Stolen Cat [Chapter 4]

stolen cat chapter 4

Stolen Cat –chapter 4–

Written by winterchan (@gelshaa)

Choi Sooyoung, Luhan, Kwon Yuri, Oh Sehun.

Romance, College-life

PG-15

Plot & Graphics © Winterchan

“The first day”

***

Author’s POV

Sepasang sepatu sneakers bergesekan dengan koridor lantai kampus Seoul University seraya mengiringi langkah gadis dengan rambut coklat yang ia ikat kuda. Jaket terbuka yang ia kenakan sedikit berhembus terkena angin saat ia berjalan. Udara memang cukup dingin di akhir musim gugur ini. Tapi ia tak cukup kedinginan untuk mengenakan hotpants miliknya.

Langkahnya terhenti, ia berdiri tepat di hadapan sebuah kelas. Matanya melirik sekilas arloji di pergelangan tangan kanannya. Lalu langkah kakinya kembali tergerak menuntunnya menuju kelasnya.

Kelasnya masih sunyi. Ia memang datang terlalu pagi. Tak lama, terdengar dari koridor yang sama, langkah kaki dengan sepatu sebagai alas kakinya tengah berjalan mendekat. “Pagi, Sooyoungie,” begitu sapaan yang diucapkan Kwon Yuri begitu ia menapakkan kakinya di kelas.

“Pagi juga, Yul.”

Gadis bermarga Kwon itu mengerutkan keningnya, “Ini pagi yang cerah loh, tapi raut wajahmu seperti sore hari yang mendung.”

Sooyoung cemberut, “Ish, salahkan hukuman Jung Seonsaengnim! Memberi hukumannya benar-benar terlalu. Merusak hari saja!” Yuri terkekeh, “Jangan seperti baru menerima hukuman pertama saja. Bukannya sejak SMA juga hukuman adalah temanmu?” Yuri tertawa meledek. Setelahnya Sooyoung semakin memajukan bibirnya.

Nah memang sebenarnya bukan hukumannya yang menjadi masalah, tapi dengan siapa hukuman itu akan dijalankan. Tidak, ini mimpi buruk bagi Sooyoung. Dengan adanya hukuman ini, jumlah pertemuan Sooyoung dan lelaki yang menurutnya maling itu akan meningkat dan ia cukup muak akan hal itu.

***

Suasana kantin memang selalu ramai jika waktu istirahat tiba. Sooyoung berjalan, kedua tangannya membawa nampan berisi setumpuk makanan. Langkahnya terhenti ketika dirasanya seseorang memblokir jalannya. Diliriknya orang tersebut. “Permisi.” Ucap Sooyoung tanpa melihat kearah orang tersebut, matanya terlalu fokus pada makanan yang dibawanya. Rupanya rasa lapar dapat membutakan manusia.

Sedangkan manusia di hadapannya hanya tertawa kecil, “Aye! Masih ingat aku tidak?” Gadis itu mendongak, “Ah! kau Oh Sehun kan?” Sehun mengangguk-ngangguk. Tak mereka sadari, tiba-tiba sosok yang tak Sooyoung harapkan untuk datang muncul dan meraih pundak Sehun.

“Sehun? Sedang apa disini?” Ia sepertinya pura-pura tak menyadari keberadaan Sooyoung disana. Gadis tinggi itu mendengus kesal, kenapa juga manusia itu berada disini. Berniat mneghancurkan nafsu makanku? Hah? Mata sooyoung berapi-api.

“Sehun aku harus pergi, sepertinya Yuri sudah lama menungguku.” Tanpa dirinya menyadari, nada ketus terselip diantara kalimat yang ia paparkan.

Merasa kenal dengan suara yang menyebalkan itu –ah bahkan sepertinya suara menyebalkan seperti ini hanya ada satu di dunia– lelaki di sebelah Sehun itu menggulirkan bola matanya, melirik malas Sooyoung yang masih berdiri. “Oh, ada perempuan ini.” Seakan jijik, lelaki itu bahkan tak mau menyebutkan namanya.

Sehun mulai merasa ada aura yang kurang mengenakkan, “Ah baiklah, sampai jumpa nanti.” Dan dengan itu Sooyoung melangkah pergi tanpa mengucapkan sepatah kata.

