***

Suara gaduh terdengar dari apartemen Sehun.

Minho, Baekhyun, Chanyeol dan Luhan penasaran sebenarnya apa yang terjadi. Dalam hati mereka mengira ngira bahwa si Nona Choi Sooyoung itu tengah mengamuk diapartemen sebelah.

Pintu dibuka perlahan lahan dibuka oleh Baekhyun sementara ketiga namja lainnya mengekor dibelakang Baekhyun.

Buaggh!

Sial sekali bagi Baekhyun yang membuka pintu. Wajahnya dibanting keras oleh sebuah bantal.

Setelah mengintip insiden Baekhyun yang naas itu, Minho, Chanyeol dan Luhan langsung menarik Baekhyun dan membanting pintu dengan cepat takut takut yang dilempar nanti malah benda yang lebih seram. Seperti pisau mungkin?

“Hiks, wajah tampanku ternodai oleh sebuah bantal!” Rengek Baekhyun sok dramatis.

“Apaansih wajah tampan darimana?” Ejek Chanyeol.

Sebelum terjadi pertengkaran kedua, Minho segera membekap mulut Baekhyun yang hendak membalas ejekan Chanyeol tadi.

“ssstt! Jangan bertengkar. Sudahlah, ayo masuk dan melerai mereka.” Ujar Minho bijak.

Mau tak mau mereka masuk kedalam apartemen Sehun dengan hati hati. Mereka berdo’a semoga selamat.

“OH SEHUN!” Baru saja satu langkah memasuki apartemen, teriakan menggelegar Sooyoung terdengar begitu menusuk ke telinga mereka.

Dengam menutup kuping mereka masuk kedalam ruangan yang sudah berantakan ini.

Minho, Chanyeol, Baekhyun dan Luhan berlari menuju Sooyoung yang hendak melemparkan sebuah bantal pada Sehun.

BRUG!

Naas bagi Baekhyun yang terlempar bantal lagi sekarang. Bahkan lebih keras dari yang tadi sehingga badannya kehilangan keseimbangan dan terjungkal kebelakang dengan tidak mulus.

Minho segera mendekap tubuh Noona-nya yang kurus ini.

“Noona-yya!” Seru Minho yang menenangkan Noona-nya yang sedang naik darah ini.

“Mwoya mwo? Jangan hentikan aku! Bocah itu kurang ajar!” Balas Sooyoung yang meronta ronta.

“Memang apa yang dilakukan Sehun?” Tanya Luhan.

“Ia membohongiku! Sehun bilang kalau dia suka padaku dan mendorong ku ketembok. Setelah itu dia hampir menciumku!” Jawab Sooyoung.

“NE?!” Pekik Minho, Chanyeol dan Luhan. Terkecuali Baekhyun yang masih berusaha mengumpulkan nyawanya itu.

Semua mata beralih pada Sehun yang berdiri tak jauh dari mereka.

“Nappeun namja!” Pekik Minho.

“Dasar bocah!” Pekik Chanyeol.

“Kau mau merebut Sooyoung?!” Pekik Luhan.

“Apaan sih?” Tanya Baekhyun yang baru sadar dan terduduk ditempat. Ia menatap bingung.

Semua terdiam menatap Baekhyun dengan prihatin. Namun setelah itu, smua mata tertuju pada Sehun.

“Tunggu! Aku bisa jelaskan!” Sergah Sehun.

Flashback

Sehun tengah berjalan disebuah toko baju bersama Minho. Ia berniat untuk membeli sebuah kemeja dan begitupula Minho yang ingin membeli kaos.

Mereka berpisah dan mencari baju yang diinginkan masing masing.

Saat hendak mengambil kemeja Hitam yang Sehun lihat, sebuah tangan menepuk pundaknya. Ia membalikan badan dan menemukan sesosok yeoja yang pernah ia kenal sebelumnya.

“Kau temannya Sooyoung noona?” Tanya Sehun.

Yeoja itu mengangguk, “Kau masih ingat padaku? Aku Kwon Yuri, yang waktuitu berkunjung ke apartemen Sooyoung bulan kemarin untuk mengerjakan tugas matematika.”

Sehun mengangguk, “Eo. Aku ingat. Noona sedang apa disini?”

“Mencari baju untuk ulang tahun namjachingu-ku.” Balas Yuri. “Oh, kemeja hitam ini bagus.”

Yuri mengambil kemeja hitam yang hanya tinggal satu dan kemeja itulah incaran Sehun.

