Dream Girl [Chapter 2]

dream girl

Written by winterchan

Romance, College-Life

PG-15

Kim Myungsoo, Choi Sooyoung.
Oh Sehun, Im Yoona (the rest can be seen in the story)

Plot and Graphics © winterchan

also posted on my personal blog

“I’m so curious.”

•••

Hari yang lain dari kehidupan seorang Kim Myungsoo, namun tak ada yang berubah, ia masih menjalani kehidupan biasanya sebagai mahasiswa biasa. Eh tidak biasa juga, pasalnya dirinya ini lumayan terkenal di kalangan kampus. Bukan hal yang aneh memang, dirinya memang luar biasa tampan disaat yang lain hampir semua memiliki wajah biasa.

Menapaki kakinya di tengah hallway kampusnya, bersiap menerima materi selanjutnya siang itu. Tepat sebelum dirinya memasuki kelas, seorang perempuan dari lawan arah berniat masuk pula namun terhenti ketika dirasanya pintu itu tak mungkin cukup untuk dilewati oleh dua orang bersamaan. Orang itu mendongak, menatap wajah Myungsoo dengan ekspresi sulit dijelaskan.

Ya Tuhan, dari sedekat ini Myungsoo dapat melihat lebih jelas wajah memukau gadis itu. Tersadar dari lamunan singkatnya, lelaki itu mempersilahkan gadis itu masuk duluan dan tanpa berkata-kata perempuan tinggi itu melangkah masuk diikuti oleh dirinya.

Sungyeol, temannya, melambaikan tangan mengisyaratkan bahwa bangku sebelahnya masih kosong. “Sungyeol-ah, kau tau siapa nama gadis itu?” Yang ditanya menatapnya heboh, “Owowow ada apa ini, datang-datang bukannya menanyakan kabar teman, ini bertanya tentang perempuan!” sungut Sungyeol.

“Bukan begitu, bro! Maksudku hanya aneh saja. Aku tidak mengenalnya tapi aku pernah memimpikannya sekali.” Terjadi sesi curhat-mencurhat antar teman. Sungyeol terlihat berpikir sebentar, “Hm benarkah? Kau tau tentang mitos–”

“Oi jadi intinya kau tahu dia tidak sih?” Myungsoo nyolot. Berbicara dengan Sungyeol memang agak melelahkan.  Sang sahabat meliriknya sebal, “Bisa lebih sabar tidak sih?” Tanyanya kesal. “Oh iya, namanya Choi Sooyoung. Yang aku tahu dia anak baru pindahan dari London dan dia juga pernah tinggal di Jepang selama beberapa tahun.” Myungsoo mengangguk-angguk mengerti, “Oh ya, ku dengar dia juga jarang berinteraksi dengan orang-orang kecuali Oh Sehun,” lanjut Sungyeol. Sahabatnya kemudian menatap Sungyeol aneh, “Tapi tidak perlu sedetail itu juga, aku hanya bertanya namanya sebenarnya.”

Sungyeol mengangkat bahunya tak peduli, pasalnya ia terlalu sering bergaul dengan Krystal dan Jessica, kakak beradik penikmat gosip hangat yang telah lama bersahabat dengannya. “Kau terlalu sering bergaul dengan siblings tukang gosip itu kan? Ya Tuhan Sungyeol, ku mohon jangan berubah haluan menjadi lelaki gemulai.” Ucap Myungsoo asal. Merasa sempat dibicarakan, dua orang gadis yang duduk dua bangku di belakangnya serempak melempar dua buah penghapus kearah Myungsoo dan Sungyeol, dan berhasil mengenai kedua kepala mereka.

