Happiness [Sequel]

Image

Author: Park JeByung

Tittle: Happiness

Lengt: Sequel

Rat: T

Genre: Romance, little Angst?

Cast: Choi Sooyoung, Xi Luhan,

Other Cast: Kwon Yuri, Huang Zi Tao

Warning: Typo bertebaran dimana mana

A/N: ini ff asli buatanku ne. Maaf aku banyak utang ff dan belum dilunasi dengan cepat. Lagi UAS nih, hiks hiks:””” Do’akan semoga nilai aku bagus bagus yah dirapot!^^

RCL please>,<

Selamat membaca~

***

2 Tahun berlalu.

Semenjak Soyooung dan Luhan resmi menjadi sepasang kekasih, Sooyoung kini menjadi lebih terbuka dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Kini ia tak lagi sendirian dilingkungan kampus maupun rumah. Ia sudah berkenalan dengan beberapa tetangga yang kebanyakan lanjut usia, juga beberapa orang di kampus.

“Sooyoungiie~” Panggil seorang namja yang tengah memasak didapur

Si yang punya nama yang merasa terpanggil langsung mendatangi namja itu.

“Mwoya Luhan?” Tanya Sooyoung.

“Bisakah kau memotong bawang daun? Tanganku sibuk mengaduk Ramen.” Pinta Luhan seraya menunjuk nunjuk bawang daun yang tergeletak dimeja dapur.

Tanpa banyak bicara, Sooyoung mengambil pisau dan memotong bawang daun yang kebetulan sudah dicuci terlebih dahulu oleh Luhan sebelumnya.

Ia lalu mengambil potongan bawang daun dan memasukannya kedalam panci yang berisi ramen itu. Aroma sedap langsung menyeruak keluar, dan pada saat itu pula perut Luhan berbunyi.

Sooyoung mendengus geli, “Kau benar benar lapar ya?”

Luhan terkekeh seraya mengacak ngacak rambut Sooyoung, “Kekeke~ Begitulah chagi, tolong sediakan mangkuk dan sumpit juga sendok nya ya. Sebentar lagi kita akan makan besar.”

Sooyoung tersenyum dan mengangguk. Ia melangkah menuju lemari tempat menyimpan alat alat makan. Ia mengambil dua mangkuk besar untuk ramen, dua mangkuk kecil untuk nasi, dua pasang sumpit dan dua gelas.

Satu persatu ia tata diatas meja makan.

“Luhan-aa, semua sudah siap.” Kata Sooyoung seraya duduk di kursi makan.

Luhan mematikan kompor dan mengangkat panci dan menyimpannya diatas meja. Kemudian ia mengambil sendok besar(?) untuk menaruh ramen dimangkuk.

Setelah Luhan beres mengambil porsi ramen untuknya, Sooyoung bangkit dan kini gilirannya untuk mengambil porsi ramen untuknya sendiri.

Mereka memakan ramen dengan semangatnya. Rasa ramen yang sangatpedas membuat keringat dari tubuh mereka keluar dan dengan susah payah mereka mengelapnya dengan tissu. Air minum yang semulanya penuh kini sudah tinggal setengahnya.

“Ramen nya pedas sekali ya?” Tanya Luhan seraya mengelap keringatnya.

“Begitulah. Eung perutku sakit.” Jawab Sooyoung. Ia meremas perutnya yang memang terasa panas dan sakit sekali. “Aku akan kembali.”

Ia berlari menuju kamar mandi lalu melakukan aktivitas yang seharusnya memang dilakukan oleh orang sakit perut. /if you know what i mean/

***

Luhan masih terus melahap ramennya hingga habis. Pada saat itu pula Sooyoung datang karena urusannya sudah beres.

Ia duduk lalu meminum air mineral digelasnya yang masih tersisa setengah. Ia tidak mau lagi memakan ramen super pedas itu mengingat betapa sakit perutnya tadi. Takut takut jika ia memakan ramen itu kembali, perutnya akan bertambah sakit.

“Bagaimana perutmu?” Tanya Luhan

“Lebih baik dari sebelumnya.” Jawab Sooyoung singkat.

Luhan mengangguk, “Kau takkan menghabiskan ramen-mu itu?”

Sooyoung menggeleng dengan cepat, “Tidak. Meskipun aku suka makan, tapi jika kesehatanku akan memburuk, aku tentu tidak akan memakannya.”

