Happiness [1/2]

Image

Author: Park JeByung

Tittle: Happiness

Lengt: Twoshoot

Rat: T

Genre: Romance, little Angst

Cast: Choi Sooyoung, Xi Luhan,

Other Cast: find it by yourself^^

Warning: Typo bertebaran dimana mana

A/N: ini ff asli buatanku ne. RCL please~ Ohiya Sherlock Holmes Academy belum aku lanjut karena kehabisan ide ._. /bow/ Sedang sibuk sibuknya dengan kerja kelompok dan ulangan harian. Hiks :’’(

Selamat membaca~

***Happiness***

Kebahagiaanku adalah sebuah keluarga dan teman teman yang sempurna

Kebahagiaanku adalah memiliki seorang Oppa yang sempurna

Kebahagiaanku adalah memiliki keluarga yang utuh

Kebahagiaanku adalah memiliki teman teman yang selalu ada

Dan? Semuanya sirna ketika perlahan lahan semuanya pergi dan menghilang

***Happiness***

Dengan langkah gontai seorang yeoja bertubuh tinggi, putih, dan berambut panjang berjalan di lorong kampusnya. Dengan enggan ia melangkah dengan kepala tertunduk seperti biasanya. Kemeja putih dan jeans hitam yang membalut tubuhnya yang seharusnya terlihat modis dan keren menjadi suram.

Ia memasuki kelasnya dan dengan langkah masih gontai ia berjalan menuju bangkunya. Beberapa orang menatapnya seram, kasihan, dan merendahkan.

Choi Sooyoung.

Seorang yeoja yang tidak punya semangat hidup. Ia lebih memilih untuk mati daripada hidup. Kebahagiaannya sirna semua. Keluarga? Orang tua mereka cerai sejak ia menginjak umur 8 tahun. Ia tinggal bersama Ibunya dan Oppa-nya. Choi Siwon. 5 Tahun kemudian kedua orang yang ia miliki pergi meninggalkannya. Siwon dan Eomma-nya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Teman? Sebelum keluarganya hilang ia memang memiliki teman. Semenjak kejadian naas itu ia memilih untuk menyendiri.

Alhasil ia menghabiskan hidupnya dengan mengurung diri dirumah dan tidak pernah berinteraksi pada orang orang di sekelilingnya. Begitupula dengan orang orang didekatnya yang tampak enggan berbicara bahkan menyapanya sekalipun.

Bel masuk terdengar. Seluruh mahasiswa duduk dibangkunya masing masing menunggu dosen masuk.

Sooyoung menatap kosong kearah meja yang ia duduki. Tanpa menaruh minat untuk melakukan sesuatu.

“Annyeong Hasseyo yeorobeun~” Terdengar sapaan seorang namja yang setiap harinya meributkan kelas. Namja imut dan tampan juga ceria yang disenangi semua orang terutama yeoja yeoja. Xi Luhan.

Semua orang membalas sapaannya kecuali Sooyoung. Bagi Sooyoung, Luhan adalah seorang musuh. Setiap hari Luhan mendekati Sooyoung dan mengajaknya berbicara namun tanggapan Sooyoung berbeda jauh dengan harapan Luhan. Sooyoung hanya memalingkan wajahnya tanpa menganggap kehadiran seorang Xi Luhan

“Annyeong Sooyoung!” Sapa Luhan yang kebetulan duduk disebelah Sooyoung.  Sooyoung menghela nafas berat dan memalingkan wajahnya menuju jendela.

“Ayolah lihat dan balas aku~” Rengek Luhan. Namun nihil, tidak ada tanggapan dari Sooyoung. Luhan menggembungkan pipinya. “Aku tidak akan menyerah sampai sini nona Choi.”

Masih belum ada reaksi dari Sooyoung. Luhan akhirnya menyerah dan mencoba lagi dilain kesempatan.

Dosenpun datang dan dengan gagahnya menyapa murid muridnya dipagi hari lalu memulai pelajaran.

SKIP

Kelaspun selesai. Dengan riangnya semua keluar dari kelas yang memusingkan. Terkecuali Sooyoung yang masih berada di dalam kelas dan menatap kosong keluar jendela. Ia menghela nafas dengan berat berkali kali hingga akhirnya ketenangannya itu terganggu oleh suara berisik dari seorang Xi Luhan.

“Sooyoung ayo kita jalan jalan!” Ajak Luhan. Beginilah keadaan setiap harinya jika ada kelas. Ketenangan Sooyoung akan terusik dengan suara riangnya Luhan.

Sooyoung berdiri dan melangkah mendekati Luhan dan    salah, Ia bukan mendekati Luhan, ia hanya berjalan meninggalkan Luhan di kelas. Dengan langkah cepat ia keluar kelas dan menelusuri Lorong kampusnya.

“Hey hey kau mau kemana?” Kini Luhan sudah bisa mendahului Sooyoung dan menyamakan langkahnya dengan Sooyoung.

Masih dengan diam Sooyoung berjalan tanpa mengurbsi omongan Luhan dan menganggapnya tidak ada.

“DENGARKAN AKU!” Teriak Luhan menahan lengan Sooyoung dan membuat Sooyoung sedikit terjungkal kebelakang.  Dengan tatapan datar Sooyoung menatap Luhan.

“Aku berharap kau bisa berinteraksi, bahkan setidaknya mengeluarkan satu patah kata dari mulutmu itu. Aku tidak akan menyerah sampai kau mau buka mulut.” Dengan serius Luhan berbicara pada Sooyoung. Namun tampaknya Sooyoung tidak menganggap itu serius. Ia bahkan menghempaskan tangan Luhan dengan kasar dan berjalan kembali.

Luhan menghela nafas berat melihat punggung Sooyoung yang semakin lama menjauh dari pandangannya.

Tidak bisa diungkiri bahwa ia jatuh cinta pada Sooyoung dan ingin membuatnya berubah dan berinteraksi dengan sekitar dan tidak menunjukan kesuramannya itu.