Sebenarnya sudah ada ribuan kata-kata pedas di benaknya yang ia ingin sampaikan pada Luhan. Tetapi mengingat tujuan awalnya adalah untuk makan, ia urungkan niatnya itu. Sooyoung tidak mau nafsu makannya hilang mendadak dengan beradu mulut dengan lelaki sialan itu.

***

“Sooyoungie, pulang bersama kan?” tanya Yuri, tangannya sudah menenteng buku-buku tebal khas mahasiswi, sementara tasnya ia sampirkan di pundaknya, bersiap keluar kelas. Yang ditanya malah menggeleng sedih sebagai jawaban, “Aku kan punya hukuman tambahan, ingat?”

Kwon Yuri mengangguk prihatin, “Ah iya aku lupa, apa perlu aku tunggu?” Wanita yang lebih tinggi darinya itu lagi-lagi menggeleng, walau sebenarnya inginnya begitu tapi Sooyoung berfikir juga, Yuri punya adik yang masih kecil dan ia harus menjaganya di rumah, masa iya dia harus ditemani Yuri sedangkan adiknya tidak?

“Ya sudah, aku pulang duluan ya. Take care!” Gadis bermarga Kwon itu kemudian melenggang pergi.

Tubuh Sooyoung berbalik arah, bersiap menuju perpustakaan sebagai tempat hukumannya. Dalam hati ia masih bersyukur –untung perpustakaan, bukan wc atau bahkan yang lebih buruk, gudang–

Sembari membuat langkah panjang dengan kaki jenjangnya, bola mata gadis itu bergulir kesana kemari melihat-lihat suasana kampusnya yang lumayan sepi. Masih ada beberapa mahasiswi yang berkeliaran di kampus.

Indera penglihatannya yang tajam kembali menangkap seonggok makhluk menyebalkan menenteng tas hendak berjalan berlainan arah dengan perpustakaan. “Mau kemana dia?” Langkahnya ia percepat, berusaha meraih kerah lelaki yang disebutnya sebagai maling itu. Berhasil. Kini lengannya terjulur berusaha menghentikan lelaki itu dengan menarik kerah bajunya dari belakang.

“Et et ettt.. Mau kemana?” ucapnya setelah berhasil menghentikan langkah Luhan. Dan tarikannya di kerah baju lelaki itu berhasil membuatnya tercekik. “Heh lepaskan!”

Melipat tangannya di depan dada, Sooyoung menatap galak lelaki chinese itu, “Mau berusaha kabur, huh?”

“Bukan urusanmu! Cih, lagipula aku tidak mau jadi babu bersamaan denganmu,” papar Luhan santai.

“Oh jadi mau minta dilaporkan ke Jung Seonsaengnim, ya?” ancamnya halus. Baru saja dibicarakan, dosen bermarga Jung itu sudah ada di sebelah mereka. “Kalian berdua untuk apa disini? Perpustakaan di sebelah sana.” Kata-kata yang keluar dari dosen itu memang tampaknya tak bermasalah, tapi tetap tersirat suruhan untuk mereka berdua segera melakukan hukuman laknatnya itu.

Dengan situasi seperti ini, mana bisa ada niatan untuk kabur lagi. Keduanya segera membungkuk, memberi salam, lalu dengan sigap berlari ke perpustakaan besar kampus itu.

***

Setelah benar-benar masuk ke dalam ruangan penuh buku itu, Sooyoung setidaknya masih bisa bernafas lega. Tidak terlalu berantakan. Hanya saja buku-buku tebal itu berserakan di meja-meja baca milik mahasiswa. Karena semenjak penjaga perpustakaan mereka, Shim Hyerim  baru saja melahirkan, beliau jadi jarang bertugas. Biasanya tugas menjaga ruangan akan ditugaskan pada mahasiswa lain. Dirinya akan sibuk menjaga putranya yang baru berumur satu minggu di ruangan staff. Dan jadilah seperti ini, ruangan jadi berantakan.

Bukannya lekas membereskan, Luhan malah meraih salah satu buku dari rak lalu membacanya secara lesehan di bawah. Bersih-bersih bukanlah gaya Luhan. Ia sengaja membaca di bawah, di balik sebuah rak, tujuannya supaya Sooyoung tidak tahu dan membiarkan dirinya membereskan sendiri.

Sooyoung dengan cekatan mengambil buku-buku berserakan, menaruhnya kembali ke tempat semula. Huh perasaan tadi tidak sebegini berantakannya, tapi kenapa sekarang kerjaannya tidak selesai-selesai juga?

