[Oneshoot] Miracle In December

Staring by Choi Sooyoung,Oh Sehun,and other

G-Ratted

With Feel- Angst,sad,hurt,and other

As Long – Oneshoot

Plot © hananhee

a/n : Annyeonghaseo^^  hananhee inmida,author baru,00L. ini ff debutku di SFI,jadi mohon bantuannya untuk perbaikan dalam kemampuan menulisku kedepannya.^^     RCL Jusseo~

Warning : Typo everywhere. Other post in here

“While struggling to find you, who can’t be seen” -Miracle in December

Mencoba meraihmu lagi

Mencoba merengkuhmu lagi

Mencoba tertawa bersamamu lagi

Mimpi..

Tak salah,kan bila aku bermimpi demikian?

Mencoba mengulang memori kumuh kita walau hanya dalam mimpi

Mencoba terus melindungi ditengah kekosongan hatiku.

Mencoba terus berada di sampingmu sampai saat terakhirku..

Saat terakhir aku melihtmu..

Saat terakhir aku merasakan oksigen dengan segala bayangmu dalam anganku.

Dalam mimpi tak berujung kenyataan ditengah tangis harapan…

Dalam mimpi dengan ujung jawaban kosong

Salahkah aku memimpikan memori kumuh kita?

Aku merindukan memori itu..

Memori kumuh yang kini menjadi memori penuh luka..

Berharap kau kembali seperti dahulu,dalam memoriku

Dan kini,

Tak ada salahkannya bila aku,

Mengharapkan takdir memberi sebuah keajaiban?

Keajaiban,

Untuk kembali merenghuhmu..

Keajaiban yang mungkin,tak akan pernah terjadi.

Aku menunggumu kembali,Oh Sehun…

Winter,2 years ago…

“Hentian!” setidaknya pekikan gadis itu berhasil menghentikan kegiatan seluruh manusia yang ada di dekatnya. Bahkan namja itupun berhenti melayangkan kepalan tangannya pada namja di hadapannya itu. Bisa disebut keajaiban dapat menghentikan kegiatan namja itu.

Tubuh ramping gadis itu tergerak mendekati namja yang masih tersungkur dengan darah diujung bibirnya.

Namja itu masih saja memalingkan pandangannya dari gadis itu yang tengah merengkuh namja yang tersungkur itu. Pandangan tak minatnya diedarkan pada para siswa yang sedari tadi menyaksikan kegiatannya -yang bisa dibilang brutal- itu.

“Apa yang kau lakukan,Oh Sehun!” Merasa namnya ikut terucapkan dalam frase gadis itu,namja itu melirik sekilas penuh keterpaksaan dan akhirnya kembali memalingkan bola matanya pada obyek lain. Yeoja itu sedikit menggeram mendapati respon Sehun -namja itu.

“Aku bicara padamu,Oh Sehun!” Sekali lagi,yeoja itu menggunakan nada bicara yang tinggi. Sehun kembali menggerakan bola matanya sekedar melirik yeoja itu.

“Kau sudah tahu hal ini,Choi Sooyoung.” Itu adalah suara pertama Sehun yang didengar Sooyoung setelah kejadian itu. Dia berubah,pikir Sooyoung. Dulu,Sehun selalu menggunakan nada lembut nan halus pada Sooyoung. Dan sekarang,hanya nada dingin menusuk batin yang didengarnya.

Kaki jenjang Sehun menebus gerombolan siswa-siswi di sekolahnya yang masih betah dengan tontonan seputar konflik dirinya dan gadis yang dicintainya itu. Wajah imut nan manisnya dulu kini berubah menjelma menjadi wajah angkuh nan dingin.

Hanya satu alasan untuk semua ini.

Choi Sooyoung…

Itu,alasannya.

Kakinya terhenti tepat didepan lokernya. Tangannya tergerak membuka lokernya itu. Segera,diambilnya seragam olah raganya. Matanya sepintas menemukan kotak berwarna coklat dengan pita diatasnya. Matanya sendu menatap kotak berbentuk manis itu. Diraihnya kotak itu.

PUK

Dia membuang –atau lebih tepat melempar- kotak itu sembarangan. Membiarkan kotak itu terjatuh tanpa tahu kasihan. Kakinya kembali tergerak meninggalkan bayang tubuhnya. Meninggalkan yeoja yang memandang penuh pedih ada kotak coklat manis yang Sehun buang.

Ingatkah kalian siapa yeoja itu?

Dia..

Choi Sooyoung.