“Jangan membicarakan orang yang ada di dekatmu, aku dengar kalian tahu!” sungut Jessica sebal. Sungyeol mengusap kepalanya miris, “Ya kurasa aku terlalu sering bersama Jung Sister itu, kau tahu, aku sering terbawa arus gosipnya.” Ucapnya setengah berbisik. Bukan hal yang membingungkan memang, tukang gosip pasti memiliki pendengaran yang sensitif karena nyatanya kedua Jung itu masih dapat mendengar bisikannya. “Ya! Sungyeol, kau bukan teman kami lagi!”

 

•••

Dengan headphone yang terpasang indah di telinganya, Sooyoung terlihat tengah terbang ke dunianya sendiri. Terduduk di taman kampus setelah melahap makan siangnya di kantin. Dan saat itu juga Myungsoo bersama Sungyeol berada disana. Entah ada apa gerangan, nampaknya hari ini Myungsoo sering melihatnya. Dan sekali lagi, Myungsoo merasa gadis itu memukau, well itu berdasarkan penglihatannya. Ini kedua kalinya ia merasa terhipnotis oleh gadis misterius itu, setelah di mimpinya. Sungyeol menyadari sedari tadi ia nyerocos ria tapi tampaknya terabaikan, sang sahabat melambaikan tangannya heran, “Ya! Kim Myungsoo!” Tersadar dari lamunannya, ia menatap Sungyeol bingung, “Ya?”

“Jangan melamun terus, kalau kesurupan aku tidak akan repot repot menolongmu. Lebih baik ditinggalkan disini.” Myungsoo mengabaikan ucapan penuh ketegaan sahabatnya itu, ia malah teringat sesuatu, “Oh ya? Dimana dua Jung itu?” Sungyeol menatap curiga, “Hm tumben sekali. Nanti mereka menyusul.” Dan setelah mengucapkan kalimat itu, keduanya mendudukkan diri di atas rumput taman.

Beberapa saat kemudian, yang ditunggu datang juga. “Oi, sini!” Ucap Sungyeol menyuruh kedua Jung itu mendekat. Sejurus kemudain keduanya ikut bergabung bersama kedua sahabat itu. “Hey hey kau tahu kan siapa gadis itu?” Dengan serta merta dan tiba-tiba Jessica mulai membahas topik, jarinya menunujuk pada Choi Sooyoung yang duduk lumayan jauh darinya. “Loh memang kenapa?” tanya Sungyeol heran. “Menurutku dia perempuan misterius yang aneh, kau tahu, tak ada yang berteman dengannya kecuali namja bernama Oh Sehun itu.”

Myungsoo mulai antusias mengetahui topiknya adalah Choi Sooyoung, sang bidadari dari alam mimpi. Kali ini adiknya, Krystal yang mulai mendongeng, “Tidak ada yang tahu bagaimana latar belakangnya dan asal usulnya selain keterangan pindahan dari London dan sempat tinggal di Jepang. Latar belakang keluarganya pun belum ada yang tahu, ia tiba-tiba saja masuk di fakultas seni sebagai mahasiswa baru.”

Tak disadarinya sebuah playful smirk terukir di wajah tampan ‘di atas rata-ratanya’ itu. ‘Ehehe, bidadari misterius, kurasa kau cukup menarik. Aku tidak lagi keberatan dengan mitos jodoh itu jika seandainya benar’ Kekehan pelan keluar dari mulutnya. Aksi absurdnya ini sukses membuat ketiga orang lainnya serta merta menatap ngeri kearahnya. “Ya Tuhan, Kim! Seandainya saja orang-orang tahu ketidakwarasanmu dibalik wajah tampan menipu itu!” ucap Jessica histeris.

“Ah, kau perlu mengambil video dirinya tengah tertawa sendiri dan sebarkan. Ini akan jadi gosip hangat ‘seorang mahasiswa jurusan seni berawajah tampan ternyata memiliki penyakit mental’ Oh my God! Dengan berita ini aku jelas akan famous!” ucap Sungyeol berapi-api.