Dengan tangan dikepal dan mata yang membulat dengan cepat ia berlari menuju Sooyoung yang semakin menjauh. Dan pada akhirnya bisa kembali melangkah dengan santai disebelah yeoja pujaannya itu.

“Jadi mau kemana? Kerumahmu atau kerumahku? Atau kita bisa berjalan jalan disekitar?” Tanya Luhan bertubi tubi. Sooyoung masih diam hingga pada akhirrnya amarahnya memuncak.

Dengan kesalnya ia menendang Kaki Luhan, “TUTUP MULUTMU IDIOT!”

Meski Luhan masih meringis kesakitan, ia bangga pada dirinya sendiri telah membuat Sooyoung berbicara walau dengan kata kata yang tidak enak didengar.

“Kau berbicara! Ini sebuah kemajuan!” Seru Luhan bangga. “Jadi mau kemana?”

Sooyoung menggembungkan pipinya dan mengangkat kepalanya menatap Luhan jengkel.  Luhan terkesiap melihat wajah Sooyoung  untuk pertama kalinya sejelas dan sedekat ini. Biasanya ia hanya melihat poni Sooyoung yang menutupi matanya dan rambut panjangnya itu.

“Yeppeo. Tetaplah begini!” Seru Luhan lagi memegang dagu Sooyoung dengan tangan kirinya. “Jangan menunduk lagi nona Choi. Wajah cantikmu tidak pantas disembunyikan oleh rambutmu.”

Sooyoung mendesah kesal dan menampar tangan Luhan. Ia melangkah pergi meninggalkannya sendirian.

Sungguh naas bagi Luhan mendapat perilaku buruk dari seorang Choi Sooyoung yang seharusnya berbaik hati dan menerima Luhan sebagai teman. Hanya sebagai teman. Tidak lebih. Catat itu.

***

Seperti biasanya, Sooyoung menghabiskan waktunya di dalam rumah seharian tanpa melakukan aktivitas apapun. Kecuali keluar masuk toilet, dapur dan ruang tengah.

Terkadang saat ia melewati foto keluarga yang terpampang besar di ruang tengah, ia berhenti sejenak memandangi foto tersebut. Bahkan jika ia sedang benar benar sensitiv, ia akan mengeluarkan air mata dan mengingat kejadian kejadian yang telah lalu.

Tak jarang jika ia melihat foto sang appa, ia akan mencorat coret mukanya dengan spidol permanen. Ia memang benar benar benci pada appa-nya yang meninggalkan dirinya dan eomma juga Siwon oppa. Meninggalkan mereka dan tidak bertanggung jawab.

Saat Sooyoung hendak memasuki kamarnya, terdengar bel rumah yang cukup nyaring terdengar.

“Cish, tamu tak diundang.” Desisnya menatap sinis kearah pintu rumahnya yang tak jauh dari kamarnya.

Ia melangkah dengan malas menuju ruang tamu dan membuka pintu tanpa melihat lubang pintu yang disediakan untuk melihat siapa tamu yang datang sebelum pintu dibukakan.

Gebrakk!

Baru saja ia membuka pintu dengan perlahan, tibatiba sebuah tangan besar mendobrak pintu hingga membuat Sooyoung terpental kebelakang. Ia jatuh mendarat dengan pantatnya duluan yang mendarat secara tidak mulus di lantai.

Sooyoung mendongak melihat siapa yang datang.

Astaga….

Seorang pria bertubuh besar memakai kupluk berwarna hitam dengan tangannya memegang pisau lipat masuk dengan garangnya menatap Sooyoung.

Biasanya Sooyoung hanya menatap balik dengan datar tanpa bergeming sama sekali. Namun kali ini berbeda.

Sooyoung benar benar panik. Keringat dinginnya keluar begitu saja dari permukaan kulit mulusnya itu. Kejadian ini sama dengan masa lalunya…

Flashback

Sooyoung yang saat itu masih berumur 7 tahun dan Oppa’nya yang berumur 10 tahun menjaga rumah bersama karena orang tuanya sedang keluar rumah untuk membeli makan malam.

“Oppa tidak takut?” Tanya Sooyoung kecil pada Siwon selaku oppa-nya itu.

“Tentu saja tidak. Kau takut ya? Tenang saja, kan ada aku disini.” Dengan gagahnya Siwon membusungkan dadanya yang saat itu sama sekali tidak sixpack.

Akhirnya Sooyoung bisa tenang karena ada oppa-nya yang siap menjaganya saat itu.

Ting Tong

Terdengar suara bel rumahnya. Siwon beranjak dari duduknya dan pergi menuju ruang tamu, namun tangannya dicekal oleh tangan mungil Sooyoung.

“Oppa, eomma kan bilang kita tidak boleh menerima tamu?” Cegah Sooyoung.

“Tapi mungkin sajakan yang diluar itu eomma dan appa? Kasian jika mereka menunggu diluar dan kita tidak membukakan pintu untuk mereka.” Jawab Siwon. Sooyoung pada awalnya ragu untuk menyetujuinya, tapi karena sifatnya masih polos ia hanya mengangguk saja.

Karena tinggi Siwon yang belum memadai untuk melihat lewat lubang pintu, langsung saja ia membuka kunci rumah dan membuka pintu itu dengan lebar.

“Eomma app     “ Perkataan Siwon terputus saat melihat siapa yang datang. Yang datang bukanlah orang tua mereka, tetapi seseorang bertubuh besar yang memegang pisau di tangannya.

Siwon dengan perlahan mundur dan berlari menuju Sooyoung yang berdiri terpaku memandang orang yang datang.

“Nuguya?” Dengan gemetaran Sooyoung bertanya.

Orang itu yang diketahui seorang namja tersenyum sinis.

“Anak manis, diamlah sampai aku menyelesaikan tugasku disini.” Ucap namja tersebut dengan suara yang dihalus haluskan.