Tangan lebut Sooyoung terulur pelan penuh ragu menuju kotak itu. Tubuhnya terbungkuk secara reflek seiring mendekatnya tangannya pada kotak coklat itu. Kini, kotak itu berhasil kembali pada pemilk awalnya,Choi Sooyoung.

“Kau membenciku..” Gumanya menggantung memandang kotak itu. Tak ada orang disekitarnya.

“..Oh Sehun?” Lanjutnya. Pandangannya teralih pada punggung Sehun yang memudar seiring dengan jarak diantara mereka yang makin terkikis diisi oleh angin musing dingin. Tapi percayalah,dingin angin musing dingin tak akan mengalahkan perasaan yang Sooyoung rasakan. Rasa dingin dibatinnya kini telah berhasil merubah hatinya menjadi mati rasa. Miris.

**

Sooyoung merebahkan dirinya pada sofa di kamarnya. Mendesah napas lelah untuk kegiatan setelah itu. Tangannya tergerak merogohsau mantel biru tuanya. Kotak itu. Sooyoung memandang kotak itu dengan pandangan penuh luka. Tangannya mulai bergerak lembut membuka kotak itu. Tenggorokannya tercekik setelah melihat isi kotak itu.

Kertas? Kotak itu hanya berisi kertas. Apanya yang special?

Tangannya perlahan meraih kertas paling atas dengan mata sendu.

To : Youngie Choi Oh

Noona     Chagiyya~

Bagaimana harimu? Aku baik,hari ini.

Apa kau tak membalas suratku untuk kali ini karna mengganggu waktu belajarmu? Tak masalah.

Aku hanya ingin mengingatkanmu kalau kita ada kencan akhir pekan ini. Kita akan ke sungan han. Jangan berdandan terlalu cantikitu bisa membuatku marah. Ingat! Jangan dandan terlalu cantik.

Oh iya,apa kau punya waktu untuk besok? Aku ingin mengajakmu ke toko buku sepulang sekolah. Bagaimana? Kau tak keberatan bukan?

Sudah,ya? Tadi Jong-in hampir memergokiku saat aku meulis surat ini.

Hunnie Choi

Tangannya berlanjut meletakan kertas -atau lebih tepatnya surat- itu di samping tubuhnya. Tangannya kembali meraih surat yang lainnya.

To : Hunnie Choi

Sehunnie~

Besok kau akan menjemputku,bukan?

Kalau iya,kau harus datang ke rumahku lebih pagi. Aku ada jam pagi dengan Han sam.

Jangan lupa pakai mantel. Ku dengar kau demam semalam?

Maaf,aku tak sempat menjengukku,eomma mengajakku ke makam haraboji.

Kau harus rajin minum obat. Jangan lupa,banyak istirahat,banyak makan. Kau terlalu kurus,hunnie.

Jangan paksakan dirimu bila kau tak sanggup menjemputku,atau aku akan menangis di dalam kelas karna mengkhawatirkanmu. Aku tak keberatan meminta minho untuk mengantarku.

Oh iya,kau sudah periksa ke dokter? Jangan bilang kau yang tak mau dibawa ke dokter! Cepat hubungi dokter Kim untuk memeriksamu.

Youngie Oh

To : Youngie Oh

Noona!

Aku sudah bilang,jangan dekat-dekat dengan Jong-in! Aish… Kenapa kau malah tak masalah saat jong-in mengajakmu pulang bersama! Walau dia sahabatku,tapi aku tentu tak terima yeoja-ku pulang berboncengan dengan sepeda motor hanya karna aku yang tak bisa mengantarnya pulang.

Bukankah aku bisa memanggilkanmu taxi? Itu tak semerepotkan dibanding harus melihatmu berboncengan dengan Jong-in.

Argh! Aku masih tidak ingin menulis surat hari ini!

Hunnie Choi

To : Hunnie Choi

Sehunie!

Bagaimana keadaanmu sekarang? Lebih baik?

Apa ibumu tahu kalau asmamu kambuh siang tadi?

Oh,iya. Banyaklah beristirahat. Gunakan esok hari untuk istirahat. Tidak usah pergi keluar dulu,arra?

Jangan lupa,beritahu ibumu tentang kejadian siang tadi.

Youngie Oh

            Dan surat berikutnya terlihat lusuh oleh Sooyoung. Matanya makin menyiratkan luka mendalam disana. Tangannya mulai tergerak.

To : Hunnie Oh

Sehunnie,

Kau menyaksikan semuanya bukan,tadi sore?

Maaf,

Maaf

Maaf.

Kau boleh membenciku,sekarang.

Tapi satu hal yang harus kau tahu.

Aku masih mencintaimu lebih dari dirimu mencintaiku.

