Annabelle – Prologue

Annabelle

Title: Annabelle

Author: wufanneey

Genre: Angst, Dark

Rating: R

Lenght: Series

Pairing: Changmin/Sooyoung

Summary: Choi Sooyoung mencintai Shim Changmin, dan rela melakukan apapun demi membuat Changmin kembali ke sisinya. Sekalipun itu berarti membunuh dirinya sendiri.

Desclaimer: Plot is MINE!

Warning: Typo(s), ChangSoo haters don’t read!

P R O L O G U E

***

—C h o i  S o o y o u n g—

Ini kali pertama aku merasa hidup, hidup yang sesungguhnya.

Aku terbangun tiap kali mencium aroma tubuhmu, sesuatu yang membuatku tergerak untuk mengikutimu.

Entah apa.

Yang kutahu, aku selalu mengikutimu, berharap aku mengerti dengan ini.

Seperti heroin yang sekali saja aku mencoba, aku ketagihan, menginginkan lebih, tidak pernah puas.

Nafasku tersendat dan aku panik setiap kau tak ada di sisiku.

Aku takut.

Tapi aku menyukainya, rasa takut itu…

Rasa takut kehilanganmu itu, kan.

Yang membuat kita terus terikat.

 

***

Aku terduduk di tepi ranjang, jemariku menggenggam erat sebuah foto pernikahanku dengan pria yang amat kucintai. Kami tersenyum bahagia di dalam lembar bidikan lensa yang terbakar cahaya lampu itu. Aku senang. Akhirnya saat-saat yang kutunggu akan tiba, aku akan kembali menemuinya, aku sangat merindukan dia. Aku memejamkan mata sembari mendekap figura foto itu. Membayangkan kehangatan tubuh Changmin saat mendekap tubuhku.

 

Changmin, tunggu aku.

 

Setelah mengepak beberapa pasang pakaian yang muat kumasukkan ke dalam koper. Aku mengecek penampilanku di cermin wastafel di dalam toilet, sekedar melihat apakah aku sudah pantas bertemu Changmin atau tidak. Aku memoleskan lipstick pink di bibirku, untuk menghilangkan kesan pucat di wajahku. Tapi bagaimana caraku menghilangkan lingkar hitam di bawah mataku itu? Pergelangan tanganku juga lebih kecil dari beberapa bulan lalu, sepertinya aku kurusan dan aku khawatir Changmin akan menanyainya. Mungkin aku akan lebih banyak makan lagi, nanti. Aku mengurai rambut panjangku yang agak bergelombang, menyampirkannya di depan pundak. Aku terlihat… cantik. Ya, aku cantik. Aku selalu cantik bagaimanapun keadaanku. Itu yang dikatakan orangtuaku, dan Yunho menyetujuinya.

 

Aku berjalan tersaruk menuju pintu sembari menyeret koperku. Koper merah berisi beberapa potong pakaianku dengan alat make up seadanya. Sebentar memastikan Yunho di ruang kerjanya. Aku tersenyum puas. Bagus, dia tidak ada. Maka aku bisa pergi dengan leluasa.

 

Semoga dewi fortuna sedang berkeliaran di sekitarku. Aku sudah melangkah keluar pagar dan sejauh ini masih aman. Rumah megah milik Yunho memang sepi, Yunho tak memiliki pelayan yang tinggal di rumahnya, hanya tukang kebun yang selalu datang, itupun seminggu sekali. Dan, ini jelas menguntungkanku.

 

“Sooyoung, kau mau kemana?”

 

Oh, shit! Aku tak sadar dia baru melewatiku dengan mobil Rogernya. Nyaris melewati pagar. Lantas Yunho keluar dari mobil dan memandangku bingung.

 

“Apa kau mecoba pergi lagi?”

 

“Memang apalagi?” balasku acuh.

 

“Masuklah,” katanya, nada suaranya melembut. Aku tahu dia sedang membujukku, tapi aku tak akan terjerumus. “Aku tahu kau pasti belum meminum obatmu.” Sambungnya.

 

“Aku membawanya, aku akan minum setelah sampai di tempat Changmin.”

 

“Sooyoung…”

 

“Kumohon, jangan halangi aku. Aku bisa mati jika tidak bertemu Changmin.” Rengekku. Manja. Aku tahu betul Yunho tidak pernah bisa menolakku, dia selalu luluh dengan semua permintaanku, sekalipun itu permintaan ‘gila’, tetapi jika aku sudah memohon seperti ini, dia akan menurutinya seperti anjing bodoh.

 

Kenapa? Karena dia mencintaiku.

 

Tapi sayangnya, aku tidak pernah mencintainya. Cintaku hanya untuk Changmin. Changmin satu-satunya.

***

—S h i m  C h a n g m i n—

                                                   

Tiap kali melihatmu, ada satu kata yang sering melintas di benakku, tersesat.

Kau tersesat dan tak tahu arah, kau bingung atas tindakanmu, maka kau mengikutiku.

Mencari jawaban.

Bagian lain dalam diriku membiarkanmu tetap seperti ini, tetap di sampingku kendati bukan itu yang sebenarnya kuingin.

