Happiness [2/2] END

Image

Author: Park JeByung

Tittle: Happiness

Lengt: Twosoot

Rat: T

Genre: Romance, little Angst

Cast: Choi Sooyoung, Xi Luhan,

Other Cast: find it by yourself^^

Warning: Typo bertebaran dimana mana

A/N: ini ff asli buatanku ne. RCL please~ Akhirnya sampai disini, fyuuh~ Masih banyak hutang ff nih huhu:”””> Jangan lupa mampir ke blog-ku [ www.hyosoofanfiction.wordpress.com ] ne?
Maaf kl di chapter ini rada garing atau gimana gitu. Tapi semoga aja kalian suka^^

Selamat membaca~


***HAPPINESS***

‘Nuguya?’ Sooyoung bertanya tanya dalam hatinya.

“Oppa, bogoshippeo. Sudah lama kita tidak bertemu, aku menyesal karena pergi meninggalkanmu. Kau sangat tampan sekarang kekeke~” Bomi terkekeh seraya memeluk tubuh Luhan. Sooyoung merasakan genggaman tangan Luhan mengendur dan kini tangan Luhan sudah tidak lagi menggenggam tangannya melainkan membalas pelukan yeoja itu.

“Nado nado. Sudah berapa lama kita tidak bertemu? Ah sepertinya sudah 2 tahun lebih.” Ucap Luhan.

“Ne oppa. Aish nan jeongmal bogoshippeoyo!” Balas Bomi.

Kini Sooyoung hanya mendengus sebal. Ia merasa keberadaannya kini tak dianggap oleh Luhan ditambah yeoja yang tak ia kenal.

“Kau kesini dengan siapa huh?” Tanya Luhan. Ia melepaskan pelukannya.

“DooJoon oppa! Ia sudah pulang dari USA kemarin bersamaku. Nah itu dia orangnya!” Jawab Bomi seraya menunjuk namja tinggi dan tampan yang tengah berjalan kearah mereka.

“Eo, DooJoon Hyung!” Pekik Luhan setelah melihat sesosok namja yang diketahui bernama DooJoon itu.

Sooyoung mendengus kembali. ‘Setelah yeoja ini, datang namja lagi. Siapa mereka ini?’

“Annyeong Hasseyo. Ah sudah lama tak berjumpa.” Sapa DooJoon ketika sudah berada dihapan mereka.

“Annyeong Hasseyo. Ne hyung, ah bogoshippeo!” Luhan memukul pelan bahu DooJoon.

“Oppa, kau kesini dengan siapa?” Kini Bomi balik bertanya.

“Bersama dia.” Luhan merangkul pundak Sooyoung sementara Sooyoung yang dirangkul hanya mengerutkan dahinya sambil menatap sebal Luhan.

“Ah, annyeong hasseyo eonni.” Bomi menyapa Sooyoung seraya membungkukkan badannya.

“Annyeong Hasseo.” Sooyoung membalas tanpa memperdulikan Bomi.

“Oppa, kau memiliki hubungan dengan Eonni ini? Kau selingkuh dariku ya?”

‘Selingkuh? Memangnya mereka pacaran? Awas saja, jika benar kubunuh kau Xi Luhan’ Pikir Sooyoung sembari menggitgit gulalinya yang sedari tadi belum habis.

“Kami bersahabat. Hahaha, kau ini masih seperti anak kecil.” Luhan menyentil hidung Bomi sambil bercanda ria.

“Aish! Aku bukan anak kecil! Ayo naik beberapa wahana oppa, sudah lama kita tidak bermain bersama!” Ajak Bomi. Terlihat tangannya merangkul tangan kiri Luhan dengan manja.

Entah sudah berapa kali Sooyoug mendengus. Ia merasa benar benar diabaikan. Gulali yang seharusnya terasa manispun kini terasa hambar.

Kini Luhan dan Bomi berjalan mendahului Sooyoung dan DooJoon yang berjalan berdampingan.

DooJoon merasa canggung jika harus dalam suasana hening saat ini, ia memutuskan untuk membuka pembicaraan dengan Sooyoung.

“Jadi siapa namamu?” Tanya DooJoon.

“Choi Sooyoung.” Jawab Sooyoung tanpa melihat kearah DooJoon. Dengan malas ia kembali memakan gulalinya yang masih tersisa banyak.

“Ah namamu sangat indah. Kau pun sangat cantik. Perkenalkan namaku Yoon DooJoon, aku kakaknya Bomi. Kau tahu? 2 sampai 3 tahun yang lalu aku dan Bomi adalah tetangga Luhan. Dari kecil kami selalu bermain bersama. Tapi beberapa tahun kemudian aku memutuskan berkuliah di USA, dan tanpa di sangka sangka Bomi ingin ikut. Keluarga kami memutuskan untuk pindah ke USA.” Entah mengapa kini DooJoon bercerita panjang lebar tentang dirinya, Bomi dan Luhan.

Sooyoung hanya mengangguk kecil dan menatap kakinya yang masih berjalan. Terlihat kaki DooJoon berjalan menjauh darinya. Sepertinya DooJoon pergi meninggalkannya ke tempat lain.

Brukk!

Sooyoung tak sengaja menabrak seorang namja yang berjalan berlawanan arah dengannya yang menyebabkan dirinya dan gulalinya jatuh

Grek!

Namja yang juga menabraknya tak sengaja menginjak mata kaki kiri Sooyoung. Sooyoung memekik pelan menahan rasa sakit di pergelangan kakinya. Sepertinya kakinya terkilir.