Maafkan aku,karna aku tak bisa mempertahankan ini semua. Aku tahu betapa kecewanya dirimu. Bahkan lebih dari yang kau tahu,aku mengerti dirimu sepenuhnya.

Kumohon,bantu aku melalui waktuku. Jangan terlalu tertekan karna semua ini. Kau pantas mendapat lebih dariku. Walau tanpa kau tahu,aku selalu ingin terus bersanding denganmu.

Sekali lagi,ini bukanlah keinginanku,ataupun Jong-in. Ini semua karna Appa-ku. Aku mohon,jangan terus terdiam dalam kenangan kita. Kau pantas berkembang dan mendapat lebih. Jangan benci jongin,karna ini bukanlah keinginannya. Aku mencintaimu…

Maafkan aku.

Sekali lagi,aku mohon maafkan aku.

Maafkan aku yang tak mampu membuatmu tersenyum.

Maafkan atas segala kekuranganku.

Maafkan aku yang terlalu lemah untuk mempertahankan semuanya. Menghancurkan cerita kita 2 tahun ini. Maaf…

Tapi kau pantas membenci diriku karna menyakitimu. Bencilah aku sampai akhir khayatmu,aku mohon.

Bencilah diriku.

 Tangannya mulai melemas pada pegangan surat itu. Surat itu,surat akhir dari semuanya.

Tunggu! Itu…

Ada sesuatu yang aneh.

Segera,Sooyoung meraih kertas yang mungkin lebih tepat dibilang coretan seperti saat kita membuat soal matematika atau fisika dengan seribu rumus yang tak berujung. Sedikit kerutan samar terpampang di dahinnya.

Kim Jong-In!

Sudah kukatakan bahwa aku tak akan membiarkanmu saat kau kembali jalan berdua dengan wanita selain Sooyoung-nuna. Aku sudah memperingatkanmu lebih dari 5 kali. Jangan salahkan aku bila besok kau akan mendapat luka memar pada wajahmu dan tubuhmu. Siapkan darah yang banyak karna besok kau akan mengeluarkan banyak darah lebih dari perkiraanmu.

Tercengan. Sooyoung diam tercengan. Sehunnya,telah berevolusi menjadi Sehun yang dewasa dengan penuh fikiran yang jauh lebih brutal dari sifat aslinya yang polos dan ramah.

“Youngie! Jong-in sudah menunggumu dibawah!” Sejurus kemudian,pekikan eommanya itu membangunkannya dari lamunnya.

“Ne!” Jawabnya singkat. Segera,tubuhnya tergerak mempersiapkan diri untuk bertemu Jong-in.

Ya,bukan keinginannya untuk bersanding dengan jongin. Tapi appanya-lah yang menjodohkannya dengan jongin,sahabat dekat Sehun. Dan beginilah cerita mereka yang masih terjebak dalam segitiga rumus asmara yang rumit.

**

“Tunggu disini,noona. Aku harus ke kamar kecil. Aku akan segera kembali.”

Begitulah yang terakhir jongin ucapkan tepat 3 menit yang lalu. Sooyoung masih bersedia berdiri menunggu kembalinya jongin selepasnya dari kamar kecil. Masih belum ada tanda-tanda kembalinya jongin.

Sirine!

Itu suara sirine!

Bukan sirine mobil darurat.

Sirine kebakanran!

Semua orang didekatnya berlarian mencari tempat aman. Dia sendiri dengan wajah kagetnya. Nyatanya,dia masih belum bisa mengendalikan dirinya.

“Lari Sooyoung,Lari!” Setidaknya begitulah pekik batin Sooyoung. Tapi lihatlah. Tubuhnya masih terdiam dan memandang sekeliling mencoba mencari benang merah yang dimasudkan otaknya.

Sebuah tangan menariknya ikut berlari bersama sang pemilik tangan.

Bukan Jong in!

Kalian ingat?

Oh Sehun.

Sedikit tersentak karna yang didapatinya adalah Sehun,bukan Jongin. Sehun,sosok yang membuat hatinya menjadi mati rasa. Ya,Oh Sehun.

Tangan Sehun menuntunnya masuk ke dalam lift. Memang bisa di bilang aman karna api belum menjalar pada lift itu. Tapi,bukankah lift malah lebih rentan tarhadap api?

“Kau harusnya berlari tadi. Kenapa kau malah diam saja? Kau harus selamat agar besok kau bisa menikmati natalmu bersama keluargamu!” Kali ini,sehun membuka suaranya. Sooyoung masih terdiam berusaha mengumpulkan nyawanya yang masih saja menghilang entah kemana.