“Ehm.. Noona, maaf tapi itu baju yang baru mau kubeli.” Ucap Sehun.

“Ne? Ah mianhae, ini untukmu saja.” Yuri memberikan kemeja itu pada Sehun.

Merasa tidak enak, Sehun mengembalikan kemeja itu pada Yuri, “Aniya. Tapi jika Noona membutuhkan ini untuk kado, noona bisa mengambilnya. Aku akan mengambil kemeja putih saja.”

“Jinjjayo? Ah gomawo, ehm? Siapa namamu? Aku lupa. Aku hanya ingat wajahmu. Hihi.”

“Oh Sehun.”

“Ah geurae, gomawo Oh Sehun-ssi.”

Setelah itu Yuri berlari menuju kasir.Diikuti Sehun yang baru mengambil kemeja putih.

Setelah selesai membayar, Sehun dan Yuri berjalan disekitar mall sambil berbicara mengenai sebuah topik, ‘Choi Sooyoung’

“Sehun-ah, kau tahu tidak kalau Sooyoung suka dengan siapa?” tanya Yuri.

Sehun menggeleng, “Ani. Nan mollayo. Tapi jika dipikir pikir, Sooyoung noona menyukai Luhan Hyung. Tapi entahlah.”

Yuri membulatkan kedua matanya, “JEONGMALYO?!”

“Molla.”

“Baiklah, kalau begitu antarkan aku ke gedung apartemen kalian. Aku bertanya pada Sooyoung soal itu.” Jawab Yuri sambil mengepalkan tangan kanannya didepan dada. Oh yeah, dasar Miss Gosip.

Drrrtt..Drrrttt…

Ponsel Sehun begetar. Tanda sebuah panggilan masuk.

“Yeobseyo?”

“………..”

“Arrasseo.”

“…………”

“Gwenchanna.”

“……………”

“Annyeong.”

Setelah Sehun menutup teleponnya, ia memasukan ponselnya kembali kedalam saku celana.

“Kau beruntung. Tadinya aku ingin menunggu Minho, tapi ia barusan menelpon kalau dia akan agak lama mencari baju. Jadi dia menyuruhku pulang duluan.” Ujar Sehun.

“Bagus. Kalau begitu ayo cepat,” Yuri mendorong dorong Sehun menuju tempat parkiran.

Yuri membuka kunci mobil dan masuk. Setelah itu Sehun ikut masuk dan duduk.

***

Yuri memarkirkan mobilnya di halaman depan apartemen. Ia dan Sehun berjalan masuk kedalam gedung apartemen. Namun ditengah tengah lobi, Sehun tak sengaja menguping percakapan kedua orang lanjut usia yang tengah duduk santai disofa lobi utama.

“Aku iri sekali melihat kedua pasangan kekasih tengah bercanda ria dihalaman belakang.” Ucap salah satu halmeoni.

“Kau benar. Tadinya aku ingin melihat bagaimana keadaan kebun bunga mawarku, namun tidak jadi karena melihat sepasang kekasih itu tengah bermain disana.” Timpal Halmeoni yang memakai topi yang biasa dipakai oleh tukang kebun.

Tibatiba terlintas diotak Sehun bahwa orang yang disebt sepasang kekasih itu adalah ‘Sooyoung dan Luhan.’

“Yuri Noona, ayo kita ke halaman belakang.” Bisik Sehun. Yuri hanya mengangguk bodoh saja karena tidak tahu apa apa.

Ia berjalan mengikuti Sehun dari belakang.

Sesampainya didepan pintu halaman belakang, Sehun membuka pintu dan terlihatlah Sooyoung dan Luhan yang tengah bermain air.

“Ck, sudah kuduga.” Decak Sehun.

“Pasangan idiot.” Ejek Yuri.

Mereka terus memperhatikan kedua orang itu dengan tatapan datar.

Hingga akhirnya terlihat mereka saling berpelukan.

“Omo omo! Sepertinya Luhan akan menyatakan cinta!” Pekik Yuri heboh. Namun Sehun langsung menutup mulut Yuri dengan tangannya agar ia bisa mendengar percakapan mereka.

“Apakah itu artinya bahwa kita itu             

Yuri dan Sehun terdiam menunggu kelanjutan kata kata Sooyoung. Mereka sudah melotot memperhatikan kedua orang itu.

“Geurae! Kita itu adalah sahabat sejati! Makannya kita tidak suka kalau misalnya salah satu dari kita dekat sama orang lain terus cemburu, itu artinya kita saling sayang! Choi Sooyoung, kau memang sahabat sejatiku!”