“Anak pintar.” Kekeh Luhan seraya bangkit dari duduknya. Ia mengacak ngacak rambut Sooyoung dan mengambil mangkuk bekas ia makan dan mencucinya ditempat cuci piring.

Sooyoung ikut mengambil mangkuk dan mencuci bersama namjachingu-nya ini.

Meraka sedikit berdesakan ketika mencuci piring. Terkadang Luhan mendorong pelan bahu Sooyoung dan terkadang juga sebaliknya.

Tiba tiba Luhan mendapat ide jahil. Ia bermaksud untuk bermain ‘Air’ dengan Sooyoung. Dengan jahilnya ia menciprati muka Sooyoung dengan air dari keran.

“Yya! Neo!” Pekik Sooyoung saat air mendarat di wajahnya. Dengan cepat ia membalas kelakuan Luhan. Ia memenuhi mangkuk cuciannya dengan air keran lalu membanjurkannya ke tubuh Luhan.

“Jiaaish! Dingin! Kau! Kemari!” Seru Luhan melihat Sooyoung yang sudah menjauh dari tempat cucian. Luhan melihat Sooyoung mulai berlari menuju ruang tengah.

Luhan berlari menyusul Sooyoung, sementara Sooyoung yang dikejar langsung berlari. Ia tidak mau tertangkap Luhan dan diberi pelajaran oleh namjachingu-nya itu.

Mereka berlari berputar putar diruang tengah hampir selama 5 menit. Merasa tempatnya membosankan, Sooyoung mengubah jalur menjadi berlari menuju keluar. Sementara Luhan yang mengejarnya hanya ikut ikut saja.

Luhan mempercepat larinya dan berhasil menangkap baju lengan kanan Sooyoung. Ia sedikit menahan dan menarik baju mirik yeojanya itu sehingga Sooyoung terjungkal kebelakang.

Beruntung sekali saat itu Luhan berada dibelakangnya. Kalau tidak, mungkin ia sudah terjatuh kebelakang dengan punggung yang mendarat duluan.

Blukk~ Luhan memeluk Sooyoung yang terjungkal.

Awalnya Sooyoung ingin melepas pelukan Luhan, namun Luhan tidak ingin melepasnya. Ia semakin mempererat pelukannya dan menghapus jarak diantara mereka berdua.

“Kau tahu? Kurasa kita pernah seperti ini sebelumnya.” Kata Luhan.

Sooyoung terdiam sebentar lalu menjawab, “Itu saat kita pertama kali berjumpa. Saat itu aku berkata dirimu mesum.”

Luhan tersenyum dan menempelkan dagunya diatas bahu Sooyoung.

“Yap, aku ingat.”

Tak ada yang mengeluarkan sepatah katapun \. Yang terdengar hanya angin malam yang kala itu cukup besar.

***

10 Menit berlalu.

“Emm.. Sebenarnya ada yang ingin kukatakan.” Ucap Luhan tibatiba.

“Kau ingin mengatakan apa?” Tanya Sooyoung. Ia sedikit memutar kepalanya sehingga ujung hidung Luhan menyentuh pipinya yang chubby itu.

“Besok aku akan pergi ke China untuk beberapa waktu yang cukup lama.”

Deg.

“Jinjja? Untuk apa kau kesana? Be    Berapa lama kau akan pergi?” Tanya Sooyoung lagi. Ia sungguh terkejut mendengar pernyataan Luhan tadi. Intinya, Luhan pasti akan meninggalkannya.

“Aku perlu mengurusi nenekku yang sedang sakit keras. Aku juga harus menemani adik adikku disana untu beberapa waktu. Mungkin 3 Bulan?” Jawab Luhan semnari berpikir.

Itu cukup lama…’ pikir Sooyoung dalam hati. Ia takut kehilangan Luhan, ia takut bahwa Luhan tidak akan kembali…Padanya.

“Tapi kau janji untuk kembali lagi kesini kan?” Tanya Sooyoung.

Luhan mengangguk mantap, “Saat aku kembali, kupastikan aku akan melamarmu saat itu juga.”

Deg..Deg..Deg…

Jantung Sooyoung berdetak dengan cepat.  Nafasnya sulit diatur sehingga rasanya ia benar benar ingin meledak saat itu juga.

Luhan melepaskan pelukannya dan membalikan tubuh Sooyoung menghadap padanya. Dilihat nya air mata yang mulai turun di pipi sang yeoja yang ia cintainya itu.

“Yaksokhae?” Tanya Sooyoung. Ia mengangkat jari kelingkingnya dan berusaha menahan air matanya yang ingin keluar lagi.