“Ah Mian. Nona kau tidak apa apa?” Tanya namja yang menabraknya itu.

“Gwenchanna.” Jawab Sooyoung. Ia berusaha beridiri namun kakinya benar benar tak bisa digerakan dan sangat terasa sakit sehingga ia terjatuh kembali.

Namja yang menabraknya tadi sudah pergi entah kemana. Dan kini ia harus berdiri sendiri dan menggusur kaki kirinya menuju bangku taman disana yang dekat dengan wahana untuk anak kecil.

Ia mendudukan dirinya dengan lemas. Ia berpikir seharusnya tidak datang kemari.

Sooyoung merogoh sakunya dan mencari handphone miliknya. Namun, benda yang ia cari tidak berada ditempatnya.

Ia tertegun sebentar lalu membuka tas nya dan mengobrak abrik isinya.

“Sial, kemana handphone ku? Ah jangan jangan namja tadi mencuri handphone-ku? Argh sial!” Ia memekik kesal sambil menendang sebuah benda dengan kaki kanannya.

Kini ia hanya berharap kakinya cepat sembuh dan pulang ke rumah secepatnya. Ia tidak tahu dimana keberadaan Luhan saat ini.

Namun ia memutar otaknya. Untuk apa dia peduli? Toh pasti Luhan sedang bersenang senang dengan Bomi selaku mantan tetangganya itu.

Ia menundukan kepalanya dan melirik jam tangannya. Pukul 12 siang. Sebenarnya harus berapa lama lagi ia menunggu?

Sooyoung memijat pergelangan kakinya dan sesekali memekik menahan sakit. Tapi ia merasa lebih baikan dari sebelumnya. Ia memutuskan untuk beridiri dan pulang.

Namun saat ia hendak berjalan, lagi lagi ia teringat pada Luhan. Jika ia meninggalkannya sekarang, ia akan merasa bersalahpada Luhan. Namun jika ia menunggu, ia tidak tahu harus menunggu berapa lama lagi. Jika ia mencari Luhan…Apa salahnya?

Ia pun melangkahkan kakinya mencari Luhan.

***

Other Side

“Hyung! Mana Sooyoung?” Tanya Luhan pada DooJoon. Terlihat wajahnya begitu khawatir.

“Mollayo. Tadi aku ingin membelikan soft drink untukku dan dirinya. Namun saat kembali, ia sudah tidak ada di tempat. Eotthe?” DooJoon ikut khawatir dan panik. Ia merasa bersalah meninggalkan Sooyoung tadi.

Bomi yang kini merasa terabaikan angkat bicara,

“Mungkin saja Sooyoung eonni sudah pulang duluan.”

“Mana mungkin!” Balas Luhan. Ia mengeluarkan ponselnya dan berusaha menguhubungi Sooyoung, namun nihil, panggilannya tak diangkat sama sekali.

“Hyung, bantu aku mencarinya.” Pinta Luhan.

“Eo. Kau ke arah Utara dan aku kearah Selatan. Kita akan bertemu disini lagi.” Ujar DooJoon. Ia segera berjalan meninggalkan Luhan dan Bomi.

Bomi berkacak pinggang, “Yeoja itu seberapa pentingnya bagi oppa?”

Luhan memutar kepalanya menatap Bomi, “Dia sangat penting bagiku melebihi siapapun.”

“Melebihi diriku juga?” Tanya Bomi terkejut. Ia berpikir bisa bisanya yeoja aneh seperti Sooyoung sangat berharga bagi Luhan.

“Bisa dibilang begitu.”

“Oppa, sebenarnya aku menyukaimu. Mian dulu aku tidak bisa membalas perasaanmu, tapi bisakah kita kembali? Oppa, kau masih mempunyai perasaan terhadapku bukan?” Tanya Bomi berharap Luhan memutar otaknya dan kembali lagi padanya.

“Mianhae Bomi-ya. Kini hatiku bukan lagi tertuju padamu. Tapi hatiku tertuju pada seorang yeoja yang sangat spesial bagiku. Jeongmal mianhae Bomi-ya. Aku tidak bisa kembali padamu.” Jawab Luhan. Sorot matanya yang serius membuat Bomi tidak bisa membantah, terutama berharap.

Bomi mengangguk berusaha menahan diri untuk tidak menahan Luhan lagi, “Kalau begitu pergilah. Kuharap Sooyoung Eonni tidak kenapa kenapa. Fighting!”

Luhan tersenyum, “Gomawo. Ne, fighting!”

***

Sooyoung Side

Sooyoung masih terus berjalan. Kakinya mulai terasa nyeri lagi sehingga ia memutuskan untuk berhenti sejenak dan duduk dibawah pohon rindang yang kebetulan berada di dekatnya.

Ia melepaskan wedgesnya dan memijat kaki kirinya. Terlihat semburat ungu dan hijau di mata kaki dan sekitar pergelangannya. Ternyata lukanya cukup parah.

Ia mendengus. Sudah lebih dari 1 jam ia mengitari taman bermain Lotte World yang begitu besar dan luas ini namun ia belum menemukan Luhan bahkan setidaknya DooJoon atau Bomi.

Angin yang cukup besar dan dingin menerjang wajah Sooyoung dan rambutnya. Beberapa saat kemudian ia bersin.

“Aish, jangan sampai kena flu.” Gumamnya.

Ia memakai kembali wedgesnya dan berdiri. Namun saat ia hendak beridiri, kakinya tersandung tasnya yang masih tergeletak di rumput.

Gubrakk!

Sooyoung terjatuh ke depan. Dan.. Huh?