Sooyoung membawa beberapa buku di tangannya, hendak menyimpannya di rak bagian pojok ruangan. Namun langkahnya terhenti seketika setelah merasa menendang kaki yang tengah terjulur secara tak sengaja. Dan ia tahu siapa pemilik kaki sialan ini.

Oh pantas saja kerjaanya tidak selesai-selesai.

“YA! MENYINGKIR DARI SITU LUHAN BODOH! BUKANNYA BEKERJA MALAH BERSANTAI!”

Luhan menutup telinga malangnya dari teriakan maut milik Choi Sooyoung. “Kerjakan saja lah, aku menunggu disini,” paparnya tenang, kemudian kembali pada kegiatannya semula, membaca buku. “Sialan. Jadi dari tadi aku bekerja sendiri? Cepat berdiri dan bantu aku!” titah Sooyoung.

“Kalau aku tidak mau bagaimana?”

“CEPAT!” Luhan lagi-lagi menggunakan kedua tangannya untuk melindungi telinganya dari teriakan gadis tidak waras itu. Lelaki berkebangsaan China itu mengangkat bahunya tidak peduli, ‘sudah kubilang tidak mau ya tidak mau’

Lengan Sooyoung terjulur ke bawah, merebut buku Luhan secara paksa. “Mau ini cepat selesai kan? Kalau kau diam saja kita akan semakin lama disini, bodoh! Kau lupa kita masih punya satu minggu?” ucap Sooyoung berapi-api, rupanya baru beberapa menit terperangkap bersama Luhan saja sudah menguras emosi dan tenaga, bagaimana untuk satu minggu kedepannya?

Akhirnya dengan terpaksa Luhan mulai menjalani hukuman dengan sebagaimana harusnya, dengan mulut yang tak henti-hentinya komat-kamit, mengoceh, menggerutu, tentang betapa sialnya dirinya setelah bertemu dengan gadis bernama lengkap Choi Sooyoung itu. Dosa apa yang sebenarnya pernah dirinya lakukan hingga ia harus menjalani hal berat seperti ini?

Terdengar sangat berlebihan, tapi itulah yang setidaknya ada di pikiran Luhan saat ini.

Tak berbeda jauh dengan Luhan, seraya menyapu karpet perpustakaan, Sooyoung terus saja mengutuk Luhan betapa lelaki itu menyebalkan hingga ia ingin membunuh lelaki itu dengan sapu yang ia pegang saat ini lalu kabur ke tempat jauh. Keduanya berfikir mungkin ini adalah ajang uji kesabaran.

“Dasar perempuan tidak waras. Kenapa dia masih bisa bersekolah sih? Padahalkan tidak waras begitu. Kenapa tidak di rumah sakit jiwa saja sih?”

“Aku dengar itu, Luhan.”

“Ya baguslah.”

“Dengar ya, aku membencimu, Luhan. Tapi aku masih berbaik hati tidak melaporkanmu ke polisi soal insiden perampokan hewan peliharaan.”

“Sudah aku bilang aku tak mencuri! Hewan jelek itu saja yang genit padaku!”

“Ah benarkah?”

“Tentu saja! Mau kucing mau anjing atau bahkan babi sekalipun tidak ada yang mau dipelihara wanita tidak waras seperti dirimu.” Ucapan Luhan terdengar sangat menusuk gendang telinga Sooyoung.

“YA!”

Pekerjaan mereka sudah hampir selesai, namun keduanya memutuskan untuk menyudahi saja kegiatan hukuman ini. Tidak ada yang mau mengalah dalam perang adu mulut sebenarnya. Sooyoung hanya tidak mau ia benar-benar membunuh Luhan di tempat seperti ini.

Di meja petugas terdampar secarik kertas beserta kunci di atasnya, dan Luhan berhasil menyadari kehadiran kertas itu. Diambilnya secarik kertas berwarna kuning itu. Itu sebuah note.

Selamat mengurus perpustakaan kalian!

Kerjakan yang benar dan bersih ya.

Oh aku sudah diberitahu Mrs. Jung soal ini.

Jadi aku berniat menitipkan kunci pada kalian.

Jangan lupa kunci pintunya!

Berikan padaku setelah kalian selesai. Di ruangan staff.