Dengan ketakutan yang merasuki tubuh Sooyoung dan Siwon, mereka berharap semoga orang tua mereka cepat kembali ke rumah. Secepatnya.

Namja bongsor itu terus saja memasukan barang barang kedalam kantung besar ditangannya. Tunggu, ia mengambil telefon genggam milik Siwon yang baru saja di belikan eomma-nya beberapa hari yang lalu.

“Maaf tuan, itu milikku.” Sergah Siwon berlari mendekati namja itu. Ia menggenggam tangan namja bongsor itu untuk mencegahnya memasukan barangnya kedalam kantung besar itu.

Namja bongsor itu mendelik dan mendorong tubuh Siwon hingga terpental cukup jauh kebelakang dengan punggungnya yang mendarat duluan ke lantai marmer rumah ini. Siwon meringis kesakitan.

Dengan air mata yang tak dapat Sooyoung bendung, ia berlari membantu kakak-nya itu berdiri.

“Tuan hentikan tuan!” Seru Sooyoung. Entah dari mana ia mendapatkan keberanian untuk berbicara.

“Diamlah anak kecil. Atau kebunuh kau!” Ancam namja itu sambil mengacungkan pisaunya tepat dimuka Sooyoung.

“K..K..Kumohon jangan..” Ucap Sooyoung dengan lemas. Takut takut jika salah kata ia akan dibunuh.

“Maka dari itu diamlah”

“Pergi kau!” Bletaak! Sebuah mobil mainan dilempar tepat pada sasaran. Kepala namja itu.

Namja itu memekik dan memutar kepalanya. Ia mendapati Siwon yang tengah memegang mobil mainan lainnya.

“Dasar anak nakal.” Namja itu berjalan dengan angkuh mendekati Siwon. Sementara itu Siwon masih melempar lemparkan mobil mainan dan barang barang yang ada disekitarnya.

Grebb.

Namja itu mengangkat Siwon dan mengacungkan pisaunya. Ia menggoreskan pisaunya dipipi Siwon sehingga darah segar mengalir di pipinya.

Kejadian itu membuat Sooyoung trauma. Ia tak sanggup melihat darah mengalir dengan banyaknya di pipi sang oppa. Setelah itu ia pingsan tak sadarkan diri.

Flashback End

“Wah wah, ternyata hanya seorang yeoja yang tinggal disini.” Ucap namja bongsor itu berjalan perlahan mendekati Sooyoung.

“Jangan mendekat” Pekik Sooyoung. Ia masih diam di tempat tak bergeraksama sekali karena ketakutan. Tubuhnya menjadi kaku. Sangat kaku.

“Mendekat? Hahah, jika kau mencegahku maka aku akan terus mendekatimu.” Balas namja itu menampilkan smirknya. Ia terus berjalan hingga akhirnya sampai di hadapan Sooyoung yang berjarak setengah meter. “Jika kau bergerak, kubunuh kau.”

Deg..Deg.. Jantung Sooyoung berdetak dengan lambat dan terkadang tidak beraturan. Ia benar benar takut menghadapi namja besar ini, terutama ia hanya sendirian.

Air matanya kini jatuh membasahi  pipi chubbynya. Tubuhnya bergemetar hebat dan matanya tidak bisa berhenti menatap namja jahat di hadapannya ini. Ia berharap seseorang datang kemari dan menolongnya. Namun itu tidak mungkin bukan?

Tetangga? Maaf saja, ia tidak pernah berinteraksi dengan tetangga sekitar. Teman? Tentu saja tidak punya.

Tapi terlintas satu nama di kepalanya. Xi Luhan.

Sooyoung berusaha tetap tenang walau dengan air mata dan keringat yang bercucuran. Ia berpikir untuk menghubungi Luhan. Tapi ada satu kendala, bukankah ia tidak punya nomor Luhan?

sial, aku tidak punya nomor Luhan. Argh eottokhae?’ kata Sooyoung dalam hati.

“Hem? Kau takut padaku?” Tanya namja itu mendekatkan dirinya pada Sooyoung. Tangan besarnya itu menyentuh dagu Sooyoung dengan perlahan lahan.

Sooyoung terkesiap. Jantungnya berdetak sangat cepat. Ia takut di apa apakan oleh namja tak dikenal di hadapannya kini.

“Kumohon. Jangan sakiti aku.” Balas Sooyoung. Ia menampar tangan namja itu dan mundur satu langkah.

Namja itu menampilkan smirknya, “Begitu ya? Tapi aku ingin menyakitimu. Jadi harus bagaimana?”

Tangan kokohnya kembali memegang dagu Sooyoung dengan kasar.  Sementara tangan lainnya memegang leher Sooyoung, bermaksud untuk mencekiknya.

Detakan jantung Sooyoung sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Ketakutannya semakin menjadi jadi saat tangan besar itu menyentuh permukaan kulit lehernya. Ia sudah berfikir bahwa ia akan mati ditangan namja ini tak lama lagi.

Perlahan lahan tangan namja itu menekan leher Sooyoung. Tekanan itu yang membuatnya sulit bernafas dan rasanya sangat sakit.

“Lu..Luhan..” Hanya kata kata itu yang dapat ia keluarkan. “LUHAN!”  Jerit Sooyoung.

Nafasnya tercekat saat namja itu semakin mencengkram lehernya.

Ia sudah pasrah. Toh sebentar lagi ia akan mati, tapi cara mati nya ini yang ia tidak inginkan. Terutama mati ditangan seorang penjahat.

“YYA!” Saat Sooyoung hendak menutup matanya, cengkraman tangan dilehernya terlepas begitu saja. Barusan ia mendengar suara namja yang tidak asing di telinganya. Suara… Luhan?

Dalam satu tonjokkan, namja bongsor itu terpental ke belakang. Benar saja. Suara namja itu berasal dari suara sang pemiliknya, Xi Luhan.