“Aw, ah? Kenapa tidak sakit?” Gumam Sooyoung saat ia merasakan bahwa saat ia mendarat sama sekali tidak sakit.

“Kau yang tidak sakit, tapi aku.” Terdengar suara namja yang ia kenal.

“Eo? DooJoon?” Sooyoung tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Ia benar benar bersyukur bertemu setidaknya DooJoon. Ia hampir gila seharian mencari cari orang yang ia kenal.

“Tentu saja. Kau ini!” Bletak. DooJoon menjitak kepala Sooyoung. “Kenapa kau menghilang saat aku hendak membeli minuman dingin untukmu dan diriku huh? Kau tidak tahu kami khawatir?”

“Ceritanya panjang sekali. Tidak bisa kuceritakan sekarang. Mana Luhan?”

“Di dekat wahana permainan komedi putar.” Jawab DooJoon. “Bisakah kau berdiri? Kau cukup berat walau badanmu kurus begitu.”

Sooyoung mengangguk. Ia ingin berdiri, namun pasalnya sekarang kakinya benar benar sakit. Jadi mana mungkin dia beridiri?

“Ah keunde, yeogi,” Sooyoung menunjuk kearah kaki kirinya yang dibalut wedges. DooJoon menaikan sebelah alisnya tidak mengerti.

Akhirnya Sooyoung membuka wedges di kaki kirinya dan terlihatlah pemandangan kaki yang dipenuhi semburat ungu dan hijau.

“NE?” Pekik DooJoon terkejut. “Sebenarnya apa yang kau lakukan sampai kakimu parah begitu?”

“Sudah kubilang ceritanya panjang, bodoh.” Kini giliran Sooyoung yang menjitak kepala DooJoon.

DooJoon bangkit sambil menggendong Sooyoung di punggungnya.

“Jangan banyak bergerak atau kau akan jatuh.” Peringat DooJoon. Ia segera mengambil tas Sooyoung dan berjalan menuju tempat Luhan dan Bomi berada.

***

DooJoon dan Sooyoung sampai di tempat Luhan berada. Terlihat Luhan yang tengah duduk di bangku sambil mengotak ngatik handphone-nya.

DooJoon berjalan masih dengan menggendong Sooyoung kearah Luhan yang bersama Bomi.

“Dongsaeng-ah.” Panggil DooJoon.

Luhan menengadahkan kepalanya dan melihat wanita yang ia cari tengah berada dibalik punggung sang Hyung.

“Sooyoung ah!” Seru Luhan saat melihat kepala Sooyoung yang bertengger di bahu kanan DooJoon.

Luhan berlari kearah mereka berdua.

“Bbabo! Kemana saja kau?” Tanya Luhan kesal dan khawatir.

“Justru aku yang tanya padamu! Kau mengajakku kencan bukan hari ini? Kau yang mengajakku kemari bukan? Lau kenapa kau meninggalkanku dan malah pergi dengan yeoja itu? Kenapa kau malah tidak memperdulikanku?” Sooyoung balik bertanya. Pertanyaannya diluapkan dengan emosi sehingga membuat DooJoon sedikit kewalahan menggendong Sooyoung.

“Bukan begitu, hanya saja     “ Luhan menggantungkan kalimatnya. Ia berusaha mencari kata kata yang pas untuk diungkapkan.

“Hanya apa? Hanya karena kau bertemu dengannya? Hanya karena dia tetangga lamamu dan kini kau akan pergi dengannya bermain sementara aku diacuhkan? Xi Luhan, kau menyukai gadis itu ya?”

“Anio Ani! Aku tidak menyukai yeoja itu.” Bantah Luhan

“Geotjimal!”

“Aku tidak bohong!”

“Jangan membantah!”

“Yya! Choi Sooyoung!”

“Mwoya mwo?”

“Neo! Aish!”

“Jika kau menyukainya jadilah pacarnya!”

“Museun Iriya?”

“Aniya! Keunde, kau tidak tahu betapa lama aku mencarimu dengan kondisiku begini? Kenapa, kenapa sulit sekali menemukanmu? Bbabo! Baka! Idiot!” Tubuh Sooyoung bergetar, ia sedikit mencengkram pundak DooJoon. Luhan tidak menyadarinya namun DooJoon yang menyadari dan merasakannya. Ia sedikit kasihan dengan keadaan Sooyoung sekarang.

“Berhenti mengataiku! Kau sendiri tidak tahu betapa khawatirnya aku saat kehilanganmu hah?”

Mendengar pertengkaran hebat antara Luhan dan Sooyoung, Bomi merasa kesal karena mendengar ocehan ocehan tidak penting yang keluar dari mulut mereka. Sebenarnya ia juga merasa bersalah karena seharusnya ia tidak perlu merebut Luhan tadi.

“GEUMANHAE!” Teriak Bomi. Beruntung saat itu mereka ditempat yang tidak terlalu ramai jadi tidak ada orang yang benar benar memperhatikan mereka.

“Sebelumnya aku meminta maaf karena aku memang salah. Tidak seharusnya aku tadi merebut Oppa dari eonni. Tapi tidak ada salahnya bukan bersama dengan orang yang disukai? Aku menyukai Luhan oppa. Dan tak kusangka Oppa menyukaimu. Mau bagaimana lagi, aku tidak bisa menghentikan Luhan oppa untuk menyukaimu. Dia begitu serius sehingga aku tidak bisa melawan. Kumohon eonni, maafkan Luhan Oppa.” Jelas Bomi panjang lebar.