“Sehunnie..” Sedit respon yang Sooyoung berikan. Sehun sedikit mendesah membuang napasnya perlahan.

“Maaf,kau pasti kaget.” Kata itu membuat Sooyoung makin mencelos,terjebak dalam perasaan bersalah. Matanya muali berair.

Grep

Sooyoung memeluk Sehun erat. Isakannya berhasil menemani suasana mereka.

“Maafkan aku.” Suara Sooyoung mulai parau.

“Aku mohon,bencilah aku.” Isaknya

“Bencilah aku.” Isakan menyusul kalimatnya. Sehun terdiam sesaat mendengarkan kata yang terlontar dari bibir Sooyoung.Tangannya terangkat membalas pelukan Sooyoung.

“Aku tak akan bisa membencimu. Tak akan pernah bisa.” Bisiknya.

“Saranghae.”

Ting.

Lift teruka membawa pemandangan serba merah didepannya. Api itu mulai mengambil alih lantai dasar super market itu. Sehun melepaskan pelukan mereka,sesaat memandang iris mata Sooyoung hangat. Detik berikutnya,senyum mautnya terpajang.

“Pergilah.” Sooyoung sedikit mengernyit mendengar penuturan itu.

“Aku ada di belakangmu. Kau duluan.” Lanjut Sehun. Sooyoung membuang napasnya perlahan.

“Bejanjilah,kita keluar bersama.” Hanya anggukan yang sehun berikan untuk merespon hal itu.

Sooyoung mulai melangkahkan kakinya,percaya bahwa Sehun ada di belakangnya. Langkahnya perlahan,menyusuri tempat serba berapi itu. Berharap malapetaka tak menghampirinya. Dirasakannya tubuhnya tersa panas. Bagaimanapun yang disekelilingnya itu api. Api di Desember yang dingin,menjelang natal.

DUAR

Langkah Sooyoung terhenti secara reflex mendengar ledakan keras itu. Tubuhnya perlahan mencoba berputar untuk melihat kejadian yang sebenarnya. Lift itu meledak,dan Sehun…

Tunggu! Dimana Sehun.

Jangan bilang,kalau…

“Sehunie..” Suaranya lirih berharap mendapat respon dari Sehun. Nihil. Sehun masih tak terlihat di dekatnya.

“Sehunie..” Volume suaranya ditambahkan. Tapi,masih saja tak ada respon.

Kakinya melangkah kaku mendekat pada lift yang terlah terbakar dan berpintukan api itu.Tapi yakinlah,langkah kakinya tak lebih dari 30 cm.

“Sehunie..” Kembali memanggil di tengah kegundahan.

“Sehunie..” Masih saja,percikan api yang membalas panggilannya.

Kakinya mulai menambah lebar langkahnya. Mempercepat langkahnya juga.

Hap

Sebuah tangan yang tertaut pada tangannya menghentikan langkahnya.

“Apa yang kau lakukan,nona. Kau harusnya menjauh dari lift yang sudah terbakar itu. Ayo,lebih baik kita diluar saja.” Ujar pemilik tangan itu,petugas pemadam kebakaran.

“Tapi..”

“Kita tak punya banyak waktu nona,tak hanya kau yang harus kuselamatkan. Banyak orang yang masih menunggu pertolonganku,nona. Kajja.” Ujarnya sebelum Sooyoung menyampaikan alasannya.

“Tapi kekasihku..”

“Cepat,nona!” Desak pria paruh baya itu.

“Tapi..” Kali ini,pria paruh baya itu tak hanya mendesak,tapi juga menarik Sooyoung menjauh dari lift berapi itu. Lift berisi Oh Sehun,cintanya.

“Sehun-aa!” Pekiknya berharap diri Sehun ikut bersama dirinya yang mulai menjauh.

“Sehun-aa!!” Lagi,dia berpekik masih dengan harapan kosongnya.

**

Sooyoung terjalan gontai menyusuri koridor sekolahnya yang sudah terlihat riuh. Kakinya berjalan tanpa semangat,wajahnya pucat dengan kantung mata panda,rambutnya yang ditata seadanya, menambah kesan amburadul pada Sooyoung hari itu.

Segera Ia menghentikan langkahnya saat Dia telah sampai pada lokernya.

Tunggu!

Itu…

Surat?

Sedit mengernyit samar memandang surat dihadapannya.

Mencoba meraihmu lagi

Mencoba merengkuhmu lagi

Mencoba tertawa bersamamu lagi

Mimpi..

Tak salah,kan bila aku bermimpi demikian?

Mencoba mengulang memori kumuh kita walau hanya dalam mimpi

Mencoba terus melindungi ditengah kekososngan hatiku.

