[ Part 1 ] Remember The Rain

Gambar

Title : Remember The Rain

Starring by : SooHan

Auhtor : Qarenza Park

Cast : Choi Sooyoung | Xi Luhan | Kim Hyoyeon | Im Yoon Ah

Genre : Romance, Little Comedy, Sad

Rated : T

Poster By : BoraYoung

Summary : ” Why you comeback when i like this ? “

Disclaimer : Don’t be silent reader >< I hate it.

Note :

Annyeonghaseyo ^o^

Author comeback setelah sibuk dengan urusan yang tidak jelas -_-

Nah, author kan udah janji bakal posting ep-ep baru setelah FF Late – SooKris.

Dan inilah dia, JENG JENG! *abaikan-_-

Ni ep-ep rada mirip sama gutbai samer kemarin-_- pada part tertentu.

Baiklah, untuk tidak memperpanjang mukadimah, langsung saja anda

baca FF gaje saya ini-_-

*Happy Reading*

—–

Cuaca mendung. Sepertinya hari ini akan hujan. Seorang yeoja berambut coklat itu melangkah gontai ke halte yang tidak jauh dari universitasnya. ” Aku benci hujan.”

Choi Sooyoung. Ya, itulah namanya. Yeoja bertubuh tinggi dan berkulit putih tengah duduk sambil menunggu halte yang akan mengantarkannya pulang dan ditemani oleh secangkir kopi starbucks yang dibungkusnya tadi.

BRUSSSS…

Benar saja…

Hujan..

Sooyoung memegang tubuhnya yang sedikit menggigil akibat cuaca yang amat dibencinya ini.

” Aish Aku lupa membawa jaket hangatku.” ketus yeoja itu berbicara sendiri.

Tiba – tiba, dari kejauhan seorang namja imut basah kuyup dan segera mampir kehalte yang Sooyoung duduki juga.

Namja itu duduk sekitar semeter dari Sooyoung.

” Apakah ini anak kecil ? ” batin Sooyoung.

” Hai, dek. Kau kedinginan ? ” tanya Sooyoung.

” Ha ? Dekk ? Maaf, umurku 23 tahun, nona.” jawab namja itu tersenyum manis.

23 tahun ? Wah, wajahnya sangat menipu.

” Oh. Maafkan aku. Ini, mungkin bisa membuatmu lebih baik. Tenang saja, belum kuminum.” 

Sooyoung memberikan secangkir kopi dari starbucks itu pada namja imut disebelahnya.

Walaupun Sooyoung bisa dibilang cuek, tapi ia kadang bisa menjadi amat perhatian.

” Tidak perlu. Kau saja. Aku hanya kedinginan biasa.” ujar namja itu dengan bibir bergetar.

” Aku yakin, sehabis pulang ini kau akan flu.” kata Sooyoung layaknya seorang peramal yang mengetahui keadaan namja itu.

” Flu ? Darimana kau tau penyakit langgananku itu ? ” tanya namja itu heran.

” Tidak. Aku sering membaca – baca artikel tentang kesehatan. Sudahlah, ambil saja kopi ini. Ia sudah tidak sabar untuk diminum.” jelas Sooyoung sambil mendekatkan secangkir kopi miliknya pada namja imut itu.

Sooyoung kembali memegangi tubuhnya karena kedinginan.

Tak sengaja, namja imut tadi melihat kearah Sooyoung.

” Kau kedinginan juga ? ” tanyanya masih dengan bibir bergetar.

” Aku hanya lupa membawa jaketku. Biasanya selalu kubawa. Dari kecil aku membenci hujan.” jelas Sooyoung yang masih memegang tubuhnya.

Namja itu terdiam sebentar layaknya memikirkan sesuatu.

” Aku ada cara ! ” kata namja itu dengan lampu diatas kepalanya dan membuat Sooyoung sedikit tersentak.

” Apa itu ? “

Namja itu menatap kearah Sooyoung.

” Coba letakkan tanganmu seperti orang bertepuk tangan. Lalu, kau gesek – gesek beberapa kali, setelah itu letak dipipimu. Pasti akan hangat. Mungkin, kedinginannya juga akan berkurang.” jelas namja itu mempraktekkannya.

Sooyoung mengikuti cara namja itu. Kemudian, kedua telapak tangannya diletaknya dikedua pipinya.

” Benar, hangat. Kau pintar sekali.” kagum Sooyoung.

Sedikit demi sedikit, rasa dingin itu hilang.

” O iya, terimakasih atas kopi yang kau berikan tadi. Kalau boleh tau, namamu siapa ? “

” Sooyoung. Choi Sooyoung.”

Namja itu tersenyum.

” Aku Xi Luhan. Pindahan dari China.”

*

Luhan telah sampai dirumahnya. Huh, untung ada yeoja itu. Yeoja itu memberikan secangkir kopi dari starbucks untuknya dan membuat Luhan kembali hangat.

Tiba – tiba, keluar seorang ahjumma..