Permohonan Sooyoung terkabul. Luhan benar benar datang menolongnya.

“Sooyoung! Neo gwenchanna?” Tanya Luhan yang kini berjalan dengan cepat menuju Sooyoung yang masih duduk terpaku dengan air matanya yang masih mengalir dan rambut acak acakannya.

“Luhan..Luhan benarkah ini kau?” Sooyoung balas bertanya. Ia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.

Luhan menghela nafas. Ia bersyukur tidak terjadi apa apa pada Sooyoung, namun satu yang ia sesali saat ini. Ia menyesal datang terlambat,ia  tahu sebenarnya Sooyoung habis di cekik, sangat terlihat jelas bekas merah memar melingkar di leher Sooyoung.

“Kau! Bocah sialan! Kemari kau!” Penjahat yang tadi jatuh tersungkur kini berdiri dengan garangnya menatap Luhan. Ia sudah bersiap dengan pisau di tangannya.

“Ck. Sooyoung, cepat hubungi polisi!” Titah Luhan. Dengan cepat Sooyoung menyambar handphone yang berada di saku celananya dan segera ia tekan nomor untuk memanggil polisi.

“Mana mungkin polisi datang secepat itu heh? Kupastikan sebelum mereka datang, kalian sudah kuhabisi.” Ucap penjahat itu dengan lantangnya.

Tanpa basa basi lagi penjahat itu berlari menuju Luhan. Sooyoung yang melihat hal itu segera berbicara dengan cepat di telepon. Ia memberikan keterangan tempat dan hal lainnya pada polisi.

Luhan menghindari serangan namja penjahat itu . Ia malah menaruh menghalau pergerakan kaki penjahat itu sehingga penjahat itu terjungkal kedepan.

Luhan mengambil kesempatan untuk merebut pisau lipat yang kini tergeletak tak jauh dari si penjahat. Ia kemudian menaruh pisau itu dipermukaan kulit si penjahat.

“Jika kau bergerak maka kau akan mati.” Ancam Luhan dengan suara pelan yang terdengar mengerikan. Penjahat itu menyerah takut takut jika ia melawan, Luhan benar benar akan membunuhnya.

***

Tak lama kemudian polisi  datang. Para polisi memborgol tangan si penjahat dan membungkuk berterima kasih pada Luhan yang sudah menangkap penjahat yang selama ini kabur dari tahanan selnya.

Luhan kembali memasuki rumah Sooyoung. Ia kembali teringat dengan keadaan Sooyoung.

“Kau lihat? Sekarang sudah tidak apa apa.” Ucap Luhan dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Ia melihat Sooyoung yang masih duduk mematung dengan mata yang menatap kosong ke lantai.

“Sooyoung?” Luhan berjongkok di hadapan Sooyoung dan mengguncangkan tubuhnya itu.

“Syu..Syukurlah..” ucap Sooyoung dengan suara yang masih bergemetar. Air matanya kembali membasakit pipinya yang sudah lengket akibat cucuran air mata sebelumnya.

“Bbabo.” Balas Luhan. Ia memeluk tubuh Sooyoung agar Sooyoung tidak takut lagi. Mungkin kehangatan akan membuat Sooyoung tenang?

“Gomawo. Jeongmal gomawo     “ Ucap Sooyoung lagi. Kedua tangannya memabalas pelukan Luhan. Air matanya kini menyerap ke baju yang dipakai Luhan.

***

‘Kehangatan tiba tiba datang begitu saja

Kehangatan yang sudah lama tidak kurasakan

Kehangatan yang telah menghilang sejak bertahun tahun yang lalu

Kehangatan yang membuat kenyamanan..

Kehangatan yang selau kuinginkan..

Kini rasa itu datang kembali..

Haruskah aku mempercayai masa depan dan dirinya?’

***

Luhan duduk di sofa. Matanya mengamati setiap penjuru rumah yang dihuni oleh satu orang yeoja ini.

Satu satunya hal yang menurutnya ganjal adalah foto keluarga yang terpampang besar di dinding dihadapannya ini.

Saat Sooyoung telah kembali, ia membawa dua GreenTea di tangannya. Kemudia ia menaruh dimeja dan duduk dihadapan Luhan.

“Jadi, kau tahu darimana alamat rumahku?” Tanya Sooyoung membuka percakapan. Tidak seperti biasanya.

“Sebenarnya aku membuntutimu dari tadi.” Jawab Luhan dengan senyum tak berdosanya. Sooyoung mengerutkan keningnya.

“Stalker. Perv    

“Aku bukan seorang namja yadong! Jangan tuduh Aku sembarangan!” Protes Luhan sebelum Sooyoung menyelesaikan kata katanya. Ia memanyunkan bibirnya dan menyeruput GreenTea buatan Sooyoung.

Sooyoung menatap datar Luhan. Sementara Luhan yang sedari tadi merasa diperhatikan kini balas menatap Sooyoung dengan risih.

“Mwo?” Tanya Luhan.

“Apa yang bisa kulakukan untuk membalas kebaikanmu?” Sooyoung balik bertanya.

Pikiran Luhan melayang. Banyak sekali yang ia inginkan dari Sooyoung. Ia masih terus berpikir sampai akhirnya ia mengeluarkan smirknya.

“Bagaimana kalau    “ Luhan sengaja menggantungkan kalimatnya. Sementara Sooyoung mengerutkan keningnya, “Poppo, Chuu~” Ucap Luhan mengedipkan sebelah matanya dengan genit.

Terjadi keheningan beberapa saat diruangan itu. Luhan terlihat mati gaya dan Sooyoung terlihat menautkan kedua alisnya dan menganga  lebar.

1 menit…

5 menit…

10 menit..

“SHIREO! YYA! DASAR YADONG!” Teriak Sooyoung yang hendak melemparkan alas kakinya pada Luhan.