Mencoba terus berada di sampingmu sampai saat terakhirku..

Saat terakhir aku melihtamu..

Saat terakhir aku merasakan oksigen dengan segala bayangmu dalam anganku.

Dalam mimpi tak berujung kenyataan ditengah tangis harapan…

Dalam mimpi dengan ujung jawaban kosong

Salahkah aku memimpikan memori kumuh kita?

Aku merindukan memori itu..

Memori kumuh yang kini menjadi memori penuh luka..

Bukan salahmu,bukan salahnya,dan bukan salahku..

Aku tahu,

Tapi,salahkan aku bila aku menyalahkannya karna menyia-nyiakan dirimu?

Aku egois?

Aku tahu,

Aku egois karna taktir yang tak pernah berpihak padaku

Sampai saat terakhirku-pun,mimpiku tak lekas menjadi nyata..

Sampai saat terakhir aku melihat airmatamu,tawamu,senyummu,marahmu,bahkan kagetmu

Aku…

Tak tahu lagi,

Kenapa takdir begitu membenciku dan memberi jarak pada kita,bahkan sampai saat terakhirku…

Saat terakhirku merasakan kehampaan,kepedihan,dan saat terakhirku menyapa bayangmu dalam benakku…

Dan sekarang,

Aku ingin mengucapkan sampai jumpa…

Aku akn tersenyum menyapamu diatas sana,

Aku menunggumu kembali padaku,kelak…

Aku menantimu,Choi Sooyoung…

-Hun

Tangan Sooyoung bergetar,matanya memerah mulai berair,kakinya gemetar,keringat dinginnya keluar.

Oh Sehun…

Mengucapkan selamat tinggal..

Padanya?

Jangan bilang kalau Sehun…

Telah lenyap bersama api,tadi malam.

Kaki Sooyoung melemas. Terduduk diatas lantai koridor sekolahnya,meratapi nasib cerita pedihnya. Mencoba melupakan segalanya dan memulai berfikir jernih dari awal. Tapi,bayang Sehun datang membawa sejuta perasaan bersalah dan kehampaan. Membuatnya kembali pada perasaan awalnya.

Bukan salahnya,bukan salah Sehun,dan bukan salah Jongin..

Dan ini,

Adalah Takdir…

**

And Now…

Sooyoung kembali mengeratkan kedua sisi mantel hijau-nya. Musim dingin di Seoul kali ini memang belum turun salju. Tapi,udaranya sudah bagai udara di kutub utara yang tak pernah terkena sinar mentari. Tak beda jauh,dengan perasaan dinginnya yang pernah dia rasakan 2 tahun yang lalu,bersama sang pemuda yang kini telah menjadi pemilik tetap hatinya. Ponselnya kembali bergetar menandakan panggilan masuk. Tak mau mengulur waktu,Sooyoung menerima panggilan itu dengan terus berjalan menyusuri suasana kota Seoul saat natal. Ya,ini adalah natal.

“Yeoboseo?”

“Kau jadi ikut merayakan natal bersama kami,bukan?” Suara harap Kai -jongin- dari sebrang sana membuat Sooyoung sedikit tersenyum.

“Hm. Tapi aku akan ke makam Sehun dulu,menunggu salju turun.” Sahutnya

“Terserah,yang penting,kami menunggumu datang tepat jam 10 nanti.” Kini suara Yoona yang keluar dari ponselnya.

“Satu hal lagi! Jangan berbuat tindakan ekstrim di belakang kami.” Oh,Yoona kembali menampilkan sifat aslinya yang sebenarnya lebih tepat dibilang seperti sifat seorang ibu terhadap anak gadisnya. Posesif. Apalagi,bila sudah menyangkut Sooyoung yang bernotabene sebagai sahabatnya dan Kai,kekasihnya.

“Kalian berbagi pulsa lagi?”

“Jangan mengalihkan pembicaraan,Choi.” Sooyoun terkekeh sejenak mendapati respon berlebihan Yoona.

“Arraseo,nona Kim. Aku akan datang tepat jam 10 nanti.” Ujarnya. Terdengar suara helaan napas dari sebrang sana.

“Baguslah,kami akan pergi membeli beberapa keperluan untuk pesta nanti.” Kini,Kai yang berujar. Sooyoung kembali tersenyum.

“Arraseo. Pasangan baru memang selalu ingin melalui waktunya bersama terus.” Ungkapnya. Terdengar tawa dari Kai.

“Yyak! Jangan mulai menggoda kami!” sedikit berpekik,Yoona berujar demikian. Tapi,percayalah sebenarnya pipi Yoona telah memerah di sebrang sana.