Luhan tersenyum, “Yaksok.” Ia menjabat jari kelingking Sooyoung dengan kelingking miliknya.

Pada saat itu juga air mata Sooyoung kembali tumpah dengan deras. Itu artinya ia perlu menunggu namja-nya pulang dan kembali padanya. Setelah itu mereka akan menempuh hidup yang baru bersama.

Ia menutup kedua matanya dengan tangan kanannya. Ia mulai terisak.

“Tenanglah.” Kata Luhan. Ia memegang kepala Sooyoung. Dan Sooyoung berhenti menutup matanya.

Luhan maju selangkah. Jarak diantara mereka berdua sangat dekat. Bahkan Sooyoung dapat mencium aroma tubuh Luhan yang khas. Parfum aroma mint yang sering ia pakai.

Luhan memajukan wajahnya dan mencium dahi Sooyoung. Setelah itu mencium hidung, kedua pipi dan dagu. Juga yang paling terakhir, bibir tipis milik yeojachingu-nya itu.

Cukup lama mereka menautkan kedua bibirnya masing masing. Hingga akhirnya Sooyoung mundur dan melepas tautan diantara mereka.

“Malam ini aku ingin menginap dirumah mu.” Ujar Luhan.

Sooyoung mengangguk.

“Kalau begitu kau bisa tidur dikamar Oppa-ku.”

Luhan menggeleng, “Aku ingin tidur bersamamu.”

Sooyoung membulatkan kedua matanya. Ia kini menendang perut Luhan, “Yya! Jangan jangan kau   

“Argh!” Pekik Luhan.

“Aniya ani! Aku bukan bermaksud yang aneh aneh. Hanya ingin tidur bersamamu tanpa melakukan apapun.” Sergah Luhan cepat sebelum Sooyoung semakin bersangka buruk terhadapnya.

Sooyoung terdiam sejenak. Ia lalu mengangguk pelan.

***

Ciip..Cipp…(?)

Terdengar kicauan burung yang tengah bertengger dipohon halaman rumah Sooyoung. Sang pemilik rumah kini masih terlelap di kasurnya yang empuk dan nyaman.

“Engh..” Erang Sooyoung saat ia membuka perlahan matanya. Ia duduk diatas kasur dan menggaruk garuk kepalanya.

Tersadar ada sesuatu yang hilang, ia mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan.

“Luhan?” Tanyanya pelan. Ia tidak menemukan sosok Luhan dikamar. Bukankah tadi malam Luhan tidur disampingnya?

Ia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar.

“Luhan?” Tanaynya lagi sedikit lebih keras. Ia mengitari seluruh penjuru rumah, namun ia tidak menemukan sesosok namja yang ia cari daritadi.

Krrsss…

Kakinya menginjak sesuatu di ruang tengah. Ia lalu berjongkok untuk melihat apa yang ia injak.

Sebuah kertas. Lebih tepatnya, Surat.

Ia membuka bungkusan surat itu dan mengambil kertas di dalamnya.

‘To: Nae Sarang, Choi Sooyoung


Aku tahu ini terlalu awal. Tapi, aku harus meninggalkanmu sekarang. Jangan lupa makan dan olahraga juga tidur yang nyenyak. Aku akan merindukanmu.

Aku janji saat aku pulang, aku akan melamarmu dan menikahimu secepatnya. Aku tak sabar melihat anak anak kita nanti.

Jaga kesehatanmu ne?🙂


From: Xi Luhan’

“bodoh.” Ucap Sooyoung ketika ia selesai membaca surat yang ternyata dari Luhan. Dadanya mulai terasa sesak, “Bahkan aku belum mengucapkan sepatah katapun untuknya.”

***

1 Tahun

Sooyoung dan Luhan kini sudah tidak pernah saling berkomunikasi lagi.

Sebulan setelah Luhan pergi ke China, ia tidak pernah menghubungi Sooyoung. Bahkan sebaliknya. Pernah sekali Sooyoung mencoba menghubungi Luhan, tetapi yang terdengar hanya nada sambung saja tanpa ada yang menerima sambungan.

Sooyoung kini terlihat murung lagi. Terkadang tetangga sebelah rumahnya yang sudah Lansia bertanya mengapa namja yang sering datang kerumahnya tidak pernah datang lagi. Sooyoung hanya menggeleng sambil tersenyum lemah.