–Mrs. Shim Hyerim–

Dasar seenaknya saja menyuruh-nyuruh, memangnya dia siapa huh? Ia terlanjur malas untuk pergi kemana-mana lagi. Lagi pula ruangan staff ada di lantai dua. Ah benar, suruh saja wanita tidak waras itu. Luhan melangkah keluar dilihatnya Sooyoung juga yang baru keluar.

Setelah mengunci pintu, Luhan melempar kunci itu lalu menyerahkan note dari Mrs. Shim pada wanita yang kini kebingungan.

“Heh apa ini?” tanya Sooyoung galak.

“Kau lulus TK kan? Baca!” Sooyoung membacanya sekilas lalu menatap Luhan sengit, ia muali mengerti mengapa lelaki itu menyerahkan kunci ini padanya.

“Maksudmu aku yang memberikan? Tidak mau!” Kunci itu kembali terlempar kearah Luhan, namun tak ditangkap oleh lelaki itu, membiarkannya tergeletak di bawah kaki Luhan.

“Heh! Cepat kembalikan!” Titah Luhan. “Tingkahmu sok sok-an bos. Memangnya kau siapa huh? Tukang curi saja bangga!”

“Jangan membuatku emosi, tengik! Berikan saja!” Luhan kembali melempar kunci tak berdaya itu. “Aku tidak mau. Aku mau pulang,” pungkasnya lalu melenggang pergi dari hadapan lelaki yang paling dibencinya itu.

“Ya sudah aku juga pulang.” Luhan mengedikkan bahunya tak peduli lalu ikut melenggang pergi, meninggalkan kunci yang masih tergeletak dengan mengenaskan di bawah lantai. Benar-benar mahasiswa yang sama sekali tak bertanggung jawab.

Sooyoung, ia tak mau disalahkan apabila kunci itu menghilang. Ia berbalik dan meraup kunci itu cepat. Lalu berjalan mengikuti Luhan. Dan kerah kemeja dibalik sweater milik Luhan kembali ditariknya paksa.

“Heh dasar tidak bertanggung jawab. Kau tidak tahu huh, kalau kunci ini tidak sampai ke Shim Seonsaengnim, maka hukuman kita tidak akan dihitung. Kau lupa kalau Jung Seonsaengnim mengawasi kita?”

“Kunci ini bukti kalau kita benar-benar menjalani hukuman, bodoh!” pungkasnya.

“Nah itu tahu, kau saja yang berikan,” tukas Luhan.

Sooyoung menatapnya sebal, “Tapi tadi kau hanya bekerja separuh ingat? Supaya adil bagaimana kalau kau saja?” gadis itu mulai menawar dengan halus, berharap kali ini Luhan mau.

Luhan dengan keukeuh menggeleng.

“Hanya memberikan apa susahnya sih?” gadis berambut cokelat itu mulai kehilangan kesabaran. “Tidak mau.”

“Hah terserahlah, pergi saja sana.” Sooyoung menyerah dan kemudian berbalik, lebih baik ia saja yang menyerahkannya pada Mrs. Shim. Ia tidak mau menghabiskan tenaganya hanya untuk bertengkar dengan lelaki super menjengkelkan itu, bahkan kalau difikir ulang, lebih melelahkan beradu mulut dengan Luhan daripada hanya berjalan menuju lantai dua dan menyerahkan kunci. Itu saja. Kenapa dia tidak melakukan ini daritadi sih?

Setelah tertinggal beberapa langkah dari Sooyoung, ia baru terpikir sesuatu ‘ah bagaimana jika nanti dikiranya hanya Sooyoung yang bekerja? Lalu wanita tidak waras itu melaporkan bahwa aku tidak menjalani hukuman dan kabur?’

Hih segala kemungkinan terburuk bisa terjadi, apalagi menyangkut tentang perempuan bernama Choi Sooyoung itu.

Hih Luhan tidak mau hukumannya ditambah gara-gara ini. Akhirnya ia berlari menyusul Sooyoung.

“Baiklah aku ikut kau saja,” ujar Luhan setelah ia berhasil mengimbangi langkah Sooyoung.

“Terserah,” tukasnya malas.

“Oh iya, jangan terlalu dekat-dekat denganku. Aku bisa alergi,” ucap Sooyoung lagi, gadis itu mengibas-ngibaskan tangannya menyuruhnya untuk menjauh, seolah Luhan adalah debu atau bahkan virus penyakit. “Ck jangan sok higienis, kau pikir aku selevel dengan wanita sinting sepertimu?”