“Haha.. Baiklah,siapkan semuanya agar aku tak menyesal bergabung dengan kalian,nanti.” Pungkasnya sebelum akhirnya Dia memutuskan pembicaraan kecil itu.

Segera,Ia mengembalikan ponselnya pada saku mantelnya,kembali berjalan menyusuri jalanan kota Seoul yang tak terlalu padat. Angin pagi musim dingin sedikit mengibarkan beberapa helai rambut coklat bergelombang miliknya. Tangannya masih saja tersimpan di dalam saku mantelnya. Matanya sedikit menyipit saat angin dingin musim dingin bersentuhan dengan kornea matanya. Dia mulai mempercepat langkah kakinya,sehingga bisa disebut berlari kecil.

**

            Sooyoung berjongkok di hadapan sebuah makam dengan sebuahkarangan bunga kecil yang tadi Dia beli saat perjalan ke makan ini. Sedikit tersenyum kearah makam di hadapannya.

“Bagaimana kabarmu,Sehunie?” Mulutnya mulai berguman mengeluarkan untaian kata ringan. Dia kembali tersenyum.

“Aku membawakanmu bunga krisan putih. Bagaimana? Kau suka?”

“Aku tahu,kau pasti menyukainya.” Dia berargumen dengan dirinya seakan Sehun memberi jawab pada argumannya. Tangannya meletakan karangan bunganya itu di dekat nisan makan itu. Makam pemilik hatinya,Oh Sehun. Kemudian, senyumannya kembali merebah.

“Sehunie,mungkin kita tidak menikmati salju pertamatahun ini. Aku ada janji dengan Yoona dan Kai.”

“Kau tak marah,bukan?” Tak ada jawaban,tentunya. Sooyoung tersenyum seakan dia menyadari kebodohannya.

Ponselnya berdering. Diambilnya ponsel putih miliknya. Oh,ternyata hanya peringatan. Ingat,Sooyoung memiliki janji dengan pasangan kekasih yang merangkap sahabatnya itu?

Jam 09:30.

Sooyoung membuang napasnya.

“Aku harus pergi sekarang. Maaf,mungkin tahun depan kita nikmati salju pertama yang turun?” Gumannya menerawang.

“Ah! Sudah dulu ya? Aku tak mau Yoona menjemputku dan malah merusak acara kita.” Sedikit terkekeh setelah itu, membayangkan hal yang baru saja terselip difikirannya.

“Aku akan kembali lagi,tunggu aku.” Setelah itu, tangannya mengelus nisan milik Sehun dengan lembut.

“Saranghae.” Desisnya halus.

Kakinya mulai bergrak mengejaknya berdiri. Tersenyum tipis,setelah itu.

“Annyeong..” Bisiknya. Tubuhnya berbalik berjalan menjauh dari makam itu. Kakinya berjalan dengan lembut meninggalkan sejuta rasa rindu pada batinnya pada sosok Oh Sehun.

“Aku menunggmu.” Gumannya pelan.

**

            Sooyoung terhenti sejenak pada halte bis itu. Dirinya berdiri menunggu bis yang Ia tunggu datang. Sejenak mengedarkan pandangnnya pada sekitar. Dan…

Tunggu!

Itu…

“Sehunie..” Matanya menyiratkan sejuta rasa rindu di tambah kesedihan di dalamnya. Kakinya berjalan menebus angin musim dingin. Berjalan mengikuti orang yang tadi di tangkap oleh indra penglihatannya. Kini,Ia mulai berlari berusaha mengejar sosok itu.

Hap

“Sehunie?” Gumannya ragu. Sosok itu berbalik menatap Sooyoung heran. Wajahnya… itu Oh Sehun!

“Sorry?” Alisnya bertaut bingung. Dia bukan Sehun?

“Kau ingat aku? Aku Choi Sooyoung.” Ujarnya. Dalam mata beningnya,tersirat harap mendalam.

“Sorry. I don’t know what you mean. I’m from America,and my name is Stephen.”

**

Dia..

Telah kembali membawa harapanku..

Keajaiban.

Dia datang membawa keajaiban untukku.

Dia datang untukku.

Walau dengan identitas yang berbeda,aku percaya bahwa dia tetap untukku.

 

Oh Sehun,

Hanya milikku.