Sedangkan yang ter-bully menatap Sungyeol tanpa ekspresi. Wow hebat juga, tadi sempat tertawa layaknya orang sakit jiwa tapi sekarang terganti oleh ekspresi yang bisa dibilang priceless. Bisa diambil kesimpulan, Kim Myungsoo memiliki 1001 ekspresi.

“Eh, tunggu sepertinya tadi kalian menyebutkan Oh Sehun. By the way siapa dia?” Myungsoo menatap siblings itu ingin tahu. Jessica mengecek handphone-nya sekilas. Well asal kalian tahu, handphone milik Jung sisters adalah harta berharga. Bagaimana tidak, di dalamnya terdapat informasi-informasi langka tentang beberapa orang di kampus ini. Oh profesional gossipers (?).

“Kau belum pernah dengar? Oh Sehun itu junior atau yang biasa kita sebut bocah angkatan baru jurusan modern dance. Aku biasa menyebutnya bocah brut–” Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Jessica tergesa berdiri seraya menatap jam tangannya horror. “­–Kurasa kita harus pergi, kita punya 2 menit untuk berjalan ke kelas selanjutnya. Hurry up!”

Dengan itu, mereka beranjak dan menyegerakan pergi, namun Kim Myungsoo menyempatkan dirinya melirik Sooyoung yang saat itu beranjak dari kursinya, namun ia pergi kearah yang berlainan arah menuju kelas selanjutnya. Ia mengerutkan dahinya heran.

•••

“Jadi yang absen hanya Choi Sooyoung, betul?” Dosen berkumis yang sering dipanggil Shin seonsaengnim itu melempar pandangan pada mahasiswa didikannya. “Neeee.” Koornya serempak. Tangan sang dosen bergerak membuat bentuk ceklis di kolom bertuliskan alfa. Karena tampaknya tak ada tanda-tanda dari Choi Sooyoung akan mendatangi kelas ini.

Myungsoo terlihat celingukan, mencoba memastikan kehadiran. ‘Ah benar, gadis bernama Sooyoung itu tak ada’ Sungyeol di sebelahnya ikut celingukan “Cari apa sih?”

“Mencari arti dari cinta.”

Sungyeol mendelik jijik, “Eww.” “Aku bercanda bodoh! Sudah jangan banyak tanya!” ucapnya seraya meilirik Sungyeol malas.

•••

Choi Sooyoung memilih untuk berjalan pulang menuju halte sore itu setelah jam kuliahnya habis. Tidak benar-benar pulang, ia mungkin akan pergi ke suatu tempat. Bisnya akan datang sekitar 5 menit lagi di halte ini, ia lebih memilih berdiri menyender pada tiang halte. Handphone yang sedari tadi dipegangnya bergetar pelan. Panggilan masuk.

Ya Choi Sooyoung! Masih berapa lama lagi kau akan datang?

“Sebentar lagi, bodoh! Aku masih di jalan!”

Bohong! Buktinya tidak ada suara mobil atau motor. Hening sekali.” Sooyoung terkekeh kecil. “Aku tidak bisa membohongimu kali ini ya.”

Ya! Kau kan punya­–” “Sudah ya, jangan banyak bicara. Bisnya datang.” Klik. Sooyoung memutuskan panggilannya sepihak.

Nyatanya bis belum benar-benar datang, mungkin sekitar 2 menit lagi. Ia hanya terlalu malas berargumen dengan bocah cempreng yang barusan meneleponnya.

•••

Seusai sang dosen mengucakan ‘Pelajaran kali ini cukup sampai disini’ Kim Myungsoo segera melangkah pergi keluar gedung kampus. Ia memilih untuk menaiki bis umum kali ini. Halte bis yang dimaksud sudah di depan mata, tapi dirinya malah berhenti melangkah, lalu bergeser sedikit mendekat kearah pohon terdekat. Ia bertingkah seperti itu bukan karena melihat sebuah halte bus. Tentu saja bukan. Namun karena pemandangan yang ada menyertai halte bisnya. “Itu Sooyoung bukan?” Dilihatnya gadis itu tengah berbicara lewat telepon genggam.