“Kenapa, kenapa kalian tidak bersatu saja? Tidak usah pedulikan aku. Aku hanya akan menjadi parasit diantara kalian.” Sooyoung menelungkupkan wajahnya dipunggung DooJoon. Air matanya mulai menetes.

“Kenapa kau menjadi egois? Tatap aku!” Luhan memegang kepala Sooyoung dan memutarkannya kesamping agar Sooyoung benar benar menatap dirinya. “Aku hanya menyukaimu, aku hanya mencintaimu. Salahkah aku jika aku memilihmu?”

Kini giliran Sooyoung yang terdiam. Ia tertegun mendengar ucapan Luhan.

***

Selama ini aku berubah karenanya

Selama ini aku berinteraksi dengan sekitar karenanya

Selama ini aku dilindungi olehnya

Dan Selama ini aku belum pernah membuka hatiku untuknya

***

“Haruskah aku mempercayaimu?” Tanya Sooyoung pelan.

“Percayalah, kumohon.” Pinta Luhan. Ia menggenggam tangan kanan Sooyoung.

DooJoon menghela nafas setelah daritadi ia hanya terdiam mendengar semua ocehan ketiga orang yang berada di dekatnya.

“Bisakah kalian berhenti melakukan adegan romansa ini? Kalian membuatku iri.” Protes DooJoon.

Bomi menepuk pundak kiri sang kakaknya,

“Tidak hanya oppa, aku pun iri dengan mereka berdua.” Timpal Bomi.

Luhan terkekeh dan mengembangkan senyumnya.

“Hyung, turunkan tiang listrik ini. Bias aku yang bawa, pasti kau lelah.” Ujar Luhan.

Doojoon menghela nafas kembali, “Gomawo dongsaeng-ah. Tanganku sudah pegal mengendong tiang listrik ini.”

“Siapa yang kalian sebut tiang listrik. Menyingkir!” Sooyoung turun dan menendang bokong DooJoon. Sementara itu DooJoon mengumpat dan mengelus ngelus bokong yang barusan ditendang Sooyoung.

***

Beberapa waktu berlalu. Kini Luhan dan Sooyoung sedang menikmati makan malam di Namsan Tower yang indah nan megah itu.

Sementara Luhan memesan pesanan, Sooyoung mengamati betapa indahnya Kota Seoul di malam hari yang dihiasi kelap kelip cahaya dari berbagai tempat. Jujur saja ini pertama kalinya ia melihat kota Seoul yang begitu menakjubkannya di malam hari.

“Wae? Kau menyukai pemandangannya bukan?” Tanya Luhan yang tersadar bahwa Sooyoung kini terus memandang keluar tanpa berkedeip sekalipun. Setidaknya ituyang tertangkap penglihatan Luhan sekarang.

Sooyoung masih terus memandang keluar dan mengangguk pelan, “Hm.”

Luhan tersenyum puas. Akhirnya ia dapat mengetahui kesukaan Sooyoung. Beberapa fakta yang Luhan dapat dari Sooyoung, ia menyukai pemandangan, ia cukup ceroboh, ia suka tempat yang sepi dan tenang. Luhan berpikir lain kali ia akan mengajaknya ketempat yang Sooyoung suka.

“Jadi bagaimana kesan pertama yang kau rasakan untuk kencan hari ini?” Tanya Luhan berpura pura menjadi MC dan memakai sendok di hadapannya sebagai mic.

“Kesan? Sangat lelah” Mendengar jawaban Sooyoung, Luhan langsung merubah ekspresinya menjadi kecewa, “Keunde, pada akhirnya kau membawaku ketempat yang kusukai.”

Wajah Luhan kembali sumringah. Ia menampilkan sederet gigi putih dan rapihnya itu dengan alis yang terangkat dan mata yang membulat tidak percaya.

“Got it!” Pekik Luhan. “Lain kali aku akan mengajakmu ke tempat yang kau inginkan dan pas untukmu.”

“Gomawo.” Balas Sooyoung. Luhan kini dapat melihat dengan jelas senyum tulus Sooyoung yang dia yakini ditujukan untuknya.

Terjadi keheningan beberapa saat. Sooyoung sibuk mengamati lagi keindahan kota Seoul sementara Luhan sibuk memandangi pemandangan wanita cantik yang berada dihadapannya ini.

Luhan meneliti setiap lekuk wajahnya. Matanya yang bulat dan memiliki manik yang indah, bibir tipis berwarna pink, kulit mulus dan putih, serta rambut panjang yang digerai begitu halus dan lembut. Apa yang tidak dimiliki yeoja sesempurna Sooyoung ini?

Ah~ yang ia tidak miliki hanyalah hatinya yang keras mengingat masa lalunya yang menyedihkan.

“Tuan, nona, ini pesanannya.” Terdengar suara pelayan yang menyadarkan lamunan kedua orang di meja itu.

“Ah eung, gamsahamnida.” Ucap Luhan. Segera sang pelayan meninggalkan meja itu dan menuju meja lainnya yang menunggu pesanan mereka diantar.

Mereka menikmati hidangan yang tersaji diatas meja. Luhan terkadang mencuri pandangan Sooyoung.

***

Beberapa lama kemudian Sooyoung dan Luhan selesai menyantap hidangan mereka masing masing. Luhan kemudian berjalan menuju kasir dan membayar santapannya dan Sooyoung.

Kembali pada Sooyoung.

Ia kini kembali memandangi keindahan kota Seoul. Namun kali ini tatapannya berbeda, terlihat sendu.

“Eottokhae? Apakah dia sama dengannya?” …

Flashback


Sooyoung saat itu menginjak umur 15 tahun. Saat itu ia memang pernah mencoba untuk membuka hatinya pada seseorang. Sebenarnya ia tidak ingin, namun apa salahnya mencoba?