4 Bulan yang lalu, Sooyoung sudah mengambil keputusan untuk berhenti kuliah dan mencari pekerjaan. Sekarang ia bekerja di Toko Bunga sekaligus Kafe  yang tak jauh dari rumahnya. Hanya butuh berjalan beberapa waktu saja ia sudah sampai disana.

Toko Bunga ini cukup terkenal sehingga Toko ini selalu ramai dikunjungi pengunjung.

Terkadang Sooyoung melihat sepasang kekasih yang memasuki toko ini. Saling menautkan jari mereka dan berjalan berdampingan dengan diiringi senyum yang terus mengembang.

Disaat itupula Sooyoung teringat pada Luhan.

Kini ia sudah 3 bulan tidak berhubungan dengan Luhan. Ia takut Luhan ternyata benar benar meninggalkannya dan tak pernah kembali. Ia takut jika Luhan malah selingkuh dengan wanita lain atau tidak terjadi sesuatu terhadapnya.

“Sooyoungie?” Panggil sebuah suara. Sooyoung langsung tersadar dari lamunannya.

“Ah waeyo Yuri-ah?” Tanya Sooyoung seraya menghampiri temannya yang juga bekerja di toko itu.

“Bisakah kau melayani namja yang duduk dipojok sana? Aku harus mengambil buket bunga mawar pesanannya. Dia bilang bunga ini untuk seseorang yang spesial dan berarti bagi hidupnya.” Jawab Yuri sembari menunjuk nunjuk namja yang ia maksud.

Sooyoung melihat namja dipojok sana yang memakai topi yang tengah duduk sambil membaca Koran.

“Ne.” Angguk Sooyoung seraya meninggalkan Yuri. Ia membuka buku pesanan dan bertanya pada namja itu. “Ada yang bisa kubantu tuan?”

Tak ada jawaban.

Sooyoung berdeham kecil bermaksud agar si pelanggan namja itu sadar akan kehadirannya, “Ekhem. Tuan, ada yang bisa diabantu?”

Akhirnya si namja menutup korannya. Tepat saat itu juga Yuri datang membawa buket mawar merah yang dipadu dengan mawar putih pesanan namja itu.

“Tuan, ini buket mawar yang kau pesan.” Kata Yuri. Ia menyodorkan buket itu pada si namja.

Tanpa disadari Yuri dan Sooyoung. Namja itu tersenyum kemudian meraih buket bunga mawar dari tangan Yuri.

Ia kemudian bertekuk lutut dihadapan Sooyoung.

Sooyoung terkejut. Ia membulatkan kedua matanya.

“Jeogiyo. Kenapa tuan seperti ini? Apa ada yang salah?” Tanya Sooyoung sedikit gagu.

Pada akhirnya pelanggan namja itu mendongakkan kepalanya. Saat itu pula Sooyoung semakin membulatkan matanya dan menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Buku pesanan yang ia pegang tadi kini jatuh ke atas lantai marmer toko.

“Luhan?” Pekiknya. Yeah, namja itu memang Luhan. Namja yang telah menghilang dengan waktu yang cukup lama.

“Eo. Ini aku, Luhan. Jangan bilang kau melupakanku.” Balas Luhan sembari menyodorkan buket mawar.

Sooyoung masih terkejut. Namun secepat kilat tangannya melambai ke udara dan dengan mulus menampar pipi Luhan dengan keras. Plakk!

“Bodoh! Kenapa kau tak pernah menghubungiku? Kenapa kau pergi saat aku masih tertidur? Kenapa kau tidak mengangkat teleponku? Kenapa kau mengingkari janjimu yang akan pulang 3 Bulan kemudian setelah kau pergi? Ken     “ Belum sempat Sooyoung menyelesaikan pertanyaan yang lebih mirip protesan, Yuri sudah menutup mulut Sooyoung dengan tangannya.

“Sssstt! Jangan membuat keributan disini. Kau tak lihat semuanya memperhatikanmu?” Bisik Yuri. Sooyoung mengangkat kedua alisnya dan melihat kearah pelanggan yang lain. Memang benar, para pelanggan tengah memerhatikannya.

“Pergilah ke gudang tempat penyimpanan bunga dan cepat selesaikan masalahmu.” Tegas Yuri. Ia melepaskan tangannya dari mulut Sooyoung.

Sooyoung mengangguk pelan lalu menarik tangan Luhan menuju gudang bunga tempat yang menurutnya lebih mirip taman. Namun tempat ini masih termasuk bagian dari toko dan tertutup untuk umum.