Jarang-jarang dirinya melihat Sooyoung berbicara. Dengan gerak gesit, ia mengambil kamera DSLR dari tasnya. Kim Myungsoo memang menyukai fotografi. Terbukti dari prestasinya ketika SMA yang sering menjuarai lomba fotografi dan sempat menjadi ketua di klub jurnalistik.

Kembali dilihatnya Sooyoung terkekeh kecil. Oh Ya Tuhan, selamatkan aku! Dia tersenyum! Dan sejurus kemudian, dengan profesionalnya ia menjepret momen kecil ini. Layaknya seorang paparazzi atau k-netizen yang lihai dalam potret secara diam-diam.

Myungsoo tersenyum puas melihat hasilnya jepretan indahnya. Sekarang gadis itu terlihat benar-benar seperti bidadari. Bidadari yang tersenyum! Walaupun lebih terlihat seperti bidadari gaul atau semacamnya. Karena dilihatnya gadis yang sekarang masih berdiri itu dengan modisnya menggunakan black high-waisted hotpants dengan kaos belang hitam putih juga, menggunakan pula sneakers putih, rambutnya masih dikucir keatas. Terlihat simple tapi tetap menawan, mungkin karena didukung oleh tubuhnya yang tinggi itu. Lumayanlah, tidak seperti pertama kalinya ia bertemu dengan gadis itu yang menggunakan serba hitam semuanya mulai dari atas hingga bawah.

Bis tampaknya telah datang, gadis itu melangkah masuk. Myungsoo setengah berlari, berniat memasuki bus yang sama. Sooyoung duduk di tempat yang agak belakang, Myungsoo menempatkan dirinya di seberangnya. Ia kembali tersenyum puas saat dirinya lagi-lagi melihat hasil jepretannya. ‘Wow, aku tidak percaya gadis ini yang benar-benar singgah di mimpiku! Ternyata keberadaan gadis itu nyata, ah, atau bahkan dia bukan manusia, melainkan seorang bidadari sungguhan yang diutus jadi manusia?’ pikirnya melantur.

Bis yang ditumpangi berhenti, dan dilihatnya gadis itu sudah tak ada di tempatnya. Wow cepat sekali. Ia dapat melihat melalui jendela punggung gadis itu mulai menjauh di sebuah jalan yang sepi. Benar gadis itu memang agak misterius. Setidaknya itulah pandangan yang diberikan Kim Myungsoo tentang gadis itu.

•••

Ayo Sooyoung! Where have you been? Missed yaaaa.” Seorang gadis dengan rambut lurus yang ia ikat berlari mendekati Sooyoung, lengannya terbuka lebar bersiap memeluk Sooyoung layakanya telenovela. Sooyoung ikut membuka lebar lengannya, bersiap menyambut dengan senang hati. Namun kemudian ia tutup kembali dan malah mengepalkan tangannya lalu dengan sadis menonjok bahu wanita malang itu.

“Yoong, setahuku kemarin kita baru bertemu,” ucapnya seraya memutar bola matanya malas. “Ya tapi tidak usah memukul begitu juga, terlalu rindu ingin latihan denganku lagi ya hehe,” Yoona terkekeh. Sooyoung menggeleng kuat, “Ah tidak juga, aku lebih suka latihan dengan Sehun. Oiya mana bocah ingusan itu?”

“Eh tidak bersama denganmu, Soo? Kupikir kalian satu sekolah.”

“Mana kutahu, sulit mencari bocah ingusan dengan wajah mainstream seperti dia di sekolah. Kukira sudah sampai duluan.” Sooyoung mengangkat bahunya tak peduli, “Oh ya mana yang lain?” Kemudian keduanya berjalan ke tempat biasa mereka hang out. “Tadi bos mungkin sedang beli sesuatu. Yang lain seperti biasanya, mangkal kurang kerjaan di tempat biasa.”