**

END

Otthokae? ancur? Aku tahu,kok! Tapi berhubung UAS-ku sudah kelar,jadilah aku buat ff abstrut tak terkira ini sekalian buat ff debut. Kan author seneng,kok buatnya ff sad? Enggak tahu juga,sih. Pengen aja buat yang angst. Hehe~

Seancur apapun ff saya,tetep tinggalkan coment,ya? Gamsa~

Seeyou

Hananhee^^

39 thoughts on “[Oneshoot] Miracle In December

  1. thelittleshikshin December 15, 2013 / 1:26 PM

    welcome new author!
    aduh ff nya…….. feelnya kerasa ya… aku sampe ikutan nangis juga apalagi waktu adegan di lift sama surat terakhir sehun itu. Keren. Keep writing ya pokoknyaaa;D

    • hananhee December 16, 2013 / 2:49 PM

      baby,don’t cry :’) when you smile,sunshine (?) /plaak

      Iya,aku juga mikir cuma 2 part itu doang yang mbentuk (?)

      Btw,makasih yya^^

  2. Emmalyana December 15, 2013 / 2:19 PM

    Huuaaa😥
    aku ikut sedih..
    Apalagi pas banget dengerin miracle in december..
    Ga bisa komentar lagi..
    Keren!!

    • hananhee December 16, 2013 / 2:50 PM

      ketemu lagi!😄
      makasih^^

  3. shin hyun young December 15, 2013 / 5:24 PM

    aku nangis bcanya.. nyesek , kasian soo tpi kyanya si stephen itu bakal jadi keajaiban soo buat natal ini.. sequel dong yg soo sma stephen..

    • hananhee December 16, 2013 / 2:53 PM

      bisa jadi-bisa jadi!! (?)

      Sequel? Nanti kalo banyak yg minta,aku buatin deh..

      Makasih,sebelumnya^^

  4. Choi Min Ra December 15, 2013 / 8:44 PM

    Huaaaa sedih liat sooyoung eonni😥
    Ff mu keren (y)
    aku suka

    • hananhee December 16, 2013 / 2:54 PM

      makasih^^

  5. miss_sooyoungster10 December 15, 2013 / 10:22 PM

    Sumpah bkin nangis *huhuhuhuhu*

    Keep Writing~

    • hananhee December 16, 2013 / 3:04 PM

      jangan nangis,dong.. Akunya jadi ikut sedih,nanti.. /plaak

      Oke😉
      Makasi,sbelumnya.. ^^

  6. KyuhyunBaekhyunSooyong December 16, 2013 / 1:20 PM

    sequelnya donk….. nanti sebenarnya stephen itu sehun yang lupa ingatan, dan sooyoung unnie ingin membuat sehun mendapatkan ingatannya #maksa #hehehe #abaikan #tapiharusbuatsequel……………. AF ( after story)

    • hananhee December 16, 2013 / 3:01 PM

      aduuuh… Sequel,ya?? *garukkepala*

      Nanti aku coba,deh,,
      Makasi,sebelumnya^^

  7. yeni swisty December 16, 2013 / 2:22 PM

    kenapa sad end😦
    buat AS nya dong😉

  8. hananhee December 16, 2013 / 2:56 PM

    iya,aku buat sad.. Lagi maniak ff sad belakangan ini xD

    Sequel,yya??:/
    Aku coba dulu,deh..

    Makasih,sbelumnya^^

  9. Anna Choi December 16, 2013 / 4:06 PM

    ciee udah gabung di SFI… chukkae!!
    feelnya ngena banget, tapi tempat aku baca ff ini nggak mendukung buat nangis ._.
    semangat nissa ffmu yang soohan itu tetep aku tunggu loo😉

    • hananhee December 16, 2013 / 5:51 PM

      aish.. Digoda jadi malu /tutupmuka/

      Beneran ngena? Padahal waktu aku baca ulang aku nggak nemu feel-nya,ngerasa ngegantung gitu.. dan mungkin ini ada di urutan ffku paling yang abstrud??

      Oke,eonn..
      Tunggu aja,ne?? Mau cari inspirasi dulu..😄

  10. Sooyoungster EXO December 16, 2013 / 10:36 PM

    keren author…
    dtunguu ff lainnya…

    • hananhee December 16, 2013 / 10:39 PM

      tsangkyu^^
      Oke,tunggu aja,ne?

  11. wufanneey December 17, 2013 / 1:03 PM

    halo new author, senang deh baca fanficmu, walaupun sad tapi ini soohun gitu, hahaha
    kembangkan terus bakat nulisnya. terus perhatikan lagi tanda bacanya okeh?
    semangat! ^^

    • hananhee December 17, 2013 / 1:28 PM

      halo,,^^
      Baru kali ini bca komen yg katanya sneng baca ffku,padahal yg laen katanya pada nyesek.. /plaak/
      Iya,sbenernya smpet ragu mau pake soohun dan kpikiran sookai sama soohan.. Dan stelah difikir ulang, *cieelah!* aku lebh sregh ke soohun

      Oke,eum… Eonni?
      Aku bkal terus usaha dan bakal aku prhatiin tanda bacanya^^

      Makasih,sebelumnya..