” Luhan-ah, kau sudah pulang ? “

Ahjumma tersenyum.

” Ya. ahjumma. Maaf, tadi diluar hujan. Aku harus menunggu halte.”

” Tidak apa – apa. Sudah sana makan. Sudah ahjumma siapkan.”

” Terimakasih, ahjumma.”

Luhan melangkahkan kakinya kekamarnya yang bernuansa biru langit.

Luhan menghempaskan tas punggungnya ditempat tidur.

Didinding kamarnya, terdapat poster seorang pesepak bola terkenal, Christiano Ronaldo.

Memang sudah cita – citanya dari kecil ingin menjadi seorang pesepak bola layaknya idolanya.

Kadang, ia bermain bola bersama beberapa anak – anak tetangga.

Luhan hanya tinggal dengan ahjumma dan appa. Eommanya bercerai dengan appa-nya saat ia berumur 12 tahun. Eommanya menikah lagi dengan seorang pengusaha kaya di Incheon.

Luhan sempat mengalami brokenhome, tetapi neneknya selalu menasehatinya agar merelakan eommanya pergi bahagia. Walaupun bersama pria lain.

” Tok..tok..”

Luhan membuka pintu. Ternyata, ahjumma.

” Ada apa, ahjumma ? ” tanya Luhan.

” Hyoyeon sudah ada didepan.”

.

” Sudah lama kita tidak bertemu, sahabatku.”  kata Luhan pada sahabat masa sekolah menengahnya, Kim Hyoyeon.

” Maafkan aku, Luhan-ah. Tahun lalu, aku harus pindah ke Jepang mendadak karena pekerjaan appa. Aku sampai lupa memberitahumu. Setelah sampai di Tokyo, baru aku menghubungimu.” jelas Hyoyeon.

” Lupakan saja. Aku tidak marah. O iya, bagaimana hubunganmu dengan si monyet itu ? ” tanya Luhan.

” Siapa ? Eunhyuk-ah ? ” tanya Hyoyeon meyakinkan.

” Hmmm..” jawan Luhan mengangguk.

Hyoyeon sedikit mendekat untuk berbisik.

” Bulan depan, aku akan bertunangan dengannya.”

” WAAA ! Selamat Hyoyeon-ah ! Aku pasti datang.”

Luhan terlihat senang ketika sahabatnya akan bertunangan dengan si monyet itu.

Bagaimana tidak ? Saat masa sekolah menengah dulu Hyoyeon hanyalah seorang murid dengan kacamata sambil menenteng buku geografinya kemana – mana. Malahan, ia menjadi bahan ocehan teman – teman sekolah menengah.

” O iya, kenapa kau masih single terus ? Kau masih susah untuk melupakannya ? “

” Melupakannya ? Siapa ? “

” Im Yoon Ah. Gadis yang menghilang 4 tahun lalu itu.”

Tiba – tiba, Luhan terdiam sejenak.

Im Yoon Ah, atau lebih sering disapa Yoona. Memang pernah menjalin kasih bersama dengan Luhan.

Tapi, ia dikabarkan hilang sejak 4 tahun lalu entah karena apa.

Dia bagaikan sehelai kertas tipis yang hilang terbang terbawa angin.

” Sudahlah. Aku sudah melupakannya. Lagipula, apakah ia memperdulikanku ? “

*

Hari ini, Sooyoung kembali menjalani aktifitasnya sebagai seorang mahasiswa akultas kedokteran. 

Sudah jam istirahat.

Sooyoung membeli semangkuk ramyeon dan jus jambu merah.

Disela – sela asyiknya melahap ramyeon, seorang namja menghampirinya.

” Selamat pagi, Sooyoung-ssi. Bolehkah aku duduk disini ? “

Ternyata namja imut kemarin. Luhan.

” Oh. Pagi juga Luhan-ah. Silakan.”

Sooyoung mempersilahkan Luhan duduk dikursi hadapannya.

” O iya, Sooyoung-ssi. Terimakasih atas kopi yang kau berikan kemarin. Aku menjadi hangat.” jelas Luhan sambil tersenyum.

” Sama – sama. O iya, Luhan-ah. Bisakah kau memanggilku dengan sooyoung-‘ah’ ? Aku merasa risih jika dipanggil ‘ssi’.” jelas Sooyoung. 

Luhan hanya tersenyum.

” Ya. Sooyoung-ah.”

” Luhan-ah, kau mengambil jurusan apa ? ” tanya Sooyoung sambil mencicipi jus jambu merahnya.

” Fakultas Kedokteran. Kau ? “

Sooyoung sedikit kaget.

Jika Luhan menjadi seorang dokter kelak, pasien wanita bukan minta obat.

Malah meminta Luhan sebagai namjachingunya.

” Sooyoung-ah ? Kenapa melamun ? “

Suara Luhan membuyarkan lamunan Sooyoung.

” Ah, tidak. Aku juga Fakultas Kedokteran.” ujar Sooyoung.