“Tidak ada yang mau dilakukan memang? Misalnya mengerjai pegawai kantoran yang lewat begitu? Atau ambil makanan gratis di Myeongdong?” tanya Sooyoung. “Bos sedang beli makanan mungkin.”

“Beli?” Sooyoung mengangkat sebelah alisnya, “Sejak kapan bos sialan itu lebih memilih beli ketimbang gratisan?” Yoona menoyor kepala Sooyoung, “Beli secara gratis maksudku.”

“OY!” Terdengar sahutan seorang lelaki dari belakang, lelaki itu kemudian berlari mendekat. “Oi, Hun.” “Oi, bocah ingusan!” Lelaki yang diketahui bernama Sehun itu mendelik tajam pada perempuan tinggi yang barusan memanggilnya ingusan, “Jangan sebut aku bocah ingusan! Oh iya! Sooyoung-ah kenapa tidak menungguku tadi?” tuntutnya.

“Aku tidak mau lumutan menunggumu bodoh.”

•••

“Wowowow lihat siapa yang datang,” ucap Kai melihat kedatangan Yoona, Sehun, dan Sooyoung. “Bro! Latihan?” Sehun langsung menghampiri Kai, sahabatnya, lengan mereka terkepal kemudian meninjukannya satu sama lain . “Yow. Kau tahu anak dari SH High, Minhyuk dan semacamnya?” Sehun melirik sekilas Kris dan Lay yang sepertinya sedang adu kekuatan.

“Ya aku tahu. Yang kemarin sempat menantangmu? Oh baiklah,” Sehun mengangguk seraya tersenyum meremehkan. Kai mengangguk, “Aku tak sabar menemui para bocah losers itu.

“Sehun-ah, aku sudah lama tidak memukulmu,” tiba-tiba Sooyoung masuk dalam obrolan, “Aku sempat kalah denganmu waktu itu, biarkan aku membalasmu.” Sehun beralih pada Sooyoung seraya terlihat menimbang-nimbang, “Um baiklah tapi kalau kau kalah lagi kau mesti bayar semua makan siangku di kampus selama seminggu. Deal?”

“Deal.”

•••

Kim Myungsoo tengah berbaring di kasurnya. Menatap langit-langit kamar kosong. Sekelebat bayangan Sooyoung muncul dipikirannya. Mulai dari mimpi indahnya hingga pertemuannya yang terbilang banyak hari itu. Ada keinginan dirinya untuk mengenal sosok Sooyoung. Tapi sayang, tampaknya Sooyoung bukan orang yang mudah didekati.

Rasanya ia ingin menjadi detektif yang bisa menelusuri setiap informasinya. Tampaknya ada sesuatu yang berkaitan dengan mimpinya itu. Berlebihan memang, itukan cuma mimpi biasa, untuk apa dipikirkan?

Ya, masalahnya adalah wanita itu asing baginya, dan dia cantik. Siapa yang tidak akan memikirkan hal itu jika akhirnya dia bertemu juga dengan si cantik dari alam mimpi itu. Seolah wanita itu hidup dalam mimpinya lalu muncul di dunia nyata menyamar sebagai manusia untuk mencari Kim Myungsoo.

Tapi sepertinya tidak, pribadi Sooyoung sepertinya tidak mendekati sosok bidadari. Tapi siapa tahu? Sooyoung terlalu diam, tapi wajahnya sebenarnya terlihat seperti orang yang baik. Siapa tahu dia benar-benar manusia berhati malaikat atau semacamnya?

Siapa tahu mitos yang diutarakan neneknya benar-benar nyata? Menemui jodohnya yang luar biasa gorgeous itu. Oh my God Myungsoo tak dapat lagi membayangkan akan seperti apa hidupnya nanti.