Gubrak!

Jawaban Luhan yang idiot membuat Sehun dan Yuri menatap horor. Bisa bisanya namja itu malah berkata sahabat. Apakah mereka tidak menyadari perasaan masing masing? Sungguh bodoh.

Bahkan rasa rasanya ingin sekali Yuri menelan habis kedua namja dan yeoja idiot itu.

Ia ingin sekali berlari kearah mereka dan memukul satu persatu. Setelah itu memberitahu apa yang sebenarnya mereka rasakan.

Saat Yuri hendak pergi kesana, Sehun menahannya, “Jangan Noona! Biarkan mereka peka terhadap perasaan masing masing.”

Yuri mendengus sebal, “Tampaknya mereka tidak akan pernah menyatu.”

“Mereka begitu bodoh.” Timpal Sehun.

Kemudian mereka menutup pintu dan berjalan menuju lobi.

Yuri masih merasa kesal melihat tingkah laku bodoh kedua orang norak itu. Ia berpikir keras untuk menjalankan sebuah rencana agar mereka lebih cepat untuk bersatu dan peka.

“Ah aku punya ide! Kau harus pura pura menyukai Sooyoung! Kau nyatakan cinta pada Sooyoung dan membuatnya bingung sendiri. Setelah itu lakukan sesukamu.” Kata Yuri dengan penuh semangat.

“Lakukan sesukaku? Apa maksudnya?” Tanya Sehun bingung.

“Maksudku kau bisa menjahilinya, membuatnya cemburu dan lain lain. Selanjutnya kuserahkan padamu. Sampai jumpa.” Yuri melambaikan tangan dan berjalan cepat menuju ke tempat parkir sebelum Sehun mengejarnya dan bertanya tanya lagi.

Flashback End

Sehun menjelaskan semuanya pada Sooyoung dan yang lainnya. Namun ia men-skip bagian saat dirinya dan Yuri berkomentar soal  ‘cinta Sooyoung dan Luhan’ yang dihalaman belakang itu dan ia langsung berkata soal menjahili Sooyoung dengan segala cara dan membuatnya bingung.

Dengan semua penjelasan itu, amarah Sooyoung beralih pada sahabatnya itu, Kwon Yuri.

“Saat ke sekolah besok, aku akan menghajarnya habis habisan.” Ucap Sooyung begitu saja. Kemudian ia berjalan menuju pintu apartemen Sehun dan keluar.

“Oh tidak. Sepertinya besok aku harus menahan Sooyoung untuk melakukan hal yang tidak tidak disekolah.” Gumam Luhan yang sudah pasrah.

Minho menepuk nepuk pundak Luhan dan menatapnya sok prihatin, “Sabar Hyung. Kuserahkan semua ini padamu.”

“Fighting.” Chanyeol memberikan semangat sambil menepuk nepuk pundak Luhan.

“Fighting Hyung!” Sehun ikut memberi semangat.

“DIAM KAU BOCAH!” Teriak Minho, Chanyeol, Baekhyun dan Luhan bersamaan.

Sehun manggut manggut kemudian masuk kedalam kamarnya.

Sementara keempat namja itu duduk frustasi ditengah apartemen Sehun. Sepertinya nyawa mereka akan melayang saat itu juga.

TBC. :>

Yawloh ini ff macem apa cobaih-_- Pencerahannya gagal -_-
Mian untuk part yang ini kurang memuaskan:( Aku bingung harus ngelanjutinnya kayak begimana 😐

Btw, RCL JUSSEYO!^^

Advertisements

74 thoughts on “Flower Boys Next Door – Chapter 4”

  1. Luhan neo neomu-neoumu pabboya~ -_-” Sehun ngeselin!!! kirain bakal ada adegan kissing. Dari kemarin nanggung mulu adegannya, harusnya langsung dilaksanakan #pervert . Makin greget liat SooHunHan ^^~ lanjutkan! fighting ^^9

  2. bahahaha ngakak:”D itu sehun astaga-_- ih itu soohan masing2 gapeka-_- aku kira sehun beneran naksir-_-
    ditunggu lanjuuuutannya:”D

  3. tebakanku tentang 2 orang misterius itu yang bener cuma sehun nya yang cewek aku emang ga bisa nebak ._. hehe
    SooHan pasangan tersomplak, idiot, lugu, aneh, dan ter-ter yang lain dah. tapi aku suka ><
    next part pliss jangan lama-lama ne?? /puppy eyes/ wkwk 😀

  4. Yah.. seharusnya sehun nggak usah jujur biar ceritanya lebih panas(?)
    luhan kamu php!! Aku kira luhan mau bilang cinta tapi ternyata?
    Aku ngakak suer..
    Daebak!! Next ditunggu..