Gadis bermarga Choi itu mendelik sebal, “Jangan mulai, Lu.”

“Siapa yang memulai? Bukannya kau yang minta berantem?”

Percakapan pedas itu masih berlanjut hingga keduanya berjalan menaiki tangga. Rupanya baru bisa berhenti ketika sudah berdiri di depan pintu ruangan staff yang tertutup. “Ketuk pintunya!” Titah Sooyoung. “Kenapa aku?” protes Luhan.

“Lakukan saja bisa tidak sih?” ucapnya hampir teriak. Luhan akhirnya mengetuk pintu itu.

“Masuk.” Kata itu terdengar berasal dari dalam, sepertinya suara milik Mrs. Shim. Luhan dan Choi Sooyoung lekas berjalan masuk, mendekat kearah meja dengan nama Shim Hyerim bertengger di atas meja.

Tanpa basa basi Sooyoung segera menyerahkan benda yang sejak tadi ditunggu penjaga perpustakaan berkacamata itu. “Sudah selesai?” tanyanya seraya menurunkan kacamatanya.

“Tentu saja sudah! Kalau belum mana mungkin kita kesini!” Ingin sekali Sooyoung meneriaki kalimat itu. Dasar tukang basa basi, tidak tau apa aku ingin pulang?

“Sudah,” jawab Luhan kalem.

Penjaga perpustakaan bermarga Shim itu tersenyum kecil, “Aku pikir kalian akan kabur. Kalian lama sekali.” Sooyoung tersenyum paksa, ‘sudah dibantu bukannya bilang terimaksih!’

“Aku harap perpustakaan sudah rapi ya. Oh ya maaf merepotkan, putraku tidak bisa ditinggalkan.”

“Ah tidak apa-apa.” Lagi-lagi Luhan yang menjawab.

“Oh iya selamat menjalani hukuman untuk 6 hari kedepan, kalian bisa pergi sekarang,” pungkasnya. Setelah membungkuk hormat, keduanya segera pergi dari ruangan itu.

***

“Heh Luhan! Ingat ya, jangan coba-coba kabur lagi besok!” Sooyoung memperingati Luhan begitu keduanya telah sampai di luar gerbang gedung kampus. Setelah mengucapkan kalimat itu Sooyoung segera berlari menuju halte bis dekat kampus, berniat pulang.

Luhan juga menyeret langkahnya menuju halte yang sama. Rupanya ia juga sama-sama pengguna bis umum dan halte yang dekat ya cuma itu. Meski itu tandanya Luhan lagi-lagi harus melihat wanita menyebalkan itu bahkan lebih buruk mereka bisa satu bis. ‘Cih apa untuk besok aku ikut Chanyeol saja?’

***

Baik Sooyoung maupun Luhan telah sampai di rumah mereka. Sebenarnya gadis itu cukup heran, terbesit pertanyaan kenapa Luhan bisa pulang ke komplek yang sama dengannya? Tapi toh dia tidak peduli, yang penting ia pulang dan segera mengakhiri hari yang menjengkelkan ini. Peduli setan dengan makhluk itu.

Sooyoung terbaring di kamarnya, seraya mengelus kepala kucing bernama Lulu itu. Ah nama itu jarang ia gunakan untuk memanggil kucing bercorak belang itu setelah ia tahu bahwa nama itu mirip dengan musuhnya –setidaknya begitulah anggapan Sooyoung tentang Luhan, musuh–

Ah ia jadi merindukan Yuri, sahabatnya itu memang tidak lagi menginap disini setelah liburan berakhir. Lagipula sekarang Yuri ditemani adik kecilnya yang tengah berlibur di Seoul. Keluarganya berasal dari Busan.

“Asdfghjkl masih ada 6 hari ternyata.” Menyebalkan juga mengetahu fakta bahwa ini semua akan berakhir setelah 6 hari. Hey! 6 hari itu waktu yang cukup lama –baginya–

Sebenarnya Sooyoung tidak ingin tidur dulu. Tidur hanya akan membuat waktu berjalan cepat dan tiba-tiba hari esok sudah datang lagi. Menyebalkan bukan?

Sulit dibayangkan, baru satu hari saja sudah begini. Bagaimana untuk enam hari selanjutnya?