“Jangan lempar! Aku hanya bercanda!” Balas Luhan yang kini naik keatas sofa.

“Geotjimal! Kemari kau namja yadong!” Seru Sooyoung yang kini mengejar ngejar Luhan . Luhan melompat dari sofa dan berlari. Ia tak mau ditangkap Sooyoung dan dijadikannya daging cincang.

***

Sekitar 20 menit mereka masih terus berlari di dalam rumah dan terkadang mengitari pekarangan rumah Sooyoung.

Luhan berhenti mendadak dan membungkuk dengan nafas yang terengah engah. Keringatnya bercucuran membasahi pipi mulusnya.

Karena Luhan tibatiba berhenti, Sooyoung tak bisa mengendalikan kecepatan larinya sehingga menubruk Luhan dan mereka berdua pada akhirnya terpental jatuh bersama.

“Ergh, ah mianhae.” Ucap Sooyoung sambil memegang kepalanya.

“Gwenchanna. Bisakah kau berdiri? Kau cukup berat Sooyoung-ssi.” Balas Luhan. Sooyoung yang menyadari bahwa posisinya yang tengah menimpa Luhan segera berdiri.

Ia lalu membantu Luhan berdiri dan menepuk nepuk celananya yang kotor oleh tanah kering.

“Kencanlah denganku.”

Deg. Deg. Jantung Luhan berdetak dengan cepat menanti jawaban yeoja yang berdiri dihadapannya ini.

“Eo? Kencan? Kau sedang bercanda lagi ya?” Tanya Sooyoung. Ia ingin memastikan apakah ucapan Luhan kali ini serius atau hanya main main.

“Aku tidak bercanda, aku serius. Berkencanlah denganku.” Pinta Luhan lagi. Wajahnya tampak serius dengan mata yang berbinar binar seperti seorang anjing yang tengah berharap majikannya memberi makanan untuknya.

Sooyoung mendengus, “Baiklah jika itu permintaanmu. Berhenti memasang wajah seperti itu. Aku tak suka.”

“Yes! Kutunggu kau jam 9 pagi. Aku akan menjemputmu disini.” Kata Luhan dengan senangnya. Akhirnya ia bisa mengobrol dengan Sooyoung dan yang lebihnya ia bisa berkencan dengannya besok.

Jantungnya serasa ingin meledak saking senangnya. Ia masih terus tersenyum lebar sehingga membuat Sooyoung menatap aneh pada namja dihadapannya ini.

“Pulanglah.” Ucap Sooyoung. Sebenarnya Luhan sedikit kecewa karena sebenarnya ia masih ingin berlama lama bersama Sooyoung. Tapi toh besok ia akan bersama Sooyoung dari pagi hingga sore.

“Baiklah. Besok jangan lupa ne? Annyeong~” Balas Luhan yang kini berjalan keluar pagar rumah dan melambaikan tangannya sementara Sooyoung hanya diam menatap datar kepergian Luhan.

Ia mengehela nafas berat, “Sebenarnya aku ini kenapa?”

***

Keesokan harinya, pukul 08.30

Sooyoung tengah mengobrak abrik lemari kamarnya. Ia tengah mencari sebuah baju pemberian eomma-nya dulu.

Eomma pernah berpesan padanya, ’Jika kau melakukan kencan pertama, pakailah baju ini. Baju ini sangat cocok untukmu. Tapi mungkin baju ini bisa dipakai saat kau sudah besar nanti. Kuliah mungkin?’

Dan benar saja. Ini kencan pertama Sooyoung dan kini ia duduk dibangku kuliah.

“Aish, dimana baju pemberian eomma?” Desahnya. Awalnya ia menyerah dan berpikir untuk memakai baju lainnya sebelum matanya menangkap siluet baju putih yang tertumpuk baju lainnya yang sudah lama ia tidak pakai. “Ketemu.”

***

Sooyoung menatap dirinya dari cermin besar dikamarnya. Ia merasa berbeda dan jauh berbeda dari pakaian yang biasa ia pakai. Biasanya ia memakai pakaian casual dan apa adanya. Namun sekarang ia terlihat tampak feminim.

Sooyoung memakai White dress yang panjangnya 10cm diatas lutut dan kardigan rajut berwarna hitam.

Ia menyemprotkan parfum dibaju dan di lehernya lalu mengambil tas ransel putih kecil yang berbentuk burung hantu dan memakai jam tangan hitamnya itu.

Ia lalu memandang pantulan dirinya dicermin lagi.

“Hem.” Gumamnya lalu keluar dari kamar dan bergegas memakai Wedges yang bermodelkan sepatu kets berwarna putih.

Setelah memakai wedges-nya, ia melirik jam. Ini sudah tepat pukul 9. Mengapa Luhan belum datang ya?

“Sepertinya bocah itu terlambat.” Pikirnya sampai akhirnya terdengar suara klakson motor dari depan rumah. “Terlambat 7,3 detik.”

Sooyoung lalu membuka pintu rumah lalu menutupnya kembali dan mengunci pintunya.

“Woah neo jinjja neomu yeppeoda!” Terdengar suara pujian Luhan yang benar benar sangat kagum dengan tampilan Sooyoung hari ini.

“Sekarang kemana?” Tanya Sooyoung. Ia sama sekali tidak memperdulikan pujian Luhan dan sekarang dirinya malah mengeluarkan handphone-nya dan memasang headset.

“Aish. Bagaimana kalau ke Lotte World? Sudah lama aku tidak kesana.”

“Aku belum pernah kesana seumur hidupku.”

“Jinjjayo? Kalau begitu aku akan menjadi orang pertama yang mengajakmu kesana. Kaja, cepat pakai helm-mu.”

Sooyoung lalu memakai helm di kepalanya lalu menaiki motor besar Luhan.

“Pegang erat pinggangku atau kau akan terbang.”

“Ck, lebih baik aku terbang dari pada harus memeluk pinggangmu.” Tolak Sooyoung

Luhan menampilkan smirknya tanpa sepengetahuan Sooyoung.