” Benarkah ? Memangnya kau semester berapa  ? ” tanya Luhan antusias.

‘ akhirnya punya teman yang se-fakultas juga,’ batin Luhan.

” Aku semester 4. Kau ? ” tanya Sooyoung balik.

” Aku semester 3. Pantasan saja aku jarang bertemu denganmu.” ujar Luhan.

” Tapi, Shim songsaenim itu sangat membosankan.” kata Sooyoung setelah makanannya habis.

” Guru yang dikenal killer dan kumis ‘berharga’ itu ya ? ” tebak Luhan.

” Iya. Hampir setiap hari aku ditimpuk oleh spidol. Aku juga pernah disuruh mengerjakan bahan skripsi untuk mahasiswa lainnya. Itu kan bukan pekerjaan yang mudah ! ” kesal Sooyoung.

” Son songsaenim justru berbalik dengan Shim songsaenim.” jelas Luhan.

” Maksudnya ? ” tanya Sooyoung penasaran.

” Son songsaenim selalu mengantuk ketika kami disuruh mengerjakan tugas. Kadang, kacamatanya pun bisa pecah karena jatuh akibat tidurnya.” jelas Luhan.

” Bukankah itu hal yang menyenangkan ? ” tanya Soyoung heran.

” Ketika bangun kembali, ia marah – marah tidak jelas. Padahal, kami sunyi dan tidak ribut karena tugas yang diberikannya.” jelas Luhan.

” Kalau aku jadi kau, akan kubawa suntik gajah dan membuatnya tertidur 24 jam.” canda Sooyoung.

Luhan dan Sooyoung hanya tertawa bersama – sama.

 

*

Tok..tok..

Seseorang mengetuk pintu apartemen Sooyoung. ” Sebentar ! ” teriak Sooyoung sambil mengikat rambutnya.

Sooyoung membuka pintu.

” Hyoyeon eonnie ! “

~ To Be Continued ~

Eotteokhae ? Ancur kagak ? Mohon komennya pemirsaaahh😀

Gomawo^^

 

 

 

30 thoughts on “[ Part 1 ] Remember The Rain

  1. ymshtemi November 30, 2013 / 12:14 AM

    wahh soohan…😀 dulu luyoon pacaran? kok bisa yoona tiba2 ngilang? nextnya ditunggu ya^^

  2. elissone November 30, 2013 / 1:34 AM

    Semoga aja nanti yoona nggak muncul tiba2!
    Baru ketemu udah akrab aja si soohan..
    Next!!:)

  3. sooyoung_sy November 30, 2013 / 5:29 AM

    Soohan! Pengen tau kelanjutannya! Cepet cepet post ya hehe😀

  4. miss_sooyoungster10 November 30, 2013 / 6:09 AM

    Penasaran…penasaran…
    Next~Next~

  5. allaboutkyuyoung November 30, 2013 / 8:18 AM

    Salam kenal, aku readers baru disini. Meskipun aku shippernya kyuyoung, tapi aku juga suka sama soohan couple, soohun couple dan sooyeol couple.

    Bagus eonni! Aku mau baca kelanjutannya lagi. Hehehe

  6. Zee Anggita November 30, 2013 / 11:21 AM

    waaah keren chingu, soohan couple..
    nextnya di tunggu..

  7. icha dewi November 30, 2013 / 3:36 PM

    next part ~

  8. jimbumie November 30, 2013 / 4:17 PM

    keren,thor ^^ next ya ^^

  9. yeni swisty November 30, 2013 / 6:39 PM

    masih pendek nih ceritanya:/
    btw next part buat yang lebih panjang lagi ya🙂
    ff bagus, aku suka (y)

  10. winterchan November 30, 2013 / 7:17 PM

    penasaran kenapa si yoona bisa ilang ._.
    part 2 ditunggu🙂

  11. hyeritao November 30, 2013 / 10:00 PM

    Part 1 nya kependekan… blom puas…
    D tunggu part 2.. segera

  12. AULIAsookai November 30, 2013 / 10:12 PM

    pensaran, bagus thor🙂
    aku tunggu kelanjutannya🙂
    tapi,hyoyeon itu siapanya soo:/

  13. giofi16yousen December 11, 2013 / 7:00 PM

    Soohannnnn wih langsung akrab aja tuh
    Penasaran kenapa yoona tiba* menghilang ?
    Ditunggu thor next chapnya🙂
    FIGTHING🙂

  14. rifqoh wafiyyah January 19, 2014 / 10:36 PM

    Hahaha…:D,wjah hanppa mah emng nipu bngettt..
    Apa hbngan hyo unnie ma soo unnie??mdh2’an gak da yoona slnjt’a aminnn…:D

  15. SonElf June 28, 2015 / 11:58 AM

    wah bisa2 hyeoyon nunna jadi makcomblang sooyoung luhan
    ada sad nya ya moga bukan endingnya yg sad
    yonna mantan luhan hyung pasti ditenga2 xerita muncul mau ngambil luhan dasr nenek lampir hahha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s