Tepat saat itu, ia berkencan dengan teman sekelasnya yang bernama Kris.

Kris menyatakan cintanya di belakang sekolah. Dengan cepat Sooyoung menolak dan pergi meninggalkan Kris begitu saja, namun tangan Kris mencengkram pergelangan tangannya sehingga Sooyoung sedikit terjungkal kebelakang.

“Kumohon, pergi bersamaku sekali saja.” Pinta Kris. Karena Sooyoung ingin mencoba misinya, ia menerima tawaran pergi bersama Kris.

***

Siang itu, Kris dan Sooyoung tengah berjalan jalan melewati beberapa toko di mall. Kris terus mengoceh sedangkan Sooyoung dengan malasnya mendengarkan ucapan Kris tanpa mengeluarkan sepatah katapun sejak tadi.

“Bagaimana kalau kita makan di Namsan Tower? Kau tahu? Sepertinya itu menyenangkan.” Ajak Kris. Mau tak mau Sooyoung mengangguk dan mengikuti langkah Kris menuju Seoul Tower yang dimaksud.

***

Mereka duduk menyantap hidangannya masing masing. Di sela sela makan, Kris masih terus mengoceh tentang kehidupannya yang menurut Sooyoung tidak penting baginya.

“Kris?” Terdengar suara seorang yeoja yang tibatiba berdiri di meja tempat mereka berdua duduk.

“Eo? Jessica?” Balas Kris. Sooyoung dapat melihat betapa sangat terkejutnya Kris, bahkan yeoja itu.

“Kau sedang apa disini? Siapa wanita itu?” Tanya Jessica dingin.

“Ah anu.. Dia.. Dia Noona-ku yang tinggal di Jepang. Hari ini dia datang kemari mengunjungiku.” Jawab Kris gagu.

“Huh? Kau tidak berbohongkan? Kau tidak sedang selingkuh dariku bukan? Atau kau berjudi untuk mendapatkan uang dengan cara merebut hati dia? Kurasa aku pernah melihatnya di sekolah?” Tanya Jessica lagi.

‘Selingkuh darinya? Taruhan?’ Sooyoung bertanya tanya dalam hati. Jangan jangan?

“Tentu saja  tidak chagiya.” Deg, chagi?

Sooyoung berdiri dari duduknya. Gerakan spontannya mengagetkan Jessica dan Kris.

Sooyoung membungkuk berterima kasih tanpa mengucapkan sepatah katapun. Segeralah ia pergi meninggalkan tempat itu secepat mungkin.

Wajahnya memanas dan air matanya memaksa keluar. Namun ia tahan.

“Semua orang itu berbohong, dusta. Tidak bisa dipercaya.” Umpat Sooyoung sambil berjalan menunduk memasuki lift Namsan Tower.

***

Keesokan harinya di sekolah.

Sooyoung memasuki ruangan kelasnya. Saat ia membuka pintu kelas, tibatiba seember air diguyurkan kepadanya entah ulah siapa.

Dengan basah kuyup Sooyoung mendongak melihat siapa yang telat menggurnya. Itu yeoja yang kemarin, Jessica.

“Yya! Kau merebut namjachingu-ku?” Bentak Jessica. Sooyoung hanya diam menatap kosong ke lantai. “Bocah! Jawab aku.”

Sooyoung menggeleng. Ia berjalan menuju bangkunya dan duduk dengan tenang walau bajunya basah kuyup begitu juga rambutnya.

“Ck, dasar yeoja murahan.” Umpat Jessica melewati bangku Sooyoung dan menendang mejanya. Setelah itu ia pergi keluar kelas.

Semua orang memerhatikan Sooyoung sampai akhirnya Kris datang sambil memakan roti sarapannya.

“Eo? Ada apa ini? Kenapa basah begini?” Tanya Kris pada temannya yang bernama Xiumin.

“Jessica sunbaenim mengguyur yeoja aneh itu dengan seember air dingin. Kurasa yeoja aneh itu sedang kedinginan sekarang.” Jawab Xiumin.

Kris mengangguk lalu mendekati meja Sooyoung. Ia mengulurkan tangan dan berkata, “Ganti bajumu. Itu pasti dingin.”

Suara itu. Suara yang kemarin Sooyoung dengar. Suara yang ia benci.

Sooyoung menampar uluran tangan Kris dan menatap glare Kris.

Kris membulatkan matanya. Ia dapat merasakan hawa mencekam saat menatap manik mata Sooyoung yang mengisyaratkan ia tengah emosi.

Sooyoung berlari keluar kelas dan menuju halaman sekolah. Ia meninju pohon tua disana dan alhasil tangannya berdarah. Darah itu bercucuran ke tanah seiring air mata Sooyoung yang juga bercucuran.

“Pembohong. Dunia memang tidak adil.” Gumamnya dengan emosi. “Oppa, bisakah aku berada disisimu sekarang? Dunia ini begitu keji tanpamu dan eomma.”

Flashback End

“Em? Sooyoung-ah. Kau melamun?” Sooyoung tersadar dari lamunannya setelah mendengar suara Luhan.

Sooyoung menggeleng dan menunduk. Ingatannya terus terbayang di otaknya. Banyak pertanyaan yang berkelebat diotaknya kini.

Ia memberanikan diri untuk bertanya pada Luhan walau masih dalam keadaan menunduk, “Kau benar benar menyukaiku bahkan mencintaiku? Apakah itu sungguh sungguh?”