“Jangan menyesal nona Choi.”

“A    Apa maksudmu? Jangan ja    Kyaaa!” Belum semat Sooyoung protes, Luhan sudah menggas motornya dengan kecepatan tinggi sehingga hampir membuat Sooyoung terbang dan jatuh dari motor.

Untungnya Sooyoung dengan sigap memeluk pinggang Luhan karena terpaksa. Terlihat senyum puas Luhan saat ia merasakan kedua tangan Sooyoung melingkar erat dipinggangnya.

Entah mengapa Sooyoung merasa wajahnya mulai memanas. Entah karena udara yang dingin sehingga suhu tubuhnya berkumpul atau karena      Malu?

Ia mengangkat sebelah tangannya berusaha memegangi pipi merahnya dan sebelah tangan lagi masih dilingkarkannya dipinggang Luhan. Sooyoung berharap semoga cepat sampai tujuan dan ia lebih berharap Luhan tidak melihat rona merah diwajahnya itu.

***

Luhan memarkirkan motornya di tempat parkir taman bermain Lotte World. Tempat parkir kali ini tidak terlalu penuh karena ini masih pagi. Jika sudah menjelang siang maka tempat parkir luas ini akan dipenuhi oleh kendaraan kendaraan. Beruntung sekai ia lebih memilih datang pagi.

“Nona Choi, bangunlah. Mau sampai kapan kau memeluk pinggangku huh?” Tanya Luhan sembari melirik kearah kepala Sooyoung yang masih bertengger di punggungnya itu. Ia dapat merasakan gelengan kecil dari kepala Sooyoung. “Kau tak mau turun? Kalau begitu peluk aku sampai kau puas. Aku senang.”

Mendengar ucapan Luhan, Sooyoung segera melepas pelukannya dan membuka helm dengan kasar.

“YYA! KAU! PERV    “ Belum sempat Sooyoung menyelesaikan protesannya, mulut tipisnya itu sudah ditutup dengan jari telunjuk Luhan.

“Harus berapa kali aku memberitahumu bahwa aku buka orang mesum huh?” kini Luhan yang memprotes. Ia mencubit bibir Soyooung dan menggerakannya keatas kebawah dan kesamping.

Sooyoung yang kini merasa kesal langsung membuka mulutnya dan menggigit jari Luhan.

“A..Aaa! Yya! Geumanhae, appoyo appo!” Erang Luhan. Pada akhirnya si penggigit jari melepaskan gigitannya dan mengerucutkan bibirnya juga menggembungkan pipinya. “Wajahmu merah.Kau kedinginan ya?”

“Itu, itu tidak. Aku tidak kedinginan.”

“Geotjimal. Kalau begitu kau merasa malu jika dekat denganku ya? Ah kau menyukaiku?” Goda Luhan.

“Aish, harapanmu terlalu tinggi. Mana mungkin aku menyukaimu.”

Terlihat raut kekecewaan dari wajah Luhan yang membuat Sooyoung sedikit merasa bersalah. Segera Sooyoung mengalihkan pembicaraan,

“Bisakah kita membeli tiket dan masuk ke arena?”

“Ah kau benar. Kaja!” Kini Luhan kembali bersemangat. Ia meraih tanganSooyoung dan berlari kecil menuju tempat penjualan tiket.

***

Rasa itu datang kembali

Rasa yang membuat jantungku berdetak lebih cepat

Rasa yang membuatku nyaman saat berada dekatnya

Rasa yang seharusnya tidak menghantui diriku saat ini

………..

Nan bbabo.

***

Kini Luhan dan Sooyoung sudah masuk kedalam arena Lotte World. Suasananya masih cukupsepi karena tidak terlalu banyak pengunjung di waktu waktu seperti ini.

Luhan masih terus menggenggam tangan Sooyoung dan sesekali memasukan genggamannya kedalam saku jaketnya.

“Kau tahu? Kau terlihat sangat manis hari ini.” Puji Luhan

“Gomawo. Eomma-ku yang memilih baju ini.”

“Tidak hanya baju-mu. Wajahmu juga. Biasanya wajah cantikmu itu kau sembunyikan dengan ponimu. Kau merapihkan ponimu ya?”

“Begitulah. Kau tidak suka?”

“Bukan begitu. Tapi aku merasa eungh     gugup saat bersamamu terutama kau sekarang terlihat sangat manis.” Ucap Luhan sambil menggaruk tengkuknya.

“Kalau begitu agar kau tenang aku akan mengganti baju-ku.” Balas Sooyoung datar. Ia membalikkan badannya namun tertahan oleh tangan Luhan yang masih berpautan dengan tangan kiri miliknya.

“Jangan. Aku suka, sangat suka.”

“Baiklah.”

Merekapun berjalan kembali menyusuri taman bermain.

Sooyoung mengajak Luhan untuk menaiki Viking, tapi Luhan tak mau karena ia bilang bahwa ia takut menaiki wahana menyeramkan seperti itu. Sooyoung menggembungkan pipinya. Rasanya sangat bosan jika hanya mengitari taman bermain ini tanpa menaiki wahana satupun.

Mereka kembali berjalan. Kini giliran Luhan yang menawarkan Sooyoung menaiki Roller Coaster. Dengan senang hati Sooyoung menerima tawarannya itu.

Luhan dan Sooyoung menaiki bangku paling akhir.

“Yakin kau tak takut?” Tanya Luhan memastikan.

“Tentu saja. Aku tidak sepertimu yang takut dengan setiap wahana ekstrim disini.” Ejek Sooyoung.

Permainan pun dimulai. Terdengar teriakan teriakan histeris dari beberapa orang yang juga menaiki roller coaster ditambah teriakan dari Luhan yang benar benar histeris dan memekakan telinga.