Tapi pikiranku yang lain berargumen bahwa kaulah yang membutuhkan aku.

Bukan aku yang membutuhkanmu.

Ini bukan ikatan kita.

Ini hanya kau yang berusaha mengikatku, kau yang menginginkan aku.

Tapi aku tidak.

***

Rapat direksi baru saja selesai beberapa menit yang lalu. Aku melirik pergelangan tanganku dan inilah saatnya makan siang. Tetapi aku tidak menyangka saat tengah berjalan menuju pintu keluar gedung, seorang wanita tiba-tiba berlari ke arahku sambil membawa koper dan mencium pipiku seenaknya. Aku terkejut saat melihat wajahnya yang tak asing.

 

“Sooyoung?”

 

“Hm? Kau kaget kan? Bagaimana surpriseku, apakah berhasil?” aku berusaha melepaskan tautan tangannya di lenganku. Kulihat rekan-rekan kerjaku memandangku keheranan, Sooyoung sama sekali tak menyadari sikap risihku dan malah terus menempel.

 

“Kenapa kau kembali?” tanyaku pada Sooyoung.

 

“Tentu saja karena aku merindukanmu, sayang.” Dia tersenyum, senyum yang begitu memuakkan.

 

“Darimana kau tahu aku ada di sini?”

 

“Awalnya aku datang ke rumahmu, tapi ternyata kau sudah pindah. Ibu dan Ayahmu mengusirku saat aku bertanya kau ada dimana. Tapi aku tahu kau bekerja di sini dari Sooyeon, adikmu yang manis itu. Ternyata dia satu-satunya yang masih perhatian padaku.”

 

Aku memandangnya tidak suka. Persetan dengan apa-apa yang dikatakannya karena isi benakku saat ini adalah pergi sejauh mungkin darinya. “Pergilah, kita sudah berakhir. Kau pikir tujuh bulan itu sebentar? Itu sangat lama, aku sudah melupakanmu. Sekarang pergilah.” Aku mengibaskan tangannya kasar, lalu berlalu dari hadapannya.

 

Aku membencimu, Sooyoung.

 

Sooyoung berlari dan menahan tanganku, aku mnoleh kepadanya dan melihatnya menangis. “Kumohon… biarkan aku sekali saja, untuk bersamamu. Setelah itu… setelah itu aku janji. Tidak akan mengacau kehidupanmu lagi.”

 

“Jangan membuatku marah.”

 

“Aku hanya terlalu mencintaimu.”

 

“Lupakan saja, aku sudah memiliki wanita dan itu bukanlah kau.” Desisku tajam.

 

“Changmin…,” Sooyoung menampakkan wajah kecewa. Namun detik berikutnya dia memasang seringaian. “Kau hanya milikku.”

 

***

9 thoughts on “Annabelle – Prologue

  1. thelittleshikshin November 17, 2013 / 2:51 PM

    astaga sooyoung kenapa………..

    aku bukan changsoo shipper dan biasanya aku gak baca ff selain ff pairing yg aku suka tapi kali ini engga, kamu bisa banget bikin aku penasaran sama ceritanya;D

    aku tunggu nih ff nya yaa xD

    • wufanneey November 17, 2013 / 2:56 PM

      semoga pas udah baca kamunya jadi changsoo shipper /plak/

  2. ristanada November 17, 2013 / 6:01 PM

    Sooyoung kaya’a terobsesi bnget sama max, ksihan yunho oppa😥
    ditunggu lanjutan’a…..PENASARAN

  3. Di November 18, 2013 / 2:27 AM

    Sudah keluar kah? Ini bagus. >.<

  4. AnnHee November 18, 2013 / 2:06 PM

    aish…
    Soo unn,kau terlalu bodoh! /plaak
    Kenapa malah meminta dan nggak berusaha! Aish…
    Kalo aku jadi soo unn mungkin aku akan pergi dan berusaha menghindar dari changmin oppa… TAPI itu aku..xD *ngga tnya –”

    Aku udah penasaran,nih.. Full partnya aku tunggu..
    Fighting~😀

  5. ymshtemi November 18, 2013 / 8:50 PM

    yeay! seneng bgt begitu ada muncul ff pairing changsoo >,< kyaa kyaa kyaaa changsoo itu pairing sooyoung yg paling aku suka! kyaaa author semangat buat ceritanya yah!😀 aku tunggu ceritanya (~^,^)~

  6. annisahika December 26, 2013 / 10:25 AM

    ih gila sooyoung perannya O.o
    maap ya fan baru baca *peace xD

  7. rifqoh wafiyyah January 30, 2014 / 1:52 PM

    Aku gk tau knpa gak ska sma chansoo..,mksd’a q ska’a moment2’a..,tpi klu ff krng..:D
    Tpi kli ini jdi bkin pnsran…:),apakah soo unnie skit kraskah..??
    Daebak..:D

  8. kyura December 24, 2014 / 10:11 AM

    Aq masihh ngak ngerti,,😑 aq ljutin ajahh yahh bacanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s