–To Be Continued–

 

*) Aloha semuaaa, setelah sekian abad tidak ada kabar mengenai comebacknya ff ini akhrinya Author datang membawa seonggok lanjutan ff ini dengan kondisi ff yang ancur banget ;A; /nangis/

Gamau tau walaupun jelek tetep harus dibaca sama komen /maksa/

Author mau undur diri sampai disini, dadah😀

41 thoughts on “Stolen Cat [Chapter 4]

  1. hananhee December 17, 2013 / 9:17 PM

    yeeaay!!

    Keluar juga!
    Duhduhduh,, kasian bget,si?? Dihukum seminggu brsihin perpus sama musuh..

    Next part tetep di tunggu,thor..
    Fighting^^

    • winterchan December 18, 2013 / 8:05 AM

      ehe ada yang nungguin ternyata ._.
      mhaha poor mereka (?)
      oke tunggu yeaaa😉
      <3<3

  2. hananhee December 17, 2013 / 9:19 PM

    yeeaay!!

    Keluar juga!
    Duhduhduh,, kasian bget,si?? Dihukum seminggu brsihin perpus sama musuh.. Kerjanya setengah hati,tuh..

    Next part tetep di tunggu,thor..
    Fighting^^

  3. hyohee December 17, 2013 / 9:23 PM

    love this story ! next thor ^^ (y)

    • winterchan December 18, 2013 / 8:06 AM

      makasih❤
      oke tunggu yea😉

  4. safira faisal December 17, 2013 / 10:24 PM

    akhirnya update jugaaa, huhu lucuu nih, full soohan moment. Yaa biarpun moment nya anarkis gituu, ditunggu lanjutannya. Dan jangan lama2 ^^

    • winterchan December 18, 2013 / 8:02 AM

      momentnya anarkis? wkwk berasa tawuran (?)
      hehe oke tunggu aja yeaa😉

  5. ymshtemi December 17, 2013 / 11:10 PM

    luhan tega soo dibiarin kerja sendirian xD hehehe nextnya ditunggu ya :3

    • winterchan December 18, 2013 / 8:02 AM

      Luhan bukan gentleman (?)
      okee😉

  6. Yufasa December 17, 2013 / 11:13 PM

    wkwkkw, dipanggil aja kek lulu imut kok xD wkkwkw nextnya ya thor ….

  7. Choi Min Ra December 18, 2013 / 2:35 AM

    Ahhh akhirnya keluar juga ni ff
    Ff mu lucu aku aja bacanya ngakak, apa lagi pas soohan berantem diperpus :3

    Next part ditunggu
    Fighting!

    • winterchan December 18, 2013 / 8:03 AM

      Hehe ada yang nungguin ternyata ._.
      mhehe😀
      oke tunggu yeaa❤

  8. Choi HanRa December 18, 2013 / 2:14 PM

    Akhirnya nih FF keluar juga😀 *sujud syukur xD
    ngakak deh liat duo couple ini berantam😀
    next part ditunggu ^^

    • winterchan December 19, 2013 / 4:29 PM

      Maaf lama ya hehe ._.
      oke thanks for reading🙂

  9. Anna Choi December 18, 2013 / 2:47 PM

    makin ngakak aja aku baca ff ini wkwk
    gak kebayang kalo ntar dua-duanya sama-sama galau wks
    nextnya ditunngu😉
    semangat sha!!

    • winterchan December 19, 2013 / 4:31 PM

      mereka galau dunia gonjang ganjing (?)
      oke makasih semangatnya😀

      • Anna Choi December 20, 2013 / 1:39 PM

        haha gapapa deh gonjang-ganjing asal nggak kiamat aja ._.

  10. kim eunji 97 December 18, 2013 / 3:00 PM

    akhirnya yang ditunggu-tunggu keluar juga xD
    soohan ini gabisa damai sehari aja kali ya -__-
    Oh ya saran aja author, next chapter agak panjangin sama tambahin konfliknya ya😀
    update soon and good luck😉

    • winterchan December 19, 2013 / 4:33 PM

      maaf ya lama hehe ._.
      mereka damai dunia gonjang ganjing (?)
      oke thanks sarannya ‘-‘)b
      sip😉

  11. shin hyun young December 18, 2013 / 3:04 PM

    Miris bgt jadi soohan, dihukum bareng musuh pasti ngebatin bgt.. Tpi yg asik nanti tiba2 selama 6 hari kdpn itu tau2nya tumbuh rasa2 sesuatu itu..