***

“Hoeeek.” Selesai permainan, Luhan langsung mual dan ingin muntah rasanya. Ia menundukan kepala diatas tong sampah sementara Sooyoung berdiri disamping Luhan sambil berkacak pinggang.

“Kau ini. Ternyata perutmu sangat lemah ya? Makan ini. Rasa asam akan membuatmu tidak mual dan pusing.” Sooyoung menyodorkan vitamin c pada Luhan. Segera Luhan mengambilnya dan memasukannya kedalam mulut.

Benar saja, rasa asamnya itu membuat dirinya tidak terlalu merasa mual dan pusing.

“Gomawo.” Ucap Luhan. “Bagaimana kalau kita membeli gulali disana?”

“Keunde, bagaimana perutmu? Bukankah itu akan membuatmu kembali mual?” Tanya Sooyoung. Ia khawatir jika Luhan kembali mual.

“Gwenchanna. Tidak akan lagi, aku kan kuat hehe.” Luhan terkekeh. Ia kembali menggapai tangan Sooyoung dan mengajaknya ke tempat penjual permen gulali.

“Agassi. Aku beli gulali dua!” Pinta Luhan pada Agassi yang tengah membuat gulali.

Agassi penjual gulali pun mengangguk dengan senyum ramahnya. Segera ia mengambil dua gulali dan memberikannya pada Luhan.

“Ini uangnya. Gamsahamnida!” Luhan memberikan uang pada Agassi dan membungkuk sopan. Agassi itupun balas membungkuk lalu melanjutkan pekerjaan membuat gulalinya lagi.

Luhan memberikan salah satu gulalinya pada Sooyoung. Ia lalu memakan gulalinya dengan lahap sementara Sooyoung hanya mencomot gulalinya sedikit demi sedikit. Sebenarnya ia tidak terlalu suka yang manis.

Mereka berjalan kembali  dan terkadang berhenti untuk melihat beberapa pertunjukan kecil.

Jam kini menunjukkan pukul 11 pagi. Pengunjung Lotte World pun semakin banyak. Satu kenyataan bahwa Sooyoung sebenarnya tidak terlalu menyukai tempat yang ramai dan penuh.

“Luhan Oppa!” Terdengar panggilan yang terdengar seperti pekikkan seorang yeoja. Sang pemilik nama yang merasa terpanggil langsung mengedarkan pandangannya mencari sesosok orang yang tadi memanggilnya.

Matanya pun menangkap sesosok yeoja yang tidak terlalu tinggi dan rambutnya yang cukup ikal namun terlihat halus dan lembut.

“Eo? Bomi?” Luhan memastikan bahwa orang yang memanggilnya itu memang Bomi, yeoja bersuara cempreng namun indah.

‘Nuguya?’ Sooyoung bertanya tanya dalam hatinya.

TBC

Aneh ya? Absurd ya? Mianhae, jeongmal mianhae:(

Tapi seenggaknya RCL dong yah:) mwah;**
Follow twitter aku dong,@ShafaaaAlya
mention ajaya kl mau di follback. Makasih^^ /bow/

49 thoughts on “Happiness [1/2]

  1. Emmalyana November 13, 2013 / 5:43 PM

    daebak..
    semoga Luhan obisa ngambil hatinya soo eonni..

    • HyoSoo03 November 13, 2013 / 6:25 PM

      iya semoga:”>
      gomawo udah komen^^

  2. Choi Min Ra November 13, 2013 / 6:05 PM

    Hiks Hiks kasian soo eonn😥
    Ergggg pasti itu yeoja (yang manggil Luhan dengan sebutang Oppa) yang bakal ganggu hubungan Soohan iyakan? #SokTau

    Pokoknya harus lanjut
    Fighting!!!!

    • HyoSoo03 November 13, 2013 / 6:26 PM

      ya ya ya bisa jadi!’o’)/
      okeee gomawo udah komen^^ fighting hehe

  3. thelittleshikshin November 13, 2013 / 6:22 PM

    kasian sooyoung:”) tp gaboleh antisosial gitu juga sooyoungie:’)
    hati sooyoung kayaknya udah sedikit terbuka/?

    ditunggu next chapter:DD

    • HyoSoo03 November 13, 2013 / 6:26 PM

      Ne^^
      Gomawo udah komen;;)

  4. srimurdhaningsih November 13, 2013 / 6:31 PM

    no, soo udh seneng jangan buat dia patah hati lagi

    next next

    • HyoSoo03 November 14, 2013 / 3:22 PM

      sip, gomawo udah komen^^

    • HyoSoo03 November 14, 2013 / 3:23 PM

      ok,gomawo udh komen^^

  5. AnnHee November 13, 2013 / 8:14 PM

    aishh..
    Tuh,yeoja genit ganggu bget.. Luhanie jgn buat soo unn jadi nangis lagi donk.. *eeh?

    Aish!!
    Soo unn ksian bget..😥
    Aish.. No,lulu! Jangan bkin uri shikshin nangis! Huee! *eehh!

    Aku suka cara nulis author yg simple tpi nge-feel.. Aish.. Bikin prasaanku naik-turun,nih.. Argh! Thor,tanggung jawab! *loh?!

    Next aku tunggu,thor..
    Semangat buat tugas-tugasnya,thor..
    Tetep FIGHTING,yya!! ‘o’)9

    • HyoSoo03 November 14, 2013 / 3:24 PM

      Gomawoooo~^^
      Jeongmal gomawoyo chinguya^^
      Ne, semangat, fighting! ciaattt~

      • AnnHee November 16, 2013 / 4:20 PM

        cheonma,chingue.. Heheh~
        Di tunggu,lho next partnya^^

  6. giofi16yousen November 13, 2013 / 8:17 PM

    Kasian soo eonni
    Lucu is luhannya buat soo eonni tersenyum kembali dan merasakan kebahagiannya.