  12. Qarenza Park December 17, 2013 / 3:05 PM

    New Author ! Seneng dapet temen baru.

    Miracle in December ?
    Daebak ne ! Aku suka😀
    Aku sampai menkomakan air mata-.- ( menitikan ) xD

    Ditunggu ff mu yang lain ! Fighting😀

    • hananhee December 17, 2013 / 9:29 PM

      haai^^

      Beneran?? Makasih~ tersanjung,deh /abaikan,please/
      Eh, kita satu line,yya?

      Nde, fighting! ‘-‘)9

      • Qarenza Park December 18, 2013 / 1:41 PM

        emang kamu line berapa ?😀

      • hananhee December 18, 2013 / 3:30 PM

        aku 200’L kamu juga,kan?? Aku agustus

    • hananhee December 19, 2013 / 10:55 AM

      makasih^^
      Oke😉

  13. Fantasy Purple December 19, 2013 / 4:53 AM

    OMAIGAT!!!! NYESEEEEKKKKK!!! Sehun meninggal pula😦 Kirain Kai jadi sama Soo, ternyata si Yoona yang jadi sama Kai. Tapi nyesek banget pas proses meninggalnya Sehun, secara meninggalnya di lift dan meledak pula😦 Sekuel dong chingu… Mau tau kelanjutan kisah cinta Sooyoung. Hehe.

    • hananhee December 19, 2013 / 10:58 AM

      OMAIGAT!!!!
      Obat asma! Obat asma! (?)

      heheh itulah kehebatan saya. sukanya mlenceng-mlencengin (?).
      iya,nggak tau uh,sehun kenapa maunya di lift meledak /digamparsehun/
      sequel,yya? *garukkepala*
      aku coba dulu deh..

      makasi,sebelumnya^^

  14. giofi16yousen December 21, 2013 / 10:13 AM

    Daebakkkkkk feelnya dapet dan aku suka sama ff ini
    Aku hampir nangis waktu baca di beberapa part huhuhuh,pokoknya keep writing ok!
    Dan ditunggu karya ffnya yang lain🙂
    FIGHTING !

    • hananhee December 21, 2013 / 10:44 AM

      Aish… jandi nge-fly /abaikan,please -___-/
      untungnya nggak jadi ngangis,ya? hehe

      Oke,😉
      Makasi, bangettttt atas suport-nya!!!

  15. khurotunnisa December 21, 2013 / 7:22 PM

    keren, feelnya dapet banget
    ff nya bikin nangis aja
    kenapa sehun harus meniggal di lift sih??
    sequel dong

    • hananhee December 22, 2013 / 3:03 PM

      heheh,, maf, udah bikin kamu nangis..
      nggak tu tuh bocah kenapa milihnya di lift..
      Aduh, maaf, aku udah buntung inspirasi buat yang ini. nanti aku cob adulu aja, deh..

  16. choi_reni407 December 23, 2013 / 12:17 AM

    Annyeong, saengie..
    Reni imnida 96L..
    Ciyee new author..
    Hehe
    nice ff.. Tegang bacanya pas scene sehun-soo di lift.. Brharap baby sehuna gak mati..
    Hah, apa mau dikata.. Wkwk
    dtunggu karya ff lain’a ^^

    • hananhee December 24, 2013 / 9:00 AM

      annyeong, reni eonni^^
      Anissa inmuda, 00L.. hehe, /tutupmuka/

      Haha.. memang menurutku juga, bagian itu yang paling tragis, tapi aku suka bagian itu *plaak* iya, mau dikatain apa aja, ya sehunnya tetep ikut meledak, ya..*pletak*
      Oke, makasih,eonn^^

  17. SooYoung~ December 31, 2013 / 3:36 PM

    Thor tau ga ?? Aku nangis waktu soo baca surat terakhir dari sehun .. Aku makin nangis pas tiba tiba hp-ku memutar lagu taeyeon-man yak eh ..
    Thor .. Aku manggil kamu eonni ya, biar lebih akrab ..
    Eonni, feel-nya dapet banget

    • hananhee January 4, 2014 / 3:44 PM

      maaf, baru bales…
      maaf,,, jadi merasa bersalah :((

      boleh,boleh!
      makasih^^

  18. wiwik June 24, 2014 / 9:53 PM

    good job thor critanya ngena /\^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s