Argh Myungsoo terlalu pusing memikirkan hal aneh yang sebenarnya sungguh sangat tidak penting itu. Ia memilih memejamkan mata.

•••

Siang itu Kim Myungsoo tengah kembali dari perpustakaan kampusnya, melewati lorong menuju kantin dan menemui Sungyeol disana. Di depan dapat terlihat dua orang tengah berjalan, memunggungi Myungsoo tentunya.

“Kau kalah taruhan! Ha, loser! Sekarang tepati janjimu!”

“Oh shut up! Aku punya banyak uang, pesanlah sesukamu bocah ingusan!”

“Bagus.” Lelaki itu tersenyum seraya menepuk-nepuk kepala perempuan yang tingginya tidak terlalu jauh dari lelaki itu, layaknya seorang ayah. Sekiranya begitulah percakapn diantara keduanya.

Ternyata mereka sama-sama meluncur menuju kantin. Sesampainya disana, kedua orang itu ternyata duduk tak jauh dari meja Myungsoo dan Sungyeol, rupanya ada Jessica dan Krystal yang entah kapan sudah bersama Sungyeol.

Oh, itu mereka. Sooyoung dan umm seseorang yang Myungsoo tak tahu namanya. Kemudian ia baru teringat sesuatu. Sooyoung hanya berteman dengan orang yang bernama Oh– Oh– Oh apalah itu ia lupa.

“Cepat mau pesan apa bodoh?!”

“Ya! Kerjaanmu marah-marah terus. Dan jangan panggil aku bodoh, loser!”

“Ya! Bocah sialan!” Sehun menatapnya menantang, “Bisa tidak sih, tidak menyelipkan kata ‘bocah’ setiap kau memanggilku?” sungut Sehun.

“Aish baiklah tuan Oh Sehun ingusan sialan mau pesan apa? Biar aku yang membayar!”

Sekiranya itulah percakapan super keras mereka yang tertangkap indera pendengaran Myungsoo. Bahkan seisi kantin memandangnya aneh sekaligus risih, karena suara lantang mereka terdengar di penjuru kantin. Belum lagi terkadang kata-kata mereka tidak terlalu enak didengar. Myungsoo dapat mendengar Oh Sehun disitu, ‘Ah jadi namanya Sehun’

“Eh liat apa sih? Oh mereka.” Sungyeol ikut melirik yang dilihat Myungsoo. “Mereka memang berisik. Abaikan saja.”

“Oh iya waktu itu kau belum melanjutkan bahasan mengenai bocah bernama Oh Sehun itu,” ucap Myungsoo mengingatkan. Sungyeol memandangnya heran. “Kau– sebegitu penasarannya ya?”

“Tidak juga,” jawabnya pendek. “Terus kenapa nanya terus?” “–Aaah aku ingat! Ini berkaitan dengan yeoja yang bersamanya kan? Yang pernah kau ceritakan waktu itu?” Sungyeol mengerling nakal.

“Asal kau tahu, mitos itu biasanya benar lho. Siapa tahu jodoh.” lanjut Sungyeol. Myungsoo meliriknya malas, “Lanjutkan saja tentang bocah itu.”

“Dia itu dari jurusan modern dance, kau tahu, dia terkenal bocah brutal lho. Sudah banyak kakak kelas yang terkena hantaman tinjunya. Dia gila bertengkar adu fisik sepertinya,” ucap Jessica menceritakan bahasan mengenai Oh Sehun yang sempat to be continued waktu itu. ‘Ya Tuhan, Sooyoung bergaul dengan orang seperti itu?’ pikir Myungsoo.

“Dan aku tak habis pikir kenapa wanita itu bisa bergaul dengan lelaki urakan seperti itu. Belum lagi wanita itu memang tak ada teman selain dia kan. Wah aku jadi curiga,” Jessica terus nyerocos tanpa henti sedangkan Krystal hanya mengangguk-angguk. Ah rupanya mereka memiliki pemikiran yang sama.