Beberapa detik Luhan diam. Ia menghela nafas lalu menjawab, “Kau masih belum percaya? Apa yang bisa kulakukan agar kau percaya?”

Sooyoung berpikir sejenak. Sebenarnya hatinya percaya pada Luhan, namun otaknya berkata sebaliknya.

“Entahlah, tapi    “ Belum sempat Sooyoung menyelesaikan kata katanya, Luhan mengangkat dagunya dan menggitgit batang hidung Sooyoung pelan.

“Jika kau bertanya seperti lagi, kugigit bibirmu.” Luhan menjauhkan wajahnya dan menatap Sooyoung dalam. “Ceritakan semua masa lalumu. Kau bisa mempercayaiku.”

Sooyoung kini menahan nafasnya. Haruskah ia berbagi cerita dengan namja yang baru ia kenal dekat kemarin? Tapi mengapa ia bisa dekat dengan namja ini? Kenapa ia suka berada di sisi namja ini? Kenapa ia merasa nyaman didekat nya? Kenapa…

“Baiklah. Akan kuceritakan.”

***

Luhan berjalan sambil menggendong Sooyoung di punggungnya. Jam tangannya menunjukkan pukul 8 malam. Sebenarnya ini saatnya mereka pulang ke rumah masing masing, namun Luhan masih ingin berlama lama dengan Sooyoung.

Ia berpikir belum tentu dikemudian hari Sooyoung akan terbuka seperti ini.

Luhan membawa Sooyoung ke taman yang dialiri sungai Han yang indah. Lampu lampu taman menghiasi taman itu. Terlihat masih cukup banyak orang disini yang tengah menjalin kasih sayang menautkan kedua tangan bahkan bibir. Setidaknya itulah yang Sooyoung amati.

Banyak sekali pasangan disini. Tak jarang pula ada keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak yang tengah menebarkan kebahagian yang terpancar dari senyuman mereka. Saling melengkapi satu sama lain layaknya keluarga. Keluarga utuh yang begitu hangat.

Sooyoung menenggelamkan wajahnya dibalik punggung Luhan. Sebenarnya ia tidak ingin melihat bagaimana bahagianya keluarga kecil yang bertebaran disini. Ketika melihat mereka, ia teringat pada keluarganya. Namun yang teringat hanyalah kenangan yang menyakiti hatinya, yang mengiris ngiris hatinya dan menusukannya begitu dalam.

Beberapa saat berlalu hingga Luhan tibatiba berhenti. Sooyoung penasaran dimana mereka berada kini karena sedari tadi ia menelungkupkan wajahnya di punggung kokoh Luhan.

“Waah” Itu lah kesan Sooyoung saat ia melihat sekitar. Tak banyak orang disini. Disini hanya sekedar beberapa pasang kekasih yang tengah bermesraan. Namun bukan itu yang Sooyoung kagumi, melainkan pemandangannya.

Kunang kunang bertebaran menghiasi taman dan Sungai Han membuat tempat ini benar benar terkesan romantis.

“Bagaimana? Kau suka?” Tanya Luhan.

“Eo. Kau benar benar tahu tempat yang kusuka sekarang. Seberapa jauh kau berkembang dan mengetahui diriku huh?” Balas Sooyoung.

Luhan terkekeh, “Entahlah. Mungkin feeling-ku yang mengatakannya. Aku tahu kau akan sedih ketika melihat beberapa keluara yang tengah berjalan jalan disekitar sini, jadi kupikir lebih baikmenjauh dan entahmengapa aku menemukan tempat ini.”

Sooyoung tersenyum tulus tanpa sepengetahuan Luhan.

“Kau bodoh.” Ucap Sooyoung begitu saja. Entah mengapa ia ingin sekali mengatakan kata itu pada Luhan.

“Ne? Bodoh? Naega wae?” Luhan bertanya bingung.

“Molla. Aku hanya ingin mengatakan kata itu padamu entah mengapa.” Jawab Sooyoung sekenannya.

***

Mereka duduk dibangku taman dengan damai dan tenang. Yang terdengar hanya suara suara seperti pekikkan seorang yeoja yang tengah bermesraan dengan namja-nya, juga angin dingin yang berhembus.

“Haattchii!” Sooyoung bersin tibatiba membuat Luhan sedikit terkejut.

“Kau kedinginan?” Tanya Luhan. Pertanyaannya dijawab oleh gelengan Sooyoung. “Getjimal. Kemari” Luhan menggenggam salah satu tangan Sooyoung dan memasukan kedua tangan yang saling berpautan itu kedalam saku jaket Luhan.

“Gomawo.” Ucap Sooyoung. “Aku… Aku belum pernah senyaman ini berada disisi seseorang terutama begitu terbuka dihadapan seseorang. Kau orang pertama yang membuatku melangkah kedepan.”

“Aku tahu.” Balas Luhan. Ia mempererat genggaman tangannya dan menyenderkan kepalanya kepundak Sooyoung.

“Luhan, berjanjilah kau takkan meninggalkanku, bahkan untuk selamanya.” Pinta Sooyoung. Ia sedikit menahan nafas menunggu jawaban dari Luhan.

Luhan tersenyum kecil tanpa sepengetahuan Sooyoung, “Jika itu permintaanmu, dengan senang hati aku akan memenuhinya. Dengan syarat kau jangan pernah bersembunyi di dalam kegelapan. Kau harus berjalan kedepan tanpa melihat masa lalu-mu.”

Kini giliran Sooyoung yang tersenyum, “Selagi ada kau, aku akan mencobanya.”