***

Sampailah mereka berdua disana. Sooyoung melepaskan tangan Luhan dan masih membelakangi Luhan.

“Jelaskan semuanya. Xi Luhan.”

Luhan menghirup udara sebanyak banyaknya kemudian menghembuskannya kembali.

“Aku tidak menghubungimu karena ketika aku masuk kedalam kawasan bendara, ponsel-ku dicuri seseorang. Aku berusaha mengejarnya, namun larinya terlalu cepat. Pada saat itu juga pesawat yang seharusnya kunaiki sebentar lagi berangkat. Jadi terpaksa aku pergi tanpa menggunakan ponsel.”

Luhan kembali mengambil nafas dalam dalam dan melanjutkan kembali, “1 Bulan setelah nenekku dirawat dirumah sakit, beliau meninggal. Setelah aku mengurusi pemakamannya bersama kedua adik dan kaka perempuanku, aku harus menemani adik adikku dirumah sementara kakakku mencari pekerjaan. Untunglah 2 hari setelah itu sebuah perusahaan besar merekrut kakakku untuk kerja disana. Gaji nya pun menurutku cukup besar. Beberapa waktu kemudian, tante-ku datang untuk tinggal bersama adik adikku sehingga aku bisa kembali kemari dan menemuimu.  Maaf saat itu aku tidak ingin membangunkanmu. Aku takut kau akan menangis lagi.”

Luhan sudah selesai menjelaskan semuanya, namun Sooyoung masih tetap terdiam.

“Kau masih marah padaku?” Tanya Luhan. Ia maju beberapa langkah mendekati yeoja-nya itu.

Luhan dapat melihat Sooyoung menggelengkan kepalanya. “lalu kenapa kau diam saja?”

“Kau bilang tidak ingin melihatku menangis bukan? Diamlah sampai air mataku kering dulu.” Jawab Sooyoung. Tangannya mulai mengusap pelupuk matanya juga pipinya. Ia tengah menangis.

“Buakn seperti itu juga. Saat kau menangis, aku ingin dirikulah yang menjadi pundak untukmu menangis. Kau bisa memelukku saat menangis.” Ucap Luhan seraya tersenyum dan melebarkan kedua tangannya mengisyaratkan bahwa Sooyoung bisa datang dan memeluknya.

“Dasar mesum.” Umpat Sooyoung.

Luhan cemberut, “Itu bukan mesum! Kenapa kau selalu salah mengartikannya sih?”

“Sudahlah, lupakan!” Ucap Sooyoung begitu saja. Ia membalikan badannya dan memeluk Luhan.

Pelukan dan rasa hangat ini yang sudah lama ia tidak rasakan. Pelukan yang selalu membuat nya nyaman dan hangat. Pelukan yang menurutnya lebih hangat dari penghangat ruangan sekalipun.

***

Mereka cukup lama berpelukan sampai akhirnya suara Yuri terdengar menggema di ruangan indoor ini.

“Luhan-ssi, kau melupakan mawarmu!”

Luhan baru sadar bahwa sedari tadi buket bunga yang ia ingin berikan tertinggal ditempat duduknya. Ia segera menghampiri Yuri dan kembali lagi menuju Sooyoung.

Ia kembali berlutut dan menyodorkan buket mawar pada Sooyoung. Dengan senang hati Sooyoung menerimanya. Namun, ada sesuatu yang membuatnya benar benar terkejut.

Luhan kembali menyodorkan sesuatu, ia kemudian membuka barang tersebut dan terpampanglah sebuah cincin yang berkilauan dengan permata berbentuk sayap di tengahnya.

“Apakah kau bersedia menikah denganku? Aku berjanji takkan pernah meninggalkanmu dan membangun sebuah keluarga yang harmonis. Aku akan selalu menjagamu dan anak anak kita kelak.” Ucap Luhan.

Sooyoung tersenyum. Lagi lagi air matanya keluar membasahi pipinya.

“Aku bersedia.” Balas Sooyoung.

Luhan berdiri dan memasangkan cincin dijari manis kiri Sooyoung.

Ia maju selangkah dan       –

>w<

“haaah, Kau lihat mereka? Betapa mesranya mereka berdua berciuman ditengah kumpulan bunga.” Kata Yuri sembari menyenderkan dirinya di dinding. Ia masih terus memperhatikan  kedua kekasih yang tengah bermesraan.

“Noona juga ingin?” Tanya namja yang berdiri disampingnya.