•••

**) Lame chapterrrr. Aha gimandose ini part 2 nya? Udah author agak panjangin, walaupun jadinya malah terkesan bertele-tele. Maaf ya, author cuman nyoba ngasih clue tentang Sooyoung disini. Hehe maaf juga kalo makin aneh dan ancur. Sekali lagi maaf

Buat yang masih mau nunggu ff nista ini, author ucapkan terimakasih  :)

Jangan lupa comment  ;)  Author mau pamit undur diri dulu nic.

Yu ah cussss

27 thoughts on “Dream Girl [Chapter 2]

  1. giofi16yousen November 24, 2013 / 3:16 PM

    Akhirnya di post juga hehehehehe🙂
    Apa soo eonni semacam itu ya ?
    Semakin panasaran sama next chapnya
    Aku tunggu chap 3nya
    FIGTHING thor !!!!🙂

    • winterchan November 24, 2013 / 4:20 PM

      Semacam apa hayo?😀
      oke thanks for reading ^^

      • giofi16yousen November 25, 2013 / 11:08 AM

        ya semacam itu
        ok sama-sama

  2. vermouthshikshin November 24, 2013 / 3:22 PM

    chingu, aku masih belum ngerti ceritanya, tentang sooyoung, sehun dan kai juga yoona. Mereka siapa ? Lalu, kenapa sooyoung kalah bertanding dengan sehun ? Diakalah apa ? Tinju ? Hehehe~
    Tapi, keren chingu, aku suka. Main ke blog ku ya ^ ^ baru buat sih. Choisooyoungcouplever.wordpress.com
    ^ ^ I
    Fighting, keren chingu, sunggih. Pebuh misteri.

    • winterchan November 24, 2013 / 4:19 PM

      Nah makannya, wkwk, disini aku cuman ngasih tanda-tanda aja Sooyoung itu siapa. Di part selanjutnya mungkin bakal terungkap😀
      thanks for reading😀

  3. AnnHee November 24, 2013 / 8:06 PM

    weeeh~
    Soo unn ngeri bget bisa temenan sma Oh Thehun yg super duper amat brutal bgeet sekali *oke,ini lebay -_-

    Duuh.. Se-misterius itukah sosok Choi Sooyoung bagi Kim Myungsoo? Sampe L-oppa rela jadi paparazzi dadakannya Soo unn.Ckck

    Daebak,thor! Aku juga ikut penasarn nih sama sosok Soo unn di sini.Next part aku tunggu bget..

    FIGHTING,thor!^^

    • winterchan November 24, 2013 / 8:07 PM

      beneran pensaran?😀 wkwk kirain malah bikin bingung. Sip. Tunggu aja ya🙂

  4. Choi Min Ra November 24, 2013 / 8:59 PM

    Yoona?, sehun?, kai? siapa mereka?. Errrr sumpah penasaran banget

    masih bingung sama ke pribadain’nya soo eonn. Kkkk jadi Myungsoo jadi paparazzi dadakan soo eonn, eoh?

    Jadi susah dapat kambaran (?) next partnya

    Ff mu daebakk thor. Aku suka
    Ditunggu next partnya
    Fighting!!

    • Choi Min Ra November 24, 2013 / 9:04 PM

      Ralat. Maksudnya ‘Gambaran’ bukan kambaran, maksudnya🙂

      • winterchan November 24, 2013 / 9:05 PM

        Siapa hayo? Sengaja pengen bikin penasaran malah jadi belibet yak wkwk

        nanti akan segera terungkap deh (?)

        Sip, thanks for reading ya🙂

  5. rana November 25, 2013 / 8:51 AM

    Aaaaaa…… Kereen , lanjut thor^^

  6. yeni swisty November 25, 2013 / 5:33 PM

    akhirnya muncul juga nih ff
    sampe lumutan nunggin di post nya:/
    yoona, kai, sehun itu siapa nya soo eon??? #penasaran
    next part di tunggu😉 #Fighting ‘_’)9

    oh iya ff Stolen Cat part 4 nya kapan di post nih???