Luhan terkesiap. Tidak sia sia selama ini ia terus mendekati Sooyoung.

“Maukah kau…” Luhan menggantungkan kalimatnya.

“Apa?” Tanya Sooyoung.

Luhan mengangkat kepalanya dan dan menatap Sooyoung dengan serius.

“Menjadi pendampingku di masa depan dan menjadi istri yang akan menyayangi diriku dan anak anakku di masa depan nanti?” Tanya Luhan to the point. Disaat bersamaan, wajah Sooyoung berubah menjadi merah padam.Mulutnya terbuka lebar dan matanya tidak berkedip sama sekali.

“K..Kau.. Kau! Dasar. Jangan secepat itu mengucapkan hal yang tidak pasti! Lagi pula… Lagipula aku tidak ingin menikah di usia dini!” Balas Sooyoung sedikit membentak karena panik.

Luhan terkekeh, “Kkk~ Tapi intinya kau mau bukan menikah denganku di masa yang akan datang?”

Sooyoung kehabisan kata kata. Wajahnya memanas dan benar benar merah. Ia memalingkan wajahnya agar tidak menatap langsung mata Luhan yang  tadi menatapnya dengan tajam namun hangat.

“Terserah.” Jawab Sooyoung. Sebenarnya ia tidak ingin berkata ‘tidak’ dan juga ia tidak ingin berkata ‘Iya’

Senyum Luhan mengembang. Tangannya melepas genggaman tangan Sooyoung dan memeluk pinggang yeoja yang duduk disampingnya ini. Ia menghirup aroma tubuh Sooyoung dalam dalam .

“Saranghae, jeongmal saranghaeyo.” Ucap Luhan.

Jantung Sooyoung tidak bisa di kontrol. Entah mengapa air matanya memaksa keluar. Ia menahan nafas sesaat hingga akhirnya air matanya tumpah begitu saja.

“Nado. Nado saranghae.” Balas Sooyoung. Ia memutar badannya dan membalas pelukan Luhan.

SKIP

Beberapa lama mereka berpelukan hingga akhirnya Luhan melepaskan pelukannya. Ia memegang wajah Sooyoung dan menghapus air mata yang masih mengalir di pipi chubby yeoja itu.

“Tidak sia sia selama ini aku bertahan mencintaimu. Pada akhirnya cinta-ku terbalaskan.” Kata Luhan. Sooyoung  hanya tersenyum dan mengangguk kecil.

Luhan menarik wajah Sooyoung. Semakin dekat jarak diantara wajahnya dan wajah Sooyoung.

Kini Sooyoung dapat merasakan nafas Luhan yang hangat menerpa wajahnya. Ia menutupkan kedua matanya dan      

***

Sooyoung’s Note: Betapa bodohnya aku tidak pernah menganggap kehadirannya. Betapa bodohnya aku begitu lama untuk merasakan cinta yang sesungguhnya. Dia, Dialah yang telah mengubah hidupku. Memberi kekuatan untukku melangkah kedepan dan meninggalkan masa lalu yang begitu kalut. Mulai saat ini aku akan mempercayai dirinya, juga masa depan yang menanti. Saranghaeyo, Luhan-ah.

Luhan’s Note: Perjuanganku selama ini membuahkan hasil. Kini aku mendapatkan dirinya. Aku berjanji tidak akan meninggalkannya sendiri dan tidak akan membiarkan dirinya jatuh kedalam kegelapan lagi. Masa depan yang menanti kami, masa depan yang menunggu kami mengucapkan janji suci dan sumpah setia bersama. Jeongmal saranghaeyo, Sooyoung-ah.

***

FIN!

Pasti di chapter terakhir ini kurang memuaskan-_- Aku paling gabisa bikin adegan kisseu jadi sama aku di skip aja._. Jeongmal mianhae~ Adakah yang butuh Sequel? Atau udah cukup sampai sini aja? Mohon partisipasinya^^

RCL Jusseyo~!^^

34 thoughts on “Happiness [2/2] END

  1. Choi Min Ra November 18, 2013 / 6:57 PM

    Huaaa gantung thor
    Please sequel
    ya ya ya?

    Ditunggu
    Fighting

    • HyoSoo03 November 19, 2013 / 3:35 PM

      okeey tungguin aja
      makasih udah komen;;*

  2. shin hyun young November 18, 2013 / 7:42 PM

    endnya mengganggu.. sequel sequel juseyo….

    • HyoSoo03 November 19, 2013 / 3:36 PM

      ne~ tunggu aja
      Gomawo udah komen^^

  3. miss_sooyoungster10 November 18, 2013 / 8:28 PM

    Wiihha
    Sweat bangettt

    • HyoSoo03 November 19, 2013 / 3:36 PM

      makasih^^
      Gomawo udah komen^^

  4. sweetndah November 18, 2013 / 9:04 PM

    wahhh kerennnn
    …suka endingnya.

    • HyoSoo03 November 19, 2013 / 3:37 PM

      makasiih;;*
      gomawo udah komen chinguu^^

  5. Anna Choi November 18, 2013 / 10:34 PM

    endingnya daebak!!! oh uwoo so sweet~ ♥
    kayaknya yang nawarin sequel yang sana tuh, kalo aku sih mau-mau aja wkwk
    bikin yang persiapan nikah sama after married dong :3 kan jarang ff soohan dijenjang/? itu hehe
    kalo beneran bikin sequel ditunggu ‘-‘)/
    tetep semangat, bikin ff sooexo lagi yah, kalo bisa soohan wkwk

    • HyoSoo03 November 19, 2013 / 3:38 PM

      oke^^
      tunggu aja chingu.. Iyasip kl ada ide ntar aku bikin SooExo lagi:3
      Gomawo udah komen^^

  6. Zee Anggita November 19, 2013 / 9:19 AM

    daebak thor, sequelnya di tunggu..