    1. Jdi itu semua hnya idea mrka yaa utk nyedarin mrka berdua..kok gue rasa sehun jujur nya ikhlas yaa nyatain persaan ke soo young..penasaran nihh apalagi yaa rncgn yg yuri dn sehun buat

  5. Mian aku baru komentar di part ini hehe aku langsung ngebut baca 4 part sekaligus karena sangat tertarik ckck
    Sumpah dari awal sampai part 4 ini aku senyam-senyum kayak orang gila di depan PC, FFnya menghibur banget Thor xixixi
    Di tunggu Part 5 nya, i’ll be waiting 😄 Fighting!!

  6. shafa shafa… ceritanya makin imut ih!
    oh iya udah janji ya ntar hyunseung munculin, biar hyuna gak ganggu lagi.
    eh tapi kayaknya sehun modus juga itu, perasaan aku dia suka beneran sama sooyoung loh /?

  7. aish jinjja sehunnie.. >< *wks
    lucu waktu bebek baru sadar terus bilang "apa sih?" bayangin dengan gaya cucoknya sambil pegang kepala haha /bebek kena virus suman/saya pingsan/?
    itu hyuna ama doojon nepsong amat :v
    saya jadi semangat/? :v haha
    lanjut ya thor! iYADONG harus.. biar kaga venasaran .. komen apalagi ya?? xD
    udah pokoknya FIGHTING!! LANJUTKAN!!
    -komen ga bermutu/abaikan/salam suman/?-

    1. Ghahahaha
      aku selalu ngakak baca komen kamu chinguu wkwkk xD
      semangat kenapa hayo? xD
      jangan digedein juga kali bag itu nya._. apalagi hayo?
      okee fighting^^ gomawo udh komen^^ aku suka komen heboh kamuuu lafyuu ;*

  8. Hwaaaaa aigoo ini sumpah daebakkkkk,aku g bisa berhewnti ketawa karena kekonyolan mereka berlima 😀
    Aigoo baekhyun kasihn kena lemparan bantal 2 kali lgi
    Thehunn kenapa sih harus evil,kalau suka ya suka jangan cuma boongan jadi greget tau 😦
    Tuh gmna nasib Yuri ya ? Ck kasihan Yuri
    Tapi sumpah thor part di apart Sehun lucu bikin ngakak sendiri hihihihi 😀
    Next partnya thor cpet di publish g sabrn nih 🙂
    Semangat thor FIGHTING !

  9. Hahaha..:D,daebak thor keren..
    Dkra q hanppa bkalan nyatain cnta’a k soo unnie..-_-
    Trnyta sbgai shbat doang…,aku ykin mrka sbnar’a sling ska kan??
    Sehunppa jga dkra q bneran..,trnyta bhongan toh..
    Ckckck..

  10. Hadeh.. kirain mau nyatain perasaan, taunya.. ~,~
    Sehun jg kurang ajar bgt sih, aku jg udah ikut deg degan, eh ternyata cuma rencana dia ama YulYul aja.. 😦

  11. Aih,, itu kenapa luhan bilangnya sahabat. Kenpa gak yeojachingu gitu kekasih gitu?hah dasar luhan gak mau ngakuin nih
    ngakak pas baekhyun kena serangan bantal, hadeh kasian banget bang baek:D sabar yah buat baekhyun kekeke
    hemm, jdi penasaran kelanjutanya
    nicee chapternya thor:D

  12. Gubrak!! jawaban luhan melenceng jauh dari apa yg aku pikirin,
    Sehun kau telah membuat macan betina bangun #dijambaksooeon
    thor aku ngakak banget pas baek dilempar bantal 😀

  13. ohhh ternyat yg ngintip yuri sehun nappuen

    tapi sehun hyung ggak beneran suka sma sooyoung nunna kan jangan sampe’
    PERFECT FANFICTION

  14. Jdi itu semua hnya idea mrka yaa utk nyedarin mrka berdua..kok gue rasa sehun jujur nya ikhlas yaa nyatain persaan ke soo young..penasaran nihh apalagi yaa rncgn yg yuri dn sehun buat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s