    • winterchan November 25, 2013 / 8:13 PM

      nanti bakal terungkap di part3 ya😉
      stolen cat nanti ya, mungkin habis ulangan, agak lama tapi pasti dilanjut kok😉
      thanks for reading ya😀

  7. ymshtemi November 25, 2013 / 8:19 PM

    yoona, kai, sehun itu siapa? ada kris sama lay juga kan diceritanya? mereka siapanya soo? kayaknya soo bener2 misterius bgt sampe si myungsoo jd paparazinya soo. Next chapt ditunggu^^

    • winterchan November 30, 2013 / 6:21 PM

      siapa ya? author juga gak tau, beneran deh ._.
      oke😀

  8. thelittleshikshin November 26, 2013 / 6:20 PM

    scream. aaaaa~
    walaupun udah dikasih clue masih penasaran sebenarnya sooyoung itu siapaaaa. mereka (soo,yoong,kai,sehun,dll) latihan apa:”””D penasaran bangetz pake zet. ditunggu next chapter xD

    • winterchan November 26, 2013 / 6:23 PM

      wkwk siapa yaa? maunya siapa? ‘-‘
      apa yaa? maunya apa? /plak/ /ditendang/
      sip tunggu ya🙂

  9. wufanneey November 26, 2013 / 6:40 PM

    sooyoung, yoona, sehun, dkk itu kerjaannya apa? dancer gitu? atau apa?
    aku ngerasa sesuatu yang ganjal, tapi gak tau apa /plak/
    wow, ada sungyeol, di sexy dancer of infinite xD /inget weekly idol/
    tapi kenapa ya di kampusnya sooyoung kalem banget,
    sedangkan kalau udah ketemu teman-temannya dia berbanding terbalik:/

    • winterchan November 26, 2013 / 6:50 PM

      aduh kamu sensitif banget sampe tau yang ganjal-ganjal (?)
      kenapa ya, aku juga gatau😀 /bugh/

  10. Anna Choi November 28, 2013 / 5:39 PM

    uwaah ini udah 2 part ternyata dan aku baru baca u,u
    kenapa nggak ngomong-ngomong kalo udah publish?
    kamu bikin ff yang mengandung mitos lagi nih wkwkw…
    aku penasaran banget siapa itu sooyoung sebenernya,
    pokoknya nextnya ditungguin, nanti kalo udah publish mention yah? :3 hehe

    • winterchan November 30, 2013 / 6:23 PM

      mengandung mitos? :”D
      wkwk pengen banget dimention? /plak /bugh
      siapa ya? gatau deh😀 coba tanyakan pada rumput yang bergoyang
      okedeh sippo ‘-‘)b

  11. sungjae June 6, 2014 / 6:04 PM

    Diterusin y…. aq suka bgt…..^^

    • winterchan June 6, 2014 / 8:19 PM

      Iya diterusin kok ^^ author masih ulangan jadi mungkin diterusin habis ulangan😀

  12. Lovanisa October 28, 2014 / 5:35 AM

    Aku selalu speechless sama ffmu
    abisnya keren sih…🙂

  13. SYLove February 20, 2015 / 5:24 PM

    Setuju! Aku pun curiga sica unnie tapi keren juga temenan sama anak brutal wkwkwk

    ciee mitos lagi.. Myung gak bisa move on ciee hahaha
    Myung kyk stalker sekarang kepo bgt tentang Sooyoung

    Sooyoung sdkt brutal disini dan kyk tom and jerry kalo udah sama bocah sialan itu!
    What happened unnie, knp kamu kalah sama diaa😦

    part ini mulai nunjukin sisi kehidupan Sooyoung yang sdkt liar. Keep Writing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s