  12. Bubble Princess December 18, 2013 / 3:13 PM

    akhirnya ff ini di post juga. aigo.. soohan sering bertngkar ckck..

    • winterchan December 19, 2013 / 4:35 PM

      hehe maaf updatenya lama😀

  13. JeByung-JeSoo December 18, 2013 / 4:50 PM

    Eonni-yaaa~ Akhirnya ff ini dipost! Aku udah nunggu sampe bulukan nih /lebay/
    Keren eon, duh kasian banget 6 hari dihukum beresin perpus=)) Semoga SooHan saling menyukai nanti, wkwk~
    Lanjutkan ya eon, ppalli!! Fighting~’o’)9

    • winterchan December 19, 2013 / 4:36 PM

      sampe dutumbuhin jamur ga? (?)
      amin wkwk
      oke sip😉

  14. thelittleshikshin December 18, 2013 / 5:41 PM

    duh udah kayak kucing sama anjing aja mereka, kepala batu dasar-_-
    belum ada tanda2 cinta datang nih /apa
    ditunggu next chapter xD

    • winterchan December 19, 2013 / 4:46 PM

      tanda tanda cintanya entar (?)
      okesip😉

  15. yeni swisty December 18, 2013 / 8:01 PM

    akhirnya nih ff keluar ju, udah nunggu in nih dari PD 2 and sekarang udah PD 3 yg dilaksanakan oleh SooHan😀
    btw ff bagus kok;)
    next part di tunggu, and jangan lama2😀 #Fighting

    • winterchan December 19, 2013 / 4:47 PM

      okesip thanks for reading😉

  16. Choi JiRa December 18, 2013 / 8:57 PM

    Finally di post jugaaa, udh lama ditunggu lohhh

    next >

    • winterchan December 19, 2013 / 4:48 PM

      maaf ya lama hehe ._.
      okesip😉

  17. slmaadniaptr December 18, 2013 / 9:48 PM

    akhirnya keluar juga \m/
    tiap hari aku buka blog ini cuma mau nge check kelanjutan ff stolen cat .__.
    aku nunggu lama gk sia sia deh😀 ff nya keren😀 wkwkwk itu si soo sama luhan berantem terus .__. perkiraanku nanti kayaknya soo sama luhan malah saling suka sukaan trus pacara ._. #soktau wkwkwk cuma perkiraan loh chingu🙂 yaudah fighting buat part selanjutnya🙂

    • winterchan December 19, 2013 / 4:50 PM

      yaampun kamu nunggu ff ini? makasih terharoe aku :’)
      maaf ya updatenya lama banget :’)
      itu bisa saja terjadi (?)
      sip makasih😀

  18. wufanneey December 23, 2013 / 1:11 PM

    ecie posternya baru /salah komen/

    luhan sama sooyoung kenapa gak pernah akur? nanti saling suka baru tau rasa…
    sehun nongol idung doang ya wakakak
    yuri tetap setia jadi teman /yaiyalah/

    • winterchan December 23, 2013 / 1:23 PM

      ecie iya baru, alay pula wkwk

      tanyakan pada wufan yang bergoyang /?
      idung doang… serem ._.
      iya kan bestfriend forever ceritanya wkwk

      • wufanneey December 23, 2013 / 2:17 PM

        me: fan, kenape soohan berantem mulu yak? /colekwufan/
        wufan: mana gue tau fan

      • winterchan December 23, 2013 / 2:25 PM

        /kemudian wufan bergoyang/

  19. Rizky Amelia December 23, 2013 / 10:58 PM

    Halllo eonni aku baru aja baca ff mu yg ini dan mian br komen di part ini._. habisnya ngebut bacanyaa dr part 1
    Itu SooHan kok kelai muluu cuma gara gara KUCING astagaa-__-
    Jiahh Sehun cuma jadi oplosan(?) aja
    Dihukum seminggu yaa pasti mereka bakak kelai teruss tuhh dan tiba tiba *JENGJENG saling menyukaii *apaini*

    Next partnya ditunggu ya eonni^^

    • winterchan December 24, 2013 / 6:45 PM

      wkwk iya gapapa😉
      *kemudian sehun goyang oplosan*
      amin mhahaha😀

      okesip tunggu ya😉

  20. mrn June 6, 2014 / 12:38 PM

    Nyari chatper 10 nya ternyata belum ada alhasil baca dari awal lagi hhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s