“Tao-yya! Tentu saja aku ingin, hanya saja kau masih terlalu muda untukku. Lagipula kau belum bisa melamarku karena kau masih terlalu cepat untuk itu.” Balas Yuri. Ia menyentil kepala namja yang bernama Tao itu.

“Aku bisa berhenti kuliah dan menikahi noona sekarang.”

“Tapi aku tidak ingin kau seperti itu. Lanjutkan saja dulu kuliahmu, aku akan selalu menunggumu.” Balas Yuri. Ia pun pergi meninggalkan Tao yang kini tersenyam senyum sendiri.

THE END

Gilaaa ini sequel macam apa coba?-_-

Btw RCL please;* gomawoyooo^^

23 thoughts on “Happiness [Sequel]

  1. slmaadniaptr December 3, 2013 / 7:02 PM

    aaa..sweet banget >,< mian belum bisa komennya baru yang di sequelnya soalnya yg ceritanya aku baca lewat hp.. daebakk chingu fighting ^^

    • HyoSoo03 December 4, 2013 / 12:32 PM

      haha gapapa kok chingu^^
      ne fighting! Gomawo udah komen^^

  2. yeni swisty December 3, 2013 / 7:45 PM

    omo.. omo.. sweet banget >.<
    keren, aku suka (y)

    • HyoSoo03 December 4, 2013 / 12:34 PM

      makasih chinguu>,<
      Gomawo udah komen^^

  3. miss_sooyoungster10 December 3, 2013 / 9:01 PM

    Wahahhahahaaghhahahahahaahahhahhaa……….
    Keren2!!
    so sweet banget. .

    • HyoSoo03 December 4, 2013 / 12:35 PM

      haha makasih chinguuu~
      Gomawo udah komen^^

  4. ymshtemi December 3, 2013 / 9:38 PM

    wahhhhhhhhhhh keren keren keren xD
    itu sweet bgt luhan ngelamar soo ditengah bunga gitu :’)

    • HyoSoo03 December 4, 2013 / 12:36 PM

      ngehehe gomawo chinguu, gomawo juga udh komen^^

    • HyoSoo03 December 4, 2013 / 12:37 PM

      waaa makasih>,<
      gomawo udah komen^^

  5. shin hyun young December 4, 2013 / 8:51 PM

    awawaw…manisss… aahh soohan.. i lup yu polepel deh sma mereka.. keren sequelnya..

    • HyoSoo03 December 5, 2013 / 12:01 PM

      kyaa jinjayo? aku juga suka SooHan>,<
      gomawo hehe. Gomawo juga udah komen^^

  6. allaboutkyuyoung December 5, 2013 / 2:37 PM

    Omona keren eonni. Sweet banget. Semangat yah UAS nya. Semoga dapet bagus di raport. Dulu aku juga yah eonni, hari senin mau UAS 😁 /minat terselubung/ *bercanda*

    • HyoSoo03 December 6, 2013 / 12:14 PM

      aku udah beres nih UAS nya, free! :””>
      oke aku doain kamu chingu semoga dapet nilai bagus!’o’)9 fighting!!
      gomawo udah komen dan udah ngedoain dapetnilai bagus^^ /hug&kiss/

    • HyoSoo03 December 6, 2013 / 1:09 PM

      makasihh^^
      gomawo udah komen;;>

  7. Anna Choi December 6, 2013 / 5:09 PM

    Akhirnya happy end😄
    Eh, bikin waktu after marriage nya dong pas udah punya anak yang imut-imut :3 hehe
    Haha semangat ujiannya shafa!!!

    • HyoSoo03 December 7, 2013 / 9:38 PM

      emmh mollayo:| kkk~
      tapi sepertinya aku tidak akan membuat after marriage nya deh, aku harus ngelanjutin hutang ff-ku yang laen:”'”> /nangis peluk Baekhyun/
      hehe gomawoooo!!>,,,< /hug/

  8. Iyang Baconie December 27, 2013 / 10:30 PM

    eommo happy ending…
    kya~ aku suka caranya luhan ngelamar sooeon😀
    keep writing.

  9. rifqoh wafiyyah January 22, 2014 / 11:46 PM

    Neomu sweet thor….:),dkra q hanppa bkalan ninggalin soo unnie…
    Untng’a gak…:D,daebak….:D

  10. DeliaaOKT April 24, 2014 / 5:40 AM

    Sweet bngt sequelnya,kirain luhan gak balik lg,,ceritanya yuri sama tao pacaran ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s