    • HyoSoo03 November 19, 2013 / 3:38 PM

      ne~ tungguin ajaya;;3
      gomawo udah komen^^

    • HyoSoo03 November 19, 2013 / 4:22 PM

      makasiih~
      gomawo udah komen^^

  7. autumnkid November 19, 2013 / 4:03 PM

    Aaah ini zozwit mamaaaah /nangis unyu/
    ah gatau lagi mau ngomong apa (?)
    pokonya daebak lah ‘-‘)9

    • HyoSoo03 November 19, 2013 / 4:25 PM

      aiih makasih;**
      gomawo udah komen^^

  8. AnnHee November 19, 2013 / 7:19 PM

    huft..
    Krik.. Krik.. Krik..
    *hening*

    HAPPY ENDING!!😀
    Aish.. Lulu oppa pengetian banget :3
    Ahh.. Kris oppa dijadiin antagonis😦
    Tpi,no problem asalkan soo unn bisa nemuin ‘happiness’-nya.. *loh?

    Aizz.. Ternyata bomi itu nggak genit,ya.. Tapi,rada genit.. Kekeke~
    Hmmm.. Buat bagian akhirnya aku skip,jadi aku rada nggak jelas endingnya.. Hehe *nyengir

    Tapi tetep keren,kog..
    Pokoknya tetep fighting aja deh..
    Keep writting,thor! FIGHTING!

    Mian bawel,nggak penting dan cuma bwa kerusuhan.. Mianhae~ *bow

    • HyoSoo03 November 26, 2013 / 3:39 PM

      hahaha chingu bisa aja xD
      iyaa aku bikin karakter Bomi disini gaterlalu genit karena alasan alasan tertentu(?)
      Ne, fighting! Gomawo udah komen^^

  9. yeni swisty November 19, 2013 / 8:36 PM

    kurasa ini butuh Sequel deh😀
    oh iya ff keren, pas end nya juga romantis
    (y)

    • HyoSoo03 November 26, 2013 / 3:40 PM

      aihh gomawo;*
      gomawo juga udah komen^^

  10. Ferlinandita okt November 20, 2013 / 5:42 PM

    Akhirnya muncul juga FF yg ditunggu2!! Bagus min ceritanya ngelike bngt😀

    • HyoSoo03 November 26, 2013 / 3:41 PM

      duh makasih udah mau nunggu:”>
      gomawo udah komen^^

  11. thelittleshikshin November 20, 2013 / 6:48 PM

    aduh kok km nyebelin disini kris:”) /jitak kris/

    manis banget siii soohan. suka hehe

    • HyoSoo03 November 26, 2013 / 3:41 PM

      iya kenapa kamu nyebelin disini Kris? /ikut jitak/ /Ditendang Tao/
      Makasih udah komen~^^

  12. Sooyoungster12 November 20, 2013 / 9:29 PM

    Butuh Sequel nihh….
    Ditunggu ff sooyoung lainnya!

    • HyoSoo03 November 26, 2013 / 3:42 PM

      okeey tunggu ajaya:)
      gomawo udah komen^^

  13. giofi16yousen November 21, 2013 / 3:30 PM

    Happy ending
    So sweet luhan sooyoung
    Akhirnya soo eonni bisa tersenyum kembali
    Gantung nih sequel dong🙂

    • HyoSoo03 November 26, 2013 / 3:43 PM

      yeaaay happy ending^^)9
      okee tunggu ajayaa, makasih udah komen^^

  14. annisarizki November 21, 2013 / 4:51 PM

    Kyaa~~ Dapet banget feel nya.. Akhirnya Luhan oppa mendapatkan Sooyoung eonni..
    Senyum2 gaje nih baca nya.. hha😀

    • HyoSoo03 November 26, 2013 / 3:44 PM

      jinjjayo?hhe gomawo xD
      gapapa senyum senyum sendiri, asal jangan ketawa tawa sendiri, entar dikira stres ;;(( /bercanda/
      gomawo udah komen^^

  15. sooyoung_sy November 24, 2013 / 1:49 PM

    Perjuangan luhan gak sia sia! Hehe SEQUEL thor ! Fighting😀

    • HyoSoo03 November 26, 2013 / 3:45 PM

      okesipp ditunggu aja ya^^ fighting’o’)9
      gomawo udah komen^^

  16. wufanneey November 26, 2013 / 6:38 PM

    ada doojoonie, hahaha jadi cameo xD
    senangnyaaaaaa! /plak/ /salahfokus/
    tapi doojoonie pake acara ngegendong sooyoungie ituuuu huwaaaaa /digampar luhan/
    oke, oke, soohan nya juga so sweet sih, ya udah ya, gitu aja :p
    enggak deng, serius, takut luhannya marah. kalian so sweet banget!
    apalagi yang makan malam itu aduhai banget.
    tapi aku kecewa, disini, kenapa shafa jadiin kris antagonis?:/
    walaupun mukanya kejem, tapi hatinya lambut loh.
    harusnya maknae suju aja yang dijadiin antagonisnya, pas banget tuh /kyuhyun keselek/

  17. rifqoh wafiyyah January 22, 2014 / 11:26 PM

    Yeyy….:),akhir’a mrka brstu jga…:D
    Daebak thor…:),ksihan soo unnie..:(,msa lalu’a sdih bngett…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s