    • HyoSoo03 November 14, 2013 / 3:25 PM

      Luhan memang hebat /acung jempol/ (y)
      Gomawo udh komen^^

      • giofi16yousen November 16, 2013 / 8:31 AM

        sama-sama
        ditunggu part 2nya🙂

  7. autumnkid November 13, 2013 / 8:41 PM

    Luhan kejar sooyoung! Semangat! Kamu pasti bisa! (?)

    • HyoSoo03 November 14, 2013 / 3:26 PM

      kejar kemana? /lirik kanan kiri/ hehe bercanda xD
      Gomawo udah komen;;3

  8. miss_sooyoungster10 November 13, 2013 / 8:49 PM

    Bagus2!!
    Aku gak tau harus komen apa

    Pokoknya next next

    • HyoSoo03 November 14, 2013 / 3:26 PM

      okeey gomawo udah komen^^

  9. Choi HanRa November 13, 2013 / 8:52 PM

    asyikk.. dah lama gak baca ff couple nie ^^
    Luhan pokoknya kamu harus bisa bikin Soo eonnie jatuh cinta sama kamu ne ^^
    LuHan FIGHTING !

    oh ya, sedikit info marga Luhan itu bukan Xi melainkan Lu ^^

    • HyoSoo03 November 14, 2013 / 3:28 PM

      iya udh lama aku juga gabaca SooHan._. jadi aku buat sendiri deh._.
      Ne Luhan fighting!
      ehe mian chingu._. Aku lupa karena suka ketuker -_- Gomawo udah komen^^

      • AnnHee November 16, 2013 / 4:23 PM

        eh… Maaf,ikut-ikutan..
        Yg aku tahu nama luhan tuh Xi Luhan yg artinya rusa kecil… Baru,nama panggilnnya tuh Lu,ato Lulu

      • Choi HanRa November 17, 2013 / 9:43 AM

        hahahaha betul tuh, karna gak ada yg bikin SooHan jadinya bikin FF untuk couple nie xD
        ngemeng-ngemeng nae suka sama gaya tulisannya chingu yang simple tp bikin orang ngerti ^^
        Part 2 nya ditunggu yahhh..

  10. shin hyun young November 13, 2013 / 9:55 PM

    I like this, kyanya hidup soo miris yah,ditungu lanjutanny..

    • HyoSoo03 November 14, 2013 / 3:28 PM

      iyabenar.
      gomawo udah komen^^

    • HyoSoo03 November 14, 2013 / 3:28 PM

      kyaaa makasiih;**
      Gomawo udah komen^^

    • HyoSoo03 November 16, 2013 / 6:32 PM

      hehe gomawo~ gomawo untuk komennya juga^^

  11. Qarenza Park November 15, 2013 / 4:02 PM

    Hey author cetar hehe ^^ lanjutin dong😀

    • HyoSoo03 November 16, 2013 / 6:33 PM

      hehe gomawo! Gomawo untuk komennya jugaaa^^ ;;*

  12. Anna Choi November 16, 2013 / 4:17 PM

    luhan terus kejar sooyoung, semangat! semangat! sooyoung cobak lihat luhan, dia pasti bisa bahagiakan kamu!
    yo authornya semangat yo!!!

    • HyoSoo03 November 16, 2013 / 6:34 PM

      Luhan: “Ne!Fighting!!!” /heboh/
      Hehe, semangat!’o’)9 gomawo untuk komen-nya~^^

  13. wufanneey November 17, 2013 / 1:22 PM

    Sooyoung, kamu kenapa sih…
    coba buka hti kamu buat Luhan, kasian dianya kalo dianggurin mulu,
    ntar nangis kan berabe /plak/
    aku mikirnya di part selanjutnya sooyoungnya udah luluh sama luhan dan mereka jadian :3
    semoga xD

    • HyoSoo03 November 18, 2013 / 5:44 PM

      bisaajadiiii!! xD
      Amiin eonni xD
      Gomawo udah komen;;;****

  14. yeni swisty November 17, 2013 / 2:02 PM

    jgan buat soo eon patah hati lagi dong T_T
    itu lagi siapa sih si bomi tuh😡
    Next part di tunggu😉

    • HyoSoo03 November 18, 2013 / 5:45 PM

      okeysipp^^
      Gomawo udah komen~

  15. elisayoonaddict November 18, 2013 / 8:18 AM

    Aigoo..Aigoo Soo karakternya kaya Lee Sooyeon I Miss U, misterius woman kekeke.

    Lu km harus semangat,km pasti bisa buat Soo Fall in love ma km so keep smile #apadeh .

    ceweknya bomi ya? knapa ga Chorong ajah

    • HyoSoo03 November 18, 2013 / 5:43 PM

      aku belum pernah nonton I Miss You. Rame ga sih? Siapa pemerannya? Kece ga eon? :3 ;;3

      Soalnya yg aku gasuka itu Bomi:< tadinya sih emg mau chorong, tapi chorong itu aku lumayan suka terutama Namjoo:D Yg aku gasuka Bomi jadi ya udah aku ngambil dia aja._. wkwk
      gomawo udh komen eon^^

  16. annisarizki November 21, 2013 / 4:26 PM

    Wah, Bomi jadi siapa nya Luhan nih?

    • HyoSoo03 November 26, 2013 / 3:40 PM

      siapa hayo? xD
      Baca aja dikelanjutannya, udah dipost kok.
      gomawo udah komen^^

  17. epanda November 26, 2013 / 11:56 AM

    kelen kelen😀

  18. choi_reni November 26, 2013 / 10:39 PM

    Joahe.. Suka bgt pairing cute soo-han.. Kyeopta.
    Ciye soo udh mulai ada rasa ama luhan. Hehe

  19. rifqoh wafiyyah January 22, 2014 / 10:59 PM

    Ksihan soo unnie..:(,hidup’a sbtng kara..:(
    Untng da hanppa yng slalu nmanin soo unnie..:),daebak…

  20. kyura January 1, 2015 / 12:36 PM

    Daeback..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s